KAISOO FANFIC
Summary : Gangguan identitas disosiatif, sebelumnya disebut gangguan kepribadian ganda, biasanya merupakan suatu reaksi terhadap trauma sebagai cara untuk membantu seseorang menghindari kenangan buruk. Apa yang harus dilakukan Kim Kai?
MainCast : Kaisoo
FANFICTION by KKAIBEAR
in
OPEN YOUR EYES
~wangi tubuh mu masih jelas teringat di benakku, aku tak bisa melupakan mu begitu saja. Aku rasa sangat dekat denganmu tapi juga jauh di saat yang bersamaan. Siapa dirimu sebenarnya?~
Drrrrrt drrrrt drrrtt
"ayolah Kai, angkat telefonnya."
Drrrrt drrrrt drrrrt..
"halo KAI" bentak seseorang
"hmmm.. ada apa?"
"apa yang kau lakukan hah? Ini sudah pukul berapa?"
"maaf Chan sepertinya aku…."
"cepat bangun, mandi dan ganti pakaian mu. Setelah itu datang ke kantor" ucap seseorang di sebrang sana
"5 menit lagi Chan, aku sangat lelah" balas Kai dengan suara khas baru bangun
"Kau sangat lelah? Apa yang kau lakukan? Dan ada apa dengan suara mu? Kau menangis?"
"ya! Pelan-pelan. Jangan menyerbuku dengan pertanyaan konyol mu itu" desis Kai yang mulai kesal
"ya baiklah, cepat kemari. Selesaikan urusan di sini baru kau boleh melanjutkan tidur cantik mu itu"
"baiklah…." Ucap Kai dan beranjak dari tempat tidur king sizenya
Skip time
Setelah Kai menyelesaikan acara bersih-bersihnya tak lupa Ia bercermin seolah itu adalah ritual yang harus dilakukan setiap pagi dengan senyuman yang tak siapapun mengetahui artinya..
"Kau sangat tampan tuan Kim" ucap Kai dengan cengiran yang tak ada mengetahuinya. Seolah kata pujian 'sangat tampan' itu adalah suatu kewajiban yang harus ia ucapkan setiap hari.
Ya tak dapat dipungkiri ketampanan seorang Kim Kai yang mampu membuat siapa saja yang melihatnya merasa kagum dan juga iri disaat bersamaan.
Namun tak semua hal yang dilihat secara kasat mata sesuai dengan apa yang terjadi. Kadang kala keelokan dari seseorang menutupi wajah aslinya, hal seperti ini dikenal dengan sebutan TOPENG.
Terlihat sebuah mobil ferrari memasuki kawasan KIM CORP. Setelah menghentikan mobil itu, turunlah seorang Namja Tan yang terlihat begitu menawan dengan setelan jas yang sangat sempurna dengan wajah yang terlihat maskulin tak lupa kesan dingin bagaikan es yang ada di kutub utara membuat seorang Kim Kai terlihat semakin menawan. Ya Kai adalah seorang presdir di sebuah perusahaan besar yang bernama KIM CORP.
Kai berjalan memasuki Perusahan itu dengan gagahnya, setiap karyawan yang melihatnya akan membungkuk sebagai bentuk sapaan terhadap presdirnya itu.
"Selamat pagi tuan"
Kai hanya membalas sapaan tersebut dengan anggukan sekali, bahkan beberapa orang yang beruntung akan mendapatkan senyuman yang menawan dari seorang KIM KAI. Sulit untuk menentukan sifat dari seorang Kim Kai, kadang bersikap santai dan kadang bersikap sensitive. Tetapi tak menutup kemungkinan bahwa orang yang melihat Kai pertama kalinya akan mengatakan bahwa Kai adalah orang yang sangat dingin. Cool Namja adalah sebutan dari beberapa yeoja yang berstatus sebagai karyawan di perusahan itu sekaligus penggemar dari bos besar mereka.
Kai memasuki sebuah ruangan di kantornya yang berada di lantai tarakhir. Setelah memasuki ruangan yang bertuliskan dengan nama President Director yang tak lain dan yang tak bukan adalah ruangannya sendiri, Kai melihat sosok seorang lelaki tinggi yang bersatus sebagai wakil presdir sekaligus penasehat dari perusahaannya yaitu Park Chanyeol. Selain sebagai wakil presdir dan penasehat perusahaan, Park Chanyeol juga merupakan sahabat dari Kim Kai bahkan sudah dianggap sebagai hyungnya.
"ada apa?"
"hei bung, calm down. Duduklah"
Kai berjalan menuju tempat duduk yang berada di tengah ruangan dekat dengan jendela dan langsung duduk.
"katakan ada apa ini? Kau mengganggu tidur ku."
"ada apa denganmu? Tak biasanya kau seperti ini."
"ckk. Aku sedikit lelah." Kai mencebil
"ada apa? Kau bersedih? Apa kau memimpikan itu lagi?
"sudahlah. Kita tak perlu membahas itu sekarang. Katakan pada ku ada apa?" ketus Kai yang sedikit penasaran dengan apa yang akan Chanyeol beritahukan kepadanya.
"yayaya baiklah. Begini aku rasa kau harus mencari seorang sekertaris yang baru."
"mengapa? Apa dia ingin berhenti lagi?
"ohh ayolah Kai, dia harus bebas dari pekerjaan apapun. Dia sedang hamil" Chanyeol berbisik di akhir kalimatnya
"apa? Hamil? Bagaimana bisa?" heran Kai yang mengernyitkan dahinya
"hei ada apa denganmu? Dia mempunyai suami bung, kau tak perlu heran seperti itu."
"baiklah. Kau urus semuanya. Biarkan dia bebas, dan jangan lupa mencarikan sekertaris yang baru untukku." Putus Kai yang dianggukkan oleh Chanyeol.
FANFICTION by KKAIBEAR
in
OPEN YOUR EYES
"hei Kyung. Mengapa kau selalu memanggilku hyung?" Tanya seorang Namja yang berambut blonde layaknya seorang pria bule.
"kau tak menyukainya?" jawab si pemilik nama
"bukan tak suka Kyungsoo, kau hanya tak pantas memanggilku dengan sebutan seperti itu. Panggil aku dengan sebutan yang semestinya." Jawab Namaja berambut blonde
"aku hanya suka memanggil mu dengan sebutan hyung, jika kau tak suka maka aku tidak akan berbicara padamu ataupun memanggilmu sampai kapanpun" ucap Kyungsoo dengan sedikit penekanan di akhir kalimatnya
"yaa, Do Kyungsoo aku ini oppa mu, bukan hyung mu. Kau adalah seorang wanita Kyungii~ ingat itu." Timpal Kyungjae yang bersatus sebagai kakak kandung dari Kyungsoo
"tidak, aku tidak akan memanggil mu dengan sebutan itu. Entah mengapa hati ku merasa sesak jika mengucapkan kata itu." Balas Kyungsoo dengan tegas
"ahhh, jangan bilang kau masih memimpikan mimpi konyol mu itu."
"mimpi konyol? Ayolah siapa yang ingin mimpi itu selalu datang menghantui? Kau pikir aku suka? Tidak hyung, tidak ada yang menginginkan mimpi seperti itu, itu sangat menyeramkan dibandingkan dengan mimpi horror. Bahkan mimpi horror sudah jelas bahwa itu sangat menakutkan tapi… hhh mimpi yang selalu berulang membuat hati sesak dan jantung yang berdetak tak karuan, selalu berlinang air mata dikala sudah terbangun. Katakan padaku siapa yang ingin mempimpikan hal itu?" ucap Kyungsoo dengan mata berkaca-kaca
"Kyung~~ aku tak bermaksud seperti itu. Kau…" ucapan Kyungjae yang dipotong langsung oleh adik mungilnya itu.
"sudahlah, aku tak ingin membahas masalah ini" akhir Kyungsoo yang berjalan menjauh dari sang kakak menuju ruang tengah dari sebuah rumah yang tidak terlalu besar itu.
Satu isakan lolos begitu saja dari mata bulat Kyungsoo mengingat percakapannya dengan sang kakak.
"hikss hikss. Mengapa menjadi sesak seperti ini? Aku benci hal ini. Hikss. Siapa kau sebenarnya? Mengapa hatiku sangat pedih dengan mimpi seperti ini."
Ting tong, ting tong (anggap aja suara bel)
Isakan Kyungsoo terhenti mendengar suara bel rumah yang berbunyi. Ia pun berjalan ke arah pintu rumah sambil menghapus jejak air mata yang mengalir sedari tadi.
Ceklek
"cih.. kenapa lama sekali" ucap seorang wanita dengan gaya yang casual tapi terkesan elegan.
"Baekki-ahh." Pekik Kyungsoo melihat yeoja yang ada di depannya itu dengan ceria
"sudah lama Kyungi kecil ku" timpal yeoja dengan mata sipit dan bibir yang tipis nan pink itu
Mereka berdua pun saling berpelukan, melepas rindu satu sama lain. Di samping itu mereka berdua menitikkan air mata kerinduan yang selama ini melanda masing-masing yeoja tersebut.
"Hei hei, kau tak mempersilakan ku masuk terlebih dahulu? Aku sangat lelah Kyung~~ biarkan aku masuk terlebih dahulu oke?" ucap yeoja bermata sipit itu sambil melepaskan pelukan mereka dan kemudian tertawa bersama.
"haha, masuklah. Kemarikan koper mu biar kubantu" ucap Kyungsoo dan langsung menarik tangan yeoja yang berstatus sebagai sahabatnya itu.
Mereka pun berjalan memasuki rumah, kemudian merebahkan badan di salah satu sofa berwarna softpink. Keduanya tampak bercerita dengan hebohnya tak lupa candaan tawa di sela-sela percakapan mereka. Mereka berdua melepas rindu layaknya sepasang kekasih yang sudah dipisahkan bertahun-tahun.
"Kyungi~ahh siapa yang dat.. Baekhyun~ahh." Ucap Kyungjae terpenggal karena melihat seseorang wanita yang berparas cantik duduk di ruang tengah
"Kyungjae Oppa." Pekik yeoja yang duduk bersama Kyungsoo di sofa ruang tengah mereka
"hei, kapan kau datang?" Kyungjae berjalan menuju dua wanita cantik yang berada di ruang tersebut, dan langsung memeluk salah satu wanita yang bernama Baekhyun, Byun Baekhyun.
"ahh aku sangat merindukan kalian berdua." Ucap Baekhyun atau yang sering dipanggil Baekki oleh Kyungsoo sambil melepaskan pelukannya dengan Kyungjae kemudian duduk di sofa kembali.
"bagaimana kabarmu?" Tanya Kyungjae
"baik Oppa. Seperti yang kau lihat" balas Baekhyun
"kau selalu begitu. Oh ya apa kau punya kerjaan di sini? Tak biasanya kau datang untuk sekedar menyapa kami. Jangan tersinggung, oppa hanya menakannya saja. Sepertinya kau sangat enggan berkunjung ke Korea"
"oh ayolah, biarkan dia istirahat terlebih dahulu, simpan pertanyaan mu itu. Dia akan tinggal di sini untuk waktu yang cukup lama. Benarkan?" timpal Kyungsoo yang melirik kea rah Baekhyun
"ya, tentu saja. Aku sangat merindukan Kyungsoo kecil ku." Ucap Baekhyun dan mencubit gemas pipi mulus Kyungsoo
"hei aku sudah besar, jangan memanggilku Kyungsoo kecil lagi baek." Balas Kyungsoo yang kemudian mempoutkan bibirnya layaknya anak kecil
"hei hei jangan mempoutkan bibir mu itu. Kau terlihat seperti anak kecil dengan gaya seperti itu." Balas Kyungjae melihat adik nya melakukan hal itu
Mereka pun tertawa karena kelakuan Kyungsoo seperti itu. Obrolan mereka pun berlanjut, membahas masalah pekerjaan, canda gurau dan sebagainya. Sampai telepon Kyungsoo bergetar mendandakan adanya panggilan yang masuk.
Drrt drrt drrrt
"siapa?" Tanya Baekhyun ke Kyungsoo
"entahlah, nomor tak dikenal." Jawab Kyungsoo disertai dengan gelengan kepala
"sebaiknya kau jawab. Mungkin salah satu telpon penting." Ucap Kyungjae kemudian mendapat anggukan dari Kyungsoo
"halo ini dengan siapa" Tanya Kyungsoo kepada seseorang yang ada di seberang telpon
"ya, bisa bicara dengan Kyungsoo?"
"iya, ini dengan saya sendiri" jawab Kyungsoo dengan menatap Kyungjae dan Baekhyun secara bergantian
"…."
"benarkah? Anda tidak sedang bercanda bukan?" Tanya Kyungsoo ragu-ragu dengan wajah yang sepertinya akan meledak
"…."
"tentu saja pak, tentu."
"…."
"ya terima kasih pak, terima kasih. Ya sampai jumpa" sambungan telpon pun terputus, dan Kyungsoo akhirnya berteriak kesenangan karena telpon yang diterima tadi. Wajahnya memerah karena terlalu senang.
"hei ada apa? Kau seperti orang gila saja. Katakan yang jelas ada apa? Aku merinding melihat mu Kyung~" Tanya Baekhyun yang mulai merinding melihat tingkah laku Kyungsoo yang seperti cacing kepanasan
"yaaaa, daebakk,, oh tidak, terima kasih Tuhan. Akhirnya, aaaaaaa" ucap Kyungsoo kesenangan tanpa menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu dan akhirnya mendapat gelengan kepala dari kedua orang yang sedang menatapnya bingung
FANFICTION by KKAIBEAR
in
OPEN YOUR EYES
TBC
~ apa yang terjadi dengan Kyungsoo? Siapa yang menelponnya? ~
Tunggu jawabannya di Chapter berikutnya
Typo everywhere
Terimakasih buat senpai ku yang selalu mendukung dan memberi masukan. Terimakasih juga buat teman-teman, dongsaeng-dongsaeng yang mendukung. Aku sayang kalian.
Jangan lupa review yah…
Salam hangat KkaiBear
Oh iya Rappresaglia jg udah update loh, mampir yahhh :))
