I do Not Own L&G! and the song, Lilium by Kumiko Noma
Yang italic, yang atas itu lagunya asli, yang bawah itu translatenya.
bisa bedain kn mana yg puisi mn yg lagu 0_0 yg lagu yg ada english tranlatenya. yang puisi/pikiran tokoh itu yang center + bold + italic kl yg dalam kurun bold itu komen aku sendiri
Part 8
"Unfulfilled promise"
Os iusti meditabitur sapientiam
Et lingua eius loquetur iudicium
The mouth of the Just shall meditate wisdom,
And His tongue shall declare judgment.
* 5 menit sebelum pesawat tiba *
"he….HEY!" kata seorang penembak, kaget melihat temannya mengeluarkan peluru asli
"Kenapa?" Tanya penembak yang mengeluarkan peluru asli tenang, mengisi 6 peluru, dan menarik pelantuknya
"kita tidak boleh membunuh dia, kau tahu?" kata penembak lainnya
"ia, kita hanya harus melumpuhkannya, lalu secara teori, bila kita terus menembaknya denga peluru bius, dia bias lumpuh, dan kita bias mendapat alas an bagus untuk memberitahu Sefine bahwa ini semua hanya kecelakaan, karen Joseph tidak mau berhenti!" kata Penembak lainnya lagi
"ia, tapi aku tidak akan puas hanya dengan itu, lagipula, kita sudah tidak punya harapan lagi. Setidaknya, biar kami mati sama sama!" kata penembakn itu sambil mengangkat senapannya, mengarahkannya kea rah Joseph
"ta…tapi…" kata salah satu penembak lainnya
"baiklah, kau benar" kata temanya yang lain, ikut mengganti pelurunya denga yang asli
* 4 menit sebelum pesawat tiba *
Beatus vir qui suffert tentationem,
Quoniqm cum probates fuerit accipient coronam vitae.
Blessed is he, who endures temptation,
For once he hath been tested; he shall receive the crown of life.
Brett dan Edge, sedikit demi sedikit, mampu mengejar Joseph sampai kemudian Brett menyadari bahwa Para penembak mengganti pelurunya, berhenti mendadak, menghentikan Edge juga
"apa yang kau lakukan! Kita harus membantu Joseph" kata Edge
"tunggu, kita harus menghentikan penembaknya, kalau hanya berlari kearah Joseph, kita hanya akan menjadi sasaran tembak!" kata Brett
"tapi…." Bantah Edge
Joseph sudah mencapai ruang tunggu gate C3. sedikit lagi, untuk mencapai gate tersebut, untuk menunggu pesawat ayahnya, yang sebentar lagi akan tiba, lebih tepatnya lagi, pesawat itu sudah sampai dan mulai menukik turun dari angkasa, menuju tanah
Para penembak telah menentukan target, lalu melancarkan tembakan mereka. Joseph, mengetahui suara tembakan, segera menghindar, namun sekali lagi, 4 peluru meleset, namun 3 peluru mengenai dirinya, yang kali ini merupakan peluru asli, masing masing mengenai tangan kiri, kaki kanan, dan perut bagian kanan bawah
Sementara Brett berlari kearah penembak, Edge berlari kearah Joseph, menolongnya yang ambruk, dan berusaha kembali bangun
"Joseph!' teriak Edge, sambil menopah Joseph
"Kamu…. Kenapa ada disini?" Tanya Josepg sambil mengerang
"sudah, ayo cepat, pegang aku, kita lari!" katanya sambil memampah Joseph, membawanya lari menghindari para penembak, dan belum lagi para pesuruh lain yang rupanya memiliki dendam pribadi juga dengan Joseph.
* 3 menit sebelum pesawat tiba *
Kyrie, fons bonitatis.
Kyrie, ignis divine, eleison.
Oh Lord, Fountain of Holiness,
Oh Lord, Fire Divine, have mercy.
Tiba tiba, mereka dihentikan oleh segerombol berandalan, yang rupanya para anak buah Edge dan Brett yang sebelumnya ingin menjadikan Josepg ketua mereka, kini ingin menghabisi Joseph.
"wah wah… kukira dia cocok menjadi pemimpin kita" kata salah satunya
"ia, ternyata dia menyedihkan begini" kata yang lainnya
"kelihatnya arsip itu berharga, boleh kami pinjam?" kata yang lainnya
"bullshit" kata Joseph, melepas Edge, lalu mengambil ancang ancang
"Joseph!" kata Edge
"diam, ini urusannku, cepat pergi dari sini!" kata Joseph
"tidak, mereka ini mantan anak buahku, aku akan membantumu!" kata Edge
Brett Astaire, telah sampai di tempat para penembak sampai dia menyadari bahwa para penembak ternyata sudah menyadari kehadiran Brett dan berpindah tempat
"SIAL!" teriak Brett, menyadari kegagalannya, setelah itu, dia berusaha tenang, dan berlari kea rah Joseph, menyadari, Edge-lah yang bertindak tepat.
Sial…. Joseph….
Edge dan Joseph sudah hampir mengalahkan semua anggota gank itu, sampai serangkaian tembakan ke 3 ditembakkan, kali ini, Joseph berhasil menghindari semuanya, namun tidak berhasil menghindari pukulan batang besi dikepalanya, diikuti serangkaian pukulan dibagain tubuhnya, namun, dia tetap tidak melepaskan arsip yang dipegangnya
* 2 Menit sebelum pesawat tiba *
O quam sancta, quam serena,
Quam benigma, quam amoena esse Virgo creditur.
Oh how holy, how serene,
How generous, how pleasant this Virgin who believe
Mr Dannise, sudah masuk kedalam bandara, melihat bercak darah dilantai, mendapat firasat buruk dia mempercepat langkahnya, sampai dia menemukan Brett Astaire, berlari sekuat tenaga, mengejar Joseph
"Brett!" teriak Mr Dannise
"apa? Siapa kau? Aku buru buru!" katanya sambil terus berlari
"aku ini pelatihmu, Mr Dannise!" katanya sambil mengejar Brett
"apa yang maumu mengejarku?" kata Brett setengah berteriak
"aku ingin membantumu! Aku merasa ada suatu yang salah" katanya
Tubuh Joseph ambruk, satu satunya upaya yang dapat dilakukannya hanya memeluk arsip itu erat erat, seadanya. Sementara Edge, kaget dan shock melihat Joseph dipukul, melemahkan konsentrasinya, dan terkena pukulan tepat di kepala, serta pukulan di perut, Edge pingsan. Meninggalkan Joseph yang terluka, terbaring di lantai, berlumur darah.
Para pesuruh yang berada di dekatnya, dengan para penembak mulai mendekatinya, dan salah satu pesuruh yang berada paling dekat dengannya merendahkan punggungnya, dan menarik arsip itu dari tangan Joseph, sementara Joseph tidak mau memberikan arsip tersebut, sebaliknya, Tangan pesuruh itu diludahinya.
"apa yang kau lakukan!" kata pesuruh itu sambil menarik tanggnya dan megelapnya dengan tisu
"heh, dokumen ini tidak akan aku serahkan, meski harus mati" kata Joseph, dengan tekad di nada suaranya
"baiklah kalau begitu, matilah." Kata salah satu penembak, dan lansung memberikan satu tembakan, kea rah jantung Joseph.
Menerima tembakan itu, Joseph mengerang, bergetar sedikit, lalu lemas, salah satu pesuruh itu, segera mengambil arsip itu, yang sedikit berlumur darah, darah Joseph
"sial, kuat sekali dia, sampai harus begini banyak ditembak" kata salah satu penembak
"tapi… kita benar benar membunuhnya" kata salah satu penembak lainnya
"ya, dengan begini, kita pasti masuk penjara, tapi sudahlah, kau, berikan pada nyonya Sefine arsip itu, dia akan bayar mahal untuk itu, cukup untuk mengobati penyakit kalian." Kata salah satu penembak yang membunuh Joseph
"ya, tapi, bagaimana denganmu?" Tanya penembak lainnya
"aku?" kata pembunuh Joseph sambil menaikkan senapannya, mengisi peluru, lalu mengarahkannya ke kepalanya sendiri.
"kau… jangan bertindak gegabah!" kata temanya sambil berusaha menghentikannya
Terlambat, penembak itu segera menembak kepalanya sendiri, dia mati seketika
O quam sancta, quam serena,
Quam benigma, quam amoena,
O castitatis lilium.
Oh how holy, how serene,
How generous, how pleasant,
Oh Pure Lily.
:"I, never wanted any money, or power
I just wanted to live peacefully, with my family"
Josephina Goodwin, nama anak itu
Anak yang rencananya akan dibuat menderita leukemia, yang disamarkan menjadi kecelakaan radiasi
Kami, disuruh berpura pura, dan melakukan semuanya,
Akulah yang menarik tombol radiasi itu,
Menyebabkan Jo mengalami leukemia
Akulah penyebab penderitaan teman temanku
Tapi, apa dayaku? Ini pekerjaanku
Aku ini peneliti, tapi sekarang, aku ini pembunuh.
Sekarang, aku sudah tidak punya pilihan lain
Mengakhiri pemderitaan teman temanku,
Itulah tujuanku hidup.
Aku ingin anakku kembali, begitu pula istriku
Tapi mereka telah pergi, untuk selamanya.
Kini, aku akan mengikuti mereka.
* 1 menit sebelum pesawat tiba*
Brett dan Mr Dannise, sudah mencapai depan gerbang C3, sampai mereka mendengar suara tembakan pistol terakhir, yang ditujukan penembak itu terhadap dirinya sendiri
Yang dilihat Brett, adalah sosok penembak itu yang terjatuh dengan suara berat, dengan tubuh Joseph yang berlumuran darah. Beserta Edge yang pingsan tidak jauh dari tempat Joseph tergeletak
"JOSEPH! EDGE!" teriak Brett, putus asa
Para anggota gank yang takut melihat segala pembunuhan itu, melarikan diri, melepas tanggung jawab
Mr Dannise segara menghampiri ketiga tubuh itu, mengetahui siapa yang lukanya paling parah, Joseph, sementara penembak itu telah meninggal, Mr Dannise segera melakukan pertolongan pertama
"Ugh…." Rintih Joseph
"JOSEPH! Apa … kau baik baik saja? Edge? Kenap dengmu? Darah darah itu…" kata Brett panic, bercampur putus asa
"Edge hanya pingsan"kata Mr Dannise sambil masih melakukan pertolongan pertama terhadap Joseph
"Brett…" rintih Joseph
"Jangan bicara dulu!" kata Brett (Wah wah, ini uda masuk ide pokok/umum nih… pesan" terakhir orang meninggal…. Ya udahlah yah…. Wkwkwk)
"aku titipkan…Jo padamu" kata Joseph
"apa madsudmu? Jangan menyerah dulu!" kata Brett dengan nada melengking
"bilang…. Bilang pada Jo, dia harus hidup kuat, hidup sepenuh penuhnya, ya, bilang padanya, untuk menikmati hidupnya, lebih dari apapun" kata Joseph di sela sela rintihannya
"Joseph…" rintih Brett
Why?
Why?
Why?
Thousand of words jumped into my mind,
Spur, and mixed…
Every words, every sentence, ever sound
Image, laugh
Everything! Everything! Like a thunder
It hurts; it hurts, more, more than anything
Why?
Why?
Tell me why!
"gawat, detak hantungnya melemah…." Kata Mr Dannise dengan suara perlahan, mengharapkan keajaiban
"hanya…. Hanya satu yang terakhir, Brett, berjanjilah padaku" kata Joseph
"TIDAK! Aku tidak akan dengar! Berisik kau! Sudah, diam saja! Bairkan Dannise menyembuhkanmu!" teriak Brett putus asa
"In the end, I could not say anything
I cannot say that I care for her
That I want to protect her more than anything
Every since we are children
I know I love you, but cannot tell you so
I am very happy when I hear we are not blood related
I am very broke when I hear about that accident
I am promise to myself, this promise I never fulfill
This promise I entrust to him, who I used to hate
I hate him because I know what she thinks of him.
I hate him because she only talks about him
About him who being her first friends, and stuff
But she never told about the other guy.
But, what can I do?
I only can hope
I only can trust
I only can love, without loved
"Tidak… sudah, dengar saja, Brett….. tolong…. Penuhi janji ini…" kata Joseph di sela sela nafas terakhirnya
* 10 detik sebelum pesawat tiba*
Kyrie, fons bonitatis.
Kyrie, ignis divine, eleison.
Oh Lord, Fountain of Holiness,
Oh Lord, Fire Divine, have mercy.
23 – Desember-2004 Joseph Goodwin, anak kedua dari pasangan Sefine dan Jones. L Goodwin, meninggal. Jam kematian 21 :51, di bandara
Dia menghembuskan nafas terakhirnya, 7 detik sebelum ayahnya, Jones L Goodwin telah sampai, arsip yang setengah mati diperjuangkan Joseph, menghilang, tidak dijual kepada Sefine, atau diserahkan pada siapapun. Hilang begitu saja.
2 Maret 2005 Josephina Goodwin menjalani operasi Kemoterapi yang harus dijalaninya, berserta operasi transpalasi hati dan ginjal pada masing masing tanggal 4 dan 7 Maret. Tentu saja, dari Joseph Goodwin yang kebetulan memiliki DNA yang hampr sama dengan Jo. Operasi berhasil dengan baik, ditangani langsung oleh Sefine Goodwin, setelah persuasi dari suaminya, Jones L Goodwin.
24-desember- 2005 Josephina Goodwin berhasil keluar dari rumah sakit dengan selamat, bergabung dengan Mr dannise yang telah mendirikan team bernama NA AstroRanger dengan anggota 4 orang, dengan Jo sebagai anggota kelima, mulai berteman, dan menghadapi segala sesuatu bersama.
Bersamaan dengan itu, Jo juga diangkat sebagai pewaris utama segala milik Jones, ayahnya, sebagai pewaris tunggal utama. Tentu saja hal ini sangat berpengaruh pada sikap Sefine yang menjadi jauh lebih baik kepada Jo.
O quam sancta, quam serena,
Quam benigma, quam amoena,
O castitatis lilium.
Oh how holy, how serene,
How generous, how pleasant,
Oh Pure Lily.
The End.
I still have bonus chapter, but, I will write it later. Tell me what you think about this, ok? Komen yg panjang yah! Lolz. Khususnya untuk 2 orang komentator setia ku. Ken Ken-san dan Maria-san. Hhe
Thx for reading! I hope you enjoy this story! Let's meet again at next story!
