Chapter 2.

RnR?

"kawai kute
aoi usagi
koko wa boku no nawabari nano
dai suki na anata
dareka ni torareru kurai nara
boku ga tabete ageru"

Gray's POV:

Sudah 4 bulan aku tinggal bersama Claire, wanita yang pernah menemukanku di depan rumahnya. Awal- awalnya sih aku selalu salah tingkah saat tinggal bersamanya, seperti kepeleset, suka ngelamun sampai dipatuk ayam, Terus saat mencangkul secara tak sengaja melempar cangkul tersebut ke arah anjing peliharaannya, Momo, saat muka Claire dekat denganku.

Tapi meskipun aku bersikap seperti itu, dia hanya tersenyum geli karena tindakanku, meskipun terkadang dia menjitak kepalaku.

Aku mulai mencintai dia saat dia memintaku untuk tinggal dengannya. Meskipun umur kami terpaut 9 tahun, aku tetap mencintainya sepenuh hati.

"Gray-kun~"

"Nani? Kak Claire?" Tanyaku sambil bermain dengan Momo.

"Ada yang ingin aku perkenalkan padamu nih." Katanya sambil senyum.

Aku yang bingung hanya terdiam sambil menggendong Momo.

"Nah, Jack. Ini adalah Gray, anak yang kuceritakan kemarin- kemarin." Kata Claire sambil memperkenalkan aku pada seorang laki- laki yang ada disampingnya.

"Dan Gray, orang ini namanya Jack. Dia adalah…"

"Pacarnya si Claire." Kata laki- laki bernama Jack memotong omongannya Claire.

"Nani! Kak Claire tidak pernah memberi tahu kalau dia punya pacar!" Kataku kaget sambil menunjuk kearah Jack.

"Anu..Sebenarnya sih mau keberi tahu, tapi Jack sendiri yang bilang bahwa dia sendiri yang akan beri tahu kamu saat mau kemari." Kata Claire sweat drop melihat diriku yang masih kaget.

"Terus..Ada yang mau keberi tahu lagi untukmu, Gray-kun." Kata Claire dan membuat perasaan tidak enakku semakin bertambah.

"Tolong! Tolong jangan buat firasatku kalau dia bakal bilang bahwa dia akan menikah dengan Jack si cowok sialan itu menjadi kenyataan!" Kataku dalam batin.

"Umm..Aku dan Jack akan…."

"Menikah." Kata Jack yang tiba- tiba saja memotong lagi kata- kata Claire.

Aku pun langsung kaget, Karena firasatku benar kalau mereka akan menikah. Aku hanya terdiam dan menundukkan wajahku sambil memeluk Momo makin erat.

'Tapi, tapi Gray! Tenang saja, lagi pula kita bertiga kan masih bisa tinggal bersama." Kata Claire panik dan berusaha menghiburku.

Aku terdiam beberapa saat dan mulai tersenyum kearah Claire.

"Tidak apa- apa kok, Kak Claire! Dan selamat ya untuk kalian berdua semoga hubungan kalian tetap berjalan hehehe…" Kataku dengan senyum lebar.

Claire yang sempat panik bernafas lega, dan segera memelukku.

"Terima kasih Gray-kun~ Aku akan tetap menyayangimu kok! Jadi tenang saja ya." Kata Claire sambil memelukku.

Aku hanya mengangguk dan memblas pelukannya, tapi aku melihat kekasihnya Jack dengan mata membunuh, aku sangat benci dengannya. Sangat, sangat BENCI!

"Oh, Kak Claire. Aku ingin pergi ke Mother's Hill dulu ya, aku mau mancing hehehe…" Kataku dengan senyum dan segera melepaskan pelukanku darinya.

"Kalau begitu hati- hati ya, Gray." Kata Claire dan mencium keningku.

Aku hanya tersenyum kecil dengan muka merah dan segera berjalan keluar.

"Awas kau Jack! Akan kubunuh kau! Tak akan kuserahkan Claire yang kucintai pada siapapun termasuk kamu, Jack! Claire adalah milikku selamanya!" Kataku dalam batin sambil berlari kearah Mother's Hill.

Gray's POV end.

"I'm a pretty blue rabbit.
Here is my territory
If someone ever takes you from me,
I'd rather eat you"

"master zutto issho dayo
ufufu"

Malamnya di rumah Claire.

Claire's POV:

"Hah~ Gray-kun, kenapa belum pulang juga ya?" Tanyaku khawatir sambil melihat jendela.

"JRAASSSHH…"

"Wah, malah hujan lagi! Mudah- mudahan, Gray cepat- cepat pulang deh. Sebaiknya aku cepat tidur dari pada bangun kesiangan, Kalau Gray megetuk pintu aku langsung buka deh." Kataku ngomong sendiri dan segera pergi ke kamarku tanpa menyadari bahwa di depan pintu sudah ada seseorang.

Tengah malam…

"Ummm~" Gumamku sambil tertidur dengan nyenyak tanpa menyadari ada yang membuka pintu depan.

"Tap, tap, tap, tap…", "Kriek~"

Aku pun membuka mataku karena menyadari pintu kamarku terbuka, dan aku segera bangun dengan kondisi masih setengah tidur.

"Gray-kun? Apa itu kamu?" Tanyaku, dan segera berdiri dari ranjang.

"Iya kak, ini aku. Maaf ya aku pulang telat. Oh iya, aku bawa oleh- oleh untuk kakak nih, kesini deh." Kata Gray di dalam kamarku yang gelap.

Aku pun berjalan ke arahnya, dan tiba- tiba saja aku merasakan sesuatu yang basah di kakiku.

"Umm? Kok basah?" Pikirku bingung dan tiba- tiba saja muncul kilat petir yang membuatku bisa melihat Gray, sampai membuatku terkejut dengan keadaanya yang sekarang.

"GRAY-KUN! Ada apa denganmu! Kok bajumu berdarah!" Ktaku kaget dan mundur beberapa langkah.

"Oh, ini..Aku baru saja membunuh cowok sialan ini, hehehe…" Kata Gray sambil tersenyum senang dan menunjukkan kepala seseorang yang kukenal, ya itu adalah kepala tunanganku Jack.

"KYYAAAA! GRAY! KENAPA KAMU MELAKUKAN ITU!" Teriakku sampai jatuh ke lantai.

"Karena, dia berusaha merebut kakak dariku. Aku tidak suka karena dia memilikki kakak! Aku gak suka!" Kata Gray setengah marah dan membanting kepalanya Jack ke lantai.

"Aku menyukaimu kak! Bukan sebagai teman, tapi sebagai kekasih!" Katannya agak kesal, dan berjalan mendekatiku.

Aku yang ketakutan hanya memundurkan diri untuk menjauhinya.

"JANGAN MENDEKAT GRAY! KUMOHON JANGAN MENDEKAT!" Teriakku sambil mengesot mundur sampai mentok ke ranjang.

"Kenapa kak? Kok kakak takut, padaku? Bukannya kakak sayangku padaku? Fufu…" Kata Gray dan dia tetap mendekatiku .

Aku yang merasa ketakutan hanya menggeleng kepalaku dengan cepat sambil menangis.

"AKU MEMBENCIMU GRAY! JADI JANGAN DEKATI AKU!" Teriakku lagi sambil menangis.

Langkah Gray pun terhenti, aku pun melihat wajahnya yang berlumuran darah dengan ketakutan.

"Kakak…Aku ingin bertanya sesuatu.." Kata Gray sambil berjalan mendekatiku lagi.

Aku yang ingin berteriak, langsung ditutup oleh tangannya yang berlumuran darah. Gray mendekatkan wajahnya, dan aku gemetaran karena melihat mata psychonya.

"Kamu lebih memilih menyukaiku, atau cowok lain?" Tanyanya padaku sambil tersenyum.

Aku yang gemetaran hanya menangis ketakutan. Gray melepaskan tangannya dari mulutku dan aku langsung berbicara dengan nada gemetar.

"Aku…Aku..Lebih memilih orang lain daripadamu Gray. Kumohon lepaskan aku.. Aku tetap menyayangimu Gray, tapi aku hanya menganggapmu sebagai keluargaku sendiri, tidak lebih!" Kataku sambil menangis deras.

Hujan terus turun dengan deras sama seperti air mataku, Gray yang hanya terdiam melihatku selama beberapa saat.

Tiba- tiba saja Gray langsung memelukku dan dia mencium bibirku setelah itu.

"Kalau begitu, sebaiknya aku membunuh kakak saja ya. Jadi kakak bisa menjadi milikku selama- lamanya. Hehehe…" Katanya dengan senyum.

Aku yang terkejut langsung ditusuk olehnya tepat di bagian jantung, dan dilanjutkan dengan tusukan beruntun di badanku sampai darahku membasahi wajah dan tubuhnya.

"Aku mencintaimu Kak…Bukan tapi..Aku mencintaimu…Claire, sekarang kita bersama selama- lamanya fufu…"

Itulah kata- kata Gray dihiasi dengan senyuman yang biasa diperlihatkan padaku saat hujan di malam hari itu. Pandanganku mulai gelap setelah mendengar perkataannya itu.

"Master, we'll be together forever.
ufufu"

2 hari kemudian.

"iki taeta
akai anata
aoku akai
kanashī usagi no uta"

Gray's POV:

Di kamar aku memeluk tubuh Claire yang berlumuran darah sambil tersenyum.

Aku pun merasa bahagia karena mulai sekarang sampai hari- hari selanjutnya Claire akan tetap menjadi milikku.

"Claire aku mencintaimu..Sampai selama- lamanya hehe…" Kataku sambil tersenyum dan mencium bibir Claire yang sudah dingin, tapi bagiku bibirnya itu masih hangat seperti dulu saat dia mencium keningku.

"You died in red
This is a poor blue red rabbit song"

Selesai!

Akhirnya selesai juga fic HM Hororku~

Silakan dibaca ya para readers! Enjoy~ *nyanyi dengan goyangan lebay*.

RnR?