Wah..!! Sudah lama tak jumpa!! ^o^

Nyu~ nyu~

tanpa basa-basi lagi akh.

Update ke ??? ke-5 ya??

Mari kita baca!!!

WARNING!! FULL STRAIGHT LEMON SCENE!!

GAK SUKA?? MENJAUH AJA!!

Sepasang Mata

(part 2)

"Hay Sakura!!" ujar sosok berjubah hitam itu sambil meremas payudara Sakura dari belakang.

"Ukh~~!!" Sakura melenguh kecil. Tubuhnya segera berontak, tangannya berusaha menggapai tubuh misterius itu. Dengan usahanya, tubuh bugil Sakura berhasil mendorong sosok misterius itu ke belakang. Sakura lalu memutar badannya, aliran cakra berkumpul penuh di tangannya. Sakura segera memasang kuda-kuda untuk memukul sosok misterius berjubah hitam itu. Sementara tangan yang satunya berusaha menutupi payudaranya, namun sia-sia Sakura menutupi daerah itu karena bukit itu masih dapat terlihat.

"Mau apa kau kesini?? Keluar sekarang atau..." Sakura melepaskan pukulannya pada sosok berjubah itu. Namun dengan mudah sosok misterius itu mengelak dari pukulan Sakura, sehingga pukulan Sakura berhasil menghancurkan lemari kamarnya. Sosok tubuh itu kembali memeluk erat tubuh bugil Sakura dari belakang.

"Apa kau tak mengenal diriku??" ujar sosok misterius itu. Mata Sakura sedikit melotot menahan rasa sakit di payudaranya. Sosok misterius itu meremas payudara Sakura dengan.

"Argh~~~ AAAaaaarrrgh~~!!" erangan keras keluar dari mulut Sakura ketika sosok misterius itu meremas kembali payudaranya.. Terlihat payudara Sakura yang putih itu kini berubah sedikit memerah dengan tapak remasan tangan terlihat di sekitar payudara itu. Sakura merasakan benda keras digesek-gesekkan ke punggungnya.

Sosok itu segera melepaskan pelukannya dari Sakura. Kini ia berdiri tepat di depan tubuh Sakura yang terengah-engah.

"Baiklah kalau begitu..!!" ujar sosok itu membuka jubahnya perlahan.

Mata Sakura melotot melihat sosok yang tak asing lagi di hadapan berdiri tubuhnya.

"G......

"Gu.....

"Guru.......!!" ujar Sakura sambil mengatur kembali nafasnya.

"Hay Sakura!!" sapa sosok itu sambil mengangkat tangannya dan menyapanya ramah.

"GURU KAKASHI!!" ujar Sakura yang sedikit tenang.

"Ya...!! Apa kabar Sakura??" ujar Kakashi.

"Bukankah...... Bukankah Guru sedang menjalankan misi di Ame Gakure??" tanya Sakura.

"Sakura!!" ujar Kakashi mendekatkan tubuhnya ke Sakura. Tubuh Sakura terpojok.

"Nggghhh~ guru.. ngghhh!!" Sakura merintih ketika tangan Kakashi bermain di daerah V Sakura.

"Sakura, kau cantik sekali malam ini. Oh, tidak!! Maksudku kau memang selalu cantik." ujar Kakashi.

"ach~~ nggh Guru Kakashi!! ssshhh~ Apa yang Guru lakukan ach~~!!" ujar Sakura.

"Memberikan hadiah padamu. Kau tak ingin memberi hadiah pada gurumu yang baru kembali ini??" ujar Kakashi, kini tangan satunya lagi meremas-remas payudara Sakura.

"Tapi..."

"Sudahlah Sakura...!! Malam hallowen itu kau menikmatinya bukan??" ujar Kakashi sambil tetap merangsang tubuh Sakura.

"Jadi...nnggh~ pria malam ach~~ hallowen itu salah satunya adalah… sshhhh~~..." ujar Sakura, terlihat birahinya mulai terangkat oleh permainan Kakashi.

Kakashi hanya menggangguk, ia mengangkat tubuh Sakura dan membaringkannya ke atas tempat tidur. Kakashi segera menanggalkan pakaian luarnya dan celananya. Hingga ia kini hanya mengenakan pakaian dalam sekaligus penutup mulutnya. Torpedonya mengacung tegak.

Kakashi segera mendekati tubuh Sakura yang terengah-engah termakan nafsunya sendiri. Sakura tak dapat membayangkan bahwa rahasianya kini diketahui oleh gurunya sendiri. Kakashi mulai dengan meremas-remas payudara Sakura.

"Ssh... ngghh~~" Sakura mendesah – desah pelan. Jari tangan Kakashi mulai menjalari sekitar daerah V Sakura yang telah basah, kelihatannya Sakura sudah mulai terangsang. Kakashi mulai memasukkan jarinya ke lubang V Sakura, ia berusaha menemukan biji kacang Sakura.

"Ach~~ ter....teeerrruuuss~ ngghh~ ach~!!" Sakura mendesah-desah tubuhnya terangkat-angkat ketika jari Kakashi mulai memilin biji kacang Sakura. Sakura tak mau kalah, tangannya mulai menggenggam torpedo milik Kakashi. Torpedo itu ia kocok pelan, sesekali ia memencet-mencet dua buah telur milik Kakashi.

"Ach~~ Sakura!! Ternyata kamu pintar sshh~~ terus Sakura~~ yang cepat.. sshh~" ujar Kakashi menerima serangan dari Sakura.

Tak lama kemudian Sakura menjerit kencang.

"Argh~~!! sshhh Guru~~ aaakuu keluarr sshh!!" daerah V Sakura mengeluarkan cairan cintanya dan membasahi tangan Kakashi. Sakura menggelinjang keenakan.

Kakashi segera melepaskan jarinya yang basah oleh cairan cinta Sakura. Dijilatnya cairan di tangannya itu.

"Hmm... Gurih sekali. Lumayan untuk mengembalikan tenagaku yang baru pulang dari misi." ujar Kakashi menikmati setiap centi jari-jarinya yang basah.

Sakura tampak lemas tak berdaya di atas kasurnya, napasnya terengah-engah. Dia terlihat menikmati sisa-sisa kenikmatan. Matanya terpejam.

"Gu...gu..guru Kakashi... Apakah Ino yang menyuruhmu ke sini?" tanya Sakura.

"Betul, sayang..!! Ino, yang menyuruhku ke sini. Bukankah kau masih penasaran dengan Hallowen kemarin??" ujar Kakashi. Kini ia merapatkan tubuhnya ke samping Sakura.

"Ach.... ssshh.. ja..jadi... Guru memang salah satu dari mereka??" ujar Sakura sambil menikmati pijitan payudara dari Kakashi.

"Jelas... kemarin aku yang mengenakan topeng kelinci." ujar Kakashi yang kini memiringkan badannya menghadap Sakura.

"Jadi..., ssshhh... gu..gu..guru bukan ach.. bukan orang itu..." ujar Sakura yang kembali terbakar birahinya oleh permainan jari Kakashi di daerah V miliknya.

"Siapa? Sudahlah!! Sekarang lebih baik kita bersenang-senang saja.." ujar Kakashi. Kini ia bangkit dari tempat tidur. Lalu ditindihnya tubuh mungil Sakura, torpedonya tampak tegak mengacung.

"Sayang,!! Cukup sekali saja dan kita akhiri permainan ini." ujar Kakashi. Kemudian ia mengarahkan torpedonya tepat di depan daerah V Sakura yang tidak begitu lebat.

"Ach... shhh .. hm... gu.. guru.. enak sekali.. ach!!" Sakura mendesah ketika torpedo itu berhasil membobol pertahanan V Sakura.

Kakashi memaju-mundurkan pinggulnya dengan irama yang teratur. Sakura tampak mengimbangi gerakan Kakashi.

"Sakura.. Ini lebih nikmat ach~ dari hari Hallowen itu." ujar Kakashi yang masih menerobos V Sakura.

Sekitar 15 menit mereka bertahan di posisi itu, namun Kakashi belum juga mencapai finish. Namun Sakura sudah berkali-kali mendapatkan kenikmatan, terlihat dari daerah V Sakura yang merah jambu tampak mengkilat oleh cairannya sendiri.

Kakashi tampak mencopot torpedonya. Sakura tampak kecewa mengetahui hal itu, namun ia kaget dengan tangan-tangan Kakshi di sekitar pinggangnya.

"Sekarang kita coba gaya lain, sayang!" ujar Kakashi. Ia mengubah posisi Sakura. Sehingga kini Sakura tampak menungging di depan Kakashi.

"Ach~~ guru... sshhh!!" Sakura mendesah ketika merasakan kembali torpedo gurunya. Tangannya tampak menahan seluruh berat badannya, sedangkan tubuhnya kini berguncang-guncang mengikuti irama serangan Kakashi.

Kakashi tak menyia-nyiakan payudara Sakura yang bergoyang-goyang. Diraihnya kedua payudara itu. Kemudian ia remas perlahan.

"Ach... ach... sshh ach... enak... terus ... ach.. terus guru.." ujar Sakura tak menentu lagi, otaknya kini sudah dipenuhi oleh hasrat mencapai puncak untuk kesekian kalinya.

"Ach… Sakura…. Aku su … sudah …. ma.. mau keluar sshh..." ujar Kakshi.

"Sudah... ach..ach.. cepat keluarkan guru... keluarkan di luar.. jangan di dalam." ujar Sakura sambil membanting tubuhnya sendiri ke depan, sehingga torpedo Kakashi keluar secara mendadak dari daerah V Sakura.

"Maaf, guru!! Tapi..., saya belum siap untuk hamil." ujar Sakura. Kini ia merangkak menuju Kakashi.

Sakura mendekatkan dadanya ke arah torpedo Kakashi. Ia selipkan torpedo itu di antara belahan dadanya. Ia maju mundurkan dadanya itu. Sungguh pemandangan yang sanat erotis. Sesekali Sakura menjilat torpedo itu agar licin.

"Ach... Sakura ... aa ..aa . aku keluar..!!" ujar Kakashi dan crot-crot-crot, torpedo itu memuntahkan cairannya di payudara Sakura.

Sakura tampak kaget dengan jumlah cairan yang keluar. Sungguh banyak, sampai-sampai cairan itu mengalir ke perutnya. Segera Sakura memasukkan torpedo itu ke dalam mulutnya agar cairannya tidak menetes ke ranjangnya.

"Hisap teru...terusss ach~~" ujar Kakashi. Seketika itu ia terbaring lemas di depan dada Sakura.

"Terima kasih, Sakura...!" ujar Kakashi mendekatkan mukanya.

Sakura hendak mencumbu gurunya itu, namun..

"Oh... Tidak!! Jangan, Sakura. Aku belum pernah sekali pun membuka penutup muka ini." ujar Kakashi menjauhkan mukanya.

"Terima kasih juga Kakashi-sensei.!" ujar Sakura lirih.

"Baiklah, kalau begitu!! Sekarang aku harus kembali bekerja. Kabarnya di pesta Hallowen kemarin ada penyusup yang masuk ke Konoha. Sehinnga kini, aku diberi tugas untuk menyelidikinya." ujar Kakshi sambil mengenakan pakaiannya kembali.

"Sepertinya penyusup itu mengincar sesuatu." ujar Sakura yang kembali menutupi tubuhnya dengan handuk.

"Mana aku tahu!! OK Sakura!! Guru akan pergi, jangan bosan Sakura" ujar Kakashi. Ia langsung melompat dari jendela kamar Sakura.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------

"Dasar, Ino!! Awas saja!!" ujar Sakura bergumam sendiri. Dilihatnya HP miliknya yang selama ini hampir ia lupakan selama permainan tadi. Ternyata satu pesan baru datang dari seseorang.

Hihihi XDD gimana?? gak penasaran

lagi denagn cowo

hallowen itu kan??

^.^ .Ino

"Huh!! Dasar Ino. Pembalasan lebih kejam." ujar Sakura yang kini menarik selimutnya untuk tidur.

(END OF Ch.5)

Gimana kelanjutannya??

Aapakah lebih menarik??

Apakah lebih "ERO"??

Kita lihat nanti ya nyu~

REVIEW dan saran selalu nyu~ tunggu!!

Kalo nge-flame yang bae-bae aja ya jangan bikin nyu~ down ya... ^o^

makasih~ arigatou~