Hi! Ketemu lagi ama Sinsin!

Makasih banyak ya, buat yang dah ngeluangin waktu buat milih lewat review, yang jelas cerita ini ga akan ada kalo ga ada yang me-review. Mohon bagi yang milih cerita lain jangan kecewa, namanya kan juga pemilu, pemilihan umum (digetok sama Sasuke, lo pikir ini pemilihan presiden apa?" "Bosen gw, dari pemilihan fic sebelomnya sampe sekarang digetok mulu sama lo").

Buat Kak Neji yang pernah request nejisasu, nanti kalo dah dapet ide, Sinsin bakal coba bikin deh, Sinsin janji. (Ditimpuk sama Sasuke,"kebanyakan janji lo!" "Eh, ni orang, ga digetok, malah ditimpuk!" "Kan lo yang minta" "Dasar nyebelin!" "Ya, udah kalo ga puas"(Digaplok) "Singkong diragiin, Tape deh!" Lebay Oi! Dasar author sinting!).

Here We Go!


Summary: Naruto dan Sasuke adalah sepasang sahabat baik. Di sekolah banyak Fans Girl Sasuke yang iri sama Naruto. Namun muncul anak baru bernama Gaara di sekolah mereka. Sepertinya dia suka dengan Naruto, tapi bagaimana kalau ternyata Sasuke secara diam2 selama ini juga suka sama Naruto. Siapa yang akan dipilih Naru? Semuanya berubah ketika Gaara mengetahui kalau dirinya ternyata adalah anak "SHINIGAMI" (dewa kematian) yang bertugas untuk merengaut nyawa Naruto yang ia sukai. Apakah jalan yang akan Gaara pilih?


"Love Tears"

-Prologue-

By: Hakar4 S1n


Mencintaimu,

satu hal yang menyakitkan…

sakit,

hati ini,

lelah…

tak berdaya…

Bolehkan?

Bolehkah aku bahagia?

Bolehkah?

Bolehkah aku terbebas dari ikatan ini?

Bolehkah?

Bolehkah aku mencintainya?

Bolehkah?

Aku bodoh,

Sangat…

Satu hal yang tak akan pernah terwujud…

Tak mungkin terwujud…

Satu hal yang mustahil

Tapi,

Kenapa?

Kenapa aku masih berharap?

Kami-sama,

tolong aku,

aku sudah tidak kuat lagi…

lelah…

sayap,

sayap yang bisa menuntunku …

membawaku kejalan yang memang harus kulalui

Bolehkah Kami-sama?

Bolehkah aku meminta?

Bolehkah orang sepertiku meminta?

Jangan,

aku tidak menginginkan sayap itu

Aku takut

terlalu takut untuk mengetahui,

untuk menyadari,

kalau ternyata jalanku tidak berakhir padanya…

Bodoh,

aku sungguh bodoh,

kenapa?

Aku bahkan sudah tahu kalau

ternyata…

jalanku memang tidak berakhir padanya…

-

you say if you could fly,

you'd never come back down,

you only have eyes for those blue,

blue sky

first you have to learn what sadness is

and grasping,

what pain is like

even the feelings that I have for you,

must be expressed with word

-

Kami-sama,

Bolehkah aku meminta?

Mungkin Ini untuk yang terakhir,

kekuatan,

untuk melindunginya…

kekuatan agar aku,

bisa membuatnya bahagia,

ceria,

tersenyum kembali…

membuatnya kuat,

untuk mengembalikan padanya sesuatu yang telah hilang,

untuk menghapus air matanya...

Bolehkah?

Tidak, bukan aku…

Bukan aku yang akan mewujudkan itu…

Aku,

aku hanyalah duri…

Duri yang membuatnya

sakit,

sedih,

menangis,

dia yang bermata sebiru lagit,

dia yang kucintai...

Sakit,

rasanya sangat menyakitkan

melihat orang yang kau cintai

menangis,

menangis untukmu...

namun kau tak berdaya,

tak memiliki kekuatan...

hanya bisa terdiam…

membiarkan angin membawa tangisnya,

membiarkan waktu menyembuhkan luka dihatinya,

membiarkan angin dan waktu menertawakanmu,

menertawakan ketidakberdayaanmu…

lelah…

rasanya sakit...

Hey,

aku yakin

kalau dia pasti bisa!

Kurasa tidak menjadi masalah besar bagiku,

kalau ternyata …

bukan aku yang menhentikan air matanya,

bukan aku yang menyembuhkan lukanya…

melainkan angin dan waktu…

membiarkan keduanya menyembuhkan luka dihatinya,

luka yang kubuat sendiri untuk orang yang kucintai…

Konyol,

Menyedihkan,

aku benar-benar menyedihkan…

Tak apa…

asal ia bisa ceria lagi,

Tak masalah,

asal aku bisa melihatnya tertawa lagi,

Asal aku…

selama aku masih bisa melihat senyum,

senyum indah yang terukir dibibir mungilnya

maafkan aku,

karna aku…

telah membuatmu menangis,

karna aku…

tak bisa menghapus air matamu,

karna aku…

takkan ada lagi disampingmu,

dan karna aku…

hanya bisa mengucapkan maaf bagimu

maaf…

ya, maaf...

pantaskah orang sepertiku mengucapkannya?

mungkin kata itulah alasan bibirku diciptakan…

dibuat untuk meminta maaf padamu…

terlalu banyak kata maaf,

terlalu banyak,

maaf…

biarkan angin membawa tangismu,

biarkan waktu menyembuhkan lukamu,

maaf…

dua kata terakhir untukmu

sayonara,

aishiteru


Ohohoho, akhirnya prologue ini beres juga, cape nih, bikinnya bener-bener nguras ide dan tenaga! Jelek, ya? Maaf kalo jelek, namanya juga author baru, makhlum lah! Sinsin ga nyangka kalo ternyata bikin fanfic itu benar-benar seratus kali seratus persen menguras tenaga, otak, pikiran, jiwa, raga, waktu, mata, tangan, punggung dan makanan(?).

So...

Review please?

Please?

Please?

Please?

Please?

Please?

Please?

Please?

Author's Note:

1. don't forget to give me any review

2. never forget to give me review

3. you mustn't forget to give me any review

Intinya :Jangan lupa kasih review, ya!

Cee U on next chapie!

--