Hey hey.. Kembali lagi… Berarti *Slurp* *mimisan lagi*

heheheh~~

Makasih banyak atas kritik *bukan flame* yang dikasih.

Masalah typo, akan dibenarkan segera!!!

Soalnya keyboardnya rada-rada baka gitu deh *alibi* terus nulis*ngetik*nya malem-malem *alibi lagi*....!!! -.~

Yuri Yuri. Sekarang bagiannya Yuri.

Mudah-mudahan gak ada anak kecil yang baca. Ketakutan bikin yang rate M adalah ini.

Pesta Hallowen Para "Gadis"

Konoha Gakure – Peringatan hallowen sebentar lagi akan diadakan. Para murid SMA Konoha sibuk memilih kostum yang sesuai untuk mereka. Sama halnya dengan murid lainnya Sakura, Ino, dan Tenten pun sibuk untuk memilih dan membeli kostum yang akan mereka kenakan nanti. Seperti biasa, pasti, dan haruslah mereka tampil sebagai ninja terseksi di acara hallowen nanti.

Hiruk-pikuk SMA Konoha terlihat sejak pagi tadi. Banyak yang berlalu-lalang membawa propeti. Ada yang memasang hiasan-hiasan jack 'o' pumpkin di setiap sudut sekolah. Ada yang menghias panggung di lapangan sekolah. Ada juga yang mengganti poster-poster di lorong sekolah dengan artikel-artikel serta brosur-brosur acara untuk nanti.

Di salah satu kelas terdengar obrolan ketiga gadis ini.

"Hey kawan!! Gimana malam Hallowen kita??" ujar Sakura membuka pembicaraan.

"Biasa lha!! Tampil seksi harus dong!!" jawab Tenten.

"Yah!! Tahun lalu juga lo tampil biasa aja. Gak sedikit pun horny gua liat lo." ujar Ino.

"Tahun lalu kan emang gua belom berani tampil seksi. Tahun ini liat aja berapa cowo yang ngacret hidungnya sehabis melihat gua tampil seksi."ujar Tenten membela dirinya.

"Taruhan!! Kita Taruhan!!" ujar Ino.

"Udah!! Udah!! Jangan berantem di sini. Tenang kita semua harus tampil seksi..!!" ujar Sakura.

"Kita taruhan!! Siapa yang paling seksi bakal dapet hadiah!!" ujar Ino.

"Hadiahnya apa??" ujar Tenten menanggapinya serius.

"Hadiahnya. Hm...~ ya kepuasan lah!!" ujar Ino.

"Heh!! Emangnya kepuasan dari siapa??" ujar Sakura.

"Dari cowo lha~!!" ujar Ino.

"Siapa?? Siapa??" ujar Tenten.

"Pokoknya ada deh!!" ujar Ino.

"Konohamaru lagi" ujar Tenten.

"Nggak!! Jangan!! Bisa malu kita." ujar Sakura.

"Ya nggak lha. Kali ini dijamin puas." ujar Ino.

Akhirnya mereka bertiga menyepakati taruhan tersebut. Itu artinya mereka bertiga harus tampil sangat seksi malam nanti di pesta hallowen.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Pesta perayaan hallowen tinggal 1 hari lagi. Sakura masih kebingungan dengan kostum apa yang akan ia kenakan nanti. Ia berjalan-jalan ke toko kostum. Ia memilih-milih gaun di salah satu butik di pertokoan itu. Ia lebih memilih gaun karena ia lebih percaya diri tampil di depan orang banyak. Ia memilih berbagai macam gaun, namun tak ada juga yang cocok baginya.

"Hey Sakura!! Lagi milih gaun buat nanti ya." suara seorang wanita mengagetkan Sakura yang sedang memilih gaun.

"Eh!! Ino!! Lo sendiri. Di sini!!??" tanya Sakura heran.

"Nggak!! Nggak!! Gua udah dapet buat besok malam. Gua ke sini cuman mau liat-liat gaun koleksi terbaru aja." ujar Ino.

"Owh. Gua lagi bingung." ujar Sakura.

"Bingung?? Kenapa?? Lo gak mau menang taruhan kita?? Tampil seksi kan gampang say." ujar Ino.

"Iya seh tapi..." ujar Sakura.

"Sini gua bantu cari. Tenang gua gak bakal curang. Lo puas gua juga ikut puas ko." ujar Ino.

Akhirnya mereka berdua memilih-milih pakaian yang pas dan seksi untuk Sakura. Berbagai gaun sudah dipilihkan oleh Ino. Namun Sakura hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Sampai pada akhirnya,

"Yang ini seksi kan??" tanya Ino sambil memperlihatkan sebuah gaun berwarna biru agak tua dengan variasi merah.

"Warnanya gua suka, tapi apa modelnya....???" Sakura tampak kebingungan.

"Dicoba dong say!!" ujar Ino.

"OK!! gua coba!!!" ujar Sakura. Mereka berdua pun langsung mencari kamar pas.

Sesampainya di kamar pas. Sakura masuk kamar pas namun Ino juga ikut masuk kamar pas.

"Lo ko ikut-ikutan seh??" tanya Sakura.

"Biar gua bisa liat lha~" ujar Ino.

"Owh OK!" ujar Sakura. Sakura kemudian mencoba gaun tersebut. Namun..

"Bajunya gak dibuka?? Nanti kan gak tahu pas apa nggak??" ujar Ino.

"Betul juga ya!" kemudian Sakura membuka jaket merahnya. maka terlihatlah bra berwarna pink. Lalu ia hendak memakai gaun tersebut. Tapi Ino kembali.

"Celananya juga!! Nanti belahannya rusak loh!!" ujar Ino.

Sakura kemudian melepas celana hitamnya. Dan kini baik bra maupun celana dalamnya terlihat sangat serasi berwarna pink dengan kulitnya yang putih.

"Nah!! Sekarang baru pake!" ujar Ino.

Sakura kemudian mengenakan gaun yang dipilih Ino untuknya. Ia mengenakannya. Namun, ada sesuatu yang aneh. Belahan gaun ini sangat panjang, sehingga paha sebelah kanannya yang mulus bisa terlihat sangat jelas. Hampir semua pahanya bisa terlihat. Belahan di lehernya pun sangat berani, sehingga jika ia tak memakai bra belahan dadanya akan sangat terlihat jelas. Di bagian belakang sangat terbuka, jika memakai bra maka kaitan bra di belakangnya akan terlihat dan gaun tersebut akan tampak tak serasi dengan garis bra di belakangnya. sebuah tali menggantung di leher Sakura. Tali ini merupakan satu-satunya pengaman gaun ini. Jika talinya dilepas maka gaun akan dengan mudahnya jatuh ke bawah.

"Bra kamu dilepas!! Biar lebih bagus kelihatannya!!" ujar Ino.

"Betul juga ya..! Kalo gini keliatannya jelek" Sakura kemudian melepaskan pengait bra di punggungnya. Dan terlepaslah bra tersebut.

"Nah kan seksi!!" ujar Ino.

Sakura memutar-mutarkan tubuhnya. Benar saja bagian atas gaun ini sangat terbuka. Belahan dada Sakura terlihat dengan jelas. Apalagi bila tangannya dinaikan ke atas akan jelas terlihat payudara Sakura yang tidak begitu besar.

"Waw!! Kalo gini semua cowo bakal!!!" ujar Sakura. Tiba-tiba Ino memeluk Sakura dari belakang. Sakura tersentak.

"Ino !! Ngapain lo!!" ujar Sakura sedikit berbisik, karena takut terdengar orang di luar kamar pas.

"Lo seksi banget!! Gua jadi horny ngeliat lo." ujar Ino. Ino menciumi tengkuk Sakura. Ia meniup-niupkan angin dari mulutnya di sekitar daerah telinga Sakura. Ini membuat birahi Sakura naik, darahnya berdesir, dan nafasnya memburu. Sakura tak kuasa menahan gairah dari tubuhnya, tubuhnya ingin ambruk tapi pelukan Ino begitu kuat. Ino masih menciumi tengkuk Sakura, kini ia menju ke samping leher Sakura. Kepala Sakura mendongak ke atas. Lenguhan Sakura keluar dari bibirnya.

"Euh~~` SShhhhh~~." Sakura tidak berani mendesah keras seperti biasa karena ia takut ketahuan oleh orang lain di luar sana.

Kini tangan Ino menuju payudara Sakura yang bebas tersibak akibat gerakannya yang lepas kendali. Tangan kanan Ino berhasil menggapai payudara kiri Sakura. Diremas-remasnya payudara itu, putingnya tak lepas dari keliaran tangannya itu.

Tangan kiri Ino kini turun ke bawah menyibakan belahan gaun yang panjang itu. Digapainya pinggiran celana dalam Sakura dan dilepasnya celana dalam itu hingga paha Sakura. Ino mengelus-elus daerah V Sakura yang sudah basah. Kelihatannya Sakura sudah termakan rangsangan yang Ino berikan.

Sakura melenguh kecil ketika jari telunjuk Ino masuk ke daerah V dan mengocok-ngocok seluruh isinya.

"Ach... ach.. uh~!!" lagi-lagi Sakura hanya berani mendesah kecil.

Tak lama Ino setelah memberikan rangsangan pada Sakura, tubuh Sakura mengejang. Ino merasakan telunjuknya lengket oleh cairan Sakura. Sakura terengah-engah, dia mendapati orgasmenya dengan berdiri.

"Buka gaunnya nanti kusut. Lagian lo keringetan nanti basah." ujar Ino.

"Tapi apa gak ada kamera di sini?" tanya Sakura.

"Gak mungkin lha~ orang masang kamera di kamar ganti, nanti bisa diprotes tahu." ujar Ino meyakinkan Sakura. Sakura kemudian melepas gaunnya. kini tinggal celana dalam yang tersibak saja yang melindungi tubuh Sakura.

Ino menarik tubuh Sakura hingga mereka berhadapan. Ino mulai mencium Sakura. Sakura membalas ciuman Ino dengan memutar-mutarkan lidahnya di dalam mulu Ino. Ino kembali meremas payudara Sakura. Sedangkan tangan Sakura menyusup ke celana Ino dan celana dalam Ino. Ternyata Ino juga sudah basah sedari tadi.

Ino mendorong tubuh Sakura ke belakang dan dia mulai melepaskan celana dan celana dalamnya, hingga kini ia hanya memakai bajunya saja.

"Jilati aku say!!"perintah Ino.

Ino merapatkan tubuhnya ke pojokan dinding ia sedikit mengangkangkan kakinya untuk mempermudah Sakura. Sakura langsung berjongkok dan menjilati daerah V Ino. Tangan Sakura membantu menopang tubuh Ino dengan memegang kedua paha Ino. Ino mendesah namun sedikit tertahan. Mereka sadar apa yang dilakukannya di sini adalah tempat umum.

"Ach.. ach!! Gua nyampeeee~~~!!" tubuh Ino mengejang Sakura menjauhkan mukanya dari daerah V Ino, karena ia tak mau mukanya basah oleh cairan itu ketika ia keluar dari kamar pas ini. Cairan Ino menetes di lantai kamar pas.

Kemudian mereka cepat-cepat merapihkan diri mereka dan keluar dari kamar pas lalu membayar gaun tersebut.

Di luar butik Ino berpamitan pada Sakura.

"Gua cabut dulu ya. Makasih ya yang tadi." ujar Ino mengedipkan sebelah matanya ke Sakura. Ino kemudian meremas pantat Sakura.

"Sama-sama ya!!" Sakura mengajak berpelukan dengan Ino. Mereka saling meremas pantat mereka.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Malamnya, setelah kejadian tadi siang Sakura kini sendiri di rumahnya. Keluarganya ada keperluan mendadak ke Ame Gakure. Sakura merasa kesepian. Dipilih-pilihnya daftar DVD di kamarnya. Semuanya sudah sering ditontonnya.

Sakura mendekati ponselnya ia mengetik sesuatu.

Ino, temenin gua dong!

Gua sendiri di rumah.

Terserah deh mau ngapain gua

Dateng ya, say

-Sakura-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Delivered to :

.Ino

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Tak lama pesan balasan dari Ino muncul.

Maaf Sakura sayang. Gua sendiri sibuk.

Sebentar lagi Hallowen

jadi pesanan bunga di toko

tiba-tiba di luar perkiraan

Maaf, malem ini gak bisa muasin kamu.

Salam sayang

-Ino-

Raut wajah kekecewaan muncul di wajah Sakura. Tapi, dia masih punya satu teman lagi buka?

Ten, temenin gua dong.

Gua sendiri. Bawa hiburan gitu ke sini.

Gua BT.

-Sakura-

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Delivered to :

.Ten"

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Lama sekali ia menunggu, namun Tenten tak kunjung hadir. Sakura kembali kecewa. Ia berpikir, ia akan sendiri malam ini. Ia sudah bosan berswalayan. Tapi sudah sering juga ia melakukan kegilaan seperti siang tadi dengan teman-temannya.

Tiba-tiba.. *teng-tong* suara bel rumah Sakura berbunyi.

"Siapa itu??" pikir Sakura. Sakura bergegas turun dan menuju pintu rumahnya. Di buka pintunya ternyata.

"Hey!! Sakura..!! Sorry ya gua gak bisa bales. Pulsa gua abis. Jadinya gua ke sini aja." ternyata yang datang adalah Tenten.

"Jadi lo ke sini cuman bilang lo gak bisa dateng??" tanya Sakura.

"Ya. nggak lha~!! Ngapain juga gua ke sini jauh-jauh." seru Tenten. Wajah Sakura berubah gembira.

"Ya udah!! Masuk. Langsung ke kamar aja udah malem." ujar Sakura tampak gembira.

-Di Kamar Sakura-

"Sakura, gua ganti baju dulu ya!! minjem kamar mandi lo. Sekalian mandi, tadi abis latihan soalnya." ujar Tenten.

"Jadi lo dah malem gini blom mandi?? Pantesan tadi bau." ujar Sakura.

"Dasar lo.! Nanti kita ngobrolin Hallowen ya!!" kata Tenten.

"Sep!! Udah sana mandi dulu." perintah Sakura.

Ketika Tenten mandi, Sakura mengganti pakaiannya dengan gaun tidur merah dari bahan katun berbentuk terusan pendek mirip daster dengan dua tali tipis di masing – masing pundaknya. Ia kemudian melepas branya, memang kebiasaanya tidur tidak menggunakan bra *mungkin kebiasaan cewe*

Tenten sudah selesai mandi. Ia mengenakan piyama kuning *yang dipakainya di chapter sebelumnya* satu stel dengan celana panjangnya. Ia mengusap-usapkan handuk ke rambutnya. Kelihatannya Tenten juga tidak menggunakan bra *memang kebiasaan cewe mau tidur gak pake bra, tapi sexy.. Lanjut~~~*

"Gimana Hallowen lo tampil seksi kan??" tanya Tenten membuka pembicaraan.

"Beres.!! Tadi siang baru aja gua beli kostumnya." ujar Sakura.

"Tapi gua kali yang bakal menang taruhan. Terus ~euh...~ ama cowo itu deh." ujar Tenten.

"Mang lo dah tahu cowonya siapa??" tanya Sakura.

"Belom!! Gua harap seh Neji. Hahahah~" ujar Tenten.

"Mending Neji, kalo lele raksasanya Chouji??" Tanya Sakura.

"Yang penting puas!!" ujar Tenten.

"Puas tapi V lo robek mau??" Tanya Sakura kembali.

"Gak usah dipirin lha~! Yang penting Have Fun aja!!!" ujar Tenten.

"Ten, gua BT lo bawa hiburan gak. DVD gua bosen semua kan.!!" ujar Sakura.

"Ada, gua bawa film baru. Mau yang full??" tanya Tenten.

"Lo bawa DVD BF lagi??" tanya Sakura.

"Katanya hiburan??" ujar Tenten.

"Mana keluarin!!" perintah Sakura. Tenten pun mengeluarkan sebuah DVD dengan cover depan berjudul "Icha – Icha xXx : Heaven Paradise".

"Ini DVD terbaru kakek Jiraiya??" tanya Sakura.

"Ya eyalah.!!!" ujar Tenten.

"Tapi yang maen bukan kakek Jiraiya sama Tsunade-sama lagi kan?? Gua nonton DVD sebelomnya yang maen mereka berdua jadi enek gua." ujar Sakura.

"Bukan, ini yang lebih muda. Sangat muda.!!" ujar Tenten.

"OK mainkan!!" perintah Sakura.

DVD itu pun dimasukkan ke dalam DVD player. Tak lama film pun dimulai, film ini dibintangi oleh Sora Midori. *mirip siapa ya namanya*

"Wah ini seh. Favorit gua." ujar Sakura. Sakura tidur tengkurap di atas kasur. Sedangkan Tenten duduk di bawah tepat di depan Sakura. Keduanya tertuju pada video yang diputar.

Film yang diputar mengisahkan seorang wanita yang tengah berpesta hallowen hanya memakai topeng perak dan sedang "bermain" dengan seorang pria bertopeng kabuki. Lele pria tersebut mengacung-acung, ditampar – tamparkannya lele itu di pipi sang wanita bertopeng, hingga lele itu mengeras dan membesar.

Sakura mulai tak tahan menahan birahinya, nafasnya memburu. Hal ini diketahui Tenten.

"Sakura lo horny ya?/" tanya Tenten.

Sakura mengangguk, ia menggesek-gesekan daerah V-nya di atas kasur. Sepertinya Sakura sudah mulai basah.

Adegan di video semakin hot, ketika pria lain bertopeng godzilla masuk dan langsung memasukkan lele miliknya ke daerah V wanita yang sedang menungging melahap lele si kabuki.

Tenten terlihat mulai membuka kancing-kancing baju piyamanya sendiri. Dan payudaranya tersembul keluar. Tenten meremas – remas payudaranya sendiri. Namun tangannya ditepis oleh Sakura.

"Daripada sendiri mening sama gua aja." bisik Sakura yang kemudian meremas payudara kanan Tenten.

Tenten mulai mendesah-desah. Sakura kini meremas kedua payudara Tenten dari belakang. Sedangkan Sakura masih di atas kasur dan Tenten di bawa tersandar. Kepala Tenten mendongak ke tepi kasur. Hal ini menyebabkan kepalanya tepat di depan Sakura. Tanpa basa-basi, Sakura melumat bibir Tenten. Dengan posisi mereka yang aneh. Sakura di atas kasur dan Tenten bersandar di depannya.

Lidah Sakura berputar-putar di dalam mulut Tenten. Sakura melepaskan ciuman mereka.

"Tenten, kita selesaikan di atas kasur saja.!!" ujar Sakura.

Tenten mengangguk dan kemudian ia naik ke atas kasur bersama Sakura. Di atas Kasur, Tenten mulai menaiki tubuh Sakura. Dilepaskannya kedua tali yang menggantung di pundak Sakura. Ditariknya gaun malam Sakura sedikit ke bawah. Dan tersembulah payudara Sakura yang agak kecil itu. diremasnya payudara Sakura sambil tetap berciuman. Mereka saling remas.

Tangan Sakura berusaha menggapai celana Tenten. Namun tidak sampai, Tenten lalu membantu Sakura dengan melepaskan celananya sendiri, begitu juga dengan celana dalamnya yang sudah basah karena daerah V-nya yang memang cepat basah dibandingkan Sakura dan Ino.

Tangan Sakura langsung menuju daerah V Tenten. Ia menggosok-gosokan jarinya di sekitar daerah V Tenten. Tenten tak kuasa menahan nikmatnya. Hingga ia mendesah.

"Ach~~ ach~ ssshhshshs~~ masukin tangan lo Sakura" Sakura tak menghiraukan perintah Tenten, ia bermaksud menyiksa Tenten lebih dengan hanya menggosokan jarinya di luar daerah V Tenten.

"Ach~~ Sakura jangan nyiksa gue..!!" Sakura iba pada Tenten yang sudah sangat horny padanya. Sakura pun merasa Horny, apalagi ketika melihat kini ada tiga pria di video tersebut sedang "bermain" dengan wanita bertopeng itu. Seorang kabuki, seorang Godzila, dan seorang lagi terlihat berpakaian Anbu. Sakura merasa kenal dengan yang berpakaian Anbu. Tapi ia tidak peduli. Sekarang yang ia rasakan jari-jari Tenten sudah melepaskan celana dalam Sakura, dan menusukannys ke daerah V Sakura.

"Ach~ Ach~ lebih dalam lagi.." Sakura merasakan nikmat yang sangat membutakan pikirannya sekarang. Walaupun Sakura memberi perintah pada Tenten untuk memperdalam tusukannya, namun jari Tenten tak dapat mencapai jangkauan seperti lele yang sesungguhnya. Tenten hanya dapat memilin-milin biji kacang Sakura. Tubuh Sakura mengejang dan....

"Ach~ gua klimaks...!!" tubuh Sakura mendongak ke atas menyebabkan payudaranya menyembul menantang Tenten untuk menghisapnya. Tenten pun menghisap Payudara Sakura. Sakura semakin mengejang, cairannya keluar dengan derasnya menetes ke tempat tidurnya.

Kini Tenten menaikan tubuhnya. Ia mengarahkan daerah V-nya tepat di depan muka Sakura. Sakura pun mulai menjilati daerah V-nya. Sakura berhasil menemukan biji kacang milik Tenten. Dihisapnya biji kacang itu. Ia hisap, lalu digigit kecil yang menyebabkan Tenten menjerit kecil. Tapi Sakura tidak menghiraukannya. Ia terus menjilati daerah V Tenten. Tenten ikut mengimbangi permainan Sakura dengan menaik turunkan tubuhnya. Ini membuat payudaranya bergoyang bebas. Hal ini tak disia-siakan oleh Sakura. Tangan Sakura bergerak nakal ke tubuh Tenten, sesekali ia menggelitik pinggang Tenten yang mengakibatkan Tenten menekankan daerah V-nya ke muka Sakura, sehingga Sakura tak bisa nafas disumpal oleh daerah V Tenten. Tangan Sakura sudah bergerak bebas memilin-milin benda keras di payudara Tenten.

Tak lama Tenten merasakan tubuhnya merinding dan desahan panjang keluar dari mulutnya.

"Ach~~ ach~~ klimaks terus jilat" goyangan Tenten semakin cepat. Sakura pun mempercepat frekuensi jilatan di daerah V Tenten. Dan cairan Tenten pun tertumpah di muka Sakura. Tubuh Tenten ambruk di samping Sakura. Wajah Sakura dipenuhi oleh cairan milik Tenten.

Sakura menjilati cairan-cairan yang dapat ia jangkau dengan lidahnya. Melihat hal itu, Tenten bangkit dan mencium bibir Sakura. Setelah Tenten mencium bibir Sakura, kemudian ia menjilati sisa – sisa cairannya sendiri di wajah Sakura. Sambil membisikan kata-kata.

"Makasih, Sakura. Kau memang yang terhebat. Laki-laki itu pasti puas bila kau yang menang taruhan." bisik Tenten.

"Sama, laki-laki itu juga akan puas bila mendapatkanmu. Tidak!! Kita bertiga akan membuat puas laki-laki itu kan??" ujar Sakura.

"Kamu benar." ujar Tenten.

Tak terasa hampir 3 jam permainan mereka. Layar TV di kamar itu pun sudah berubah menjadi biru pertanda DVD yang diputar oleh mereka sudah habis. Tak sadar mereka tertidur di kasur dengan keadaan yang tersibak dimana-mana.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Paginya, Sakura terbangun lebih awal dari Tenten. Ia segera ke kamar mandi dengan langkah yang tak teratur, raut wajahnya menggambarkan kelelahan yang sangat besar. Ia menuju kamar mandi bermaksud untuk membersihkan diri.

Selesai Sakura mandi, ternyata Tenten masih tidur juga. Kemudian ia melilitkan handuk putihnya di tubuhnya, ia mendekati tubuh Tenten yang tergeletak di kasurnya. Terlihat daerah V Tenten yang merah dan masih terlihat sisa-sisa cairan yang mengering. Sakura menjulurkan lidahnya ke daerah V Tenten. Ia putar-putarkan lidahnya di sekitar daerah V itu.

Tak berapa lama, Tenten tersentak kaget. Namun Sakura tetap melanjutkan menjilati daerah V Tenten. Hingga...

"Ach....~~!!" Tenten mendesah panjang. Sakura menjauhkan wajahnya dari daerah V Tenten. Dan keluarlah cairan yang menetes di kasurnya.

"Mandi dulu gih sana!!" Ujar Sakura.

Selesai mandi dan sarapan, Tenten berpamitan pada Sakura.

"Gua cabut dulu ya!!" ujar Tenten.

"Iya, makasih ya.. Dah nemenin gua!!" ujar Tenten.

"Iya sama-sama. Sering-sering aja lo sendiri kaya gini kan asik." ujar Tenten.

"Bukannya kita udah sering ya??" kata Tenten.

"Kalo cuman berdua gini kan jarang. Oh ya!! Jangan lupa taruhan dan tampil seksi malam ini!!" ujar Tenten mengedipkan sebelah matanya.

"Seph~ ^.~b !!!" ujar Sakura.

Tenten pun pamit dari rumah Sakura.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

TO BE CONTINUED

SEE YOU...

NEXT CHAPTER WILL BE THE HALLOWEN PARTY.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

Spoiler buat chapter berikutnya.

Akan ada Anbu!!!!

Siapakah dia???

Penyusup di pesta!!!

Makin mendebarkan.!!!

Aduh tintanya abis ^o^.

Capeknya nulis....!!!!!

Salam hangat dari penaku nyu~....

Harus sedikit (BANYAK) (SEMUA) disensor nih~.

Soalnya dapet teguran dari orang lain.

Heheheh~

Review ya..!!!