Special thanks to Kumaichiro-san, GreenOpalus, Aki Kadaoga buat review n buat yang udah add fic ini jadi fav story n yang udah add aye jadi fave author.
Senangnyaaa. *menarik tangan Sephiroth dan ngajakin Sephy berdansa.
Sephiroth : sweatdrop.
Ok. Tadinya mau dijadiin satu chapter, tapi kepanjangan, cuma jari2 aye lagi gatel kepengen ngetik jadinya ya mumpung moodnya lagi dateng, langsung diketik aja betul?
Disclaimer : Angeal, Genesis n Sephiroth sebenernya kepengen jadi punya saya, sayangnya sampai saat ini Square Enix belum mengijinkan mereka untuk berpindah tangan.
# 3 : Adem Air
Keesokan harinya, pagi menjelang siang.
Setelah mengumpulkan bawaan mereka, Angeal kemudian memerintahkan seorang OB untuk membawanya dan mengurus bawaan mereka ke Airport sementara dia pergi makan siang. Angeal menuju kantin Shinra, dan ternyata Genesis dan Sephiroth sudah berada disana. Mereka makan siang bersama. Sesudah semua perut kenyang terisi, jam dinding di ruangan itu menunjukkan angka 12.33. Sephiroth pamitan buat ngambil masamune yang masih di kamar. Masih ada waktu sekitar setengah jam lagi sebelum waktu keberangkatan mereka ke Airport Midgar, Angeal memanfaatkan waktu itu untuk membaca sebuah gulungan kertas yang sejak tadi dipegangnya.
"Kau baca apaan?" Tanya Genesis penasaran karna Angeal tampak sangat serius dengan bacaan didepannya. Angeal membalikkan kertas dan mengangkatnya agak tinggi, supaya Genesis bisa membaca tulisan yang ada disana.
"Things to do in Indonesia." Genesis membaca, kemudian Angeal mengambil halaman paling depan itu dan menaruhnya di meja, sehingga Genesis bisa melihat halaman selanjutnya.
"Things to buy from Indonesia." kemudian dia melakukan hal yang sama seperti sebelumnya.
"Famous Indonesian Food" Angeal menaruh kertas itu lagi, dan memperlihatkan halaman dibelakangnya, namun kali ini Genesis tidak membacanya seperti sebelumnya, karena mendadak dia merasa seperti orang bodoh yang baru belajar membaca.
"Ngomong-ngomong kenapa sih kau pilih Indonesia buat liburan kali ini?" Tanya Genesis.
"Well. Indonesia katanya adalah negara miskin, ee.. berkembang maksudku. Pemerintahannya bisa dibilang masih agak kacau, pembangunan tidak merata, transportasi berantakan, banyak pengangguran, pendapatan penduduk termasuk salah satu yang terendah di dunia, begitu juga dengan nilai mata uangnya."
"Huh?" Genesis mengerutkan kening. "Lalu kenapa kita kesana?"
"Justru disanalah menariknya, Gen. Prancis, Jerman, negara lain di eropa, Jepang dan Amerika. Kita kesana dan semuanya sungguh teratur. Hampir sama seperti hidup kita di Midgar sekarang ini. Makanya kita perlu sesuatu yang beda dari yang lain."
"Liburan itu untuk bersenang-senang, kau malah mencari repot."
"Seorang SOLDIER sejati mampu bertahan dalam kondisi apapun. Anggap saja liburan kita kali ini sebagai ujian. Hidup di negara seperti Indonesia itu keras bung. Kalau kau tidak mampu bertahan hidup selama seminggu di Indonesia, artinya kau tidak pantas menjadi SOLDIER, apalagi 1st class. " mendengar kalimat Angeal terakhir, wajah Genesis tampak kesal, namun seperti dugaan Angeal, tidak keluar protes dari mulut Genesis.
Hehe, Angeal ketawa dalam hati, kena kau.
Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 13.00. Sephiroth sudah kembali ke kantin bersama masamunenya. Angeal kemudian membagikan tiket pesawat kepada kedua sahabatnya.
ADEM AIR. Begitu nama maskapai penerbangan yang tertera di tiket itu. Jidat Sephrioth sedikit mengkerut membaca nama itu.
"Angeal, bukannya ini airline yang waktu itu pesawatnya hilang dan tidak ditemukan sampai sekarang?" Tanya Sephiroth.
"Bukan, Seph. Jangan takut." Kata Angeal menenangkan. "Namanya memang mirip, tapi perusahaannya beda. Yang ono udah bangkrut."
"Tapi aku tidak menyangka kau bisa takut juga." Angeal menambahkan sambil nyengir, melihat jidat Sephiroth masih mengkerut aja.
Sephiroth memandang tiket itu dengan ragu-ragu. Takut? Hm.. Dia tidak takut kalau harus mati dalam perang atau mati ditangan musuh yang kuat. Tapi kalau kecelakaan pesawat? Itu namanya mati konyol! Jelas dia TAKUT mati konyol dalam kecelakaan pesawat. Dia tidak bisa membayangkan headline Koran Midgar berjudul "Sephrioth, ShinRa Greatest Soldier, tewas dalam kecelakaan pesawat saat hendak pergi berlibur." Perasaannya sedikit tak enak, tapi kemudian memutuskan untuk tidak berkata apa-apa, dan mereka pun berangkat menuju Airport Midgar.
Sesampainya disana pesawat sudah siap dan mereka segera check in (dan sebuah keberuntungan yang luar biasa buat mereka, pesawatnya gak delay). Tak lama kemudian ada panggilan yang menandakan mereka harus segera masuk ke pesawat. Dan mereka pun segera melangkah masuk. Pesawat itu cukup sepi. Penumpangnya hanya mereka bertiga, serta sekitar sepuluh orang lain.
Sephiroth duduk dengan tidak tenang di kursi, karena tempat duduknya amat sangat sempit. Apakah aku segemuk dan sebesar itu? pikirnya dalam hati, tapi kemudian dia mendapati Angeal dan Genesis pun mengalami hal yang sama. Dengkulnya bahkan menyentuh kursi didepannya. Sephy tidak habis pikir bagaimana bisa ada pesawat sesempit ini, sampai-sampai dia berpikir jangan-jangan kursi yang didudukinya untuk anak-anak. Tapi mengingat hanya ada satu jenis kursi disana, bisa dipastikan dugaannya salah.
Terdengar pengumuman dari pilot bahwa pesawat sedang bersiap-siap untuk lepas landas sementara dua orang pramugari didepan sedang memperagakan petunjuk keselamatan. Tak lama kemudian, pesawat pun segera lepas landas. Dinding pesawat bergoyang cukup kencang. Perasaan dulu naek pesawat gak sampe begini goyang deh, pikir Angeal. Tapi dalam hati dia hanya berdoa memohon perlindungan supaya mereka bisa sampai dengan selamat di tujuan, dan pesawat pun lepas landas tanpa hambatan.
Perjalanan dari Midgar menuju Jakarta, ibu kota Indonesia memakan waktu 6 jam. Namun ajaibnya, tidak ada perbedaan waktu antara Jakarta dan Midgar.
Satu jam pertama mereka habiskan dengan berusaha tidur, namun tampaknya sulit dilakukan karena sempitnya tempat duduk membuat mereka tidak bisa duduk dengan nyaman. Akhirnya jam-jam selanjutnya dihabiskan dengan membaca buku, mendengarkan lagu, dan menyantap makanan seadanya yang diberikan di pesawat.
Setelah 6 jam tersiksa di kursi super sempit, dan makanan yang seadanya, akhirnya pesawat mereka mendarat juga di Jakarta. Ketiga sahabat itu meluruskan kaki mereka yang sudah mati rasa karna kesemutan saking sempitnya pesawat yang membuat mereka tidak bisa melemaskan kaki mereka. Setelah pesawat berhenti dengan sempurna, mereka pun meninggalkan pesawat disertai ucapan terima kasih dan senyuman manis dari pramugari.
Hm.. Berasa gak sih, pesawat maskapai Indo tuh sempittt banget n pas take off ato landing mengerikan goyangannya? Setidaknya dari pengalaman gw sih begitu huhuhuh sedihnya.
Segera lanjut ke chapter selanjutnya aja, karna chapter 4 sudah menanti :D
Thanks.
glover511.
