I do not own L&G
Seems like I've strangled by a sign of love
There is no spell in this world can set me free
Your silent blue eyes, hiding a deep grief
Your Voice, is a healing hymn for me
I love, I like, all about you, until it's hurt
Even with some incurable wound, deep karma,
I'll give you my life, all of it, for you, my love
Even with all those trash bullshit. Those adults
I'll give you my love, all of it, for you, my life
Because you are not an illusion, not like my life
It is so vivid, so strong, so real, and so nice
You change my life, my sight, my heart.
It is just fair if I just let it go, the old me
You are my every thing ever since I met you
You teach me, what life is
Part 5
"First Love"
Brett Astaire, anak 10 tahun tersebut kini membisu, tidak mengetahui, bahkan memperhatikan sekelilingnya, sampai suara teriakan panic Joseph menyadarkannya
"JO! Kenapa kau keluar sembarangan!" kata Joseph sambil mengangkat Jo seakan akan Jo akan hancur ditiup angina bila dia terus berdiri
"Turunkan aku, kak!" kata Jo sambil meronta
"Jangan Meronta!" teriak Joseph panik
Tenaga Jo yang sedang sakit tentu saja kalah dengan tenaga raksasa milik Joseph, Joseph membawa Jo kembali ke kasurnya dengan sangat mudah
"uhhh…. Padahal aku Cuma ingin jalan jalan sedikit" kata Jo menggerutu
" tidak boleh… kamu akan segera menjalani kemoterapi untuk kesekian kalinya…." Kata Joseph lembut
"Tapi kak….." protes Jo
"sudah, sudah, kamu tidur sekarang!" perintah Joseph sambil menyelimuti Jo.
Edge, yang dari tadi Cuma melihat, akhirnya masuk ke dalam kamar perawatan dan menyapa Jo dengan bersemangat
"Halo! Namaku Edge Blaze!" Kata Edge sambil mengulurkan tanganya kea rah Jo
Jo yang tadi sedang dipaksa untuk tiduran lalu mengambil posisi duduk lalu menyambut tangan Edge. Edge terlihat sal-ting
"Namaku Josephina Goodwin" Kata Jo sambil menyalami Edge
"Oh ya! Itu Brett! Sambil menunjuk Brett yang dari tadi terlihat bingung mau masuk apa tidak kedalam kamar perawatan. Serba salah
"Namaku… Brett Astaire…" kata Brett setengah salting tapi tetap cool
Jo hanya tersenyum melihat Brett, lagipula, Brett menjaga jarak dari kasur Jo.
"Hei kalian! Jangan tebar pesona ya! Dia ini adikku!" teriak Joseph
"ah, dasar sis-con(Sister complex)" ejek Edge
"Apa katamu!" kata Joseph tidak sabar
"kalian saudara sedarah?" Tanya Brett berharap bisa menghentikan pertengkaran Edge dan Joseph, soalnya Edge pasti kalah
"Tidak, kami dari ibu yang berbeda." Kata Joseph dengan senyum penuh arti
Setelah itu, percakapan pun terjadi. Joseph, dilain pihak, merasa sedikit kesal bercampur senang, dia kesal karena sebagai kakak, mereka sudah menganggu waktu tidur bagi adiknya tercinta. Dilain pihak, dia senang karena Jo mendapat teman baru, Jo belum pernah mempunyai teman sebelumnya.
Hanya saja, mengapa harus laki laki sih….
Pikit Joseph sambil terus menjaga jarak Edge yang egresif sekali mendekati Jo.
Waktu pun berlalu cepat, sampai saatnya Jo harus diperiksa untuk persiapan kemo
Edge pun pulang dengan muka cengengesan, sambil berjalan dengan terbengong bengong
Sementara Brett, bingung dengan dirinya sendiri, selama ini, dia hanya menunggu ajalnya saja, sambil merusak dirinya sendiri (nga narkoba si). Tapi barusan, untuk yang pertama kali, ia menikmati hidup. Dia belajar, mendengar cerita Jo, tentang semua pengobatan yang dijalaninya, kesulitannya, dan arti hidup bagi Jo. Brett tahu, Jo sangat menikmati hidup, dan sangat ingin hidup. Berbeda darinya, sangat berbeda, sampai Brett merasa malu sendiri, dan menyesal menghabiskan hidupnya dengan kegiatan sia sia.
Dia sangat jelas, tidak seperti hidupku dan orang orang disekitarku, dia berbeda..
Edge dan Bret pun sampai di pekarangan rumah sakit sampai kemudian Brett berhenti untuk melihat para suster yang sedang bergosip. Sepertinya tadi, Brett merasa nama Josephina Goodwin disebut
"Josephina Goodwin kan, nama pasien tanpa harapan itu?" lata salah satu perawat itu
"ia, kemo kali ini adalah yang terakhir baginya, ini juga sangat membahayakan, resikonya tinggi sekali"
"katanya kemungkinan berhasil hanya 4% kan?"
"ia, lagipula, kemungkinan jantung atau hatinya akan hancur karena efek sampingnya"
"wah wah… kasihan sekali…. Ibunya dokter Sefine kan? Apa dia tidak dapat melakukan apa apa?"
"wah, kamu orang baru sih, belum tahu yah? Sebenarnya, dokter Sefine itu membenci Jo loh!"
"masa sih? Kenapa?"
"tidak tahu, sepertinya masalahnya rumit."
"jadi kamu hanya menduga duga?"
"tidak juga, soalnya bahkan ayahnya Jo bisa disembuhkan, bukan hanya itu, di rumah sakit ini, hanya Jo lah pasien yang dirawat sampai lebih dari 5 tahun itu. umunya, pasien yang dirawat di rumah sakit ini pasti sembuh, dengan sangat cepat"
Kemudian, kedua perawat itu pergi, Edge dan Brett yang baru saja mengetahui tentang itu kemudian berbalik menemui Joseph, kakak Jo. Ingin memberitahu Joseph tentang hal ini.
Brett, bocah laki laki yang baru saja mendapatkan arti kehidupan, kini harus menghadapi kenyataan bahwa ia harus kehilangan wanita yang baru saja, dicintainya
