Hikari mau bales review dulu..
RyuuEls: Sama-sama.. Makasih juga udah review^^
Maeve zahra: Makasih ya, ini updatenya..
Disclaimer: Gakuen Alice belongs to Higuchi Tachibana-san
Should I Confess It?
Chapter 02
BRAKK! (suara pintu dibanting)
"Natsume-kun, jangan dibanting dong. Pintu itu mahal lho.." kata Narumi tepat di telinga Natsume saat dia memasuki ruangannya setelah puas membanting pintu.
Tiba-tiba Natsume terjatuh tak berdaya dan Narumi menahannya agar tidak jatuh membentur lantai. Ternyata Narumi menggunakan Pheromone alice-nya.
"Tenanglah dulu, nanti kuberi tau untuk apa aku memanggilmu, Natsume Hyuuga," kata Narumi pada Natsume yang sudah pingsan.
Panggilan kepada Mikan Sakura ditunggu oleh Narumi-sensei diruangannya, sekali lagi, panggilan kepada Mikan Sakura ditunggu oleh Narumi-sensei di ruangannya. Arigato.
Beberapa lama kemudian..
Klek! (suara pintu dibuka)
"Naru-sensei?" panggil Mikan sambil mengintip ke dalam ruangan.
"Ah, Mikan-chan! Masuklah.." sambut Narumi ramah.
"Ada ap.. ANAK ITU!" Mikan kembali histeris setelah melihat seseorang yang sedang pingsan di sofa. Ya, anak itu adalah Natsume Hyuuga.
"Tidak apa-apa.. Dia hanya pingsan kok.." kata Narumi yang menggunakan Pheromone alice-nya untuk membuat Mikan pingsan, sama seperti Natsume.
BRUKK! (suara Mikan yang menindih Natsume di sofa)
"Selamat tidur, Mikan-chan! Aku punya permohonan padamu, perbaikilah hubunganmu dengan Natsume.." pintanya pada Mikan yang sudah pingsan dan langsung meninggalkan ruangannya.
"Bagaimana, Narumi?" tanya seorang anak laki-laki yang mengenakan jas saat Narumi memasuki ruangan kepala sekolah SD.
"Mikan dan Natsume sekarang sedang pingsan di ruangan saya," jawabnya.
"Baguslah. Kau bisa kembali sekarang," kata anak yang ternyata adalah kepala sekolah divisi SD.
"Kalau saya boleh tau, untuk apa anda menyuruh saya membuat mereka berdua akur?"
"Mikan Sakura. Setelah kuselidiki, dia memiliki Stealing & Inserting alice. Itu alice yang sangat kubutuhkan untuk mengembalikan tubuhku menjadi dewasa. Dan Natsume Hyuuga, dia bisa membangkitkannya," jelas ESP (Elementary School Principal).
"Tapi, kenapa anda begitu yakin Natsume bisa membangkitkannya?" tanya Narumi.
"Karena, dia adalah murid jenius dan sangat berprestasi, alice-nya pun sangat berguna. Dengan otaknya, dia pasti menemukan cara untuk membuat Mikan Sakura membangkitkan kedua alice langka yang dimilikinya," katanya.
"Baiklah, saya permisi dulu," pamit Narumi.
"Tunggu! Buat mereka bangun sebelum matahari terbenam!" perintah ESP saat Narumi hendak meninggalkan ruangannya. Dan hanya dijawab oleh Narumi dengan anggukan.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
Sebuah jeritan terdengar ke seluruh penjuru Alice Academy. Ternyata jeritan itu berasal dari ruangan Narumi.
Drap drap drap (orang-orang lari ke ruangan Narumi)
BRAKK! (pintu didobrak sama Jinno yang nyampe pertama)
"MIKAN SAKURA? NATSUME HYUUGA? SEDANG APA KALIAN?" teriak para guru yang datang ke ruangan tersebut. Narumi yang ada di dalamnya hanya bersiul santai. Ternyata posisi yang tadi sudah terbalik. Tadinya mereka pingsan di sofa, tetapi sekarang mereka saling menindih di lantai.
Before: Mikan di atas Natsume dalam keadaan pingsan
After: Natsume di atas Mikan dalam keadaan sadar dan Mikan masih bengong tidak berusaha mendorong Natsume, yang dilakukannya hanya berteriak.
"Narumi? Apa maksud semua ini? Dan lagi, kenapa posisi mereka itu seperti..." kata Misaki, guru yang akrab dengan Narumi.
"Mereka hanya terjatuh dari sofa saat pingsan, dan hasilnya seperti ini! Mereka tidak melakukan apa-apa kok," kata Narumi sambil tersenyum.
"Pingsan? Apa yang kau lakukan terhadap muridmu sendiri?" bentak Jinno.
"Aku hanya melakukan tugas dari ESP, Jinno-sensei," jawab Narumi tegas dan serius.
"Apa? Tugas apa, Narumi-sensei? Tugas apa yang diberikan ESP padamu?" tanya Mikan yang masih tertindih oleh Natsume. Sepertinya kaki Natsume terkilir sehingga dia tidak bisa berdiri. "Menyingkirlah, Hyuuga!"
"Aku tidak bisa berdiri, baka polka senpai," jawab Natsume.
Akhirnya Natsume bisa menyingkir dari Mikan dengan susah payah.
"Narumi-sensei! Jawab aku! Tugas apa yang diberikan padamu sampai harus membuatku dan Hyuuga pingsan?" Mikan mengulangi pertanyaannya yang belum dijawab oleh Narumi.
"Aku tidak bisa mengatakannya padamu, Mikan-chan. Ini rahasia antara aku dan ESP. Maafkan aku, aku terpaksa membuat kalian pingsan dengan alice-ku," jawabnya dengan nada menyesal.
"Bisakah kalian berhenti membicarakan hal itu dan membantuku berdiri?" kata Natsume sinis dan menatap para guru dengan tatapannya yang emm.. menakutkan.
"Maaf, Hyuuga," balas Mikan sambil membantu Natsume berdiri. "Gara-gara aku kau sampai begini."
"Bukan salahmu," jawabnya singkat dan langsung pergi dengan terpincang-pincang. Membuat Mikan makin merasa bersalah.
"Biar kubantu, kau mau kemana?" tanya Mikan sambil berusaha memapah Natsume.
Natsume menepis tangan Mikan dan pergi. Tanpa berkata apa-apa. Para guru hanya bisa terdiam melihat kedua muridnya seperti itu. Termasuk Jinno.
Dua setengah jam setelah Natsume meninggalkan ruangan Narumi, akhirnya pemilik Fire alice itu sampai di tempat tujuannya: Northern Forest. Dia tidak menemukan Persona di sana. Jadi dia memutuskan untuk bersandar pada salah satu pohon yang ada di dekatnya. Mengistirahatkan kakinya yang terkilir. Dia terdiam dalam posisi itu sampai kurang lebih 15 menit.
"Hai, Kuroneko. Maaf aku terlambat. Ada apa dengan kakimu?" tanya orang yang sedari tadi ditunggunya, Persona.
"Terkilir. Cepat sebutkan kemana aku harus pergi!" bentak Natsume.
"Sabarlah, Kuroneko. Kali ini kau tidak akan kukirim untuk melakukan misi berbahaya seperti biasanya. Yang harus kau lakukan hanyalah membuat Mikan Sakura, menyadari bahwa dialah pemilik alice yang selama ini dicari oleh ESP, dan kuminta kau untuk membangkitkannya, bagaimanapun caranya."
"Bukankah Ibaragi lebih dekat dengannya?" tanya Natsume malas.
"Nobara takkan bisa melakukannya," jawabnya.
"Yang lainnya?"
"Rui, Yakumo, dan Hayate, mereka banyak misi, dan Youichi, dia terlalu kecil untuk misi penting ini."
"Hhh.. Baiklah.."
"Lakukan misi ini dengan sebaik-baiknya, tak ada batas waktu, kau bebas melakukannya, asal jangan menyakiti korban kali ini," kata Persona yang langsung menghilang.
Natsume pun berusaha berdiri tetapi gagal.. Sampai akhirnya dia tertidur di hutan berbahaya itu.
"Natsume-nii?" panggil seorang anak perempuan sambil membangunkan Natsume.
"Hng.. Aoi? Sedang apa kau disini?" tanya Natsume pada adiknya, Aoi Hyuuga.
"Aoi tidak bisa tidur, Nii-chan kenapa tidur disini? Bukankah Nii-chan bebas misi?"
"Ya, ada misi penting dan.. harus kulakukan secara mendadak. Kakiku terkilir, tolong bantu aku berdiri," pintanya.
Dengan susah payah, Aoi membantu kakaknya berdiri.
"Arigato. Ayo kuantar kau ke asramamu," kata Natsume.
Aoi menggeleng dan berkata, "Tidak usah, kaki Nii-chan kan terkilir, dan jarak antara asrama SD dengan SMP itu jauh, nanti kaki Nii-chan tambah parah."
"Kalau begitu, kau kembali sekarang."
Keesokan harinya,
"MIKAN!" seru semua teman sekelas Mikan (kecuali Hotaru). Mikan yang terkejut hanya menutup telinganya.
"Kenapa kalian berteriak begitu? Tidak biasanya," kata Mikan.
"Apa yang kau lakukan dengan Hyuuga sampai kalian berdua pingsan di ruangan Narumi?" tanya Hotaru, tetap dengan pandangan matanya yang dingin.
"Apa? Yang kulakukan dengan Hyuuga? Tidak ada kok!" jawabnya.
"Lalu ini?" kata Hotaru sambil menunjukkan foto disaat Mikan dan Natsume pingsan di sofa.
"Dan ini," tambah Koko, memperlihatkan posisi mereka sebaliknya, saat Natsume menindih Mikan di lantai.
"Oh, ini.." kata Mikan. Semuanya menanti kata-kata Mikan selanjutnya. "Kemarin Narumi-sensei memanggilku ke ruangannya, di sana Hyuuga sudah pingsan di sofa, setelah itu, aku.." Mikan menghentikan kalimatnya untuk mengambil nafas, kemudian melanjutkan lagi, "pingsan dan saat bangun Hyuuga sudah menindihku di lantai. Kata Narumi-sensei, kami terjatuh saat pingsan. Begitu."
Semuanya, termasuk Hotaru menghela nafas panjang. Di antara mereka ada yang berpikir, 'untunglah mereka hanya pingsan.'
Tiba-tiba, pintu yang semula tertutup rapat, terbuka dengan sendirinya. Biasanya, kalau Narumi yang membuka pintu itu, Hotaru akan merasakan aura waria di sekitarnya, dan kalau Jinno yang membukanya, Hotaru akan merasakan hawa panas. Sedangkan kali ini, Hotaru tidak merasakan suatu aura atau hawa yang mencekam.
Melihat pintu kelasnya terbuka dengan sendirinya, Mikan yang penakut langsung bersembunyi di balik punggung Hotaru. Perlahan tapi pasti, Hotaru mendekati pintu tersebut, dan di balik pintu itu dia menemukan...
To Be Continued
Oh iya, di fic ini ceritanya Aoi masih punya alice, jadi dia kelas 4 SD aja deh.. Hikari ga tau jarak umur Natsume sama Aoi..
Chapter 03 kayanya bakal lama Hikari update.. Mungkin sekitar akhir Juni atau mungkin Juli, soalnya Hikari mau UKK (Ujian Kenaikan Kelas) Doain Hikari biar bisa naik ke kelas 9 yaa..
Review please :)
