Fandom Death Note

Title: Let's F*cking Light! :D (WTF?)

Summary : Aira, Matt, n Mello dah nyampe ke 'sarang' psychopat gila aka KIRA aka Yagami Light aka TARGET mereka.

Berhasikah mereka melaksanakan misi mereka?

ataukah muncul halangan gaje lainnya?

Dissclaimer: Death Note © Takeshi Obata & Tsugumi Ohba

Hiruma & Mamori © Riichiro Inagaki & Yusuke Murata (minjam chara ES21 ah..^^)

Warning: Semi-Crossover, OOC, GAJE, STRES, MESUM, YAOI, ANEH

A/N: Sekarang Aira mau make sistem narator ah, cuz ntar ceritanya jadi aneh kalo Aira ngejek diri sendiri :P

Let's F*cking Light! :D (WTF?)

Aira Chaterine Keehl

.

.

Let's F*cking Light! (WTF?)

What The F*ck?

What The Hell?

What The Fool?

The Story So Far : akhirnya Aira, Matt, dan Mello berhasil memasuki medan perang (?) maksud saya, kamar Light. Setelah melewati serangkaian halangan dan rintangan aneh bin gaje, mereka akhirnya bisa memasuki kamar Light dengan selamat dan tidak kurang suatu apapun.

"stt, diam sepertinya aku mendengar sesuatu." kata Aira yang berada di depan barisan.

"apa?" tanya Matt di belakang Aira.

"zzztt ngrookk mew guk guk guk ngrokk zzztt fiuh.."

"suara aneh apa itu?" tanya Mello.

"i, itu.. Suara dengkuran mautnya Light!" ujar Aira ngeri.

"opo? Gue nga bisa bayangin deh, L-senpai bisa tahan tidur dengan diye! Pantasan lingkaran hitam di mata L-senpai akhir-akhir ini semakin membesar." kata Mello.

"iye, mana ada orang waras yang bisa tidur kalo di sampingnya ada suara dengkuran dendemit kayak gitu. Hiee…" Matt merinding disko.

"orang budek aja kayanya ogah mau tidur sama ni orang." sambung Aira.

"zzztt ngrookk mew guk guk guk ngrokk zzztt fiuh"

"huh, cepat kita selesaikan rencana kita!" Mello menutup telinganya

"ok, ok.." Aira menyerahkan kamera pada Matt. Ia dan Mello pergi mendekati sumber suara aneh tersebut.

"wah, bisa-bisanya dia tidur nyenyak padahal tahu kalau kita akan datang." ujar Mello sambil menyodok sikut Light.

"hei stop it! Nanti dia terbangun."

"ya, ya. Kita mulai dari mana ni?" Tanya Mello sewot.

"ng, gimana kalau.." Aira tersenyum mesum.

"A, apa yang—Hmp!" Mello dengan sigap membekap mulut Light.

Tangan dan kaki Light dipegangi oleh Aira dan Matt sementara kamera diserahkan kepada para pembaca

(Pembaca: lho berarti gue digaji juga kan?

Author: sorry, abisnya otou-san ga mau megangin kameranya.

Pembaca: imbalannya apa ne?

Author:.. pokoknya ajiiibb de! *nunjuk ke Light dengan tatapan mesum*

Pembaca: *ada yang nosebleed ada yang langsung mimisan* okok..)

"Nah pe-mir-sa" kata Mello dengan mulut di doer-doerin dan gaya centil bak banci kesasar.

"sekarang kami sudah siap bo! eike akan mulae penelanjangannya bo, ikutin eike terus yei!" Mello berjalan mendekati Light, Light tiba-tiba merasa suhu kamarnya lebih dingin 10 derajat fahrenheit.

"sini nak brondong eike bukain bajunya." kata Mello penuh penjiwaan (akan peran bancinya *di geplak Mello*)

Light bergidik ngeri, matanya terbelalak melihat gunting di tangan Mello. Ia berusaha berontak, namun sayang sekali tangan dan kakinya ditahan dua cecunguk Mello. (Aira: huh, narator jahat ih! Ntar gajinya saya potong lho..

Narator: iye,iye ganti cowo cakep n cewe cantik de.. *tidak berdaya dangan ancaman laknat Aira*)

okelah lanjuttt…

Light mulai berkeringat dingin, ia tidak berdaya menghadapi apapun yang akan dilakukan Mello dengan gunting ajaibnya. Light menelan ludah yang udah hampir muncrat kalo saja nga ada kain bekas ngepel lantai wc yang digunakan Mello untuk membekap mulutnya.

Mello mulai menggunting piama Light dari bagian bawah sembil tersenyum ala banci yang dapat mangsa uenak.

'hmmp hmp hppp!" kata Light yang bisa diartikan secara bebas sebagai "hmmp hmp hppp!" (pambaca: itu mah sama aja kale..!)

E-he, ada dua artian loh, artian kedua: Enak aja lu ngegunting piama orang seenak dengkul lu! Ini piama mahal tau! Apalagi piama ini udah merekam banyak kenangan 'adegan mesra diranjang' bersama L-chan. (Pembaca: *mangut-mangut* wa, panjang juga ya artinya)

Baju piama Light sukses menjadi korban gunting laknat Mello, baju yang harus author akui cukup 'cantik' (jika dikenakan oleh perempuan) itu pun sukses terobek-sobek, menampilkan pemandangan bagian dalam—maksudnya tubuh Light yang ternyata lumayan berotot n berukuran six pack itu. (tadinya si author nulis kurus kering bak tulang kering, but.. karena alas an hiburan, n karena authornya kasian sama si narrator yang bisa aja jadi sasaran amukan fgnya Light, maka author nulis gitu deh… mew :3)

Aira yang memegangi tangan Light pun sukses nge-blushing melihat tubuh indah Light itu. Sementara Matt yang dengan susah payah memegangi kaki-bau-nan-jorok-penuh-kutil-nya Light membatin dalam hati 'bau banget ni kaki! ntar habis syuting q hatus minta bayaran yang gede sama author' (beneran ga nyambung!)

Sementara itu para pembaca merangkap kameramen dengan sigap merekam tubuh Light sambil sesekali tersenyum mesum.

"Nah,,,,,,,, S-E-L-A-N-J-U-T-N-Y-A! Mari kita buka celana Light" kata Mello sangat-amat-sangat-mamat (eh ada matt nyasar! *ditendang*) antusias, sampai-sampai Matt yang sudah tidak tahan dengan siksaan kaki-bau-nan-jorok-penuh-kutil-nya Light mulai curiga, jangan-jangan Mello mau ikut acara ini karena sebenarnya dia sudah bosan dengannya dan memutuskan untuk melakukan ppiiiipp dan piiiipp pada Light dengan penuh napsu.

Light berusaha menendang-nendang kearah perut Mello yang kini semakin mendekat.

5cm….

4cm…

3cm…..

2cm…..…

1cm…

Dan, kaki kiri Light berhasil lepas dari cengkraman Matt yang sedang dibakar api cemburu. Kaki kiri yang beruntung tersebut dengan gerakan secepat kilat menendang perut—dan meleset—maksud saya, kini tendangan yang sebenarnya mengincar perut tersebut nyasar ketempat lain yang jauh berbeda…

yaitu…

SETELAH PESAN-PESAN BERIKUT INI…!

*Tiba-tiba muncul suara teng-ing-eng entah dari mana*

Dengarkan sugesti saya!

_review mew…

_review mew…

_review mew…

_review mew…

kini tendangan yang sebenarnya mengincar perut tersebut nyasar ketempat lain yang jauh berbeda…

yaitu…

yaitu…

yaitu…

yaitu… *di tampar bergilir sama pembaca*

Kali ini serius deh…

yaitu…

yaitu…

yaitu…pembaca: *siap-siap melakukan ritual tampar bergilir season 2*

Alat lenongnya sodara-sodara!

pembaca: cengok + sweatdroped (beberapa pembaca pria dengan tampang ngeri n horror stadium lanjut buru-buru memegang 'alat lenong' mereka masing-masing sambil berpikir 'untung gue bukan si Mello' :D )

SESEORANG TOLONG PINJEM EARPHONEMU!

"!" Tereak Mello dengan sepenuh jiwa dan raga sampai-sampai beberapa orang pembaca—yang ga sempat menutup telinga mereka—langsung jatuh colaps.

(Narator: maaph pemirsa, ee, pambaca, untuk sementara waktu Mello—dan beberapa pembaca yang tadi colaps akan dibawa ke rumah sakit terdekat, jadi untuk semantara sence di pause n kita –dengan sangat terpaksa harus ngedengerin bacotan—maksud saya pikiran pelaku kejahatan barusan, tidak lain dan tidak bukan.. marilah kita sambut, Yagami Light)

Huh, rasain lu! tendangan gue asoy kan? tadinya si ngincer perut e, lunya malah bergerak, jadi nyasar 'di situ' deh.. miahahahaha.. rasain tendangan suppeeerrrr gue!

Aira: ah, lu jahat banget de sama Nii-san!

Light: Biarin de..

Dtitengah 'kekacauan' akibat insiden 'maut' tadi Light memanfaatkan waktunya untuk memikirkan cara kabur yang paling tepat;

kok gue bisa tidur ya? Perasaan tadi gue nekat begadang buat nunggu para cecunguk ini, e, sekarang gue malah terjebak, jangan-jangan…

Light berusaha mengingat-ingat kejadian sebelum ini, saat itu Light memang tidak tidur ia sedang duduk bersama seorang pemuda, perpaduan sempurna antara panda dan manusia. L alias Ryuuzaki alias Hideki Ryuga, alias Coil, alias Deneuve, alias panda nyasar. *narrator ditimpuk L*

Seperti biasa, mereka sibuk memandangi—memelototi—layar laptop masing-masing, mencoba menemukan sesuatu untuk mendongkrak investigasi mereka yang tersendat-sendat dan macet(?) akibat L yang bersi keras menuduh Light sebagai KIRA sampai-sampai ia tidak terima dan merajuk dangan memakan semua persediaan makanan manis digedung itu sampai tidak bersisa. Light—yang merasa dirinya bukan KIRA sempat kesal dengan perbuatan laknat detektif panda ini, pasalnya, mereka kan terikat borgol tapi selama masa 'terikat' yang menyengsarakan itu, L tidak sekalipun menganggap Light ada. Ia selalu melakukan keinginannya tanpa mengatakannya terlebih dulu pada Light, sehingga Light—yang terborgol bersamanya—mau tidak mau harus ikut kemanapun ia pergi dengan cara yang sangat tidak layak (seperti anjing yang dibawa jalan-jalan dengan tuannya, Light harus ikut kemanapun tuannya pergi) L berbicara dengan Light hanya jika merasa butuh, dan itu pun selalu berhubungan dengan kasus KIRA. Light sebenarnya bingung dengan pikiran detektif pevert satu ini, sebelum ia terikat 24/7 L tampak sangat 'menginginkan' Light (bahkan sampai pasang kamera pengintai di kamarnya) tapi, begitu Light keluar dari penahanannya, L seperti menjaga jarak. Tiap kali ditanya ia akan mangatakan—dengan nada layaknya anak kecil yang kehilangan mainan favoritnya:

"Kemungkinan Light-kun adalah KIRA sebanyak 15% dan terus menurun akhir-akhir ini. Padahal saya mengharapkan Light-kun adalah KIRA."

Benar-benar sebuah jawaban childish yang terkesan sangat menuntut. Light memaksakan dirinya berkonsentrasi lagi, ia sibuk mendownload data-data tentang kasus KIRA (L: bukan, Light-kun sejak tadi hanya mendownload game terbaru)

Ralat : ia sibuk mendownload game terbaru.

Light: bukan game kok! Liat *nunjukin layar laptopnya yang bertuliskan "game KASUS KIRA"

Narator: tu, ada tulisan game kecil.

Light: iya, iya, gue ngaku. Habis bosan si, seruangan ama ni panda. Mana dia nga bicara lagi.

"Light-kun" Kata L tiba-tiba.

Tumben, pasti ngomongin perkembangan kasus KIRA lagi.

"Mello, Matt, dan Aira merencakan sesuatu untuk mengerjaimu Light-kun."

"ho, dan apakah rencana itu?" Tanya Light (pura-pura) acuh.

"mereka ingin menelanjangi Light-kun dan memasukkan vidio memalukan itu di Youtube sehingga dia akan jadi malu sampai berharap tidak pernah dilahirkan di dunia ini." kata L mengutip kata-kata Aira siang tadi.

Wajah Light berubah sedikit pucat, namun ia berusaha keras mempertahankan nada tenang dalam suaranya. "Ryuuzaki," ujar Light masih menatap lurus laptopnya.

"ya Light-kun?" tanya L sambil meminum teh super manisnya.

"kenapa kau memberitahuku?"

"kenapa ya?" L memasang pose berpikir. "mungkin karena aku tidak ingin tubuh Light-kun yang indah itu sampai dilihat orang selain diriku."

Light blushing. "alasan yang konyol L."

"ya, yang tadi itu hanya bercanda saya pikir, kalau Light-kun saya beri tahu maka saya akan (bisa meningkatkan presentase bahwa Light-kun adalah KIRA dengan melihat reaksi Light-kun) bisa membantu Light-kun."

"oh ya?" Light menatap mata L. Tidak ada yang bisa ia temukan disana selain mata hitam kelam yang balas menatapnya dalam-dalam.

"baiklah," Light akhirnya menyerah.

"sepertinya aku harus meminta bantuanmu kali ini." ujar Light.

L tersenyum mupeng. " tentu saja Light-kun."

L meraih hpnya yang ada di saku celananya. Ia menelepon..

"Watari,"

"ya, L?"

"Tolong pasang system pengaman di pintu kamar Light"

"baik L,"

"ne.. Light-kun. Sebagai tanda terima kasihnya, saya meminta Light-kun (melakukan piiip dan piip dengan saya di kamar sampai puas) mengaku sebagai KIRA."

"L, Ryuuzaki.. sudah 96 kali aku bilang kalo aku bukan KIRA!" seru Light.

"ho, tapi saya berpikir KIRA pasti akan melindungi dirinya dengan cara yang Light-kun lakukan."

"jadi.." Light menyimpulkan. "kalau aku bukan KIRA, aku harus membiarkan saja mereka melaknati tubuh indahku?"

L tampak sedang berpikir, ekspresinya tidak terbaca. "tentu tidak, saya tidak akan membiarkan tubuh indah Light-kun dilihat orang lain."

"jadi.. apa sebenarnya maksudmu melakukan ini Ryuuzaki?"

"pertanyaan yang bagus Light-kun." Kata L, ia tersenyum mupeng lagi.

Light memutar bola matanya. 'dasar detektif Freak' pikirnya.

"Matsuda-san," ia memanggil melalui interphone.

"ya," terdengar suara mengantuk milik Matsuda.

"tolong buatkan kami berdua kopi."

terdengar suara gdubrak di seberang. "ya, ya.. saya mengerti."

*end of plesbeck—flashback*

'jangan-jangan…MATSUDA! L menyuruh Matsuda menaruh obat tidur di kopi. Ya pasti begitu,"

Mello yang telah pulih dari 'insiden kecelakaan yang hampir merenggut nyawanya'. Oleh karena itu, mari kite lanjutkan! :D

"nah, sekarang… tanpa basa-basi lagi…" Mello tersenyum setan. "mari kita lakukan"

Kini mata Mello telah berkilat-kilat jahat, dan tangannya memegang sesuatu yang terlihat seperti pisau dan gunting untuk peralatan operasi.

Light mulai berkeringat dingin.. ia nyaris menjerit dengan nada sopran khas cewek yang diperkosa dengan laknatnya. Namun, untungnya, Light-kun yang mempunyai harga diri yang kelampau tinggi itu, berhasil menenangkan dirinya. 'L brengsek' ia membatin.

.,

Sementara itu…

"huachiiiuuh!" seorang pria bungkuk berambut hitam dengan kulit sepucat salju tiba-tiba bersin dengan keras saat akan mengunyah cakenya. cake malang yang belum sempat ia kunyah itupun, langsung muncrat bertebaran dimana-mana.

"huh, sepertinya ada yang membicarakan saya."

L menggosok hidungnya, lalu jongkok meratapi cakenya yang malang.

"L," suara Watari dari speaker.

"ya?" jawab L dengan ogah-ogahan. Ia masih meratapi kematian (?) cake ekstra manisnya yang malang.

"sudah waktunya." ujar Watari singkat.

L bangkit dengan enggan lalu melihat jam dinding. "ya, memang sudah waktunya."

L berjalan sangat pelan kearah pintu. Ia berhenti tepat di depan pintu lalu tersenyum mupeng seraya berbisik pelan. "saya tahu siapa yang membicarakan saya. Light-kun harus mengganti cake saya yang jatuh."

.,

Mello tersenyum laknat tangannya sudah siap di tempat, dengan cekatan ia membuka celana Light. menampakkan selembar celana dalam bermotif strawberry yang membungkus alat fital milik Light.

Aira mulai deg-degkan. Idenya melaknati Light ini membuatnnya salah tingkah sendiri, ia membayangkan milik siapa yang lebih besar dan panjang? Milik L kah? Atau milik Light..? *Aira ditimpukin pembaca*

Pembaca: hayo.. dasar pikiran mesum!

Aira: eh, jangan gitu dong! kalian tuh yang mikir mesum! tuh sampai mimisan segala!

Pembaca: (ngelap mimisan) he eh..

LANJUT!

"Hentikan Mello!" sebuah suara.

Nyaris saja.. sedetik sebelum Mello membuka celana dalam Light… Muncul!

siapa hayo?

L (akankah L muncul bak pangeran menyelamatkan putri? ataukah ia sebenarnya mengharapkan Light di permalukan habis-habisan? )

Watari (ya, ntahlah.. Kakek Watari bisa menyiksa Mello )

Mamori (ntar juga bakal muncul! tapi.. opo sekarang saat yang tepat? )

Matt (mungkin ja.. tapi dia kan bagian dari 'Operasi Pelaknatan Light' ataukah ia berkhianat? )

Hiruma (untuk apa setan itu melarang Mello? Bukankah dia demen yang beginian? )

Aira (saya sangat mengharapkan melihat 'itunya' Light! Tapi.. munhgkin aja hahaha… )

Hayoo? sopo?

Silahkan pilih dulu…

Pilihan boleh lebih dari satu, tapi nga lebih dari dua.. (maksudna 1 ja)

Sertakan alas an kalian kalo bisa..

Ok coy?

Bersambung ke chapter selanjutnya!

Btw…

I'M SORRY FOR LATE UPDATE!

and..

I'M SORRY COZ MAMORI-KAA SAN DIDN'T SHOW UP IN THIS CHAPTER!

Huee… saya nga pengen cepat-cepat berakhir!

makanya… kita tunda dulu kemunculan kaa-san!

ok coy? *gya preman*

And the Fucking Damn Story called:

Let's Fucking Light! WTF? XD

Will be back! SOON!

Bye…

Aira, Matt, Mello : MIND REVIEW!

WiTh LoVe: Aira Chaterine Keehl