Diclaimer : Selamanya selalu milik Paman Tite Kubo
Title: Little Wing
Pairing : Ichigo x Rukia
All Stars :
Kuchiki Rukia, Ichigo Kurosaki, Renji Abarai, Gin Ichimaru, Toushiro Hitsugaya,dll.
Genre :
Friendship 50% Romance 30% Mistery 20%
Rate : T
Author : Hwarang Ichikurasaki
Terimakasih banyak kepada:
Jee-eugene, Aichi Chiyuri, Yoshizo Kurochi, dorami fil, Aizawa Ayumu Oz Vessalius, aRaRaNcHa, erikyonkichi
"Tunggu! Lupa padaku? Kenapa aku bisa berpikir seperti itu? Kenapa aku tidak ingin Ichigo melupakan aku? Kenapa aku ini? Baka baka baka!" ucap Rukia sambil mengacak-acak rambutnya sendiri.
Chapter 6: Hari terakhir...
Malam semakin larut, tapi Rukia maupun Ichigo susah untuk memejamkan mata masing-masing. Rukia hanya berguling kesana-kemari sambil memeluk boneka Chappy nya.
-Dikamar Ichigo-
Ichigo bangkit dari pembaringannya, kemudian berjalan menuju almari yang terletak di sudut kamarnya. Dibukanya pintu lemari tersebut, dicarinya sesuatu disana.
"Bagaimana aku memberikannya pada Rukia?" gumam Ichigo sambil memegang sebuah benda ditangannya, dan tidak lain ternyata itu sebuah gantungan ponsel berbentuk Chappy.
"Apa Rukia sudah tidur? Apa sebaiknya aku mengendap-endap masuk ke kamarnya saja? Ah itu terlihat sangat konyol, bagaimana kalau ketahuan," ucap Ichigo frustasi sambil mengacak-acak rambutnya.
Mungkin malam ini akan menjadi malam terpanjang bagi Ichigo, dimana dia menghabiskan tidur malamnya hanya untuk memikirkan bagaimana cara memberikan gantungan ponsel yang dibelinya siang tadi untuk Rukia.
-Keesokan paginya-
Adzan subuh sudah berkumandang dengan jelasnya, membuat seisi rumah terbangun dan segera bersiap-siap untuk sholat subuh. Memang sudah menjadi kebiasan isi rumah ini untuk sholat berjamaah bersama-sama.
Setelah selesai sholat dan berdoa mereka segera bersiap-sipa pada tugasnya masing-masing. Ya, apalagi kalau bukan bersih-bersih rumah dan memasak untuk mereka sarapan nantinya.
Pagi ini Rukia dan Gin memasak spesial buat Ichigo, karena pagi ini akan menjadi pagi yang terakhir buat Ichigo sebelum Ichigo berangkat ke Indonesia.
Tidak berapa lama kemudian Gin dan Rukia sudah menyelesaikan acara memasaknya. Hitsugaya dan renji juga sudah selesai bersih-bersih. Sedangkan Ichigo sibuk berkemas-kemas.
"Sarapan sudah siap!" teriak Rukia sambil meletakkan sayur di meja makan.
"Ok!" jawab Ichigo dari dalam kamar.
Semua orang akhirnya sudah berkumpul dimeja makan, bersiap untuk menyantap sarapan mereka.
Diam, pagi itu terasa aneh bagi mereka berlima. Renji yang biasanya cerewet hanya bisa diam. Gin yang biasa berdakwah juga diam seribu bahasa, apalagi Hitsugaya yang memang jarang mengeluarkan suaranya, jadi semakin membisu.
"Kalian kenapa diam? Tumben?" ucap Ichigo sambil nyengir gaje.
"..." Rukia hanya menatap Ichigo aneh.
"Setelah ini aku harus menahan untuk tidak berantem denganmu Ichigo!" ucap Renji lebay sambil meluk-meluk Ichigo, dan yang terjadi Renji malah mendapat bogem mentah dari Ichigo.
"Kau ini kenapa sih, Babon? Tidak usah se-lebay itu deh!" ucap Ichigo sambil menghindari Renji.
"Kau jaga diri baik-baik disana Ichigo!" ucap Hitsugaya sambil tersenyum.
"Dan jangan lupa dengan Sholatmu, Ichigo!" tambah Gin sambil tersenyum juga.
"Iya, aku tidak akan melupakan itu semua," jawab Ichigo bahagia bercampur sedih karena harus berpisah dengan sahabat-sahabatnya.
"Kau tidak mengucapkan apapun, Rukia?" tanya Renji tiba-tiba pada Rukia.
"Aku tidak tahu harus ngomong apa," jawab Rukia datar sambil menghindari tatapan Ichigo.
"Kalian tidak sedang marahan kan?" tanya Renji sambil menatap aneh pada Ichigo dan Rukia.
"Tidak, kami tidak ada masalah! Benarkan, Rukia?" tanya Ichigo pada Rukia.
"Eh, iya! Kami tidak ada masalah. Aku hanya merasa sedih karena sebentar lagi tidak bisa bertemu dengan Ichigo lagi," jelas Rukia kemudian.
Mendengar ucapan Rukia itu, semua orang terkejut sekali. Seolah-olah setelah ini Rukia dan Ichigo tidak akan bertemu lagi.
"Kau bicara apa sih, Rukia? Aku pergi kan cuma satu tahun, satu tahun itu tidak lama," ucap Ichigo pada Rukia.
"Iya aku tahu," ucap Rukia dengan tersenyum.
"Sudahlah, jangan diperdebatkan! Sudah hampir jam tujuh, sebaiknya kita bersiap-siap untuk mengantarkan Ichigo ke Bandara," jelas Gin pada teman-temannya.
"Ok, siap!" jawab Renji semangat.
-Diperjalanan menuju Bandara-
Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari bibir mungil Rukia, Rukia hanya menatap kosong pada jendela mobil. Entah kenapa Rukia sangat berat berpisah dengan Ichigo.
'Ichigo! Kenapa aku merasa takut berpisah denganmu? Seolah-olah setelah ini kita tidak bisa bertemu lagi. Andai aku boleh memohon, mungkin aku akan memohon kau jangan pergi,' batin Rukia sambil mengamati teman-temannya bercanda di dalama mobil.
'Rukia, seandainya kau memintaku untuk jangan pergi mungkin aku tidak akan pergi. Tapi semua itu mustahil, karena tidak ada alasan bagimu untuk menahanku. Apalagi sudah ada Grimmjow yang mengisi hari-harimu,' batin Ichigo yang memperhatikan rukia di sela-sela canda tawanya dengan Renji dan Hitsugaya.
"Ah, kenapa kalian ini berisik sekali sih? Aku tidak bisa fokus menyetir jadinya," protes Gin pada Ichigo dan Renji.
"Gomen ne, Gin!" ucap Renji dan Ichigo bebarengan.
-Setelah sampai di Bandara-
"Ichigo, kau hati-hati disana ya?" ucap Gin sambil memeluk Ichigo.
"Terimakasih, Gin! Aku akan selalu ingat nasehatmu," jawab Ichigo sambil membalas pelukan Gin.
"Jangan lupa memberi kabar kalau kau sudah sampai disana ya?" ucap Hitsugaya sambil menepuk pundak Ichigo.
"Pasti, setelah sampai sana aku pasti akan mengabari kalian," jawab Ichigo sambil tersenyum.
"Awas kalau kau sampai melupakan aku, Ichigo! Akan aku potong-potong kau," ucap Renji sambil meninju lengan Ichigo.
"Hahaha... aku tidak akan pernah lupa!" jawab Ichigo sambil meringis gaje.
"Ichigo!" panggil Rukia pada sang pemilik rambut orange itu.
"Ya, Rukia?" jawab Ichigo sambil menoleh kepada Rukia.
"Jaga diri baik-baik! Jangan lupa makan tepat waktu, jaga kesehatan jangan sampai drop dan sakit. Karena tidak akan ada yang merawatmu disana," jelas Rukia panjang lebar.
"Itu pasti, Rukia!" ucap Ichigo dan langsung mencium kening Rukia.
Rukia yang dicium keningnya oleh Ichigo hanya bisa mematung, baru kali ini Ichigo berlaku seperti itu padanya. Renji, Gin dan Hitsugaya hanya bengong melihat kejadian langka itu. Tapi mereka memilih diam tidak berkomentar sama sekali.
"Biarkan mereka berdua," ucap Gin sambil menyeret Renji dan Hitsugaya menjauh dari Ichigo dan Rukia.
Terlihat jelas wajah Rukia memerah akibat perlakuan Ichigo padanya, sampai-sampai Rukia tidak bisa berpikir dengan jernih.
"Rukia, kau juga jaga diri baik-baik disini! Karena aku sudah tidak bisa lagi menjagamu selama aku pergi," ucap Ichigo sambil memeluk erat Rukia.
"..."
Rukia tidak bisa berbuat apa-apa selain membiarkan Ichigo memeluknya. Entah mengapa Rukia merasakan perasaan damai dipelukan Ichigo, rasanya sangat aneh. Padahal dulu kalau dipeluk Ichigo Rukia tidak pernah merasakan apa-apa.
"Kau harus berjanji, jangan pernah pergi dengan laki-laki tanpa Renji, Gin atau Hitsugaya," ucap Ichigo sambil mengendurkan pelukannya sambil menatap tajam mata Rukia.
"E... iya! Aku berjanji," ucap Rukia dengan senyum yang sedikit dipaksakan.
"Aku lega mendengarnya," ucap Ichigo dengan tersenyum.
"..."
Ichigo mengambil sesuatu disaku celananya, diambilnya sebuah gantungan ponsel yang semalam hendak diberikan pada Rukia.
"Mana tanganmu?" tanya Ichigo pada Rukia yang masih seperti patung.
"He?" jawab Rukia bingung.
Ichigo menarik tangan kanan Rukia, tangan Ichigo menggenggam erat tangan Rukia sambil meletakkan gantungan itu pada Rukia.
"Kalau kau merindukanku, kau cukup menggenngam erat gantungan Chappy ini. Ini akan mengurangi rasa rindu itu," ucap Ichigo sambil melepaskan tangan Rukia.
"Ini?" tanya Rukia tidak percaya setelah melihat gantungan ponsel Chappy ditangannya.
"..."
"Terimakasih, Ichigo! Aku akan selalu merindukanmu," ucap Rukia sambil memeluk dan menangis didada bidang Ichigo.
Ichigo hanya tersenyum sambil membelai rambut Rukia, Ichigo sangat menyayangi Rukia. Mungkin rasa sayang itu sudah berganti dengan rasa cinta sebagai lelaki dengan seorang perempuan.
"Sudah waktunya aku pergi!" ucap Ichigo sambil melepas pelukan Rukia.
"..."
"Jangan menangis, Rukia!" ucap Ichigo sambil menghapus air mata Rukia.
"..."
"Kau terlihat jelek kalau menangis, tunggu aku kembali! Satu tahun bukan waktu yang lama," jelas Ichigo menenangkan Rukia.
"Tapi?" ucap Rukia terhenti karena Ichigo menempelkan telunjuknya dibibir Rukia.
"Jangan khawatir," ucap Ichigo.
"..."
"Aku pergi, jaga diri baik-baik," ucap Ichigo sambil sekali lagi mencium kening Rukia.
Ichigo kemudian berjalan membelakangi Rukia, berat sekali bagi Ichigo meninggalkan sahabat yang sangat berarti didalam hatinya. Tidak terasa air mata Ichigo menetes.
Rukia melambaikan tangan ke arah Ichigo, hanya itu yang bisa dia lakukan. Ciuman dari Ichigo membuat hati Rukia meleleh, Rukia hanya tersenyum disela-sela kesedihannya di tinggalkan Ichigo.
"Aku akan menunggumu, Ichigo!" ucap Rukia pelan.
~~~~ T B C ~~~~
Haih... punggung ini rasanya mau patah...wkkwkwkwk
akhirnya setelah sekian lama hiatus, aku datang kembali..hehehe
sok sibuk banget sih aku... ini semua karena waktuku tersita banyak oleh kerjaan dan kuliah...hehehe
Dan akhirnya selesai juga chapter ini... entah kenapa Hwarang jadi ikut sedih menulis perpisahan ini. Hiks...hiks... *nangis bombay*
Okelah kalau begitu... mohon koreksinya ya para senpai-senpai...
Tekan REVIEW... hehehehe *ngarep*
