Chapter 2

Nano,Log In

"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!/Love Me, Seriously!"

Warning:

Mungkin akan sangat OOC,EYD salah kaprah dan banyak typo dan cepat atau lambat bakal ada ada SongFic.

Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Highschool DxD: Ichie Ishibumi

Love Live School Idol Project: [siapa yg musti ane tulis?]

AUTHOR NOTE: karena ada orang yg salah sangka sama setting fic ini ane kasih tahu ya,biar gak dikira PHP. Di fic ini gak ada 3 fraksi akherat,ninja dsb. Just normal life.

~.~.~.~

Chapter 2: The Other Side and Meet a New Friend.

Opening Song: IA-Children Record

02.00 AM

"Apa yg akan membuat Sora mencintai Haru? Hm... mengingat karakter Sora yg tsundere maka pilihan terbaik adalah memerangkap mereka dalam konflik yg membuat Sora tertarik dengan sisi lain dari Haru." Terdengar gumanan-gumanan orang yg sedang berfikir keras.

"Tapi... itu sudah terlalu mainstream." Kali ini gumanan itu terdengar seperti orang yg patah semangat."Mungkin jika aku membuat Haru sudah tahu perasaan Sora tapi ingin menjahilinya sebelum membalasnya mungkin lebih baik." Kali ini gumanan itu dilanjutkan oleh suara ketikan pada laptop.

04.30 AM

"Haah! Hah! Hah!" Suara itu terdengar dari Naruto yg telah selesai berlari FAJAR. "Kaki ku sudah terlalu lemas,mungkin Push Up dan Sit Up saja untuk hari ini".Lalu dia memposisikan badan dan tangannya pada posisi Push Up dan memulai Push Up nya.

06.00 AM

Kali ini dari arah kamar mandi terdengar suara air gemericik yg menandakan ada seseorang di dalamnya. "Hari pertama masuk sekolah ya...? Haaah... aku sangat gugup" Kata Naruto di sela-sela ritual mandinya."Kelas A,berisi siswa dan siswi yg pintar. Nilai minimal adalah 90 dan biasanya adalah 100." Ucapnya dengan santai.

Setelah keluar dari kamar mandi dengan hanya mengenakan handuk yg membelit pinggangnya,kini tubuh sang Namikaze muda pun bisa terekspos. Tubuh yg tidak terlalu besar tapi terlihat sangat keras seperti ditempa dari batu dan jangan lupakan 8 kotak di perutnya yg menambah kesan MACHO padanya,ditambah wajah yg tampan dan kulit putih seperti sang ibu Uzumaki Kushina belum lagi pemikirannya yg tajam seperti sang ayah.

Tapi siapa sangka makhluk yg sudah pasti dianggap sempurna oleh kaum hawa itu kini sedang memasang wajah datarnya sambil menatap cerminan dirinya. "Kacamata bulat mungkin akan membantu." Ucapnya sambil memakai seragam Akademi Kuoh.

07.00 Akademi Kuoh

Kini Naruto telah berada di depan gerbang masuk Akademi seringkali menangkap pembicaraan beberapa siswa siswi lain yg bisa dipastikan berasal dari orang-orang yg BERADA,menguping? Tentu saja tidak. Mereka hanya berbicara terlalu keras hingga udara merambatkan suara mereka ke telinganya. "Auditorium dan tidak boleh terlambat." Ucapnya lirih pada diri sendiri.

Tapi saat memasuki gerbang dalam dia tidak menyangka jika akan seramai ini. "Apa ini festival atau semacamnya?" Tanya Naruto pada diri sendiri. Tapi saat mendengar beberapa teriakan dia tahu apa yg sedang terjadi sebenarnya. "Drama! Bergabunglah dengan klub drama!" "Klub Peneliti manga! Telitilah budayamu bersama kami!" "Klub basket! Ayo kita cetak poin sebanyak-banyaknya!"

'Para senior saat ini sedang menarik minat siswa baru untuk masuk ke dalam klub mereka.' Pikir Naruto "Basket tidak buruk juga." Ucapnya sambil menuju ke meja yg bertuliskan KLUB BASKET. "Etto... boleh minta formulirnya?" Tanya Naruto "Ya,tentu saja" balas siswi bersurai silver disamping siswa berambut merah crimson. "Apa kau ingin bergabung dengan Klub Basket?" Tanya siswi itu. "Ya,ini terima kasih." Ucap Naruto sambil menyerahkan formulir yg telah dia isi ke siswi berambut silver. "Baiklah,untuk nanti setelah pelajaran selesai pergilah ke gedung olahraga. Kita akan melakukan perkenalan anggota baru dan latihan kecil." Pesan siswi tadi sebelum naruto beranjak dari kursinya. "Baik!" Balas setelah itu melenggang pergi menuju ke auditorium untuk mencari tempat duduk.

MEANWHILE,Setelah Naruto Pergi.

"Sirzech kun,apa menurutmu dia bisa bermain basket?" Tanya siswi berambut silver kepada sosok yg sejak tadi diam ditempat duduknya.

"Aura ini... Perasaan ini... tidak salah lagi,ini aura seorang ace!" Balas siswa berambut merah crimson yg diketahui bernama Sirzech dengan nada dramatis.

"Apa maksudmu?" Tanya siswi berambut silver yg masih tidak mengerti apa yg dikatakan Sirzech.

"Oy! Grafiya! Sirzech! Jangan pacaran terus!" Teriak seorang siswa lain yg memiliki postur tubuh yg seharusnya tak dimiliki siswa seusianya. "Ini,aku bawakan 2 orang yg mau bergabung ke Klub Basket."

"Terima kasih Sairaorg." kata Grafiya sambil menyodorkan 2 formulir pendaftaran kepada 2 siswa baru di depannya yg tampaknya sama sekali tidak terlihat akrab satu sama lain. "Ngomong-ngomong apa yg kalian bicarakan tadi Sirzech,Grafiya?" Kata Sairaorg penasaran. "Hanya masalah kecil,tidak penting. Lanjutkan saja tugasmu Sairaorg." Balas Sirzech.

"Siap kapten!" Balas Sairaorg cepat,lalu pergi untuk mempromosikan Klub Basket.

Back to Naruto

Naruto saat ini sedang berada di dalam auditorium tempat penyambutan siswa baru. 'Sebentar lagi akan dimulai,jadi bisa dipastikan senpai-senpai tadi sedang beres-beres dan menuju kesini.' Simpul Naruto. "Lebih baik aku cari tempat duduk sebelum penuh." Kata Naruto sambil berlalu mencari tempat duduk.

Skip (Akhir Pidato Ketua Osis)

"... Itulah hal-hal yg harus kalian perhatikan di Akademi Kuoh." Ucap seorang siswi berambut biru muda yg memiliki tubuh yg bisa dibilang sedikit lebih kecil dari siswi seusianya tapi memiliki 2 aset yg menghianati ukuran tubuhnya. "Kali ini saya mendapat pesan dari kepala sekolah agar menyuruh beberapa murid baru yg namanya saya panggil menemui beliau di ruangannya." Kata sang Seito Kaichou.

"Rias Gremony,Akeno Himejima,Sona Sitri dan terakhir Naruto Namikaze. Sekian yg bisa saya ketua osis saya mengucapkan selamat datang di Kuoh Gakuen kepada para murid baru." Tutup seito kaichou

Plok! Plokk! Plok! Plok! Akhirnya pidato panjang sang ketua osis ditutup dengan tepuk tangan meriah dari para siswa di Auditorium.

Naruto PoV

Saat ini aku sedang berjalan menuju ke ruang kepala sekolah. Lagipula kenapa aku harus dipanggil ke ruang kepala sekolah pada hari pertama masuk? 'Semoga saja ini bukan berita buruk.' Pikirku

Naruto PoV end

Ruang Kepala Sekolah

"Permisi!" Ucap Naruto sedikit keras sembari membuka pintu. Disana sudah terlihat 3 siswi dengan warna rambut yg berbeda-beda dan seorang pria paruh baya yg Naruto asumsikan sebagai kepala sekolah Akademi Kuoh.

"Kau pasti Naruto kan? Masuklah Namikaze-san." Jawab sang kepala sekolah.

"Sebenarnya kenapa kami dipanggil kesini Otou-sama?" Tanya seorang siswi yg memiliki rambut merah crimson.

"Ara... ara... kau tidak sabaran sekali,Rias." Ejek seorang siswi lain yg berambut ungu gelap *?* Sementara itu satu lagi siswi disana hanya diam mendengarkan ocehan mereka berdua.

"Ehem!" Mengingat anaknya yg sedikit tempramental sang kepala sekolah segera mengalihkan topik pembicaraan. "Sebenarnya aku akan menguji kalian bertiga." Ucapnya dengan santai.

"Menguji?" Beo Rias,Akeno dan Sona secara bersamaan. "Maksud kepala sekolah?" Kali ini giliran sona yg angkat bicara.

"Rias Gremony,pecatur yg hebat dalam usia muda tentu saja dia mewarisi bakat catur itu dari Venelana istriku. Akeno Himejima,pemain kartu dengan seribu trik dan terakhir Sona Sitri,menurut kabar kau belum pernah terkalahkan saat bermain *Perwujudan Shiritori* kau telah mengalahkan orang-orang jenius dari berbagai kota di jepang yg mencoba menantangmu." Jelas sang kepala sekolah mengacuhkan ekspresi mereka bertiga yg kebingungan.

"Intinya besok setelah pulang sekolah kalian bertiga datanglah ke auditorium. Aku akan menyiapkan lawan kalian dan jika bisa kalian harus mengalahkannya." Simpul sang kepala sekolah.

"Apa Otou sama-meremehkanku? Aku memang mewarisi bakat ini dari Okaa-sama tapi bukan berarti aku akan kalah jika berhadapan dengannya." Jawab Rias dengan percaya diri.

"Ara... Ara.. Bahkan pejudi profesionalpun kesulitan jika melawanku,apa anda yakin ada orang yg bisa mengalahkanku,kepala sekolah?" Kata Akeno yg merasa diremehkan.

"Perwujudan Shiritori adalah permainan yg sulit,tidak banyak yg bisa memainkannya dengan aturan yg sangat ketat." Kata Sona.

Merasa sedikit diacuhkan,Naruto berinisiatif untuk angkat bicara "Ano... bagaimana denganku? Apakah tidak ada hal penting yg menyangkut diriku dan apakah aku boleh kembali ke kelasku sekarang?"

"Apanya yg tidak penting Namikaze-san? Justru kaulah yg paling penting disini. Karena kau adalah lawan mereka. Baiklah hanya itu yg akan aku sampaikan kali ini,besok jangan sampai lupa untuk datang. Dan sekarang kalian semua boleh kembali ke kelas masing-masing." Jelas sang kepala sekolah.

Di Kelas A

"Ini mengerikan." Kata Naruto saat memasuki kelas A yg berisi 30 orang dan apa yg membuatnya terkejut adalah... 'Mayoritas murid dikelas ini adalah siswi,jadi pilihan terbaik adalah jangan menarik perhatian orang lain.' Pikir Naruto. Lalu dia berjalan pelan ke arah meja yg kosong untuk duduk dan menaruh tas yg dibawanya,meski saat ini dia dilihat oleh berbagai tatapan dari murid-murid disana.

"Hey,apa si culun itu benar-benar di kelas ini? Bukannya tahun-tahun sebelumnya belum ada 1 siswa pun yg berhasil masuk ke kelas ini,Sona?" Kata seorang siswi berambut merah darah dan memakai kacamata kepada siswi lain disampingnya yg diketahui bernama Sona yg baru saja kembali dari ruang kepala sekolah. "Mungkin,75% jawabannya adalah benar." Jawab Sona kepada Karin.

"Bagaimana menurutmu Maki?." Tanya karin kepada siswi yg saat ini sedang asik bergelut dengan buku musiknya. "Tentu saja dia akan masuk kelas ini,mana mungkin dia buang-buang waktu hanya untuk salah kelas dengan alasan tersesat." Jawab seorang siswi yg kita ketahui bernama Maki.

Sreeek...

Suara pintu yg dibuka mengalihkan semua perhatian murid yg ada di kelas itu. Terlihat disana seorang guru yg berusia 30'an yg dapat diasumsikan sebagai wali kelas mereka. "Yo! Aku harap kalian mau memperkenalkan diri satu-persatu di depan kelas. Sebelumnya namaku adalah Hatake Kakashi,kalian boleh memanggilku Kakashi sensei." Kata sang wali kelas yg 60% wajahnya tertutup sebuah masker hitam minus kedua mata dan dahinya. "Dimulai dari satu-satunya laki-laki di kelas ini,sebutkan Nama dan Hobimu."

Merasa bahwa dia yg dimaksud sang wali kelas,Naruto segera bangkit dari duduknya dan maju ke depan kelas untuk memperkenalkan dirinya. "Namaku Namikaze Naruto,Hobiku adalah sesuatu yg tidak harus kalian tahu. Yoroshiku!" Setelah mengatakan kedua hal itu Naruto langsung kembali ke tempat duduknya.

"Baiklah selanjutnya!" Perintah Kakashi

"Sona Sitri,Hobiku !" Ucap seorang siswi berambut hitam sekelam langit malam dengan dingin disertai gerakannya membenarkan posisi kacamata yg selalu membingkai mata Ungu nya.

"Namaku Hoshizuka Karin,Hobiku adalah memasak. Yoroshiku!" Ucap seorang siswi berambut dan bermata merah darah,memakai kacamata yg serupa dengan warna rambutnya dan matanya.

"Namaku Nishikino Maki,Hobiku adalah bermain alat musik dan menyanyi." Ucap seorang siswi berambut merah gelap disertai senyum kecil.

Dan setelah semua murid memperkenalkan dirinya kedepan pelajaran pelajaran pertama yaitu FISIKA.

SKIP TIME! (Pulang Sekolah)

'Apa-apaan tadi itu? Mendadak mengadakan ulangan dengan materi yg baru saja disampaikan.' Pikir Naruto tidak percaya pada pelajarannya hari ini. "Yah,meskipun itu lebih baik daripada mendengarkan guru berbicara tentang hal yg sudah kau pahami." Kata naruto pada dirinya sendiri. Tiba-tiba dia teringat suatu hal yg penting. Langsung saja dia berlari menuju ke gedung olahraga.

Gedung Olahraga

Terlihat ada sekitar 8 orang ada di dalam gedung olahraga. Yg paling mencolok adalah seseorang yg mengenakan pakaian ala pelatih berwarna hijau ditambah dengan celana nya yg berwarna hijau juga. Dan satu orang lagi yg mempunyai tinggi yg diatas rata-rata remaja seusianya.

"Sumimasen! Aku terlambat senpai!" Kata naruto sembari mendatangi mereka yg saat ini sedang melakukan pemanasan. "Ho... kau siswa yg tadi pagi ya?" Kata Grafiya saat mengetahui yg terlambat adalah murid baru yg mendaftar ke dalam klub basket. "Segeralah ganti baju dan lepas kacamata bodohmu itu lalu menyusul yg lain" perintah grafiya "baik senpai!" Balas Naruto cepat lalu segera mengganti pakaiannya dengan pakaian latihan.

"Bagaimana menurut anda Guy sensei? Apakah dia bisa bermain basket,maksudku lihatlah penampilannya yg culun seperti itu?" Tanya grafiya sedikit sangsi kepada pelatih klub basket yg diketahui bernama Maito,lebih lengkapnya Maito Guy.

"Lihatlah baik-bail grafiya. Caranya berlari dan lalu postur tubuhnya terutama kaki dan lengannya." Kata Guy sensei. Mendengar tidak ada jawaban dari manajer klub akhirnya Guy melanjutkan ucapannya.

"Saat dia berlari dia mengangkat kedua lengannya sehingga beban pada tangannya tidak terlalu berat dan cara itu efisien untuk menghemat energi untuk olahraga yg membutuhkan banyak lari seperti basket. Lalu lihatlah kakinya, kaki yg tidak terlalu panjang tapi terlihat keras dan kuat sehingga memungkinkannya untuk melakukan akselerasi dengan cepat. Terakhir lihatlah lengannya,meskipun tidak sebesar Sairaorg lengan itu terlihat cukup kuat untuk melemparkan sesuatu dengan keras."

"Meskipun dia terlihat culun di depan semua orang kita tidak tahu seperti apa dia saat dibelakang orang lain,lain kali jangan menilai orang dari penampilannya grafiya" nasihat guy sensei

"Aku mengerti Guy Sensei!" Balas grafiya dengan cepat.

"Semuanya! Berkumpul disini!" Teriak Guy Sensei memanggil anggota klub basket. Dan dengan cepat mereka semua meninggalkan acara pemanasannya lalu berkumpul termasuk Naruto. "Karena ini adalah hari ini kita memiliki anggota baru maka dari itu aku ingin kalian memperkenalkan diri kalian satu-persatu.

"Dimulai dariku! Namaku Maito Guy,aku adalah guru pembingbing klub basket sekaligus pelatihnya." Ucap seorang pelatih berpakaian *nyentrik*

"Namaku Grafiya Lucifuge,kelas 2." Ucap seorang siswi berambut silver yg merupakan manajer klub basket.

"Namaku Sirzech Gremony,kelas 2." Ucap seorang siswa berambut merah crimson.

"Yosh! Namaku Sairaorg Bael,kelas 2." Ucap seorang siswa ber postur tubuh yg paling tinggi diantara mereka semua.

"Namaku Kiyoshi Teppei,kelas 3. Sepertinya aku tidak dapat mengikuti Inter High Cup karena kelas 3 tidak diperbolehkan ikut dalam perlombaan. Jadi aku minta maaf hanya bisa menemani kalian latihan." Ucap seorang siswa tertinggi kedua setelah sairaorg.

"Namaku Hyoudou Issei,kelas 1,Yoroshiku!" Ucap seorang siswa berambut coklat dengan semangat.

"Namaku Vali Lucifer,aku bukan iblis atau semacamnya itu hanyalah margaku." Ucap seorang siswa berambut perak disertai nada dingin.

"Namaku Negi Furihata,kelas 2." Ucap seorang siswa botak

"Namaku Naruto Namikaze,kelas 1." Ucap tokoh utama kita yg terlihat kembali ke wujud tampannya setelah melepaskan kacamata bulatnya dan mengganti pakaiannya yg semula seragam sekolah yg dipakai dengan sangat rapi kini menjadi baju untuk latihan.

"Baiklah! Karena sudah mengenal satu sama lain maka dari itu kita akan mengadakan latih tanding antara anak kelas 1 dan 2." ucap guy sensei

"Baik! Sensei!" Ucap anak kelas 1 dan 2 dengan semangat

~.~.~.~

Chap 2 END!

Author Note (2): ada yg bingung kenapa judul chap kali ini the other side and meet a new friend? Maksud The Other Side itu adalah sisi lain dari naruto. Kan diawal-awal dia keliatan seperti penulis novel sedangkan di akhir jadi pemain basket, itu masuk The Other Side nya dia :v masih banyak kok nanti yg lain. dan kalo ada yg bertanya ane saranin jangan di review,karena gak akan saya jawab. mending ke fb saya Ikhwan Madiuncity Suite Actor biar bisa saya bales langsung

Nano,Log Out

Chap 3: Game Master? If You Mean GM Is Newbie,You are genius GM.