Lovely horribly
"Awalnya Chanyeol hanya berusaha untuk menghindari kesialan tetapi malapetaka itu berubah menjadi indah untuk dihindari ketika kehadiran seorang bayi merubah kehidupan nya"
Bau alcohol merebak dimana-mana, ratusan puntung rokok berserakan di atas meja. Baekhyun terpaksa berkali-kali mondar-mandir membersihkan meja pelanggan. Tapi setiap kali ia sedang membersihkan meja sambil menunduk, ada saja tangan-tangan nakal yang menyentuh bokong nya. Ia selalu tanggap ketika ada satu ancaman menghampiri dirinya. Entah kenapa ia merasa di lecehkan, ia melihat pegawai pria lain biasa-biasa saja tak ada yang merasa terganggu. Malahan mereka dengan mudah nya menebar senyum mempersilahkan para manusia berotak sempit untuk menghabiskan waktu luang nya ditempat suram seperti risih sedikitpun seperti yang Baekhyun rasakan sekarang.
"Hi manis, sepertinya kau orang baru disini benar ?"
Pria botak didepan Baekhyun itu terus berusaha merayu nya. Bahkan ia mencoba untuk menyentuh dagu Baekhyun. What the -
"Saya permisi"
GREB
"Mau kemana cantik ? Temani aku disini, aku sudah bosan dengan mereka" mata si lelaki hidung belang itu menunjuk pada segerombolan wanita sexy berbalut kain sobek-sobek pada daerah punggung dan perut. "Aku tak suka lubang yang kendor" suara itu seperti berhembus bagai angin ke telinga nya. Baekhyun langsung memerah ia mencoba untuk menjauhkan diri. Tapi tangan si lelaki itu tak mau berubah.
Mungkin hal-hal yang tak di inginkan nya selama ini benar-benar akan terjadi...
"M-maaf saya ada keperluan lain"
"Berapa gaji mu disini ? Aku akan membayar nya 10x lipat dari yang kau dapat"
Tatapan si lelaki hidung belang itu cukup meyakinkan, sebenarnya mendengar angka kelipatan yang begitu besar itu sedikit membuat Baekhyun agak tergiur. Ia benar-benar butuh uang, karena dirinya sudah berjanji untuk tak menggantungkan hidup nya pada ibu atau ayah nya. Ia bahkan tak ingin berhubungan dengan mereka lagi, kalau perlu selamanya.
Tapi-
Tidak dengan cara yang seperti ini.
"Maaf"
Baekhyun melepaskan tangan nya sekuat tenaga, berlari secepat mungkin untuk menghindar sebelum semuanya terlambat dan hanya ada masa depan suram yang akan ia tatap kedepan. Ia tak mau itu, hidup dengan memuaskan nafsu seseorang dan harta yang berlimpah.
Di ruang khusus pegawai itu baekhyun mencoba untuk menenangkan dirinya, handphone yang sempat ia cas terlebih dahulu itu menggodanya untuk cepat-cepat menelpon Kyungsoo. Tapi konsekuesi yang akan ia dapatkan sudah pasti sesuai ekspetasi. Kyungsoo lebih perhatian dari seorang ibu untuk nya. Pantas kai jatuh cinta dengan mudah nya pada sahabatnya itu. Meskipun sebenarnya Baekhyun pun memiliki rasa sedikit suka pada lelaki tan milik sahabatnya.
But for this part, baekhyun bukan orang yang akan menaruh apapun hanya untuk satu keinginan nya yang akan hanya membuat nya egois. Ia merelakan kyungsoo dimiliki oleh kai. Dan membiarkan hati nya yang tergores tetap berdetak.
"Hei, kenapa kau disini?"
"Kai?"
Baekhyun membulatkan matanya sempurna, bukankah ini diruangan khusus pegawai. Bagaimana bisa kai masuk begitu saja tanpa izin?
"Kenapa kau ada disini ?" Tanya Baekhyun, Kai hanya tertawa geli. Ia memperlihatkan screen ponsel nya. Teks yang begitu panjang seberti berita headline di situs berita nasional. Itu pesan Line dari Kyungsoo.
"Bagaimana bisa aku tak terusik oleh sahabat mu ini Byun, kyungsoo sangat mengkhawatirkan mu. Jadi dia menyuruh ku untuk menjeput mu sekarang"
DUMB
Rasanya seperti bola bowling menimpa kening nya tepat. Baekhyun tak bisa berkutik dan hanya bergumam betapa beruntung nya Kyungsoo dimiliki oleh lelaki terbaik seperti Kai.
"Kita pulang, aku akan bicara pada manager disini untuk memberhentikan mu"
Baekhyun tersentak lebih kaget lagi, mungkin pekerjaan ini sangat tidak etis untuk nya. Tapi hanya ini sumber uang yang bisa ia dapatkan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa harus merepotkan orang lain. Karena ia tak ingin menanam budi pada banyak orang, yang disuatu saat nanti ia harus membayar nya lunas.
"Kai jangan, aku sebenarnya sangat membutuhkan pekerjaan ini. Hanya ini satu-satu nya jalan keluar agar aku tetap bisa bertahan hidup" Baekhyun menatap lelaki tan itu sungguh-sungguh. Dan kai hanya bisa menghendus nafas pasrah, tapi sepertinya ia ingin meyakinkan sekali lagi pada Baekhyun.
"Apa kau yakin ini pilihan yang tepat ? Setidaknya kau harus bisa berpikir jernih sebelum menggantungkan segala sesuatu nya pada satu titik byun. Menurut ku pekerjaan ini sangat berbahaya untuk mu"
"Yah aku tahu, tapi aku tak punya pilihan lain"
"Kau ada, bekerja lah di cabang cafe milik teman ku. Nanti aku akan kenalkan dirimu padanya. Setidak nya di cafe orang baik tak ada tindak pelecehan seperti meremas bokong. Kau pasti tahukan?"
The fuck...
Jangan bilang Kai melihat kejadian yang tadi itu
.
.
.
.
Chanyeol berkutat dengan laptop diatas meja, kaca mata berbingkai tebal hitam bertengger di wajah nya. Seorang workholic yang begitu sangat muda, pikiran nya melabu pada tangga-tangga grafik merah kuning hijau bagai pelangi yang menukik tajam. Ia melepaskan kaca mata nya sambil mengusap-ngusap wajah nya lelah.
Nafsu berkata ia tak akan pernah lelah tapi siapa bilang, tubuh adalah satu-satunya yang berpengaruh pada setiap kinerja yang ia lakukan. Saat stimulan otak nya mengirim sinyal untuk berhenti Chanyeol tak bisa memaksakan diri. Ia benar-benar lelah, rasanya ranjang didepan mata sudah memanggil nya sedari tadi. Bergelung dalam selimut tebal dan memutar lullaby kesukaan nya.
Chanyeol termenung sebentar, kamar yang ditempatinya saat ini lebih luas kemanapun mata memandang. Berbagai furniture mengisi kekosongan kamar ini. Tapi kenapa rasanya tetap saja sangat sunyi. Chanyeol mengusap kening nya, pusing yang mulai dirasa oleh dirinya semakin lama membuat nya semakin tersiksa.
Ia tak sadar, jika selama ini sikap egois yang dijunjung nya tinggi membuat ia melupakan segalanya. Ia bahkan tak menyadari kapan ia pernah bahagia atau pernah menangis karena bersedih. Waktu berjalan begitu cepat, dan telah banyak yang ia abaikan bahkan untuk dirinya sendiri.
"Sebentar.."
Pikiran nya terbangun oleh sekelebat ingatan yang datang tanpa permisi, seperti adegan rewind pada film-film layar lebar. Gambaran sedikit demi sedikit tentang kejadian tadi siang membuat ia menambah kesibukan pada pikiran nya. Tapi hal itu tak membuat nya pusing, ia bahkan akan merasa kebalikan nya jika tidak memikirkan hal tersebut.
Nafas nya mendesah kasar beberapa kali, siku sebelah kanan ia pijakan pada pegangan kursi sambil mengusap-ngusap bibirnya. Bingung mencari gambaran agar bayangan itu lebih bisa ia mengerti.
Chanyeol tengah memikirkan, tentang seseorang. Tak bisa dipungkiri lagi, ia memikirkan sosok itu. Wajah yang cerah membuat ia tak bisa melupakan seinci pun dari wajah manusia itu. Seseorang yang tiba-tiba datang meninju calon kakak iparnya yang brengsek.
Yoora noona memang telah memberi tahu nya agar cepat datang ke cafe siang itu, Chanyeol memang lelaki brengsek yang bermain dengan banyak perempuan. Sekalipun ia sudah punya tunangan, tapi tak membuat nya ketakutan untuk melakukan apapun yang ia suka.
Ia selalu melindungi kakak nya, kakak perempuan nya. Mungkin mereka terlihat sama sekali tak akur antara satu sama lain. Tapi jika salah satunya disakiti, maka diantara mereka tak ada yang pernah akan tinggal diam. Begitupun juga dengan Chanyeol, sekalipun ia sering membantah bahkan membentak sang kakak ia tak pernah acuh jika wanita itu sedang disakiti.
Tapi lagi-lagi ia mengacak-ngacak rambutnya asal. Sesuatu kembali lagi merusak segala kewarasan nya.
"Apa aku sudah gila, orang asing itu membuat semua pikiran ku kacau"
I've been like maniac insomniac just right behind you
.
.
.
"Tada~" Kai melebarkan tangan nya setelah ia baru saja menginjakan kaki di kediaman milik sang kekasih. Ia pikir si manis kesayangan nya itu akan tersenyum bahagia karena dirinya telah sukses membawa sahabat nya Baekhyun pada pekerjaan sesat yang ia tidak tahu saking polosnya.
"BAEKHYUN ! NEO MICHEOSO?!" Tiba-tiba saja Kyungsoo berbalik dengan cepat seperti sadako, mata bulat nya melotot tajam. Baekhyun sendiri sibuk bersembunyi di balik punggung kai. Pria itu seolah menjadi benteng utama dari serangan Kyungsoo.
"Y-yak ! Honey honey tenang rileks jangan gegabah dulu sayang"
"Jangan gegabah kata mu?! Dia yang gegabah! Sini kau Byun"
Baekhyun belum berani untuk menonjolkan dirinya, Kyungsoo masih sibuk terus menggerayang seperti ingin cepat menangkap Baekhyun untuk ia habisi -kkkk kata-kata ku berlebihan sepertinya.
"Ayolah soo, aku hanya terpaksa okay ? Aku tidak berniat bekerja disana sebenarnya"
Kyungsoo melambat, perlahan tapi pasti kyungsoo mulai bisa mengontrol emosinga. Makhluk itu duduk lemas di atas sofa nya sambil terhuyung dan Kai berusaha membantu kekasih nya.
"Sudah ku bilang bukan, kalau kau butuh bantuan datang saja padaku- Selama ini kau anggap aku apa sih Byun ?"
Byun ?
Kyungsoo tidak pernah memanggil marga keluarga nya sebelumnya, ini terdengar seperti Kyungsok benar-benar marah padanya.
Perlahan Baekhyun mencoba mendapati tempat dihadapan Kyungsoo. Ia selembut mungkin mengusap tangan sahabat nya itu. Kyungsoo mungkin tak sadar kalau ia sedang menangis hingga mata memerah. Melihat kondisi nya seperti ini Baekhyu jadi tak berani berbuat apa-apa.
"A-aku minta maaf Soo, aku tahu kau kecewa tapi - aku tak mungkin terus-terusan bergantung padamu-" Baekhyun mengambil nafas sejenak, Kai yang tadi nya setia berada disisi Kyungsoo beranjak berdiri untuk lebih mengasingkan diri agar ia tidak terlalu ikut campur dalam urusan dua manusia itu. Meskipun sebenarnya Kai ingin sekali menenangkan kekasih nya itu, tapi mereka punya hak untuk menyelesaikan permasalahan mereka sendiri.
"Kau tahu hal yang paling aku benci didunia ini adalah ketika aku sama sekali tidak berguna untuk orang lain" kata Kyungsoo, meskipun suara terdengar sedikit agak parau tapi ia berusaha untuk terus mengatakan nya. Baekhyun mengangguk tanda mengerti, ia menggantikan posisi kai untuk tetap duduk disamping nya. Sambil mengusap bahu Kyungsoo pelan.
"Aku sangat tahu, kita kenal sewaktu aku masih bayi hingga sekarang. Aku tahu seluk beluk kehidupan mu. Pahit dan manis nya hidup mu pun aku tau. Hanya saja, rasanya aku juga punya waktu untuk sendiri soo"
"Maksud mu ?"
Baekhyun tersenyum, ia merasakan atmosphere antara dirinya dengan Kyungsoo perlaham mulai membaik.
"Maksud ku, kita berdua ini sudah dewasa. Sudah memiliki jalan masing-masing. Lagi pula kau kan sudah ada Kai jadi aku yakin kau tak akan pernah kesepian"
"Tapi bagaimana dengan mu?"
"Aku punya kau, dan aku juga tak akan kesepian"
"Maka dari itu, selalu hubungi aku jika kau merasa kesulitan atau apapun itu. Jika kau senang kau juga harus memberi tahu ku"
"Iyah iyah itu pasti"
"Tapi, kau tak akan bekerja di tempat itu lagi kan Baek ? Aku bersumpah lebih baik aku menyuruh mu diam saja dirumah dari pada bekerja ditempat sesat seperti itu"
"Dia sudah berhenti" kai muncul seperti superhero yang memberi instrument aba-aba sang penolong sudah tiba. Baekhyun hanya memutar bola matanya.
"Apakah itu benar Baek ?"
"Well, kalau ada pekerjaan yang lebih baik mana mungki aku tolak"
"Jadi ? Kau akan bekerja di tempat lain ? Dimana ?"
"Cafe bibi ku" lagi-lagi Kai yang menjawab. Tapi setidaknya terimakasih.
"Benar, di cafe bibi nya dia Baek ?" Tanya Kyungsoo
Baekhyun melirik ke arah Kai tajam " katanya cafe milik teman mu hei, kau berbohong yah"
"Maaf-maaf, aku tak yakin jika aku mengatakan nya kau akan mau. Kau kan keras kepala Baek"
"Heisshh, dari pada kau kepala batu Kim Jongin"
"Kim Jongin ?" Kyungsoo mengangkat sebelah alis nya. Oh my god, apa jangan-jangan Kai tidak memberitahu kekasih nya sendiri.
"Oh shit, kai kau bahkan menyembunyikan nya dari Kyungsoo?" Ucap Baekhyun dengan nada tinggi di akhir. Kai hampir saja loncat dari sofa nya. Ia berusaha membuat dua omega itu tetap tenang.
"Y-yak jangan sebut nama asli ku bodoh, sudah ku bilang nama kh KAI kalian hanya boleh ingat itu"
"Tapi bukan berarti kau terus-terusan menyembunyikan nya bukan ? Apalagi kyungsoo"
"Aku tidak bermaksud menyembunyikan nya, aku hanya akan memberi tahu kalian suatu saat nanti"
"Suatu saat nanti ? Hah kau -"
"Baek"
Kyungsoo tiba-tiba memotong dan hal itu semakin membuat suasana semakin tegang.
"Biar ku habisi dia dengan tangan ku sendiri"
"S-sayang"
Ok good luck Kim Jongin
Tbc
Apakah ada yang masih berminat ? Wkwkwkwk wajar sih yah ff amburadul gini author nya harus tau diri :)))
Don't forget to review :)))
