Disclaimer : Kalo aja FF7 punya saya, maka… apa ya? Saya gak tau mau ngapain.. mungkin karna itulah takdir memutuskan FF7 jadi punyanya Square Enix.

# 4 : Soekarno - Hatta


Airport Jakarta bernama Soekarno – Hatta. Desainnya jauh dari kesan modern, malah berkesan lusuh, dengan lantai yang tampak sedikit kotor. Yah mungkin sedikit kuno, meskipun begitu, Angeal menganggap itu adalah nilai historis dan seni dari Indonesia. Bandara itu didominasi warna coklat, seperti warna bata. Suasananya cukup ramai.

Angeal memutuskan mencari trolley untuk barang bawaan mereka, sementara Genesis dan Sephiroth menunggu tas mereka keluar dari ban berjalan. Angeal mondar mandir mencari trolley, dan sejauh mata mako nya memandang, tidak ada satupun trolley nganggur di bandara itu. Kemudian dia melihat di ujung ruangan ada beberapa trolley, dan sudah ada orang berdiri di belakang kemudi trolley. Aneh, pikir Angeal , sebab mereka yang memegang trolley tampak tidak sedang menunggu barang bawaan. Ya sudah lah, toh bawaan kami gak banyak. Begitu pikir Angeal.

Sesudah mereka mengambil tas bawaan masing-masing, mereka pun segera menuju pos untuk pemeriksaan barang-barang. Petugas segera memantau tas-tas berisi barang-barang bawaan yang melewati mesin scan dengan ban berjalan yang menampilkan isi dari tas di layar.

Ok, lanjut, gak ada apa-apa, lanjut, begitu kata si petugas dalam hati, sampe mendadak dia hampir terjatuh dari kursi saking syoknya. Di layar tampak sebuah benda seperti pedang, dan benda itu amat sangat panjang, sampai-sampai layar dihadapannya gak mampu menampilkan benda itu secara utuh. Benda itu sudah melewati tempat pemeriksaan ban berjalan dan berhenti di ujung. Dia hendak menyentuh benda itu sebelum akhirnya membatalkannya karena melihat ada sosok berdiri dihadapannya, menghalangi cahaya lampu yang berada di plafon.

Seorang pria dengan badan tinggi besar, rambut luar biasa panjang dengan warna tidak normal sedang berdiri dihadapannya. Rambutnya berwarna keputihan seperti uban, tapi wajahnya masih muda, malah bebas dari 7 tanda penuaan kalo kata iklan Olay Total Effects. Si petugas memberanikan diri untuk menatap mata makhluk dihadapannya, melihat warna matanya yang berwarna hijau namun memancarkan sinar tidak normal dan mendadak pupil mata itu bisa berubah dari bulat menjadi panjang, seperti mata kucing.

Si petugas hanya terpaku disana dan Sephiroth langsung mengambil masamune, mengedipkan kedua matanya yang mempunyai bulu mata luar biasa lentik (kalo gak percaya, boleh cek di video Crisis Core pas Sephy vs Genesis + Angeal, bisa dicari di youtube), memberikan senyumnya yang paling menawan kepada petugas, dan melangkah dengan santai meninggalkan tempat pemeriksaan itu. Si petugas langsung jatuh pingsan, dan perhatian orang-orang disekitar situ segera tertuju ke arah si petugas.

"Hmpf" Sephiroth mendengus, kemudian tersenyum puas. London, Paris, Tokyo, Los Angeles, dan sekarang Jakarta. Semua tidak bisa bertahan menghadapi kharismanya. Begitulah cara Sephiroth meloloskan masamune di Airport. Dia gak tau tuh orang pingsan bukan karna terpana akan senyumannya, tapi gara-gara syok ketakutan ama kejadian barusan.

Mereka kemudian menuju sebuah pos yang tampaknya pemeriksaan surat-surat. Mengeluarkan passport masing-masing petugas kemudian membubuhkan cap disana sambil berkata dengan ramah "Welcome to Indonesia, Mister."

Mereka akhirnya keluar dari gedung Airport, dan Angeal mencari-cari orang yang seharusnya menjemput mereka dan membawa mereka ke hotel, namun tidak menemukan sosok yang tampak seperti penjemput mereka. Dia melirik jam tangannya. Sudah pukul 8.45, padahal mereka berjanji bertemu pukul 8.30, dan hari sudah semakin malam. Eee.. Belum tau dia orang Indo itu terkenal dengan ngaretnya, dan alesannya biasa cuma 1 : macet.

Genesis berdiri dengan gelisah disebelahnya, kemudian berkata "Aku harus ke toilet." Katanya sambil menunjuk ke sebuah tempat yang diatasnya terdapat lambang toilet. Angeal memperhatikan sahabatnya itu masuk kedalam toilet, namun kemudian belum sampai lima detik Genesis sudah keluar lagi dari sana. Ekspresinya tampak jijik.

"Gak jadi?" Angeal bertanya dengan heran.

"Horror" jawab Genesis singkat.

"Apanya?"

"Toiletnyaaaa."

"Memangnya sepi? Dan sejak kapan kau jadi penakut begitu?"

"Bukan itu. Aromanya mengerikan. Pesing campur asap rokok campur sampah kentang busuk dan kentut." Jawab Genesis sambil dalam hati mengutuk mengapa mako memberikannya penciuman yang lebih tajam dari orang biasa sehingga bisa mencerna terdiri dari apa saja bebauan yang baru saja diciumnya. Mereka pun kembali menunggu dalam diam. Sephiroth tampak gelisah karena panas, dan mulai mengibaskan rambutnya.

Mendadak ada seorang pria bertubuh kecil menghampiri Angeal.

"Mr. Angeal Hewley?" Angeal mengangguk. Akhirnya!

"Nama saya DJ Oko, tapi anda boleh panggil saya Djoko. Maaf saya terlambat, karena lalu lintas disini sangat macet." Kata pria bertubuh kecil itu sambil nyengir, kemudian memperkenalkan diri ke Genesis dan Sephiroth. Waktu menunjukkan pukul 9 malam saat itu.

"Mari ikut saya." kata DJ Oko alias Djoko. Mereka bergegas mengikuti Djoko hendak menyebrang jalan menuju tempat yang tampak seperti lapangan parkir.

"Mister, trolley Mister." Seorang pemuda tanggung menawarkan Angeal untuk menaruh tasnya di trolley. Wah ternyata yang informasi yang didapat dari website itu benar. Dia memang membaca di website kemarin bahwa orang Indonesia terkenal dengan keramah tamahannya dan dia tidak menyangka begitu sampai disini dia mengalami langsung keramahan itu. Angeal mengangguk, kemudian menaruh tasnya di trolley. Genesis dan Sephiroth pun menaruh tas mereka di trolley tsb dan mereka segera menuju ke tempat parkir bersama si pemuda yang mendorong trolley.

"Angeal, aku sudah tidak tahan lagi. Aku mau kencing." Kata Genesis.

"Nanti saja di hotel." Jawab Angeal.

"Berapa lama perjalanan dari sini menuju hotel?" Tanya Genesis ke Djoko, pemandu mereka.

"Kalau lancar sih setengah jam Mister. Tapi lalu lintas disini biasanya cukup ramai, jadi mungkin satu jam baru sampai." Jawab si pemandu.

Gelo. Aku bisa kena infeksi saluran kencing. Pikir Genesis.

"Kencing aja di pohon kenapa sih, susah amat. Kalo kita pergi perang juga begitu." Angeal menyarankan setengah mengeluh.

"Kau gila ya. Ini kan bukan hutan, tapi tempat parkir. Kalau ada yang ngeliat gimana?"

"Itu disana, sepi." Kata Angeal sambil menunjuk sebuah pohon besar yang tampak rimbun dan gelap.

"Huh. Apa boleh buat." Genesis menghampiri pohon itu kemudian mulai membuang zat-zat yang memang sudah seharusnya dibuang. Lagi asik-asiknya dia kencing (banyak nih pipisnya, gak abis abis, maklum udah ditahan tahan dari tadi) mendadak dia mendengar ada suara kresek kresek.

Jantung Genesis serasa berhenti mendengar sebuah suara yang jelas-jelas mendekat kearahnya. Glek. Genesis menelan ludah. Jangan bilang di negara ini juga ada monster. Kemudian dia mendengar suara orang berkata "pang... pang numpang anak bawang mau pipis." Fiuh. Meskipun dia nggak ngerti maksud kata-kata barusan yang jelas itu menandakan makhluk yang berjalan kearahnya bukan monster.

Dengan terburu2 dia menyelesaikan acaranya kemudian menarik sleting celananya. Mendadak sesosok muncul dari balik pohon. Sosok itu ternyata seorang nenek-nenek yang sudah agak bungkuk. Genesis menatapnya tanpa berkata apa-apa, kemudian si nenek nyengir, dan Genesis melihat giginya penuh dengan kotoran dan berwarna kemerahan. Ngeri sekaligus geli, Genesis langsung membalikkan badan dan bergegas meninggalkan pohon itu.

"Kencing dipohon udah numpang-numpang belom cu? Nanti diculik sama gende-" Genesis sudah tidak bisa mendengar penyelesaian kalimat itu karna dia udah ngacir ketempat temannya. "Yah, koq pergi gitu aja. Anak muda jaman sekarang gak sopan." Kata si nenek kemudian melanjutkan mengunyah daon sirih.

Angeal, Sephiroth dan Djoko tampaknya sudah menemukan mobil mereka. Djoko membuka pintu.

Sephiroth melihat Genesis setengah berlari kearahnya dan tampak sedikit panik.

"Kenapa kau?" tanya Sephiroth.

"Ah gak kenapa-napa." Kata Genesis kemudian langsung duduk di kursi penumpang belakang dan diam seribu bahasa. Negara yang mengerikan, pikir Genesis.

Sephiroth kemudian menyusul Genesis duduk di kursi belakang, dan sedikit kesulitan mengatur posisi masamune agar tidak mengganggu orang-orang yang ada di dalam mobil. Akhirnya masamune ditaro di lantai mobil, ditengah-tengah antara dia dan Genesis. Sephiroth menatap sahabatnya yang berambut merah itu. Aneh. pikir Sephy. Tidak biasanya Genesis diam aja, terutama kalau Sephiroth sibuk mencari-cari tempat yang tepat untuk menaruh masamune, biasanya ada aja celaan dari Genesis, tapi tampaknya kali ini Genesis sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ya bagus deh. Pikir Sephiroth. Ngg.. mobilnya Alphard aja kali ya. abis kalo gak bingung naro masamunenya gimana. Pokonya intinya masuk dah..

Sementara itu, Angeal membantu pemuda trolley memasukkan barang bawaan mereka ke bagasi. Selesai. Angeal kemudian memberikan selembar uang 20ribuan ke pemuda itu sebagai tip, si pemuda menerimanya namun tidak beranjak dari tempatnya dan menatapnya dengan pandangan nagih. Angeal menatapnya dengan heran. Kurang kah? Kemudian dia memberikan selembar 20ribuan lagi.

"Satu tas dua puluh ribu Mister. Karena ada tiga, jadi enam puluh ribu, begitu tarifnya." Kata si pemuda sambil nyengir.

Lho jadi dia membantu tapi ada tarifnya? Angeal geleng-geleng kepala, tapi kemudian mengambil selembar uang 20ribuan lagi dan memberikannya ke si pemuda. Si pemuda menerimanya dengan tersenyum puas, kemudian mendorong trolleynya meninggalkan tempat itu. Hehehe aye kasih tau ya om Angeal, di Indonesia tuh banyak yang mata duitan, maklum idup susah. Hampir gak ada yang gratis, wong kencing aja kadang2 mesti bayar :D

Angeal masuk ke dalam mobil, dan menutup pintu. Mereka pun berangkat dari airport menuju hotel.


Selesai juga chapter ini. Ditunggu reviewnya :D

Thanks. (ihh keyboard gw gak bisa ngetik huruf T besar pake shift sebelah kiri. Menyebalkan)

glover511.