After the Journey

Author: ai-mage dheechan

Disclaimer: FMA punya Hiromu Arakawa ==

Summary: Penderitaan Roy untuk mengerjakan tumpukan paperwork ditemani dengan alat mengerikan dari Riza.

A/N: ya, ya... saya tau cerita ini bakalan gaje. sangat gaje ==;a ya udahlah. emang dasarnya gitu, kok. Authornya aja gaje -3- oke, cerita ini Royai -bukan royai juga, sih... gak ada romancenya ==a-, requestannya kak Misachan. doctor :D walaupun saya harus memeras otak buat cerita ini =A=v okelah, selamat membaca.


Paperwork from Hell


Si kolonel* mesum, Roy Mustang sedang mengerjakan setumpuk paperworknya di kantornya dengan malas.

Baru dua minggu setelah perawatan yang dia dapat di rumah sakit, dia sudah harus berhadapan dengan tumpukan kertas-kertas yang dikirim dari neraka ini. Rasanya, Roy mau membakar paperworknya sampai habis. Tapi kalau dia melakukan hal itu, nyawanya langsung berada di surga saat ini. Alhasil, Roy hanya dapat mengucapkan kata-kata kutukan di bawah nafasnya -berusaha kata-kata kutukannya tidak didengar oleh sekretaris jahatnya- dan mengerjakan paperwork dengan sangat tidak ikhlas.

Sudah pukul 7 malam dan Roy belum menyelesaikan semua paperworknya. Argh! Siapa yang pertama kali menyuruh orang untuk mengerjakan kertas sialan ini, sih!, kutuknya dalam hati.

Seseorang membuka pintu dan seseorang itu adalah Riza. Dengan setumpuk paperwork yang dibawanya dari Bagian Administrasi.

"Malam, Sir. Tolong kerjakan ini," ujar Riza dengan enteng setelah meletakkan paperwork itu di atas meja kayu Roy.

Melihat itu, Roy langsung memberinya wajah puppy face-nya dan memberinya pandangan tolong-jangan-tambah-pekerjaanku-Riza.

Riza yang menyadari maksud tatapan itu langsung menggeleng, "Tidak, Sir. Aku harus menambah pekerjaanmu."

"Baiklah, baiklah. Aku tahu itu," ucap Roy menyerah dengan sikap Riza yang keras dalam hal pekerjaan.

"Baguslah kalau begitu," ucapnya sebelum berjalan menuju pintu. "Black Hayate sakit dan aku harus pergi membawanya ke dokter hewan. Tidak apa-apa jika aku pulang duluan, Sir?"

Roy memasang wajah serius, "Ya, tidak apa-apa."

Rizs mengangguk, "Sampai besok, Sir."

Roy mengangguk balik, "Sampai besok."

Setelah Riza hilang dari pandangan Roy, dia bersorak dalam hati. Makasih Hayate! Kau menyelamatkanku dari kertas sialan itu!

Saking gembiranya, dia tidak sadar kalau ada sesuatu yang berbunyi.

DOR!

Suara tembakan memberhentikan gerakan dansa tak jelas Roy. Dia menoleh ke sumber suara tembakan tadi dan mendapati sekitar enam pistol yang dililiti dengan beberapa benang tipis yang di arahkan tepat ke kepalanya yang tergantung tepat di belakangnya.

Roy langsung memandang ngeri keenam pistol itu. Rasanya keenam pistol itu akan mengirimnya ke akhirat kalau tidak mengerjakan paperworknya dalam waktu lima detik.

Roy langsung duduk di tempatnya dan mengerjakan paperworknya dengan sedikit ketakutan.

Oh, crap. Dia bikin apaan sih selama aku di rumah? Kalau tidak salah, kemarin dia memberitahuku sesuatu.

Kemudian, Roy mengingat peristiwa kemarin.


Flashback mode: ON

"Sir, aku harus memberitahumu sesuatu," kata Riza serius.

"Ada apa, Letnan?" tanya Roy.

"Begini. Selama anda beristirahat di rumah sakit, aku meminta Bagian Persenjataan untuk memasang alat terbarunya di kantor anda. Alat itu berfungsi untuk memperingatkan orang-orang yang malas untuk mengerjakan paperworknya. Termasuk anda, Sir,"

Roy langsung menelan ludah. Dia mempunyai perasaan buruk mengenai alat itu, "Lalu, bagaimana cara kerjanya?"

Riza langsung menyeringai lebar. "Oh, alat itu akan menembak ke arah mana saja jika anda tidak mengerjakan paperwork anda sebagai peringatan pertama, Sir. Tapi sebagai peringatan kedua, alat itu tidak akan segan untuk mengirim anda ke akhirat."


Flashback mode: OFF

Roy langsung menggigil.

Aduh, Riza! Kenapa kau mengatakan itu pada atasanmu dengan entengnya, sih?

Roy menoleh ke arah alat mengerikan itu. Membayangkan jika Riza yang menembaknya dengan keenam pistol itu.

Roy langsung mengerjakan paperworknya dan sekali lagi, dengan tidak ikhlas. Mati karena tidak mengerjakan paperwork? Pasti namanya langsung jatuh jika dia benar mati dengan cara gak jelas seperti itu.

Huuffttt... Paperwork itu benar-benar berasal dari neraka.


*: saya memutuskan untuk membuat Roy masih jadi Kolonel, bukan Brigjen :]


poor Roy XDD

btw, saya membuka request! silahkan beritahu ceritanya seperti apa dan karakternya siapa. saya usahakan untuk membuat cerita requestan anda 8D

saya juga akan publish cerita saya setiap kakak saya mau minjemin saya laptopnya =3=

btw, ada yang udah dengar gak kalo FMAB bakal ada MOVIENYA! *teriak gaje* XD

huwaa! saya tidak sabar untuk membaca bagian movienya ^^b

maaf kalo gaje banget, lebay gila, banyak typo, bikin bingung, karakternya OOC dll.

mohon reviewnya

0w0b

ai-mage dheechan