Disclaimer: punya komik Naruto? Nah, disono ada nama pemiliknya. Itu lo, Mas— Mas apa yah? *digeplak Masashi Kishimoto*.

Pairing:SasuSaku

A/N:Oke! Ini lah dia! Sodara sodara setanah airku yang kucintai! *dibekep banyak ngomong* CHAP.2 update! Hmm... sebelumnya saya minta maaf kalau fic saya ini garing, gaje, banyak typo, ga nyambung dan lain sebagainya. Saya ini memang bukan author yang baik *alesan*.

Hehehe, dan soal rated M? Hahaha, aduh gimana yee? Kayanya saya bakal tepar duluan pas lagi ngetik adegan "M"-nya *halah, munafik*, tapi kalau yang mau sih boleh aja, tapi tolong kirim sarannya (lebih tepatnya bagaimana jalan cerita yang mengandung mature contentnya, hehehe) lewat review maybe PM? Hhi (ga bener ye ni author katanya gabisa pake adegan M)... sekali lagi maaf ya... belum bisa masukin adegan yang gitu di fic ini... :D

Eh satu lagi deh, fic ini ceritanya pas Sasuke belum pergi ke Orochisableng itu, *ditelen sama ularnya Orochimaru*

Naruto: Heh! Kapan neh mulai ceritanya!? Banyak pidato segala!

Author: Eh? *pundung dipojokan* iya deh iya. Oke, happy reading! (^_^)9

* * *

Tenggelam dalam lamunannya. Tanpa sengaja kaki sasuke membawa ke sebuah tempat dimana Sakura berada. Dan kini mata Sasuke tertuju pada Sakura yang tubuhnya sedang setengah tenggelam di tengah danau. Warna pipinya memerah seketika, inner dalam dirinya menyuruhnya berpaling dan segera meminta maaf pada Sakura, tapi entah mengapa Sasuke tidak bisa melepaskan pandangannya dari Sakura. "S-sakura .." hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut Sasuke. Ia mulai mendekatkan dirinya ke danau tempat Sakura berada.

Ketika Sasuke mendekati danau dimana Sakura berada, Sakura segera menghindar darinya dan pergi ke semak-semak rumput untuk menutupi tubuhnya yang kini sedang bertelanjang tanpa sehelai benang pun. Sebelumnya, Sakura memang sudah merasakan kalau ada seseorang yang berjalan kemana Sakura berada, namun Sakura tidak menghiraukannya karena ia pikir mungkin hanya seekor tupai atau binatang lainnya. Sakura melihat ke arah Sasuke, pipi Sasuke benar-benar merah bagaikan kepiting rebus, dan mungkin saat ini pipinya juga lebih merah dari pipi Sasuke.

"Sasuke…" ucap Sakura sedikit tenang, "Apa yang kau lakukan di sini? DAN KAPAN KAU AKAN BERHENTI MEMANDANGIKU TERUS, HAH?!" teriak Sakura, pipi Sasuke menjadi semakin memerah dan ia pun segera memalingkan wajahnya dari Sakura.

"Ma-maafkan a-aku Sa-sakura... A-aku ti-tidak ta-tahu ka-kalau... Kalau kau ada di sini," Sasuke menjawab terbata-bata tanpa menatap wajah Sakura sedikit pun. Sakura mengambil kesempatan ini untuk keluar dari semak-semak untuk mengambil pakaiannya dan akan kembali ke semak-semak untuk memakai pakaiannya. Sakura menutupi dadanya dengan tangannya sebisa mungkin.

"Sakura, dengarkan, aku minta ma—," Sasuke mulai berbicara dan mulai membalikkan tubuhnya agar ia bisa melihat Sakura, tapi ketika Sasuke berbalik, mata Sasuke tertuju pada Sakura yang sedang bertelanjang penuh tanpa sehelai benang pun, membiarkan matanya menatap Sakura yang masih basah karena baru saja keluar dari air dan Sasuke membiarkan matanya menjelajahi tubuh Sakura yang sedang bertelanjang bulat didepannya.

Sakura menatap Sasuke dengan tatapan horrornya ketika Sasuke mulai memandangi setiap bagian tubuhnya yang masih bertelanjang bulat dan Sakura mulai bertanya-tanya pada dirinya sendiri apakah ini benar-benar Sasuke atau Kakashi-sensei yang sedang menyamar menjadi Sasuke? Wajah Sakura kini sudah merah padam. Pertama, Sakura malu karena Sasuke melihatnya sedang bertelanjang bulat. Kedua, Sakura merasa marah karena Sasuke terus menatapi tubuhnya yang tidak terbalut oleh sehelai kain sedikit pun. Tanpa Sakura sadari, Sakura melepaskan tangannya yang tadi menutupi dadanya sehingga memperlihatkan dadanya pada Sasuke yang masih tertegun.

"APA YANG KAU LIHAT, HAH? APA KAU SUDAH PUAS SEKARANG LAKI-LAKI MESUM?!" Sakura mulai berteriak lagi, dan segera pergi ke semak-semak dimana tadi ia bersembunyi. Dibalik semak-semak Sakura mulai memakai pakaiannya yang baru saja ia ambil.

Biasanya kalau Sasuke berjalan di depan seorang gadis yang sedang bertelanjang ia akan segera meminta maaf dan pergi, tapi berbeda dengan Sakura. Gadis itulah yang membuatnya tidak melakukan apa yang seharusnya biasa ia lakukan.

"Maaf Sakura-chan." ucap Sasuke sebelum ia berlari ke dalam hutan.

"Tunggu seben—," belum selesai Sakura menyelesaikan kata-katanya, Sakura melihat kalau Sasuke sudah tidak ada lagi di tempatnya.

Sakura mengeratkan pengikat kepalanya dan segera mengambil pakaiannya yang sudah kotor. Sakura berjalan kembali ke perkemahannya. Di sepanjang jalan Sakura hanya menggerutu tidak jelas.

* * *

Pada saat Sakura kembali ke perkemahannya, Sakura akan merasa tenang karena Naruto ataupun Kakashi tidak menanyakan apapun kenapa Sakura terlihat marah saat ini. Sakura melihat sekelilingnya, ia melihat kalau tenda miliknya sudah didirikan dengan benar dan melihat Naruto yang sedang memasak air panas untuk semangkuk mie ramen kesukaannya, tapi ia tidak melihat Sasuke dan Kakashi disana.

"Dimana Kakashi-sensei dan Sasuke?" tanya Sakura sambil mengambil tempat duduk di samping anak laki-laki berambut pirang yang sedang memasak ramennya.

"Aku tidak tahu dimana Kakashi-sensei, mungkin hanya Kami-sama yang mengetahuinya dan Sasuke, dia bilang ada yang harus ia lakukan," jawab Naruto sambil menyodok-nyodok kayu bakar yang ada di depannya, "Sakura-chan, apa kau mau menjelaskan padaku kenapa semalam kau ada di tenda milik Sasuke?" Sakura blushing ketika Naruto mulai menyebutkan nama Sasuke.

Sakura menghela nafasnya dalam-dalam, "Terus terang saja Naruto... Aku juga tidak tahu kenapa aku bisa berada di tenda milik Sasuke. Yang aku ingat hanyalah ketika aku menyerah lalu menendang tendaku, masuk ke dalam kantong tidur milikku, tertidur, kemudian aku terbangun dan aku bangun berada di sampingnya," ucap Sakura sambil menyibakkan rambutnya, "Tapi aku sangat berterima kasih padanya, kalau Sasuke tidak menolongku, bisa saja kan... aku jatuh sakit atau sesuatu yang tidak diinginkan terjadi padaku." lanjut Sakura, ia tersenyum dan memandang ke arahnya teman satu timnya, tapi Naruto mengalihkan perhatiannya pada sebuah mangkuk mie ramen yang sudah ia tunggu-tunggu. Sakura yang melihatnya hanya rolling eyes. Sakura berdiri dan berjalan ke tenda untuk membaca teen's magazine yang baru ia beli pada hari sebelum ia dan teman satu timnya melalukan perjalanan untuk berkemah.

* * *

Ketika Sasuke mendekati perkemahan, ia menyadari bahwa Sakura tidak ada di sana dan hanya melihat Naruto yang sedang gembira menyeruput mie ramennya. Sasuke berharap kalau ia bisa menemukan Sakura sedang sendirian agar ia bisa memberikan penjelasan tentang apa yang telah terjadi sebelumnya di danau tadi. Sasuke berjalan ke arah Naruto dan duduk di samping Naruto. Sasuke hanya diam, tidak mengajak Naruto berbicara sedikit pun, ia hanya menatap kosong ke dasar tanah.

Naruto berhenti menyeruput mie ramennya dan menatap pada Sasuke. Naruto menyadari ada yang berbeda dengan Sasuke, matanya menampakkan kebingungan tidak seperti biasanya, mata yang penuh dendam dan kebencian.

"Hei, kawan! Ada apa?" Naruto bertanya ketika ia selesai meyeruput mie ramen terakhirnya.

Sasuke memandang pada teman satu timnya. "Aku... tidak, tidak ada apa-apa... mana Sakura?" ia bertanya dan mengalihkan pandangannya kembali ke tanah, Sasuke begitu memikirkan Sakura sampai-sampai ia juga tidak mengerti apa yang terjadi padanya. Naruto terkejut dengan pertanyaan Sasuke, biasanya Sasuke tidak pernah menanyakan kemana teman satu timnya pergi, apalagi tentang Sakura.

"Aku tidak tahu... Tadi dia ada di sini beberapa menit yang lalu. Mungkin Sakura sedang pergi berjalan-jalan atau apa. Memangnya kenapa?" Naruto bertanya. Tapi, Sasuke terus memandang ke arah tanah tanpa memandang ke arah Naruto yang sedang bertanya padanya.

"Hanya ingin tahu." jawab Sasuke singkat, pipinya mulai memerah. Naruto yang melihat hal ini merasa hatinya mulai hancur. Apakah Sakura dan Sasuke memiliki hubungan rahasia? Apakah Naruto masih memiliki kesempatan dengan Sakura? Naruto mulai menelan ludahnya, ia tampak bingung.

"Jadi, apa yang telah terjadi antara kau dan Sakura?" Naruto mulai bertanya lagi. Mata Sasuke membelalak kaget dengan pertanyaan yang diajukan oleh Naruto.

"Tidak ada yang terjadi di antara aku dan Sakura. Kenapa kau terus bertanya tentang Sakura?" jawab Sasuke yang kini pipinya sudah merah, bahkan lebih merah dari strawberry.

"Karena sikapmu berbeda dari biasanya dan lihat, wajahmu juga selalu memerah ketika aku selalu bertanya sesuatu tentang Sakura," jawab Naruto dengan simpel dan menyeringai puas pada Sasuke.

Sasuke menyipitkan matanya, lalu mengeluarkan salah satu kunai disakunya, ia mengunci leher Naruto agar Naruto tidak bisa bergerak. Sasuke menahan kunai-nya di ujung tenggorokan Naruto. "Tidak ada yang terjadi di antara aku dan Sakura, ok? Lagipula dia bukan apa-apa bagiku, hanya sebagai teman satu tim. Sama sepertimu." Bisik Sasuke di telinga Naruto. Ia pun menyingkirkan kunainya dari tenggorokan Naruto, memasukkannya kembali ke dalam sakunya lalu berbalik dan berjalan pergi meninggalkan Naruto.

To be Continue...

Gimana? Gimana? Apakah semakin gaje ceritanya? Oh yeay, maybe...

Ahaha aduh, agak ragu sama fic ini... ragu kenapa? Yah... saya juga gatau... *dilempar tomat sama readers/author*

Oke... ini lah balesan review dari saya...

Nuri-nuri:hiyaaah~ hahaha, oke terimakasih sambutannya :D Kakashinya lagi mesum tuh gara-gara bukunya itu loo. Iya, Sakura lagi mandi, masa lagi masak? Whehe *apasih saya gaje* xDD

Lollipop Dolphin Li Qiu:Haha, Sakuranya lagi baik tuh, jadi ga dihajar Sasukenya. Lagian kalo Sasuke dihajar Sakura, ntar saya cincang Sakuranya, Fu fu fu fu *ditimpuk SasuSaku FC*

Nakamura Kumiko-chan:di fav? Waah, iya iya, sangat dibolehkan, ga ada undang-undangnya ko, sankyuu~ :D:D

Uchuuljin:uwaaa~ gomen ne, di chappie ini kurang MaMaMianya, atau mungkin ga ada? Uhh~ gomen sangaaaat... oh iyaa... ini ceritanya pas belum ikut si orosableng *ditusuk kusanagi*

Ai_l0ver:ini kejadiannya pas Sasukenya belum ikut Orochi— *dikasih deathglare orochimaru* maaf sedikit membuat Ai-chan bingung, hehehe.

Ritsukika Sakuishi:Yosh! Doumo sambutannya :D sippoo~ salam kenal juga yooo. Oh yaa? Wahaha sankyuu~ :)) *meluk-meluk ritsukika-chan* eh? Ritsu—kika? Akhir namanya sama kaya nama asli saya! Hahaha *dibekep ngomong gaje mulu*

Rikudo Sakura:Yosh! Ini updatenya :)

Furu-pyon:Yosh! Ini updatenya :)

Seera ItuCewek:hiyahaha, *tertawa diatas penderitaan sakura*

Kakkoii-chan:Hihi, sankyuu~ Sasuke emang manis dia itu kan pacarkuuu *dilempar Sasuke FC* Kakashi jadi mesum mungkin gara-gara buku favoritnya tuh hahaha

SasuSaku Lady:Iya tuh Sasukenya ngintip Sakura. Sakuranya lagi telanjang lagi, hahaha *ditendang Sakura*

Green YupiCandy Chan:hihi, ini updatenya :)

Kasumi Yumaeda:Yoo~ salam kenal juga Kasumi-chan :) iya nih saya juga gatau, kesambet apa sampe bikin fic pake pair SasuSaku, ahaha makasih, aduh jadi malu deh :" oh ya, silahkan... hihihihi :D:D

Hikaru Sakura Sakuragi: Ahaha, soal rate M ntar dipikir dulu deh... hehe, yosh~ salam kenal jugaa :D:D

Huwaa~ Sankyuu~ buat semua para Readers/Author yang udah R & R fic Yuu! :D benarkah fic ini bagus? Sepertinya Yuu sendiri kurang yakin... hmmm... tapi, terserah pendapat para Readers/Author aja deh... eheheh *plinplan mode: on*

Dan seberapa banyakkah Author/Readers yang menginginkan fic ini berubah jadi rate M? Oleh karena itu, review! *nodong kunai ke Author/Readers* haha maaf gila saya kambuh, keep R&R okeee! :D:D:D

-

-

-

Review?