Lovely horribly

"Awalnya Chanyeol hanya berusaha untuk menghindari kesialan tetapi malapetaka itu berubah menjadi indah untuk dihindari ketika kehadiran seorang bayi merubah kehidupan nya"

Suara khas kunci otomatis pintu apartement terdengar terbuka, tak lama kemudian seseorang menginjakan kaki nya ke dalam. Terlihat begitu lelah dan uring-uringan ingin segera kembali ke kandang sendiri.

Luhan, laki-laki itu memilih tinggal terpisah dari rumah megah milik keluarga nya. Ia sengaja tinggal disini hanya untuk menyendiri sekaligus agar hubungan gelap nya tak mudah terbongkar.

Meskipun ia sudah di cap sebagai tunangan sah seorang Park Chanyeol, tapi itu tak memungkiri batin nya untuk mengangguk pada pernyataan cinta si sekertaris tunangan nya yang tampan Oh Sehun. Laki-laki manis itu seolah telah tersihir oleh paras menakjubkan sang sekertaris utama CEO Park corporation. Tanpa melihat batasan harta atau berapa berlian yang dipunya lelaki itu. Luhan telah mengabdikan dirinya dan cinta nya sekaligus raga nya untuk Oh Sehun.

Ruang tengah begitu gelap, dan jujur Luhan sangat membenci gelap ia tak tahan melihat bayangan hitam didepan matanya apapun itu asalkan ada cahaya saja.

dan ketika bunyi klik lampu di nyalakan, di balik kursi sofa yang membelakangi nya telah berada bahu tegap milik seorang pria yang tengah duduk disana dengan tenang. Luhan mencoba untuk mendekat dan ia mencium wangi parfum favoritnya. Jenis bau yang bisa dipastikan itu Oh Sehun tidak salah lagi.

"Sayang ?" Luhan langsung memeluk lelakinya dari belakang, mengalungkan lengan nya sambil menempelkan wajah nya pada rahang tajam si lelakinya.

Sehun terdengar mendesah nafas panjang, membuat kening Luhan berkerut. "Kau kenapa sayang ?"

"Tadinya aku ingin membuat kejutan, tapi sepertinya aku gagal lagi"

Chup~

Satu kecupan pada pipi mulus lelaki manis itu, Luhan semakin mengeratkan pelukan nya.

"Lagi"

"Lagi? Dengan senang hati cintaku" tanpa hitungan aba-aba dengan ajaib Sehun bisa langsung membawa tubuh mungil Luhan untk diposisikan duduk di kedua pahanya. Serta semakin mendekatkan hidung mancung nya pada ukiran indah yang dimiliki sang kekasih. Luhan memejamkan matanya, ia masih melingkarkan tangan nya kembali pada leher Sehun. Bibir telah menempel dan salah satu dari mereka melumat milik masing-masing. Sehun terlalu maniak pada bibir atas dan bawah milik Luhan hingga tak ada satu detik pun terlewat untuk melumat keduanya. Nafas mint yang harum membuat Luhan betah diperlakukan seperti ini oleh kekasih gelap nya itu.

Tak butuh waktu lama, Sehun meraba bagian belakang punggung Luhan. Meraba nya halus naik turun seolah tengah menghitung tulang belulang yang merangkai tubuh indah ini dengan sangat baik.

"Sebentar" Luhan memberi keringanan pada kekasih nya, karena ia tahu Oh sehun sangat tidak sabaran. Ia membuka sendiri baju nya, untung saja hanya memakai selapis kain dan juga rok pendek.

"Kau memakai rok ?"

"Terpaksa, aku tetap harus berpenampilan seperti kekasih untuk CEO mu itu"

Sehun bermimik tak suka untuk membayangkan nya, melihat sang kekasih yang berada di samudra kecemburuan Luhan tersenyum senang.

"Tapi untuk mu satu tubuh ini boleh kau miliki"

Mendengar godaan si lelaki mungil nya membuat sehun menyeringai menantang. Ia memindahkan Luhan pada sofa yang lebih panjang. Rok mini yang segera ia lepaskan membuat tubuh Luhan benar-benar naked saat ini. Tak ada sehelai benang pun yang membalut porselen indah didepan nya sekarang.

Sehun membelai dari rahang lelaki manis itu, turun ke leher dengan gerakan sangat menyiksa. Pelan dan sangat menekan, hingga dipucuk bunga sakura yang kemerahan Sehun lebih menekankan lagi jarinya.

"Ahn~" luhan merasakan sedikit sakit dan geli pada sebelah puting kanan nya. Tapi tak ayal itu hanya membuat sehun tersenyum puas. Aksi nya baru saja sukses membuat si empunya mendesah keras.

"Boleh ku jilat?"

"Dengan senang hati"

Sehun langsung meluncurkan lidah nya untuk menjilat-jilat pucuk puting yang sudah mencuat menagih dirinya agar segera cepat menjilat. Luhan hanya bisa menarik surai hitam itu agak keras dan menyuruh kepala Sehun untuk semakin menekan agar puting nya lebih dalam masuk ke dalam mulutnya.

"A ah ahn"

Pucuk puting itu telah digigit, Luhan mendesah keras karena nya.

"Aku tak tahan lagi"

Sehun beranjak berdiri sebentar, melepas zipper celana nya dan menurunkan nya dengan tergesa-gesa. Begitu juga dengan kemeja ketat dan jas sialan nya. Luhan hanya melihat sang kekasih melepaskan baju nya sambil melebarkan kedua paha nya agar terbuka lebar.

Kedua insan itu telah naked bersamaan, sehun mengukung si mungil di bawah nya. Kedua tangan ia tumpu masing-masing dengan siku nya yang berada di kedua sisi kepala Luhan.

Serta penis yang sudah menegang keras berada di pintu utama rektum sang kekasih. Luhan sedikit geli merasakan gesekan kepala penis Sehun pada permukaan anus nya. Tangan nya meraih bahu Sehun sambil memberinya kode.

"Cepat sayang"

"Aku akan memasukan nya dengan lambat dan menghentak mu dengan cepat, sayang ku" bisik sehun pada telinga kanan luhan. Suara nikmat yang nyata terdengar seperti panggilan kebahagiaan.

"I'm ready"

BLESHH

"AAHH!"

Dan mereka menghabiskan malam panas itu dengan penuh gairah.

"Aah ahhh ackh yah terush eugh"

.

.

Chanyeol memakirkan mobil nya pada garasi rumah, ia memiliki banyak koleksi mobil mewah tapi barang-barang seperti itu bukan alat pemuas nafsu yang sempurna. Chanyeol lelaki bergairah tinggi selalu mencoba cara lain untuk menuruti kata nafsu tubuh nya.

Tapi aneh, kenapa siang itu ia tiba-tiba tak punya selera untuk menyetubuhi tunangan nya. Ada baik nya sang ibu menjodohkan dirinya dengan anak perusahaan mobile diamond itu. Pemilik saham dengan produksi mobil-mobil canggih berteknologi tinggi. Selain anak nya yang cantik Chanyeol juga mendapatkan mobil mewah keluaran terbaru dari perusahaan MD itu.

"Hi yoda, tumben kau pulang di bawah jam 10. Kemana tunangan mu yang selalu kau ajak ke motel itu ?" Bukan hal aneh lagi jika ia setiap hari mendengar omongan yang langsung menjurus pada dirinya. Park Yoora, kakak perempuan nya yang sangat membenci tunangan nya.

"Lain kali cari laki-laki yang tak suka menyiksa mu, apa kau masih akan terus berperan sebagai pihak yang paling lemah ?"

"Itu lebih baik dibanding aku menikah dengan seseorang yang akan menjilat dibelakang"

Chanyeol memutar bola matanya malas, bukan selera nya jika harus berdebat dengan sang kakak.

"Aku tahu kau tak mencintai tunangan mu"

"Sudah ku bilang aku tak perduli soal cinta, kau boleh membenci nya kak tapi aku terlalu repot untuk mengurusi soal pembatalan perjodohan. Lagi pula anak itu lumayan cantik tak ada rugi nya sama sekali"

"Kau mengincar harta nya ?"

"Kau tepat sekali, setelah aku menikah dengan nya otomatis aku akan menjadi menantu pewaris MD"

Sang kakak tertawa sarkasme, tak menyangka jika sang adik haus harta sama seperti kedua orang tua nya.

"Pergilah saja kau keneraka dengan ayah dan ibu, aku sudah muak mengurusi mu selama ini"

"Aku tak pernah meminta mu untuk mengurusi ku, Yoora-ssi"

Chanyeol langsung melangkahkan kaki nya naik ke atas tangga, sementara sang kakak masih terdiam di tempat dengan rasa sakit melihat keluarga nya bagai lintah darat. Tak ada yang perduli pada perasaan nya, hanya karena ia ingin yang terbaik untuk keluarga nya. Karena harta bukan lah segala-galanya. Ia merindukan sebuah keluarga yang harmonis dan damai. Bukan dalam artian damai tak berpapasan satu sama lain.

Ia muak bagaimana acara pagi selalu di awali dengan membaca saham perusahaan dan obligasi yang semakin meningkat. Juga dirinya yang terus-terus diasingkan seperti penjahat kelas dunia. Tak dikenal dan tak ingin dikenal.

Tapi satu yang tak bisa Yoora benci dari keluarga nya. Sang adik, Chanyeol kecil nya yang masih ia sayang bagaimana pun sikap dan kelakuan nya. Ia mungkin akan memilih pergi dari keluarga ini jika bukan karena sang adik.

Yoora hanya takut, Chanyeol jatuh terlalu dalam pada jurang yang ia gali sendiri.

Ia hanya berharap suatu saat nanti Chanyeol akan bertemu dengan seseorang yang benar-benar tepat untuk nya. Seseorang yang benar-benar jodoh dari tuhan untuk adik nya. Karena ia yakin adik nya masih pantas bersanding dengan orang yang baik-baik.

"Chanyeolli ku yang malang"

.

.

"KAU GILA BAEK ?!"

"Aku tak punya pilihan lain, uang saku di dompet ku menipis aku makan pakai apa nanti ?"

Kyungsoo benar-benar stress dibuat nya, masker yang tadinya menempel sempurna pada wajah nya kini jadi acak-acak amburadul.

"Kau tahu tidak, bar Orange itu tempat banyak jalang menjual dirinya dengan harga murah"

"Tapi aku tak melamar jadi pelacur soo, aku hanya jadi pelayan disini. Lagi pula aku laki-laki inikan"

"Lalu kenapa kau menelpon ku untuk memberitahu hal yang mengerikan ini ?! Kau ingin membuat ku mendapat serangan jantung dengan tingkah bodoh mu itu yang melamar pekerjaan di bar orang brengsek"

Tak ada suara, Baekhyun benar-benar diam. Ia pasti sudah tahu, Kyungsoo marah karena terlalu mengkhawatirkan nya.

"Soo, a-aku sebenarnya terlalu takut bekerja disini. Jadi kalau ada apa-apa kau cepat jawab telpon nya yah"

"Sialan kau semakin membuat ku depresi"

"Hehehe calm down madam calm down"

"How can i calm down tonight ? BAEKSHIT!"

.

.

Baekhyun mengelus dadanya tenang, ia tidak menyangka jika Kyungsoo akan semarah itu padanya. Kepalanya melirik lagi pada baju pelayan yang harus ia pakai malam ini. Gaji ditempat nya akan bekerja sekarang sangat lumayan, ia juga ingin mencoba bagaimana rasanya bekerja dan menikmati uang hasil kerja payah sendiri. Karena setiap sang ibu memberikan nya uang untuk kebutuhan sehari-hari, dibalik itu ada sebuah perasaan yang harus ia bayar. Bertubi-tubi kata menyakitkan selalu dilempar untuk nya. Baekhyun muak ia tak tahan lagi. Dan malam ini, ia tak punya pilihan lain selain menjalankan pekerjaan ini.

"Tak apa hanya bertugas membawakan minuman untuk pelanggan setelah itu semua nya selesai"

Baekhyun berusaha menenangkan diri ratusan kali, ia berharap tak ada kejadian aneh yang akan membuat nya masuk dalam jurang buaya. Para lelaki hidung belang yang selalu diceritakan sisi terburuk mereka.

"Baekhyuna hei cepat kesini !"

"Ya!"

Oh shit i'm afraid !

To be continue...

Maaf yah naninana nya kurang hot, abis bekasi panas banget jadi gak kuat ngetik nya :v ahahahahahaha cus yah review dulu. Itu Baek udah di bar loh gak penasaran ?

At least i'll never forget to big thanks for readears who reading my story all this time.