Diclaimer : Selamanya dan masih selalu milik Paman Tite Kubo
Title: Little Wing
Pairing : Ichigo x Rukia
All Stars :
Kuchiki Rukia, Ichigo Kurosaki, Renji Abarai, Gin Ichimaru, Toushiro Hitsugaya,dll.
Genre :
Friendship 50% Romance 30% Mistery 20%
Rate : T
Author : Hwarang Ichikurasaki
Hyaaa…
Akhirnya aku update juga, setelah sekian lama tidak ada kabarnya.
Penyakit kuma Hwarang lagi kumat.
Sepertinya masih banyak typo, mohon dibantu koreksi ya para senpai?
*memohon sambil lutut-lutut*
Ok…
Langsung saja dinikmati...
Chapter yang lalu…
"Selamat pagi semuanya," sapa murid baru itu.
"Pagi…" jawab para murid.
"Senang bertemu dengan kalian, mohon bantuannya!" ucap murid baru itu lagi.
"Dasar bertele-tele!" ucap Hitsugaya.
Chapter : 2
"Perkenalkan, nama saya Grimmjow Jagerjeques," ucap murid baru itu.
Rukia mulai terpesona dengan ketampanan Grimmjow, bagaimana tidak terpesona dengan wajah Grimmjow yang tanpan, tinggi, body yang Sangat keren. Pokoknya sempurna dimata para wanita. Ichigo yang sejak tadi melihat Rukia yang tidak henti-hentinya memuji Grimmjow pun akhirnya mengambil pensilnya dan melemparkannya kearah Rukia.
BLETAKKK...
"Aww... sakit!" gerutu Rukia sambil mencari-cari orang yang melemparinya dengan pensil.
Melihat Rukia yang celingak-celinguk aneh Ichigo pun akhirnya tertawa terbahak-bahak.
"Oh... jadi kau Ichigo! Dasar sialan, tidak bisakah kau itu tidak menggangguku?" teriak Rukia pada Ichigo.
"Dan kau itu bisa tidak berhenti memuji siswa baru itu? Mana bagusnya sih? Udah beramput biru aneh seperti itu lagi," balas Ichigo pada Rukia.
"Kau pikir kau ini tidak aneh? Lihat rambutmu itu, mendingan biru daripada orange. Dasar kepala jeruk," ledek Rukia pada Ichigo.
"Apa kau bilang pendek?" tanya Ichigo pada rukia.
"Pendek? Siapa yang pendek?" tanya Rukia yang pura-pura tidak tahu.
"Kau tidak merasa kalau kau itu pendek?" jawab Ichigo.
"Aku? Aku kan tidak pendek!" sanggah Rukia.
"Dasar pendek! Sudah jelas-jelas pendek tapi tidak mau mengakui," ledek Ichigo.
"Aku ini tidak pendek bodoh! Dasar kepala jeruk!" ucap Rukia dengan nada tinggi.
"Hmm... semua orang juga bisa menilai kalau kau itu pendek!" ucap Ichigo tanpa dosa.
"Hah... Hitsugaya juga pendek!" ucap Rukia dengan lirih.
"Apa kau bilang Rukia?" tanya Hitsugaya yang ternyata mendengar ucapan Rukia barusan.
"..."
Rukia tidak berani menatap Hitsugaya, dia tahu kalau Hitsugaya sudah marah dia akan memakan semua manusia yang ada. Melihat Rukia yang pucat Ichigo pun tertawa terbahak-bahak sampai semua murid menatapnya. Ichigo yang sadar sedang diperhatikan banyak pasang mata pun akhirnya diam.
'Sial!' batin Ichigo.
Rukia berusaha menahan tawanya karena melihat tanpang Ichigo yang super duper aneh.
"Kau menertawakan apa Ichigo?" tanya Pak Aizen pada Ichigo.
"..."
Ichigo diam seribu bahasa. Sementara Pak Aizen melangkah mendekati Ichigo.
"Kau menertawakan siapa?" ulang Pak Aizen.
"E... itu... tidak apa-apa. Tadi aku hanya pengen tertawa saja," jawab Ichigo sekenanya.
"Oh begitu, kau tidak lagi sakit kan Ichigo?" tanya Pak Aizen.
"Tentu saja tidak, aku kan sehat wal'afiat," jawab Ichigo tanpa dosa.
"Dasar anak jaman sekarang," ucap Pak Aizen sambil melangkah meninggalkan Ichigo.
"Dasar bodoh kau ini!" ucap lelaki berambut merah ala babon yang duduk disamping Ichigo dan siapa lagi kalau bukan Renji.
"Diam kau babon!" teriak Ichigo pada Renji dengan volume yang sekecil mungkin.
Gin dan Hitsugaya hanya bergeleng-geleng ria melihat para sahabatnya itu.
"Mereka itu bisa tidak sih sehari saja tidak ribut?" tanya Hitsugaya pada Gin yang duduk disampingnya.
"Ku pikir mereka diciptakan dari elemen yang berbeda, jadi susah bersatunya," jawab Gin sambil memutar-mutarkan buku ditangannya.
"Elemen? Ah kau ini sok Kimia padahal kau tidak mengerti pelajaran kimia sama sekali," ucap Hitsugaya tanpa dosa.
"Hah, terserah kau saja lah," balas Gin.
Murid baru yang baru diketahui bernama Grimmjow itu akhirnya disuruh duduk oleh pak Aizen. Dan Grimmjow pun mencari bangku yang kosong, akhirnya dia duduk disamping Rukia karena kebetulan bangku yang kosong hanya ada disitu. Ichigo yang melihatnya pun sedikit menunjukkan ekspresi tidak suka. Sedangkan Rukia bahagia setengah mati, bagaimana tidak bahagia kalau disampingnya duduk seoarang laki-laki tampan.
"Namamu siapa?" tanya Grimmjow pada Rukia.
"Namaku Rukia," jawab rukia sambil malu-malu.
"Mohon bimbingannya ya?" pinta Grimmjow.
"Hah... bimbingan apa? Tidak usah seperti itu," jawab Rukia salah tingkah.
"Karena aku murid baru disini," ucap Grimmjow.
"Oh... begitu ya?" jawab Rukia sambil menutupi ke grogiannya.
Rukia tidak sadar kalau sedari tadi Ichigo memperhatikannya. Dia hanya asyik bercengkerama dengan anak baru itu.
-Dirumah-
Ichigo tidak bisa konsentrasi mengerjakan PR yang diberikan Pak Aizen, otaknya hanya bisa memikirkan Rukia. Kedatangan Grimmjow membuatnya khawatir, Ichigo takut kalau perhatian Rukia tertuju pada Grimmjow terus. Apalagi Rukia dan Grimmjow duduk satu bangku dan terang-terangan Rukia memuji Grimmjow terus.
"Ah... sial! Apa yang kupikirkan? Rukia... kenapa aku merasa tidak suka kau dekat-dekat dengan Grimmjow? Padahal itu kan bukan urusanku," gerutu Ichigo.
-Dikamar Rukia-
"Grimmjow! Hah betapa tampan dirimu itu, senyummu begitu manis dan memukau," ucap Rukia sambil melamun.
Tok...Tok...Tok...
Terdengar suara pintu kamar Rukia diketuk oleh seseorang.
"Siapa?" tanya Rukia.
"Ini aku Gin!" jawab Gin dari balik pintu.
"Oh kau, masuklah! Tidak dikunci," ucap Rukia.
Dengan sangat hati-hati Gin membuka pintu tersebut, Gin melihat Rukia yang sedang terbaring tengkurap dan didepannya bertebaran buku-buku pelajaran. Gin mengira Rukia sedang belajar, padahal dari tadi hanya melamunkan Grimmjow.
"Oh, kau sedang belajar ya?" tanya Gin pada Rukia.
Rukia mengangguk pelan.
"Ayo kita makan malam dulu, tapi makan diluar saja ya? Sudah lama kan kita tidak makan diluar?" usul Gin.
"Boleh juga! Teman yang lain sudah diberi tahu?" tanya rukia sambil bangkit dari ranjangnya.
"Sudah! Ok! Aku tunggu di luar ya?" ucap Gin sambil berlalu meninggalkan Rukia.
Mereka semua akhirnya makan malam diluar, sungguh suasana yang sangat tidak mengenakkan bagi Ichigo. Malam ini sangat berbeda dengan malam-malam yang lalu, yang biasanya Ichigo dengan bebas bisa mengganggu Rukia. Kini Ichigo tidak ada keberanian sedikitpun berbicara pada Rukia, entah apa yang ada didalam pikiran Ichigo. Ichigo mulai merasakan sesuatu yang mengganggu perasaannya, mungkin karena kejadian tadi siang yang membuat Ichigo menjadi seperti itu.
"Kau kenapa Ichigo?" tanya Hitsugaya tiba-tiba.
Ichigo yang dari tadi tidak fokus pun kaget mendengar pertanyaan Hitsugaya.
"Ha? Apa?" tanya Ichigo.
"Kau sedang melamunkan apa Ichigo?" tanya Renji juga.
"Ah, aku tidak melamunkan apa-apa!" jawab Ichigo singkat.
"Tidak melamun tapi ditanya malah balik nanya," ucap hitsugaya.
"Benar, sejak pulang sekolah tadi kau terlihat murung Ichigo, kau kenapa?" tanya Gin.
"Kalian ini kenapa sih? Tidak ada apa-apa kali, biasa saja kok," jawab Ichigo mencari alasan sekenanya.
"Hmm... jangan-jangan Ichigo sedang jatuh cinta?" timpal Rukia dengan wajah serius.
Mendengar perkataan Rukia Ichigo pun jadi salah tingkah, dia tidak menyangka kalau Rukia akan berkata demikian.
"Apa? Hah, tidak mungkin. Aku tidak semudah itu tertarik pada perempuan," sanggah Ichigo dengan gaya sok coolnya.
"Masak sih?" ucap Renji sambil menyenggol siku Ichigo.
Ichigo hanya melirik tajam pada Renji, dan Renjipun malah melotot pada Ichigo.
"Bisakah kau diam babon?" pinta Ichigo.
"Hah, dasar jeruk busuk kau ini," ucap Renji kesal.
"Maaf makanannya sedikit lama," ucap seorang pelayan dengan senyuman yang sangat manis dan langsung menyajikan minuman yang dibawanya.
"Tidak apa-apa!" jawab Rukia.
"Kau kenapa Gin?" tanya Renji.
"E... eh... tidak ada," jawab Gin singkat.
Gin yang dari tadi memandangi pelayan itu pun kaget saat Renji bertanya kepadanya. Rupanya Gin terpesona dengan pelayan itu, sejak kedatangan pelayanan itu Gin tidak henti-hentinya menatapnya. Sedangkan pelayan tersebut cuek-cuek saja sambil memindahkan makanan ke meja. Hitsugaya yang sadar kalau salah satu sahabat nya itu terpesona langsung saja nyeplos kepada pelayan itu.
"Nona! Namamu siapa?" tanya Hitsugaya pada pelayan itu.
"Rangiku!" jawab pelayan itu singkat.
"Nama yang bagus, kau juga cantik," puji Hitsugaya pada pelayan itu.
"Terimakasih atas pujiannya," ucap pelayan itu sambil tersipu malu.
"Nona, sepertinya salah satu teman kami ada yang kagum padamu," ucap Hitsugaya sambil melirik Gin yang sedang melamun.
Rukia, Ichigo dan Renji pun menoleh kearah Gin.
"Sepertinya Gin naksir padamu nona," ucap Renji pada pelayan itu.
Pelayan yang dari tadi cuek-cuek saja pun berhenti memindahkan makanan ke meja, dia pun menatap Gin. Dan tanpa sengaja mata mereka pun bertemu. Alhasil membuat Gin dan pelayanan itu klabakan. Mereka salah tingkah, dan adegan itu sontak membuat Rukia, renji, Ichigo dan Hitsugaya tertawa terpingkal-pingkal.
"Maaf saya permisi dulu, silahkan dinikamati hidangannya!" ucap pelayan itu sambil pergi meninggalkan meja itu.
Gin hanya tersenyum aneh sambil memandangi kepergian pelayan yang diketahui namanya Rangiku tersebut. Gin begitu terpesona melihat kecantikan Rangiku.
"Yee... rupanya ada yang jatuh cinta pada pandangan pertama," ucap Rukia kepada teman-temannya.
"Iya, kupikir juga seperti itu," timpal Renji.
"Akhirnya sahabat kita ini bisa jatuh cinta juga," imbuh Hitsugaya.
"Berarti peningkatan dong," tambah Rukia lagi.
"Kalian ini ngomong apaan sih?" tanya Gin malu-malu.
"Kalian ini berisik!" ucap Ichigo tiba-tiba.
"Kau ini kenapa sih?" tanya Rukia pada Ichigo dengan cemberut.
"..."
Ichigo hanya menatap Rukia sebentar, dan dia langsung menyantap makanan yang ada didepannya.
"Sudahlah, jangan bertengkar!" ucap Gin.
"Dia yang memulai," jawab Rukia sambil menunjuk kearah Ichigo.
Ichigo hanya mendengarkan perkataan itu tanpa melihat orang yang mengatakannya, didalam otaknya dia sangat kecewa. Kecewa dengan alasan yang Ichigo sendiripun tidak tahu alasannya. Setelah Ichigo menghabiskan makanannya dia pun langsung berdiri dan pergi.
"Aku pergi duluan, nanti kalian langsung pulang saja," ucap Ichigo sambil berlalu meninggalkan teman-temannya yang sedang makan.
"Ichigo kenapa?" tanya Renji dengan tampang bodoh.
"Mana kutahu," jawab Rukia.
'Pasti ada sesuatu yang menyebabkan Ichigo seperti itu,' gumam Hitsugaya dalam hati.
"Mungkin dia tidak enak badan, atau ada masalah dengan Paman Isshin," ucap Gin.
"Oh, begitu ya? Tidak biasanya Ichigo seperti itu gara-gara Paman Isshin?" tanya Renji pelan.
"Ya... mungkin saja Paman Isshin mau menjodohkan Ichigo dengan perempuan pilihan Paman Isshin," jawab Rukia ngawur.
"Ah, sudahlah! Jangan menebak-nebak seperti itu, tidak baik tahu!" ucap Hitsugaya.
Ditempat lain Ichigo duduk dibawah pohon pinus sambil mamandangi bulan dan bintang yang sedang bersinar terang.
"Aku tidak boleh seperti ini, aku tidak boleh memperlihatkan emosiku pada mereka. Mereka sama sekali tidak tahu menahu masalah ini, tapi aku juga tidak tahu harus berbuat apa. Hati ini begitu sakit melihat Rukia dan Grimmjow tadi siang, mungkinkah aku menyukai Rukia? Ah itu tidak boleh terjadi, kita sudah lama bersahabat, kalau aku sampai menyukai Rukia dan Rukia mengetahuinya pastilah dia akan marah besar. Dan teman-temanpun pasti juga tidak akan suka. Sebaiknya aku tidak boleh memperlihatkan semua ini pada mereka," ucap Ichigo pelan.
Lama sekali Ichigo bersantai menikmati indahnya malam dengan ditemani bulan dan bintang yang bersinar dengan indahnya.
Saat Ichigo bangkit untuk pulang dia sangat terkejut saat melihat Tatsuki ada dibelakangnya. Tatsuki adalah teman Ichigo di tempat Ichigo berlatih karate.
"Tatsuki? Sedang apa kau disini?" tanya Ichigo pada Tatsuki.
"Kau sendiri sedang apa malam-malam disini?" tanya Tatsuki balik.
"Aku ingin menenangkan pikiran," jawab Ichigo.
"Menenangkan pikiran karena sakit hati ya?" tanya Tatsuki yang sepertinya sudah bisa menebak apa yang dirasakan Ichigo.
"Ah, tidak juga," sanggah Ichigo.
"..."
"Kau belum jawab pertanyaanku, kau kenapa ada disini?" tanya Ichigo lagi.
"Aku tadi hanya lewat, dan aku melihatmu. Itu alasanya aku kesini," jawab Tatsuki.
"Oh begitu yak?" ucap Ichigo.
"Hmm," dehem Tatsuki.
"Sudah malam, sebaiknya kita pulang saja," ajak Ichigo pada Tatsuki.
"Benar, dan kurasa sebentar lagi hujan. Sungguh tidak bisa dipercaya, padahal barusaja langit sangat cerah," ucap Tatsuki sambil mendongak melihat langit.
"Iya," ucap Ichigo membetulkan kesimpulan Tatsuki.
Akhirnya Ichigo dan Tatsuki pulang bersama, dan tentunya Ichigo mengantarkan Tatsuki pulang karena kebetulan dia bawa motor sendiri. Walaupun Tatsuki itu tomboy tapi dia tetaplah seoarang wanita.
-Dirumah-
Semua penghuni rumah tidak bisa tidur, tentu saja tidak bisa tidur karena Ichigo belum pulang juga.
"Ichigo ini kemana sih?" tanya Rukia khawatir.
"Iya, kemana sih manusia itu? Mana ponselnya tidak aktif lagi," gerutu Renji sambil memencet-mencel ponselnya.
"Sebentar lagi akan turun hujan!" ucap Hitsugaya sambil membuka tirai jendela yang ada disampingnya.
"Hmm... sudah pukul satu pagi, Ichigo... kau ini bikin orang tidak bisa tidur saja," imbuh Gin.
"Kita harus bagaimana? Kalau terjadi apa-apa sama jeruk itu bagaimana?" ucap Rukia penuh kekhawatiran.
"Tenanglah! Ichigo bisa menjaga diri," ucap Hitsugaya menenangkan Rukia.
Tidak beberapa lama hujanpun turun dengan derasnya. Sementara ditempat lain Ichigo mengemudikan motor dengan kecepatan penuh, berharap agar cepat sampai rumah. Dan saat ditikungan yang luamayan tajam ada sebuah mobil yang melaju dari arah yang berlawanan dengan Ichigo, Ichigo yang baru sadar kehadiran mobil itu pun tidak dapat mengendalikan motornya. Dan untuk menghindari mobil itu Ichigo membelokkan motornya sehingga motornya terperosok kedalam jurang sedangkan mobil itupun oleng dan menabrak sebuah pohon. Tapi alhamdulillah penumpang mobil itu bisa selamat semuanya. Dan mereka segera keluar untuk melihat motor yang baru saja terperosok kedalam jurang. Karena derasnya hujan yang turun membuat mereka kesusahan mencari motor beserta penumpangnya, walaupun sudah ada polisi yang membantu.
~~~T B C ~~~
Balasan Review chapter : 1
Fajariku Nagashi: Terima kasih atas pujiannya, murid baru sudah terjawabab bukan? Dan tentu saja bukan Rukia. Ini kan alurnya flash back...piye toh? *kok malah esmosi?*
Ciel L. Chisai: Hmm... iya, memang kubuat seperti itu. Hahaha... karena jarang itu aku pakai 'Pak' bukan 'Sensei', iya ini masih flash back. Kenapa Rukia meninggal akan dijelaskan pada chapter-chapter akhir.
Riztichimaru: wkwkwkwkw... Maaf yak kalo Renji dibuat bodoh *mohon ampun sama Renji, takut kena semprot* tapi tenang saja masih ada kelebihan Renji yang lain kok.
Aine Higurashi: Maaf yak? Kematian Rukia belum bisa dijelasin di chapter ini. Belum saatnya. Hehehe anak baru itu sudah tertebak...hmmm...masalah penganggu ga tau juga ya...wkkkwkwkkw *dilempar laptop sama si Ai*
Mika Zaoldyeck-623: Hyaaa...ada siraman islaminya supaya lebih seruuuu...
Tenang saja, sedikit demi sedikit nanti pasangan itu akan ku munculkan...GinMatsu udah kan? *senyam-senyum gaje*
So-Chand 'Luph pLend': Yee...tebakanmu meleset... nanti dichapter agak akhir baru diketahui kenapa Rukia bisa meninggal.
Ichironami: Terima kasih untuk taburan bunganya yak? *walaupun sama sekali tidak diharapkan karena akan mengotori kamar saja, maklum Hwarang paling malas untus bersih-bersih kamar. Ups...ketahuan deh pemalasnya* Hehehe...masalah Gin itu...g papa lah dibuat remaja, kasian kalo dibikin tua bangka terus...wkwkwkkw *digorok sama si Gin*
Girlinlightblue: kwakakaka... karena Hwarang hidup dijogja makanya ku buat suasanya ngayogyokarto...wkwkwkkw. oh masaki ya? Maaf-maaf... aku belum berkenalan soalnya *dibankai sama Masaki* -memang Masaki punya bankai? *terheran-heran*. Aha tebakanmu ada yang bener,,,
Ruki Yagami: Maaf yak... ternyata buka Kaien *mohon maap sebesar-besarnya*. Iya mereka tinggal satu atap, dan tentu saja Rukia cewek sendiri. Tenang saja tidak akan macam-macam kok...wkwkwkkw
Kazuka-rizu takbisalogin: Makasih banyak udah datang...hmmm piye toh? Kok ngasih tahunya juga ngasal? *padahal ngarep jawaban yang bener* ok...tak apa...besok tanya nenek Wikipedia aja...wkwkwkkw dan coba nanti tak tanyakan kesana,,,,
Hikari 'Sakura' sakuragi: sudah jangan teriak-teriak...kupingku sakit *sambil nutup kuping rapa-rapat* Rukia meninggal...hiks...hiks...*sok sedih..padah Hwarang yang buat Rukia meninggal*. Yee... amak baru itu bukan Inoue...melainkan Grimmjow...
Bagi yang sudah merepiuw saya ucapkan banyak terima kasih...*sujud-sujud gaje*
Hyaa...
Maaf kalau chapter ini tidak seru...
Hwarang lagi mati ide...
Dan tentu saja mohon para komentator menekan tombol REVIEW...
*berharap sangat penuh*
