Disclaimer! = I do not own L&G. special thanks to Maria who helped me on first and third paragraph (last paragraph), mostly in the ending paragraph, of my opening poem don't count the single paragraph

You only see what I choose to show
But you don't really know about me
You only wants me to surrender, bow
But You don't really wants me to Flee

You want me to obediently becoming your puppet

So I rebel on you

I am myself

Not belongs to you

So use yourself

I thought it was right, before they appear
But at the end it give me a lot of fright
I wish this feeling vanish to thin air
Like spark of firework that soon disappear

Yeah, before they appear before me

Part 3

"Her"

Setelah Brett dan Edge pergi, Joseph sudah berada di ICCU kamar perawatan 20A. tempat adiknya, Josephina Goodwin, dirawat.

"Heyi Jo, apa kabar? Pasti baik kan? hari ini aku bawakan ini!" katanya sambil membawakan Jo 2 manga dan beberapa video.

"wahh…. Terima kasih kak…" kata Jo sambil menerima hadiah kakaknya.

"heh…." Gumam Joseph senang

"Hmmm…" Gumam Jo sambil membaca artikel tentang penuemuan penemuan di bidang astrologi

"kau suka astrologi?" Tanya Joseph

"ya, kak, aku ingin tau apa yang ada dibalik langit biru yang biasa kupandang dari jendela kamar ini!" katanya

"hmm….."

"tapi, apa bisa yah?" kata Jo dengan raut wajah sedih

"pasti bisa, yang penting karus optimis! 60% dari penderita Leukimia dapat bertahan hidup setelah perawatan koq!" kata Joseph

"ini sudah hampir 8 tahun dari pertama kali aku dirawat, kak…" kata Jo

"pokoknya tenang saja deh!" kata Joseph meyakinkan

Josephina Goodwin, 8 tahun, adalah anak perempuan dari keluarga Goodwin, dia menderita Leukimia Limfosit akut. Dimana sering terjadi pada anak anak. Selain itu, dengan kemungkinan sembuh yang sulit karena beresiko tinggi kematian, sebabnya adalah karena Jo terkena penyakit itu saat umurnya 6 bulan,

Saat Jo baru berumur 8 bulan, dia pernah dibawa ke lab milik ayahnya, saat itu, ayahnya sedang meneliti untuk memanfaatkan radiasi tingkat tinggi untuk pengobatan otak. Saat itu, salah satu peneliti yang berada dibawah pengawasan Jones mengantuk karena semalam berpesta berlebihan. Dia pun ambruk tertidur diatas switch untuk mengaktifkan efek radiasi, dimana penghantar (penghambat) nya belum dipasang. Alhasil, Kaca untuk menampung radiasi super tinggi itu pun retak, dan pecah.

Josephina Goodwin, yang baru berusia 6 tahun, segera terkena Leukimia, sedangjkan ayahnya, Jones, juga menderita penyakit itu, hanya saja, umurnya yang masih relatih muda, dan jarak dirinya dengan sumber ledakan, meringankan efek radiasi itu, sedangkan Jo saat itu diggendong oleh salah satu karyawan wanita yang berdiri dekat dengan sumber ledakan.

Saat ini, Jo sudah mengalami berbagai jenis terapi, mulai dari kemo, stem, dan berbagai terapi lainnya,

Hanya saja, saat ini, kondisi Jo sedang memprihatinkan. Pasalnya, sekali lagi kemo itu dilakukan, kemungkinan besar hal itu akan merusak Hati dan Ginjal Jo, yang paling parah, Jantung.

Dilain pihak, Brett, kesal dengan perlakukan Joseph, mencari data keluarga Goodwin di database keluarganya. Dan, ia menemukannya. Segera, ia kembali menuruni tangga rumahnya untuk segera membalas apa yang Joseph lakukan,

"Brett! Mau kemana kau? 1 jam lagi ada pelajaran tambahan!" kata Ibu Brett yang kebetulan ada dirumah

"aku tidak mau masuk!" bantah Brett

"Pelayan! Apa yang kalian lakukan? Mengapa Brett menolak pelajaran tambahannya?" teriak Ibu Brett

"maaf, nyonya, tuan muda Brett sudah 8 bulan tidak ikut pelajaran tambahan" kata salah satu pelayan disana

"jadi, apa guna kalian! Kalian dipecat!" teriak ibu Brett

"a…apa? Maafkan kami, nyonya," kata pelayan pelayan itu

"sudah, pergi kalian!" maki wanita itu

Tak lama setelah ia mengemudikan motornya ke rumah sakit, ia pun sampai disana, ia pun menuju kea rah resepsionis, sekali lagi, ingin menemui Joseph.

"ada yang bisa saya Bantu?" Tanya resepsionis itu ramah

"mana Joseph?" kata Brett

"dia sedang pergi" kata resepsionis itu

"kemana?" Tanya Brett lagi

"mungkin ke toko sebra ada diseberang, sebentar lagi mungkin juga kembali. Ada urusan apa ya?" jawab resepsionis tersebut

"baiklah, akan kutunggu" kata Brett

10 menit setelah itu, Joseph muncul dengan membawa sekantung kantung plastic berisi berbagai macam majalah.

"Joseph!" kata Brett sambil menghadangnya tepat didepannya

"ada apa lagi?" jawab Joseph setengah hati

"Hari ini, akan kubuat perhitungan denganmu!" kata Brett sambil berlari ingin memukul Joseph

Bak Bik Buk, Seperti yang kalian semua duga, Brett dikalahkan oleh Joseph dengan cepat. Joseph pun melanjutkan langkahnya masuk ke dalam lab

Tidak terima, Brett pun mengikuti Joseph dari belakang

sial…. Apa sih yang setiap hari dia lakukan? Mungkin ini rahasia kekuatannya?

Pikir Brett

Brett terus mengukuti langkah Joseph sampai suatu kamar dalam ruangan ICCU, kamar perawatan 20A.

Joseph masuk kedalam kamar itu

"Hai, Jo! Apa kabar hari ini?" sapa Joseph riang

dari kejauhan, Brett kaget, nada bicara Joseph 360% berbeda dengan nada dingin dan luar biasa cuek yang biasa diucapkannya

Penasaran, Brett pun melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar perawatan itu, dan disana, dia melihatnya,

Seorang gadis berambut kuncing satu, pirang dengan mata biru, jernih, terbaring diatas kasur perawatan, ya, gadis itu adalah Josephina Goodwin.

~ Part 3 Finished ~