Yo.!! Update dari chapter 2 yang bersambung.

Huhuhu~ Kali ini gak YURI dulu ya!!

buat YURI nanti aja. Biar gak pada bosen. Sekarang agak sedikit YAOI, (sedikit banget tapi, cuman sekilas)

tapi belum tahu siapa coba yang YAOI??

^o^ kita baca nyu nyu nyu~~~!!!

Pesta Hallowen Para Gadis

(Part 2)

Konoha Gakure – Pesta hallowen yang sudah ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga. Di setiap sudut desa dipenuhi dengan berbagai aksesoris dan hiasan bertemakan hallowen. Di sepanjang jalan dipenuhi gantungan-gantungan jack o pumpkin. Suasana pesta hallowen di desa ini cukup meriah, terutama pesta malam hallowen SMA Konoha yang diadakan setiap tahunnya. Pesta kali ini merupakan pesta Hallowen kesua Sakura , Ino, dan Tenten. Kini mereka merasa bebas unyuk mengekspresikan diri mereka. Tahun lalu mereka masih malu-malu menunjukan jati diri mereka, maklum mereka masih junior di SMA saat itu.

SMA Konoha malam hari – Entah mengapa suasana SMA Konoha kini terlihat lebih menyeramkan dari sebelumnya. Dekorasi hallowen sangat terasa di sekolah ini. Pintu gerbang sekolah sengaja diganti dengan pintu gerbang tua yang bila dibuka akan menimbulkan bunyi "krriittt". Namun suasana di aula sekolah berbeda dengan suasana di depan sekolah.

Aula sekolah mulai dipenuhi para siswa yang datang dengan kostum mereka masing-masing. Ada yang berkostum kappa, kabuki, geisha, dracula, ada yang tampil lucu dengan kostum boneka keledai, singa, bahkan ada juga yang memakai kostum boneka kyuubi, ada pula yang berkostum sebagai tokoh ninja masing-masing seperti, legenda sannin dan para hokage terdahulu. *aduh ini cosplay apa hallowen seh?? maklum orang yang nulis lagi asik-asiknya bercosplay ria. lanjut!!* Namun Sakura, Ino, dan Tenten belum terlihat di kerumunan ini.

Terdengar pembicaraan wanita di luar aula sekolah.

"Eh, Ino. Gua harus ganti pakaian ini. Pakaian ini terlalu..." seru seorang wanita bersayap dengan topeng perak. Ternyata wanita itu adalah Sakura yang merasa tidak nyaman dengan gaun yang ia gunakan *gaun yang dibelinya di chapter sebelumnya*.

"Ayolah Sakura!!! Lo mau menang taruhan itu kan!! Lo tampak seksi malam ini!!" seru wanita bercadar yang berpakaian penari belly dance yang mempertontonkan perutnya yang indah itu. Namun pakaian yang ia kenakan tampak agak transparan sehinnga bila terkena cahaya maka pakaian dalamnya akan terlihat. Wanita ini adalah Ino.

"Ya udah, kalo lo gak mau. Paling-paling juga gua yang menang!!" seru wanita yang lain, yang tidak lain adalah Tenten. Ia memakai tema kostum cheer leader namun di sekujur kostumnya dipenuhi noda-noda merah seperti darah. Namun ia tampak seksi dengan rok yang super mini yang ia kenakan.

"Ya udah!! Demi taruhan!!" ujar Sakura.

"Hehehe! Gitu dong sayang!" ujar Ino sambil mencubit paha Sakura yang bebas terlihat dari belahan gaunnya.

"Ayyo!! Jadi, tunggu apa lagi!! Ayo kita masuk sekarang." ujar Tenten menarik kedua tangan temannya.

Mereka tiba di depan pintu gerbang aula sekolah yang sudah dipenuhi dekorasi hallowen. di dalam aula memang tampak gelap dengan penerangan lilin – lilin di dalam labu hias. Suasana di dalam sudah dipenuhi oleh murid – murid yang sedang menikmati sajian musik.

"Kita masuk sekarang!!." ajak Ino. Kemudian mereka masuk ke aula sekolah itu. Tak banyak yang menyadari kedatangan mereka. Hanya beberapa orang saja yang melihat mereka dan hanya melempar senyum pada mereka, karena selain tempatnya gelap wajah mereka pun sulit dikenali dengan kostum yang mereka kenakan.

"Aduh, gelap banget ya!! kalo gini gimana caranya cowo-cowo bisa lihat keseksian kita." ujar Tenten.

"Lebih baik begini!! Daripada gua harus malu menggunakan pakaian ini. Mereka kan belum tahu sifatku yang sebenarnya." ujar Sakuira.

"Sudah lah!! Nanti juga mereka akan tahu." ujar Ino.

Suasana jamuan pesta hallowen ini cukup meriah. Alunan musik horor memenuhi ruangan aula sekolah ini. Di sisi kanan dan kiri telah tersaji berbagai makanan dan minuman. Beberapa pelayan "serigala" bahkan berputar-putar membawa minuman untuk para pengunjung.

"Kita nyari makanan aja yu!!" ajak Tenten kepada kedua temannya.

"Dasar!! Makanan aja yang dipikir!!" ujar Ino.

"Sudah lah~!! Ayo kita cari makanan. Perutku juga sudah mulai berbunyi. Lagian salah satu dari kita butuh energi untuk malam ini kan??" ujar Sakura.

"Iya!! Iya!!" ujar Ino.

Mereka berdua segera mendatangi meja bagian kanan tempat jamuan makan disajikan. Sangat banyak makanan di sajikan, uniknya makanan-makanan ini disajikan dengan nuansa horor yang kental seperti minuman berwarna merah yang diibaratkan darah, sushi yang disajikan di atas dekorasi tengkorak manusia, berbagai buah-buahan yang di sajikan di dalam labu jack o pumpkin, dan lain sebagainya.

"Wa bingung juga mau makan apa??" ujar Tenten kebingungan dengan makanannya. Sementara kedua temannya sudah siap dengan makanan mereka masing – masing.

"Tenten ya..!!!" tiba-tiba pundak Tenten serasa disentuh seseorang yang memanggil namanya. Tenten pun tersentak kaget. Ia membalikan badannya dan...

"Rock Lee!!" ujar Tenten. Orang yang menepuk pundak Tenten adalah Rock Lee.

"Bagaimana kau bisa mengenaliku?? Padahal aku sudah berusaha memakai kostum ini agar tak ada yang mengenali diriku!!!" ujar Rock Lee sedikit histeris.

"Hehehe~ Bagaimana mungkin lo gak bakal dikenal kan..." ujar Tenten sambil menunjuk pakaian yang dikenakan Rock Lee.

"Itu, bukannya pakaian hijau yang sering digunakan??" tanya Tenten, ekspresinya mulai berubah ketika mengatakan hal ini.

"Tidak!! Bukan ini pakaian yang berebeda!!" ujar Rock Lee.

"Bagian mana yang beda." Ujar Tenten sambil melihat-lihat pakaian Rock Lee.

"Emang itu pakaian siapa seh??" tanya Tenten kembali.

"Ini..!!! Akulah Guru Gai!!!! Hahahah~~~~" ujar Rock Lee sambil bergaya seperti pak guru Gai lengkap dengan cahaya di giginya.

"Pantes!! Baju kalian kan sama. Jadi apa bedanay!!" ujar Tenten.

"Terus..!! Lo bisa tahu ini gua??" ujar Tenten kembali. Tiba-tiba...

"Tenten!!! Itu Tenten ya!!" ujar seseorang yang dari suaranya dia adalah seorang laki-laki.

"Eh~!!!" Tenten menoleh ke arah suara itu berasalh. Tiba-tiba lseorang laki-laki tergesa-gesa datang.

"Guru Gai??" ujar Tenten.

"Bagaimana kau tahu ini aku??" ujar laki-laki yang ternyata adalh guru Gai.

"Eh~ kalian ini benar-benar mirip ya?? Jangan bilang kalau guru adalh Rock Lee." ujar Tenten.

"Hohohoho~ benar sekali aku adalh Rock Lee yang sangat enerjik. Betul kan guru??" ujar Guru Gai sambil mempraktekan tendangan-tendangan dan menunduk pada Rock Lee.

*aduh kalo bingung. !!! Intinya Rock Lee dan Guru Gai saling bertukatr pakain. Jadi Rock Lee adalah Gai dan Gai adalah Rock Lee. ~.~ makin bingung kan!!*

"Guru Gai. Kau menghormat padaku?? Aku jadi terharu." ujar RockLee, air matanya yang deras pun mengalir dari matanya. Seperti biasa pasangan ini pun *lho?? Pasangan?? ada yang setuju gak Gai x Rock Lee?? hahah~* saling berpelukan dan menitikan air matanya.

"Iya Guru." ujar Gai.

"Bahkan kau menganggapku guru?? Huwa~~~ Guru Gai aku benar-benar terharu." ujar Rock Lee. Mereka pun saling berpelukan tiba-tiba deburan ombak muncul dari belakang mereka. *seperti biasa ya!! Lebay!! Aduh kapan adegan "Euh"nya ya??*

"Aduh!! Lebih baik aku meninggalkan tempat ini." ujar Tenten. Ia segera menuju teman-temannya yang menunggunya di belakang. Tapi...

"Tenten.. Tunggu dulu!!" ujar gurunya Gai.

"Eh~ ada apa guru??" tanya Tenten.

"Kau seksi sekali malam ini!! Dan... uhm..*sambil berakting pura-pura batuk* warna pink dan renda yang bagus." ujar Gai, tiba-tiba darah mengucur dari hidungnya.

"Eh~ eheheheh~ itu.. Ah~ aku sudah ditunggu teman-temanku." ujar Tenten.

"Wa~ bagaimana guru bisa tahu warna celana dalam gua. Apa rok gua terlalu pendek ya?? Ah~ gak usah dipikir, yang penting satu pujian untuk malam ini. Dan aku senag." pikirnya. Tenten segera menuju dua temannya..

"Dari mana aja lo??" tanya Ino.

"Uh~ tadi abis ketemu sama Guru Gai sama Rockk Lee. Mereka memang aneh. Terus masa Guru Gai tahu celana dalam gua." ujar Tenten.

"Uh~ itu artinya godaan buat lo. Udah lah~ Kalo malam ini lo gak menang kan ada mereka berdua bukan??" ujar Sakura.

"Heheh~!!" Tenten tertawa dan tersenyum genit.

Tiba-tiba suara host acara terdengar dari atas panggung.

"Ehm.. Selamat malam para pengunjung pesta Hallowen Konoha!! Malam ini kita kedatangan bintang tamu yang spektakuler dari negara tetangga kita." ujar host yang berpakaian Dracula.

"Woah~~ Wuahhh suit...~~~ suit~~~" suara sorak-sorai pengunjung memenuhi aula.

Tiba-tiba penerangan yang sedari tadi dimatikan kini mulai dinyalakan. Hal ini membuat para pengunjun tampak jelas melihat dan terlihat oleh satu sama lain. Hal ini membuat Sakura kaget karena dengan tiba-tiba hampir semua mata laki-laki memandangi tubuhnya. Sakura merasa ditelanjangi oleh pandangan-pandangan pengunjung yang nakal ketika ia berjalan dengan teman-temannya. Tidak hanya Sakura, Ino dan Tenten pun mengalami hal yang sama. Tetapi mereka tidak memperdulikannya, malah mereka menikmati saat-saat tersebut. Karena Ino dan Tenten merasa akan menang taruhan malam ini. Terutama Ino yang sudah tahu laki-laki yang akan bermain dengannya malam ini, sementara Tenten yang dipikirkannya hanyalah dia akan mendapatkan kepuasan malam ini.

"Wuah~ wuah!!" sorak-sorai pengunjung makin memenuhi aula luas itu ketika host acara menyebutkan satu buah nama band yang digemari oleh anak-anak muda Konoha.

"Kita sambut dengan meriah!!!!! KU***AN BAND!!! *gubrak~ ada yang kecewa??*" teriak host. Kemudian para personil Ku***an yang berdandan ala gothic pun mulai memasuki panggung.

"Sui~~suit!!!! wuahh~~~ wuahh~~~~!!!" ujar para penonton.

"Kita nonton ke depan yuk!!" ajak Ino. Sakura dan Tenten pun mulai menuju ke depan panggung.

"SELAMAT HALLOWEN SEMUA!!!" uajr sang vokalis.

"Suit~ suit~~ horeeee~~ prok prok prok!!" suara tepuk tangan menggema ketika Ku***an mulai beraksi di atas panggung.

Sakura, Ino dan Tenten sudah berada di antara kerumunan penonton. Tiba-tiba lampu kembali dimatikan, hanya lampu panggung saja yang menyala.

Penonton mulai menikmati hiburan yang ada, ada yang jingkrak-jingkra, ada juga yang ikut bernyanyi.

Tiba- tiba Ino merasakan sesuatu *nah!! mulai!!.* Ada seseorang yang mendekati dirinya. Tiba-tiba orang itu menempelkan tubuhnya tepat di belakang Ino. Ino tersentak kaget. Ia ingin menoleh ke belakang, namun tiba – tiba tanga orang tak dikenal itu mulai menyentuh pinggang Ino. Ino penasaran dan ia menanyakan sesuatu pada orang itu.

"Ini siapa??" tanya Ino sedikit berbisik pada orang itu. Namun orang itu tak menghiraukannya. Orang itu kini lebih berani untuk mengelus-elus perut Ino yang rata.

Kemudian Ino merasakan benda yang keras yang ditempel-tempelkan orang itu ke pantatnya. Ino sudah mengetahui benda apa itu sebenarnya. Ino menyerah, karena birahinya sudah mulai terpancing. Ia melihat kanan dan kiri, namun Ino tidak dapat menemukan diman Tenten dan Sakura sekarang.

Tangan kiri orang itu kini menggelitik pinggang Ino, sementara tangan yang lain merayap menuju dada Ino. Ino tak menghiraukan keadaannya kini, karena suasana benar-benar gelap dan orang-orang sedang berkonsentrasi dengan penampilan Ku***an itu. Ino mulai meladeni permainan orang itu. Tangannya muali merayap menggenggam rudal *sekarang rudal kemaren lele!! nanti disensor pake apa lagi ya??* orang itu dari balik celananya. sementara kedua tangan orang itu mulai meremas-remas payudara Ino dari balik baju kostumnya yang terbuat dari sutra itu. Kemudian tangan misterius itu mulai diselipkan lewat belahan dada Ino yang terbuka. Tangan itu meremas dan memilin payudara Ino, sementara Ino masih berpakaian lengkap. Ino tak dapat membayangkan sensasi diperlakukan seperti ini dalam keadaan berdiri.

Laki-laki misterius itu mulai membuka resleting celananya dan tersembullah rudal yang tegak yang semakin menusuk di pantat Ino. Laki-laki itu mulai membimbing tangan Ino utuk meremas rudalnya. Posisinya Ino masih membelakangi orang itu. Ino terkaget dengan ukuran rudal besar itu.

Sementara orang itu kini mulai mencumbui tengkuk Ino yang menyebabkan Ino melenguh.

"Euh..!" tapi kemudian lengan orang itu membekap mulut Ino. Ino mengerti ia tak dapt mengundang curiga orang lain.

Tangan misterius itu kembali bermain-main di payudara Ino. kini Ino membuka ikatan di tengah dadanya *pakaian seorang belly dancer biasanya memiliki ikatan di antara dadanya* sehingga kini tangan itu bebas bergerak untuk kemudian melucuti bra menarik branya sedikit ke bawah sehingga kini payudaranya menggantung bebas. Tangan itu mulai meremas-remas. Ino semakin bernafsu diperlakukan seperti itu, apalagi cumbuan di tengkuknya menambah kenikmatan. Tangan Ino masih mengocok rudal misterius itu. Diperlakukan seperti itu, membuat laki-laki misterius tak mau kalah. Kini tangannya merayap kebawah, ke selangkangan Ino. Tangan itu menyusup menuju celana dalam Ino, diusap-usaonya daerah V Ino dari luar celana dalamnya yang sudah mulai basah menandakan Ino menikmati perlakuan sepeti ini.

Ino mendesah kecil ketika dia merasakan jari misterius menusuk daerah V-nya. Namun desahannya tertahan karena ia sadar akan tempatnya tidak tepat. Jari itu mengocok-ngocok daerah dalam V Ino. Kocokan teratur masu dan keluar kemudian masuk lagi. Tubuh Ino mulai mengejang. Kocokan rudal orang itu pun dipercepat, Ino tak ingin hanya dirinya saja yang dipuaskan, di lain sisi ia juga ingin memuaskan orang itu walau ia tak tahu siapa itu.

Ino mengejang, V-nya merasa hangat. Ada sesuatu cairan yang keluar dari daerah V-nya. Ino mendesah namun tertahan. Ia mempercepat kocokan di rudal misterius itu.

Rudal itu mulai berkedut-kedut, desahan kecil terdengar dari mulut laki-laki misterius itu. Ino menyadari sesuatu, ia hafal dengan suara itu, tapi kini yang ada di dalam otaknya hanyalah sugesti untuk mencapai klimaks. Tiba-tiba Ino merasakan tangannya sudah dipenuhi dengan cairan hangat milik laki-laki itu. Kemudian jari laki-laki itu dilepasnya dari daerah V Ino, kemudian jari-jari itu menuju mulut Ino. Ino mengerti apa yang harus ia laukan. Ia pun mulai menjilati jari tangan misterius itu yang dipenuhi cairannya sendiri. Kemudian laki-laki itu menjauh dari tubuh Ino tanpa berkata apa-apa. Ino segera merapihkan bajunya kembali. Tidak lupa ia menjilati tangannya yang lengket oleh cairan laki-laki tadi.

"Siapa orang itu!! Beraninya dia.." fikir Ino, namun tidak ada penyesalan dalam dirinya. Ino bergegas mencari teman-temannya yang sudah hilang dari pandangannya sedari tadi.

"Sakura!! Tenten!!" ujar Ino memanggil kedua temannya yang ternyata sudah ada di belakang.

"Ino!! dari mana aja??" tanya Sakura.

"Lha~~ tadi katanya mau nonton Kub**an??" ujar Ino. Dia berfikir untuk menyimpan rahasia kejadian tadi agar teman-temannya tidak mengetahuinya.

"Males!! Abisnya rame desek-desekan. Nanti ada yang sengaja nusuk-nusukin itunya gimana." ujar Tenten.

"Hehehe~ tapi kan seru. Eh~ bukannya nanti lo yang malah keenakan??" ujar Ino.

"Hehehe~ emang ada yang nusukin itunya tadi." fikir Ino di dalam hatinya.

"Lo capek banget seh!! Keliatan tuh keringetan. Abis ngapain hayo!!" ujar Tenten.

"Itu.. Biasa lha kalo desek-desekan kan panas..!! Hheu~" ujar Ino.

"Hehehe~ tapi bener juga kata Tenten. Ekspresi lo kaya orang yang abis digituain." ujar Sakura.

"Enak aja!!" ujar Ino sedikit kesal.

Akhirnya mereka bertiga menghabiskan sisa waktu Hallowen dengan hanya berkeliling sesekali mereka menuju ke kerumunan untuk menikmati band yang mereka suka.

---------------------------------------------------------------------------------------

hhuft~

lanjut gak ya..!!??

aduh~~ dah malem nanti jadi banyak typo lagi.

tapi dilanjut akh~ gak ada waktu lagi.

---------------------------------------------------------------------------------------

Akhirnya pesta Hallowen ditutup dengan kemeriahan kembang api.

"Akhirnya selesai!!.Gimana masalah taruhan. Siapa yang menang??" ujar Tenten.

"Yang pasti bukan lo!!! Tapi kalo yang gua rasa Sakura cukup banyak membuat pandangan mesum orang-orang terlihat di sekitarnya. Itu berarti, lo seksi tampil malam ini." ujar Ino.

"Lho!! bukannya lo juga sama!! Itu bukan berarti lo yang menang ya, Ino!!" ujar Tenten pada Ino.

"Tapi yang lebih banyak seh Sakura!! Gimana kalo Sakura aja yang menang?? Tenten lo setuju!!"

"Gua kalo Sakura seh~~ ehm.. Setuju aja deh!! Asal jangan lo Ino.." ujar Tenten.

"Ok!! Tapi kurang ajar banget lo!!" ujar Ino.

"hahaha~ berarti malem ini cuman lo yang gak dapet kenikmatan dari orang ya Tenten!!" ujar Ino di dalam hati.

"Gimana Sakura??" ujar Tenten.

"Gimana Sakura?? Nanti gua hubungi cowonya dulu ya!! Buat lo mah spesial!!" ujar Ino.

"uh~~~ Gua *sambil menunjuk ke badannya sendiri*" kata Sakura.

Kedua temannya kemudian mengangguk pelan.

"OK!! siap sekarang ikut gua Sakura!!" ujar Ino menarik tangan Sakura.

"Eh~ itunggu gua. Gua juga mau tau siapa cowonya!!" ujar Tenten kemudian mengejar Ino dan Sakura.

Kini mereka tiba di sebuah ruangan yang kosong. Keadaannya memang kosong namun dengan penerangan yang cukup baik. Di salah satu sudut ruangan sudah disediakan tempat tidur untuk satu orang. Ini merupakan ruangan bekas UKS sekolah Konoha ini.

"Lho?? Tempatnya ko gak banget seh??" ujar Sakura.

"Yah!! Yang penting kan enaknya!!" ujar Ino.

"Tunggu di sini aja. Dan nikmati ya!!" tambah Ino.

"Jadi gua gak bisa liat cowonya??" tanya Tenten.

"Biar itu milik Sakura. Yu kita pulang. Sakura sampe pagi di sini nanti kita jemput ya..!! Tenagn gak akan ada yang curiga. Besok kan hari Minggu dab keluarga lo belum pulang kan. Nanti pagi-pagi sekali kita datang lagi kesini. Nikmatin ya, say." ujar Ino yang meremas dada Sakura dari balik gaunnya. Dengan model gaun seperti itu, Sakura diharuskan untuk melepas branya sehingga tampak lebih serasi dengan kulitnya.

"Yu!! Dah!!" ujar Tenten yang merabai selangkangan Sakura. Kemudian Tenten tertawa kecil.

"Yah!! Gua sendiri di sini!! Gua takut." ujar Sakura.

"Tenang aja gak lebih dari 5 menit nunggunya." ujar Ino yang kemudian menutup pintu ruangan itu.

Benar kata Ino tak lama, muncul 2 tubuh laki-laki yang masih memakai pakaian hallowen. Laki-laki yang satu menggunakan topeng werewolf dengan tuxedo sedangkan yang satu lagi berpakaian topeng kelinci. Keduanya sama-sama memakai tuxedo. Sakura sendiri masih berpakaian gaun dan topeng perak serta sepasang sayap di punggungnya.

Sakura segera melepas sayap di punggungnya dan mendekati kedua laki-laki bertopeng itu. Sakura berusaha membuka topeng werewolf, namun tangannya ditepis oleh werewolf tadi. Werewolf itu menggelengkan kepalanya begitu juga si kelinci. Kelihatannya mereka berdua ingin menyembunyikan identitas masing-masing.

"Akh~ nanti tanyakan saja Ino.!!" fikirnya.

Mereka bertiga segera masuk menuju ruangan itu. Sakura duduk di tepian ranjang. Sementara werewolf dan kelinci berdiri memandangi tubuh Sakura yang sebentar lagi akan dinikmati oleh mereka.

"Lho?? Gak ada yang mulai?/" ujar Sakura yang kemudian tangannya menyusup ke gaunnya sendiri dan meremas-remas payudaranya.

Melihat hal itu si kelinci mendekati Sakura dan berusaha membuka topeng perak Sakura. Sakura menggeleng.

"Kalian juga gak mau dibuka kan??" ujarnya.

S kelinci kini memulainya dengan berjongkok. Tangannya menggerayangi paha Sakura. Dielus-elusnya paha Sakura yang tersingkap dari belahan gaunnya.

Sementara werewolf menggantikan posisi tangan Sakura yang meremas-remas payudaranya sendiri. Kini tangan Sakura dipergunakan untuk menopak badannya. Tangan werewolf dengan cepatnya melepaskan ikata tali di leher Sakura. Dan terpampanglah dua bukit kecil. Sakura mengangkat lehernya sehingga dadanya yang kecil terlihat lebih membusung. Si werewolf semakin terlihat bernafsu. Ia dekatkan kepalanya ke bukit Sakura. Namu ia baru sadar bahwa ia memakai topeng sehingga niatnya untuk menjilati payudara Sakura tak dapat dilakukannya. Sakura tertawa kecil melihat tingkah laku werewolf.

"Hhihihi~ makanya dibuka dulu biar bisa diisep!!" ujar Sakura. Namun werewolf tak terpancing dengan omongan Sakura. Kini tangan werewolf hanya bias meremas-remas payudara Sakura. Walaupun demikian Sakura tampak menikmatinya. Kini werewolf benar-benar mendekatkan wajahnya ke payudara Sakura. Ia menggesek-gesekkan wajahnya, sehingga bulu-bulu ppada topengnya menyebabkan Sakura merasa geli.

"Ach… geli.. Anjing nakal!!" ujar Sakura.

Sementara itu si Kelinci tengah asiik dengan daerah paha Sakura. Ia hendak meloloskan gaun Sakura, namun gaunnya tergencet oleh tubuh si werewolf, sehingga kelinci menarik tubuh werewolf menjauh dari tubuh Sakura. Sakura yang sedang menikmati permainan bulu werewolf di dadanya merasa kecewa. Namun tak berapa lama, kini Sakura hanya mengenakan celana dalam merah dan topeng perak yang menutupi identitasnya.

Sakura kembali duduk di tepian kasur. Kini werewolf ikut ke atas kasur dan duduk di belakang Sakura. Werewolf itu meremas-remas payudara Sakura dari belakang. Sementara kelinci merangsang bagian V Sakura. Kelinci berusaha meloloskan CD merah Sakura. Setelah ia berhasil meloloskannya, tangannya mulai bermain-main di daerah V Sakura. Ia tusuk-tusukan jari telunjuknya menuju ke daerah V Sakura yang sudah basah.

"Awh..~" Sakura menjerit sakit ketika jari kelinci masuk ke daerah V-nya.

"Belum saatnya!! Tunggu setelah aku orgasme." ujar Sakura.

Kini kelinci mengeluarkan jarinya. Ia dekatkan wajah topengnya tepat di depan daerah V Sakura. Kemudian dengan kumisnya ia gsekan wajahnya ke daerah V-nya. Hal ini menimbulkan efek yang sama seperti ketika werewolf menggesekan wajahnya di payudara Sakura.

Sakura mendesah-desah mendapatkan perlakuan seperti itu.

"Ach~~ geli.. Ach~~ teruusss..." tiba-tiba tubuh Sakura mengejang desahan panjang muncul dari mulutnya.

"Ach~ uh... uh!!" cairan pertamanya muncrat tepat di wajah topeng kelinci dan menyebabkan wajahnya basah serta lengket oleh cairan Sakura. Kelinci segera mengambil tissue dari tuxedonya. Ia mengelap wajah topengnya itu. Kemudian jarinya segera masuk ke daerah V Sakura. Kini lebih mudah, pertama – tama hanya satu jari, kemudian dengan dua jari. Ternyata V Sakura masih sangat sempit, sehingga dua jari saja sudah tak muat.

Werewolf kemudian turun dari ranjang. Ia sudah bugil tanpa pakaian, hanya topeng serigala coklatnya saja yang menempel, serta perban-perban yang melilit di sekitar perut, dada, dan sebagian tangannya. Entah kapan ia membuka bajunya, yang pasti rudalnya sudah mengacung denagn tegak di selangkangannya. Werewolf segera mendekati kelinci dan segera melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan kelinci. Jarinya ia masukan ke V Sakura. Karena tiga jari tidak muat, terpaksa kelinci harus mengeluarkan satu jarinya.

Sakura tampak menikmati dipermainkan seperti itu, desahan tak henti=hentinya dikeluarkan dari mulutnya. Ia tak menyangka dua orang pria akan bermain dengannya sepanjang malam, walaupun hanya tersisa waktu 6 jam untuk menuju pagi.

Kelinci kemudian mundur dari posisinya. Ia melepaskan pakaian yang ia kenakan, kecuali topeng kelincinya. Lagi-lagi torpedonya mengacung dengan tegaknya. Mata Sakura seakan tak ingin berkedip, karena torpedo yang dilihatnya merupakan torpedo berukuran besar. Jarang sekali ia menemukan torpedo seperti itu, walaupun besar, tapi terlihat bersih, putih terawat denagn ujungnya yang sedikit memerah. Darah Sakura mulai mendesir, otot-ototnya mulai mengejang dan lagi-lagi ia mencapai orgasme dengan hanya melihat torpedo kelinci itu. Kini yang menjadi korban adalh tangan si werewolf.

Werewolf kemudian berdiri dan memberikan jarinya untuk Sakura nikmati. Setelah tangannya diinikmati Sakura, sekarang giliran tirpedonya yang ingin dipuaska oleh Sakura. Sakura segera menggenggam torpedo werewolf itu dan mulai menjilati batang torpedo werewolf itu. werewolf itu sudah tidak tahan sehingga mendorong-dorongkan pantatnya ke kepala Sakura. Sakura mengerti maksud werewolf itu, sehingga ia segera memasukan torpedo itu ke mulutnya. Sakura mengulum-ngulum torpedo itu. Tak lama werewolf itu ingin memuncratkan benihnya di mulut Sakura. Sakura segera menjauhkan wajahnya dari torpedo itu sehingga meledaklah ia di wajah Sakura. Sakura segera melap wajahnya. Ternyata si werewolf tak memiliki daya tahan yang baik.

Si kelinci terlihat tertawa dari gerak tubuhnya. Kini giliran kelinci yang memuaskan Sakura yang tidak puas dengan servis si werewolf. Sakura mengangkangkan kakiny, sehingga V-nya tampak lebih menantang. Kelinci mendekati Sakura, torpedonya segera ia arahkan ke V Sakura. Sakura meringis kecil ketika torpedo besar itu berusaha menerobos pertahanan V yang fleksibel. Kelinci tahu apa yang harus ia lakukan, tampaknya kelinci lebih berpengalaman daripada werewolf. Ia mengeluarkan torpedonya, dengan perlahan ia masukan kembali torpedonya, begitu seterusnya hingga 100% torpedonya masuk di V Sakura. Kelinci mulai menggenjot V Sakura. Sakura bersaha mengimbangi permaina kelici dengan menggoyangkan pantatnya, hal ini menyebabkan torpedo kelinci diputar-putar di dalam V Sakura.

---------------------------------------------------------------------------------------

Har!! Har!! Har!!

Malam ini panas sekali ya

*sambil menyalakan kipas angin dan mengemut es krim*

hm....~~

terusin, tapi udah malem *melihat jam tepat 00.00

hoam~~~

lanjut!!!

---------------------------------------------------------------------------------------

Nafas Sakura mulai memburu menikmati permainan kelinci, sedangkan werewolf yang sudah ambruk terlihat mengocok-ngocok penisnya di pojok ruangan. Sakura kembali mengejang.

"Ach~~~ Kelinci pintar!!! ach... uh... saaaammmpai.... klimaks..!!" ujar Sakura.

Kelinci pun mulai mengejang dan mencapai klimaks. Melihat bahasa tubuh yang ada pada kelinci, Sakura segera mencabut torpedo kelinci dari V Sakura. Kemudian Sakura segera menggesek-gesekan torpedo itu di payudaranya. Dan torpedo itu tampak berkedut-kedut dan meledaklah isi torpedo itu di dada Sakura. Cairan itu menetes di dada Sakura menuju perut Sakura. Tubuh kelinci kemudian ambruk di samping Sakura.

"Sorry, gua gak mau hamil. Jadi ngeluarinnya di luar aja." ujar Sakura sambil mengelus-elus torpedo kelinci yang masih tampak berkedut-kedut mengeluarkan sisa-sisa habis peledakan itu.

Ketiganya tampak beristirahat. Tiba-tiba...

Pintu ruangan itu terbuka, dan tampaklah seorang laki-laki lagi. Orang itu berpakaian Anbu lengkap dengan topeng musangnya. Laki-laki itu dan kelinci tampak ketakutan. Sementara Sakura.

"Sh*t!!! Ternyata Ino ngasih gua tiga...!!" pikirnya.

Anbu itu semakin mendekatui Sakura. Dilihatnya V Sakura yang tampak mengkilat karena cairannya yang banyak keluar malam ini. Dilihatnya V Sakura masih tampak bergerak-gerak mengeluarkan cairan sisa.

Kemudian Anbu itu membelai V Sakura. Dielus-elusnya secara jantan. Kini werewolf dan kelinci sudah tampak tenang.

Tanpa diber perintah, anbu itu segera membuka seluruh pakaian, kecuali (lagi-lagi) topengnya. Badannya terlihat lebih bagus daripada werewolf yang rata, tak terlihat karena werewolf menggunakan perban di tubuhnya, ataupun kelinci yang tampak kekar namun kurus. Anbu ini juga memakai perban di seluruh tubuhnya dan sebagian tangannya, namun bentuk tubuhnya justru tercetak dari lilitan perban itu.

Sakura segera melihat torpedo milik anbu itu. Keadaannya masih belum tegak, tetapi bentuknya terlihat bagus, karena sedikit otot dan urat yang terlihat.

Anbu itu mendekatkan torpedonya ke wajah Sakura. Sakura mulai membelai torpedonya. Anbu itu sangat hati0hati memperlakukan Sakura, terlihat dengan caranya memasukkan torpedo ke mulut Sakura. Ia masukkan secara perlahan dan ia maju-mundurkan secara lembut. Permainan anbu ini menurut Sakura lebih lembut daripada permainan werewolf dan kelinci.

Tangn anbu itu kemudian meremas payudara Sakura secara gentle. Ia memilin-milin benda keras di payudara Sakura. Sakura tak dapat bertahan diperlakukan secara gentle seperti ini. Laki-laki seperti inilah yang ia idam-idamkan dalam hidupnya. Laki-laki yang menghormati wanita kapanpun, bahkan saat "bermain" sekali pun.

Tubuh Sakura mengejang, ia kembali orgasme. Bahkan hanya diremas pun dapat membuatnya orgasme.

"Laki-laki hebat!!!!" pikir Sakura.

Anbu itu tampak masih bermain di mulut Sakura. Torpedonya dibiarkan membesar memenuhi mulut Sakura. Setelah membesar ia lepaskan torpedo itu, raut wajah kecewa muncul di wajah Sakura. Tapi, anbu itu mengerti maksud Sakura. Ia mengangkat tubuh Sakura perlahan, kemudian anbu itu duduk di tepian tempat tidur. Kini posisinya anbu duduk sedangkan Sakura menduduki selangkangan anbu itu. Torpedonya yang mengacung segera diarahkan ke V Sakura. Setelah masuk, Sakura mulai menaik – turunkan htubuhnya. Anbu mengimbanginya dengan menusuk-nusukkan torpedonya secara lembut.

hanya beberapa menit wakutu yang dibutuhkan anbu itu untuk membuat Sakura kembali orgasme.

Di pojokan Werewolf dan kelinci tampak kembali terangsang melihat Sakura dipermainkan secara halus oleh anbu itu.

Mengetahui Sakura kembali orgasme, kemudia anbu mencabut torpedonya, dan membalikan tubuh Sakura. Kini Sakura menungging. Kemudian anbu itu mengarahkan torpedonya menuju anus Sakura. Namun tangan Sakura segera menepis torpedo itu. Ia menggelengkan kepalanya. Kelihatannya Sakura tidak mau anusnya dimasuki torpedo itu.

Kemudian anbu mengarahkannya menuju V kembali merasakan kenikmatan. Tubuhnya bergoyang-goyang mengikuti irama sodokan torpedo anbu.

Kelinci tak mau diam saja. Ia arahkan torpedonya ke mulut Sakura. Kini jika anbu menyodokan torpedonya, tubuh Sakura akan maju melahap torpedo si kelinci, begitulah chain effect yang ditimbulkan dalam permainan ini.

Sakura mengejang tak tertahankan, kenikmatan yang dialami dari permainannya dengan anbu itu bertambah berkali-kali lipat setiap ia akan orgasme, sampai-sampai untuk orgasme kali ini ia menggigit torpedo kelinci yang menyebabkan kelinci sedikit menjerit. Sepertinya ia kenal suara jeritan kelinci itu, tapi ia tak peduli dengan itu, kini ia menunggu untuk orgasme berikutnya. Sebagai hukuman menggigit torpesonya, si kelinci mengoco-ngocokan torpedonya tepat di depan Sakura dan... crot... crot... tembakan cairan menuju wajahnya. Wajah Sakura dipenuhi benih dari torpedo itu.

kelinci dan werewolf yang terbakar birahi kini mendekati anbu. werewolf menciba menarik anbu, namun kekuatan anbu lebih kuat sehingga werewolf jatuh dari ranjang. werewolf kini membelakangi anbu itu. Tangan werewolf mulai ikut mengocok-ngocok torpedo anbu. Torpedonya ia tekan-tekankan di punggung anbu itu. Anbu itu kaget dengan apa yang diperbuat werewolf.

Kelinci juga ikut meramaikannya. Tangan anbu ia bimbing untuk mengocok torpedonya. Anbu itu menurut dan mengocok torpedo kelinci itu.

Kini werewolf sudah ada di sampingnya, ia juga menuntun tangan anbu yang satu lagi untuk mengocok torpedo wereqwolf. Sementara tangan kiri werewolf sedang menikmati torpedo anbu itu. Sedangkan tangan kanannya sibuk meremas-remas payudara Sakura.

Kini tangan anbu mempercepat kocokan torpedo werewolf dan kelinci. Mereka hampir saja muncrat untuk kedua kalinya. Namun mereka segera melepaskannya.

Werewolf segera membelakangi anbu, ia berusaha memasukan torpedonya ke dalam goa rahasia milik anbu itu baru setengahnya ia masukan, anbu itu segera menolaknya.

Werewolf tampak kecewa, tapi kelinci kemudian mendekati werewolf dan kembali mengoco torpedo milik werewolf. Tak lama werewolf merasa akan kembali memuncratkan isi torpedonya. Sebagai tanda kekesalannya pada anbu, ia arahkan torpedonya tepat di wajah anbu dan mengocoknya sehingga muncratlah isi torpedo itu, namun anbu segera menepisnya sehingga isinya hanya muncrat di badannya. Cairan itu muncrati di badan perban anbu.

Anbu membersihkan cairan itu dari tubuhnya dengan tangannya dan mengoleskannya ke punggung Sakura.

Anbu menyudahi permainan doggy-nya. Kini ia berhadapan dengan Sakura. Sakura yang tidak sabar segera mengulum torpedonya. Ia sudah tak tahan untuk memuaskan hasrta anbu ini.

Anbu ini mulai mengerang, tubuhnya mengejang dan crot.. crot.. crot... isi torpedonya muncrat di mulutnya. Tapi anehnya justru Sakura juga merasa nikmat ketika anbu itu orgasme, malah ia ikut orgasme padahal torpedo itu ada di dalam mulutnya. Kemudian Sakura menelan habis cairan itu.

Anbu itu tak merasa puas sama sekali. Malah ia merasa sangat kesal. Ia menatap tajam Sakura. Dengan hitungan detik Sakura melihat tatapan matanya. Mata yang tidak asing lagi, ia kenal siapa pemiliknya.

Anbu itu segera berpakaian dan pergi. Tinggal kelinci dan werewolf serta Sakura di ruangan ini. Tapi Sakura minta maaf karena tak bisa melanjutkan permainan ini. Ia merasa lelah dengan permainan Anbu tadi.

Werewolf dan kelinci segera pergi dari situ. sementara Sakura tertidur tanpa pakaian, hanya topeng perak yang ia gunakan dan selimut yang ia temukan di atas ranjang.

SIAPAKAH ORANG-ORANG BERTOPENG ITU??
APAKAH SAKURA AKAN MENGETAHUI SIAPA MEREKA??
LALU SIAPAKAH LAKI-LAKI ANBU ITU??

ADAKAH HUBUNGANNYA DENGAN MATA YANG IA LIHAT??

---------------------------------------------------------------------------------------

TO BE CONTINUED

BERSAMBUNG DI CHAPTER-CHAPTER SELANJUTNYA

^o^

---------------------------------------------------------------------------------------

Spoiler Chapter berikutnya…!!!!

Rahasia di balik topeng!!!!

Penasaran???

Salam hangat dari penaku nyu~

^o^