There is it, in the midst of dark clouds…..
I found it, he who standing tall
That, in the field, full of crowds
I found him, who had to fall
In the storm of adults ego, of a pair of humans
There is it, he who fight bravely
Different from other people, the mighty
That, whose behave like iron, gravely
Debating it, for his love, rightly
In the midst of clouds, of hopeless
Alone, he does it, all high
Alone, he does it, all good
Alone, he does it, all right
Alone, he does it, for her
Someone who is also important to me
Part 6
"Joseph's miscalculation"
Joseph sekarang berada di kamar tidurnya, duduk di kursi di depan computer kesayangannya, mengumpulkan bukti dan menyusun rencana yang suda 5 tahun disusunnya, dia menempuh resiko demi adiknya, Josephina Goodwin
Joseph Goodwin, anak dari Sefine Goodwin dan Jones L Goodwin, yang merupakan kakak tidak sedarah dari Josephina Goodwin, anak dari Jones L Goodwin dan perempuan lain yang merupakan sesama peneliti ternama namun dengan bidang astrologi, Kini telah menyiapkan segala yang diperlukannya untuk mencegah ibunya untuk tidak membiarkan Jo meninggal.
Konflik dalam keluarga Goodwin bisa dibilang cukup rumit. Selama ini, Jones L Goodwin memegang peranan kuad dalam mengatur kemajuan IPTEK di setiap Negara, tentu saja, pewarisnya akan mendapat tempat yang baik dalam komunitas.
Ibu asli Jo sudah meninggal, tersisalah Sefine sebagai istri kedua dari Jones, yang sebelumnya telah lebih dulu memberikan anak untuk Jones, Joseph. Tentu saja mengincar Joseph untuk menjadi penerus Jones,
Akan tetapi, Jo memiliki bakat yang jauh lebih kental untuk mewarisi pekerjaan Jones, sebagai pengendali IPTER dunia. Sedangkan Joseph lebih berpotensi untuk menjadi dokter yang telah dibuktikannya dengan menjadi dokter termuda dalam sejarah.
Karena itulah, Sefine memanfaatkan kejadian yang menimpa Jo, yang sebenarnya telah diatur Sefine jauh hari sebelumnya dimana dia menyewa orang yang bekerja di lab Jones, 2 orang untuk mencelakai Jo. Satu adalah orang yang berpura pura mabuk, dan yang satu lagi yang menggendong Jo. Tentu saja, mereka sudah dijanjikan untuk diobati penyakitnya.
Sementara Jones tidak begitu memperhatikan anak anaknya, pasalnya, Jones memiliki banyak akses untuk mendapat penerus baru, maklum, selain kekuasaan, kekayaan, dan posisi, Jones bisa dibilang tampan.
Disitulah Joseph, yang ternyata memang suka dengan adiknya sendiri, Jo, berusaha untuk mencari bukti demi mengungkapkan kejadian itu, lalu memaksa ibunya untuk menyembuhkan Jo, meski dia tahu, itu sudah terlambat. Ya, Jo memiliki organ tubuh dengan golongan unik, yang jarang dimiliki orang lain. Sedangkan untuk berhasil dalam operasi, dibutuhkan donor organ tubuh.
Namun Joseph tidak menyerah. Hari ini, dia sudah selesai dengan semuanya, ia berkemas, dan segera menghubungi ayahnya, dimana sudah dihubunginya sejak 7 bulan yang lalu. Kini Joseph sudah berada di bandara, ingin menemui ayahnya, membawa bukti bukti perlakukan Sefine terhadap Jo.
Joseph tidak sadar, bahwa ia telah dibuntuti sejak ia berada dirumahnya, Sefine sudah menyadari tingkah aneh Joseph sedari dulu. Ia minta bodyguardnya untuk merebut bukti yang dipegang Joseph tanpa melukainya
Dilain pihak, Brett dan Edge saat ini sedang menghadapi pemberontakan dari kelompoknya sendiri yang ingin menjadikan Joseph sebagai ketua mereka, ya, sekrang ini mereka sedang terlibat perkelahian
Pertarungan berlangsung sengit, dan berakhir dengan kekalahan Edge dan Brett, dimana saat itu, baik Edge dan Brett sedang shock karena kondisi Jo, selain itu, mereka mendapat serangan mendadak
"Huh…." Gumam Brett sambil menghapus darah kering dimulutnya
"Hari sial untuk kita, ya?" kata Edge sambil mengusap lebam di lengan kanannya
"ya, mungkin kau benar…" kata Brett.
Sekita 10 menit setelahnya, Brett menyadari kehadiran Joseph, dimana saat itu, Brett dan Edge sedang menunggu kehadiran seseorang yang kebetulan dipanggil kedua orangutan mereka untuk mendidik anak mereka, Mr Dannise.
Saat itu mereka sadar. Joseph sedang membawa bungkusan berisikan file file yang sepertinya penting, karena ia memegang bungkusan itu dengan sangat hati hati
Barulah mereka menyadari, Joseph diikuti. Dengan perlahan, mereka mendekati Joseph, berharap dapat mengingakan Joseph akan orang yang mengikutinya
