A/N: I don't own Boboiboy because Boboiboy belongs to Monsta Studio but "Behind the Mask" is mine
Pertama kali menulis di fanfiction namun meski begitu saya baru sekali menulis di fandom ini dan ini yang kedua kalinya. Jadi maafkan saya jika ada kesalahan.
[Warning: Adult + Yandere! Boboiboy, Fem! Fang, Human! Ochobot, Gore, Broken Character!]
Rate: T to M for Bloody Scene and other(s)
Happy Reading, all
- dengan hormat, March -
The Nightmare
Ia dapat melihat tatapan itu. Tatapan penuh kekejaman yang tertuju padanya
Di tangan kanan orang itu terdapat pisau yang telah berlumuri oleh darah
Sementara orang itu terus tersenyum— lebih tepatnya menyeringai seram
Perlahan dia mendekat dan gadis bersurai gelap ini melangkah mundur
Mereka terus seperti itu sampai gadis ini dapat merasakan punggungnya menyentuh tembok di belakang
Matanya melebar, tamatlah riwayatnya
Sebelum menutup mata hal terakhir yang dilihatnya adalah Boboiboy yang menghunuskan pisau ke arahnya
.
.
.
.
.
.
.
Matanya terbuka lebar. Keringat sudah memenuhi tubuhnya. Lagi-lagi ia memimpikan tentang lelaki itu
Sudah 3 bulan semenjak kejadian mengerikan itu terjadi dan sampai sekarang Fang masih belum bisa tidur dengan nyenyak
Mengingat betapa sadis pembunuh malam itu dan setiap tidur ia memimpikan bahwa ia sendiri yang akan jadi mangsa selanjutnya
Segera ia bangkit dari posisi tidur, jam sudah menunjukkan pukul setengah 6 pagi. Mulai sekarang ia sudah menjadi murid SMA Pulau Rintis. Ia berharap tidak satu kelas atau sebangku dengan anak itu seperti waktu di SMP
Meski harus diakui, sebenarnya Fang menyukai sang lelaki pembunuh itu sejak mereka menduduki bangku kelas 2 SMP tapi mengetahui orang yang disukainya adalah pembunuh membuat perasaan cintanya berubah menjadi perasaan takut
Perlahan ia menghindari acara tatap menatap dengannya, tegur sapa dan selalu menolak ajakannya dengan alasan kalau ada tugas yang belum dikerjakan
Padahal di rumah tua yang ditakuti orang-orang ini ia tidak pernah sibuk sama sekali kecuali saat seorang guru memberi tugas yang rumit tapi demi nyawa, ia harus terus berbohong
Fang mengambil handuk yang tergantung kemudian berjalan ke kamar mandi. Saat mandi ia juga sering parno sendiri, selalu merasa ada yang mengintainya dan lebih mengerikan lagi lampu kamar mandinya sering hidup mati padahal tombol lampu tidak ada yang menyentuh sama sekali dan juga merasa ada 'sesuatu' yang meniup tengkuknya seperti sekarang
Gadis ini cepat-cepat keluar dari kamar mandi dan segera memakai seragam sekolahnya. Sarapan? Tidak pernah. Tinggal sendirian di rumah tua tanpa kedua orang tua atau saudara membuatnya tidak pernah sarapan sama sekali
Ia berjalan ke pintu depan untuk memakai sepatu barulah keluar dari rumah tua tersebut ke sekolah barunya
Sang gadis itu tidak sadar ada yang mengintainya dari belakang. Seseorang dengan hasrat membunuh
"Aʀᴇ ʏᴏᴜ sᴄᴀʀᴇᴅ?"
Lelaki ini mengintai gerak-gerik malaikatnya. Sungguh hasrat membunuhnya telah berkecamuk tapi tentu tidak untuk membunuh gadis manis tersebut
Pagi ini, Boboiboy belum sarapan karena Ochobot bangun kesiangan. Jadi ia yang sudah mengantongi pisau dan alkohol serta alat-alat membunuh lain kemudian berjalan ke arah lain dari sekolahnya
Kebetulan salah satu wanita yang menggilainya sejak Sekolah Dasar mengajaknya bermain dan dengan alasan bagus lelaki ini meminta wanita itu bertemu dengannya sebelum bel masuk sekolah di depan halte bus dekat taman
Tidak butuh waktu lama untuk sampai disana dan tidak perlu susah-susah mencari wanita tersebut karena wanita dengan surai pirang itu sudah menunggunya
Oh, kalian bisa lihat bentuk tubuhnya. Menggoda sekali. Ya, menggoda untuk dimakan
Boboiboy menyunggingkan senyum ramahnya. Tangan kanan sudah merogoh saku, memegang gagang pisau kesayangannya
"Ah! Boboiboy!". Ternyata wanita itu atau kita sebut saja Shafira menemukan keberadaannya. Dengan senang hati Shafira berlari kecil ke arah lelaki yang dicintai dan langsung memeluk lelaki tersebut
Tangan kiri lelaki ini mengelus surai kepirangan milik Shafira. "Lama menunggu? Maaf ya aku telat, semalam aku tidak bisa tidur karena memikirkanmu"
Tentu kata-kata itu membuat wanita ini berteriak senang di dalam hati. Ia melepas pelukannya pada Boboiboy dan menatapnya dalam-dalam
"Tidak apa-apa kok. Aku juga tidak bisa tidur karena memikirkanmu". Tanpa izin, Shafira mengecup pipi lelaki ini. Kalau boleh jujur sebenarnya sang pria jijik dengan kecupannya
"Hmm. Ngomong-ngomong boleh aku meminta satu hal?"
Shafira mengangguk
Boboiboy mencondongkan tubuhnya ke depan dan berbisik tepat di telinga wanita tersebut. "Aku menginginkan tubuhmu".
Wajah Shafia memerah padam. Ia langsung melingkarkan tangannya di leher Boboiboy. "I—Iya"
Pisau yang berada di kantong langsung ditarik dan ditancapkan ke perut wanita itu. Jelas wanita yang ditusuk sangat kaget, tidak sempat berteriak kepalanya sudah dihantam palu
'DUK!'
Darah mengucur deras dari kepalanya. Ia kehilangan keseimbangan dan roboh. Sang lelaki menindih tubuh wanitanya seraya menjilat bibirnya sendiri
"It's time to eat...". Bibirnya ditarik ke atas, senyuman lembut tadi berubah menjadi seringai kejam
Dicabut pisaunya dari perut korban dengan kasar. Membuat darahnya menyiprat ke wajah sang psikopat. Lelaki ini mengambil sesuatu dari dalam tas, sebuah toples berisi 20 lipan
"Kau tahu? Aku menyayangimu". Ia membuka paksa mulut korbannya baru memasukkan lipan-lipan itu kesana
Lipan-lipan yang sudah lapar langsung bergeliat masuk lebih salam ke tubuh korban. Sementara korban menangis dan menjerit dengan suara parau akan siksaan sebelum mati ini
Kembali lelaki ini dengan tangan yang sebelah memegang palu memukul leher wanita itu hingga darah keluar lagi
Kemudian menghantam tangannya. Ia menghantan tangan kanan wanita tersebut dengan palu sampai tulangnya hancur. Makan daging dengan tulang kadang tidak terlalu enak, kan?
Dari tasnya ia mengambil sebuah tomat. Pertama tomat itu dipotong dan potongannya ia masukkan ke lubang hidung sang korban. Ia jadi makin bernapsu membunuh dan memakan
Ternyata di dalam kantong ia juga menyimpan garpu. Garpu itu ia tusukkan ke bola mata korban. Menarik bola mata indah itu keluar kemudian melahapnya bulat-bulat
Tidak lupa pisaunya membelah perut korban dan menarik ususnya keluar. Ia terus tarik hingga semuanya lepas. Lelaki ini memotong usus itu seperti sosis kemudian memakannya
Kemudian dengan garpu ia mengambil paksa kedua ginjal korban dan menggigitnya. Rasanya sangat lezat
Tangan yang sudah tak bertulang dilepas paksa olehnya sampai ke engsel lengan. Kembali memakan bagian tubuh korban dengan bulat-bulat
Oh, ia melewatkan hati indahnya. Sang lelaki mengambil hati korban dengan tangan dan secara paksa. Membuat korban yang masih setengah hidup ini berteriak parau lagi
Ia menggigit hatinya, mengulum dan menelan. Rasanya sangat lezat. Kemudian mengambil botol kosong dari tas, ia mengisi botol itu dengan darah korban dan meminumnya. Apa kalian tahu? Rasanya manis dan segar
Dan soal lipan. Sepertinya sudah mulai korban lagi dari bagian yang ia robek. Indah sekali
Boboiboy menghabiskan minumannya seperti tidak minum selama setahun penuh
Lalu menarik lidah korban, dengan gunting yang dibawa ia memotong lidahnya dan memakannya bulat-bulat
Sebuah botok dikeluarkan lagi olehnya, botol itu berisi asam sulfur. Dengan senang hati ia menuangkan asam sulfur itu ke mulut korban dan ke tubuh serta kaki
"...Well, baby. I should finished you now. I am sorry, I can't play with you more". Menuangkan minyak disekeliling wanita tersebut dan melempar korek api disana. Oh, tidak. Ini terlalu indah untuknya
Untunlah tempat ini adalah tempat yang jarang sekali ada manusia lewat. Ya, jarang sekali
Sang pembunuh menghapur jejak dengan alkohol. Tidak lupa membuang seragam yang ia kenakan dan menggantinya dengan yang baru yang sudah disiapkan di dalam tas
Botol berisi minuman segar itu juga dibuang. Sementara pisau dan alat-alat lain kecuali lipan yang sudah mati, ia bersihkan dengan alkohol
Kakinya melangkah pergi, kobaran api tadi masih belum musnah. Ia yakin butuh waktu cukup lama apalagi tubuh korban yang dilumuri asam sulfur itu
Dalam hati ia tertawa senang bisa memakan daging enak pagi ini tapi jadi kekenyangan. Membuat malas bergerak
Jadi ia berubah menjadi Boboiboy Taufan dan menggunakan hoverboard untuk sampai di sekolah. Disaat itu juga ia dapat melihat seorang yang familiar duduk di luar kelas
Oh, jadi ia sekelas lagi dengannya? Menyenangkan!
Ia kembali menjadi Boboiboy yang biasa dan berjalan menuju kelas— tepatnya ke gadis tersebut dan berniat mengagetinya
"Selamat pagi!". Sapanya dengan senyum lebar. Yang disapa terdiam, kaget dan takut. Dia tidak membalas sapaan lelaki itu
Boboiboy mengerucutkan bibirnya. Ia masuk ke dalam kelas untuk menaruh tas dan kemudian keluar lagi untuk duduk di sebelah gadis ini
"Fang, kau jahat deh nyuekin aku terus"
Tubuh gadis ini sedikit gemetar dan berkeringat
"Yᴇs, I ᴀᴍ sᴄᴀʀᴇᴅ"
Do'a Fang tidak terkabul. Padahal ia berdo'a untuk tidak sekelas bahkan SATU SEKOLAH dengan laki-laki ini
Tidak. Kenapa lelaki ini menyapanya? Tentu ia tidak bisa membalas. Mulutnya bungkam
"Fang, ayolah. Bicara atau aku akan melakukan sesuatu padamu!". Ancamnya
Ia menelan ludah, berusaha menatap lelaki ini dan membuka mulut perlahan. Fang harus jadi dirinya yang dingin!
"Berisik. Ini masih pagi, jangan berisik begitu dong". Ucap sang gadis sambil menatapnya sinis padahal takut sekali
"...Kau tahu? Kau sudah menghindariku selama 3 bulan. Ada apa, Fang?". Dia mendekatkan wajahnya Fang. Siapapun, tolonglah!
"A—Aku tidak begitu. Aku hanya sibuk". Kilahnya
Dapat dilihat wajahnya menjadi kesal
"Bohong". Gumamnya
Gadis ini segera beranjak dari tempat duduk berniat ke kelas saat dirasa tangan lelaki ini mencegahnya
"Fang...lihatlah aku...". Dia memutar tubuh gadis ini dan menahan Fang dengan cara memeluk pinggangnya dengan sebelah tangan. "Kau membenciku?"
Jantungnya berdegup kencang. Ia tahu orang ini hanya berakting dan dirinya tidak mau jatuh ke dalan genggaman lelaki ini. Jadilah, ia mendorongnya kencang
"...Jangan sentuh aku lagi". Gumam gadis bersurai gelap sembari berjalan masuk ke dalam kelas yang masih sepi
Sementara lelaki yang ditinggalkan hanya menyeringai.
Permainan dimulai
(To be Continued)
A/N: Ah, aku tidak terlalu mengerti pada diriku yang membuat alur seperti ini dan bahasa inggris yang hancur. Tolong maafkan aku juga jika ada typo
Oh, iya. Saya lupa memberitahu bahwa disini Ochobot adalah manusia dan seorang lelaki, hehe
Singkat kata saja. Terima kasih telah mereview dan jangan lupa RnR nya juga ya hehe
White: Ayo kita balas reviewnya, Chris
Chris: Hn
(a) Fudan-san 22
White: Tidak apa kok Fudan-san, hehe
Chris: Terima kasih untuk reviewnya
(b) Thunderpearl
Chris: Kalau kepo nanti kau sendiri yang dimangsa *liatin datar*
White: Hus! Lebih baik kepo daripada sesat di jalan!
March: Oi, oi. Terima kasih ya sudah mereview
(c) Natsu Hiru-chan
March: Saya juga sudah lama gak baca gore hehe
White: Romance? Chapter ini udah kelihatan belum? x3
Chris: Iya. Dia memang cengeng *liatin Fang*
March: Terima kasih reviewnya
(d) Kakuraishi deli-chan
Chris: Baca chapter ini juga kelihatan kan bagaimana sifat Fang? *tatap datar*
White: Hei! Jangan dingin begitu!
March: Soal Fang dilukai atau tidak itu masih pertanyaan juga buat saya sendiri
Chris: Thanks reviewnya
(e) Oranyellow-chan
March: Mungkin bisa dibilang begitu, haha
White: Boboiboy itu sebenarnya—Hufff!
Chris: *sumpal mulutnya pakai bola bekel* Diem kau atau tidak makan seminggu!
March: Terima kasih reviewnya
(f) K.T-StarSparkleDark1-K.H
White: Huaaaa! Pujiannya banyak sekali! *mata berbinar*
March: Iya. Fang saya buat penakut gitu *kena cambuk*
Chris: Lapar? Sana makan! *sodorin daging manusia*
March: Ngomong-ngomong kita pernah kenal ya? *kena slepet*
White: Thanks reviewnya! *kissu*
(g) IMAgineAg sweet88
Chris: Ini juga To be Continued *mendengus*
White: Terima kasih ya pujiannya! Hehe
March: Well, makaish reviewnya. Hehe
(h) Celestial Namika
White: Wuah! Kamu kan yang buat Fanfict 'Mine' itu! Aku juga minta lanjut hueeee! *kena pukul Chris*
Chris: *pegang rotan keinsafan* Daging mentah lebih enak, kau tahu *menghela napas*
March: Yang kanibal itu si Boboiboy sementara yang berdo'a itu si Fang, hehe
White: TERIMA KASIH REVIEWNYA! *teriak di telinga Namika*
(i) FoinChu
Chris: Beruntunglah kau bersemayam disini. Kau tahu? Disini banyak orang tidak waras
White: Chris jahat! HUEEEEE! *peluk*
Chris: *merona* Lepaskan aku! *kabur*
White: Tunggu aku, Chris! *kejar*
March: Kalau mau otak aku juga punya kok *sodorin otak*
White + Chris: Terima kasih reviewnya! *Chris masih dikejar*
P.s
White dan Chris itu laki-laki lho. Shota dua-duanya. Pft
