Diclaimer : Selamanya selalu milik Paman Tite Kubo

Title: Little Wing

Pairing : Ichigo x Rukia

All Stars :

Kuchiki Rukia, Ichigo Kurosaki, Renji Abarai, Gin Ichimaru, Toushiro Hitsugaya,dll.

Genre :

Friendship 50% Romance 30% Mistery 20%

Rate : T

Author : Hwarang Ichikurasaki

Terimakasih banyak kepada:

Karena sudah dengan sukarela merepiuw tulisan yang sangat aneh ini.

'Aku juga tidak tahu kenapa aku merasa tidak suka Ichigo bersama perempuan itu, padahal biasanya juga tidak apa-apa,' batin Rukia.

Chapter 5

"Wanita yang sedang mengobrol dengan Ichigo cantik juga! Benar kan, Rukia?" tanya Grimmjow mengagetkan Rukia.

"Eh... iya! Dia cantik," jawab Rukia sedikit gelagapan.

"Rukia!" panggil Grimmjow.

"Ya, ada apa?" jawab Rukia singkat.

"Boleh aku bertanya?" tanya Grimmjow pada Rukia.

"Iya, tanyalah apa yang ingin kau tanyakan," ucap Rukia sambil menyruput juznya.

"Apa kau sudah mempunyai seorang kekasih?" tanya Grimmjow.

"Apa?" tanya Rukia kaget setengah mati.

"..."

"Kenapa kau bertanya hal itu?" tanya Rukia balik.

"Ya... biar enak saja kalau tahu, seandainya aku mau mengajakmu pergi kan jadi tenang," jelas Grimmjow.

"Hah, aku tidak punya pacar!" jawab Rukia polos.

"Berarti aku punya harapan untuk jadi pacarmu kan, Rukia?" ucap Grimmjow tiba-tiba.

"Apa? Pacar? Kau berharap aku jadi pacarmu?" tanya Rukia tidak percaya, antara senang dan berbunga-bunga.

"Iya, aku tidak tahu sejak kapan aku mulai kagum padamu!" jelas Grimmjow.

"Hah, kau ini ada-ada saja!" ucap Rukia dengan sedikit tertawa.

Ichigo dan Tatsuki tiba-tiba datang menghampiri Rukia dan Grimmjow.

"Ehm... sepertinya sudah malam, waktunya pulang!" ucap Ichigo mengagetkan Rukia dan Grimmjow.

"Tapi ini kan masih jam setengah sembilan, Ichigo?" Rukia berusaha mengulur waktu.

"E... tadi Renji menelpon kalau kita disuruh pulang cepat, sepertinya di rumah telah terjadi sesuatu," jelas Ichigo dengan alasan dibuat-buat.

"Benarkah?" tanya Rukia kemudian.

"Iya!" jawab Ichigo puas karena tipuannya berhasil.

"Baiklah, kita pulang sekarang saja," ucap Grimmjow menengahi.

"Benar tidak apa-apa, Grimmjow?" tanya Rukia yang merasa tidak enak pada Grimmjow.

"Tidak apa-apa, Rukia. Apa sih yang tidak buat kamu?" ucap Grimmjow pada Rukia, dan hal itu membuat Rukia blusing seketika.

"Okelah kalau begitu," ucap Rukia blusing.

'Ih, kutu ini kenapa sih? Merayu Rukia dihadapanku, menyebalkan sekali,' gerutu Ichigo dalam hati.

"Oh iya, Ichigo! Kau tidak memperkenalkan temanmu itu?" tanya Rukia sambil memandang Tatsuki.

"Oh iya, kenalkan ini Tatsuki!" ucap Ichigo sambil menunjuk Tatsuki.

"Salam kenal, namaku Tatsuki! Aku teman sekelasnya Ichigo di kursus karate," ucap Tatsuki memperkenalkan diri.

"Aku Rukia!" ucap Rukia dengan senyuman.

"Aku Grimmjow!" ucap grimmjow memperkenalkan diri.

"Ah, aku kan sudah mengenalmu!" ucap Tatsuki sambil memandang Grimmjow.

"Maksudnya?" tanya Grimmjow pada Tatsuki.

"Aku kan sering makan disini, jadi aku tahu siapa kau ini," ucap Tatsuki kemudian.

"Oh, jadi kalian sudah saling kenal rupanya?" sela Rukia.

"Oke, kalau begitu kita segera pulang saja," ucap Grimmjow mengalihkan pembicaraan.

"Hmm... baiklah!" jawab Rukia.

"Tatsuki, kita duluan ya?" ucap Ichigo pada Tatsuki.

"Yo, Ichigo! Kebetulan aku juga masih banyak urusan!" jawab Tatsuki.

"Ok!" jawab Ichigo.

Mereka akhirnya berpisah disitu. Grimmjow dan Ichigo masih dalam suasana yang tegang, sedangkan Rukia masih kepikiran akan kata-kata Grimmjow yang ingin jadi kekasihnya.

Sepanjang jalan Ichigo hanya memasang tampang sebal, seolah-olah tidak suka pada Grimmjow. Tapi memang sebenarnya tidak suka sama sekali, sejak Grimmjow jadi teman sekelasnya malahan.

Sesampainya di rumah Ichigo hanya diam. Berlalu di depan teman-temannya juga dengan diam seribu bahasa. Padahal biasanya tidak seperti itu. Renji, Toushiro dan Gin hanya memandang Ichigo aneh. Sementara Rukia duduk disamping Renji yang sedang asyik menonton TV.

"Renji! Sebenarnya ada apa? Kenapa kau menyuruh kita cepat pulang?" tanya Rukia pada Renji.

"Apa? Menyuruh kalian pulang?" tanya Renji balik.

"Iya! Bukankah kau menyuruh agar aku dan Ichigo cepat pulang?" tanya Rukia semakin heran.

"Tidak! Aku tidak menyuruh kalian pulang cepat, bodo amat! Mau pulang ataupun tidak pulang itu kan bukan urusanku," jelas Renji kemudian.

"Lalu? Kenapa Ichigo bilang seperti itu?" gerutu Rukia lirih.

"Mungkin Ichigo tidak suka kau pergi bersama Grimmjow? Jadi dia buat alasan sekenanya," ucap Toushiro sambil membaca buku.

"Akhir-akhir ini Ichigo juga aneh, jangan-jangan?" teriak Renji kemudian.

"Jangan-jangan apa?" tanya Rukia penasaran.

"Maksud Renji, jangan-jangan Ichigo menyukaimu Rukia," jelas Toushiro yang sontak membuat Rukia terbelalak.

"Ah, itu tidak mungkin!" ucap Rukia berusaha tidak percaya pada teman-temannya.

"Kenapa tidak mungkin? Semua itu bisa saja terjadi," imbuh Gin sambil bermain game di ponselnya.

'Masak sih? Ah, tidak mungkin Ichigo menyukaiku,' gumam Rukia dalam hati.

Dari percakapan itu Rukia jadi semakin bingung. Dia juga penasaran dengan Ichigo yang tiba-tiba bersikap dingin setelah acara makan malamnya dengan Grimmjow.

-Keesokan paginya-

"Teman-teman aku duluan ya? Ada janji dengan pak Yamamoto!" ucap Ichigo setengah berlari menuju pintu keluar.

"Janji? Dengan pak kepala sekolah?" ucap Renji penasaran.

"Yoo, Renji! Katanya ada hal penting, jadi aku harus menemui beliau di rumahnya dulu!" ucap Ichigo sambil memakai sepatu.

"Kau tidak mau sarapan dulu, Ichigo?" tanya Rukia sambil meletakkan sayur di atas meja.

"Aku terburu-buru, nanti aku akan sarapan di kantin sekolah saja!" ucap Ichigo sambil melempar senyum pada Rukia.

"Apa aku perlu mengantarmu, Ichigo?" tawar Gin sambil menyruput susunya.

"Hah, tidak perlu! Aku akan naik bis saja!" ucap Ichigo sambil melesat keluar.

"Anak itu ada apa sih?" gerutu Renji.

"Mungkin dia dapat wasiat dari kepala sekolah!" ucap Toushiro tenang.

"Wasiat? Kayak apa aja!" guma Renji sambil mengambil nasi.

Mereka berempat hanya saling bertatapan. Tidak lama kemudian mereka melanjutkan sarapan mereka.

-Di kediaman Pak Yamamoto-

"Ichigo! Aku harap kau tidak menolak!" ucap pak Yamamoto pada Ichigo.

"Untuk apa?" tanya Ichigo penasaran.

"Aku akan mengirimmu ke Indonesia untuk pertukaran pelajar!" jelas pak Yamamoto.

"Nani? Indonesia?" teriak Ichigo keras.

"Iya, ku harap kau tidak menolak! Aku tadi sudah menelfon ayahmu, dia juga sudah mengijinkanmu!" ucap pak Yamamoto tersenyum lebar.

"..."

"Semuanya sudah kusiapkan, kau hanya tinggal berangkat 2 hari lagi. Kau mengerti, Ichigo?" ucap pak Yamamoto menyakinkan Ichigo.

"Tapi? Dalam rangka pertukaran apa aku disana?" tanya Ichigo heran.

"Kau disana akan mempelajari budaya, kebiasaan orang indonesia! Karena negara kita akan menjalin hubungan baik dengan negara Indonesia," jelas pak Yamamoto.

"Lalu? Disana aku akan tinggal dimana?" tanya Ichigo lagi.

"Kau bersiap-siap saja, nanti orang indonesia akan menjemputmu," ucap pak Yamamoto sambil membenarkan letak kacamatanya.

"Aku akan pergi dengan siapa?" tanya Ichigo dengan tampang bodoh.

"Kau akan pergi dengan Ishida dan Cad. Baiklah sebaiknya kita segera ke sekolah," ucap pak Yamamoto sambil berdiri dan melangkah menuju pintu.

Ichigo tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa patuh kepada kepala sekolahnya itu. Disisi lain Ichigo berat sekali berpisah dengan teman-temannya, ntah mengapa dia juga merasa berat sekali meninggalkan Rukia.

-Sesampainya di sekolah-

Renji, Rukia, Toushiro dan Gin sedang asyik bercengkerama di dalam kelas. Tiba-tiba Ichigo masuk dan mengagetkan kalian.

"Hyaa... kalian keliahatan asyik sekali, sedang membicarakan apa?" ujar Ichigo sambil mengagetkan semuanya.

"Innalillahi! Apa-apaan sih kau ini Ichigo?" ucap Rukia kaget.

"Ha ha ha," Ichigo hanya tertawa lebar.

"Kau kenapa sih, Ichigo?" sela Renji kemudian.

"Tidak ada apa-apa," jawab Ichigo singkat kemudian duduk di samping Gin.

"Tadi kenapa pak Yamamoto memanggilmu? Ada apa sebenarnya?" tanya Gin penasaran sambil menatap tajam Ichigo.

"Oh, masalah itu?" ucap Ichigo aneh.

"Iya!" jawab mereka serempak.

"Dua hari lagi aku akan pergi ke Indonesia!" ucap Ichigo santai.

"Indonesia? Negara yang punya banyak suku adat itu?" tanya Rukia heboh.

Ichigo hanya mengangguk.

"Untuk apa?" tanya Toushiro penasaran.

"Pertukaran pelajar selama 1 tahun!" jawab Ichigo dengan tampang kusut.

"Wah! Keren!" teriak Renji kegirangan.

"Apanya yang keren?" tanya Ichigo sambil menatap tajam Renji.

"Tentu saja! Itu artinya kau akan pergi keluar negeri! Kau harus tahu, di Indonesia itu terdapat banyak suku dan budaya. Apalagi dengan pulau... pulau apa ya? Aku kok jadi lupa namanya," ucap Renji sambil memikirkan nama pulau itu.

"Bodoh! Pulau Bali kali!" ucap Toushiro datar.

"Oh iya! Itu maksudku!" ucap Renji sambil tersenyum aneh.

'Berat sekali rasanya meninggalkan kalian, terutama kau Rukia!' batin Ichigo.

Ichigo hanya menatap Rukia sebentar kemudian memandang kosong pada papan tulis. Dia tidak terlalu memperhatikan gurauan temannya.

'Ichigo kenapa? Harusnya dia bahagia mendapat kesempatan seperti ini, bukankah impianya dari dulu ingin belajar budaya negara lain? Tapi kenapa dia terlihat tidak bersemangat seperti ini?' batin Rukia seraya menatap Ichigo.

Ichigo memanfaatkan dua hari sebelum kebarangkatannya ke Indonesia dengan baik. Menyiapkan segala keperluannya, juga bersenang-senang dengan sahabatnya untuk yang terakhir kalinya sebelum kepergiannya.

-Malam sebelum keberangkatan Ichigo-

Semua penghuni rumah berkumpul di kamar Ichigo. Ya, bisa di bilang sedang ada rapat keluarga.

"Ichigo, kau baik-baik disana ya?" ucap Rukia sambil membantu Ichigo mengepaki barang.

"Tentu, aku pasti akan merindukan kalian!" ucap Ichigo sambil memasukkan bajunya ke dalam tas.

"Jaga kesehatan yang baik, jangan lupa makan dan jangan tidur terlalu malam," imbuh Gin sambil menata buku dalam kardus.

"Betul sekali, Ichigo! Kau juga harus selalu berolahraga disana," tambah Renji sambil memasukkan mie Instan ke dalam tas Ichigo.

"Terimakasih teman-teman! Kalian juga harus berhati-hati disini ya?" ucap Ichigo sambil tersenyum pada teman-temannya.

"Akhirnya selesai juga!" ucap Rukia girang.

"Hah, ternyata sudah malam juga!" ujar Renji sambil memandangi jam dinding.

"Lebih baik kau segera tidur, Ichigo! Biar besok kau tidak kesiangan ke bandaranya!" ucap Gin sambil berdiri.

"Baiklah! Aku akan segera tidur!" ucap Ichigo sambil duduk di ranjangnya.

"Baiklah, lebih baik kita keluar saja. Biar Ichigo segera lekas tidur!" ucap Rukia sambil bangkit berdiri.

Mereka akhirnya meninggalkan kamar Ichigo. Tinggallah Ichigo sendirian di dalam kamarnya.

Ntah kenapa mata Ichigo susah sekali di pejamkan. Padahal dia sudah mengantuk, pikirannya selalu tertuju pada Rukia.

'Rukia! Setelah kepergianku ini pasti kau akan segera jadian sama kutu itu. Huh... aku tidak bisa mengawasimu lagi, kenapa musti ada kutu itu sih? Menyebalkan, dan kenapa juga dia harus dekat-dekat dengan Rukia? Bukannya di sekolah masih banyak gadis cantik dan seksi? Kenapa dia malam milih Rukia yang jelas-lelas tidak cantik dan pendek pula! Rukia juga sama sekali tidak seksi, lalu apa yang membuat kutu itu tertarik pada Rukia?' beribu bertanyaan menyerang Ichigo, hal itulah yang membuat Ichigo tidak bisa tidur.

-Di kamar Rukia-

Rukia duduk sambil memandangi fotonya bersama sahabatnya. Siapa lagi kalau bukan Toushiro, Renji, Gin dan Ichigo.

"Ichigo, aku tidak menyangka kau akan pergi ke luar negeri. Aku bangga padamu, Ichigo!" ucap Rukia sambil tersenyum pada foto Ichigo.

Rukia meletakkan foto itu kembali di atas meja. Rukia merebahkan tubuhnya ke tempat tidurnya.

Dipelukknya boneka chappy kesayangannya. Rukia mencoba memejamkan matanya, mata boleh terpejam tapi otak Rukia tidak mau di ajak kompromi.

'Pasti disana Ichigo akan banyak bertemu dengan para gadis-gadis cantik, lalu dia akan lupa padaku,' batin Rukia.

"Tunggu! Lupa padaku? Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Kenapa aku tidak ingin Ichigo melupakan aku? Kenapa aku ini? Baka baka baka!" ucap Rukia sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.

~~~~ T B C ~~~~

Akhirnya setelah sekian lama aku diam...

Sebuah ide melintas juga di otakku...

Hahaha... pertukaran pelajar ke Indonesia?

Apa kalian bisa membayangkan Ichigo yang tinggal di Indonesia?

*Hwarang mulai tertawa gaje, dan tidak bisa membayangkan apa jadinya Ichigo kalau tinggal di Indonesia*

Ok... silahkan merepiuw yak?

Arigato...