Moshi-moshi minna-san!

Sebelumnya saya mau minta maaf, sebenarnya ada kesalahan dalam fic saya ini. Dalam fic ini tidak ada pairing utama, singkatnya ini fic multi pairing. Di chapter 1 saya kasih pair IchiRuki karena chapter itu memang fokusnya ke IchiRuki. Chapter 2 saya kasih pair HitsuHina, alasannya sama kayak di chapter 1 :) Dan mungkin nanti ada chapter yang fokusnya ke pair yang lain. Jadi saya minta maaf atas kebodohan saya ini ^^ harap maklum. Gomennasai!! Oh ya entah kenapa dan bagaimana ada dialog yang hilang di chapter 1 jadi kerasa ga nyambung *mukul mukul kepala sendiri* tapi udah di edit kok! Dan arigatou buat yang udah review : Yumemiru reirin, BakaMirai, miyu-meong, Tie-manganiac-bgt, Black-Cat-Yoruichi, Fujishiro Minami, Cho-senpai, Quinsi Vinsis, Karin Hanazono, Danitachikoi & himecchama :) Arigatou minna!


Love is ?

Chapter 3. Can Save You Part 2

Disclaimer:

Bleach © Tite Kubo-sensei

Love is ? © Nahoko Hitori

Kalo Bleach punya saya, saya nikahin HitsuHina, GinRan & IchiRuki XDD *ditendang*

Summary: Membuatmu bingung? Ya itu benar. Tapi ia juga bisa melindungimu. Part 2

Rated: T

Pairings: IchiRuki, HitsuHina, IshiHime

Maaf kalo aneh, OOC, dsb...


Orihime terkejut, sungguh-sungguh terkejut sekaligus takut. Apakah Ulquiorra akan membawanya lagi ke hadapan Aizen? Pertanyaan itu menghantui pikiran Orihime saat ini. Ia ingin berteriak, tapi terasa tertahan oleh sesuatu. "Kau terlihat ketakutan sekali." Ujar Ulquiorra. Orihime diam tak menjawab. Ia yakin Ulquiorra sudah tahu apa alasannya ia menjadi begitu ketakutan.

Orihime memundurkan langkahnya perlahan, mencoba mencari Ishida. Tiba-tiba Ulquiorra sudah ada di belakangnya. "Tenang, aku datang ke sini bukan karena perintah Aizen-sama. Aku tak akan membawamu." Bisik Ulquiorra di telinga Orihime. Ia menolehke belakang dan wajah Ulquiorra tepat di hadapannya saat ini, dekat sekali. "La-lalu, untuk apa kau datang kesini?" tanya Orihime. "Kunjungan, mungkin." Jawab Ulquiorra singkat. Orihime tak menyangka jawaban itu akan keluar dari seorang Ulquiorra Schiffer.

Mereka berpandangan sejenak. Dalam sekejap Orihime sudah ada dalam rangkulan Ishida yang mencoba menghindarkan Orihime dari Ulquiorra. "Apa maumu?" tanya Ishida. "Aku tidak ada maksud jahat datang kesini, tadi sudah kubilang. Aku hanya berkunjung." jawab Ulquiorra. "Huh, pasti itu hanya alasanmu saja bukan? Kau orang yang pernah membawa Inoue-san untuk kepentingan Aizen. Tidak mungkin kau tidak ada maksud jahat." Kata Ishida. "Terserah padamu, mau percaya atau tidak." jawab Ulquiorra. Setelah itu ia langsung menghilang begitu saja.

"Kau tidak apa-apa kan Inoue-san?" tanya Ishida. Orihime mengangguk pelan, "Aku baik-baik saja Ishida-kun. Terima kasih." Orihime tersenyum. Begitu pula dengan Ishida. Lalu mereka memilih untuk langsung pulang, khawatir kalau-kalau masih ada anak buah Aizen yang berkeliaran di sekolah.


Rukia berlari menyusuri koridor sekolah, tak mengacuhkan peraturan yang melarang untuk berlarian di koridor. Ia sangat ingin pulang saat ini! Ia lelah mengerjakan tugas tambahan yang diberikan guru bahasa inggris karena saat pelajaran tadi ia tertidur. Ia terusberlari dan akhirnya sampai di rak tempat penyimpanan sepatu. Ia mengganti sepatunya dan berniat pulang.

Saat ia akan melangkah, terdengar suara tawa seseorang di belakangnya. Rukia terkejut. "Hei, kau shinigami yang pernah membekukanku seenaknya bukan?" tanya orang itu. "Aku kan hanya ingin menolong Ichigo, apa salahnya?" jawab Rukia. "Tentu saja SALAH! Kau hanya menganggu pertarungan kami saja, kau tahu?" orang itu berjalan mendekati Rukia. "Jangan mencoba melukaiku, Grimmjow. Atau kau yang akan terluka!" ancam Rukia. Grimmjow tak memperdulikannya. "Dimana pacarmu yang tersayang itu, hah?" tanya Grimmjow sambil mengangkat dagu Rukia. "Memangnya siapa yang mau memberitahumu! Dan asal kau tahu dia bukan pacarku!" tegas Rukia. "Baiklah jika kau tidak mau memberitahuku." Grimmjow berjalan menjauh dari Rukia. "Apa yang akankau lakukan?! Jangan mencoba untuk mencarinya lagi!" Rukia benar-benar takut jika nanti Grimmjow akan bertarung lagi dengan Ichigo. "Tidak, tidak sekarang. Aku tidak punya selera untuk bertarung saat ini. Sampai jumpa, nona." Grimmjow menghilang meninggalkan Rukia sendiri. "Cih." gumam Rukia.

Morning, Karakura High School.

"Haaaahh, 3 hari lagi tugasnya dikumpulin nih. Mana harus dibaca di depan kelas pula. Merepotkan." keluh Ichigo. Renji memandang dengan tatapan kasian-deh-lo. Ichigo yang menyadarinya langsung membalas, "Bukannya di kasih dukungan kek apa kek. Dasar nanas." kata Ichigo. "Entar kubawain pasukan monyet buat dukung ente. Puas, Mr. Orange?" kata Renji. Ichigo membalas dengan pandangan yang tidak berkualitas.

"Heh, bisa diem ga sih kalian berdua? Berisik." kata Hitsugaya dengan tampang cool. "Oh ya, kalo Hitsugaya-san udah ngerjain tugasnya Ochi-sensei belum?" tanya Renji. "Udah, baru kemarin." Jawab Hitsugaya. "Iya, Toushirou baru ngerjain berduaan sama Hinamori, ya kan?" sindir Ichigo. Wajah Hitsugaya menjadi merah seluruhnya. "E-eh, diem kamu, Kurosaki!" kata Hitsugaya. "Wah, Hitsugaya-san nakal nih ya." Renji ikut-ikutan. Hitsugaya menjadi bulan-bulanan Ichigo & Renji. "AAAAARRRGGGHHH!!!" teriak Hitsugaya stress.

Tak lama kemudian, Mika dan teman-temannya datang ke kelas II-3, kelasnya Ichigo dkk. Mika, anak kelas III-5 yang berparas cantik dan berambut keriting panjang itu berhasil menarik perhatian semua anak laki-laki di kelas II-3 kecuali Hitsugaya. Begitu pula dengan teman-temannya yang juga modis, mereka semua terlihat sangat populer. "Eh eh itu Mika anak kelas III-5 kan? Yang jadi idola satu sekolah ini." tanya Renji. "Iya bener tuh. Ngapain ya dia ke kelas kita?" tanya Ichigo. "Hhh, dasar kalian semua ini rendah sekali." Kata Hitsugaya. "Eh dia nyamperin Hinamori tuh." kata Ikkaku yang baru datang. Hitsugaya yang tadinya sedang membaca buku dan tidak memperdulikan Mika dkk langsung menoleh ke arahHinamori. 'Apa yang akan mereka lakukan?' batin Hitsugaya curiga.

"Hinamori Momo." panggil Mika sopan. Spontan Hinamori menoleh dan melihat Mika dkk. Sejak tadi ia mengobrol dengan Rukia sehingga tidak menyadari keributan karena kedatangan Mika. "A-ah, ya. Ada apa?" jawab Hinamori gugup. "Begini, kami ingin minta bantuanmu. Bisa ikut kami sebentar?" tanya salah seorang teman Mika. "Eh, emm baiklah." Jawab Hinamori. "Siapa mereka?" bisik Rukia. "Entahlah. Kemarin lusa ia sempat menemuiku." Jawab Hinamori. "Tidak apa nih kau pergi sendirian? Aku ikut ya!" pinta Rukia khawatir. "Tidak usah Rukia-chan. Aku akan baik-baik saja." kata Hinamori menenangkan. Hinamori pun pergi bersama Mika dkk.

"Apa yang bisa aku bantu?" tanya Hinamori. "Sebenarnya ada seorang teman kami yang terkunci di toilet. Kami sudah mencari petugas sekolah tapi tak ketemu juga. Aku minta bantuanmu untuk mendobrak pintu bersama kami. Bisakah?" tanya Mika. "Tapi kenapa aku? Bukankah kita juga belum kenal dekat?" kata Hinamori. "Karena kau terlihat baik hati." Jawab Mika sambil tersenyum. Sampailah mereka di toilet perempuan. "Dimana teman kalian yang terkunci itu?" tanya Hinamori. "Itu, di toilet sana." jawab Mika sambil menunjuk toilet yang paling pojok. Hinamori berjalan menuju toilet itu. Ia mencoba membuka pintu dan ternyata tidak terkunci. "Loh, tidak ter-," Hinamori melihat seorang teman Mika yang sudah siap dengan gunting di tangannya. "A-apa yang akan kau lakukan?" tanya Hinamori. "INI yang akan kulakukan!" teman Mika yang bernama Aoi itu mendekati Hinamori dan menggerai rambut Hinamori paksa. Rambutnya yang berwana coklat itu dipotong tak beraturan. Dari belakang Mika, sudah siap dengan ember berisi air di tangannya. "Sepertinya rambut indahmu itu perlu dibasahi ya?" ujar Mika licik. "Jangaaaaaan!!!!" Hinamori tertunduk ketakutan. Tapi…

BRRUUSSHH

"Hah, makanya jangan sok ya mendekati Hitsugaya-sama! Dan itu aki-," Mika terkejut, tak bisa melanjutkan kata-katanya. Di depan matanya, bukanlah Hinamori yang kebasahan dengan rambutnya yang berantakan, tapi HITSUGAYA! "Maaf aku terlambat, Hinamori." ujar Hitsugaya lembut. "A-ah, hi-hitsugaya-sama.." Mika ketakutan, takut akan dibenci Hitsugaya. "Hi-hitsugaya-kun…" kata Hinamori. "Apa yang kalian lakukan HAH?" tanya Hitsugaya pada Mika dkk. "Ka-kami hanya…" Mika kebingungan, tidak tahu mau menjawab apa. "Aku akan melaporkan kalian pada kepala sekolah." ucap Hitsugaya. "Jangan! Kami mohon jangan laporkan kami! Bagaimana jika semua orang tahu? Kami akan dimusuhi dan dibenci!" pinta Mika. "Iya, kami mohon Hitsugaya-sama, jangan laporkan pada kepala sekolah.." Aoi ikut memohon. "Hitsugaya-kun, kasihan mereka. Maafkan saja ya?" pinta Hinamori. "Tidak." jawab Hitsugaya. "Kami mohon, Hitsugaya-sama!" kali ini Mika sampai berlutut memohon, begitu pula teman-temannya. "Hitsugaya-kun…" gumam Hinamori. "Apa kalian tahu yang kalian lakukan itu SALAH! Aku akan tetap melaporkan kalian. Itu akibatnya jika kalian mencoba melukai orang yang berarti bagiku!" ucap Hitsugaya lantang. Mika dkk terkejut. Wajah Hinamori merona merah, tak percaya apa yang baru saja dikatakan Hitsugaya. "Ta-tapi, Hitsugaya-sama..!" Hitsugaya tak mengacuhkan perkataan Mika. "Ayo, Hinamori." ajak Hitsugaya. "I-iya." Hinamori merasa sangat bingung. Apa maksud perkataan Hitsugaya tadi? Apakah yang dikatakannya itu sungguhan? "Hei, ayo masuk." ajak Hitsugaya. Hinamori yang sejak tadi melamun tidak sadar kalau ia sudah sampai di ruang kesehatan. Ia segera mencari handuk untuk mengeringkan Hitsugaya. Dikeringkannya rambut silver teman kecilnya itu dengan gugup. "Kalau kau merasa keberatan biar aku sendiri saja yang mengeringkannya." Hitsugaya menyadari tangan Hinamori yang gemetar. Bukan karena takut, tapi karena apa? "Ti-tidak, Hitsugaya-kun. Aku tidak keberatan."

Suasana hening menyelimuti mereka dalam waktu yang cukup lama. "A-aku.." ucap mereka bersamaan. "Kau duluan." kata Hitsugaya. "Tidak kau saja." balas Hinamori. Mereka terus berdebat tentang siapa yang harus menyelesaikan kata-katanya terlebih dahulu. Hitsugaya mengalah pada Hinamori yang tidak biasanya keras kepala. "Baiklah. A-aku, yang aku katakan tadi itu sungguh-sungguh, Hinamori. Jadi..apa tanggapanmu?" Wajah mereka berdua merah padam saat ini. Hinamori tidak tahu mau berkata apa. Ia senang sekali saat ini.

"Hinamori! Kau baik-baik saja kan?!!" Rukia membuka pintu dengan kasar dan melihat di sana ada Hitsugaya & Hinamori. "Hehehe, maaf mengganggu. Lanjutkan saja yaaa." Rukia nyengir gede dan langsung lari terbirit-birit agar tidak menganggu mereka. "A-ah, Hitsugaya-kun, aku…" Hinamori tak tahu apa yang ingin ia katakan sekarang. "Hitsugaya-kun, daisuki…" ucap Hinamori gugup. "Be-benarkah itu, Hinamori?" tanya Hitsugaya. Hinamori mengangguk, matanya terpejam gugup. Hitsugaya memeluk Hinamori. "Arigatou, Hinamori.." Hinamori membalas pelukan Hitsugaya dan tersenyum.

After School

"Hinamori pulang bareng Hitsugaya, Inoue ada rapat OSIS lagi. Pulang sendiri deh. Hhhh." keluh Rukia. Entah perasaan aneh apa yang mengganggunya, ia seperti dituntun insting dan berjalan menuju halaman bagian pojok sekolah. 'Ada apa ini?' batin Rukia.

Dan benar saja, disana sudah ada Grimmjow. "Untuk apa lagi kau datang kemari, hah?" tanya Rukia ketus. "Aku? Hahaha, tentu saja aku ingin bertarung dengan Ichigo! Saat ini aku sangat ingin bertarung. Beritahu aku dimana dia sekarang?" tanya Grimmjow. Rukia diam, ia berharap Ichigo sudah pulang ke rumahnya. "Hei, kenapa diam saja? BERITAHU AKU! Atau kau yang ingin kubunuh?" ancam Grimmjow. "Hah! Coba saja kalau bisa!" tantang Rukia. Tiba-tiba Grimmjow sudah ada tepat di hadapan Rukia, ia mendekatkan zanpakutounya ke leher Rukia. "Benarkah? Kalau begitu aku akan membunuhmu!" Grimmjow bersiap untuk menebas leher Rukia. Rukia terpejam pasrah. 'Biarlah, toh Ichigo tak akan celaka.' batin Rukia.

"Hentikan, Grimmjow!" teriak seseorang yang tak lain adalah Ichigo. "Muncul juga kau rupanya. Ayo kita mulai petarungan kita!" tantang Grimmjow. "Baiklah kalau itu maumu. Bankai! Tensa Zangetsu!" seru Ichigo. "Bankai lagi hah? Tetap saja kau tidak akan bisa mengalahkanku!" kata Grimmjow. Rukia hanya bisa terpaku melihat keduanya terus bertarung. Ia ingin sekali membantu Ichigo! Tapi tubuhnya terasa begitu kaku, tak bisa bergerak. Di tengah pertarungan, keduanya sudah terluka parah dan sama-sama merasa lelah.

"Grimmjow." Panggil Ulquiorra yang baru datang. "Jangan menganggu, Ulquiorra!" perintah Grimmjow. "Aizen-sama menyuruh kita untuk kembali." kata Ulquiorra. "Cih! Kenapa di saat begini! Baiklah sekarang terpaksa kita sudahi pertarungan kita, Ichigo. Jika kita bertemu lagi, kau akan mati di tanganku! Hahahahaha!" Grimmjow mengikuti Ulquiorra dan mereka menghilang. "Sialan.." ujar Ichigo.

"Ichigo!" panggil Rukia. "Baka! Lihat dirimu sekarang! Kau terluka parah! Seharusnya tadi kau lari saja dan biarkan aku mati!" teriak Rukia marah. "Kau.. Dasar, bukannya berterimakasih malah memarahiku. Lagipula aku tak akan membiarkanmu mati karena melindungiku. Itu tidak keren tahu." keluh Ichigo lemah. "Sekarang aku akan membawamu pulang!" Rukia membantu Ichigo berjalan sampai ke rumah Ichigo.


"Baiklah, aku pulang ya, Ichigo." kata Rukia. "Tu-tunggu, Rukia!" panggil Ichigo. "Tak bisakah kau menginap di sini, satu hari saja?" pinta Ichigo. "Hahaha, benar kan kau akan merindukanku setelah aku pindah?" kata Rukia puas. "Ya…" kata Ichigo pelan. Rukia yang mendengarnya terkejut dan wwajahnya sedikit memerah. "Ba-baiklah kalau itu maumu. Jangan piker yang macam-macam ya! Aku mau menginap disini karena aku takut Grimmjow akan datang lagi untuk membunuhmu!" kata Rukia. Ichigo tertawa kecil. "Itu berarti, kau…mengkhawatirkaku bukan?" goda Ichigo. "Ti-tidak! Tapi.. Ah sudahlah! Aku mau tidur!" Rukia tidak maumengakuinya. "Dasar..keras kepala.." gumam Ichigo.

KRRIIINGGG

"Moshi-moshi." jawab Yoruichi.

"Ah, Yoruichi-san. Ini aku Rukia. Aku akan menginap di rumah Ichigo untuk semalam. Boleh kan?" pinta Rukia

"Hmmm, yah baiklah kalau begitu. Jaga dirimu ya."

"Hai, arigatou Yoruichi-san!" Rukia menutup pembicaraan.

"Ada apa, Yoruichi?" tanya Urahara.

"Rukia menelepon, dia minta izin menginap di rumah Ichigo. Aku sedikt khawatir.." ujar Yoruichi.

"Tenang saja, mereka itu kan sudah besar pasti bisa menjaga diri." kata Urahara sambil merangkul Yoruichi. Yoruichi menyandarkan kepalanya di sisi Urahara.


Night, Hinamori's Room.

"Hhhh." Hinamori bungung apa yang harus dilakukan pada rambutnya yang kini tidak teratur. Aoi memotong rambutnya secara membabi buta, tak peduli hasil akhirnya nanti. Sekarang rambutnya terlalu pendek untuk dicepol. "Aha!" Hinamori langsung mendapat ide bagus. Ia segera mencari gunting dan apa yang dilakukan Hinamori pada rambutnya?

Morning, Kurosaki's House.

"Cepat, Ichigo! Kalau tidak nanti kita akan terlambat tahu!" omel Rukia. "Iya iya tunggu sebentar. Nah aku sudah siap! Kau ini ga sabaran banget sih!" kata Ichigo. "Biar. Lagipula kau ini ngapain sih? Kok lama banget. Dandan ya?" ejek Rukia. "Enak saja kau! Sudahlah ayo berangkat!" Mereka berdua pun berangkat ke sekolah bersama.

"Hahaha, Ichigo tukang dandan!" ejek Rukia di tengah perjalanan sambil berjalan mundur. "Diam kau! Kau tahu, kau sudah 9 kali mengejekku seperti itu selama perjalanan!" omel Ichigo. "Kalau begitu akan kubuat kesepuluh kalinya. Ichigo tukang dan-," Rukia tersandung, tapi dengan cepat Ichigo menangkapnya. "Aww." rintih Ichigo yang menjadi alas mendarat Rukia. "Kau ini gimana sih, baka! Makanya jangan jalan mundur sambil mengejekku, kualat kan sekarang!" omel Ichigo lagi. "Errr, Ichigo kau bisa melepasku sekarang.." kata Rukia yang lengannya dicengkram oleh Ichigo. "A-ah. Gomen ne.." Lagi-lagi wajah Rukia memanas, kali ini Ichigo juga. "A-ayo kita jalan lagi!" ajak Rukia mengalihkan keadaan.

Karakura High School.

Renji datang lebih awal dari biasanya dan melihat Ichigo sudah datang. Renji pun menghampiri Ichigo. Mereka mengobrol dan sesekali bertengkar kecil. Tak lama kemudian ia melihat Hitsugaya datang. Renji dan Ichigo yang sudah mengetahui hubungan antara Hitsugaya dan Hinamori tentu tak melewatkan kesempatan emas ini. Hah, untuk apa? Tentu saja untuk 'menyiksa' Hitsugaya.

"Ehem, eh Ichigo ada anak kecil yang udah pacaran loh." kata Renji. "Wah iya bener tuh. Ajaran siapa tuh ya?" balas Ichigo. "Tau deh. Bandel banget ya nih anak satu. Ckck." Kata Renji sambil melirik Hitsugaya. "Eeeeeeh, Nanas dan Jeruk, diem aja kalian!" kata Hitsugaya. "Biarin jeruk daripada anak kecil! Hahahaha." kata Ichigo puas. "Anak kecil kan belum boleh pacaran tauuuu." Renji ikutan lagi. "AAAAAAAARRRGGGHHH!!!!" teriak Hitsugaya stress untuk yang kedua kalinya.

TBC

Ishida: "Wah gue keren bet dah tuh!"

All: (memandang dengan pandangan jijik)

Ishida: (terpuruk di pojokan)

Hitsugaya: "AAARRRGHHH! Gue stresss!!"

Renji & Ichigo: "HAHAHAHA" (puas)

Nahoko: "Okeh! Ini balesan buat yang review!"

- Fujishiro Minami: Nih udah updateee, karoru-chan :D gomen, aku update duluan X( *sujud sembah*

- Yumemiru reirin: Gomen ne, berhubung saya suka sama UlquiHime jadi pairnya saya buat begitu hehehe *nyengir*

- BakaMirai : Enggak kok ga ganti, lebih jelasnya liat penjelasan saya di atas yaa.

- Cho-senpai: makasih atas sarannya ya cho-senpai :D

- Quinsi Vinsis: Ya betul, Shiro-chan memang populer. Huaa Shiro-chan loovee youuu *ngejar Shiro-chan*

- Black-Cat-Yoruichi: Hahaha kasian Ulquiorra dibuang. Ulqui, Ulquiorraaa *nyari Ulquiorra di tempat sampah*

- Karin Hanazono: Hehehe makasih, Karin :) wah Inoue banyak yang ga suka ya, makanya jangan suka sama Ichigo. Sama Ishida aja ya tuh kasian dia jomblo ck *dilempar Ishida*

- miyu-meong & Tie-manganiac-banget: arigatou!! :DD

- Danitachikoi: angsty? kalo ini angsty bukan? saya masih ga gitu ngerti yang kayak gituan hehehe *ditabok*

- himecchama: mereka emang kawaaaaiiii~ aah! Ulquiorra kapan kau keluar dari tempat sampah?? *dihajar Ulquiorra*

Nahoko: "Maaf kalo balesnya singkat, saya gatau mau bales apa." -_-

Ishida: "Silahkan review kalo mau, ga mau ya bagus." *digetok Nahoko*