Do not own the song or L&G
The song = gentle hand/Yasashii Ryoute By Chiyako Fukuda Best song ever T_T Q_Q
Part 9
"Bonus Chapter"
tsumetai te ni hiki yoserare
nagarete yuku toki o sugoshi
tooku o mita sono hitomi ni
nani ga utsurutte iru no darou?
Drawn in by an unseen cold hand,
I pass even time as it flows to eternity.
As your eyes look away into the hazy distance,
what is revealed to them, I cannot see.
dan, kami disini, berdua, tidak, kali ini bertiga, bersama dengan seorang wanita cantik berambut pirang dengan mata biru, ya, Josephina Goodwin, yang sekarang berumur 14 tahun
"jadi, setelah ini, kita mau apa?" kata Jo memulai pembicaraan
"yah…. Hari ini tanggal 22 desember, bagaimana kalau kita beli buah sekarang?" kata Edge mengusulkan
"lebih baik dibeli besok, lebih segar!" kata Brett
"ah, sok tahu ah!" bantah Edge kesal
"aku kan Cuma memberi tahu" kata Brett tenang
"ah, siapa yang mau "tahu" dari kamu!" ejek Edge
"ah kau ini!" kata Brett setengah tersinggung
"Sudah sudah…" rerai Jo
"ugh…. Tapi Brett, kau memang sudah berubah yah?" kata Edge
"ini sudah yang ke 234 kali kau mengatakan hal ini" kata Brett tenang
"uh…. Masa kau hitung satu satu sih?" kata Edge merasa malu sendiri
Ya, Brett Astaire telah berubah banyak, sejak kematian Joseph, dia jauh lebih dewasa, jauh lebih tenang, dan diatas itu semua, jauh lebih bertanggunga jawab. Brett pun banyak mendapat pelajaran dari Jo, yang dibalik sikap kekanakan dan terkadang egois, dia memiliki sifat tegar, dan memiliki harga diri yang tinggi, sehingga terkadang egois
Dimana Jo tidaklah terpuruk setelah kematian Joseph. Awalnya, dia sangat tertekan, tapi tidak butuh waktu lama untuk kembali tegar. Hanya saja, tetap terlihat raut wajah sedih terlukis di wajahnya saat membicarakan Joseph.
"yah, Brett kan memang begitu" kata Jo sambil mengangkat tangannya, menatapnya dengan penuh arti
..….Kakak….
tsuki ga terasu tsumetai yubi ni
koboreta no wa tsumetai namida
miageta sora itsuka no yume ga
tooku de mitsumete iru
As the moonlight shines on my bitter cold fingers.
Frozen tears of mine begin to flow anew.
I look at the sky. That distant far off dream,
it always has me in its view.
"masa sih? Dia banyak berubah tau! Kau tidak tahu saja bagaimana dia bersikap dulu, dia kan dulu berandalan!" kata Edge, protes
"tidak koq, dia tidak pernah berubah" kata Jo
"sudah, koq malah ngomongin aku, didepan orangnya lagi!" kata Brett, tidak terima dirinya digosipkan
Brett belajar arti kehidupan dari Jo, dimana dia melawan penyakitnya sedari kecil. Dia bertekat memenuhi janjinya pada Joseph, janji yang tidak pernah dipenuhinya. Ya, kali ini, Brett lah yang harus memenuhinya untuk Jo.
Edge telah benyak bertanya kepada Brett, apa janjinya kepada Joseph. Namun Brett tidak pernah menjawab. Selain Brett, Mr Dannise juga mengetahuinya, namun sekali lagi, Mr Dannise juga merahasiakannya, sehingga keberadaan arsip itu, dan janji Brett, masih menjadi misteri hingga saat ini
Sementara Sefine, masih mencari arsip itu, dan menghadiahkan hadiah besar bagi penemunya. Hanya saja, arsip itu tidak pernah ditemukan.
Brett bangkit dari tempat duduknya di tempat yang biasa didudukinya di taman itu, taman penuh arti yang dikunjunginya sedari kecil
kurayami ni te o sashi nobete
koko kara wa mou modorenai
ki ga tsukeba kioku no naka ni
tozasareta watashi ga mieta
Unafraid, I reach my hand into the darkness.
I am at the point of no return.
If I truly realize the person I am,
hidden away inside my deepest memories.
"hari ini hari terakhir yah, kita disini" kata Brett, menatap kejauhan
"iah, sedih juga yah," kata Jo
"huh! Padahal taman ini masih bagus, kenapa sih harus dihancurkan"
"…." Brett diam, berjalan dalam keheningan, lalu berkata:
"yah….tidak ada yang perlu disesali, kita hanya perlu penciptakan tempat baru, itu saja" kata Brett tenang
"yah… tapi ini kan tempat kesayangan kita" bantah Edge
Brett menegadah kearah langit, menghirup udara sore, lalu menghembuskan nya keluar, menarik keluar foto yang ditemukannya dalam dompet Joseph, fotonya yang paling berharga, yang disembunyikanya dibalik kain dompet miliknya, sehingga polisi tidak menemukannya atau memberikanya kepada keluarganya
Sementara Jo, mengikuti tindakan Brett, dia kembali menaikkan tangannya, lalu mengenggam tangganya sambil tetap menaikknanya dengan tangannya yang satu lagi, lalu memejamkan mata
Kak…
shinjiteitai anata ga kuru no o
itsu no hi ka koko de meguriau made
kanjiteitai jikan ga tomaru made
atatakai te de watashi ni furete
I still want to believe that you will return to me.
Until you are with me, together in this place.
I still want to feel until the end of time.
The gentle loving touch of your hands on my face.
Jo, mengingat kata kata terakhir kakaknya, disetiap saat dirinya kesusahan, iulah menyemangatinya, sehingga ia dapat membawa cahaya pula bagi teman temannya yang lain.
Sebagai penerus Jones, Jo selalu dikarantina, tidak boleh ini, tidak boleh itu, namun selalu dapt Jo akalin dengan kepandaiannya, sehingga ia tetap dapat bermain bersama Edge,Miller,Hammer dan Brett
garasu no ori ni torawareteita
tokenai omoi kizutsuita mama
modoru koto nai kurayami no mukou
hikari ga yasashiteiru darou
Trapped inside this cage made of glass,
hurt feelings held captive in the cold and icy night.
From far beyond the infinite dark.
There must always be a ray of light.
Tahun demi tahun mereka lalui, dengan menyenangkan, maupun menyedihkan, mereka bertengkar, saling ngambek, dan lainnya, namun, mereka selalu berbaikan kembali.
Kini mereka duduk ditempat ini. Bukan berdua, tapi bertiga. Kini mereka disini, untuk memulai awal yang baru. Bagi Brett, ini adalah saat bagi dirinya memenuhi janjinya kepada Joseph. Dilain pihak, Jo menganggap ini merupakan kelanjutan dari hidup kakanya, yang harus ia jaga. Disini ia berperan sebgai pengganti kakaknya, itulah yang menguatkannya dari waktu ke waktu. Jo tahu, bahwa ini slah, namu ini adalah tindakan pelariannya dari kenyataan bahwa kakaknya sudah meninggal, dengan bertindak selayaknya kakaknya, dia merasa kakaknya hidup kembali, dalam dirinya. Dia lupa apa yang berharga baginya, pesan terakhir kakaknya.
kitto mata koboreru hikari
atatakaku tsutsunde kureru
genjitsu kara nigeyou to shite
daiji na mono miushinatteru
I know that your eternal shining light
will embrace me in the warmth of infinity.
While trying to run from the pain of reality,
I'm losing sight of what is so important to me.
"Brett! Jo! Edge!" sapa dua suara ramah dari arah belakang tempat mereka berdiri
"yo…" sapa Edge
"kalian, bagimana dengan persiapannya?" kata Brett dengan wibawa
"beres! Kita diminta untuk segera kembali ke markas, untuk perispan pertandingan selanjutnya!' kata salah satu dari 2 orang itu yang bertubuh mungil dan pendek, bernama Michael Miller
"ia, ayo cepat! Nanti terlambat loh! Kenapa sih kalian suka sekali duduk duduk disini, padahal tidak ada yang istimewa!" kata Hammer, sambil menggoyang tangnya, menyuruh Brett, Jo dan Ege untuk segera berangkat
"ia, ini berharga bagi kami" gerutu Edge
Brett, menyimpang foto tersebut, lalu sekali lagi menatap kearah langit sore yang bewarna orange kemerahan
shinjiteitai anata ga kuru no o
itsu no hi ka koko de meguriau made
kanjiteitai jikan ga tomaru made
atatakai te de watashi ni furete
I still want to believe that you will return to me.
Until you are with me, together in this place.
I still want to feel until the end of time.
The gentle loving touch of your hands on my face.
Jo segera menyusul Edge yang sudah berjalan kearah Hammer dan Miller, kemudian memanggil Brett yang masih termenung menatap langit
"cepat, Brett! Masa ketua terlambat!" kata Jo
"ia ia, aku dating!" kata Brett sambil berjalan perlahan kearah mereka
"ayo cepat…. Lambat sekali" Protes Edge
Protes Edge kemudian dibalas dengan tatapan dingin Brett, lalu serentak Edge keringat dingin, lalu pura pura tidak mengatakan apa apa
:"yuk, kita jalan!" kata Edge dengan tampang tidak bersalah
"kami sudah duluan tahu" kata Jo,Miller dan Hammer senada
"ah dasar, masa aku ditinggal" kata Edge
"makanya, cepat" kata Brett yang ternyata sudah menyusul Miller,Hammer dan Jo
"UGH!" kata Edge geram
tsumetai te ni hiki yoserare
nagarete yuku toki o sugoshi
tooku o mita sono hitomi ni
nani ga utsurutteiru no darou?
Drawn in by an unseen cold hand,
I pass even time as it flows to eternity.
As your eyes look away into the hazy distance,
what is revealed to them, I cannot see.
Dan akhirnya, itulah akhir dari cerita regret ini, cerita simple tentang kematian seorang anak manusia, yang akhirnya akan membawa ke tiga orang inim bahkan kelima orang ini, kepada petualangan baru, yang tentu saja, penuh arti
nani ga utsurutteiru no darou?
What is revealed to them, I cannot see.
Regret Finished
Author's note = selesailah sudah cerita regret ini, akhirnya selesai juga. Baiklah, seperti biasa saya minta review, walaupun mungkin chapter ini membosankan.
Buat kalian yang bingung apa janji Brett-Joseph dan arsip itu kemana, di DF atau sequel DF akan ditampilkan. jadi, ini tidak akan terlalu menjadi spoiler DF. begitu juga dengan foto yang ada di dompet Joseph
Coba anda baca sambil mendengar lagu yang saya tempilkan, ini benar benar lagu bermakna, dan enak didengar. Ini favoritku. Lolz. Hhe. Tapi selera orang beda beda yah…
Baiklah, terima kasih kepada siapapun yang telah membaca cerita ini dari awal sampai akhir Pada akhirnya, dari 100 puisi yang kubuat, tidak ada yang terlalu bias dipakai untuk cerita ini, harus buat baru, hanya saja, sepertinya sudah terlalu banyak puisi di part" sebelumnya, jadi kurasa cukup.
Sekali lagi, sampai jumpa di cerita berikutnya :P
