Disclaimer = I do not own L&G
Di ch ini, aku pasang puisi di tengah paragraph. Mudah mudahan kalian bias bedain yah, yang puisi Cuma dikasi italic, yang italic dan bold itu pikiran tokohnya. Oke? Enjoy!
Prequel of last chapter!
Part 7
"The countdown"
10 menit setelah Joseph duduk di bangkunya, dia pun bangkit dan mendekati gate C3. dimana pesawat ayahnya akan tiba disana,
* 10 menit sebelum pesawat tiba di bandara *
Joseph mendekati mesin penjual minuman dingin, memasukan koin, dan mengambil kaleng minuman tersebut, sementara itu, para pesuruh ibu Sefine, mengambil kesempatan ini dan menyerang Joseph dari belakang.
In this cold room, of air conditioning, I hold this thing tightly
Ten minutes, only ten minutes I need, I hold this moment
In my mind, I only think about this, placing my dream highly
Ten minutes, it is all I need, to end everything, this torment
I hope time passes on, so fast, more, more, faster!
So that I can hold it. Yeah, my only dream
Tenggelam dalam pikirannya sendiri, Joseph tidak memperhatikan sekelilingnya, semua ilmu bela diri yang pernah dimilikinya dilupakannya, dirinya yang bahkan sudah bias mendengar suara pisau yang dilemparkan, dan menghindarinya, tidak menyadari benda sebesar tubuh manusia yang sedang mentargetnya, memegang senjata, berupa pisau, alcohol, dan senapan bius.
Brett dan Edge yang menyadari itu, segera meloncat untuk menolong Joseph. Tapi terlambat, Joseph dipukul dibagian belakang tubuhnya, tidak vital, tapi cukup untuk membuat orang biasa pingsan
It was so fast, that punch,
Why I don't realized it sooner,
It was so vague, I can't believe it
Why I can't tell him about that
Why he can't avoid that? That man…
* 9 Menit sebelum pesawat tiba di bandara *
Joseph Goodwin, terbiasa dengan pukulan, tidak langsung pingsan dengan pukulan mereka, namun, dia melepaskan arsip yang dipegangnya dan lalu direbut oleh salah satu pesuruh Sefine yang semuanya berjumlah 20 orang,
Sadar akan Joseph yang masih sadar setelah dipukul, para pesuruh yang memegang senapan bius mengangkat senapannya, bersiap untuk membius Joseph bila diperlukan.
Nine minutes, to my dreams, ah, my vivid dream
I don't care the pain on my back, I raging
Nightmare to me, if I let it go, I scream
I know the risk, I choose the pain. I raving
Pesuruh yang sudah merebut arsip pun langsung melesat. Joseph, kaget bercampur kesal, langsung menendang pesuruh yang berada didekatnya lalu mengejar pesuruh yang membawa arsip berharga miliknya
Sial… mereka pasti suruhan ibu.. kurang ajar….
Pesuruh yang membawa arsip itu menukik dengan tajam, lalu melemparkan arsip yang dipegangnya kepada temannya yang rupanya sudah menunggu di sana, rencana Sefine memang sangat matang.
Ugh!
* 8 menit sebelum pesawat tiba di bandara *
Brett dan Edge yang sudah mengetahui posisi teman pesuruh yang ketiga sudah bersiap dibelakang pesuruh itu, mereka ingin membantu Joseph
Joseph, masih mengejar dengan sangat kuat, sementara pesuruh ketdua sudah berlari kea rah pesuruh tiga, dimana Brett dan Edge sudah menunggu dibelakangnya
Joseph milihat batang besi yang menggantung di langit, dia melompat tinggi, berggantung di batang besi itu, menyan dirinya, lalu mendarap tepat diatas pesuruh yang ketiga, dengan segera, dia merebut kembali arsip miliknya,
Melihat hal itu, para penembak memilih rencana B. ya, mereka menembakkan peluru bius ke tubuh Joseph. Dan tepat menenai jantungnya, umunya, penembak yang menembak dengan tujuan membuat korbanya tertidur, tidak akan menembak jantung, karena terlalu berbahaya, namun, penembak Joseph, adalah orang yang membenci Sefine, karena dia adalah seorang yang dulu ikut dalam percobaan Jones. Salah satu peneliti yang harus menderita leukemia, namun tidak disembuhkan Sefine karena mereka tidak mempunyai uang dan tidak memiliki posisi kuat dalam lab. Mereka dianggap tidak penting.
Joseph, yang telah terkena tembakan peluru bius, langsung merasakan dampaknya, namun dia tidak menyerah, dia mengangkat dirinya, lalu langsung berlari menuju gate C3, masih berusaha menberikan arsip tersebut ke ayahnya. Demi Jo, adiknya
* 7 menit sebelum pesawat tiba *
Yea, I fell it, the bullet, stabbing in my heart,
Pours in my blood, causing damage
Yearning it, my dream, causing it apart
Pours in, pain and dream, it mixed
I don't want to give in, I fight
I don't even care if it hurt
I don't care if I have to rot
I'm fighting it, my destiny
Brett dan Edge, yang ternyata salah mengira dan meprediksi apa yang terjadi, memukul pingsan pesuruh ketiga dan mengejar Josepg, sambil tetap merasa kaget, bercampur panic.
Apa yang harus kami lakukan?
Para Penembak tersebut, tidak puas dengan tembakan sebelumnya, menembak Joseph lagi dengan 3 tembakan berturut turut
Joseph yang sudah mengetahui keberadaan para penembak, mampu menghindari 2 tembakan, dan satu tembakan lainnya mengenai kaki kirinya, ya, tidak fatal.
* 6 menit sebelum pesawat tiba *
My mind flutter, I cannot think
I only know I have to keep on running
My though blind me, my body leads me
I only know I have to give this to him
Because, he is my only hope
Serangkaian tembakan dan segala kejadian yang berlangsung membuat para pengunjung bandara panic, mereka mengira, bahwa ada teroris di bandara, yah, semacam itulah. Mereka berlarian, yang lain bersembunyi di ruangan tertutup, yang lain masuk ke mobilnya dan pulang, yang lainnya melapor polisi, dan sisanya berlarian tanpa tujuan
Para penembak yang masih belum puas dengan perbuatan mereka, kembali mengangkat senapan untuk bersiap menembak lagi Joseph yang masih berlari, namun tidak dalam kecepatan penuh, walaupun masih bias dibilang cepat untuk ukuran orang normalnya. Sampai mereka menyadari bahwa salah satu temannya, mengganti peluru bius dengan peluru asli
Sementara, mobil Mr Dannise sudah tiba di bandara, ya, dia segera menyadari bahwa seiisi bandara sedang dalam keadaan panic, khawatir dengan keadaan Brett dan Edge, dia melangkahkan kakinya di pintu bandara
* 5 menit sebelum pesawat tiba *
~ Part 7 finished ~
Yak! Prequel to last chapter!
