Previous Chapter


Sebuah suara terdengar dari balik punggung Lee dan Chihaya, disusul dengan dua tangan yang mengarah ketelinga mereka. memijitnya perlahan lalu menariknya dg sangat keras. menghasilkan jeritan keras Chihaya dan Lee.

"SA...SAKI!"

"A..AAW! ADUH ADUH TELINGAKU! ADUUUUH..."


o00o

Remasan ditelinga Chihaya dan Lee akhirnya dilepas

"Sa...Saki kapan kau masuk?"

"sejak kalian membantu gadis ini mencari eskul yang cocok ya kurasa sejak saat itu" pria yang disapa Saki oleh Lee dan Chihaya itu mengibaskan kipas yang ia ambil dari atas meja sambil merebahkan diri diatas sofa. ia melirik ke arah Hime dan tersenyum kearahnya. "lama tak jumpa, Hime-chan"

"kau...siapa?" Hime memandang Saki dengan pandangan bingung. ia memandang Saki seolah Saki adalah sebuah mahluk yang tak seharusnya muncul dimuka bumi. Saki tertawa terpingkal-pingkal melihatnya. "wajar saja kalau kau lupa..."

sambil membetulkan posisi duduknya, "dulu rambutku tidak ungu begini, dan kamu sering memanggilku kakek tua. ya, 'KAKEK TUA' hanya karena rambutku keperakan, dan waktu itu kita berdua sering mandi bersama"

"MA..MA..MANDI BERSAMAA?" Lee dan Chihaya membelalakan matanya tak percaya dengan apa yang didengarnya. Saki menoleh, "itu saat umurku 7 tahun!"

"jadi, kau ingat?" tanya Saki memastikan. Hime menyipitkan matanya, detik kemudian ia menepuk tangannya didepan dada sambil tersenyum sumringah. "AKU INGAT! KAMU SA..."

ucapan Hime terhenti saat sebuah tangan membekap mulutnya, tangan itu lalu bergerak melingkar dibadan Hime. Sekilas, Hime dapat melihat seorang pria berambut hitam disampingnya.

"kurasa ada yang harus diralat baik-baik disini" ucap pria yang sedang merangkul Hime dengan tenang. "yang pertama, kalian tidak mandi berdua. karena sebenarnya itu pemandian umum, jadi banyak pengunjung lain disana!"

pria itu melanjutkan, "dan yang kedua, saat itu umurmu 11 tahun, ERO!"

"kau menghancurkan nostalgia masa mudaku, Ookami!" Saki mencibir sambil mengalihkan pandangan kearah lain. "dan lagi, jangan panggil aku ERO!"

"apa lagi sebutan yang pantas selain ERO? bocah umur 11 tahun mengajak mandi secara paksa anak dibawah umur, bahkan ikut masuk ke ruang ganti wanita... HENTAI"

"Ookami, apa yang kau lakukan disini?" Hime memotong pembicaraan, sambil melepaskan rangkulan Ookami. Ookami melirik tajam kearahnya, "aku yang seharusnya bertanya, sedang apa kamu ditempat Bakero? sebentar lagi pelajaran dimulai"

tanpa pikir panjang Ookami menarik Hime keluar dari ruangan itu, meninggalkan Chihaya, Lee dan Saki.

"Bakero... dia tak sadar kalau dirinya sudah melebihi ke-ero-anku. dasar bocah" Saki menggumam pelan. ia menoleh, menatap Lee dan Chihaya lalu tersenyum manis penuh arti. "aku mau kalian memaksa Hime untuk bergabung dengan School"

Lee terperangah, "tunggu dulu! tapi kita kan..."

"INI PERINTAHKU! kalian mengertikan? bagus, usahakan sebelum festival sekolah dia sudah menjadi angoota, tak peduli apapun kendalanya"

Saki beranjak dari sofa, "ah, satu lagi! Chihaya!"

"y..ya?" Chihaya tertegun, merasakan ketegangan melihat tatapan dari wajah Saki yang membuatnya membujur kaku. Saki mengambil sepotong kue kering dari dalam toples, lalu melahapnya.


To Be Continued