A/N: I don't own Boboiboy because Boboiboy belongs to Monsta Studio but "Behind the Mask" is mine
Pertama kali menulis di fanfiction namun meski begitu saya baru sekali menulis di fandom ini dan ini yang kedua kalinya. Jadi maafkan saya jika ada kesalahan.
[Warning: Adult + Yandere! Boboiboy, Fem! Fang, Human! Ochobot, Gore, Broken Character!]
Rate: T to M for Bloody Scene and other(s)
Happy Reading, all
- dengan hormat, March -
Bel masuk sudah berkumandang. Tapi dapat terlihat dua aura yang sangat berbeda duduk di satu ruangan bahkan satu tempat
"Fang, ini seperti takdir ya". Gumam lelaki bertopi jingga sembari menunjukkan senyuman yang membuat gadis ini takut tapi membuat gadis lain mimisan bahkan hampir pingsan
Sungguh dalam hidup seorang Fang tidak ada yang lebih buruk dari hari ini. Sedari tadi dirinya melihat ke luar jendela, enggan menatap sebelahnya
'Aku harap ini segera berakhir', batinnya
Broken
Boboiboy mengerti kenapa sikap Fang seperti ini. Oh, ayolah. Memang dirinya tidak sadar bahwa malam jum'at tiga bulan lalu gadis ini melihat aksi pembunuhan kejamnya? Tentu ia sadar
Ia sudah menyukai gadis ini sejak lama walau nyatanya sekarang ia berstatus sebagai kekasih seorang wanita bernama Arin. Tentu wanita itu yang memintanya setengah mati sampai menangis dan berjanji akan memenuhi semua kebutuhannya. Menguntungkan? Tentu
Seorang seperti Cecil atau Keyla yang digosipkan tidak tertarik dengan lelaki manapun pada akhirnya menghamba pada dirinya
Tapi, kenapa? Kenapa gadis bersurai gelap ini tidak pernah sekalipun melihatnya? Secara fisik, ia sempurna. Tidak ada cacat sama sekali. Biasanya wanita hanya akan terpikat karena itu saja apalagi tampilannya adalah anak baik-baik
Boboiboy tidak habis pikir akan jatuh cinta pada gadis seperti Fang. Dengan iseng ia memainkan rambut gadis ini yang membuat si empunya tersentak dan melihat siapa pelakunya
Gadis ini menatap tajam ke arah orang yang memainkan rambutnya. "Lepaskan"
"Kalau aku tidak mau?". Balas pihak lelaki
"Aku tidak suka rambutku disentuh olehmu"
Kata-kata itu agak dalam. Lelaki ini terdiam sejenak dan melepas rambut gadisnya. Kemudian memegang tangan lembut milik gadis ini
"Kata-katamu selalu tajam. Kenapa?"
Fang tidak menjawab
"Jawab aku atau perlu aku seret kau nanti sepulang sekolah?"
Gadis bersurai gelap ini berkeringat dingin. Padangannya mengarah ke bawah sekarang
"—Tolong. Aku...". Dengan suara pelan ia berkata, "Aku tidak bisa mencintaimu..."
Dan setelah itu entah apa yang terjadi. Waktu terasa begitu cepat dan tanpa sadar sudah waktunya istirahat
Fang berjalan keluar kelas, ia berniat ke perpustakaan untuk mendinginkan otak
Sementara lelaki beriris mata hazel ini tinggal sendirian di kelas karena semua orang sudah pergi keluar. Matanya berkilat marah, ia menggigit bibir bawah hingga berdarah dan tangannya terus menggenggam gagang pisau. Lelaki ini sangat ingin membunuh sekarang
'Fang...kau milikku. Hanya milikku seorang dan kau berkata begitu? Kenapa? Apa yang kurang dariku? Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu! Dan kau bicara begitu?! Kau...kau...jangan bilang mencintai lelaki lain?! Siapa lelaki itu?! Aku akan membunuhnya'. Darah yang mengalir dari bibir bawahnya semakin banyak. Matanya penuh kehampaan
Fang, kau milikku. Hanya milikku. Jika ada yang ingin merebutmu aku akan membunuhnya
"I want you"
Di sisi lain, gadis bersurai gelap ini membaca sebuah buku. Novel yang berjudul 'Bloody Love'. Berkisah seorang psikopat yang akan melakukan apa saja demi mendapatkan seseorang yang dicintainya walau harus membunuh sahabat atau orang berharganya
Awalnya ini lumayan menarik tapi saat di pertengahan, tidak terhitung berapa orang yang meninggal. 'Sekali saja melewati 1 halaman maka 3 orang sudah mati'
Novel yang mengerikan tapi menarik. Itulah yang dapat gadis ini ungkapkan
Ia tidak sadar daritadi bahwa lampu perpustakaan ini remang-remang dan agak mengerikan juga tinggal dirinya sendiri yang berada disana
Ada apa ini?
Insting perempuannya membuat ia beranjak dari tempat duduk dan membawa novel yang belum selesai ia baca. Ketika ingin berjalan, pandangannya terfokus pada meja di ujung. Terlihat jari-jari tangan keluar dari sana, perlahan menampilkan puncak kepala dan akhirnya hanya menampilkan setengah tubuhnya
Ia mengeluarkan bisikan yang terdengar seperti dari neraka
"...Hai"
Kakinya sudah bergetar begitupula dengan tubuhnya
"—Ha...i..."
"Kau Fang, kan? Aku Iwan". Lelaki yang tubuhnya putih pucat seperti mayat itu mulai berdiri. Menampakkan wajah tanpa ekspresi dan rambutnya yang rapih
Fang mengangguk agak gugup ketika berhadapan dengan anak ini. Tentu ia tahu, anak yang satu ini adalah salah satu dari yang misterius dalam sekolah
"...Aku tahu apa yang kau ingin tahu"
Gadis ini menelan ludahnya lumayan kasar
"A-Apa?"
"Kau tahu? Isinya seperti novel itu". Dia menunjuk novel yang gadis ini baca tadi
"Iwan, kau—"
"Boboiboy bukanlah manusia. Setidaknya dia hanyalah setengah manusia"
Mata gadis ini agak melebar. Keringat sudah mengucur dari pelipisnya
"—Dia seorang nosferath seed"
'BRUKK!'
Buku yang tadi Fang pegang kini jatuh. Matanya membulat tidak percaya, kali ini ia mencari-cari sesuatu. Ke rak satu dan yang lain. Hampir membongkar isi perpustakaan sampai akhirnya—
"...Kau...tidak serius kan?"
— terlihat sebuah gambar mengerikan yang terbuka dalam sebuah buku
"Aku serius". Dia melemparkan sesuatu pada si gadis bersurai gelap dan anehnya gadis ini terkejut lalu membuang benda itu-
— Ya, itu adalah mata. Bola mata manusia
"D-Darimana kau dapatkan itu?!"
"...Tenang. Aku dipihakmu dan akan kujelaskan semuanya"
Kenyataan pahit akan bertambah pahit ketika fakta terus terbuka seperti lembaran kertas
Beberapa jam berlalu dan Fang ternyata izin pulang duluan. Sekarang hanya tinggal seorang pria bermata hazel yang membereskan buku dengan kasar dan keluar kelas dengan wajah tampannya yang tampak bad mood
Tidak ada napsu untuk membunuh manusia malam ini. Ia hanya ingin bermain
Oh, kau pasti tahu. Napsu seorang nosferath, termasuk dalam hubungan intimnya
Setelah sampai di rumah, ia berpecah menjadi 5 dan mereka berlima memakai tuxedo mahal yang membuat gaya mereka lebih keren dan tampan
Yang membedakan hanya warna manik mata, cara berpakaian juga rambutnya
Gempa biasa dengan rambut yang rapih tapi tidak menambah kesan culun malah menampilkan kesan dewasa
Taufan terbiasa dengan rambut acak-acakan dan pakaian yang tidak rapih. Menambah kesan bad boy padanya
Halilintar dengan rambut yang tidak terlalu rapi tapi tidak terlalu berantakan juga. Sikap dinginnya menambah kesan hot guy padanya
Api tampil dengan pakaian yang berantakan tapi dengan rambut yang setengah rapi dan setengah berantakan. Sikap kekanakan tapi memakannya itu menambah kesan cute pada yang satu ini entah kenapa
Air dengan pakaian yang rapi dan rambut yang tidak terlalu berantakan. Sifatnya yang tenang dan jarang bicara tapi pemangsa yang sempurna membuatnya berkesan seperti devil
Tentu mereka berlima terkenal di Night Club. Banyak wanita yang merelakan tubuhnya diambil oleh mereka
Seperti saat ini para wanita mengelilingi mereka. Walau dengan setengah hati mereka melayani mereka, bahkan one night stand walau mereka tidak pernah mengeluarkan sperma mereka di dalam para wanita tersebut. Tidak ada yang pernah membuat benda itu keluar
Dalam hubungan intimnya mereka juga menolak berciuman di bibir. Hanya kissmark dan di bagian lainnya
"Halilintar~ mau one night stand denganku?". Tanya seorang wanita sembari bergelayut manja di lengan kekar pemuda itu
Dengan sudut mata sang lelaki melihat manusia tidak tahu diri ini. "Maaf. Aku sedang tidak mood"
Dapat terlihat wanita itu terus membujuk walau hasilnya tetap sama
Di lain tempat juga begitu. Taufan, Gempa, Api dan Air menolak ajakan para jalang tersebut dan wanita yng ditolak tetap tidak mau pergi dari sisi mereka
Kali ini para jalang mengajak mereka bermain billiard. Mereka dengan setengah hati mengiyakan ajakan tersebut
Malam itu mereka bermain sampai lupa kalau besok ada sekolah. Apalagi sempat menghisap darah sebentar untuk mengisi tenaga. Jujur, sebenarnya mereka tidak perlu tidur tapi situasi menyuruh mereka berprilaku seperti seorang manusia
Karena keadaan yang tidak mendukung juga. Dimana tadi baru saja ditolak, membuat keputusan final yaitu bolos sekolah
Tidak peduli ada pr atau tugas lainnya. Persetan dengan itu semua
Ia sudah meminta Ochobot untuk mengirim surat izin pada wali kelas besok. Surat izin kalau Boboiboy sedang sakit dan tidak bisa masuk sekolah selama 3 hari ke depan
Ketika para Boboiboy pulang. Mereka tidak bersatu melainkan langsung tidur. Hilang ingatan? Sudah tidak mungkin. Dirinya berbeda dengan yang dulu
Ochobot yang melihat kepulangan para Boboiboy hanya bisa menghela napas berat. Dia menyelimuti kelima lelaki tersebut
"I am yours"
Fang tidak mengerti. Sudah 2 hari orang itu tidak masuk. Padahal sekolah baru mulai tapi sudah tidak masuk
Para fansnya pun terlihat lesu. Termasuk para guru yang selalu membanggakan muridnya itu
Dengan malas, gadis ini membaca buku teks matematikanya. Duduk sendiri tidak buruk sih tapi aura di sekitarnya ini mengganggu seperti tidak melihat matahari selama 2 tahun
Guru matematika juga tidak masuk. Hanya memberi tugas, hampir seluruh mata pelajaran hari ini hanya diberi tugas karena para guru yang tidak ingin masuk kelas entah karena apa
Saat jam istirahat datang, gadis bersurai gelap ini mengerjakan tugas-tugas yang diberikan guru di perpustakaan. Ia duduk di bagian paling pojok dan sudah ada sesosok makhluk yang menemaninya
"Hei—". Kali ini Fang yang menyapa pertama
"Apa?". Iwan melihat kearahnya
"Boboiboy itu nosferath tapi kan nosferath sudah musnah"
"—Kau tahu tentang manusia kanibal kan?"
"Emm, iya?"
"—Itulah nosferath tapi nosferath adalah bagian dari seorang dhampir yang bermata emas". Kata-kata lelaki ini kurang bisa dimengerti olehnya
"Jadi—?"
"Boboiboy belum tahu dia itu nosferath. Dia cuma tahu dirinya adalah kanibal tapi kenyataannya dia bisa bertahan dengan makanan manusia atau bahkan darah manusia"
Setelahnya Fang tidak berkata apa-apa lagi. Ia cepat-cepat menyelesaikan tugasnya dan keluar dari perpustakaan. Pelajaran berikutnya juga tidak ada guru yang mengajar tapi untungnya tidak diberi tugas
Waktu terasa begitu cepat. Sekarang saja bel pulang sudah berkumandang. Fang membereskan buku-bukunya dan bersiap pergi sebelum ia rasa ada seseorang yang memanggil namanya
"Ada apa, bu guru?". Tanyanya dengan nada sopan
"Maaf, ya. Tadi ibu tidak sempat mengajar kelasmu". Sang guru memasang wajah bersalahnya. "Ibu mau minta tolong. Bisakah kau antarkan ini ke rumah Boboiboy?"
Gadis ini melihat apa yang disodorkan sang guru. Sebuah kotak, kotak hadiah lebih tepatnya
"Dan juga ini". Selanjutnya adalah plastik berisi surat yang sangat banyak
Tadinya sih Fang ingin menolak tapi mengingat yang meminta adalah sang guru jadilah ia hanya bisa mengangguk pasrah. Setelah berpamitan dengan bu guru, ia tanpa kembali ke rumah langsung berjalan ke arah rumah Boboiboy
Rumah lelaki itu lumayan besar dan bergaya kebaratan. Cocok dengan perilakunya
Fang menekan tombol bel. Setelah itu keluar seorang anak laki-laki dengan rambut pirang muncul dan yang jelas itu bukan seseorang yang dikenalnya
"Ah, maaf. Anda siapa?". Tanya anak lelaki itu dengan nada sopan
"Aku teman sekelas Boboiboy. Aku disuruh mengantarkan ini oleh guruku". Gadis ini berusaha tersenyum walau kaku
"Oh? Terima kasih. Aku Ochobot". Ochobot membantu gadis ini yang terlihat berat membawa barang yang dikatakan banyak tersebut
"Aku Fang. Salam kenal". Fang tertawa renyah, tidak tahu harus bersikap seperti apa
Ochobot mengangguk dan mempersilahkan Fang masuk. Dia memberitahu bahwa kamar Boboiboy ada di atas, Fang bisa duluan karena dirinya harus mematikan kompor
Dengan berat hati gadis bersurai gelap ini mengangguk. Kakinya mulai melangkah menaiki anak tangga sambil membawa kotak-kotak yang lumayan berat, walau sudah dibantu oleh Ochobot tapi tetap saja masih berat
Ochobot tadi sudah memberitahu yang mana kamar Boboiboy, jadi sekarang ia hanya tinggal mengetuk pintu saja
'Tok tok tok'
"B—Boboi...boy...". Panggilnya dengan nada rendah
Tidak ada jawaban. Untuk kedua kalinya ia mengetuk juga tidak ada jawaban. Merasa tangannya mulai sakit karena beban yang berada di tangan, ia memutar kenop pintu dan masuk tanpa izin tapi apa yang didapatinya?
Tiga orang bertelanjang dada dan dua orang memakai kemeja tapi tidak rapi. Menambah kesan seksi pada mereka. Kalau ia adalah fansnya pasti sekarang sudah teriak, mimisan atau pingsan. Sayangnya ia bukan
"Hei"
Kelima orang itu melihat ke arah orang yang mengeluarkan suara
"Fang..."
"..."
"Fang?!"
"...Fang"
"...Kau?"
Gadis ini memutar bola matanya. Ia menurunkan kotak-kotak itu di lantai dan berjalan mendekati mereka
"Kau dua hari tidak masuk dan bersenang-senang? Kau bolos ternyata. Tidak kusangka"
Kau itu berarti kalian. Setidaknya begitu
Taufan dan Api mengerucutkan bibirnya. Gempa menghela napas. Halilintar dan Air menatapnya datar
"...Akh cuma mau mengantarkan itu. Sampai jumpa". Fang membalikkan tubuhnya, bersiap untuk pergi ketika—
'BRUKKK!'
—ia dapat merasakan tubuhnya terhempas ke lantai
"Akhh!". Ringisan keluar dari mulut sang gadis
Mereka berlima menatap gadis ini seolah dia adalah mangsa mereka
"Then you're mine"
Taufan lah yang menariknya kemudian menimpa gadis itu. "Fang...". Gumamnya pelan
"Hei, Taufan. Sisakan kami juga ya". Ucap Gempa dengan seringainya
"Kalian mau bagian mana?"
"Dada—"
"Leher—"
"Paha—"
"Pipi—"
Taufan mendengus mendengar jawaban kembarannya. Ia kemudian mengelus bibir Fang dengan jarinya
"Bolehkah aku menciummu?". Gadis yang ditanya hanya bisa terdiam dengan wajah memerah dan tubuh yang berkeringat. "Kuanggap itu sebagai iya"
Lelaki beriris biru ini mulai memperpendek jarak di antara bibir mereka. Ia menempelkan bibirnya di bibir lembut gadis tersebut yang membuat sang gadis melebarkan matanya
Ia melumat bibir milik sang wanita kemudian lidah sang lelaki menjilat bibir bawah wanitanya untuk mendapat akses masuk tapi dengan teguh sang wanita tetap membungkam mulutnya. Merasa tidak akan diberi kesempatan untuk masuk, ia menggigit bibir bawah sang wanita hingga berdarah yang membuat Fang tanpa sengaja menbuka belahan bibirnya dan langsung dimasuki oleh lidah Taufan
Tangan lelaki ini mendorong kepalanya agar ciuman makin dalam. Ia juga memiringkan kepalanya dan mengajak lidah Fang untuk berdansa. Kedua tangan wanita ini mendorong dada bidang milik sang pendominasi walau dorongannya tidak terlalu kuat
"Mhhh...nghhh..."
Setelah ciuman selesai terlihat benang saliva yang menghubungkan mereka. Wajah Fang sangat memerah, napasnya juga terengah-engah
"Halilintar. Giliranmu". Sang pendominasi bermanik mata merah berganti posisi dengan kembarannya. Matanya agak melebar ketika melihat wajah Fang yang menggoda, tangannya kemudian membuka dua kancing seragam milik gadis ini
Menampilkan belahan dadanya yang menggiurkan. Wajahnya mendekati bagian itu dan menjilatnya, ia meremas yang sebelah kiri. Setelah menjilat dada sebelah kanan, ia mulai membuat tanda-tanda kemerahan disana
"Mmmhhhhh— J...Jangannnhhnnn". Tangan wanita ini meremas kemeja yang dipakai oleh pendominasinya
"Aku tidak akan membuka bra-mu kau tahu. Ini hanya permainan kecil". Bisiknya di telinga sang mangsa kemudian melanjutkan membuat bercak kemerahan di daerah lainnya
Setelah menyelesaikan permainan. Ia berganti dengan Api. Lelaki beriris merah menyala ini tersenyum lebar
'Aku harus memakai kekuatanku!', batin sang gadis
"Eits! Jam mu ada padaku". Kemudian Api melempar jam kekuatan itu pada Halilintar
Ia mulai menciumi bagian leher mulus tersebut dan menggigit pelan daerah itu hingga membuat bercak kemerahan, lama-kelamaan gigitannya makin keras sehingga membuat Fang meneteskan sedikit air mata. Ia juga menjilat bagian daun telinga sang wanita, menggigitnya pelan dan menghembuskan napas di sana
Setelah puas dengan permainannya. Api berganti dengan Air. Lelaki dengan iris mata aqua ini mengangkat rok sang gadis. Menciumi bagian paha yang mulus sebelum menggigitnya pelan, ia membuat bercak kemerahan seperti yang lainnya. Air tidak terlalu suka bermain jadi ia dengan cepat menandai daerah paha dan beralih ke punggung. Di sana juga ia memberikan bercak kemerahan
Setelah Air, diganti dengan Gempa. Gempa mencium pipi Fang dan meremas bokong gadis tersebut yang membuatnya mendesah kecil. "Mmhh...b...berhenti..."
Gempa mendekatkan mulutnya dengan telinga Fang. "Kenapa kau terus menghindar?"
"A...Aku...ti...dak...". Kata-katanya terpotong ketika lelaki beriris emas ini terlihat kesal
"Bohong!". Gempa meremas bokongnya makin kencang membuat gadis ini mendesah makin kuat
"Mhh—!"
Lelaki ini terlihat sangat kesal. Ia menghentikan permainannya dan bersatu kembali dengan para persona dirinya. Kini seorang Boboiboy yang biasa dengan bertelanjang dada dan hanya memakai jeans hitam melemparkan pisau ke lengan Fang. Membuat bagian itu berdarah
"Sejak kita sekelas lagi— Permainan sudah dimulai"
Sekarang Fang mengerti kenapa selama ini Boboiboy hanya diam ketika dirinya menjauhi lelaki itu dan itu semua karena—
— sebuah rencana permainan. Permainan kegelapan
"Dan kau yang menjadi targetnya, Fang"
Setelah kata-kata itu, Fang merasa semuanya menjadi gelap
Sementara sang predator memegang tangan mangsanya kemudian menggigitnya dengan taring tajam miliknya, meninggalkan bekas disana
Fang tidak tahu kalau dekat dengan Boboiboy dari awal hanya akan membawa masalah besar padanya
[To be Continued]
A/N: Aneh, kah? Sebenernya chapter ini sudah lama saya ketik dan ketika ingin mengoreksi tiba-tibat niatnya hilang o(╥﹏╥)o
Oh, iya. Saya jadi pingin bikin lemon tapi aduh— butuh pendapat reader juga /hei
Ngomong-ngomong, Mohon Maaf Lahir dan Batin ya! \(T∇T)/
Jangan lupa RnR nya ya. Maaf juga jika ada typo, setiap orang punya kesalahan hehe
Oh, iya. Boboiboy disini adalah Nosferath, terinspirasi dari komik 'Dark Edge'. Penjelasan selanjutnya mungkin ada di chapter selanjutnya. Terima kasih
White + Chris: Saatnya membalas review!
(a) thunderpearl
Chris: Baca chapter ini juga ngerti. Susah amat sih *memutar bola matanya*
White: Jangan begitu dong! *peluk Chris*
Chris: *blush* H-HE?! JANGAN PELUK-PELUK! *kabur*
/mereka mulai kejar-kejaran lagi/
March: Terima kasih reviewnya
(b) Charllotte-chan
White: *berhenti karena capek* Kamu suka psiko? Aku juga! *tertawa seram*
Chris: Oi, aku tidak mau kau keluarkan sifat aslimu disini
White: Jahat! *rangkul*
Chris: Hei! Berat tahu!
White: Gak peduli!
Chris: *menghela napas* Tenang saja, kalau di delete kemungkinannya 0% tapi kalo hiatus pasti 50% karena author yang akan mengikuti Ujian Nasional tahun ini
White: Do'akan author berhasil ya~! Hehe!
March: Terima kasih, reviewnya
(c) Celestial Namika
Chris: No comment? Baaro
White: Aku juga lapar *makan organ tubuh korban*
Chris: Hoi, adanya kau yang mati duluan. Dia ini kanibal tingkat teratas tahu *bergidik ngeri*
White: Jahaattt *mengerucutkan bibir*
March: *menghela napas* Terima kasih reviewnya
(d) Kakuraishi deli-chan
Chris: Baca chapter ini juga nanti ngerti *menggerutu pelan*
White: *masih makan daging manusianya*
Chris: *melirik pelan White dan merasa mual* Ini juga udah dikasih asupan romance
March: Terima kasih, reviwnya *kasih kantong muntah ke Chris*
(e) K.T-StarSparkleDark1-K.H
White: *menghindar sebelum kena tamparan maut* Heh! Dasar tukang sihir! *ngumpet di belakang Chris*
Chris: Jujur, aku mual dengan semua adegan pembunuhan dan disentuh oleh makhluk astral satu ini *merinding di dekat White*
White: Boboiboy sadis sama Tsundere Fang terus ada— *dibekep Chris*
Chris: Oh, iya. Sosok Boboiboy udah ketahuan tuh
March: Kamu siapa? Kamu seperti jelly :'3 /eh
White: UMMHH EHEHMMM (TERIMA KASIH REVIEWNYA!) *masih dibekep*
(f) Oranyellow-chan
White: *berhasil lepas dari bekapan maut si Chris* Penasaran ya? Tunggu saja di chapter selanjutnya! *senyum sadis*
Chris: *bersembunyi di belakang March* Aku juga mengerti kenapa Fang takut— *merinding*
March: Begitukah? Senang mendengarnya, hehe!
White: Terima kasih, reviewnya~~!
Chris: *ketakutan*
(g) FoinChu
Chris: Seru-seru gitu bakal banyak korban tahu *masih ketakutan*
White: *berlumuran darah* Ah, halooo~ *senyum*
Chris: Oi, abis d-darimana? *menelan ludah*
White: Makan~
Chris: O-Oh
White: Aku lebih suka kalau Fang tidak berdo'a dan membiarkan Boboiboy makin gila apalagi keren begitu *terkekeh*
Chris: Ukh...
March: Terima kasih, reviewnya
(h) Kim Hyejin aka Jinnie
White: HUEEEEE! JANGAN TAKUT GITU! *sodorin boneka teddy bear*
Chris: *ikut ketakutan*
March: Hehe. Makasih, reviewnya
(i) Black Sweet Princess
Chris: *berdehem* Lebih baik kau pastikan dulu 'sosok asli' Boboiboy di chapter ini
White: SETUJU~~!
Chris: Terima kasih, reviewnya
(j) Sawsan
Chris: Kau berisik, tahu! *menutup telinga dengan kedua tangan*
White: Gore begini tapi ada romance-nya juga! *terkekeh*
March: Terima kasih, reviewnya *pingsan*
Chris + White: WUAAHHH! *iklan sebentar*
(k) Widya
March: Diusahain kalo tangan merestui (T∇T)
White: Terima kasih, reviewnya!
Chris: *menghela napas*
(l) usun-chan
March: Status Boboiboy ada dichapter ini, hehe~
White: Akan dilanjut kok sampai waktu author hiatus nanti!
Chris: Terima kasih, reviewnya
P.s
Author akan menghadapi Ujian Nasional. Biar kata orang lama tapi waktu cepat berlalu, iya kan?
Jadi, entah kapan author akan hiatus. Mungkin sebentar lagi
Oh, iya. Terima kasih juga ya yang mau mendukung FF ini. Aku sangat senang, hehe ^^
