Insalata di Umore
Naruto belongs to Masashi sensei
Terinspirasi cerpen berjudul sama,but this stories pure is mine
Warning : OOC, kalimat suka-suka saya, typo bertebaran bak kuntilanak *?*
Happy reading
Don't like,don't read and klik back
Chapter 2
*NORMAL POV*
Di Bandara seorang gadis baru saja take off dari pesawatnya. Gadis itu menjadi pusat perhatian,bagaimana tidak dia sangat menarik dengan memakai baju tanpa lengan berwarna putih dan berenda tepat diperpotongan lehernya dan memakai bawahan hot pants bercorak polkadot putih-cokelat dipadukan dengn coat yang hanya disampirkan dibahunya yang mungil, terkesan sederhana tapi tetap elegan dengan rambut pink sepunggung dibiarkan tergerai, tak sedikit yang mencuri pandang kearah gadis 'ayu' tersebut, senyum manisnya tetap terpatri diwajahnya membuat siapa saja yang bertemu pandang akan memerah wajahnya!
Dia berjalan keluar bandara dengan gembira dia bergumam dalam hati "selamat datang Konoha dan aku kembali..."
"Sasuke-kun..".
Deg..
*Sasuke POV*
Deg...
'Pranggg'
'Sakura...'
"...ke...sasuke? SASUKE!"
"Y-ya?"
"Kau kenapa? Kau sakit" tanya Sai kepadaku
"..."
Aku baru menyadari kalau piring yang ada ditanganku terlepas dan terhempas dilantai. Salad yang kubuat berceceran kemana-manao
"Kepalaku sedikit sakit, aku pulang awal saja" jawabku berdusta
"baiklah,pulanglah biar aku yang minta ijin kepada ayame-san..istirahatkan kepalamu" Sai terlihat begitu khawatir padaku.
"Arigatou...sai" lalu aku langsung pergi meninggalkan sai didapur.
Ada apa denganku sebenarnya,kenapa tiba-tiba bayangan sakura datang, walau ini bukan yang pertama tapi entah kenapa perasaanku saat ini sulit dijelaskan. Apa aku merindukannya? Cih,rindu? Dia yang meninggalkanku, tidak mungkin aku merindukannya, tetapi semakin ku tepis semakin kuat pula perasaan kalau menyatakan aku memang merindukannya -sangat rindu-
Atau Sakura kenapa- kenapa di sana? 'Tuhan lindungi dia kumohon' entah kenapa walau dia meninggalkanku, aku tak pernah bisa membencinya.
Sedikit lelah akhirnya aku mendudukan diri di kursi taman aku memejamkan mataku. ku ingat-ingat semua kenangan Sakura.
Aku rindu semuanya tentang Sakura, tawanya,senyumnya cemberutnya, juga suaranya-
"Sasuke..."
Ya suaranya yang merdu saat memanggil namaku.
"Sasuke-kun"
Kenapa suaranya begitu dekat? Apa aku berhalusinasi
"Hei,Sasuke-kun? Buka matamu"
Hah! Ayolah Sakura keluarlah dari pikiranku aku bisa gila bila terus begini! Pergilah...per-
'Puk' sebuah tangan memegang pipiku. Siapa orang ini? Jangan- jangan dia Sa-
Normal POV
Seorang gadis jelita masih memperhatikan Pemuda yang ia sentuh wajahnya. Tapi pemuda itu enggan membuka matanya. Sehingga gadis itu -Sakura- memanggil nama pemuda itu,Lagi.
"Sasuke-kun, bukalah matamu" panggil sakura gemas
Lalu,sang pemuda -Sasuke- membuka matanya perlahan. Dibalik wajahnya yang datar dia terlihat kaget. Terbukti beberapa detik yang lalu dia hampir melotot, seketika kemudian dia menutupinya dengan wajahnya seperti semula -datar- *dasar muka triplek**dichidori*
Bagaimana tidak kaget orang yang sering dipikirannya ups.. bukan sering,tapi selalu. Berada dihadapannya. Dengan senyum yang terus mengembang dibibirnya yang ranum. Mau tidak mau Uchiha bungsu sedikit merona dan gugup.
"Sa-Sakura" ujar Sasuke lirih
"Hm...hai Sasuke lama tidak bertemu" Sakura tersenyum manis sebagai respon.
'Apa-apaan reaksinya itu,kenapa sakura malah tersenyum seperti itu,apa dia lupa kalau-' terlihat wajah Sasuke rada sebal entah karena apa.
"kau mempertanyakan reaksiku Sasuke-kun?"
Tepat sasaran itulah yang terjadi. Sehingga sasuke menolehkan kepalanya ke Sakura
"..."
"jujur saja,aku juga bingung harus ber-reaksi bagaimana saat bertemu denganmu, tapi sepertinya kau tidak nyaman saat aku disini" Sakura menatap langit yang mulai menghitam karena akan berganti malam.
'Tidak sakura, aku bahkan nyaman saat kamu disini' itulah kalimat yang akan disampaikan. Tapi apa yang terjadi Sasuke malah diam seribu bahasa. Sasuke merutuki dirinya kenapa mulut dan hatinya tidak sinkron.
"baiklah-baiklah kau memang tidak nyaman saat aku disini, ne, aku pergi dulu Sasuke-kun. jaa ne" ungkap sakura dengan tersenyum hambar. Sedikit terlihat riak-riak air mata diujung matanya. Ingin rasanya Sakura menangis saat ini juga. Lalu Sakura berdiri dan hendak pergi namun-
"Sa-sakura,tu-tunggu" Sasuke memegang tangan sakura.
Sakura terdiam lalu berbalik menghadap Sasuke,
"Ya? Ada apa Sasuke-kun"
Tak ada reaksi berarti dari sasuke.
"baiklah,kita bicara di coffeshop disekitar sini, bagaimana sasuke" ujar sakura sambil menggandeng tangan Sasuke
*Sasuke Pov*
Tangan ini, ya tangan sakura yang mengenggam tanganku terasa begitu kecil namun hangat.
Lama tidak bertemu,dia semakin berubah jauh lebih dewasa, cantik, rambutnya yang dulu sebahu sekarang memanjang, mata emerald-nya yang jernih, dan bibirnya yang ranum membuatku ingin 'melahapnya', tubuhnya yng bak gitar spanyol alias seksi. Huh membuatku sulit menelan ludah dan ingin menidu-,*hya,sasuke ini fic rated T, jangan ngelindur loe ayam *nunjukSkenario**
Intinya dia berubah sejak terakhir aku bertemu dengannya.
Tidak terasa kami sudah sampai didepan coffeshop, lalu kami masuk dan ambil tempat duduk bersebelahan dengan kaca luar. Lalu seorang waitress menghampiri kami.
"anda ingin pesan apa?" sambil menyerahkan buku menu pada sakura
Kulihat wajah sakura yang menatap minat terhadap makanan dalam buku menu tersebut.
"hmm,,, aku pesan cheesecake dan strawberry milkshake,, hmm, Sasuke-kun pesan apa?" Sakura menyebut pesanannya dengan riang
"seperti biasa" jawabku datar.
"Jus tomat tapi gulanya sedikit saja ya!" kata sakura pada waitress
"baiklah chesse cake,strawberry milkshake dan jus tomat masing-masing 1 porsi,silahkan ditunggu" waitress itu megulangi pesanan kami lalu berlalu dihadapan kami.
Lalu kami terdiam. Hah...kenapa suasana jdi canggung begini.
"Ehem...tak disangka ku masih mengingat kesukaanku" akhirnya aku yang bertanya pada Sakura.
Sakura hanya tersenyum "tentu saja aku ingat, masa hal seperti itu saja tidak kuingat"
Tanpa kusadari aku ikut tersenyum. Aku tidak sadar kalau sakura memperhatikanku.
"Sasuke-kun kau terlihat semakin tampan saat tersenyum" ku lihat sakura merona. Aku sedikit ingin menggodanya.
"ya, tentu saja, kenapa? Kau jatuh cinta lagi padaku?" jawabku menyeringai tipis
"Sa-sasuke,berhenti menggodaku" kulihat wajah sakura yang sangat memerah
"permisi, ini pesanan kalian" kata waitress tersebut menata pesanan kami dimeja,
"ini salad gratis untuk anda nona"
"wah,terimakasih, kebetulan sekali aku ingin makan salad " kata sakura berbinar.
"ha'i, selamat menikmati" waitress itu kembali berlalu
"salad ya?" gumam Sakura yang masih dapat ku dengar
Aku mengangkat salah satu alisku sambil menatap Sakura
"Kau tidak ingat ya Sasuke-kun" kulihat wajahnya yang kecewa. Aku mengingat- ingat lagi. Dan voila..aku tahu apa yang sedang dibahasnya.
"hn, aku tahu, kencan pertama bukan?" ujarku tersenyum
"akhirnya kau ingat juga sasu-koi" Sakura mencoba menggodaku, saat sakura mengucapkan panggilanku -dulu- entah ada banyak kupu-kupu yang berterbangan diperutku. Sensasi itu menyenangkan. tak bisa kupungkiri itu.
"sudah 4 tahun yang lalu ya?" kulihat Sakura kali ini dia memejamkan mata dan tersenyum, mungkin dia mengulang kenangan itu.
"ya,lama sekali bukan? Waktu itu kita..."
~To be Continued~
I am come again :D ada yang nungguin kelanjutan ff abal ini gak ya?
Untuk chap depan sedikit flashback!
Disini Sasuke rada OOC ya? Sengaja *digebukinreaders*
Author : heh, sasu-ayam promosin dong ff gue
Sasuke : Ogah,fanfic loe gak mutu,gue OOC lagi
Author : *ambilbatu*sini loe kurang ajar banget. Biarpun gak mutu fic. Ini bawa pride loe. *weks*
Sakura : hya, berhenti kalian berdua *dishannaro*
Sasuke & Author : *hening* (¬˛ ¬")
Sakura : Oke minna~ kalau bisa tinggalkan jejak kalian direview ya :D ^^
