Rahasia Kakek.
"Centaurus A" kenangan lama Kakek, kini telah mengudara. Dulu, tersimpan bagai memori ponsel yang terbakar. Sekarang telah menjelma menjadi sihir paten yang berkuasa.
Catatan itu isinya sangat banyak dan buku ini lebih tebal dari yang aku bayangkan. Kakek membuat tulisannya tampak menarik dengan tinta-tinta berbeda warna yang membuatmu betah untuk membaca dan membacanya lagi.
Beberapa makhluk di Pesawat ini satu persatu menyapaku ketika mereka melihatku hingga aku tidak bisa konsentrasi untuk membaca tulisan Kakek. Mereka kebanyakan baik, ada juga yang hanya menyapa sebagai formalitas, tapi aku melakukan ini dan membalas sapaan mereka untuk kesopananku, Kakek selalu mengatakan hal-hal bijaksana untuk menghargai orang lain.
Di tempatku tinggal, Bumi, Kakekku dikenal sebagai sosok kurang waras yang selalu membual. Ibuku tidak terlalu menyukai Kakek karena menurutnya ia sangat aneh. Padahal Kakek selalu bercerita kalau Ibuku itu cerdas bukan main, selalu mendengarkan ceritanya, menyayanginya terlebih setelah Nenek tiada dan setuju ketika memberi nama "Luna" padaku yang artinya Bulan. Ibuku menyukai Bulan.
Setelah pemberitaan yang pesawat terjatuh di pasifik, Ibu menjadi agak beda. Dia selalu bersikap sinis kepada semua orang dan Ayahku menjadi sangat aneh. Kupikir Pesawat atau Alien telah mengubah kepribadiannya, ketika cukup dewasa aku menyadari Ibu begitu karena Ayah, hubungan mereka renggang dan ini alasan masuk akal kenapa aku tinggal bersama Kakek.
Mereka berdua, Ayah dan Ibu sering berkelahi hanya karena beda pendapat dan luapan emosi Ibu sangat mengerikan dari yang kelihatannya. Ayah bukan tipe orang yang banyak bicara tapi ketika marah dia akan lari dari rumah dan itu sangat lama, kemudian kembali dalam keadaan memprihatinkan. Dia tampak sedih dan kurus, aku pura-pura tidak tahu soal ini, karena Ayah dan Ibu berakting normal di depanku.
Ketika hari libur, Ayah dan Ibu mengajakku jalan-jalan, mereka berkelakuan selayaknya Orangtua normal. Tapi ketika aku mengungkit soal Kakek, Ibu langsung marah dan mengomel kalau Kakek perlu dibawa ke Panti Jompo atau Intitusi Mental.
Jelas aku marah sekali karena itu dan Ibu langsung memelototiku, mengatakan bahwa aku sok tahu. Sejak saat itu aku jarang mengobrol dengan Ibu, aku banyak menghabiskan waktu bersama Kakek atau Kevin. Kevin itu tetangga Kakek dan dia anak yang paling baik di komplek perumahan.
Aku dan Kakek sebenarnya tidak punya hari yang baik seperti kebanyakan cucu. Kakek tidak pernah merayakan Natal seperti yang aku katakan, tapi dia memberiku hadiah Natal dan memasak Kalkun, percayalah Kakek pintar memasak. Kakek juga tidak pernah datang pada Misa, jadi Kevin dan Ayahnya yang selalu datang untuk mengajakku atau pergi ke beberapa acara amal untuk anak yatim.
Ketika Kevin mengajakku untuk menjadi Choir, Kakek menyetujuinya dan aku mulai menghapalkan beberapa lagu rohani tapi Kakek sepertinya tidak tahu soal lagu ini, padahal itu sesuatu yang sederhana. Kevin yang membantuku untuk menghapal beberapa bait nada karena Ibunya mantan penyanyi Gereja, meski begitu Kakek selalu membantuku dengan semangat api yang bagus.
Kembali pada catatan. Catatan Kakek ini kebanyakan mengatakan sesuatu yang tak aku ketahui, aku menjadi buta arah karena tidak paham. Ia menceritakan beberapa Master dengan nama-nama unik, dari sana Kakek sangat menghormati Master bernama Yoda. Dia bilang Yoda adalah Master paling sejati dan bijaksana, meski tatapannya kadang selalu menyiratkan lelucon garing Yoda sangat hebat, tidak seperti kelihatannya dan dia yang paling tua di komunitas, itu yang dikatakan Kakek.
Dalam catatan, Kakek mengatakan kalau ia menjadi seorang Jedi dengan sangat cepat dia punya seorang guru pribadi yang sama kuatnya seperti Superman. Aku tidak bisa mengeja namanya, karena tulisan Kakek agak sedikit memudar ketika menuliskan nama itu. Mereka setidaknya menghabiskan waktu selama 10 tahun untuk berkelana mencari jiwa muda dan mencari cahaya yang berkilau di bagian Planet lain.
Kemudian mereka bertemu anak manis yang tampan, Kakek mengaguminya secara pribadi dan sakral. Seorang anak yang hobi keliaran di pasar gelap dengan nama belakang. Skywalker.
"Skywalker..."
Seseorang di sebelahku menyebutkan nama itu, dengan agak sedikit sedih dan prihatin. Aku terkejut karena tak sadar jika ada seseorang yang duduk di sebelahku, aku tak dapat menjelaskan bagaimana ia datang dan hadir untuk meraba auraku. Aku rasa dia bisa teleportasi.
Ia adalah wanita tua yang hangat, senyum manis di balik wajah keriputnya membuatku tenang dan merasa nyaman. Ia mempunyai aroma memukau yang tak pernah aku hirup di Bumi. Pastilah itu aroma khas di suatu Planet.
"Halo..." Aku menyapa dan tersenyum manis, kuselipkan helaiku ke belakang telinga dan ia membalas senyumku.
Ia berujar "Aku sudah dengar dari beberapa orang di Pesawat ini, mereka berbicara mengenai dirimu. Mereka benar, kau terlihat agak berbeda." Suaranya lembut sekali berbeda dari saat ia menyebutkan nama Skywalker. Aku jadi penasaran siapa Skywalker yang disebutkan ini, tapi wanita ini membuatku berhenti untuk membaca kelanjutannya.
"Mungkin karena aku satu-satunya makhluk yang berasal dari Bumi. Senang berkenalan denganmu, namaku Luna Foster."
"Leia Organa. Aku yang memegang kontrol di sini."
"Para wanita di sini orang-orang yang hebat. Dominasimu mengapresiasku, terima kasih. Ny. Organa." Aku memuji, pujian yang selalu Kakek katakan pada setiap wanita hebat yang muncul di Televisi.
"Tidak juga. Kami hampir kehilangan beberapa orang hebat setelah tragedi mengerikan bermunculan, orang-orang mulai keluar dari Rebellion."
Kemudian ia mulai menjelaskan sesuatu yang tak dapat aku pahami. Dari mulai apa itu Rebellion, siapa itu Rei, Ren dan yang lain-lain. Ia menceritakan juga soal tragedi setelah Kakek menghilang, sesuatu yang menjadi lanjutan dari catatan Kakekku. Aku mencatat beberapa yang penting di kepala yang sebetulnya semuanya adalah penting.
Masih kurang yakin kenapa aku harus terlibat dan terjun ke dalam segalanya juga kenapa Kakek dengan tenang mengizinkan aku di bawa segerombolan Alien yang bahkan tidak aku kenal sama sekali. Kakek sempat mengobrol dengan Ny. Organa dan memadu rindu yang cukup lama, mereka berbicara cepat mengenai banyak hal dan wanita ini menangis ketika menyebutkan sebuah nama.
Luke pergi dan tak kembali, kami kehilangan sosok yang spektakuler. Aku ingin sekali mencarinya, tapi jejaknya menghilang begitu saja. Solo sudah tiada, aku bahkan tidak mau melihat kuburannya.
Itu yang dikatakan Ny. Organa dan Kakek menangis tersedu, itu kali pertama aku melihat Kakek menangis seperti Bansie atau Cry Canary.
Dan Kakek menjawab.
Maaf.
Hanya itu yang bisa Kakek ucapkan sebelum aku tersadar dari keheningan dan berakhir di dalam Pesawat bersama robot kuning dan bulatan yang berisik.
Obi-Wan Kenobi itu nama yang aneh, Kakek tak menggunakan nama itu di Bumi dia menggunakan nama lain, mungkin ada artian tertentu kenapa dia menggunakan nama itu. Ny. Organa juga bertanya bagaimana cara Kakek selamat dan berakhir di Bumi, tapi aku tidak tahu soal itu dan Kakek juga sepertinya tak mau menjelaskan secara detail lewat status Master.
Ungkapan "Selamat" di sini agaknya menjadi statement mengerikan yang tak mau Kakek ungkapkan, agaknya orang-orang mulai sepakat untuk tak membicarakan soal ini atau bertanya tentang sebuah detail.
Di sini, aku lebih sering mengobrol dengan seseorang yang tampak seperti hologram selama 3 bulan terakhir ini, hologram itu muncul dari kepingan datar berwarna hitam yang aku temukan di gudang. Aku menjawab setiap pertanyaan yang ia tanyakan dan tidak diberi kesempatan untuk bertanya balik. Ini sangat aneh.
"Apakah makanan di Bumi enak?"
"Aku rasa sesuatu yang seperti itu relatif, Ny. Organa. Tapi aku suka makan sosis panggang bersama Kakek."
Tanpa sadar pembicaraan kami melenceng kemana-mana, sepertinya wanita ini sedang mencoba mengakrabkan diri.
"Kau benar. Sejak kelompok itu mengambil alih hampir setiap Planet, sering terjadi kekurangan di mana-mana dan banyak Planet yang hancur karena ulah mereka. Populasi kaum tertentu semakin sedikit bahkan ada yang punah, kami kehilangan banyak jiwa."
"Perang memang selalu melahirkan petaka dan politik adalah sebuah kejahatan."
"Kau benar, Luna. Maka dari itu kami butuh dirimu di sini, minggu depan Rei akan ke sini dan kau bisa memulai sesuatu yang penting bersama dia. Sesuatu yang baru, untuk harapan baru."
New hope...
.
.
.
A/N : Akhirnya chapter 2 rilis. Terima kasih kpd teman-teman yang sudah menyempatkan diri bermain di fandom ini, semoga betah. Oh ya, Obi-Wan Kenobi kedua chapter ini memang cuma di sebutkan namanya, tapi ada kemungkinan kalau dia bakalan muncul tapi gak janji saya hehehe.
Sekali lagi terima kasih, love you all.
