Yo~ Yo~ update lagi… lagi… dan lagi…
hm…, ada yang nanya kenapa diupdate??
(curhat mode : ON) hm.., ya.. ya.. sebenernya sebagai penulis dengan rated : M, pena saya ternyata gak mau dikira hanya menonjolkan unsur (ehm..) seks kaya YAOI, YURI, ECCHI, bahkan HENTAI tanpa alur cerita yang jelas, jadi pena saya berontak untuk membuat sebuah cerita dengan alur dan jalan cerita yang jelas tanpa melupakan unsur yang ada dalam rated : M itu. Jadi mulai dari "Halloen Party" dan untuk selanjutnya kami berusaha menyuguhkan sebuah cerita berkelanjutan dengan "kejutan-kejutan" yang ada.
Gak ngerti kan??
Ya udah,,, SELAMAT MENIKMATI saja ya!!!
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
PESTA HALLOWEN PARA "GADIS"
(part 3 : END)
SMA KONOHA – Tak terasa akhirnya matahari telah menampakan sosoknya pertanda pagi telah tiba. Kejadian semalam terasa begitu cepat bagi Sakura, hingga ia tak merasakan seberkas cahaya telah menerangi kamar bekas UKS itu. Semalam, Sakura telah mendapatkan apa yang dijanjikan Ino.
Sinar matahari datang dari lubang jendela kamar itu dan jatuh tepat di ujung mata Sakura. Sakura tersadar dari mimpinya, ia terbangun dari ranjang yang menjadi saksi kejadian semalam. Sakura terbangun dengan tubuh bugilnya, selimut yang ia kenakan semalam sudah tersingkap di beberapa bagian tubuhnya. Tubuh polos Sakura bangun dari ranjang itu, ia duduk di tepi ranjang. Masih teringat di otaknya kejadian yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Ia telah menikmati permainan semalam, permainan 3 orang laki-laki yang ia sendiri tak tahu siapa mereka.
"Hm... Semalam sungguh...." pikir Sakura dalam hati, tak terasa tangannya merabai daerah V. Terasa banyak sekali sisa-sisa cairannya yang telah mengering di daerah V itu. Sisa-sisa kenikmatan masih terasa di sekitar daerah V itu, terasa masih berkedut-kedut.
"Tapi... Siapa sebenarnya Anbu itu..?' ujar Sakura dalam hati. Ia berusaha mengingat sosok anbu yang telah membawanya ke ujung kenikmatan semalam. Namun sayang ia terlalu menikmati permainan anbu itu, sehingga ia tak ingat lagi ciri tubuh anbu tersebut.
"Nanti akan kutanyakan pada Ino." ujar Sakura. Ia segera mengangkat tubuh bugilnya dari ranjang itu. Ia segera mendekati gaun yang ia pakai semalam. Dilihat gaun itu sudah sangat kusut. Ia angkat gaun itu.
"Hm.. mana mungkin aku keluar pagi-pagi begini dengan gaun ini." ujar Sakura. Kini ia terlihat mencari-cari sesuatu.
"Celana dalam?? Dimana celana dalamku." ujar Sakura. Ternyata ia mencari celana dalamnya sendiri. Namun tak terlihat sama sekali celana dalam tersebut.
"Huft~ gaun yang terbuka tanpa celana dalam!!" ujarnya sedikit kesal dengan keadaannya sekarang.
"Apa!! Aku lupa membawa ponselku...!!!" ujar Sakura terkaget. Sungguh malang Sakura, ia terjebak dalam ruang yang tak terpakai di sekolahnya, pagi hari tanpa pakaian yang lengkap dan tanpa alat komunikasi yang bisa memudahkannya menghubungi Ino ataupun Tenten.
"Mati gue!! Tapi Ino sudah berjanji menjemputku pagi ini. Yang bisa kulakukan hanya menunggu. Huft~!!" ujar Sakura. Akhirnya ia kembali terduduk dengan tubuh bugilnya.
Tak lama....
"Sakura sayang!!!!" terdengar teriakan seorang gadis yang sangat dikenal oleh Sakura.
"Ino!! Lama banget lo!! Gua udah nunggu. Cepet masuk!! Gua kedinginan!!" ujar Sakura dari dalam.
"Wuihh!!! Kayanya lo menikmati banget ya semalam??" ujar Tenten sambil melihat tubuh bugil Sakura yang masih terduduk di atas ranjang.
"Hm.. Ya!! Ya gitu deh!!" ujar Sakura.
"Aduh!! Lo seksi banget seh!!" ujar Ino. Kemudian Ino mendekati tubuh Sakura. Ino duduk tepat di depan daerah V Sakura. Kemudian tangannya mulai mengangkangkan kaki Sakura.
"Ino!! Masih pagi... Mau ssshhh... ach.... ngapain she lo!" ujar Sakura yang kembali mengalami rangsangan dari Ino. Ternyata lidah Ino telah bermain-main di daerah V Sakura.
"Kenikmatan tambahan.. Hihihihihi!!!" ujar Ino sambil tertawa nakal pada Sakura.
"Wa~ gak ngajak-ngajak ni!!" ujar Tenten yang langsung mendekati tubuh Sakura dari belakang. Tenten ikut meremasi payudara Sakura.
"Shh... ach...!!" Sakura kembali merasakan sesuatu yang keluar dari daerah V itu. Tangannya mulai menekan-nekankan kepala Ino, sehingga Ino terlihat sulit bernafas.
"Gila!! Cepet banget lo klimaks." ujar Ino. Dijilatnya cairan dari V Sakura. Kemudian Ino mendekati Tenten. Tenten langsung menyambar mulut Ino. Mereka saling berciuman sambil menukar-nukarkan cairan Sakura itu di dalam mulut mereka.
"Sshhh... Udah!! Kita pulang." ujar Ino. Terlihat Tenten kecewa dengan permainan kali ini.
"Sebaiknya kita pulang saja. Kita bisalanjutkan kapan-kapan." ujar Ino.
"Lo bawa baju buat gua kan??" tanya Sakura yang sedang mengelus-elus daerah V-nya untuk membersihkan cairannya.
"Bawa!! Nih!!" ujar Tenten sambil melemparkan bungkusan yang isinya baju Sakura.
Sakura segera membuka bungkusan itu. Ia segera memakai pakaian yang biasa ia pakai. Sakura kemudian mendekati Ino, ia mencium bibir Ino.
"Terima kasih, semalam benar-benar..." ujar Sakura pada Ino.
"Sst...!! Udah~ yang penting semua lancar dan janji gua berarti udah gua tepati kan??" ujar Ino.
Kemudia Sakura mendekati Tenten. Ia melakukan hal yang sama, ia mencium bibir Tenten.
"Makasih ya!!" ujar Sakura.
"Sip!! Sesama teman harus sportif. Hihihi!!" ujar Tenten.
Kemudian mereka bertiga segera keluar dari ruangan kosong itu. Mereka segera pulang ke rumah mereka masing-masing dan melakukan aktifitas seperti biasa seolah-olah semalam dan pagi ini tak terjadi apa-apa kepada mereka.
Namu Sakura masih penasaran siapa werewolf?? siapa kelinci?? dan yang terpenting adalah siapa anbu itu?? Pertanyaan itu masih tersimpan dalam otaknya.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
THE END OF CHAPTER 1:
HALLOWEN PARTY
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
CHAPTER 2:
THE MEMORY OF EYES
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
SEPASANG MATA
(part 1)
DESA KONOHA – Aktivitas kembali normal di desa ninja ini. Tak terasa pesta hallowen yang meriah telah dilewati oleh desa ini, kini tak ada lagi atribut-atribut hallowen yang terpasang. Sebagian telah dicabuti seusai hari hallowen, namun sebagian ada juga yang baru akan dicopot. Terlihat kesibukan unik di RS Konoha.
Terlihat atrian pasien anak-anak, beberapa ada yang menangis. Terlihat seorang ninja dokter masuk ke ruangannya.
"Apa???" ujar dokter itu terkaget melihat daftar pasiennya yang tertumpuk di meja kerjanya.
"Imohara Tomoto keluhan sakit gigi!! Iwa Nagano keluhan skit gigi!! Shiroi Hanzo keluhan sakit gigi!! Tabo Shizuka keluhan sakit gigi!! Mengapa semua sakit gigi!!!!!!!!" teriak dokter itu.
"Maaf dok, sepertinya hari ini banyak yang sakit gigi diakibatkan oleh perayaan hallowen kemarin. Dugaan sementara, anak-anak terlalu banyak mengkonsusi coklat dan permen hallowen lalu malamnya mereka lupa untuk menggosok gigi." ujar seoreng ninja dokter yang masuk ke ruangan itu sambil membawa beberapa berkas data pasien. Tenyata di adalh Sakura. Sakura memang sedang mempelajari teknik kedokteran ninja di bawah bimbingan gurunya Tsunade.
"Oh, Sakura!! Selamat pagi cantik!! Seksi sekali kamu pagi ini dengan pakaian suster seperti itu." ujar dokter itu. Ekspresi dokter itu kemudian berubah menjadi ekspresi seorang yang licik. Dokter itu kemudian mendekati Sakura. Sangat dekat sekali sehingga dada Sakura menempel ke dada dokter itu.
"Maaf, dok. Kalo dokter macam-macam. Saya tak segan – segan untuk memukul dokter sampai mati." ujar Sakura yang terlihat mengumpulkan cakranya di tangan kanannya. Ia menolak untuk melakukan permainan kali ini, padahal nafasnya mulai memburu pertanda ada sedikit rangsangan. Namun ia tak ingin imejnya terbuka di lingkungan tempat ia tinggal. Sudah sangat lama ia menutupi rahasia permainannya bersama teman-temannya Ino dan Tenten, begitu juga permainannya di malam hallowen. Begitu juga sebuah rahasia bahwa ia mengetahui gurunya Tsunade sering beradegan porno di video-video seri Icha-Icha xXx.
"Dokter!! Tidakkah anda tahu saya bisa memukul orang sampai mati" dikepalkannya tangan penuh cakra di depan wajah dokter itu ketika tangan dokter itu meremas pantat Sakura.
"Owh!! Maaf Sakura. Saya khilaf, maklum sudah lama saya tak bermain dengan istri saya." ujar dokter itu. Kemudian ia kembali duduk di bangkunya.
"Tidakkah dokter ber*nani saja??" ujar Sakura.
"Apa?? *nani?? Tidak, tidak. *nani dapat menimbulkan ejakulasi dini." ujar dokter itu.
"Hm.. kita kembali ke pasien – pasien itu dok." ujar Sakura.
"Baiklah!! Kalau begitu, tolong tangani beberapa pasien. Nanti biar dokter yang memberikan resep." ujar dokter itu.
Kemudian Sakura keluar dari ruangan dokter itu.
Siangnya, Sakura tampak lelah berjalan menuju rumahnya. Ia terlihat sudah bekerja keras untuk hari ini. Di tengah perjalanan, ia mampir ke toko bunga milik Ino.
"Ino!! Ino!!" teriak Sakura memanggil-manggil.
"Iya!! Siapa di sana??" ujar suara pemilik toko bunga itu.
"Apakah Ino ada di dalam??" tanya Sakura.
"Sakura ya?? Masuk sayang!!" ujar Ino.
Sakura segera masuk ke toko bunga itu.
"Sakura ada apa??" tanya Ino.
"Sebenernya gue pengen nanyya tentang taruhan hallowen itu." ujar Sakura.
"Hm.. kenapa?? Penasaran ya?? Pasti lo pengen tahu siapa laki-laki itu kan?? Hihihi." ujar Ino sambil tersenyum nakal.
Sakura hanya mengangguk.
"Kenapa?? Kalo lo tahu, nanti bisa diajak bermain lagi?? Gua tahu jalan pikiran lo. Dasar Nakal!!" ujar Ino sambil mencubit payudara Sakura.
"Aw!! Eh~ sebenernya gak gitu juga. Hanya ada satu yang menempel di otaku sampai saat ini." ujar Sakura.
"Ya, udah!! Nanti sebentar lagi aku ke rumahmu, sekalian kita ngobrolin masalah pengalaman hallowen kita. Sekarang aku masih sibuk menunggu toko." ujar Ino.
"Baiklah!! Aku tunggu!! Ajak juga Tenten ya." ujar Sakura. Kemudian Sakura bergegas menuju rumahnya.
.......................................................................................................................................
Sakura terlihat tak sabar menunggu teman-temannya untuk ke rumahnya. Tak lam bel pun berbunyi.
"ting... tong.."
"Sakura!! Kami datang." suara Ino terdengar dari dalam.
"Masuk saja!! Aku ada di kamarku!!" ujar Sakura yang menongolkan kepalanya ke luar dari jendela kaca kamarnya. Terlihat di bawah Ino dan Tenten mengacungkan jempol mereka.
"Hay sayang!!" terlihat Ino dan Tenten. Ino terlihat mengenakan T-Shirt biru tua yang ketat ditambah dengan celana pendek sedangkan Tenten mengenakan T-Shirt putih yang terlihat tipis sehingga bra-nya yang berwwarna kuning terlihat menerawang dari balik T-Shirt itu ia mengenakan celana panjang tanggung yan ketat.
"Hay!! Masuk!!." ujar Sakura yang mengenakan tank top berwarna merah dan celana hot pants yang ketat. Memang jika di dalam rumah Sakura sering mengenakan busana semacam ini.
"Jadi!! Gimana ceritanya??" ujar Tenten.
"Sabar dong!! Lo gak sabaran amat." ujar Ino.
"Yey~~ kali aja bisa menginspirasi imajinasi gua!! Jadi kan gua bisa maen sendiri ngebayangin cerita Sakura kan." ujar Tenten.
"Sebenernya gue juga gak sabar buat tahu siap laki-laki yang Ino bawa." ujar Sakura.
"Sabar~ Sabar~ tapi gua punya berita heboh. Lihat ini!!" ujar Sakura sambil melebarkan koran harian Konoha Pos. Ketiganya tampak serius melihat headline berita yang tercetak di sana.
"Apa??" ujar Sakura.
"Gak nyangka?? Kenapa??" ujar Tenten.
Ternyata di headline harian berita itu tertulis.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
SEKELOMPOK PENYUSUP BERHASIL MASUK KE KONOHA PADA MALAM HALLOWEN
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Konoha – Semalam, kejadian tak diduga terjadi di desa Konoha di saat para warga tengah berpesta. Sekelompok penyusup tak dikenal berhasil menyusup ke desa ini dan menghancurkan dinding pertahanan barat Konoha. Sekarang para Anbu sedang melakukan penyelidikan tentang kasu ini. (bersambung ke hal.18 SEKELOMPOK PENYUSUP.....)
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
"Gak gua sangka. Pihak musuh mengincar kelemahan desa kita." ujar Ino.
"Bahkan dinding barat yang kuat saja berhasil mereka lumpuhkan." ujar Tenten.
"Dinding barat itu dekat dengan sekolah kita kan??" ujar Sakura.
"Betul juga!! Tapi anehnya kenapa gak ada yang sadar ya. Padahal banyak orang berpesta di dekat TKP" ujar Tenten.
"Jangankan mereka!! Kita juga gak sadar kan??" ujar Ino.
"Lho!! Jadi serius gini?? Sudah kita serahkan saja pada dewan pertahanan Konoha. Biar mereka yang mengurus, kita tinggal siap menerima misi saja bukan??" ujar Sakura.
"Betul juga!! Lagian di sini kita niatnya cerita kan??" ujar Ino.
"Kalau gitu. Gua kembali ke pertanyaan gua tadi siapa ketiga orang semalam yang lo kasih buat gua??" tanya Sakura.
"TIGA!! Bukannya dua ya??" ujar Ino sedikit kaget.
"Nah lho!!" ujar Tenten.
"Bukannya tiga ya?? Kelinci, werewolf, sama anbu kan??" tanya Sakura yang ikut terkaget.
"Nggak! Nggak!! Yang gua kasih tuh cuman dua, kalo gak salah werewolf sama kelinci doang."ujar Ino. Tenten semakin terlihat kebingungan.
"Sial!! Berarti anbu?? Yang bener lo." ujar Sakura.
"Bener!! Tapi mungkin mereka juga menghubungi teman mereka, tapi itu kemungkinannya kecil, karena werewolf dan kelinci itu juga gak mau ketahuan yang lain." ujar Ino.
"Daritadi werewolf , kelinci, werewolf, kelinci. Keapa gak disebut aja seh namanya." ujar Tenten.
"Benar juga!! Kenapa lo gak kasih tahu gua aja. Mereka itu siapa." ujar Sakura.
"Nanti ada waktunya" ujar Ino.
"Kata lo tadi siang!! Lo janji ngasih tahu sekarang kan??" ujar Sakura.
"Kan gua bilang hari ini, bukan sekarang!! Jadi gua masih punya waktu sekitar 9 jam lagi. hihi!hi!" jar Ino.
"Sialan lo." ujar Sakura.
"Eh, gua juga penasaran kali. Ceritain dong!!!" ujar Tenten merengek sambil menggoncang-goncangkan tubuh Sakura.
"Semuanya bikin gua berkesan, tapi anbu itu yang bikin gua mabuk kenikmatan semalam." ujar Sakura.
"Jangan-jangan itu salah satu penyusup semalam??" tanya Tenten.
"Gak mungkin!! Itu pasti anbu beneran yang ngejar penyusup, terus dia ngedenger suara desahan Sakura. Terus dia ikutan deh!!" ujar Ino.
"Gak mungkin.!!! Gua hapal semua anbu dari catatan Tsunade-sama. Gua kan sering bantuin dia. Dan lagi seingat gua...."ujar Sakura.
"Eh,, eh,, tapi tunggu deh!! Bukannya janggal ada orang memakai kostum anbu saat hallowen?? Bila ada musuh kan bahaya. Nanti bisa dikira anbu yang asli." ujar Tenten.
"Bener juga!! Tapi gak ada larangan menggunakan pakaian anbu ataupun ninja idola masing-masing bukan?? Tanggung jawab kostum ada di pihak pemakai kostum bukan??" ujar Sakura.
"Betul juga seh!!" ujar Ino.
"Ya udah sekarang ceritain. Diapain aja lo??" tanya Tenten.
Sakura mulai bercerita kisahnya semalam. Bagaimana ia diperlakukan oleh werewolf dan kelinci. Bagaimana perasaannya ketika anbu itu datang. Bagaimana ia merasakan begitu nikmat dibawa bermain oleh anbu itu. Dia juga menceritakan seberapa kali dia orgasme.
Sakura menceritakannya panjang lebar. Sementara kedua temannya tampak gelisah, terlihat nafsu mereka mulai terpancing dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Sakura. Sakura pun memperagakan bagaimana desahannya saat itu.
Tenten terlihat sangat gelisah. tangannya menyusup ke T-Shirt Ino, mencari-cari kaitan bra Ino. Namu ia tak menemukannya, karena Ino sudah tak memakai bra. Tenten lebih bebas untuk meraba payudara Ino dari depan. Sementara Ino memang sedari tadi menggesek-gesekan tangannya di selangkangannya yang masih tertutup oleh celan pendek. Terlihat dari celana pendeknya sedikit basah.
Sakura terus meneruskan ceritanya ia tak peduli dengan perilaku kedua temannya itu. Malah kini T-shirt Ino telah tersingkap ke atas dan Tenten tampak meremasi payudara Ino yang menyembul ke luar. Ino mendesah – desah pelan.
"Sshh.. acch~~ Sakuar ,,, udah aja ceritanya ach~~.. lebih baik kita bermain" ujar Ino.
"Eh~ dasar. Niatnya ke sini cuman buat main kan??" tanya Sakura. Ino mengangguk. Sakura mendekati Ino yang sedang dicumbui bagian lehernya oleh Tenten. Kemudian Sakura mencium bibir Ino. Tangan Ino tak tinggal diam. Disangkatnya tank top Sakura ke atas, dan terlihatlah payudara Sakura. Sakura memang tak memakai bra.
"Eh! Jadi gua doang yang pake BH??" tanya Tenten. Ia segera melepaskan branya. sehingga kini ia hanya mengenakan T-Shirt putih tipisnya. Terlihat payudaranya menyetak dari T-Shirtnya itu. Sementara Ino dan Sakura masih saling berciuman dan meremas satu sama lain. Tenten menuju punggung Sakura. Tenten kemudian mengangkat T-Shirtnya naik dan menggesek-gesekan payudaranya di punggung Sakura.
Sakura tampak berusaha melepaskan celana Ino. Ino membantu Sakura, dan terlepaslah celan Ino. Ino juga terlihat tak memakai celana dalam sedari tadi. Tenten yang mengetahui hal itu segera menepis tangan Sakura. Tangan Tenten sekarang yang mengelus-elus daerah V Ino, sementara Tenten masih menggesek-gesekan payudaranya di punggung Sakura.
Kini tangan Tenten berusaha melepaskan Hot pants Sakura. Setelah hot pants Sakura lepas, terlihatlah celana dalam merah yang dipakai Sakura. Celana dalam itupun tak lepas dari cengkeraman Tenten. Kemudian tangan kanan Tenten mengelus-elus V Sakura sementara yang kiri sedang asyik mengobok-obok V Ino. Jari Tenten keluar-masuk daerah V Ino. Ino melepaskan cumbuan Sakura untuk mendesah-desah.
Kini Sakura berbalik ke Tenten. Diciumnya Tenten, kemudian tangan Sakura meremas-remas payudara Tenten. Sementara itu sisa tangan Sakura dan sisa tangan Tenten dipergunakan untuk melepas celana Tenten beserta celana dalam kuning milik Tenten.
Tangan Sakura mulai menggerayangi tubuh Tenten. Sementara tanagn Tenten sibuk megocok dan memilin biji kacang milik Ino. Ino mendesah-desah.
"Ach~~ teruuus~~ ssshhh achh aach~~ enaak!!" ujar Ino.
Mereka saling merangsnag satu sama lain hingga akhirnya.
"Ach~~ Ten.... sshhh~~ ach aaachhh" tubuh Ino mengejang dan cairan itu menyembur dari daerah V Ino. Jari Tenten basah dipenuhi cairan Ino. Kemudian Tenten melepaskan jarinya. Tenten menjilat jarinya sendiri, kemudian Sakura menarik jari Tenten itu dan ikut membersihkan cairan-cairan Ino.
Ino segera menarik kepala Sakura. Terlihat mereka saling berbisik. Sementara Tenten bingung melihat mereka. Tampak Sakura mengangguk, kemudian Sakura segera berdiri menuju lemari miliknya.
Tenten keheranan, namun tubuh Ino sudah tampak mendorong tubuh Tenten ke atas ranjang. Di atas ranjang mereka saling mencumbu. tangan Ino tak lepas-lepasnya merangsang bagian V Tenten. Tubuh Tenten menggelinjang-gelinjang diperlakukan seperti itu oleh Ino.
Tiba-tiba Sakura datang membawa tali dan sesuatu di tangannya. Ino segera loncat ke samping Tenten. Dipegangnya tangan Tenten, Ino segera mengikat tangan Tenten dengan tali dan tangan yang lain diikat oleh Sakura. Tangan Tenten terikat pada sisi – sisi ranjang. Tenten terlihat berontak. Badannya terangkat-angkat. Tak lupa kaki Tenten pun mereka ikat ujung ranjang, sehingga kakinya terkangkang sempurna.
"Apaan seh ini!! Lepasin dong!!" ujang Tenten memohon.
"Tenang.. Ini permainan baru!!" ujar Sakura.
"Iya!! Lo kan jarang dapet dari cowo kan??" ujar Ino.
"Emangnya lo udah sering??" ujar Tenten
"Udah dong!!" ujar Ino.
"Japan?? Bukannya cuman Konohamaru aja??" ujar Sakura berbisik.
"Hhihihi~!!" ujar Ino, sebenarnya Ino sudah mendapatkan kepuasan dari laki-laki misterius di pesta hallowen saat itu.
"Gua juga udah pernah!! Sumpah!! Jadi lepasin gua..!!" ujar Tenten.
"Sudah telat..!! Jangan bohong ya sayang" ujar Ino yang kemudian turun ke selangkangan Tenten. Dengan bebasnya Ino menjilati selangkangan itu.
"Shh... ach~ ach aaach." Tenten tampak mendesah-desah.
"Dasar!! lo nikmatin juga kan??" ujar Sakura yang kini tepat menunggangi badan Tenten. Kemudian ia menaikkan tubuhnya sehingga daerah V-nya dapat dengan musah dijilati oleh Tenten. Tenten mengerti maksudnya. Ia mulai menjilati V Sakura.
Kemudian perasaan aneh muncul dari daerah V Tenten. V Tenten terasa diisi oleh sesuatu, itu menyebabkan kenikmatan yang luar biasa. Kepala Tenten langsung mendongak melihat apa yang terjadi dengan V-nya sendiri. Ternyata Ino sedang asyik bermain di daerah V Tenten dengan sebuah torpedo buatan. Torpedo buatan yang mirip torpedo asli itu keluar – masuk V Tenten.
"Ac…Achhh~~ Masukin yang dalem Ino.!!" ujar Tenten.
Sakura kemudian turun dari tubuh Tenten. Sakura kemudian duduk di sofa, ia terlihat menggenggap sesuatu mirip ponsel.
"Ino masukin aja!!" perintah Sakura, Ino kemudian memasukkan torpedo itu ked ala V Tenten.
"Ino awas!! It's shoetime!!" ujar Sakura yang kemudian memencet-mencet alat itu, kemudian terdengar Tenten menggelinjang keenakan.
"Gila!! Ini kan torpedo elektrik yang pake remot..!! Aaachh~~ terus!!" ternyata alat itu adalah remot untuk torpedo buatan itu. Sehingga bila dipencet, torpedo itu akan bermanuver bergoyang, menyodok, bahkan bergetar di dalam V seseoranmg.
Ino tampak menambah rangsangan Tenten dengan menjilati payudara Tenten. Sementara Sakura memencet-mencet remot itu dari sofa.
"Ino!! Daripada jilatin dia. Mening di sini aja gua kan blom nyampe!!" ujar Sakura sambil mengangkangkan kakinya menghadap ke Ino.
Ino segera mendekati Sakura dan berlutut di hadapannya. Ia menjilati V Sakura. Sakura mulai terangsang apalagi melihat Tenten yang sedang dipermainkan oleh torpedo itu. Sakura tak henti-hentinya menekan tombol mengakibatkan kepala Tenten bergeleng-geleng, tubuhnya terangkat, bahkan mendesah panjang pertanda Tenten sudah orgasme.
Sakura menikmati jilatan dari Ino, sementara itu, kaki Sakura berusaha menjangkau V Inio, setelah kakinya menjangkau V Ino, ia gesek-gesekkan jempol kakinya di daerah V Ino.
Mereka sangat menikmati permainan mereka. Bahkan mereka lupa mencopot pakaian mereka, sehingga kaos-kaos yang menggantung di leher mereka sudah basah oleh keringat. Terutama Tenten, T-Shirt putih yang ia kenakan sudah terliahat basah oleh keringatnya sendiri. Tenten sepertinya telah mencapai puncak berkali-kali hanya dengan torpedo elektrik itu.
Tak lama kemudian Sakura merasakan akan keluar. Ia segera mendekatkan V-nya ke wajah tenten. Baru beberapa jilatan dari Temtem dan
"Ach~~~ Achh~~" tubuh Sakura mengejang. Tangannya memencet tombol tak karuan, menyebabkan tubuh Tenten terangkat dan Tenten menjerit kecil. Cairan Sakura tumpah di wajah Tenten. Sakura ambruk di samping Tenten. Sakura tampak mengatur nafas, sambil memainkan remot itu.
"Sakura...!! Please.. udahan!! Gua udah capek sshhh!! Gua dah hamper sepuluh kali..!" ujar Tenten memohon.
"Wa~ cepet juga ya lo klimaks, biasanya gua cuman lima kali." ujar Sakura. Ia menghentikan permainan remotnya.
Tenten terlihat sangat lega. Kemudian mereka bertiga menyudahi permainan mereka.
"Yah!! Lupa nyopot baju kan!! Pada gak sabar seh!! Jadi basah." ujar Ino.
"Lo yang ngajak kan?" ujar Sakura.
"Iya neh!! Gua ampe kaya orang berenang aja neh!! Lagian kalian nakal jailin gua." ujar Tenten.
"Gampang!! Pake baju gua aja dulu." ujar Sakura.
"Dada lo kan kecil mana muat di gua." ujar Ino.
"Ya udah!! Kalo lo gak mau pake. Berarti lo pake baju basah gitu deh. Nanti di jalan dicolek-colek loh!!" ujar Sakura.
"Ahahah~ gak apa-apa dicolek!! Tapi ya udah gua minjem baju lo." ujar Ino.
Ino dan Tenten segera berganti pakaian. Setelah mereka bertiga berpakaian kembali, mereka kembali ngobrol.
"Jadi?? Lo ngasih tahu laki-laki itu siapa kapan??" tanya Sakura.
"Tenang pasti hari ini!!" ujar Ino.
"Eh, gua cabut dulu ya. Gua ada latihan sekarang!!" ujar Tenten.
"Yah~ kalo Tenten pulang, gua juga pulang. Gua takut sama Sakura berdua, nanti gua dimaenin ama torpedo elektrik itu lagi. Hahah~" ujar Ino.
"Dasar lo Ino!! Minta pinjem torpedo itu gak bakal gua kasih loh!!" ujar Sakura.
"Bercanda sayang!! Gua pulang dulu, gua belom beresin toko bunga gua. Nanti gua pasti hubungi lo tenteang laki-laki yang gua kasih pas malem hallowen." ujar Ino
"Ya udah. Makasih ya." ujar Sakura.
Ino dan Tenten segera pulang ke tempat tujuan masing-masing.
----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Malam harinya, Sakura masih menunggu jawaban Ino. Sakura terduduk di ujung ranjang di kamarnya sambil memegang ponselnya.
----------------------------------------------------------------------------------------------------
Mana janji lo??
Hari ini tinggal 4 jam lagi kan??
-Sakura-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Delivered to:
.Ino
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
"Gua mandi dulu deh" Sakura segera ke kamar mandi, ia menenteng handuk berwarna pink di tanagnnya.
Selesai mandi ia duduk di samping ranjang hanya terlilit handuk pink di tubuhnya, tangannya yang lain memegang handuk kecil untuk mengeringkan rambutnya.
Tiba-tibs....
Angin kencang berhembus ke kamarnya. Jendela kamarnya terbuka oleh angin itu. Handuknya tersibak oleh angin itu.
Dan yang mengejutkan, terlihat sesosok tubuh berjubah hitam duduk di jendela kamarnya. Sakura terkaget. Sosok itu mengangkat kepalanya.
Handuk Sakura tertiup angin dan lepas.
"Mmm... M..Ma...Ma... Mata itu....!!!" hanya itu yang keluar dari mulut Sakura.
Tiba-tiba sosok itu sudah ada di belakang tubuh bugil Sakura.
"Malam!! Sakura!! Mau berpesta?" ujar sosok itu sambil meremas payudara Sakura dari belakang, suaranya tampak tak asing bagi Sakura.
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
TO BE CONTINUED.........
^o^ next chapter.......
-----------------------------------------------------------------------------------------------------
Sipakah sosok jubah hitam itu??
Kenalkah Sakura dengannya??
Mengapa Sakura mengeluarkan 1 kata
yaitu MATA dari bibirnya??
Cerita yang tak bisa ditebak!!
Hho~~~
Sampai jumpa!!!
Nah!!! gimana?? review please...!!!
*puppy eyes*
Salam hangat dari penaku nyu~
dadah.!!
IKLAN : GUA JUGA BUAT FIC BLEACH CROSSOVER DEATHNOTE, BUKAN RATED :M SEH!! TAPI GUA MOHON REVIEW JUGA YA!! COZ SAMPE SEKARANG BELOM ADA REVIEWNYA, PADAHAL DAH DI-PUBLISH LAMA BANGET!!
