Monochrome by Path of Heaven

T rated

ChangKyu

Mystery, Adventure, Romance, Action

Typo(s), Pelaku pembunuhan dan korban pembunuhan yang Gaku karang-karang namanya, etc.

.

.

Changmin hanya tersenyum lemah dan membiarkan dirinya dimasukkan ke mobil polisi dengan kasar.

"CHANGMIN!" seru Kyuhyun.

Changmin yang sudah berada di dalam mobil hanya diam, tidak menoleh pada Kyuhyun. Mobil polisi pun mulai berjalan, membawa Changmin pergi. Menjauh, dari Kyuhyun.

"CHANGMIIINNN!" pekik Kyuhyun putus asa sebelum terjatuh di atas lututnya dengan frustasi.

.

.

Kyuhyun terdiam di tempatnya. Masih belum bisa mengatasi keterkejutannya. Air mata tanpa sadar mengalir deras ke pipinya yang memerah. Kepalanya terasa putih. Ia tidak bisa memikirkan apapun. Pikirannya kacau. Hanya gambar Changmin yang dibawa pergi darinya yang terus berputar di kepalanya.

"Lihat itu, kasihan," bisik beberapa orang yang melihat adegan tersebut.

Kyuhyun yang mendengar bahwa dirinya dikasihani segera bangkit dan mengusap air matanya kasar. Matanya memandang ke arah mobil polisi itu membawa Changmin dengan mata penuh amarah. Segera, ia berbalik meninggalkan tempat itu. Dia punya tempat untuk dituju.

Brak! Brak! Brak!

Dengan kasar, Kyuhyun mengetuk pintu apartemen bobrok itu. Tidak memperdulikan jika bisa saja pintu itu akan roboh karena perbuatannya. Suara teriakan dari dalam menyahut. Menghentikan tindakan kasar Kyuhyun.

"Siapa, sih? Kau berusaha merusak pintuku... HUH?! KYUHYUN-SSI?! KENAPA ADA DI SINI?!" pekik pria yang membuka pintu itu penuh keterkejutan.

"Berisik. Ada masalah. Bantu aku, Inspektur Kim," ucap Kyuhyun singkat.

"Masalah? Ah, sebelumnya masuklah dulu. Akan lebih enak bicara sambil duduk," ujar inspektur Kim membukakan pintunya lebih lebar untuk Kyuhyun masuk.

Kyuhyun mengangguk dan segera memasuki apartemen milik inspektur Kim. Kyuhyun mendudukkan dirinya di sisi futon yang masih berantakan. Inspektur Kim hanya menghela napas dan pergi ke dapur untuk membuat teh. Tumben detektif muda itu tidak berisik atau menyombong. Yang lebih aneh lagi...

"Changmin-ssi kemana? Biasanya kalian 'kan selalu bersama," tanya inspektur Kim.

"Ditahan," sahut Kyuhyun singkat.

"HUH?! Ouch!" ucapan Kyuhyun membuat inspektur Kim kaget hingga tidak sengaja menuang air panas ke tangannya sendiri.

"Ditahan?! Apa maksudmu itu, Kyuhyun-ssi?!" tanya pria itu.

"Changmin dituduh membunuh rekan kerja kami di sebuah host club. Aku tahu itu hanya jebakan. Aku ingin kau membantuku membuktikan bahwa bukan Changmin pelakunya," jawab Kyuhyun sambil menyesap teh yang disiapkan inspektur Kim untuknya.

"Begitu... ah! Tapi, bagaimana ia bisa dicurigai seperti itu. Maksudku, Changmin-ssi itu cerdas, tidak mungkin terjebak begitu saja. Selain itu, kalian cukup terkenal di kalangan polisi saat ini dalam konteks baik," sahut inspektur Kim.

"Itu... PERBUATAN SI TUA BANGKA SIALAN ITU!" seru Kyuhyun penuh amarah meremas cangkir di tangannya.

"Kyu... Kyuhyun-ssi..." cicit inspektur Kim ketakutan.

"Si tua itu memang sudah sejak dulu tidak menyukai kami. Dia pasti mengambil setiap kesempatan yang ia punya untuk menjatuhkan kami," desis Kyuhyun penuh amarah.

"Ahh, maksudmu inspektur Park?" tanya inspektur Kim hati-hati.

Kyuhyun melirik tajam inspektur muda itu hingga membuatnya gemetaran, "Jangan sebut dia di depanku," desis Kyuhyun menjanjikan kesakitan pada siapapun yang berani melanggar.

"A-ampun..." mohon inspektur Kim makin ketakutan.

"Jadi begitulah. Mohon bantuannya," ujar Kyuhyun dengan lebih tenang.

"Meksi kau bilang begitu... itu 'kan kasus yang ditangani inspektur –uhm, maksudku di tua bangka itu. Aku tidak punya hak untuk-"

"Kau ingin mengabaikanku, huh?! Meski aku sudah memohon, huh?!" potong Kyuhyun berbahaya.

Inspektur Kim menangis dalam hatinya, "T-tapi, Kyuhyun-ssi. Kau sendiri... apa kau ada orang yang kau curigai?"

"Untuk saat ini belum ada. Aku akan mulai mencari tahu latar belakang host itu. Kau, cari sesuatu dari barang-barang host itu yang dibawa ke kantor polisi," ujar Kyuhyun dan bangkit dari duduknya.

"Ah, tapi barang seperti apa yang harus kuca-"

"Duh! Pikir sendiri saja! Apapun yang menurutmu menarik atau mencurigakan!" potong Kyuhyun kasar dan segera pergi meninggalkan inspektur Kim begitu saja.

"Galak sekali... aku tidak mengerti kenapa Changmin-ssi bisa tahan dengan Kyuhyun-ssi," keluh inspektur Kim dan segera bersiap untuk pergi ke kantor polisi. Bagaimanapun ia tidak ingin mencari masalah dengan Kyuhyun. Omelannya seram sekali, sih.


Kyuhyun berdiri angkuh di depan sebuah pintu apartemen. Apartemen itu adalah apartemen milik host Joowon. Berada di lokasi yang cukup elit. Sepertinya host Joowon memang host yang cukup terkenal hingga bisa menyewa apartemen di tempat seperti ini. Kyuhyun merogoh sakunya dan mengeluarkan alat pembuka kunci dari sana. Setelah berhasil membukanya, Kyuhyun pun masuk.

Apartemen itu cukup rapi untuk ukuran laki-laki yang tinggal sendiri. buku tertata di raknya dan tidak terlihat sampah berserakan sama sekali. Ah, hanya ada sebuah asbak yang penuh dengan putung rokok. Sepertinya host Joowon perokok berat.

Kyuhyun memulai pencariannya di kamar host Joowon. Dengan hati-hati, ia membuka laci-laci di sana. Hanya ada dokumen-dokumen penting biasa seperti ijazah dan kepemilikan barang. Ah, juga ada dokumen tentang asuransi. Kyuhyun mengambil berkas dokumen itu dan membacanya dengan teliti.

"Hm? Uang asuransi kematian akan diberikan pada... Son Mina? Huh? Marga mereka berbeda. Bukan anggota keluarga?" gumam Kyuhyun.

Merasa dokumen itu akan menjadi hal yang berguna Kyuhyun menyelipkan dokumen di dimantelnya. Kyuhyun kemudian pergi ke ruangan lain untuk mencari hal yang bisa dijadikan petunjuk hingga ia sampai ke dapur. Kondisi dapur cukup berantakan dengan banyak piring yang belum dicuci. Melihat ada sisa mekanan di mangkuk, Kyuhyun mengerutkan dahinya jijik. Dengan setengah hati, Kyuhyun mengeluarkan plastik dan mengambil sendok serta sampel dari makanan yang dimakan oleh host Joowon. Memastikan kedua benda itu aman di kantung mantelnya, Kyuhyun menuju pintu. Ia tidak bisa lama-lama di sini atau dia akan ketahua-

"SIAPA KAU?!" pekik sebuah suara mengagetkan Kyuhyun.

"CEPAT KATAKAN SIAPA KAU ATAU AKU AKAN MEMANGGIL POLISI!" ancam suara itu.

"A-ah, aku uhm, teman Joowon-sunbae. Kami teman kerja," ujar Kyuhyun mengangkat tangannya menunjukkan bahwa dirinya tidak bermaksud buruk.

Wanita menyipitkan matanya curiga.

"Aku, namaku Changmin! Uh ya, namaku Changmin," ujar Kyuhyun cepat. Ia tahu Joowon akrab dengan Changmin. Sebaiknya ia mengaku sebagai Changmin saja.

"Changmin... oh! Aku ingat. Joowon-ah sering menceritakan tentangmu. Tapi, kau tidak setinggi itu juga ternyata. Joowon melebih-lebihkan cerita seperti biasanya," ujar wanita itu mulai melembut.

"Ah, ahahaha, begitukah?" shaut Kyuhyun canggung.

"Kau ada apa kemari?" tanya wanita itu meletakkan tas dan mantelnya dan dengan terburu menuju dapur.

Kyuhyun memperhatikan tingkah wanita itu dan menjawab, "Aku... mencari lighter yang dipinjam sunbae. Lighter itu edisi khusus, aku menginginkannya kembali."

Kyuhyun menelan ludah gugup. Ia bingung harus berbohong bagaimana. Saat melihat asbak yang penuh, pikirannya langsung mengatakan kebohongan barusan. Wanita itu sibuk membuang sesuatu ke tempat sampah dan mencuci alat makan yang kotor.

"Lighter? Hmm, maaf aku tidak tahu," sahut wanita itu penuh rasa bersalah.

"Ah, tidak apa-apa. Aku sudah menemukannya, kok," dusta Kyuhyun lagi.

"Syukurlah. Lighter edisi khusus pasti mahal, 'kan?" ujar wanita itu selesai dengan pekerjaannya dan berbalik tersenyum pada Kyuhyun.

"Ah, ahahaha... be-begitulah," sahut Kyuhyun meski ia tidak tahu sama sekali soal itu.

"Ngomong-ngomong aku Son Mina, kekasih Joowon," ujar wanita itu tersenyum lemah.

"Ah, iya... uhm –sunbae... sering cerita tentang Son-ssi," ujar Kyuhyun.

"Ah, begitukah? Aku tidak menyangka dia sampai menceritakan tentangku pada rekan kerjanya," sahut Mina tersipu.

"Ah, i-iya..."

"Oh! Bagaimana kalau kita minum teh sebentar?" tawar wanita itu sopan.

"Tidak usah, sehabis ini aku ada urusan," tolak Kyuhyun.

"Duduklah dulu sebentar, Changmin-ssi. Teh buatanku enak, lho," bujuk Mina.

"...baiklah, secangkir saja," putus Kyuhyun agar tidak terlihat mencurigakan.

Mina tersenyum dan mulai mengeluarkan cangkir dan teko porselen kecil. Ia memanaskan air dan menuangkannya ke dalam teko yang sudah diisi oleh bubuk teh. Mina kemudian mengambil dua cangkit kecil dan menuangkan teh ke dalamnya. Ia menyodorkan teh itu pada Kyuhyun yang menerimanya.

"Terima kasih," ujar Kyuhyun sambil mencium aroma teh yang terhidang.

"Ah, wangi sekali," puji Kyuhyun.

Mina tersenyum, "Ini Masala Chai. Blend tea kesukaanku."

Kyuhyun menyesap teh itu perlahan, menikmati aroma yang menguar.

"Joowon... juga menyukai teh ini," ujar Mina tiba-tiba.

"Eh?"

"Kenapa... Joowon-ah... kenapa ia memutuskan untuk bunuh diri?" isak Mina tiba-tiba membuat Kyuhyun kebingungan.

"Son-ssi..." bujuk Kyuhyun berusaha menangkan.

"Ah, maaf aku jadi bicara melantur begini," ucap Mina meminta maaf.

"Tidak apa-apa, Son-ssi," sahut Kyuhyun.

Mereka kembali terdiam sebelum Kyuhyun kembali membuka mulutnya, "Maaf, tapi kenapa Son-ssi berpendapat bahwa ini adalah bunuh diri?"

Mina terdiam sebelum menjawab, "Maksud Anda?"

"Ah, tidak. Hanya saja, saat ini... para polisi berpikir bahwa ini adalah pembunuhan," ujar Kyuhyun.

Son Mina terdiam, air wajahnya berubah.

"Ke-kenapa polisi-" sebuah dering ponsel memotong ucapan Mina.

"Maaf, sebentar," ujar Kyuhyun dan mengangkat teleponnya.

"Kyuhyun-ssi! Aku menemukan sesuatu yang menarik!" ujar suara di seberang.

"Apa?"

"Chang Joowon, pria itu menuliskan sebuah wasiat. Sepertinya untuk pacarnya. Aku tidak diperbolehkan membawanya namun aku sempat memfotonya. Fotonya akan kukirim padamu sekarang," lapor inspektur Kim.

"Bagus. Ah, lalu, uang," sahut Kyuhyun tidak jelas. Ia tidak ingin Son Mina dihadapannya ini mengerti arah pembicaraannya.

"Uang? Apa maksud- Oh! Kau ingin aku mencari tahu tentang keuangan Chang Joowon? Baiklah akan kulakukann. Sampai nanti Kyuhyun-ssi," ujar inspektur Kim memutuskan hubungan telepon.

"Siapa?" tanya Mina penasaran.

"Temanku. Kami tinggal satu apartemen. Bulan ini gilirannya membayar tagihan. Ahahaha," bohong Kyuhyun.

"Fufufufu, tinggal berdua untuk menghemat biaya, ya?" ujar Mina.

"Begitulah. Ah, sudah jam segini, sebaiknya aku segera pergi. Terima kasih, Son-ssi," ujar Kyuhyun dan segera pergi dari apartemen Joowon.

Begitu menjauh dari gedung apartemen itu, Kyuhyun segera membuka ponselnya dan melihat foto yang dikirimkan inspektur Kim padanya. Foto itu berisi sebuah tulisan. Tulisan itu cukup berantakan meski tetap terbaca.

Sayang, saat kau membaca surat ini... aku tak tahu apa kau akan bersedih

Waktu yang kita lalui bersama.. jangan pernah kau lupakan, oke

Enggan, sesungguhnya aku tidak rela bila sampai sini saja

Esok, meski aku sudah tidak bisa berada di sisimu, mentari akan tetap bersinar

Tidak perlu ada kata maaf... aku hanya pergi untuk beristirahat

Kyuhyun mengerutkan dahinya. Mau dibaca bagaimanapun surat ini hanya surat permintaan maaf Joowon yang telah meninggalkan kekasihnya begitu saja. Kyuhyun berpkikir, mungkin Joowon sedang dalam masalah. Makanya pria itu membunuh dirinya sendiri.

Suara ponsel membuyarkan lamunan Kyuhyun, "Ya, ada apa, inspektur Kim?"

"Keuangan Chang Joowon baik-baik saja. Ia juga tidak punya masalah dengan rentenir atau kredit bank. Ah, tapi baru-baru ini ada transaksi besar yang ia lakukan," lapor inspektur Kim.

"Transaksi besar?" tanya Kyuhyun.

"Ya, pria itu sepertinya menyewa sebuah ballroom mahal untuk acara pesta pernikahannya di bulan desember nanti, tepat ditanggal 25," ujar inspektur Kim melanjutkan.

"Pernikahan...?" gumam Kyuhyun tidak terdengar oleh inspektur Kim.

"Gila, kau dengar itu, Kyuhyun-ssi? Tepat tanggal 25 desember! Entah berapa harga yang dibayar oleh pria itu untuk ballroom itu. Ah, tapi..." ujar inspektur Kim.

"Tapi?" tuntut Kyuhyun.

"Kudengar penyewaan dibatalkan dan separuh uang dikembalikan," jelas inspektur Kim.

"Huh? Dibatalkan? Kenapa?" tanya Kyuhyun.

"Aku tidak tahu," jawab inspektur Kim singkat.

"Cari tahu! Cepat!" pekik Kyuhyun nyaring.

"Huh? Aku harus kembali ke sana?" sahut inspektur Kim tidak rela.

"Aku tidak mau tahu, pokoknya cepat sana! Setelah itu temui aku di cafe Chrome," perintah Kyuhyun dan menutup hubungan ponsel kasar.

Kyuhyun memasukkan ponselnya ke sakunya dan berjalan cepat menuju cafe yang sudah dalam jarak pandangnya. Hari semakin dingin apalagi sudah memasuki bulan Desember. Hahh... padahal sudah dekat natal tapi kenapa malah ada kejadian tidak menyenangkan begini?

Kyuhyun memasuki cafe dan meminta untuk diberikan cokelat hangat dan beberapa pastry. Setelah mendapatkan pesanannya, ia duduk di sudut cafe. Mengeluarkan ponselnya, ia kembali membaca wasiat milik Joowon. Kyuhyun menyalinnya ke sebuah kertas dan membacanya berulang kali. Pemuda itu mengacak rambutnya yang lembut. Kepalanya terlalu kalut untuk memecahkan pesan yang ada dalam surat itu. Ah, atau mungkin memang tidak ada pesan? Pria itu memang bunuh diri? Memang benar-benar surat permohonan maaf pada kekasihnya? Akh! Kyuhyun tidak mengerti lagi!

"Minnie... aku butuh bantuanmu..." lirih Kyuhyun meletakkan kepalanya di atas meja.

Tuk! Tuk! Sebuah jari mengetuk meja Kyuhyun membuat pemuda itu mengangkat kepalanya.

"Oh, inspektur Kim," sahut Kyuhyun malas.

Inspektur Kim tersenyum maklum, "Ayo, selesaikan kasus ini bersama-sama,"

Kyuhyun mengangguk kecil.

"Ah, ini, aku ingin kau menyelidiki ini," Ujar Kyuhyun seraya mengeluarkan barang-barang yang ia ambil dari apartemen host Joowon.

"Huh? Kau dapat ini dari mana, Kyuhyun-ssi?" tanya inspektur Kim berkeringat dingin.

"Dari apartemennya," shaut Kyuhyun ringan.

"Apa?! Itu pelanggaran hukum! Kau tidak punya izin untuk-"

"Berisik. Yang sudah terjadi biarkan terjadi. Sekarang, selidiki benda-benda itu," potong Kyuhyun.

"Hahh.. seenaknya. Hm? Ini apa Kyuhyun-ssi?" tanya inspektur Kim memandang jijik pada bibimbap yang Kyuhyun ambil.

"Itu? Sepertinya makan siang Chang Joowon. Aku ambil sampelnya siapa tahu bisa berguna. Tolong lakukan uji lab pada makanan itu," pinta Kyuhyun sambil menyuap Tiramisu ke dalam mulutnya.

"Ukh... apa pekerjaan ini akan berakhir?" keluh inspektur Kim berbisik.

"Ini semua akan selesai kalau Changmin sudah dibebaskan!" bentak Kyuhyun tidak senang.

"Ma-maaf!" sahut inspektur Kim buru-buru.

"Sudahlah. Sekarang bantu aku memecahkan pesan ini," ujar Kyuhyun menyodorkan salinan dari surat wasiat Joowon.

"Hmmm... berapa kalipun kubaca... ini memang pesan yang ditinggalkan orang yang ingin bunuh diri, sih. Ingin bunuh diri tapi tidak ingin bunuh diri," ujar inspektur Kim.

"Jadi maksudmu apa? Yang serius, dong!" protes Kyuhyun.

"Habis, dibagian ini 'Enggan, sesungguhnya aku tidak rela bila sampai sini saja'. Itu tanda sebenarnya dia tidak ingin mati, 'kan?" ungkap inspektur Kim.

Kyuhyun memperhatikan bagian itu dengan benar, "Hmm, kau benar. Selain itu, aku curiga ia sedang bertengkar dengan pasangannya,"

"Eh? Kenapa?" tanya inspektur Kim.

"Dia bilang di sini 'aku tidak tahu apakah kau akan bersedih'. Dia meragukan perasaan pasangannya sendiri. Apa jangan-jangan kekasihnya selingkuh makanya ia memutuskan bunuh diri? Lebih baik mati dibanding diselingkuhi?" ujar Kyuhyun menyampaikan spekulasinya.

"Bisa jadi. Ah, tapi... mau kita analisa sampai seperti apapun –surat ini tidak memberikan petunjuk penting pada kita," ujar inspektur Kim menyandarkan tubuhnya lelah.

"Maksudmu?" tanya Kyuhyun.

"Kau tahu, biasanya kalau di buku detektif tulisan seperti ini biasanya memberitahukan kita pelaku pembunuhan. Yahh, aku berharap kalau tulisan yang dibuat korban itu memberikan petunjuk pembunuh pada kita. Bukannya curhatan begini," ujar inspektur Kim menyesap kopi yang baru saja diletakkan pelayan di meja mereka.

"Memberitahukan... siapa pelakunya?" gumam Kyuhyun sambil menatap ulang tulisan di hadapannya.

"Ahh, itu cuma akan terjadi di novel, kok. Jangan terlalu dipikirkan, Kyuhyun-ssi," ujar inspektur Kim merasa tidak enak ucapan asalnya dipertimbangkan Kyuhyun.

"Tidak, tunggu. Mungkin kau benar," sahut Kyuhyun mulai memberikan coretan diatas kertas itu.

Inspektur Kim hanya tersenyum maklum dan menghabiskan kopinya. Pria itu kemudian bangkit berdiri, "Aku akan ke lab dan minta ini diperiksa. Aku akan menyelidiki hubungan kedua kekasih itu juga. Kalau ada yang kutemukan akan kulaporkan,"

"Hm," sahut Kyuhyun asal namun hanya dimaklumi oleh inspektur Kim. Pria itu kemudian pergi dari cafe meninggalkan Kyuhyun sendiri di mejanya.

"Bagaimana kalau... aku mengambil huruf pertama tiap kata?" gumam Kyuhyun.

Sayang, Saat Kau Membaca Surat Ini... Aku Tak Tahu Apa Kau Akan Bersedih

Waktu Yang Kita Lalui Bersama.. Jangan Pernah Kau Lupakan, Oke

Enggan, Sesungguhnya Aku Tidak Rela Bila Sampai Sini Saja

Esok, Meski Aku Sudah Tidak Bisa Berada Di Sisimu, Mentari Akan Tetap Bersinar

Tidak Perlu Ada Kata Maaf... Aku Hanya Pergi Untuk Beristirahat

"Akan menjadi..."

S.S.K.M.S.I.A.T.T.A.K.A.B.

W.Y.K.L.B.J.P.K.L.O.

E.S.A.T.R.B.S.S.S.

E.M.A.S.T.B.B.D.S.M.A.T.B.

T.P.A.K.M.A.H.P.U.B.

"Ahh, tidak. Terlalu tidak berpola," keluh Kyuhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Harus kuapakan lagi? Ah, kalau huruf pertama dan terakhir kalimat..."

S.H.W.E.E.A.E.R.T.T.

"Ukh... apa lagi ini?" erang Kyuhyun.

"Hum... mungkin bisa lebih kususun jika kutulis perkalimat?"

S H

W E

E A

E R

T T

"Huh? Ini... jangan-jangan!"

Dengan segera, Kyuhyun merogoh ponselnya dan menghubungi inspektur Kim.

"Inspektur Kim! Aku... aku berhasil memecahkan kode dalam pesan yang dibuat host Joowon!" pekiknya senang.

"Aish! Jangan berteriak di telingaku, Kyuhyun-ssi. Dibandingkan hal itu, aku punya berita yang lebih bagus! Pembatalan ballroom itu, ternyata dilakukan oleh kekasih Chang Joowon, Son Hina. Dan pengembalian uang itu, diberikan pada Son Hina karena Chang Joowon mendaftarkan penyewaan atas nama Son Hina. Selain itu, kau tahu? Asuransi yang diberikan pada Son Hina atas kematian Joowon itu... 10.000.000 won!" seru inspektur Kim.

"Huh? Jadi begitu, ya. Sekarang semuanya sudah jelas," gumam Kyuhyun.

"Halo? Kyuhyun-ssi? Haloo?" panggil inspektur Kim.

"Inspektur Kim, temui aku di kantor polisi. Hal terakhir yang kita perlukan adalah alat pembunuhan," ujar Kyuhyun dan langsung menutup teleponnya untuk berlari secepat ia bisa menuju kantor polisi.


Kyuhyun sampai di kantor kepolisian dan langsung menuju lab. Inspektur Kim belum datang. Waktu yang ada bisa ia gunakan untukmelihat hasil analisa lab dari makanan Joowon. Kyuhyun memasuki lab dan disambut oleh inspektur Park yang sedang duduk di sana.

"Ah, anjing liar kenapa bisa masuk ke sini?" keluhnya dengan nada jijik.

Kyuhyun tidak menjawab dan hanya berjalan menuju kepala lab. Kyuhyun memang akrab dengan kepala lab di sana. Yah, bukan Kyuhyun sih, tapi Changmin. Tapi, hubungannya dengan kakek ini juga bagus, kok.

"Kakek, apa sudah selesai?" tanya Kyuhyun.

"Hmm, sudah, kok. Ngomong-ngomong, kau dapat dari mana? Aku jarang sekali menemukan ini di Korea," ujar pria lansia itu.

"Maksud, kakek?" tanya Kyuhyun tidak mengerti.

"Hoi! Anjing liar! Beraninya kau mengabaikan-"

"Kalau kau hanya ingin berteriak, sebaiknya keluar saja," potong kakek Jang.

Inspektur Park mendecih tidak senang sebelum keluar lab dengan langkah kasar. Tanpa sengaja menabrak inspektur Kim yang ingin masuk ke dalam lab. Pria tua menyebalkan itu menatap tidak senang pada inspektur muda Kim sebelum berlalu.

"Uwah, menyeramkan sekali. Tidak heran tidak punya teman," gumam inspektur Kim sambil menutup pintu lab.

Kyuhyun terkikik kecil dan kakek Jang tersenyum geli.

"Jadi, apa yang kau temukan, kakek?" tanya Kyuhyun lagi.

"Ini," ujar sang kepala lab sambil menyodorkan selembar kertas pada Kyuhyun.

"Hmm, ibotenic acid dan.. mucimol? Lalu kenapa? Aku tidak mengerti!" keluh Kyuhyun.

"Ibutonic acid dan mucimol? Hmm... oh! Itu 'kan! Yang biasa ada di jamur amanitaceae!" pekik inspektur Kim tiba-tiba.

"Huh? Jamur beracun itu? Sudah kuduga Chang Joowon dibunuh seseorang," gumam Kyuhyun.

"Ibutonic acid dan Mucimol... keduanya sebenarnya bisa dirusak jika kau merebusnya hingga hampir matang dan membiarkannya. Tapi, jamur ini hanya sedikit terkena panas dan disajikan begitu saja dalam bibimbap. Kedua zat itu kemudian masuk ke tubuh dan menjadi aktif. Efeknya baru akan muncul enam hingga lima belas jam kemudian," jelas kakek Jang.

"Karena itulah Chang Joowon ditemukan tewas di club," tutup Kyuhyun

"Tapi, memangnya Joowon sebodoh itu apa sampai memakan jamur beracun begitu. Rasanya pasti tidak akan enak, 'kan?" tanya inspektur Kim.

"Yang kita temukan dalam bibimbap ini adalah varian guessowii. Guessowii terkenal dengan bau dan rasanya yang enak. Seorang pria yang hidup sendiri tentunya tidak akan mencurigai makanan lezat seperti ini, 'kan?" ujar Jang.

"Benar juga," gumam inspektur Kim.

"Terlebih, jika kau mendapatkannya dari kekasihmu," tambah Kyuhyun.

"Apa maksudmu, Kyuhyun-ssi?" tanya inspektur Kim menoleh pada Kyuhyun.

Kyuhyun menyodorkan kertas pada inspektur Kim, "Baca dari atas ke bawah,"

"Hm? S-W-E-E-T-H-E-A-R-T? Sweetheart?" ejak inspektur Kim.

"Ya. Sweetheart, artinya kekasih. Dalam pesan yang dibuat Joowon, bukan salam perpisahan melainkan petunjuk untuk kita menemukan pembunuhnya," ujar Kyuhyun melipat kedua tangannya di depan dada.

"Yang perlu kita lakukan terakhir adalah mengecek CCTV sekitar club dan rumah Chang Jowon juga perjalanan dan transaksi yang dilakukan Son Mina satu bulan terakhir," ujar Kyuhyun dan keluar dari ruang lab setelah berterima kasih pada kepala lab Jang.


"Uhm, kenapa aku dipanggil ke sini? Sebenarnya ada apa?" tanya Son Mina pada inspektur Kim yang duduk dihadapannya.

"Son Mina-ssi, tolong ceritakan kegiatan apa saja yang Anda lakukan di hari kematian Chang Joowon?" tanya inspektur Kim.

"Eh? Uh... aku... tidak bertemu dengannya sama sekali,"ujar Mina.

"Itu bohong, 'kan?" ujar Kyuhyun, memasuki ruangan.

"Changmin-ssi?" ucap Mina terkejut.

"Maaf aku membohongimu. Namaku Cho Kyuhyun. Detektif yang menangani kasus pembunuhan Chang Joowon," ujar Kyuhyun.

"Pe-pembunuhan? Kau bicara apa?! Kau tahu sendiri dia meninggalkan surat wasiat sebelum membunuh dirinya!" pekik wanita itu.

"Oh? Kenapa kau bisa tahu, Son Mina-ssi? Kepolisian belum membuka kasus ini pada siapapun. Seharusnya, kau tidak mengetahui keberadaan surat itu. Kecuali... kau lah yang memerintahkan Chang Joowon untuk menulisnya agar kematiannya dianggap sebagai bunuh diri," ujar kyuhyun.

"Kau menuduhku?!" seru wanita itu kasar.

"Bukan menuduh. Aku hanya berspekulasi. Ah ya, ngomong-ngomong kau baru melakukan perjalanan ke Kanada seminggu lalu, ya?" tanya Kyuhyun.

"Ya, lalu kenapa?" tanya Mina ketus.

"Tidak, aku hanya ingat pamanku pernah melakukan perjalana ke sana dan tidak sengaja memakan jamur beracun. Katanya jamur itu beraroma dan terasa lezat. Siapa yang menyangka bahwa itu adalah jamur beracun," ujar Kyuhyun.

"Lalu, maksudmu apa?" tuntut Mina.

"Ibotenic acid dan Muscimol, ditemukan di tubuh dan makanan Chang Joowon. Kedua zat itu hanya ditemukan di jamur amanitaceae, guessowii. Yang kebetulan, hanya tumbuh di daerah Kanada. Tempat yang kau kunjungi minggu lalu," lanjut Kyuhyun.

"A-aku tidak tahu kalau jamur itu bisa membunuh-"

"Ahahahahahaha! Tidak tahu? Yang benar saja. Sampai kapan kau mau berbohong. Kami tahu kau seorang botanist. Botanist macam apa yang tidak mengetahui bahwa jamur amanitaceae itu beracun?" potong Kyuhyun tertawa palsu.

"Kami tahu, kau datang ke apartemen Chang Joowon dengan kotak bekal pukul lima sore di sana. Kami tahu saat kau datang keesokan harinya, kau ingin membersihkan barang bukti. Sayangnya aku sudah mengambil sampel lebih dulu. Dan kami juga tahu, kalau kau datang ke club pukul dua pagi, tak lama sebelum kematian Chang Joowon. Kau menyuruhnya menuliskan surat wasiat bunuh diri agar kau bebas dari kecurigaan. Chang Joowon menurutimu. Kau tidak sadar, bahwa surat itu bukan hanya sekedar asal tulis. Chang Joowon memperhitungkan semuanya meski dalam keadaan sekarat. Ia mengirimkan pesan pada kami bahwa dirinya dibunuh dan siapa yang membunuhnya," jelas Kyuhyun panjang lebar.

"Pe-pesan? Tidak mungkin, aku-"

"Sudah mengeceknya?" potong Kyuhyun lagi.

"Bukan, aku! aku... aku..."

"Sudah kuduga kau tidak menyadarinya. Dari pesan Chang Joowon, kau harus mengambil huruf pertama dan terakhir tiap kalimat," ujar Kyuhyun seraya menyodorkan suarat wasiat Chang Joowon pada Mina.

Wanita itu meraihnya dengan tangan bergetar, "S.. W.. E.. E.. T.. H.. E.. A.. R.. T..? Sweetheart?"

"Sweetheart. Kekasih. Yang dimaksud itu kau 'kan? Son Mina-ssi, kekasih Chang Joowon," ujar Kyuhyun tajam.

"Son-ssi, kami apakah kau yang membunuh Chang-"

"IYA, AKU MEMBUNUHNYA LALU KENAPA?!" Mina memotong ucapan Inspektur Kim merasa terpojokkan.

"AKU MENDEKATI PRIA ITU HANYA UNTUK UANG. TAPI, DIA MALAH MENEMPEL PADAKU HINGGA MENGAJAK MENIKAH. MEREPOTKAN, TAHU!" seru wanita itu menunjukkan warna aslinya.

"Kau bisa memutuskan hubungan kalian saja, 'kan?" tanya Kyuhyun.

"Dan kehilangan semua uangku? Enak saja!" decih Mina.

Kyuhyun dan inspektur Kim daling bertatapan sebelum inspektur Kim bangkit dari duduknya, "Son Mina, kau ditangkap atas pembunuhan Chang Joowon,"

Inspektur Kim kemudian membawa Mina keluar dari ruangan itu dan diikuti Kyuhyun yang hanya terdiam. Ia tidak menyangka wanita dengan senyuman sengahat Mina ternyata...

"Kyu-ah!" sebuah suara menghentikan pikirannya. Kyuhyun segera mendongak dan mendapati Changmin berjalan menghampirinya.

"Minnie!" pekik Kyuhyun bahagia dan segera mengahambur ke pelukan Changmin.

"Uph! Ahahaha, segitu rindunya?" goda Changmin yang dihadiahi cubitan oleh Kyuhyun.

"Tentu saja! Pikirkan perasaanku, dong! Bisa-bisanya kau pergi tanpa perlawanan begitu!" bentak Kyuhyun.

"Hahahan, maaf. Maaf," tawa Changmin.

"Lagipula... aku percaya kau akan menyelamatkanku, kok," lanjut Changmin mengecup sayang dahi Kyuhyun.

"Bodoh," gumam Kyuhyun yang wajahnya kini sudah memerah.


"Bersulang untuk dibebaskannya Shim Changmin-ssi!"

"BERSULANG!"

Changmin tertawa kecil, menikmati perayaan yang dilakukan disalah satu kedai yakiniku favoritnya. Anggota kepolisian yang memang dekat dengannya dan Kyuhyun memutuskan untuk merayakan dibebaskannya Changmin dari tuduhan pembunuhan host Joowon. Kyuhyun yang duduk di sebelahnya sejak tadi sibuk membaca ramalan fortune cookie yang dihidangkan di meja mereka. Terlihat terobsesi sekali.

Changmin tersenyum jahil dan mengalungkan tangannya di bahu Kyuhyun, "Kyunie~ ayo~ minum dengaku~" ujar Changmin berpura-pura mabuk.

"Akh! Changmin! Jangan bilang kau mabuk! Aku tidak mau menggendongmu hingga apartemen, berat tahu!" keluh Kyuhyun mendorong tubuh Changmin menjauh.

"Ekh~ kalau begitu... Inspektur Kim~ aku menginap di rumahmu ya~" ujar Changmin kini memeluk bahu inspektur Kim.

Inspektur Kim sendiri tubuhnya segera mengkaku dan bergetar ketakutan, "Tolong jangan buat aku terbunuh,"

"Ahahaha~ apa itu, inspektur Kim, kau pintar melucu~" tawa Changmin menarik tubuh inspektur Kim yang memang lebih kecil dairnya merapat.

"CHANGMIN!" pekik Kyuhyun dan menarik tubuh Changmin agar bersandar padanya.

"Kyunie? Cemburu ya~?" goda Changmin.

"Enak saja, aku hanya-"

"Ehh~ jadi tidak sayang Minnie?" potong Changmin.

"Sa-sayang... kok..." bisik Kyuhyun malu-malu.

"Cium," ujar Changmin tiba-tiba.

"E-ekh?!"

"Kalau sayang, cium aku dong. Di sini," ujar Changmin sambil menunjuk bibirnya yang dimajukan.

Wajah Kyuhyun sudah tidak keruan merahnya. Ia tidak keberatan mencium Changmin hanya saja... akalu di hadapan orang sebanyak ini...

"Ahahaha, sudah, cium saja Kyuhyun-ssi. Kami tidak keberatan, kok," ujar salah satu polisi memanasi.

"T-tapi!"

"Jadi tidak sayang?" ujar Changmin lagi dengan nada sedih yang dipalsukan.

"Baik! Baik! Hanya perlu cium, 'kan?" ujar Kyuhyun cepat-cepat.

Perlahan, Kyuhyun mendekatkan wajahnya pada wajah Changmin. Mata Changmin sudah menutup sejak tadi. Perlahan, Kyuhyun pun menutup matanya. Jarak diantara mereka semakin dekat, ia bisa merasakan napas Changmin. Sedikit lagi sampai-

Fuh!

Sebuah angin ditiupkan ke wajahnya membuat Kyuhyun segera menjauh dan membuka matanya.

"A-apa?"

"Kau percaya aku mabuk, Kyu-ah? Yang benar saja, aku baru minum satu gelas," goda Changmin.

Kyuhyun kini wajahnya memerah, bukan karena malu. Tapi, karena amarah.

"SHIM CHANGMIN!" pekiknya murka.

"Ahahahaha, maaf! Maaf! Habis kau serius sekali dengan kue-kue itu. Kau sedang apa sih?" sahut Changmin santai.

Kyuhyun mendengus dan bangkit dari duduknya.

"Hei, mau kemana? Jangan ngambek gitu, dong," tanya Changmin.

"Toilet!" sahut Kyuhyun jutek dan berjalan ke kamar mandi.

Begitu Kyuhyun berlalu, inspektur Kim segera mendekat ke Changmin dengan wjaha serius.

"Tolong, jangan bawa-bawa nyawaku lagi. Kumohon," ujarnya dengan wajah serius.

Changmin tertawa, "Jangan khawatir. Meski kelihatannya begitu, Kyuhyun itu tidak bisa membunuh,"

"...kau yakin?" tanya inspektur Kim tidak yakin.

"Tentu saja. Soalnya, membunuh itu... bagianku," ujar Changmin memasang wajah seram.

Inspektur Kim segera menjauh dengan wajah takut.

"Ahahaha, bercanda! Bercanda!" tawa Changmin meminum gelas ketiga bir nya.

"Ukh... aku mau ke toilet juga," ujar inspektur Kim dan beranjak.

"Oh, bisa tolong periksa Kyuhyun juga? Dia terlalu lama di toilet," ujar Changmin.

"Baiklah," sahut inspektur Kim setengah hati.

Changmin melanjutkan acara minumnya dan sesekali bicara dengan anggota kepolisian yang lain hingga tiba-tiba inspektur Kim kembali dengan tergesa.

"Ada apa? Kau melihat hantu di toilet?" goda salah satu polisi.

"Bukan! Ah, Changmin-ssi! Aku tidak menemukan Kyuhyun!" pekik inspektur Kim.

Changmin terdiam sebentar sebelum kembali bicara, "Kau yakin mencarinya di toilet?"

"Aku yakin! Aku belum mabuk, segelas saja aku belum minum!" bantah inspektur Kim.

"Ini, aku memang tidak menemukan Kyuhyun tapi aku menemukan ini di salah satu bilik toilet," ujar inspektur Kim menyodorkan sebuah kertas pada Changmin.

Changmin mengambil kertas itu dan seketika matanya menyipit berbahaya.

"Changmin-ssi? Kau tahu sesuatu?" tanya inspektur Kim.

Changmin mengangkat wajahnya dan tersenyum, "Tidak apa-apa. Sepertinya ada yang mengajakku bermain. Kalau begitu, aku harus pergi duluan. Sampai jumpa, semuanya," ujar Changmin dan keluar dari kedai meski ai belum memakan yakiniku gratis itu sama sekali.

Yang tersisa hanya sang berpandangan bingung sebelum mengangkat bahu mereka. Kalau Changmin tidak ingin mereka tahu dan ikut campur ya biarkan saja. Berarti memang tidak ada hubungannya dengan mereka.

Changmin berjalan cepat, wajahnya gelap, ekspresinya keras. Jalannya terlihat kaku, bahunya juga nampak kaku. Tangan kirinyanya terkepal, sedangkan tangan kanannya memegang kertas begitu keras hingga mengkerut. Matanya menatap tajam gambar kekanakan di sana. Dalam kertas itu tergambar sebuah gambar tanuki yang nampak lucu dengan tulisan...

Atatasobitamatashoneta

Dibawahnya. Tangan kanan Changmin ikut terkepal. Meremas kertas yang tergenggam.

"Brengsek..." desisnya berbahaya.

Dering ponsel yang sudah ia tunggu akhirnya datang. Dengan cepat Changmin membalas panggilan itu.

"Halo," ujar sebuah suara di seberang.

"Sebaiknya kau tidak melakukan apapun pada Kyuhyun atau kau akan menyesalinya," ancam Changmin.

"Setelah sekian lama, ancaman yang keluar dari mulutmu?" sahut suara itu.

"Tidak usah banyak bicara! Cepat mulai permainanmu," ujar Changmin penuh amarah.

"Tidak sabar. Tapi, baiklah. Peraturannya adalah, kau harus bisa menyelesaikan kasus-kasus yang kukirimkan padamu. Kalau kau berhasil menyelesaikannya, kau akan dapat petunjuk dimana tuan puteri mu berada. Jika gagal... yah.."

"Lanjutkan penjelasanmu," potong Changmin tidak sabar.

"Batas waktumu... 8 jam. Sebelum... kekasih kecilmu ini meledak," ujar suara itu diakhiri kekehan menyeramkan.

"Aku mengerti," sahut Changmin lebih tenang.

"Baiklah, kalau begitu... batas waktu 8 jam dimulai, dari sekarang,"

07:59:59

.

.

.

07:59:58

.

.

.

07:59:57

.

.

.

TBC

Ayo... gimana nih... Kyuhyun DICULIK!

Gaku punya Quiz nih... ayo siapa yang bisa jawab~

Siapa yang culik Kyuhyun?

Apa arti dari kode'Atatasobitamatashoneta'?

Jawab lewat review ya!

Chapter 7 sudah inprogress! Jadi jangan khawatir!

MOHON REVIEW-NYA (karena Gaku bukan Tsundere yg pura-pura ngga butuh review)