It was a bright, black night.

When the moon is full,

I wrecking it, again, tonight

With a nail bat, but it is dull

I want to be more ignite

I hurting people, hitting them

I want to make the night

Into a good, flawless things

Yes, flawless, devilish things

I don't treasure life

As I don't treasure myself

I don't care what grief is

As I don't know your grief

And I don't want to know about it

Part 2

"them"

Setelah mengatakan hal itu, Pria bernama Joseph menaiki lagi motornya lalu melesat meninggalkan Brett dan Edge.

"ugh…." Rintih Edge kesakitan

"kamu tidak apa apa, Edge?" kata Brett sambil membantunya bangun

"ya, aku tidak apa apa, tapi, astaga, orang itu kuat sekali" kata Edge sambil memegang perutnya (sama, Edge, aku jg lagi kram perut T_T Q_Q)

"kenapa kau sampai bisa telak begitu kena pukul? Setidaknya, kau kan level 4 dalam setiap ilmu bela diri

"uh… tidak tahu, dia tiba tiba menghilang dari hadapku lalu taut au aku sudah dipukulnya diperut"

untuk dapat memukul Edge secepat itu…. mereka bukan orang biasa….

Pikir Brett sambil kemudia membawa Edge naik kembali ke motornya

"ayo! Semua pulang!" kata Brett kepada anggota anggota geng miliknya"

dalam perjalanan pulang, satu persatu anggota genk Brett dan Edge berfikir, dan saling berbisik,

"kau lihat tadi?" kata salah satu pengendara motor bernama Jin

"ia, ketua bisa dipukul secepat itu" kata orang disebelahnya bernama Yann

"hmmmm pria bernama Joseph itu… kuat juga…." Kata Jin

"ia, lagipula, dia terlihat berkharisma, tidak seperti Brett dan Edge, ketua kita sekarang, mereka terlalu kecil" kata Yann membenarkan

"heh, benar, aku puny ide, bagaimana kalu kita buat Joseph menjadi ketua kita?" kata Jin

"wah, ide bagus." Kata Yann setuju.

"pertama-tama, kita harus tahu tentang dia" kata Jin

Setelah berkendara selama 3 menit, sampailah mereka ke rumah sakit terdekat disana, dan kebetulan, itu adalah rumah sakit paling terkenal disana, bukan, di dunia. Rumah sakit itu terkenal karena kemampuan salah satu dokter disana, yang mencatat rekor sebagai professor dan dokter terhebat yang pernah ada, dalam upayanya mengoprasi operasi yang tidak mungkin dilaksanakan, dan menemukan obat penyakit yang sukar disembuhkan. Yang lebih hebat, Professor dan dokter itu adalah sepasang suami istri.

Nama Dokter itu adalah Sefine Goodwin, dan suaminya bernama Jones L Goodwin

Brett menurunkan Edge dari motornya, lalu langsung menuju resepsionis,

"apa yang bisa saya Bantu?" Tanya resepsionis tersebut

"ya, panggilkan dokter terhebat disini, temanku mengalami cidera" kata Brett dingin

"ah… kami tidak bisa memanggilnya kalau hanya cidera, dik, selain itu, dokter Sefine sedang dalam operasi" kata resepsionis itu selayaknya berbicara dengan anak kecil pada umunya

Segera, Brett mengeluarkan kartu nama ayahnya kepada resepsionis itu, terkejut dengan kartu nama itu, resepsionis itu langsung menelpon suster kepala disana untuk memanggil Sefine Goddwin, dokter yang dicari Brett

Sefine, yang telah mendengar kabar itu, sekarang berada di dalam kamar perawatan ICCU, tempat merawat orang dengan penyakit gawat yang sangat gawat dengan kemungkinan kecil dapat bertahan hidup.

Sibuk dengan apa yang dia lakukan, merawa salah satu pasien disana, yang merupakan anak perempuan satu satunya, anak keduanya, mengambil telefonnya lalu memanggil Joseph, kakak dari anak perempuannya yang juga merupakan anak laki laki satu satunya dari perkawinan Sefine dan Jones

Joseph Segera pergi menemui Brett setelah menerima telefon dari ibunya, begitu sampai di lobi, tempat Brett telah menunggu bersama dengan seluruh anggota genknya

"ada apa ini?" Tanya Joseph sambil berjalan keluar dari koridor rumah sakit tersebut

"ah! Kau!" kata Brett dan Edge bersamaan, Edge hamper berteriak

"apa apaan ini? Kukira ada pasien gawat darurat, ternyata hanya anak kecil cengeng yang ingin diobati, dasar anak manja" kata Joseph sambil berjalan masuk kembali ke dalam koridor tempat ia keluar ia kini menggenakan jaket snelly yang merupakan jaket khusus dalam dunia kedokteran,

"kau… kau ingin meninggalkan pasien mu disini tanpa melakukan apa apa? Akan kutuntut kamu!" kata Brett naik darah

"lagi pula, aku bukan anak manja!" kata Edge setengah berteriak

"baik, baik aku obati", katanya sambil mengambil sekaleng alcohol lalu menegaknya.

"apa yang kau lakukan?" kata Edge

Joseph lalu berjalan pelan mendekati Edge membungkuk, menarik kaos Edge ke atas dengan paksa lalu Prooot! Menyemburkan alcohol itu kearah luka Edge, spontan, Edge berteriak layaknya seorang perempuan yang melihat kecoa

"dasar, kau suka bertengkar namun hanya begini kau teriak seperti perempuan? Dasar…. Sana balik menyusu pada ibumu!" kata Joseph yang lalu kemudian kembali masuk ke dalam rumah sakit

"Agh….. sialan… awas nanti!" kata Edge tidak terima akan kritik super pedas yang dikatakan Joseph

a… apa apaan dia? Meninggalkan Edge begini saja,,,,,

Pikir Brett, sementara, luka Edge memang membaik malah, tidak sakit lagi (ini bener loh,)

Brett, mengetahui bahwa luka Edge sudah tidak sakit lagi, lalu menaiki kembali motor miliknya lalu memacunya pulang kembali ke rumahnya, rumah yang dibencinya

Begitulah, akhir dari malam panjang Brett dan Edge, dimana waktu Brett yang pernah berhenti, mimpinya yang membeku, dan kebosanan nya yang telah mengeras membatu, akhirnya mulai mencair kembali

~ Part 2 Finished ~