Nakyo: Huffh… Maaf kalau kali ini updatenya juga agak telat. Apa lagi di sekolah sedang banyak tugas… Maklumi saja lah… Author darimana juga masih tetap manusia…

Rating : T

Disclaimer: Walaupun saya berdoa, sambil baca jampi-jampi supaya Amano Akira ngasi KHR ke saya, tetep ajah Amano Akira nggak mau ngasi ke saya. AMANO AKIRA KASIH KHR KE SAYA DONG!!! *disambit vas bunga*

WARNING: E-etho… Hibari rada OOC di sinih, YAOI, Plot awal berubah!!! *padahal gak ada yang tau plot awal inih fic kayak ap XDD* Cerita mulai masuk dalam konflik sesungguhnya. HUAHAHAHAHAHA *evil laugh*

READ AND REVIEW!!!

Cerita sebelumnya:

Siangnya saat seluruh anggota family berkumpul di ruang rapat untuk mendiskusikan tentang mesin waktu yang dibuat oleh Spanner, Irie, dan Giannini.

"Apakah mesin itu berjalan dengan baik?" Tanya reborn sambil membenarkan letak topinya.

"Kami masih belum yakin 100% bahwa mesin itu benar-benar berfungsi dengan baik…" Jawab Spanner.

"Eh?! Apakah mesin itu tak berfungsi saat pengujian tadi?" Tanya Tsuna.

"Bukan, pengujian tadi memang berhasil, tetapi untuk membuktikan bahwa mesin itu benar-benar siap perlu diadakan pengujian setidaknya tiga kali" Terang Irie pada Tsuna.

"Oh…"

"Dame-Tsuna. Hanya hal seperti itu saja kau tidak tahu." Kata Reborn sambil mengelap Leon yang sedang berubah menjadi pistol dan mengarahkannya pada Tsuna

"Hiiiii…. Kenapa kau mengacungkan leon ke arahku, Reborn!

"Sekarang rapat selesai. Dan kau dame-Tsuna, kembali ke ruanganmu karena paperworkmu masih belum kau selesaikan. Bila nanti sore paperworkmu belum selesai kau akan mendapatkan hukuman." Reborn lalu keluar dari ruang rapat dengan seringaian khasnya yang kita pasti sudah tahu bahwa ia sedang merencanakan sesuatu yang buruk untuk Tsuna bila tidak segera menyelesaikan paperworknya.

The Time Machine

-Hari dimana semuanya dimulai: 2-

Di ruang kerjanya, Tsuna sedang mengerjakan paperwork-paperwork miliknya yang tak terhitung banyaknya dan parahnyaTsuna masih harus membacanya satu per satu, menandatangani, dan memeriksa laporan-laporan dari ketujuh guardiannya. Tsuna memijit-mijit keningnya yang terasa pening dan penat. Namun ia tidak bisa menghiraukan paperworknya karena bila ada suatu hal penting terlewat yang mungkin bisa membawa Vongola dalam masalah. Lagipula ia juga tidak ingin mendapatkan hukuman dari tutornya, Reborn bila tidak menyelesaikan paperworknya sampai nanti sore

"Haaah….. kenapa paperwork ini tak bisa berhenti datang barang satu hari saja…" Keluh Tsuna sambil memijit-mijit keningnya yang terasa pening.

"Itu sudah tugasmu sebagai Vongola Decimo, Dame-Tsuna" Tiba-tiba Reborn muncul dari belakang Tsuna.

"Hiii…. Reborn! Darimana kau masuk!!!"

"Aku bisa muncul kapanpun dan dimanapun aku mau." Jawab Reborn dengan seringaian khasnya.

"Kenapa kau di sini?"

"Menurutmu bagaimana dengan mesin waktu itu…." Tanya Reborn sambil menyembunyikan sebagian wajahnya dengan menurunkan topinya"

"Entahlah… hanya saja perasaanku kurang enak saja. Kenapa?"

Reborn tidak mengatakan apa-apa dan berjalan menuju pintu lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruangan. "Tidak apa-apa" jawab Reborn lalu menutup pintu kantor Tsuna.

Tsuna yang sudah mengenal Reborn selama sepuluh tahun mengerti bahwa Reborn sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Dan itu mungkin hal yang tak baik karena hyper-intunitionnya juga berkata demikian. Tapi ia tak tau apa itu…

Baru saja Tsuna berfikir tentang apa yang dipikirkan Reborn, tiba-tiba ia dikejutkan oleh Hibari yang muncul mendadak dihadapan Tsuna dan memberikan setumpuk paperwork lagi yang menunggu dikerjakan Tsuna

"Hi-Hibari san!! Kapan kau masuk ke sini?!" Tsuna bertanya dengan gugup. 'Kenapa hari ini semua orang masuk ke ruanganku secara tiba-tiba sih!!' pikir Tsuna dalam hatinya.

"Hmm….Apa yang sedang kau pikirkan Tsunayoshi?"

"Bukan apa-apa hanya agak lelah saja. Ahahaha.. ." Jawab Tsuna sambil memberikan senyum yang agak dipaksakan, menandakan bahwa dia sudah terlalu lelah untuk mengerjakan semua paperwork miliknya.

Hibari yang tau hal itu berjalan kea rah meja tamu yang ada di depan meja Tsuna, kemudian meletakkan paperwork yang dibawanya dan mulai mengerjakan paperwork yang dibawanya. "Kau selesaikan yang ada dimejamu saja biar yang lainnya kukerjakan" kata Hibari yang sudah mulai mengerjakan paperwork yang harusnya dikerjakan Tsuna.

Tsuna agak terkejut dengan perlakuan dari cloud guardiannya hanya bisa berkata, "Terima kasih Hibari-san". Sambil memberikan senyuman malaikat kearah cloud guardiannya.* Sampai-sampai setan dalam diri author juga ikut disucikan*

"Hmm…" Jawab Hibari tanpa melihatke arah Tsuna. Bila kita lihat baik-baik wajah Hibari kita bisa melihat wajah Hibari agak memerah walau dalam waktu 0,18 detik.

Tsuna yang tak menyadari hal itu hanya tersenyum dan kembali mengerjakan paperworknya yang… ya, walau sudah dibantu Hibaripun tetap saja terbilang banyak banget…

Malamnya….

Setelah makan malam Tsuna datang ke mechanic room dimana mesin waktu untuk pertandingan disimpan. Entah apa yang menariknya datang ke ruangan itu. Tsuna saat itu hanya mengikuti hyper-intunitionnya.

Begitu pintu ruangan itu dibuka Tsuna bisa melihat Irie, Spanner, dan Giannini sedang bekerja untuk menyempurnakan dan mengecek ulang mesin waktu yang akan ditandingkan satu minggu lagi.

Spanner yang menyadari kehadiran Tsuna pun menyapanya.

"Yo, Vongola…. Kenapa kau datang ke sini?" Tanya Spanner.

"Ah, Jyuudaime. Ada apa? Apa kau butuh sesuatu?" Gianninn ikut-ikutan bertanya begitu menyadari Tsuna ada di sana.

"Ti-tidak ada apa-apa. Hanya ingin melihat pekerjaan kalian saja. Ahahaha…" Jawab Tsuna dengan gugup karena dia sendiri tak begitu mengerti kenapa ia memilih masuk ke ruangan itu daripada langsung ke kamarnya begitu selesai mengerjakan paperworknya.

"Oh, Tsuna. Kapan kau masuk ke sini??" Tanya Irie yang beru sadar bahwa Tsuna ada disana. Maklum lah, bila Irie sudah tenggelam dalam pekerjaannya dia takkan memperhatikan keadaan sekitarnya. *sama kayak author. XDD*

Mendengar pertanyaan Irie Tsuna hanya bisa sweatdropped dan kemudian menjawab pertanyaan Irie, "Aku sudah ada disini sekitar 5 menit yang lalu Irie-san"

"Ah! Maaf aku sama sekali tidak menyadarinya!"

"Khu khu khu…Uahahahaha…" Spanner yang tak tahan melihat reaksi Tsuna dan Irie pun tertawa. "Ehem… Vongola, karena kau sudah ada di sini kenapa kau tak sekalian melihat mesin buatan kami?" Setelah berhasil menghentikan tawanya Spanner menawarkan Tsuna untuk melihat mesin buatannya bersama dengan Irie dan Giannini.

"Boleh saja. Baru kali ini aku melihatnya secara langsung." Jawab Tsuna dengan antusias.

Lalu Tsuna berjalan menuju mesin tersebut untuk melihat mesin itu dari dekat. Tapi entah kenapa Tsuna merasakan perasaan ganjil yang seolah-olah menariknya untuk menyentuh mesin itu, tapi sesaat Tsuna merasa ragu dan menarik tangannya kembali.

Keinginan untuk menyentuh mesin itu semakin besar dan akhirnya Tsuna pun menyentuhkan tangannya ke mesin tersebut. Begitu telapak Tsuna menyentuh mesin, tiba-tiba cincin oozora Tsuna yang merupakan tanda bahwa ia adalah bos dari Vongola Family mengluarkan sinar bewarna orange yang semakin lama semakin terang dan akhirnya mengeluarkan dying-will flame diluar kesadaran Tsuna.

Disaat yang bersamaan cincin Vongola milik guardian yang lain ikut bersinar dan mulai mengeluarkan dying-will flame secara tiba-tiba seperti yang terjadi pada Tsuna. Kemudian dying-will flame mereka keluar dari cincin dan mengarah ke mechanic room tempat Tsuna berada. Ketujuh elemen dying-will flame menghantam mesin waktu dan mengakibatkan mesin bersinar dan mengeluarkan cahaya bewarna orange, merah, biru, ungu, hijau, indigo, dan kuning yang bergabung menjadi satu. *Maaf saya g bisa jelasin dengan baik. Jadi bayangkan aja sendiri ya.. (-.-)'*

"Hiii… Spanner, Irie, Giannini! Apa yang terjadi?!" Tsuna menolehkan kepalanya ke arah dimana Spanner, Irie, dan Giannini melihat kearahnya dengan ekspresi terkejut, bingung, takjub, cemas, takut yang bercampur menjadi satu.

Irie yang langsung tanggap dengan pertanyaan Tsuna langsung mengecek keadaan mesin dari monitornya. "I-Ini… Spanner, coba kau lihat ini." Irie berkata dengan nada seolah tak percaya dengan apa yang dilihatnya"

"Apa-apaan ini?! Tiba-tiba saja energi mesin naik bahkan sampai melewati batas maksimal yang bisa diterima mesin." Kata Spanner dengan ekspresi tak percaya.

Baru saja Tsuna ingin bertanya apa maksud kata-kata dari Spanner dan Irie tiba-tiba para guardiannya menyeruak masuk ke dalam ruangan.

"Jyuudaime, apa yang terjadi?! Tiba-tiba cincin arashiku bersinar dan mengeluarkan dying-will flame dengan sendirinya!" Terang Gokudera.

"Tsuna, sebenarnya apa yang ter-"

DHUAARRRR!!!!!

Baru saja Yamamoto ingin menanyakan hal yang sama dengan Gokudera tetapi terhenti karena dying will flame yang berkumpul di mesin semakin membesar dan akhirnya mesin itu meledak….

Sesaat setelah mesin meledak muncul asap bewarna merah muda, warna yang sama dengan warna asap yang ditimbulkan 10th years bazooka.

Perlahan-lahan asap mulai berkurang dan terlihat bayangan beberapa orang dan terdengar suara-suara orang yang suaranya tak asing lagi bagi Tsuna dan para guardian.

"Uhuk..uhuk… apa yang terjadi…."

"Apa-apaan ini! Kenapa tiba-tiba muncul asap?!"

"Apa yang terjadi?!"

"……"

"APA YANG SEBENARNYA TERJADI!! TADI AKU ADA GEREJA DAN BERDOA TO THE EXTREME!!!"

"Apa ini?!"

"Oya..oya… lebih baik kita tanyakan saja pada orang-orang yang di sana"

Mendengar suara-suara yang familiar dan siluet orang-orang yang tak asing lagi itu Tsuna memincingkan matanya berharap bahwa dugaannya salah.

ᵻᵻN4kyOᵻᵻ

Nakyo: Kyaaa….. muncul juga akhirnya!!! Kalian pasti sudah tau kan siapa orang-orang yang muncul di atas… jadi saya gak usah jelasin satu-satu…

Sbagai hadiah dari saya karena minggu ini saya ultah dan skaligus merayakan ultahnya Yamamoto saya persembahkan chapter yang lebih panjang dari biasanya…

Semoga kalian suka de…

READ AND REVIEW!!! HARUS!!! ATO GAK SAYA LANJUTIN FIC INI!! *ngancem*

Soalnya ada beberapa yang baca cerita saya tapi gak ngereview , sayanya kan jd sedih… Hikz…*air mata buaya ON* SROOT *bersihin ingus*