Disclaimer: punya komik Naruto? Nah, disono ada nama pemiliknya. Itu lo, Mas— Mas apa yah? *digeplak Masashi Kishimoto*.

Pairing:SasuSaku

A/N:semi eheM... hehe... Hmm... sebelumnya saya minta maaf kalau fic saya ini garing, gaje, banyak typo, ga nyambung dan lain sebagainya. Saya ini memang bukan author yang baik *alesan*.


Ketika Sasuke sudah berada jauh dari perkemahannya, Sasuke mengeluarkan Kunai yang tadi ia gunakan untuk mengancam Naruto dengan emosi dan melemparkannya pada salah satu dari banyaknya batang pohon yang ada di hutan. Mengapa ia merasa begitu berbeda ketika ia berada di dekat Sakura? Sasuke hanya menganggapnya sebagai teman satu timnya, hanya teman satu tim, dan tidak ada yang lebih.

'Ugh, kenapa aku merasa begitu berbeda akhir-akhir ini? terutama kalau sedang dekat dengan Sakura...' ia bertanya pada dirinya sendiri.

Sasuke berjalan ke arah sebuah pohon, Sasuke menarik kembali Kunainya lalu bersandar di pohon. Mengapa ia harus mendapatkan perasaan ini sekarang? Mengapa ia tidak bisa mengabaikan perasaan ini terhadap Sakura? Terlalu banyak yang ia pikirkan tentang Sakura, sampai-sampai ia tidak dapat mengendalikan perasaannya sendiri. Sasuke melayangkan kepalan tangannya ke batang pohon yang tua, pikirannya saat ini benar-benar galau.

"Sasuke, Sasuke... Aku tidak pernah mengetahui kalau kau itu memiliki sebuah perasaan terhadap seseorang," terdengar suara dari atas pohon. Sasuke menengadahkan kepalanya, mencoba untuk melihat kearah sumber suara tersebut, matanya kini tertuju pada seorang pria berambut keabu-abuan. Dilihatnya Kakashi sedang terduduk di pohon sambil membaca buku miliknya yang paling berharga.

"Apa yang kau inginkan?" tanya Sasuke sambil menatap tajam kearah Kakashi.

"Aku hanya ingin bertanya, kemana saja kau pergi dengan Sakura," Kakashi menjawab sambil mengangkat bahunya.

Mata Sasuke melebar, 'Dia melihat apa yang terjadi di danau?! Sialan!' pikirnya.

"Kau melihat apa yang terjadi antara kami?! Kau benar-benar guru mesum!" kata Sasuke. Kakashi hanya mengedip-ngedipkan matanya lalu melemparkan sebuah buku ke arah Sasuke.

"Ini, kau mungkin membutuhkan ini." katanya. Sasuke memandang ke arah buku yang sudah terjatuh ke dasar tanah, ternyata buku yang Kakashi lempar adalah buku Icha Icha "Make Out Paradise" edisi khusus. Sasuke mendongakkan kepalanya keatas pohon untuk melihat Kakashi, namun Kakashi sudah pergi terlebih dahulu.

"Hebat... lalu apa yang harus aku lakukan dengan buku seperti ini?" gumam Sasuke. Sasuke melihat ke sekitarnya, ternyata hari sudah mulai gelap. Ia berfikir sudah berapa lama ia pergi dari perkemahan? Lalu ia memutuskan untuk kembali ke tempat kemahnya, hanya karena ia merasa lapar dan ingin berbicara dengan Sakura.

Ketika kembali dan tiba di perkemahannya, ia melihat Naruto dan Sakura sedang berbincang-bincang dengan asyik tentang sebuah majalah yang baru saja Sakura baca, sedangkan Kakashi terduduk di dahan pohon, seperti biasa, ia membaca buku favoritnya. Sasuke melirik ke arah tangannya dan kemudian menoleh ke belakang melihat Naruto dan Sakura yang sedang asyik berbicara. Ia menatap ke arah dasar tanah, wajahnya memerah padam.

"Hei Sasuke! Apa yang kau bawa ditanganmu itu?" Naruto bertanya sambil mendekati Sasuke dengan hati-hati, karena Naruto tidak ingin Kunai lain milik Sasuke ada di lehernya lagi. Naruto melihat ke arah tangan Sasuke, ia hanya melihat gambar dua orang yang sedang berlari, tapi Naruto langsung menyadari apa itu. "A-APA?! Sasuke! APA YANG KAU LAKUKAN DENGAN ITU?!" Naruto berteriak.

Wajah Sasuke memerah karena malu, dengan sigap Sasuke langsung mendekap mulut Naruto dengan tangannya. "Diam!" bisik Sasuke ke telinga kanan Naruto, tapi sudah terlambat. Sakura terlanjur melihat apa yang sedang terjadi dengan Sasuke dan juga Naruto, ia mulai menatap bingung kedua teman satu timnya itu.

"Apa yang Sasuke punya, Naruto?" tanya Sakura ketika Naruto meloloskan dirinya dari Sasuke.

"Sasuke MEMPUNYAI BUKU ICHA ICHA MAKE OUT PARADISE!" teriak Naruto dengan polosnya tanpa menyadari Sasuke yang sudah memberikan aura yang menandakan bahwa ia siap untuk membunuhnya sekarang juga. Sakura terbelalak dan memandang kearah Sasuke yang kini wajahnya sudah semerah kepiting rebus.

"Sasuke! APA ARTINYA INI?! APA KAU INI MAKHLUK MESUM, HAH?!" teriak Sakura, baik Naruto dan Sasuke menutup telinga mereka, karena Sakura yang terus berteriak-teriak pada mereka berdua.

* * *

Setelah Sakura selesai berteriak pada mereka berdua, Naruto hanya cengo melihat tingkah Sakura yang aneh baginya, ia pergi meninggalkan Sasuke dan pergi ke dalam tendanya. Sedangkan Sakura pergi masuk ke dalam tendanya sendiri. Kakashi tidak merespon apa-apa, kecuali membaca buku.

Di dalam tendanya Sakura melampiaskan kekesalannya pada bantal yang tidak memiliki dosa apapun. Mengapa Sasuke harus begitu berbeda sekarang? dan mengapa ia memiliki salah satu buku yang selalu Kakashi baca?

Sakura memutuskan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat untuk menanyakan semua itu pada Sasuke. Matanya memandang sekelilingnya dan melihat bahwa diluar sana sedang sepi. Sakura merangkak keluar diam-diam untuk pergi ke tenda milik Sasuke dan sedikit menggoyangkan tenda milik Sasuke dengan pelan agar Sasuke tahu ada yang ingin menemuinya.

"Hn?" terdengar jawaban dari dalam.

"Sasuke? Ini aku, Sakura. Eh... Bisakah aku berbicara denganmu?" tanya Sakura dari luar tenda. Satu menit berlalu sebelum kelepak tenda Sasuke dibuka. Sakura merangkak masuk kedalam tenda milik Sasuke, mata green-emeraldnya menemukan buku Icha Icha Make Out Paradise yang sebelumnya Sasuke pegang tertusuk-tusuk oleh lima kunai. Sasuke terlihat frustasi. Rambutnya acak-acakan dan matanya sayu. Sakura menatap mata onyx Sasuke lekat-lekat. Ia tersenyum, lalu mendekat pada Sasuke. Ia memberikan sebuah pelukan hangat pada Sasuke dan yang membuatnya terkejut, Sasuke juga membalas pelukannya.

"Sakura... Aku benar-benar dan sungguh-sungguh menyesal atas apa yang terjadi hari ini. Aku tidak tahu kalau tadi siang kau sedang berada di danau, apalagi dalam keadaan telanjang. Dan buku itu, Kakashi yang memberikannya padaku... Aku sendiri tidak mengerti mengapa ia memberikannya padaku." Sasuke mencoba menjelaskan semuanya pada Sakura. Ia menatap mata green-emerald milik Sakura, "Aku harap kau—" kata-katanya terputus ketika Sakura mulai mengecup lembut bibirnya. Pada awalnya Sasuke merasa terkejut dengan apa yang telah Sakura lakukan, tapi lama-kelamaan Sasuke pun membalas ciuman Sakura.

Lama dalam sebuah ciuman, kini Sasuke mulai bergerak lincah dalam ruang mulut Sakura, begitupun dengan Sakura, ia melakukan hal yang sama dengan Sasuke. Setelah puas bermain dalam rongga mulut Sakura, kini Sasuke mulai menjelajahi leher jenjangnya. "Nghh~ Sa-Sasuke..." desah Sakura ketika Sasuke perlahan-lahan mulai menggigit lembut leher jenjangnya sehingga meninggalkan love mark berwarna merah terang.

"Sa-Sasuke..."

Tiba-tiba Sasuke melepaskan aktivitasnya di leher Sakura, "Ah... Maafkan aku, Sakura. Aku tidak tahu setan apa yang merasukiku ," katanya sedikit terbata-bata, sambil menundukkan wajahnya. Wajah Sasuke dan Sakura kini sudah semerah kepiting rebus.

Sakura menyentuh pipi Sasuke dengan kedua telapak tangannya, dan mengangkat wajahnya agar ia bisa menatap wajah Sasuke yang kini sedang tertunduk. "Sasuke..."

"Sakura..." ucap Sasuke sambil memeluk tubuh Sakura, lalu menyandarkan kepala Sakura dibahunya, "Terima kasih."

Sakura menoleh dan menatap Sasuke, "Untuk apa Sasuke?" ucapnya sambil menatap lekat-lekat kedua bola mata Sasuke.

"Untuk memperlihatkan kalau aku bukanlah orang yang behati dingin. Kalau aku masih memiliki perasaan yang aku pikir telah mati sejak kematian kedua orang tuaku..." bisiknya yan masih memeluk erat Sakura, "Aku mencintaimu." lanjutnya sehingga sukses membuat pipi Sakura lebih merona merah.

'Apa? Sasuke bilang dia mencintaiku?! [OH YEAH! *batin Sakura sambil menari-nari*]' pikir Sakura dalam hati, "Aku juga mencintaimu, Sasuke."

* * *

"Sasuke?"

"Hn?" jawab Sasuke singkat.

"Aku benar-benar harus kembali ke tenda." Ucap Sakura seraya bersiap-siap untuk keluar dari tenda Sasuke. Sebenarnya Sakura masih ingin tetap berada di tenda bersama Sasuke, namun itu tidak memungkinkan karena Naruto pasti akan berteriak padanya dan memberikan pertanyaan bertubi-tubi padanya. Tepat ketika ia akan membuka lipatan tenda, sebuah tangan meraih pergelangan kakinya. Menoleh ke belakang ia melihat Sasuke memandangnya.

"Sakura... Maukah... Maukah kau tinggal di tendaku lagi?" tanya Sasuke, dengan tatapan memohon di matanya. Hati Sakura meleleh, bagaimana bisa ia mengatakan tidak?

"Umm~ Ya... Baiklah... Aku akan tinggal bersamamu." katanya sambil merangkak kembali menuju ke kekasih barunya.

***


Gomen ne, chappie yang ini super duper gaje... err~ pokoknya saya juga pusing sama fict ini, alurnya jadi berantakkan gara-gara sesuatu yang menyambar dipikiran saya *halah*

Dilanjut gak yah ficnya? Hmm... kalo ngga berarti ini endingnya. Ngegantung, *dikroyok para readers* kalo ada waktu pasti saya lanjutin kok... abisnya akhir-akhir ini gada waktu banget, les lah, tugas lah, latian kanji lah, dll... *so sibuk ni anak*

Yaudah ini balasan review...

Nakamura Kumiko-chan:hehe, iya terimakasih udah sempat mereview fict saya.. :DD eng... kayanya updatenya kelamaan yah? Gomen kalau gitu, hihi... maaf di chap ini alurnya berantakan... huhu

Madame La Pluie:Oh iya, gapapa ko :) makasih ya udah mau baca fict gaje ini, ahaha, maaf di chap ini alurnya berantakan... huhu

Kasumi Yumaeda a.k.a Rii-chan:Hiyaaah~ ahaha udah dicoba buat dijadiin ke rate M, tapi masalahnya saya ga bisa ngedeskripsiin adegannya... yang ini aja gaje pas kissunya... huhu

Nuri-nuri:hihi, belum juga diapa-apain sama sasuke, :)) Kakashi? Gatau tuh, kenapa ya? :P

Hikari Sakura Sakuragi:ketularan Kakashi tuh Sasukenya... ckckck *dichidori* ah itu rahasia doong :p

Angga Uchiha Haruno:whehe, emangnya musti gimana? Ratenya diubah ke M?

Shiroi Yuri:Halohaloo... iya, tau dong B-) ehehe, gapapa ko :p haha rate M? Udah ah ini aja udah semi M ko (iya gitu?) hihi, iya gpp... ntar mah kumpul ya! :D:D

Kakkoii-chan:ahaha, iya emang tuh ketularan, *dichidori lagi*eh iya maaf ya, chap ini alurnya jadi berantakkan :( *nangis bombay*

Green YupiCandy Chan:haha, tapi yang ini kayanya updatenya lambat *innocent smile*

Lollipop Dolphin Li Qiu:sip sip ini lah updatenya :D maaf makin gaje ceritanya...

Haruchi Nigiyama:hehe, pada ngarep ini fict jadi rate M yaa... *digebuk* hoho, gomen ne, chappie ini alurnya berantakan...

Kuroneko Hime-un: Halah, kalau gitu sama aja kaya lagi nonton film harem secara live *ditabok Sakura*

Emm~ terimakasih yaaaa semuanyaa! Gomen Minna-san... ceritanya makin abal... saya juga sebenernya sedikit ragu melanjutkan fict ini... huhu *nangis bombay*

-

-

-

Tolong Review untuk memberikan saya masukan, dan jika ada yang rela mau melanjutkan Fict ini dengan cara RoundRobin, PM saya aja okeee!