Diclaimer : Selamanya selalu milik Paman Tite Kubo

Title: Little Wing

Pairing : Ichigo x Rukia

All Stars :

Kuchiki Rukia, Ichigo Kurosaki, Renji Abarai, Gin Ichimaru, Toushiro Hitsugaya,dll.

Genre :

Friendship 50% Romance 30% Mistery 20%

Rate : T

Author : Hwarang Ichikurasaki

Terimakasih banyak kepada:

master of bankai, Jee-ya Zettyra, Riztichimaru, kurochi agitohana, Aine Higurashi, avia chibi-chan, Ciel L. Chisai, So-Chand 'Luph pLend', Zheone Quin, girlinlightblue, Bunny de Gaje, Ruki Yagami, sava kaladze, aRaRaNcHa, aya-na rifa'i.

Karena sudah dengan sukarela merepiuw tulisan yang sangat aneh ini.

Dichapter sebelumnya...

"Rukia!" panggil Ichigo.

"Ya!" jawab Rukia.

"Aku..."

Chapter 4


Kata-kata Rukia terpotong karena kedatangan seseorang, lebih tepatnya kedatangan Isshin Kurosaki.

"Anakku!" teriak Isshin ketika melihat Ichigo terbaring dan langsung berlari berusaha memeluk anaknya.

"Ayah! Sudahlah ayah, tidak perlu selebay itu," ucap Ichigo sambil membuang muka.

Sementara itu Rukia hanya senyam-senyum disamping Isshin karena menahan tawa.

"Ayah kan sangat mengkhawatirkan keadaanmu, kau tidak apa-apa kan anakku?" tanya Isshin terlihat khawatir.

"Aku tidak apa-apa ayah! Sudahlah, lepaskan pelukanmu itu! Aku bisa mati sesak nafas!" ucap Ichigo berusaha melepaskan pelukan ayahnya.

"Baiklah-baiklah," ucap Isshin yang kemudian melepaskan pelukannya.

"Ibu dan adik-adik mana?" tanya Ichigo sambil mencari sosok ibunya dan adik-adiknya.

"Mereka masih ada dibelakang," ucap Isshin sambil meringis aneh.

"Hah, ayah macam apa itu? Meninggalkan anak dan istri sembarangan," ucap Ichigo sambil membuang muka.

"Tenang saja, mereka tidak akan apa-apa. Oh ya Rukia, ceritakan pada paman tentang kebodohan apa lagi yang Ichigo lakukan sampai masuk rumah sakit begini," ucap Isshin sambil menatap tajam Rukia.

"Ichigo menghindari mobil, dan akhirnya terperosok kejurang. Dan akhirnya masuk kedalam sini," jelas Rukia pada Isshin.

"Ya ampun Ichigo! Kau ini bodoh sekali, kenapa kau bisa seceroboh itu? Apa sebenarnya yang mengganggu otakmu sehingga konsentrasimu jelek seperti itu," tanya Isshin pada Ichigo.

"Ah, tidak ada! Hanya karena malam itu hujan deras saja," jawab Ichigo sambil memampangkan giginya.

"Besok motornya ayah bawa ke Soul Society saja, biar kau tidak keluyuran malam-malam. Kalau kau mau pergi kau bisa menggunakan kendaraan umum, dan itu lebih aman. Benar kan Rukia?" jelas Isshin sambil bertanya pada Rukia.

"Hmm... benar juga paman, ide yang bagus!" jawab Rukia mmbetulkan perkataan Isshin.

"Lho? Kau kenapa mendukung ide ayahku sih Rukia?" ucap Ichigo cemberut.

"Kupikir itu keputusan yang baik, iya kan paman?" tanya Rukia pada Isshin.

"Iya, sangat baik sekali!" ucap Isshin semangat.

"Kalia ini kompak sekali, padahal aku yang jadi anaknya saja tidak pernah akur," gerutu Ichigo sambil melengos.

"Karena Rukia anak penurut, tidak seperti kau yang suka membantah perkataan ayah," ucap Isshin sambil duduk dikursi sebelah ranjang Ichigo.

"Dan sepertinya paman Isshin memang benar, jadi tidak ada alasan untuk membantah perkataan paman Isshin. Hanya kau saja anak pembangkang," ucap Rukia sambil mengejek Ichigo.

"Hah, aku mau tidur! Kalian jangan berisik!" ucap Ichigo kesal sambil membenahi letak selimutnya.

"Tu kan? Kau selalu seperti itu jika ayah nasehati," ucap Isshin kecewa.

"Dasar Ichi ini, Ichigo! Kau tidak boleh seperti itu pada paman Isshin!" teriak Rukia disamping telinga Ichigo.

"Ih, kau ini berisik sekali sih Rukia! Aku lelah, dan aku mau istirahat," ucap Ichigo tidak menghiraukan teriakan Rukia.

"Kakak!" teriak Yuzu yang baru datang bersama Masaki dan Karin.

"Yuzu?" Ichigo langsung bangkit mendengar suara adik kesayangannya.

"Apa kaka baik-baik saja?" ucap Yuzu yang langsung memeluk Ichigo.

"Tenang saja, kakak tidak apa-apa," ucap Ichigo sambil membelai lembut rambut adikknya.

"Tidak apa dari mana? Kau ada disini berarti kau kenapa-kenapa," Ucap Masaki sambil medekati Ichigo.

"Sungguh bu! Aku sudah tidak apa-apa, ibu tidak usah mengkhawatirkan aku," ucap Ichigo menyakinkan pada ibunya.

"Ibu tadi memasakkan bubur untukmu, makanlah!" ucap Masaki sambil mendekati Ichigo.

"Ah! Tentu aku akan memakannya, aku sudah sangat kangen masakan ibu," ucap Ichigo gembira.

"Kenapa kau bisa seperti ini?" tanya Karin pada Ichigo.

"Hmm... kau seperti tidak tahu kakakmu ini saja," ucap Ichigo agak berbisik pada Karin.

"Hah, pasti karena tingkah bodohmu! Aku sudah bisa menebak!" ucap Karin yang kemudian duduk disamping ayahnya.

"Karin, kau tidak boleh seperti itu sama kakakmu," ucap Masaki menasehati Karin.

"Memang kakak bodoh, semua orang juga tahu," ucap Karin tanpa dosa.

"Hah, aku tak sebodoh itu Karin!" ucap Ichigo melirik Karin.

Rukia hanya menahan tawa melihat tingkah keluarga Ichigo, sungguh keluarga yang aneh. Tapi walaupun kelihatannya seperti itu, mereka saling menyayangi satu sama lain.

Ichigo harus dirawat dirumah sakit selama beberapa hari, karena lukanya yang sedikit agak parah. Setiap hari teman-teman Ichigo bergiliran untuk menjaga Ichigo, sungguh teman yang setia kawan.

-Beberapa minggu kemudian-

Malam ini semua penghuni rumah sedang berkumpul didepan tv karena menonton acara piala dunia, hanya saja Rukia duduk dipaling belakang sambil mengerjakan PR nya. Ruang keluarga yang menjadi saksi akan keributan penghuninya.

Dari belakang Rukia bisa melihat jelas Ichigo yang sedang asyik berdebat dengan Renji. Rukia merasa ada sesuatu dalam dirinya, perasaan yang selama ini belum pernah ia rasakan. Dan perasaan itu datang bersama sosok Ichigo, temannya sendiri dan keluarganya dikota Karakura. Saat Rukia sedang melamunkan Ichigo tia-tiba ponselnya berdering, dan Rukiapun menyingkir dari teman-temannya. Rukia pindah ketaman belakang rumah.

"Hallo?" sapa Rukia kepada orang diseberang telpon.

"Rukia? Apa benar ini Rukia?" tanya orang itu pada Rukia.

"Iya, benar! Aku Rukia, kau siapa?" tanya Rukia balik.

"Aku Grimmjow, maaf mengganggumu malam-malam begini. Kau sedang apa Rukia?" tanya Grimmjow dari seberang telpon.

"Tadi aku sedang nonton bola bersama teman-teman," jawab Rukia.

"Oh, jadi kau suka bola?" tanya Grimmjow kemudian.

"Ya mau gimana lagi, aku tinggal bersama para manusia laki-laki," ucap Rukia sambil duduk dikursi.

"Maksudmu apa? Aku tidak mengerti," tanya Grimmjow bingung.

"Ya karena aku tinggal bersama para sahabatku," jawab Rukia pelan.

"Jadi kau tidak tinggal bersama orang tuamu atau keluargamu?" tanya Grimmjow penasaran.

"Tentu saja tidak, karena orang tuaku tinggal di Soul Society. Dan disini aku tinggal bersama Gin, Toushiro, Renji dan Ichigo," jelas Rukia panjang lebar.

"Apa? Jadi kau tinggal bersama mereka?" tanya Grimmjow tidak percaya.

"Kenapa?" tanya Rukia balik.

"Kau tidak takut? Mereka kan laki-laki normal?" tanya Grimmjow khawatir.

"Ha ha ha, kenapa mesti takut? Kita bersahabat sejak kecil, dan para orang tua kami juga bersahat dari kecil. Jadi apa yang perlu ditakutkan?" jelas Rukia sambil bertanya.

"Sungguh tidak bisa dipercaya," ucap Grimmjow masih tidak percaya.

"Ya begitulah, tapi kami sudah terbiasa kok," ucap Rukia.

"Oh ya Rukia? Malam minggu besok kau ada acara?" tanya Grimmjow tiba-tiba.

"Hmm... sepertinya tidak, memangnya ada apa?" tanya Rukia balik.

"Aku ingin mengajakmu jalan-jalan, apa kau mau?" ucap Grimmjow menawari Rukia.

"Boleh juga, aku juga sudah lam tidak jalan-jalan," ucap Rukia senang.

"Ok, aku akan menjemputmu jam setengah tujuh ya?" ucap Grimmjow.

-Diruang Keluarga-

Ichigo tiba-tiba sadar kalau Rukia meninggalkan tempat, kemudian Ichigo bangkit mencari Rukia. Dan akhirnya Ichigo menemukan Rukia ditaman belakang rumah, saat Ichigo hendak menghampiri Rukia ia menghentikan langkahnya.

'Rukia sedang telpon siapa? Sepertinya asyik sekali, kalau aku kesana nanti aku malah mengganggu. Dari raut wajah Rukia kok terlihat berbunga-bunga? Arrrgghh... aku jadi penasaran, sebaiknya aku tunggu Rukia selesai,' gumam Ichigo dalam hati.

-Setelah beberapa saat-

Rukia sudah selesai telpon-telponan, dan Ichigopun menghampiri Rukia dan duduk disampingnya.

"Kau sedang telpon siapa?" tanya Ichigo mengagetkan Rukia.

"Ah, kau ini mengagetkanku saja! Tadi Grimmjow yang menelpon!" jawab Rukia sambil mengelus dadanya karena kaget akan kedatangan Ichigo yang tiba-tiba.

"Mau apa manusia itu?" tanya Ichigo penasaran.

"Kita hanya mengobrol, memangnya kenapa?" tanya Rukia balik.

"Ah, tidak apa-apa," ucap Ichigo sambil menundukkan wajah.

"Malam minggu besok Grimmjow mau mengajakku jalan, jadi seandainya ayahku menelpon dan menyakan padamu aku pergi kemana, kau jawab saja aku belajar dirumah Inoue ya?" ucap Rukia sambil menatap tajam Ichigo.

"Nani? Aku harus berbohong pada paman? Oh no!" jawan Ichigo sambil membuang wajah.

"Ayolah Ichigo! Kumohon, ayah pasti akan marah kalau tahu aku pergi dengan laki-laki lain," rengek Rukia pada Ichigo.

"Aku tidak mau! Apalagi kau pergi dengan kutu itu, aku tidak mau!" ucap Ichigo kekeh.

"Ayolah Ichigo, sekali ini bantu aku," rengek Rukia dengan tampang memelas.

'Seandainya aku menuruti permintaan Rukia dan Rukia pergi dengan kutu itu apa jadinya nanti? Kalau kutu itu berbuat macam-macam pada Rukia bagaimana?' batin Ichigo khawatir.

"Ichi! Ayolah, kau baik dan tampan wes," ucap Rukia sambil menarik-narik lengan Ichigo.

"Ok! Tapi dengan satu syarat!" ucap Ichigo tersenyum lebar.

"Syarat?" tanya Rukia heran.

"Iya! Kau mau?" tanya Ichigo lagi.

"Baiklah, apa syaratnya?" tanya Rukia semangat.

"Aku akan ikut kalian, mudah kan?" jawab Ichigo santai.

"Nani? Kau mau mengganggu acara kami?" tanya Rukia sewot.

"Ya sudah, aku akan melaporkannya pada ayahmu," ancam Ichigo pada Rukia.

"Hah, bisa-bisanya kau mengancamku seperti itu," ucap Rukia kesal.

"Ya kalau kau mau," jawab Ichigo menyeringai.

"Baiklah!" ucap Rukia pelan.

'Aku tidak ingin kau kenapa-kenapa Rukia, apalagi pergi dengan orang yang tidak jelas seperti Grimmjow,' batin Ichigo.

'Kau ini kenapa sih Ichigo? Dulu-dulu kau tidak seperti ini,' batin Rukia juga.

Malam minggu sesuai dengan jadwal, Grimmjow menjemput Rukia dirumahnya. Rukia sudah menunggu Grimmjow didepan rumah dengan Ichigo.

"Hay Ichigo? Apa kabar?" sapa Grimmjow pada Ichigo.

"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja," jawab Ichigo ketus.

"Kau sudah siap Rukia?" tanya Grimmjow pada Rukia.

"Tentu saja!" jawab Rukia sambil tersenyum lebar.

"Ok! ayo silahkan masuk," ucap Grimmjow sambil membukakan pintu mobil bagian depan.

"Terima kasih," jawab Rukia kemudian masuk kedalam mobil.

"Sama-sama," jawab Grimmjow yang kemudian masuk dalam mobil.

Dengan tanpa disuruh Ichigo langsung nylonong masuk mobil, dan duduk dikursi belakang. Grimmjow yang kaget langsung bertanya pada Ichigo.

"Ichigo? Apa yang kau lakukan?" tanya Grimmjow dengan wajah penasaran.

"Tentu saja akan ikut bersama kalian," jawab Ichigo tanpa dosa.

"Tapi?" kata-kata Grimmjow terpotong oleh perkataan Rukia.

"Maaf ya Grimmjow, aku yang mengajaknya. Soalnya ayah akan marah kalau aku pergi dengan laki-laki tanpa pengawasan teman-teman," jelas Rukia sambil tersenyum aneh.

"Oh, begitu ya?" jawab Grimmjow kecewa.

"Ya begitulah," timpal Ichigo dari kursi belakang.

'Hah, dasar kau pengganggu Ichigo!' batin Grimmjow kesal sambil menjalankan mobilnya.

'Hah, tidak semudah itu kau mendapatkan Rukia! Dasar kutu,' umpat Ichigo sambil melirik sinis pada Grimmjow.

Dalam perjalan Ichigo selalu mengoceh, dan membuat Grimmjow harus extra sabar didepan Rukia. Rukia sebenarnya juga merasa aneh akan tingkah Ichigo, tapi entah kenapa Rukia juga senang akan tindakan Ichigo.

Grimmjow menghentikan mobilnya disebuah kafe.

"Kita makan dulu ya?" ucap Grimmjow sambil mematikan mesin.

"Ok! Aku juga belum makan!" ucap Ichigo semangat.

Grimmjow benar-benar sebal pada Ichigo, tapi tidak mungkin ia tunjukkan didepan Rukia. Ingin sekali Grimmjow membogem Ichigo, tapi Grimmjow harus menahan kekesalannya itu demi Rukia yang disukainya.

Mereka bertiga akhirnya masuk kedalam kafe itu, melihat kedatangan mereka bertiga sang pelayanpun langsung menyilahkan mereka masuk dan segera memberikan menu yang tersedia dikafe itu.

"Tuan muda mau memesan apa?" tanya pelayan itu pada Grimmjow.

"Tuan muda?" tanya Rukia penasaran.

"Ah, bukan apa-apa!" ucap Grimmjow sambil melirik pelayan itu.

'Kenapa pelayan itu memanggil tuan muda pada Grimmjow? Sebenarnya Grimmjow itu siapa?' tanya Rukia dalam hati.

Ichigo membolak-balikkan buku menu didepannya, Ichigo benar-benar pusing untuk memilih menu yang sangat banyak itu. Akhirnya Ichigo minta Rukia yang memilihkannya.

Ichigo merasa sangat boring bersama mereka, berbagai macam perasaan dirasakannya. Ichigo sedikit cemburu saat Grimmjow membersihkan sisa makan yang berada dibibir Rukia dengan sapu tangan. Saat dilanda keboringan tiba-tiba Ichigo melihat seseorang, dan memanggil seseorang itu sambil menghampirinya.

"Tatsuki!" teriak Ichigo yang melihat Tatsuki dan segera menghampirinya.

"Ichigo? Kenapa kau ada disini?" tanya Tatsuki pada Ichigo.

"Ha ha ha, aku mengantar teman kesini," ucap Ichigo sambil menoleh kebangku yang baru saja ia tinggalkan.

"Oh, siapa mereka?" tanya Tatsuki.

"Yang perempuan itu Rukia, sahabatku dari kecil. Dan yang satunya itu teman sekelasku namanya Grimmjow," jelas Ichigo pada Tatsuki.

"Hmm... sepertinya mereka pasangan, kau pasti sangat boring berada disana?" ucap Tatsuki.

"Benar sekali, ngomong-ngomong kau mau apa kesini?" tanya Ichigo penasaran.

"Tentu saja aku ingin makan, ini kan kafe favoritku!" ucap Tatsuki semangat.

"Kau suka nongkrong disini rupanya?" tanya Ichigo sambil memperhatikan sudut-sudut ruangan dalam kafe itu.

"Iya, oh iya Ichigo! Sepertinya temanmu itu aku kenal," ucap Tatsuki sambil menunjuk Grimmjow.

"Oh dia, kok bisa kau kenal? Dia kan anak baru disekolah kami," jawab Ichigo dengan tampang heran.

"Aku baru ingat! Dia kan pemilik kafe ini," ucap Tatsuki semangat.

"Apa? Anak ingusan itu sudah punya kafe? Pasti kafe peninggalan orang tuanya," tanya Ichigo tidak percaya.

"Jangan salah Ichigo, keluarganya itu seorang pengusaha! Dan dia sudah terbiasa mengelola usaha. Kafe inipun didirikannya sendiri tanpa campur tangan keluarganya," jelas Tatsuki pada Ichigo.

"Apa-apaan ini? Pantas saja pelayan tadi memanggilnya tuan muda," ucap Ichigo agak kesal.

"Ya seperti itulah," ucap Tatsuki sambil menikmati makanan yang dipesannya.

'Sial! Kalau begini Rukia bakal jatuh cinta sama kutu itu. Ini tidak bisa dibiarkan,' gumam Ichigo menggebu-gebu dalam hati.

Sementara itu dari kejauhan Rukia terus memperhatikan Ichigo dan Tatsuki, entah kenapa Rukia merasa tidak suka Ichigo bersamA Tatsuki. Hatinya terasa terbakar melihat keakrapan mereka, baru pertama ini Rukia merasakan hal itu.

"Rukia kau kenapa?" tanya Grimmjow yang sontak membuyarkan lamuan Rukia.

"E... tidak apa-apa," jawab Rukia glagapan.

"Kulihat dari tadi kau terus memperhatikan Ichigo?" tanya Grimmjow lagi.

"Itu... itu karena aku penasaran dengan orang yang bersama Ichigo itu, baru kali ini aku melihatnya. Dan kenapa Ichigo juga tidak mengenalkan temannya itu kekita?" jelas Rukia sekenanya.

"Oh begitu, ku pikir kau kenapa," ucap Grimmjow.

'Aku juga tidak tahu kenapa aku merasa tidak suka Ichigo bersama perempuan itu, padahal biasanya juga tidak apa-apa,' batin Rukia.

~~~~ T B C ~~~~

Akhirnya selesai juga chapter ini...

Badan ini rasanya pegal-pegal semua...

Maaf yak kalau chapter ini tidak memuaskan...

Hehehe...*tersenyum aneh*

Hanya satu permintaan Hwarang...

Mohon REVIEW yak? *puppy eyes*