Yosh!
Beres juga ni fic, setelah puas menguras makanan Sinsin. Butuh perjuangan berat yang nun jauh dan besar (LEBAY!) untuk melanjutkan penpik ini^^. Sepertinya masih panjang, berikut ini hasil wawancara dengan beberapa orang yang sudah membantu saya membuat fic ini.
Hakara Sinsin
Seorang cewe yang masuk dunia penpik karena nobi ngayalnya, cerita pertama yang dibaca yaitu Sasuke is Gaara, fic luar biasa yang bisa membuatnya mengucurkan air mata.
Second Sin
Asisten pribadi Hakara Sinsin yang sekarang duduk tepat disamping Sinsin saat sedang mengetik fic ini. Dia anak yang kelewat ceria senang bermain-main ga jelas. Plus bodor (ditabok second sin)
Rin-Lindy
Sang suhu dalam membuat fiction. Kabarnya tidak diketahui. Nantinya akan hadir dan menggemparkan dunia fanfiction.
Sasuke Uchiha, Sabaku no Gaara, n Uzumaki Naruto
Mereka bertiga adalah main chara di fic gaje ini. Dengan gaji yang luar biasa kecilnya karena dikorupsi oleh mr crab mereka tetap bertahan di fic Naruto karena dah mau jadi chara cewe.
Shikamaru nara
Banyak mengisi adegan2 yang sangat mendukung jalannya cerita.
Yamanaka Ino
sama dengan atas
Sai
karena pip..... jalan cerita harus dirahasiakan!
ya sekian.....
seperti biasa, balesan review :
NakamaLuna:
Thanks ya dah nyempetin repiu^^ Gimana ya, ayo kita tanya author jadinya gimana, author2 di manakah engkau, oh ternyata disini, diriku sendiri!
Wolfie Cielshitsuji:
Oke deh! thanks saran n repiunya^^
S4sukelover:
wah berarti ini cc Lindy^^ yosh! okaeri cc^^ tapi tunggu sebentar
dzing =.=, seenaknya saja kau menggunakan email Sinsin untuk menjadi tempat authormu! ayo ganti =.=, awas kalo ga ganti! (dibunuh cc Lindy)
Mikazuki Chizuka:
thanks ya^^ senangnya fic ku dipuji hohoho
Nana YazuChi:
sebentar bernafas dulu^^ wew kk g bisa OL sering-sering^^ abis diawasin mama terus nih^^
Luina Fujiwara:
Toa mode : on
Wew, thanks bgt^^!!!
Toa mode : off
Hiwatari Nana-chan.7ven :
benarkah???? _jurus kaca bermata-mata - mata berkaca-kaca_
Thanks^^
Xarlzi'xeNa-Roz:
Tsunade kayanya OOC bgt ya? tapi gpp deh, seneng liat tsunade kaya gitu^^ (di smash sama Tsunade)
Anna-chan, Panda-chan!!!! kemanakah engkau pergi??? Aku menunggu review darimu...TT_TT
Ya, segitu dulu deh balesan repiu^^ sori aga lama kemaren bikin dua fic sekaligus waktu sekolah lagi bayak tugas n ulangan sih^^ (author gila nan nekad_)
so..... here is the story
Judul: Love Tears
Hakar4S1n~
Subtittle : Chapter 7 - Love? Dinner?
"Ada apa kau menatapku seperti itu?" Suara Sasuke membuyarkan lamunannya.
"Tidak apa-apa, maafkan aku." Gaara mengalihkan pandangannya kearah lain kemudian melanjutkan acara makannya.
"Jangan bohong, dari tadi kau memperhatikan Naruto, lalu memperhatikanku seperti orang stress, kau tahu?" Gaara tak menyangka kalau Sasuke ternyata memperhatikannya. Gaara memutuskan untuk menanggapinya bercada.
"Kenapa? Apa kau cemburu?" Gaara menyunggingkan sedikit senyum ke arah Sasuke.
"Kau ini ditanya serius malah bercanda." Sasuke kemudian mengalihkan pandangannya.
'Harus aku akui kalau awalnya aku sedikit cemburu padamu, dan harus kuakui juga walaupun kita tidak selalu akur tapi kau selalu mengingatkanku pada seseorang, seseorang yang dulunya adalah idola dan rivalku, yang jelas setiap kali aku bertengkar atau apapun lah dengan mu aku merasa seperti saat-saat itu terulang kembali, sikap cueknya juga mirip walaupun dia lebih perhatian dari padamu. Aku sadar kau sedang ada masalah ketika aku tadi melihat langsung ke arah matamu Gaara, bagaimanapun kamu adalah temanku.'
Tak terasa mereka pun sudah selesai makan, lalu mereka memutuskan untuk langsung pergi ke Gramedia, menemani Ino mencari-cari keperluannya.
Sesampainya mereka di gramedia Ino langsung pergi mencari keperluannya, Naruto langsung memburu ke tempat komik, Gaara mengikuti Naruto, sedangkan Sasuke memutuskan untuk membiarkan Gaara dan Naruto kali ini, bukan berarti ia menyerah pada Gaara. Seorang Uchiha tidak akan menyerah secepat itu bukan?
"Wew, Sasuke Sasuke, liat deh ada yang baru lagi nieh Bleach sama Death Notenya.." Naruto agak mencondongkan badannya kearah orang disampingnya. Namun sedikit terkejut ketika didapatinya Gaara yang tadi ia panggil Sasuke sedang berdiri di sebelahnya.
"Eh, Gaara, kukira kamu Sasuke, biasanya dia selalu ada bareng sama aku waktu lagi liat komik, sory ya."
"Ga, ga pa pa"
"Gaara kamu suka baca komik?"
"Ga, aku ga suka, aku lebih suka baca Novel daripada Komik."
"Oh, gitu ya, tapi apa ga males baca Novel, kan tulisan semua isinya ga ada gambar?"
"Mungkin Karena Novel tampilannya ga semenarik Komik banyak orang-orang yang lebih suka baca Komik daripada Novel, tapi kalo kamu tau sebenernya cerita yang ada di Novel tuh jauh lebih menarik daripada cerita di komik, waktu kamu baca juga mungkin jauh lebih seru, selain itu kamu bakal lebih bisa ngeimajinasiin, kalo di komik imajinasi kamu terbatas sama gambar yang ada di komik."
"Wew, keren kalimat terpanjang, 62 kata."
"Apanya?"
"Kalimat yang barusan kamu ucapin itu kalimat terpanjang yang pernah aku denger dari mulut kamu." Gaara sweatdrop.
Sementara dari jauh 2 pasang mata onyx mengamatinya sejak tadi. Seringai tipis menghiasi bibirnya entah apa yang ia pikirkan kali ini.
"Naruto!" Ino tiba-tiba memanggil Naruto.
"Ada apa Ino?"Naruto menoleh pada Ino.
"Udah belom, aku dah mau bayar nih."
"Udah, nitip, nih dua lima"
"Dasar yawda, aku bayar dulu ya"
"Iya, eh Ino, hati-hati jangan ke kasir no 2, ada mba mba gila namanya Karin yang ngejaga Kasir itu"
"Ada-ada aja"
Somewhere
Ayah Gaara duduk di bangku, lebih cocok disebut tahtanya.
Tiba-tiba didepannya muncul dua shinigami. Chika dan Shizuka. Ia tidak Nampak terkejut sedikitpun, nampaknya sudah biasa dengan keadaan ini, setiap shinigami yang selesai menjalankan tugas pasti muncul ke hadapannya dengan cara seperti ini. Kedua shinigami itu kemudian segera berlutut dengan kaki kanan mereka sedangkan kaki kiri mereka ada di posisi jongkok.
"Bagaimana tugas kalian?"
"Misi berhasil dilaksanakan!" jawab mereka serempak.
"Namun nampaknya Gaara masih belum menjalankan tugasnya" Chika membahkan. Kepalanya menengadah ke atas, ke arah ayah Gaara
"…" Shizuka hanya diam saja. Kepalanya masih menunduk.
"Bagus kalian menjalankan tugas dengan baik, pastikan dia tidak mendapat informasi tentang Katana, itu akan sangat menyusahkan"
"Maaf kalau saya lancang tuan, tapi bolehkah saya tahu apa alasan tuan sehingga tuan secara tiba-tiba memutuskan untuk, errrr, untuk mengubah kehidupan Gaara?"
"Aku tak pernah menyangka kau akan bertanya seperti itu Shizuka.. Tapi tak apa, pertanyaan bagus, namun aku tak akan menjawabnya kecuali kalau kau bisa mengalahkan permainan pedangku. Kalau kau menang maka aku akan memberitahumu, tapi kalau kau kalah… maka aku akan mencabut liontin yang kau pakai itu, bagaimana?" Ayah Gaara menunjuk ke arah liontin berbentuk lapis, ditengah-tengah liontin tersebut ada batu rubi merah yang juga berbentuk lapis.
"…" Shizuka kembali menundukan kepalanya lagi.
'Apa maksud tuan mengalahkannya, bukankah kenyataannya sudah sangat jelas kalau dia adalah yang terbaik dalam bidang ini, bahkan Chika saja kalah dengannya, aku … aku selalu kalah bila dibandingkan dengan Chika, lalu sebenarnya ada apa dengan diriku ini, kenapa aku tak bisa bertindak tegas bila apa yang kuhadapi ada sangkut pautnya dengan Gaara? Gaara,Gaara, Gaara, kenapa selalu dia, kenapa harus dia, kenapa harus selalu dia yang terus menerus menderita? Kenapa? Kenapa? Kenapa? Kenapa aku begitu memikirkannya dia itu hanya masa laluku kan, iya kan? Liontin ini… tak mungkin kuberikan begitu saja, ini adalah satu-satunya yang bisa mengingatkanku pada keluargaku setelah Tuan merampasku secara paksa dari kedua orang tuaku. Aku harus bagaimana? Kuharap keputusan yang ku ambil ini benar…'
"… Baiklah, saya bertanggung jawab untuk kata-kata saya" Shizuka tidak menatap tuannya ia tetap menunduk. Chika terbelalak lalu melihat ke arah Shizuka yang masih tertunduk dengan tatapan tidak percaya,Sihzuka menunduk semakin dalam, memejamkan matanya hijaunya erat-erat sedalam mungkin.
"Kuharap kau tidak menyesal Shizuka, tak kusangka kau rela menjadikan benda itu sebagai taruhan. Baiklah kutunggu kau nanti malam jam tujuh di tempat latihan shinigami tingkat 3. Baiklah aku pergi dulu ada urusan" Ayah Gaara, Shukaku berjalan beberapa langkah melewati Chika dan Shizuka lalu menghilang.
"Shizuka!" Chika menatap tidak percaya pada Shizuka sambil berdiri.
"Aku serius Chika, maafkan aku…" shinigami bermata hijau itu ikut berdiri, namun matanya tak sanggup menatap Chika, biar bagaimanapun kejamnya Chika selama menjalani tugasnya, setaat apapun Chika pada tuannya, namun Chika telah menjadi patnernya selama 3 tahun, Chika juga sudah menganggap Shizuka sebagai temannya.
"Kau… kau bodoh!" Chika setengah berteriak,ia memalingkan wajahnya dari Shizuka,"Terserah saja! AKu tidak peduli..". Chika langsung menghilang.
"maafkan aku…" bisik Shizuka hampir tak terdengar. Bulir-bulir air mata mengalir di wajahnya yang cantik.
"Um, maaf…" sebuah suara mengejutkannya. Shizuka segera menoleh ke arah pemilik suara tersebut, didapatinya sepasang mata baby blue lembut menataonya. Mata itu sudah tak asing lagi baginya. Sepasang mata milik Panda..
"Panda-chan, lama tak bertemu" Shizuka menghapus airmatanya "Ternyata kebiasaan lamamu sampai sekarang yang suka menguping tidak berubah ya?".
"Ku mohon Shizuka, jangan bersifat seperti itu, aku mengenalmu. Aku sangat mengenalmu, walaupun saat itu kau bilang bahwa kau tidak ada hubungan apa apa lagi denganku, tapi aku tau itu hanya sekedar alasan mu untuk menyelamatkanku, ya kan? Aku tak menyangka, ternyata kau masih.."
"Menyukai Gaara? Jangan konyol, ayolah itukan masa lalu? Sekarang aku sudah tidak menyukainya lagi…"
"Shizuka, jangan membohongi dirimu sendiri. Jangan terus menerus acting didepan semua orang, kau … menyakiti dirimu sendiri Shizuka.."
"Kau sendiri Panda, lihat dirimu, aku yakin kau tau apa yang berubah darimu, kemana sikap ceriamu yang kadang-kadang autis itu? Kenapa perginya kecerobohanmu itu?"
"Aku tau Shizuka, tapi apa ada orang yang akan bahagia saat sahabat masa kecilnya sedang mengalami masalah berat? Lihat dirimu, kau rela mempertaruhkan liontin itu untuk Gaara, bukan hanya untuk mengetahui alasan mengapa Shukaku-sama mengangkat Gaara secara tiba-tiba menjadi seorang shinigami, iya kan? Sadarlah Shizuka, jangan terus menerus membohongi dirimu sendiri, itu hanya akan memperburuk keadaan, kalau kau butuh bantuan aku akan selalu berada disampingmu"
"…"
"Baiklah aku akan meninggalkanmu sendiri dulu" Panda lalu berjalan keluar ruangan itu. 'Aku harus menemui orang itu, harus!' batin Panda.
---
Shizuka berjalan sendirian dengan gontai di taman istana yang megah itu, ia memutuskan untuk duduk di tepi sebuah kolam, tatapan mata hijaunya yang biasa tajam dan penuh arti kini kosong. Berkali-kali kata-kata Panda terngiang-ngiang di telinganya.
'Kau membohongi dirimu sendiri Shizuka'
'Ternyata kau masih..'
'Shizuka aku sangat mengenalmu'
'kumohon jangan bersifat seperti itu didepanku'
'jangan terus menerus acting di depan semua orang'
'Shizuka..'
'kumohon'
'sadarlah'
'itu hanya akan memperburuk keadaan'
'kumohon'
'shizuka…'
'shizuka…'
"ARGH!" lagi-lagi bulir-bulir air mata mengalir di wajahnya yang cantik itu jatuh memecahkan ketenangan air kolam.
"Aku.. apa yang harus kulakukan, apa?! Kenapa aku jadi seperti ini, kemana hilangnya sikap tegasku?"
"Gaara… Kenapa?"
Di Gramedia…
Hp naruto bergetar.
Dari Sasuke :
Naruto, aku pulang dulu ada keperluan sebentar.
Tolong kasih tau yang lain.
Ga usah ditunggu kalian langsung pulang saja.
Baik baik ya Dobe.
"Dasar.." desis Naruto.
Dari Naruto ke Sasuke :
Y, aku pasti baik baik saja.
Kau yang jaga dirimu,
dasar TEME! ^^
Menunggu…
Terkirim…
"Kenapa Naruto?" suara Gaara menegurnya.
"Oh, ini, Sasuke, dy pulang duluan, katanya ada keperluan."
"Oh.." komentar Gaara singkat.
Tak lama kemudian hp Ino bergetar.
Dari Tuan Pemalas
Hey Ino,
aku pulang duluan
bosan menunggu kalian terlalu lama.
Bye!
"ada-ada saja" Ino menatap hpnya malas
Dari Ino
O_O
dasar tuan pemalas^^
ku harap kau tidak menyesal
besok di sekolah kau pasti akan
dapat "teriakanku"
bersiaplah^^
Mengirim..
Terkirim..
Dari Tuan Pemalas,
Ada-ada saja kau ini
merepotkan,
baik2 ya dengan Sai
Bye..
"Hey!" Ino sedikit merona ketika membaca 'dengan Sai'
Dari Ino
Hey apa maksudmu
'DENGAN SAI'?
menggoda ku?
Terkirim.
Dari Tuan Pemalas
"Mbak, ini kembaliannya, terimakasih.."Suara kasir mengalihkan perhatian Ino.
"Makasih mbak"
"sama-sama" Ino melanjutkan membaca sms dari Shikamaru setelah menyimpan kembaliannya.
Tidak bermaksud apa-apa
hanya asal ceplos
bye! Jangan balas lagi!
Males ngetik.
Sementara itu di depan pintu masuk IK
Sasuke dan Shikamaru berjalan keluar IP meninggalkan teman2nya, mereka menuju lapangan parkir IK. Menuju sedan hitam Sasuke, lalu masuk ke dalam mobil.
"Sasuke.."
"Hn?"
"Kau serius mau melakukan hal ini?"
"Hn"
"Yakin?"
"Iya, maka dari itu bantu aku…"
"Memang bukan urusanmu, tapi hal berikut ini yang akan ku tanyakan berhubungan denganmu." Shikamaru menaikkan sebelas alisnya bingung, seolah berkata, 'apa maksudmu?'.
"Hmph… mulai dari mana ya…, begini sajalah, apa tadi kamu tidak merasa cemburu, eh salah, maksudku, bukan cemburu, errr, apa ya? Oh, baik-baik saja?"
Shikamaru menaikkan alisnya semakin tinggi.
"Tadi apa kamu merasa tidak masalah melihat errr, Ino dan Sai?"
"Oh itu…" Shikamaru menyunggingkan sebuah senyum patah, ia menghela nafas berat, " harus kuakui iya, aku memang cemburu, sangat, lagipula sekarang sudah ga ada hubungan apa-apa lagi dengannya, jadi apa aku punya alasan untuk cemburu? Kalau ada beritahu aku. Itu semua resikoku melepasnya, tapi setidaknya itu juga demi dia, kan?" nada bicara Shikamaru seakan ragu untuk mengucapkan kata-kata yang terakhir.
"Kau masih.." Seakan menebak pikiran Sasuke, Shikamaru langsung menjawab,
"Ya, aku masih mencintainya, sangat malah, terlalu sulit bagiku untuk melupakannya begitu saja.…"
"Ou…, Kurasa mungkin kita akan senasib…"
"Hey, Sasuke, kau masih ingat? Saat kita kecil dulu?"
"Ya, dari dulu kita memang sahabat dekat yang sama-sama pemalaskan? Menganggap seorang cewe remeh, ga berskill, tapi semua itu berubah, kau jatuh cinta pada Ino, dan aku pada Naruto, banyak kesamaaan antara kita."
"Ya, betul tipe gadis yang kita pilih pun mirip, sama-sama pirang, sama sama hyperaktif, sama-sama cerewet, Cuma bedanya Ino lebih dewasa dalam beberapa hal sedangkan Naruto seratus persen childish, polos, tapi justru itu yang membuatmu tertarik padanyakan? Sasuke?"
"Hn…"
"Dan.."
"Dan?"
"Dan ada satu lagi bedanya, kau masih bisa berjuang untuk mendapatkannya, sadangkan aku.. sudah tidak ada harapan"
"Jangan bicara seperti itu Shikamaru…"
"Memang kenyataannya…"
"Shikamaru, apa kau tidak takut Ino disakiti oleh Sai? Dari pertama bertemu dengan Sai aku tidak begitu menyukai tingkah lakunya itu, apa lagi caranya tersenyum, dan aku pernah tak sengaja mendengar ucapan anak cewe di sekolah kita kalau sai sering kali memikat hati seorang wanita lalu setelah ia bosan ia mencampakannya begitu saja… Apa kau….?"
"Hmph….. aku tidak tahu kalau Sai ternyata seperti itu, tapi ngomong-ngomong kautahu dari mana, sejak kapan kau suka menggosip?"
"Enak saja menggosip kau yang tidak pernah berada di sekolah waktu siang, aku kan sering menunggu Naruto pulang, kau sejak tidak pacaran lagi sama Ino sekarang langsung pulang ke rumah, kalau ratu-ratu gossip itu sedang menggosip, suara mereka tuh kedengeran sampe ke sebrang ruangan. Gimana aku tidak dengar?"
"Mungkin ada baiknya juga aku waspana, tapi aku tidak akan mengecewakan Ino, lebih baik aku sedikit lebih hati-hati, oh iya Sasuke.. Ngomong-ngomong daritadi ngapain kita diem di lapangan parkir kaya orang gila gini?"
Sasuke langsung menyalakan mobilnya tersadar kalau daritadi dia terbawa suasana.
Malam hari jam 8 di apartemen Naruto
Naruto menaikki lift menuju ke kamar apartemennya. Matanya menangkap sesuatu didepan kamarnya saat pintu lift terbuka. Ia berjalan ke arah benda yang berbentuk kantong belanja terbuat dari karton berwarna hitam dan bertuliskan nama toko terkenal, Konoha Boutique, dipegangannya ada kertas kecil yang digantungkan dengan tulisan untuk Naruto Uzumaki. Naruto lalu segera membuka pintu apartemennya sambil terus bertanya dan menebak-nebak siapa orang yang telah memberikan barang dari butik yang barang-barangnya nomor satu dicap paling bagus, mahal dan ternama. Setelah menutup pintu apartemen ia memutuskan untuk segera meletakkan benda tersebut di atas ranjang lalu pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan badan dan menghilangkan lelahnya terlebih dahulu.
Setelah keluar dari kamar mandi Naruto melihat bingkisan yang diterimanya tadi diatas ranjangnya, rasa penasaran membangkitkan kembali niatnya untuk segera membuka dan mengetahui apa isinya. Ia duduk di ranjang, tangannya dengan cekatan segera membuka bingkisan tersebut, didapatinya dua buah kotak berukuran besar dan satu yang berukuran kecil.
Ia membuka kotak kecil terlebih dahulu,betapa terkejutnya ketika ia melihat sebuah kalung emas putih dengan liontin blue topaz polos berbentuk bulat diamond, walaupun sederhana tapi berkesan mahal dan mewah, lalu sepasang anting panjang yang murni terbuat dari emas putih dengan bandulan berbentuk hati sebagai hiasannya, terakhir satu gelang kaki dan tangan yang polos tampa hiasan hanya segaris emas putih yang melingkar. Merasa tidak percaya itu untuk dirinya ia memeriksa sekali lagi tulisan dikertas kecil yang menggantung tadi. Ternyata benar, untuk Naruto Uzumaki.
Ia membuka kotak yang lebih besar dengan sedikit tergesa-gesa, kali ini ia menemukan sepasang sendal hak yang tingginya kurang lebih sekitar 5 cm, sandal itu berwarna putih dan terdiri dari tali-tali berwarna putih juga yang membingkai kaki si pemakai.
Naruto meletakkan sepasang sendal yang jelas-jelas terlihat sangat mahal itu di sampingnya. Ia membuka kotak terakhir, kali ini ia menemukan sebuah gaun berwarna putih kontras dengan sepatu tadi. Gaun itu sangat indah, bagian atasnya berbentuk kemben agak ketat sampai di perut bawah pusar di bagian dadanya ada kain yang, hanya dijahit dari bagian samping kiri kanan, lalu membentuk ikatan di bagian tengah kemudian dibentuk simpul pita. bagian bawahnya agak longgar dan sedikit bergelombang vertikal, memanjang dari bagian atas lutut sebelah kanan sampai di sekitar sepuluh sentimeter dibawah lutut sebelah kiri .
Naruto kembali menengadah kekotak tersebut ditemukannya sebuah amplop dan sebatang mawar putih. Naruto membuka amplop tersebut, kemudian membaca isinya.
Untuk si dobe Naruto
Naruto bagaimana dengan barang-barang pilihanku itu?
Aku memilih blue topaz karena warnanya sejernih matamu walaupun warnanya lebih muda.
Lalu nuansa putih itu karena aku senang melihatmu memakai warna putih,
kau terlihat sangat cantik saat memakai warna putih,
1 mawar berwarna putih karena,
mawar putih melambangkan cinta yang tak bercela dan
warna 1 batang bunga artinya hanya untukmu.
Aku tunggu kau di atap apartemen hari ini jam duabelas malam,
pakailah semua yang sudah kubelikan untukmu,
satu lagi aku ingin kau sedikit menata rambutmu, jangan diikat dua!
Sampai Jumpa jam duabelas malam Naruto.
Dari Sasuke
Naruto menaikkan sebelas alisnya, Sasuke? Apa dia salah makan tadi pagi? Ko bisa-bisa nya orang kaya dia tiba-tiba ngasih barang mahal ga jelas gini, ngajak ketemuan malem2 kita kan ga … pacaran? Apa aku yang ngehayal kali? Mau apa di atas atap apartemen malem jam duabelas?
-
-
-
-
-
To Be Coutinued….
Apakah yang akan Shizuka lakukan, lalu apa yang akan Sasuke katakan? Nantikan di chapter mendatang! (Dilempar sepatu)
Yagh, bagaimana, o iya pada mau ditulisin ga masa lalunya Gaara Shizuka n Panda-chan? Kalo mau nanti Sinsin bikinin satu chapter khusus^^
Repiu kalian semua sangat Sinsin tunggu!
No Flamer
Sinsin suka dengan saran2 yang membangun tapi sama sekali ga nerima flamer sama sekali
titik
ga bisa diganggu gugat!
Repiu kalian Sangat Sinsin tunggu^^
