Nakyo : Wou, lumayan byk juga reviewnya…. Padahal inih cerita gaje pol… Maaf bagi yang sudah menunggu fic ini segera di update karena membuat anda menunggu. *karena author sedang berdoa sembah sujud pada Byakuran agar nilai-nilai ulangan author diberkatinya agar dapet 100, padahal impossible banget buat saya yang otaknya pas-pasan inih….*
Buat Ish yang baek dan malah jadi temen curhatnya kyon2 dan menunggu fic inih diupdate, sabar ya XSnya… Kayaknya minggu inih gak bisa saya buat, ini aj masih mikirin mau dibuat gimana….*sigh*
Disclaimer : Sampe matipun KHR bukan punya saya meskipun saya berdoa tiap hari, mandi air kembang tujuh rupa, pasang susuk, nyiapin sesajen*weleh, author kyk ikut aliran sesat dan ilmu hitam ajah* hak kepemilikan KHR gak bakalan dikasi ama Amano Akira ke saya. *ditendang jauh2*
Rating : T (always, wkakakak –ditabok-)
WARNING : Cerita gaje, yaoi, mungkin agak sedikit OOC*gak yakin sih tapi mending ditulis ajah dulu*,cerita mbulet bin semrawut , dan sebangsanya *???*
The Time Machine
Chapter sebelumnya:
"Hmm… Semuanya sudah beres." Kata Giannini sambil memeriksa ke seluruh ruangan. "Hoaahm… besok mesin akan diuji coba. Semoga semuanya baik-baik saja". Giannini pun keluar dari mechanic room sambil menahan kantuk sampai-sampai meluputkan suatu benda yang tergeletak di dekat kaki meja, yang kan memunculkan masalah besar yang baru…
-Chapter 4: Hari dimana semuanya dimulai 1-
Paginya di Vongola HQ kita bisa melihat hampir semua anggota Vongola Vamily sedang sarapan di ruang makan dan berbincang-bincang seputar perkembangan Vongola * ya iya lah orang sarapan di ruang makan! Masa sarapan di laundry!!! –ditabok karena banyak bacot, padahal author sendiri yang ngetik -*. Kalau reader bertanya kenapa dibilang 'hampir' seharusnya anda harus tau bahwa mana mungkin seorang Kyoya Hibari sarapan bersama dengan para 'herbivore'.
Reader: Kok malah bahas tentang Hibari?!
Nakyo: Jawabannya karena saya termasuk fangirlnya Hibari. Khu khu khu –dibacok reader karena ficnya ngak dilanjutin, malah curhat-
Ehem… Baiklah saya lanjutkan…
"Bagaimana dengan proyek mesin waktunya?" Tanya Tsuna menatap trio mekanik yang duduk dihadapannya. *Sejak kapan Spanner, Irie, dan Giannini jadi 'trio mekanik'?!*
"Tentu saja lancar jyuudaime, selama ada Giannini ini maka takkan ada masalah yang berarti." Jawab Giannini dengan sombongnya sambil menepukkan tangannya didadanya seolah semua pasti beres ditangannya padahal kerjanya kadang-kadang ngaco juga. *ketauan kalo author sebel banget dengan Giannini, ampe kalo bisa author pengen kempesin badannya Giannini*
"Hmm… Padahal proyek ini banyak tertunda karena kau sendiri" balas Spanner dengan nada coolnya.*?? bener gak ya??*
"Apa! Kalau bukan kau yang ngotot, maka proyek ini takkan tertunda-tunda terus!!"
"Jangan berkata seolah-olah kau paling benar disini !"
Pertengkaran antara Spanner dan Giannini semakin sengit sampai-sampai kita bisa melihat percikan-percikan petir amarah mereka sebagai background adegan ini *kyaaaa –author gosong karena kesetrum petirnya Spanner dan Giannini-*. Sedangkan Irie hanya bisa menghela napas karena pertengkaran Spanner dan Giannini yang seprtinya takkan berhenti dalam waktu yang singkat, mengingat keduanya sama-sama keras kepala…
"Haaah….terjadi lagi, mereka itu kenapa tak bisa akur…." Keluh Irie sambil memijit-mijit keningnya.
"Ahahaha…. tampaknya itu takkan mungkin terjadi apabila salah satu dari mereka berdua mengalah. Benar kan Gokudera?" Celetuk Yamamoto dengan memasang senyuman lebar khasnya.
"Diam kau Yakyuu Baka! Tidak usah mengomentari kedua orang bodoh itu!! Pertengkaran mereka membuatku jadi kehilangan nafsu makanku !!"
Gianini dan Spanner yang sadar mereka dihina oleh Gokudera langsung naik pitam. " SIAPA YANG KAU BILANG BODOH, HAH!!!" kata mereka berdua bersamaan. *woow kompak cuy!!*
Suasana di ruang makan justru bertambah ramai dengan ikut sertanya Gokudera dalam perang mulut itu… *author pake penutup telinga, karena keberisikan pertengkaran Gokudera, Spanner, dan Giannini*
Yak… karena saya sebagai author malas menulis adegan bertengkar yang gak penting yang bikin fic ini tambah ga selesai-selesai dan keburu dihajar reader karena inti ceritanya ga maju-maju *ngeliat kea rah reader yang pada bawa pentungan, bom, pisau, bahkan udah ada yang nyoba mencekik saya –a.k.a 'anak' saya yang nyiksa 'maminya' buat cepet-cepet nulis fic ini ampe lappy saya dirampas- OKE!!! Adegan ini saya skip dulu !! -ngibrit lari dari kejaran reader yang sebel karena author curhat mulu-*
Siangnya saat seluruh anggota family berkumpul di ruang rapat untuk mendiskusikan tentang mesin waktu yang dibuat oleh Spanner, Irie, dan Giannini.
"Apakah mesin itu berjalan dengan baik?" Tanya reborn sambil membenarkan letak topinya.
"Kami masih belum yakin 100% bahwa mesin itu benar-benar berfungsi dengan baik…" Jawab Spanner.
"Eh?! Apakah mesin itu tak berfungsi saat pengujian tadi?" Tanya Tsuna.
"Bukan, pengujian tadi memang berhasil, tetapi untuk membuktikan bahwa mesin itu benar-benar siap perlu diadakan pengujian setidaknya tiga kali" Terang Irie pada Tsuna.
"Oh…"
"Dame-Tsuna. Hanya hal seperti itu saja kau tidak tahu." Kata Reborn sambil mengelap Leon yang sedang berubah menjadi pistol dan mengarahkannya pada Tsuna
"Hiiiii…. Kenapa kau mengacungkan pistol ke arahku Reborn!
"Sekarang rapat selesai. Dan kau dame-Tsuna, kembali ke ruanganmu karena paperworkmu masih belum kau selesaikan. Bila nanti sore paperworkmu belum selesai kau akan mendapatkan hukuman." Reborn lalu keluar dari ruang rapat dengan seringaian khasnya yang kita pasti sudah tahu bahwa ia sedang merencanakan sesuatu.
ᵻᵻN4kyOᵻᵻ
Nakyo: *duduk bersimpuh dan menundukkan kepala kearah reader* MAAFKAN SAYA!!! Saya memang author dodol *tapi bukan jenang -???-*. Saya benar-benar minta maaf karena saya sudah berjanji bahwa harusnya chapter ini lebih panjang dan inti cerita akan dimulai pada chapter ini….
Juga kepada anak saya yang dodol abiz, Naomi yang maksa maminya bikin 1827 ampe maminya bingung mau dibuat gimana! Harap bersabar….
Jadi silahkan bunuh ajah autor kyk saya ini *nyiapin bensin ama korek api*
R n' R PLEASE!!!!
