Disclaimer : Seandainya mereka bertiga punya saya, maka setiap senin saya akan ngedate sama sephiroth, selasa sama angeal, rabu sama genesis, kamis kembali lagi ke seph, jumat ma angeal, sabtu sama salah satu atau tiga2nya sekaligus, minggu sama genesis, begitu seterusnya.

A/N : Hihi, saya gak bermaksud menjelek2an Indonesia di fic ini, tapi saya hanya menulis dari kenyataan, dan sebagian dari peristiwa yang saya alamin sendiri di Indonesia. Saya masih cinta Indonesia koq. Fic ini cuma buat fun aja, sekaligus sentilan pelan supaya kita semua merasa tersindir trus jadi menghilangkan yang buruk2 tentang Indonesia :P

# 5 : Hotel Prodeo Ahmad Dono


Sekitar satu jam kemudian, sampailah mereka di sebuah hotel yang bernama Hotel Prodeo. Andai saja Angeal tau apa arti sesungguhnya dari Hotel Prodeo, mungkin dia tidak akan booking kamar di hotel ini, meskipun begitu sebenernya hotel ini hotel beneran koq, cuma pemiliknya aja rada sinting jadi bikin nama hotelnya yang artinya penjara, mungkin si pemilik tertarik sejak mencuat kasus hotel bintang lima di penjara yang mengangkat nama Artalyta Suryani alias Ayin.

Sepanjang perjalanan mereka melewati gang-gang yang sangat sempit serta pemukiman kumuh, membuat Angeal sempat was-was bagaimana kah penampilan hotel tempat mereka menginap, namun akhirnya bernafas lega ketika mereka sampai di depan hotel. Hotel Prodeo adalah hotel yang termasuk mewah, berbintang empat tiga per empat, terletak di pusat kota Jakarta, tapi dikelilingi daerah kumuh. Entah siapa yang merancang tata kota sedemikian rupa anehnya, sehingga terjadi kesenjangan sosial yang begitu kentara, author juga kurang tau. Yang jelas begitulah rupa Jakarta berdasarkan realita yang ada.

Djoko kemudian menurunkan mereka di lobby dan memberitahukan kalau ia akan menjemput mereka besok pagi jam 10 untuk berkeliling kota Jakarta. Suatu keberuntungan bagi Sephiroth, tidak ada pemeriksaan belibet di hotel ini. Usut punya usut, karena hotel ini aseli made in Indonesia, bukan franchise dari hotel terkenal luar negri, maka sang empunya hotel pede aja hotelnya kagak bakalan di bom. Kalopun ada yang ngebom, paling-paling cuma bom kentut, yang kalo dikipas-kipas barang semenit dua menit pasti ilang baunya. Radius ledakan pun tergolong kecil, hanya 5 meter dari pusat bom. Eww udahan ah bahas kentutnya, jorok tau!

Angeal segera check in ke meja reception, sementara Sephiroth berkeliling hotel untuk mempelajari susunan bangunan dan menghapal letak tangga darurat serta pintu keluar yang ada, dalam upaya berjaga-jaga kali-kali aja terjadi gempa bumi yang mengharuskan mereka keluar hotel dengan segera. Maklum, belum lama ini Sephiroth sempat menonton berita terjadi insiden hotel ambruk sesudah gempa, dan banyak korban meninggal terkubur hidup-hidup di reruntuhan hotel. Ah, Sephiroth bisaan aja nih, padahal di Advent Children dengan asiknya ngebelah-belah sisa bangunan ShinRa. Sedangkan untuk si rambut merah, dia hanya duduk diam melipat kaki dengan manisnya di lobby hotel, sambil membaca buku Loveless kesayangannya. Dasar bishounen.

Tak berapa lama kemudian Angeal menghampiri kedua sahabatnya kemudian mereka segera menuju lift yang akan membawa mereka ke kamar. Rupanya Angeal memesan 2 buah kamar dengan connecting door, sehingga mereka tidak perlu repot-repot keluar keluar masuk jika ingin berbicara satu sama lain.

Sesampainya di kamar, Sephiroth segera menuju connecting door dan mengclaim kamar disebelah kanan. Genesis melempar tasnya ke meja dan melompat ke ranjang di kamar sebelah kiri. Masalahnya, kedua kamar ini hanya mempunyai satu ranjang ukuran king size, jadi dua dari mereka harus rela tidur seranjang berdua. Romantis bukan? Angeal menimang-nimang sejenak, kemudian memutuskan untuk tidur bersama Genesis yang menyambut Angeal dengan suka cita. Angeal duduk di pinggir ranjang dan Genesis mulai memijat pundak Angeal dengan penuh kasih sayang.

Lho?!? Tunggu dulu…

CUT!

Gen : gloverrrrrrr! *meremas pundak angeal dengan gemas, sementara yang diremas hanya meringis menahan sakit.

Glov : Eeee.. Maap gen, belakangan keseringan baca fic yaoi jadi gini deh…

Geal : Kembalilah ke jalur pilihanmu, please.. *sambil menyingkirkan tangan genesis dari pundak*

Glov: ok ok.

Action!

… Angeal menimang-nimang sejenak, kemudian memutuskan untuk tidur bersama Genesis karena tidak mau mengambil resiko secara tidak sengaja meniduri rambut perak Sephiroth. Bisa terjadi pertumpahan darah kalau sampe kejadian begitu, dan untungnya Genesis tidak protes. Genesis sepertinya lebih banyak diam sesudah pertemuannya dengan nenek-nenek di parkiran airport tadi. Mau tau kenapa? Karena entah kenapa ada perasaan gak enak di hatinya, tapi dia belum tau apaan. Jawabannya nanti aja ya kalo author udah kepikiran dia mesti diapain hehehe.

Sesudah mengistirahatkan badan sejenak, mereka pun mandi dan memutuskan mencari makan malam dengan berjalan kaki menikmati angin malam Jakarta yang bisa menyebabkan penyakit terkenal bernama masuk angin, yang konon hanya ada di Indonesia. Penyakit masuk angin ini sangat berbahaya, karena obat yang bisa mencegah sekaligus mengobati penyakit ini hanya boleh diminum oleh kalangan tertentu (baca : orang pintar, dukun dan sejenisnya). Genesis yang termasuk sensitive dengan segera bersin 3 kali berturut-turut karena menghirup debu jalan Jakarta yang super tebal melebihi dashyatnya jurus debu debu intan milik Cygnus Hyoga dari fandom Saint Seiya.

Rupa-rupanya daerah kumuh disekitar hotel ini adalah pusat tenda kaki lima yang menjual berbagai jenis makanan mulai dari ayam goreng, nasi goreng gila, seafood, sampai bubur dan es sekoteng pun ada. Lengkap deh pokonya, sampe-sampe mereka pun bingung harus makan yang mana. Angeal akhirnya memutuskan untuk makan di sebuah tenda yang mempunyai spanduk bertuliskan begini :

.

"Ahmad Dono, Spesialis Kambing. Sedia berbagai jenis olahan kambing :

Sop daging kambing, sop kaki kambing, gulai kambing, nasi goreng kambing, sate daging kambing, sate jantung, sate campur,

sate torpedo, pepes otak kambing, tongseng kambing, pokonya semua yang berasal dari kambing."

.

Tenda kambing itu cukup ramai, tapi untungnya mereka hanya bertiga, jadi dengan segera bisa mendapatkan tempat. Karena mereka sama sekali belum pernah mencoba menu yang ada, akhirnya Angeal memutuskan untuk memesan masing-masing satu porsi dari setiap makanan yang ada di daftar menu. Selang beberapa lama, makanan pun keluar dari dapur dan segera mendarat dengan mulus di meja mereka.

Awalnya mereka bertiga bingung dengan adanya sebuah botol plasti berisi cairan hitam kental yang di Indonesia dikenal dengan nama kecap, dan yang terkenal adalah merek bango (gak pake burung), dan ditambah lagi pelayan menyajikan sebuah piring dengan beberapa bahan diatasnya yang setelah diteliti lebih lanjut adalah campuran dari tomat, cabe rawit, bawang merah, dan ketimun, serta bumbu kacang.

Angeal yang berjiwa koki pun berinisiatif untuk menggabungkan semua bumbu yang ada dan menyiramnya dengan kecap, dan diluar dugaan ternyata campuran tadi menghasilkan cita rasa yang menggugah selera. Olahan kambing Ahmad Dono disantap dengan bumbu racikan Angeal ternyata sungguh luar biasa. Pedes-pedes nikmat, terlebih lagi jika digabungkan dengan sate yang memiliki daging berwarna putih, sangat empuk dan lembut. Genesis bahkan memesan 1 porsi lagi sate 'putih' itu tanpa mengetahui daging apa sesungguhnya yang menancap di sate itu.

"Permisi mister, apa ada tambahan pesanan, karena kita udah mau last order." Kata seorang pelayan yang menghampiri meja mereka dengan sopan. Iya donk, prinsip yang ngetrend di resto Jakarta adalah pelayanan dan rasa bintang lima, harganya kaki lima.

"Terima kasih, tapi rasanya sudah cukup." Jawab Angeal tak kalah sopan. Si pelayan mengangguk dan berbalik meninggalkan meja mereka, tapi Angeal kemudian memanggilnya.

"Ngomong-ngomong, mas. Menu yang ini namanya apa ya?" Tanya Angeal sambil menunjuk ke piring sate 'putih' yang sedang dilahap oleh Sephiroth dan Genesis.

"Ohh, yang itu namanya sate torpedo mister." Jawab si pelayan. Angeal yang tidak punya bayangan apa itu torpedo kembali bertanya apa itu torpedo. Si pelayan pun menjawab dilengkapi dengan cengiran.

"Torpedo itu.. itu-nya kambing, mister." Katanya sambil menunjuk ke etalase sate tempat dipajangnya torpedo dalam keadaan masi utuh alias bulet-bulet tapi ada juga yang agak lonjong gitu dehh.

Angeal melongo melihat benda itu tergantung di etalase yang bersebelahan dengan dapur resto, sementara Sephiroth hanya memasang muka datar sambil terus mengunyah sate torpedo yang dipegangnya, sedangkan Genesis langsung tersedak, kemudian melepehkan isi mulut ke piring di hadapannya, dan meletakkan sate yang baru dimakannya separo ke piring Sephiroth. Angeal kemudian meminta bill dan setelah selesai makan mereka pun meninggalkan tenda kambing tersebut.

Sesudah perut terisi penuh disertai sedikit rasa mual pada salah seorang dari mereka, mereka pun melangkahkan kaki, kembali menuju ke hotel untuk beristirahat sesudah hari yang panjang ini.

Gnite seph, gen, n geal. Tidurlah yang nyenyak, n mimpi yang indah ya.. Besok petualangan sedikit menguras tenaga soalnya :P


Jujur saya berasa jayus banget pas ngetik chapter ini. Mungkin karna kelamaan gk diupate, ato karna saya lagi sakit dan melewati malam minggu ini di rumah aja (apa hubungannya sama jayus?)

Bagaimana menurut kalian? Ditunggu reviewnya.. kritiknya.. sarannya.. semuanya deh pokonya..

Happy Chinese New Year buat yang ngerayain. Yang dapet angpao banyak boleh dibagi ke saya :D oh iya Happy Valentine's Day juga.

Thanks.

glover511.