Nakyo: Akhirnya diupdate juga…. Harusnya memang chapter ini jadi satu dengan chapter 6. Karena berbagai alasan dan aneka macam kesalahan teknis lalu ditambah dengan kemalasan author jadilah baru diupdate sekarang….
Balasan review khusus buat anak gua yang terdodol…..
Gak usah aneh2 klo ngereview… mami aj klo ngereview punyamu aja gak se-gaje ntu… Ama satu lagi, suka-suka saya mau munculin nama anak-anak gwa! Lagian klo anak saya yang ke5 bukan manusia emangnya kenapa?! Orang Hibird, Roll, dan Fukuro sebagai anakmu juga bukan manusia!! Juga yang paling penting jangan nambah-nambahin daftar 'papi' seenak udelmu sendiri!! *megap2 kurang oksigen karena kebanyakan ngomel*
Hosh… hosh… berhubung napas gua lagi mentok yang baca disclaimernya suami saya saja ya… *??*Mari kita sambut *???* Demon Spade –san *dihajar massa*
Spade: kufufufufufu~ KHR belongs to Amano Akira. Meski author mewek2 ampe rumah meledakpun *??!* KHR gak bakal jadi miliknya…
Oh hampir saya lupa ngomong, disini Mukuro sudah keluar dari Vendicare Prison. Jadinya ntar ada duo eh- trio nanas disini… OK… *author GJ*
Rn'R yaa…
Chapter sebelumnya:
"Primo! Mereka itu siapa?! Dan dimana kita?!" Tanya G sang firts strom guardian pada bos tercintanya Giotto *lha Asari Ugetsu dikemanain –dipanah G ampe mampus-*
"Aku tidak tahu" Jawab Giotto pada tangan kanannya itu. 'Anehnya kenapa mereka bisa mempunyai wajah yang sama dengan kita?! Selain itu aku juga merasakan bahwa mereka bukanlah orang biasa..'
"Kenapa kita tidak tanyakan pada mereka" Usul Asari Ugetsu pada Giotto.
Giotto kemudian berjalan mendekati orang-orang yang bisa dibilang memiliki kesamaan dengan dinya dan guardiannya. "Apa yang sebenarnya terjadi? Dan siapa kalian?"
"Ka-kami…. Vongola family…" jawab pemuda berambut cokelat spiky dengan mata yang besar dan bewarna senada dengan rambutnya yang kira-kira umurnya baru sekitar 16-17 tahun.
Mendengar pernyataan itu baik Giotto maupun para guardiannya kaget dan tak percaya apa yang dikatakan.
The Time Machine
Ketika Mereka Saling Bertemu –bag.2-
Tsuna yang melihat ekspresi wajah dari vongola primo dan para guardiannya sadar bahwa dia salah berbicara. "Ah- maksudku kami adalah generasi kesepuluh dari Vongola family"
DUAAAKKKKKKHH….
Reborn yang sejak tadi menyaksikan Tsuna yang berusaha menjelaskan keadaan pada Giotto dan guardiannya kemudian menendang muridnya itu karena melihat ketidak becusan muridnya untuk memberikan penjelasan yang mudah dimengerti.
"Re-Reborn! Kenapa kau menendangku seperti itu?!" Protes Tsuna dan menggosok-gosok kepalanya yang kena tendang Reborn *pasti sakit tuh… tapi itu kan gara2 km sendiri terlalu bego –jujur ajah saya paling sebel ama orang yang ngomong aja lelet bgt, krn itu biasanya kalo udah gak tahan saya pukul, jahat kan saya? Kufufufu~-*
Rebon tidak menghiraukan protes yang dilakukan Tsuna. Reborn berbalik dan menghadap pada primo dan guardiannya. "Maaf atas kebodohan muridku. Sebenarnya orang-orang dihadapan kalian adalah Vongola decimo famiglia. Dengan kata lain kalian sekarang ada di masa depan"
Mendengar pernyataan yang dilontarkan oleh Reborn, Giotto dan guardiannya langsung memberikan ekspresi yang tak dapat disembunyikan lagi bahwa mereka terkejut dan tak percaya bahwa mreka berada di masa ratusan thun di masa depan.
Yang pertama kali bereaksi adalah G, sang first storm guardian. "Itu tidak mungkin! Mereka pasti berbohong! Mereka pasti adalah anggota assassin dari salah satu family yang mengicar nyawamu!" Katanya dan mengambil posisi di depan Giotto untuk melindunginya.
"Maa…maa…, tenanglah G. Tampaknya mereka tidaklah berbohong." Kata Ugetsu yang berusaha menenangkan.. ehem… kekasihnya *dibunuh G*
"Diam kau flute-freak! Bagaimana kalau mereka benar-benar mengincar nyawa primo!"
"Berisik herbivore.. bila kau tak berhenti berteriak didekatku kamikorosu…" kata Alaude sambil memberikan deathglare andalannya dan mengeluarkan handcuff yang tiba-tiba muncul entah-dari –mana *bila sulit ngebayanginnya silahkan bayangkan ketika Gokudera dan Yamamoto bertengkar terus Hibari datang ngancem pake 'kamikorosu-nya' dan pasang pose siap berantem lengkap dengan tonfa ditangannya*
" Apa! Memangnya kau berhak berkata begitu?!" Jawab…eh-.. tantang G pada Alaude.
TWITCH
Namanya juga Alaude… luar dalam mirip banget sama Hibari. Jadinya begitu mendengar tantangan dari G ia langsung menyerang kearah G. Akhirnya terjadilah pertarungan antara Alude dan G yang mengakibatkan ruang mechanic yang naas itu jadi korban.
BRAKKK… DHUERR… DIESSS… DARRR DOR… PETOOKK… *lha kok ayam tetangga saya ikut-ikutan jadi korban juga??!!*
Setelah sadar sepenuhnya dari kemunculan situasi yang tak terduga ini,Giotto langsung masuk ke dying will mode dan menghentikan pertarungan antara kedua guardiannya tersebut.
"Hentikan!!" Perintah Giotto sambil menahan handcuff Alaude dengan tangan kanannya dan menahan sarangan dari G dengan kaki kirinya.
"Ini bukan saatnya untuk bertengkar!!" Tampaknya Giotto sudahmencapai puncak kemarahannya hingga Giotto yang biasanya berbicara dengan nada yang tenang dan berwibawa itu menaikkan nada suaranya hingga terdengar seperti bentakkan.
Sadar bahwa mereka sudah membuat bosnya marah maka mereka mundur dan berhenti bertarung meski baik Alaude dan G masih saling mengirimkan deathglare yang mampu mengancam keselamatan orang-orang yang ada di ruangan tersebut.
Untuk sesaat ruangan itu hening tak ada satupun ornag yang berani berbicara setelah melihat kemarahan Giotto. Keheningan itu terpecah saat Tsuna memberanikan dirinya menbuka mulut.
"Maaf, atas kekacauan ini. Kami pasti akan mengembalikan kalian ke waktu asal kalian"
"Apakah kalian bisa kami percaya?" Kata Giotto
"Meski muridku ini kelihatan lemah dan tampak seperti wanita, dia adalah Vongola decimo. Jadi untuk sementara tinggallah disini dulu sampai kami memperbaiki mesin waktu dan mengembalikan kalian ke waktu kalian" Jawab Reborn dengan yakin disertai seringaian yang ehem….penuh maksud…
"Baik, terima kasih ,ee.."
"Ah, maaf bila kami belum memperkenalkan diri. Aku Tsuna, Vongola Decimo. Lalu yang berbicara denganmu tadi adalah Reborn, tutorku. Dan yang berambut perak sebahu *dan kayak gurita –dilempar dinamit-* disana adalah Gokudera, Strom Guardian. Yang berambut pendek dan berbadan tinggi disebelahnya adalah Yamamaoto, Rain Guardian. Lalu yang berambut putih pendek adalah Ryohei, Sun Guardian. Yang memakai baju bermotif sapi adalah Lambo, Lightning Guardian. Kemudian dua orang yang ada di sebelah sana dan berambut kayak na- eh… yang perempuan adalah Chrome, lalu yang laki-laki adalah Mukuro. Mereka berdua adalah Mist Guardian. Dan yang ada bururung kecil dipundaknya itu adalah Hibari, Cloud guardian. Dan tiga orang disana adalah Irie, Spanner, dan Giannini"
"Oohh…" Kata Giotto sambil memperhatikan para anggota family Tsuna. Terutama pada para guardiannya yang memiliki banyak kemiripan dengan guardiannya sendiri. "kami juga belum memperkenalkan diri. Namaku Giotto dan-"
"Kami sudah tahu kok…" Kata Tsuna memotong perkataan Giotto.
"Eh?"
"Ah, maksudnya kami pernah bertemu kalian sebelumnya saat kalian mengakui kami sebagi boss dan guardian yang sebenarnya"
"Ha??"
DUAAKK…
"Aww!!! Reborn jangan menendangku seperti itu!" Protes Tsuna karena lagi-lagi kepalanya jadi sasaran hajaran Reborn.
"Dame-Tsuna! Sampai kapan kau tetap berada di ruangan ini dan membrikan penjelasan yang semakin membuat mereka bingung!"
"Ah- maaf kalau begitu. Untuk semetara Giotto dan guardiannya akan tinggal disini."
"Terima kasih. Tapi kuharap kami mendapatkan penjelasan yang jelas kenapa kami bisa terlempar ke masa ratusan tahun yang akan datang." Kata Giotto sambil menyunggingkan senyum pada Tsuna.
"Tenag saja nanti akan kujelaskan. Sekarang sbaiknya kalian beristirahat, karena kalian pasti lelah karena masalah ini." Terang Tsuna. "Mukuro dan Chrome bisakah kalian antarkan tamu-tamu kita ke kamarnya masing-masing?" Pinta Tsuna. Tapi melihat sifat Mukuro yang kemungkinan justru berbuat seenaknya sendiri Tsuna mmenyerahkan tugas itu pada tangan kananya Gokudera. "Mukuro kau kembali saja ke kamarmu saja. Sebagai gantinya, Gokudera kau yang mengantarkan tamu-tamu kita."
"Baik Jyuudaime. Serahkan semunya padaku"
"Yamamoto, kau temani Gokudera"
"Ahahaha… Tak masalah Tsuna.." Kata Yamamoto dengan menyunggingkan senyum lebar khas dirinya dan melingkarkan lengannya di pundak Gokudera.
"Woi! Baseball-freak!! Lepaskan tanganmu!!" Protes Gokudera.
Tsuna hanya bisa sweatdrop melihat kelakuan kedua guardiannya.
"Puufhh… maaf kedua guardianmu benar-benar mirip dengan guardianku" kata Giotto menahan tawanya dan kemudian melirik kearah G dan Ugetsu yang sekarang juga bertengkar.
++N4ky0++
Nakyo: Yeeee…. Chapter ini kelar juga… kalau banyak yang salh ketik maafin ya, soalnya sya lagi banyak tugas dan gak sempat ngedit ^^
Tsuna: Selamat ya, Nakyo-san *smile*
Nakyo: Waa… Tsuna Sankyuuu…. Baek banget deh. *meluk Tsuna* Gua jadiin adek mau gak?
Tsuna: Adek? Bukannya kamu uda punya anak 5 y?
Nakyo: JLEEBBB *berasa udah tua*
Tsuna: Lalu bagaimana dengan tugas agama, Pkn, dan sejarahmu Nakyo-san??
Nakyo: ………… ya…. Gitu deh….
Tsuna: belum kerja ya…
Nakyo : *berasa ada panah nancep tepat di dada*
Tsuna: Kalau ada tugas banyak jangan nekat bikin fic dong…
Nakyo: *berasa ditusuk pisau* habisnya… males kerja…
Tsuna: *sigh*
Nakyo: Ya udah, kita minta reader review aja lah…
Tsuna: Iya…
Nakyo: READ AND REVIEW,PLEASE!!!
