dheeSafa presents:
After the Journey: Chapter 05
Is He Still Immature?
Sudah satu tahun berlalu, sejak Elric bersaudara pulang ke kampung halamannya, Resembool. Jujur, Winry langsung terkejut waktu baru menyadari kalau Ed itu sudah lebih tinggi darinya. Maksudnya, untuk seorang yang tidak menyukai susu bisa tinggi seperti itu? Menyedihkan -sekaligus menyenangkan. Apa dia menggunakan dukun pelet atau segala macam?
Ah, Winry tak tahu soal itu.
Nah, ada lagi satu pertanyaan yang muncul di benak Winry. Ed sudah dewasa, tidak? Kalau Al sih, dia sudah tahu kalau dia emang udah dewasa dari dulu. Kalau Ed, bagaimana?
Untuk menjawab pertanyaan itu, Winry menyusun rencana secara sembunyi-sembunyi.
Rencana pertama...
"Um, Ed?" panggil Winry saat mereka tengah berjalan menuju pemakaman penduduk Resembool.
"Ya, Win?" Ed menoleh ke arah Winry dengan kedua tangan di belakang kepalanya.
Winry menunjuk ke arah seorang anak kecil yang barusan saja melewati mereka berdua. "Tadi, anak itu berbicara kalau kau itu pendek, Ed," bohong Winry.
Ed memberhentikan langkahnya dan berbalik. Lalu dia berlari menuju anak kecil tadi yang ditunjuk Winry dan langsung mencengkeram kerah baju anak itu dan mengangkatnya dari tanah yang dipijak.
"AKU TIDAK PEDULI KALAU KAU ANAK KECIL ATAU TIDAK! TAPI, YANG PENTING JANGAN MEMANGGILKU PENDEK, PENDEK! AKU INI MASIH DALAM MASA PERTUMBUHAN, TAHU!" bentak Ed pada anak kecil itu.
Si anak kecil yang nggak bersalah itu pun menangis keras. Membuat Ed menurunkan kembali anak itu dan anak itu pun berlari ke rumahnya.
"Tch! Dasar anak kecil!" ujarnya meremehkan.
Winry yang melihat peristiwa itu langsung menggeleng-geleng kepalanya. Dia jadi merasa bersalah, tapi, apa boleh buat... Dia merasa harus memastikan apakah Ed masih kekanak-kanakan atau tidak.
Dia pun bersumpah akan memukul kepala Ed dengan kunci inggrisnya lagi sehabis pulang dari pemakaman.
Tapi, sebelum melakukan hal itu...
Winry mengeluarkan buku saku dan pulpen yang tersembunyi di balik jaketnya dan menuliskan sesuatu di atas secarik kertas.
Rencana pertama, Cek!
Rencana kedua...
Winry sedang membuat sesuatu di dapur rumahnya setelah menyelesaikan sumpah yang ia buat tadi sore. Yang dia buat sekarang ini ialah resep minuman yang ia temukan di dalam lemari pakaiannya beberapa hari yang lalu.
"Selesai!" sorak Winry setelah menuangkan 'minuman' spesialnya ke dalam beberapa gelas plastik.
"Wah, kayaknya enak!" celetuk Ed yang tiba-tiba muncul di samping Winry dan mengambil salah satu gelas. Dia pun menghabiskan minuman itu dalam sekali teguk. "Ternyata memang enak!"
Sebenarnya, dia kaget waktu Ed meminum 'minuman' spesialnya. Tapi, dia hanya menyunggingkan senyumnya. "Enak, kan? Itu resep terbaruku! Milkshake!"
Ed mengangguk-angguk. "Oh, Milk—apa yang tadi kau bilang? Milkshake?"
"Yup."
"Susu?"
"Yup."
Edward menyembur air ludahnya ke wastafel, mengambil ancang-ancang keluar dari tempat itu dan melempar keluar gelas yang ia pegang dari rumahnya sampai mengenai kepala seorang kakek-kakek.
"MENYINGKIR DARI HADAPANKU, MILKSHAKE BANGSAT!"
Masih mengucapkan kutukan-kutukan yang diarahkan kepada milkshake yang sudah singgah diperutnya, Ed pun berjalan ke kamarnya.
Setelah memastikan Ed sudah tidak berada di area dapur, Winry kembali menulis.
Rencana kedua: Cek!
Rencana ketiga dan terakhir...
Keesokan paginya, Ed diseret oleh seorang penduduk desa ke salah satu peternakan di Resembool karena telah menakuti anak kecil dan membuat seorang kakek-kakek dirawat di rumah sakit.
Tentu saja, Ed menolak untuk melakukan itu. Tapi setelah diancam oleh Winry dengan alasan mogok membuuat automail, Ed pun bersedia.
Tapi... Dia dibawa ke peternakan SAPI!
"TIDAK! AKU TIDAK MAU MEMERAH PUTING SAPI GAK JELAS ITU! PUTING ITU MENGHASILKAN CAIRAN PALING MENJIJIKKAN DI DUNIA!" rengek Ed saat ditarik paksa oleh anak sekaligus ayah dari kakek-kakek dan anak kecil tersebut.
Winry yang mengintip melalui lubang di pagar putih itu pun kembali menulis.
Rencana ketiga: Cek!
Kesimpulan dari hasil ketiga rencana di atas: Edward Elric masih dinyatakan belum dewasa.
bikin chapter gaje lagi == sumpah, otak gaje.
oia, saya terpaksa nge-COMPLETE cerita ini. soalnya saya udah ga punya ide. Lagipula, mau fokus dulu ke 'Moments in Xing' (chapter 5-nya masih setengah perjalanan ==)
maaf kalo banyak typo, gaje banget, lebay gila, nggak lucu, karakter OOC, alurnya kecepatan dll.
mohon kritik, saran, dan reviewnya!
UwUv
ai-mage dheechan
