After the Journey
Author: ai-mage dheechan
Disclaimer: FMA punyanya si tante sapi. Ide punya saya :D
Summary: Akhirnya Al dapat memakan pai apel buatan Winry. Makanan yang dia idam-idamkan sejak dulu
A/N: ya, ya… saya bikin cerita baru lagi ==a saya emang orangnya agak nggak konsisten, jadi ya gitu, deh. Terima kasih untuk kak BlackKiss'Valentine yang tiba-tiba membuat saya terinspirasi untuk bikin cerita seperti ini 8D ahem, maaf kalo terkesan mengikuti. Jadi, selamat membaca.
Winry's Apple Pie
Pai apel Winry. Makanan yang selalu diidam-idamkan Al semenjak dia mendengar komentar dari kakaknya. Pertama kalinya dia melihat pai itu, dia langsung ingin mencicipinya. Tapi sayang, tubuh besinya tidak dapat mengabulkan permohonannya itu. Jadi, dia terus berusaha untuk mendapatkan tubuhnya kembali. Agar dia dapat mencoba pai apel Winry.
Usaha itu berhasil.
Dua hari setelah ia dan Ed pulang ke Resembool, Winry menyuguh snack time-nya dengan pai apel lengkap dengan es teh manisnya. Ingin tahu apa reaksi Al?
Ngiler.
Dia ngiler.
Air liurnya tiba-tiba saja keluar dari celah bibirnya. Jari telunjuknya berada di depan bibirnya. Benar-benar seperti orang yang baru saja melihat pai apel dan ingin menyantap pai itu dengan segera.
Dan, dia memang melakukan hal seperti itu. Al menghabiskan pai apelnya dengan lahap, tanpa tersisa sedikitpun. Membuat suara tawa memenuhi ruang makan.
"Al, Al. Kau sampai segitunya ya mau makan pai apel Penggila Mekanik ini?" tanya Ed pada Al sekaligus juga mengejek Winry dalam waktu yang bersamaan.
Dan, pertanyaan itu sukses membuat kunci inggris mendarat dengan tepat di atas kepala Ed.
"Ya, begitulah… Aku kan terakhir makan pai apel buatan ibu, jadi aku rindu dengan rasanya pai apel seperti apa," jawab Al dengan nada sedikit ketakutan melihat kakaknya dihantam oleh kunci inggris Winry.
Winry mengusap pundak Al dan memberinya senyuman hangat, "Nah, kalau begitu, aku akan membuatkanmu pai apel setiap minggu, bagaimana?"
Al memandang Winry dengan penuh rasa tidak percaya, "Serius, nih?"
Winry mengangguk, "Yup. Bagaimana? Mau tidak?"
"Aku mau!" jawab Al dengan yakin dan cepat.
"Baiklah kalau begitu. Aku mau ke atas mengerjakan automail-nya orang. Suruh Ed cuci piringmu ya," tegur Winry.
Al mengangguk, "Oke."
Setelah Winry hilang dari pandangan Al, Al kembali mencoba mengingat rasa pai apel tadi.
Enak. Sekali.
Rasanya, pai apel buatan Winry adalah pai apel terbaik di dunia.
Terima kasih Mrs. Hughes, sudah mengajari Winry membuat pai apel. Pai apel buatannya benar-benar enak, ucap Al dalam hati.
Al harus menyetujui, dia sudah tidak sabar untuk dapat menyantap pai apel lagi.
Baguskah? Gajekah?
Terserah apa pendapat anda, tapi semoga suka, ya!
Oke, oke… Ni fanfic waktunya gak beraturan. Jadi bisa saja mereka berumur 17 tahun, bisa juga berumur 20 tahun lebih…
Mau kasih ide? Silahkan, silahkan. Saran dan kritiknya jga mohon…
Maaf kalau gaje banget, lebay gila, banyak typo, karakter OOC, alurnya kecepetan dll.
Tunggu Chapter selanjutnya, ya!
Owoa
ai-mage dheechan
