Chapter 3
Nano,Log In
"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!/Love Me, Seriously!"
Warning:
Mungkin akan sangat OOC,EYD salah kaprah dan banyak typo dan cepat atau lambat bakal ada SongFic.
Disclaimer:
Naruto: Masashi Kishimoto
Highschool DxD: Ichie Ishibumi
Love Live School Idol Project: [gak tahu harus nulis siapa]
~.~.~.~
Chapter 3: Game Master? If You Mean GM Is Newbie,you are genius GM.
Opening Song: IA-Children Record
"Apa kalian sudah siap?" Tanya Guy sensei yg saat ini sedang mengambil ancang-ancang unyuk melempar bola keatas tanda dimulainya pertandingan basket.
"KAMI SIAP!" Jawab murid kelas 1 dan 2 serentak.
"Baiklah... 1... 2... 3... HAJIME!" Bersama dengan aba-aba berakhir bola dilemparkan keatas.
"Kita akan mencuri poin pertama!" Kata Sairaorg lantang sambil melompat menggapai bola yg mulai jatuh perlahan-lahan terkena gravitasi.
"Aku tidak akan kalah!" Teriak Issei yg tiba diatas sepersekian detik sebelum Sairaorg dan mengambil bola.
'Mustahil! Padahal Sairaorg melompat lebih dulu tapi kenapa dia yg lebih dulu mencapai titik lompatan tertinggi?' Pikir Grafiya yg terkejut melihat Issei yg berhasil merebut bola pertama.
"Itu karena cara dia melompat,dia melompat dengan mengandalkan kekuatan kaki pada awal lompatannya. Jadi meski lawan sudah melompat lebih dulu dialah yg akan mecapai titik tertinggi lebih dahulu dibandingkan lawan." Jelas Guy sensei yg saat ini serius melihat pertandingan.
"Ini dia Vali!" Teriak Issei sambil mengoper bolanya kepada Vali yg dijaga oleh Sirzech.
Hap! Bola itu berhasil ditangkap sempurna oleh Vali.
"Penjagaan yg ketat,selalu menempel pada lawan sehingga membuat lawan tidak bisa melakukan shot. Kalau begitu..." Kata Vali menggantungkan kalimatnya.
"Aku hanya harus melewatinya bukan? Vanishing Drive." Setelah mengucapkan itu Vali menggerakkan tangannya yg memegang bola menjauhi tubuhnya lalu saat tubuhnya melaju ke depan untuk melakukan drive tangan yg memegang bola itu memantulkan bolanya ke lantai melewati kedua kaki Sirzech yg saat itu terbuka dan menangkapnya dengan tangan yg satunya.
"Bagaimana bisa? Dia menghilang?" Kata Sirzech tidak percaya melihat Vali yg tiba-tiba hilang dihadapannya kemudian muncul secara misterius di belakangnya.
Di Luar Lapangan
"Itu tadi sensei?" Tanya Grafiya pada pelatih.
"Itu hanya trik murahan yg mempan,menjauhkan bola dari badan lalu berlari dengan cepat melewati lawan dengan drive biasa. Bola yg ada di tangannya dipantulkan melewati kedua kaki lawan yg sedang terbuka lalu ditangkap oleh tangan yg satunya. Hal yg menyebabkan trik itu berfungsi adalah fakta karena hawa kehadiran bola melebihi apapun di dalam basket. Sehingga yg dilihat lawan hanyalah orang yg dijaganya hilang lalu muncul di belakanganya." Jelas Guy sensei panjang lebar.
Back To Lapangan
"Poin pertama." Ucap Vali tenang sambil men shot bola dari dari dalam kotak. Sebelum sebuah suara misterius tiba di telinganya. "Kau terlalu naif bocah kelas 1,kau takkan bisa mencetak angka lebih dulu." Dan saat bola hampir mecapai ring sebuah tangan menepisnya dengan mudah.
"Bagaimana bisa? Bukankah tadi dia ditahan Issei? " ucap Vali tak percaya pada Sairaorg yg menepis bolanya dengan mudah. "Counter! Furihata!" Perintah Sairaorg." Lansung saja Furihata melemparkan bolanya pada Sairaorg yg kini melaju menuju ring lawan.
Hap! Bola itu ditangkap dan di dribble menuju ring lawan tanpa hambatan. "Biar kuberi tahu satu hal pada kalian." Lalu Sairaorg melompat untuk melakukan dunk "Poin pertama dalam basket adalah DUNK!" Brak! Suara bola yg masuk ke ring dengan keras menandakan kuatnya dunk itu meski hanya dengan 1 tangan.
Tapi Sairaorg tidak bisa menikmati kesenangannya terlalu lama karena sebuah suara yg kecil masuk ke dalam gendang telinganya "Counter!" Tiba-tiba bola yg semula berada di depannya melesat dengan cepat ke arah ring timnya. Braak! Suara bola yg bertabrakan dengan pembatas transparan yg ada di belakang ring mengalihkan perhatian semuanya.
'Lemparan macam apa itu?' Pikir mereka semua.
Lalu terdengar suara derap kaki yg menginterupsi berbagai pemikiran mereka. Derap kaki yg semula normal itu kini semakin cepat,dan puncaknya adalah seorang remaja melompat menggapai bola rebound yg masih berada di udara dan melakukan dunk dengan 1 tangan.
'Dia terlalu cepat,sulit untuk percaya kalau dia tadi masih berada di daerahnya.' Pikir Guy sensei yg saat ini mendapati Naruto tengah melakukan dunk 1 tangan membalas apa yg dilakukan Sairaorg.
'Bukannya dia tadi masih dibelakang?' Pikir mereka semua.
Saat ini sang pelaku hanya bisa berdiri setelah melakukan dunk di ring lawan. "Semuanya bertahan!" Perintah Naruto sambil berlari kembali ke daerahnya.
"Restart! Furihata!" Teriak Sirzech meminta bola.
Hap! Bola itu berhasil ditangkap oleh Sirzech dan di dribble menuju tengah lapangan. "Three Point!" Ucapnya sambil melompat untuk melakukan Three Point dari tengah lapangan dan... Bola itu masuk dengan sempurna.
"Three Point dari tengah lapangan? Apanya yg hebat?" Ucap naruto "Issei san! lempar bolanya padaku." Hap! Setelah menangkap bola dari Issei lalu Naruto membalik badannya selanjutnya dia melompat untuk melakukan Three Point dari daerahnya dengan jarak yg sangat jauh.
"Mustahil! Three Point dari jarak sejauh itu?" Kata furihata tidak percaya pada apa yg dilihatnya sekarang. "Mustahil!" Ucap Sairaorg dan Sirzech yg hanya bisa melihat bola melayang tinggi di udara sebelum jatuh dengan sempurna memasuki ring mereka.
"Hebat!" Hanya itu yg bisa diucapkan Vali dan Issei mengenai lemparan Three Point Naruto dari jarak yg sangat jauh dan masuk ke dalam ring lawan dengan sempurna.
Di Luar Lapangan
"Lemparan tadi itu sangat sempurna." Kata Grafiya tidak percaya.
"Konsentrasinya meningkat. Saat melompat dia hanya fokus pada 1 hal yaitu melempar bola ke ring,saat dia sudah melempar bola dia akan mengganti fokusnya ke kaki untuk mendarat. Yg tidak masuk akal adalah tinggi lemparannya sangat tidak normal,lemparan setinggi itu perlahan-lahan akan melemahkan mental lawan." Analisa Guy sensei.
Back To Lapangan
Saat ini kondisi di lapangan tengah memanas di saat kelas 2 mencetak angka,selalu bisa dibalas oleh kelas 1 dalam waktu yg singkat.
"Sirzech! Restart!" Ucap Sairaorg yg kini melemparkan bola kepada Sirzech dan ditangkap dengan sempurna oleh Sirzech. Saat Sirzech melaju mendribble bola sendirian dia dihadang oleh Issei. "Perhatikan pertahananmu." Tanpa kesusahan dia melewati Issei tapi dia harus kembali berhenti saat melihat Vali yg kini ada di depannya.
"Sirzech! Di belakangmu!" Teriak Furihata tapi sudah terlambat karena bola itu sudah terlepas dari tangan Sirzech karena Issei mendorong bola itu hingga terlepas.
"Steal!" Teriak Issei. Bola yg jatuh tadi segera diambil Naruto lalu mendribble bolanya hingga garis tengah lapangan tapi karena dia dihadang Furihata dari depan dia mengoper bolanya. "Vali!" Teriak Naruto lalu melempar bolanya ke Vali.
"Kenapa kau mengoper bola saat aku berada di posisi yg sulit." Ucap Vali geram pasalnya dia saat ini dijaga sangat ketat oleh Sairaorg. "Hawa ini..." saat merasakan hawa yg familiar dengannya dia melaju melewati Sairaorg dengan meninggalkan boal di tempatnya. Tapi saat Sairaorg hendak mengambilnya,sebuah tangan yg sepersekian detik lebih cepat darinya mengambil bola itu kemudian mendribblenya sampai di depan ring lalu tanpa kesulitan memasukkannya ke dalam ring dengan shot.
"Nice,Issei!" Kata Naruto sedikit berteriak karena jarak mereka yg agak jauh. Tiba-tiba saat Anak kelas 1 ingin kembali ke daerahnya dan Anak kelas 2 akan melakukan restart sebuah suara peluit mengingterupsi mereka.
Priiiiiiit!
Suara peluit tanda pertandingan telah selesai dengan skor 57:59 untuk kemenangan anak kelas 1. "Semuanya... berkumpul!" Perintah guy sensei. Lalu mereka semua berkumpul menuju pinggir lapangan.
"Latihan hari ini cukup sampai disini,Target kita saat ini adalah mengembangkan potensi yg kita miliki dan meningkatkan kerjasama setelah itu baru kita akan mengikuti Inter High Cup." Ucap guy sensei. "Baik!" Jawab mereka semua minus Grafiya. "Meskipun kita hanya mendapat 3 anggota baru tapi mereka sangat berbakat jadi jangan malas untuk berlatih agar kalian anak kelas 2 tidak kalah dengan kelas 1." Kata Guy sensei.
"Besok kita akan latihan seperti biasa dan pulang seperti biasa jam 4 sore." Ucap Grafiya yg kini berkutat dengan jadwal latihan klub.
"Baiklah! Karena kita telah selesai latihan maka kalian boleh pulang." Ucap guy sensei yg kini telah berganti pakaian dan membawa tas layaknya seorang guru yg NORMAL. 'Cepat sekali dia berganti pakaian.' Pikir semua yg ada di sana horor.
Loker Laki-Laki
Kini ada yg berbeda di dalam ruang ganti laki-laki,semula hanya ada beberapa siswa saja kini tampak mulai ramai dengan anggota baru klub.
"Tadi itu Lemparan kuat ya,Naruto?"
"Bagaimana kau bisa melempar sekuat itu?" Tanya Vali dan Issei berturut-turut. "Aku hanya melatih lenganku agar tulangnya tidak lepas saat aku melakukan lemparan seperti tadi." Jawab Naruto tenang.
"Kenapa kau memakai kacamata itu? Bukannya itu membuatmu terlihat... er... culun?" Tanya Sairaorg. "Karena mayoritas murid di kelasku adalah perempuan jadi aku tidak ingin menarik perhatian senpai." Jawab Naruto sambil memakai kembali kacamata bulatnya.
"Vali,bagaimana tadi kau bisa hilang dari penjagaanku lalu tiba-tiba muncul di belakangku?" Tanya Sirzech pada Vali yg saat ini telah selesai mengganti pakaian. "Itu hanya trik kecil kok senpai,kurasa sensei hijau itu sudah tahu bagaimana aku melakukannya." Jawab Vali.
"Karena aku sudah selesai aku duluan ya!" Pamit Naruto yg telah selesai ganti baju dan sepatu lalu meninggalkan loker.
05.00 PM Apartemen Naruto
Saat ini Naruto telah selesai mandi dan mengganti seragamnya dengan pakaian kasual. "Apa yg harus aku masak hari ini? Sup? Kare? Mungkin aku bisa..." Kata Naruto menggantung lalu mulai memasak makanannya.
"Haaah... tidak kusangka memakan Nasi Omelet akan sangat mengenyangkan." Kata Naruto yg kini memegangi perutnya yg kekenyangan. Kalau hanya 1 porsi pasti dia tidak akan bilang cukup makanya dia makan 4 porsi sekaligus mengingat dia telah kelelahan karena latihan basket sekaligus untuk menghindari NGEMIL saat dia mengerjakan plot novelnya pada dini hari.
"Ini masih jam 6. Kerjakan PR,melihat blog dan membuat postingan + sedikit teka-teki kecil,belajar dan terakhir kalau ada inspirasi mungkin aku akan melanjutkan beberapa laguku. Selesai jam 9 lalu tidur." Membuat jadwal sederhana itu naruto mulai melakukan apa yg telah di jadwalkannya dimulai dari mengerjakan PR sampai Melanjutkan lirik lagu.
Teka-Teki Naruto
5 langkah ke depan atau 5 langkah ke belakang. Itu semua sama saja. Tidak ada yg berubah meski kau sudah melakukannya lebih dari 1000 kali. Hanya waktu yg bisa menentukan apakah kau masih bisa berjalan lebih dari 5 langkah ke depan atau ke belakang nantinya.
"Aku harap teka-teki kecil ini bisa memuaskan mereka. Meski aku pikir ini terlalu mudah." Kata Naruto pada dirinya sendiri.
Keesokan Harinya
02.00 AM Apartemen Naruto
'Sora... Sebenarnya aku sudah mengetahui perasaanmu padaku. Maafkan aku jika telah menyakitimu selama ini. Kata haru dengan suara sedih'
'Hiks... hiks... baka-haru hiks... hiks... baka-haru kata sora yg kini terisak di dada haru.'
'Tapi... mulai saat ini aku tidak akan membuatmu menangis lagi,Sawamura Sora! Maukah kau menjadi kekasihku? Yg akan menemaniku sampai akhir hayatku? Ucap haru yg saat ini berpose layaknya seorang pangeran yg sedang melamar seorang putri yg cantik jelita.'
'Tentu saja baka-haru hiks... meskipun menangis Sora tetap menjawabnya,lagipula bukankah ini yg dia inginkan?'
'Sora... aku mencintaimu ucap Haru sambil memperpendek jarak bibirnya dengan bibir Sora.'
'Aku lebih mencintaimu baka-haru balas sora yg menerima ciuman hangat dari Haru. Tidak ada nafsu di dalamnya,hanya ada kasih sayang dan rasa ingin melindungi yg ia rasakan dari ciuman itu.'
"Entah kenapa aku rasa Guilty Crown ini telah berganti genre. Yah... ini juga salahku meski jelas-jelas tidak ada yg bisa dikisahkan lagi karena para musuh sudah mati aku mencoba mengembangkan kisah cinta tokoh utama yg juga belum kelar." Kata Naruto pada dirinya sendiri. "Mecha dan Sci-fi menjadi Hurt dan Romance,itu terlalu ekstrim untuk perubahan genre." Tambahnya.
"Hmm... kurasa Hurt nya kurang,tapi siapa akan mati untuk memperkuat Hurt nya? Oh! Guru dari Haru juga bisa dijadikan death chara mengingat penyakit yg dideritanya dan kata-katanya ke Haru bahwa dia akan mati sebentar lagi." Guman Naruto pada dirinya sendiri. "Tapi jika Garo sensei mati maka Haru pasti akan sedih sampai kehidupannya berubah mengingat dia yg membesarkan Haru dan kemungkinan terburuk adalah kisah cintanya dengan Sora akan berhenti di tengah jalan." Saat akan menemukan ide untuk ceritanya tapi terbentur oleh logika yg tidak memperbolehkannya. Disitu kadang Naruto merasa sedih.
"Lalu bagaimana dengan Lily dan Edward? Bukankah kisah mereka juga belum jelas setelah mereka memutuskan untuk mengembara?" Belum selesai 1 plot dan plot lain sudah muncul di otaknya. Bagaimana lagi? Naruto tidak akan setengah-setengah kalau serius. Maka sesulit apapun jalannya dia pasti akan menemukan sebuah plot yg bagus untuk mengakhiri seri novel Guilty Crown yg dikarangnya.
"Aku rasa jika Lily dan Edward kembali ke desa tempat Haru dan Sora berada sekarang dengan hubungan menikah lalu Edward bertanya kapan Haru akan melamar Sora bisa jadi cerita yg bagus,tapi... mengingat kematian kedua orangtua Sora di medan perang. Lamaran akan membuat Haru seperti orang bodoh bukan?" Tanya Naruto pada diri sendiri.
Dan tiap pagi Naruto akan diliputi oleh kebingungan membuat plot dan kelelahan setelah latihan kecil.
06.30 AM Cafe Ichiraku
"Paman! Aku titip motorku disini!" Terdengar teriakan Naruto yg sedang menitipkan motornya di sebuab cafe yg jaraknya hanya 1 Km dari Kuoh Gakuen. "Iya,Naruto!" Jawab seorang pria paruh baya yg mengenakan penutup kepala dan celemek.
Dan bisa ditebak sekarang? Naruto berlari 1 Km untuk sampai ke Kuoh Gakuen dengan standar TANPA MENARIK PERHATIAN banyak orang.
Pelajaran 1: Fisika
Pelajaran 2: Sosiologi
Pelajaran 3: Seni
Pelajaran 4: Bahasa Inggris
Mengingat kembali apa saja pelajaran hari ini Naruto hanya berkata "Tidak ada yg menarik." Sambil menguap bosan.
Skip (istirahat)
"Bulan ini aku merasa sangat bosan. Iruka san juga sekarang memberikan kasus yg mudah untuk diusut tuntas. Meski nyatanya dia dan anak buahnya tidak bisa menyelesaikannya sendiri. Ratap Naruto pada nasibnya yg menurutnya sangat membosankan.
Iruka? Kepala kepolisian kota kuoh? Kenapa dia memberikan kasusnya kepada Naruto? Tentu saja karena kasus itu tidak bisa dipecahkan oleh pihak kepolisian. Tapi kenapa harus ke Naruto? Itu karena kontrak yg telah mereka buat saat Naruto dengan sengaja menghack LCD yg ada saat pengadilan untuk membuktikan ketidakbersalahan Teuchi dalam pembunuhan yg ternyata dilakukan oleh tetangganya sendiri. Stop! Itu bahan buat arc depan jangan diomongin lah :3
"Bekal kali ini adalah... Omelet,Karage,Tomat dan Brokoli. Seleraku ternyata masih aneh seperti Okaa sama." Kata Naruto pada dirinya sendiri,meski dirinya saat ini bisa dibilang klon minato dari fisik dan cara mereka berfikir tapi untuk makanan dia lebih condong ke kushina yg memiliki selera ANEH dalam makanan.
"Tidak ada gunanya mengomentari selera,makan saja sebelum pelajaran ke 3 dan 4 dimulai." Lalu Naruto memulai memakan bento yg dibuatnya sendiri dari apartemennya.
Saat Pelajaran Seni
"Baiklah... seperti yg diharapkan dari kelas A. Kalian semua cepat paham dengan pelajaranku." Puji sang guru yg bernama Yuhi Kurenai pada murid kelas A.
"Tugas kalian di rumah adalah membuat sebuah lagu dan minggu depan semua murid wajib menyanyikan lagu ciptaannya. Kalian boleh memakai alat musik untuk tugas ini,tentu saja aku mengharapkan lagu yg bagus dari kalian semua." Kata Kurenai sensei memberikan tugas yg cukup sulit pada mereka.
"Sensei!" Panggil Maki pada Kurenai sensei. "Ada apa Nishikino san?" Jawab Kurenai sensei.
"Apa tema yg akan kita pakai?" Kata Maki mengajukan pertanyaan. "Temanya terserah kalian. Masing-masing murid memiliki aliran musik yg berbeda-beda dan aku tidak bisa memaksa kalian untuk mengacu pada satu tema." Jawab Kurenai sensei.
Skip Time (pulang sekolah)
Saat ini Naruto sedang berlari menelusuri koridor untuk pergi ke Gedung Olahraga. Dia lupa memberitahu bahwa besok dia tidak bisa mengikuti latihan karena dipanggil oleh kepala sekolah. 1... 2... 3...
Brak!
Suara pintu yg terbuka dengan keras mengalihkan perhatian murid-murid yg sedang latihan dibantu guy sensei.
"Kau terlambat Naruto! Mana semangat jiwa mudamu hingga kau terlambat seperti ini!" Kata Guy sensei yg kini nampak marah karena ada seseorang yg terlambat saat latihannya. "Maaf,aku dipanggil kepala sekolah. Aku tidak bisa ikut latihan hari ini!" Balas Naruto cepat kemudian langsung pergi meninggalkan Gedung Olahraga.
02.15 Auditorium
"Dia terlambat." Kata Sona dengan nada datarnya. "Mungkin dia terlalu takut untuk melawanku." Sahut Akeno. "Kau terlalu sombong Akeno,mungkin saja dia takut karena akan kalah dari seorang wanita saat bermain catur denganku." Jawab Rias menimpali.
Saat mereka semua (kecuali kepala sekolah) berbincang mengenai kenapa Naruto terlambat suara pintu terbuka menginterupsi perbincangan mereka.
"Maaf aku terlambat! Aku tadi harus memberitahu Klub Basket kalau aku tidak bisa mengikuti latihan hari ini." Kata Naruto yg kini telah melepas kacamatanya. Melepas kacamata? Bukannya dia bilang tidak ingin menarik perhatian? Persetan dengan itu. Ini adalah Game dan dia akan selalu serius saat bermain Game.
Merasa mereka semua tidak mengenalinya saat melepas kacamata membuat Naruto sedikit pundung. "Ini aku,Namikaze Naruto!" Kata Naruto mencoba mengingatkan mereka yg seolah tidak mengenali dirinya.
"Eh..!" Teriak para gadis disana tak terkecuali sona yg kini meninggalkan image coolnya untuk berteriak. Kaget? Ya... tentu saja,dulu saat pertama kali masuk kelas Naruto yg dia kenal adalah seorang siswa berpakaian rapi,memakai kacamata bulat yg membuatnya terlihat culun dan rambutnya disisir rapi,tapi sekarang? Yg dia lihat hanyalah seorang pemuda yg badassnya gak ketulungan,mari kita hitung: rambut acan-acakan,seragam yg dikeluarkan dan meskipun dia tersenyum tapi Sona bisa merasakan bahwa itu bukan benar-benar senyuman.
Rias yg juga kaget karena siswa di depannya ini seperti memiliki 2 jiwa yg mendiami 1 tubuh seperti apa yg ada di Light Novel. Light Novel? Mungkin itu sudah keturunan. Dulu kakeknya adalah seorang otaku dan ibunya adalah seorang animelovers dan sekarang? Dia tidak ingin menyandang gelar itu. Dia hanya suka membaca Novel yg membuatnya tertarik dan hanya menonton anime yg diadaptasi dari novel yg dibacanya.
Sedangkan Akeno? Dia juga tidak menyangka bahwa siswa yg terlihat pendiam dan pemalu itu bisa menjadi badass 'ufufufu... perubahan sifat dan penampilan yg menarik apa ini karena game?' Pikirnya mencoba membuat spekulasi mengapa siswa di depannya ini bisa berubah 180 derajat.
"Baiklah karena kau sudah datang Namikaze-san,kubiarkan kau memilih siapa yg akan kau lawan dahulu. Akeno dengan bermain kartu,Rias anakku dengan bermain catur atau Sona dengan bermain Perwujudan Shiritori?" Kata Kepala Sekolah memberi Naruto pilihan untuk menentukan sendiri.
"Sebelum itu... Kepala Sekolah. Apakah yg menyarankan saya untuk menjadi lawan mereka adalah... Kiiroi Senkou?" Tanya Naruto sebelum memilih dan hanya dijawab 'begitulah.' Oleh Kepala Sekolah.
"Hm... aku saat ini sedikit lelah karena berlarian di koridor,bisakah kita bermain kartu lebih dulu?" Kata Naruto menetapkan pilihannya.
"Ini akan memerlukan 3 ronde untuk Catur,2 ronde untuk kartu,sedangkan Shiritori cukup 1 ronde mengingat kalian bisa memainkannya berjam-jam jika ingin. Apa kalian mengerti?" Jelas sang Kepala Sekolah memberi pengarahan singkat.
"Kami mengerti." Jawab mereka semua serentak.
Ronde 1 (BlackJack)
Agen: Akeno.
Pemain: Naruto.
"Kenapa harus blackjack?" Tanya Naruto saat tahu bahwa permainan yg akan ia mainkan adalah blackjack.
"Ara... ara... ini masih pemanasan. Jangan menggunakan kecurangan. Blackjack adalah permainan kartu yg memerlukan 100% keberuntungan untuk menang." Jawab Akeno dengan tersenyum sembari mengocok kartu yg ada di tangannya. Tapi apa kalian tau apa yg dia pikirkan? Kurang lebih seperti ini: 'Permainan keberuntungan? Itu bukan caraku bermain. Tidak mungkin aku dijuluki Queen of Cards jika hanya mengandalkan keberuntungan.'
Setelah menyelipkan trik kecil dalam mengocok kartu lalu Akeno membagikan 2 kartunya ke Naruto dan menempatkan 2 lagi dihadapannya dalam kondisi 1 telungkup dan 1 telentang.
Membuka kartunya dan Naruto hanya melihat angka kecil disana 'Trik murahan tidak akan sanggup menipuku dasar newbie.' Pikirnya yg sudah mengetahui trik yg dilakukan Akeno lalu membuat taruhan 1 koin miliknya."hit!" Ucapnya singkat meminta kartu lagi. "Stand!" Ucapnya setelah selesai menghitung kartu di tangannya.
"21!" Kata Akeno dengan senyumannya.
"18!" Kata Naruto singkat dengan wajah bosannya.
Putaran demi putaran telah mereka lewati dengan kemenangan Akeno,tapi kenapa koin Naruto masih ada? Itu karena dia hanya mempertaruhkan koin dalam jumlah yg kecil dan sekarang kita mencapai putaran final.
"Kelihatannya kita telah mengetahui siapa pemenangnya disini,ufufufu..." Kata Akeno mendeklarasikan kemenangannya. Mau bagaimana lagi? Siswa yg bermain sebagai pemain itu sekarang bisa dikatakan bangkrut dan dari pengamatannya siswa itu tidak berani mempertaruhkan koin yg banyak jadi jika dia mendeklarasikan kemenangan sekarang tidak ada yg menyalahkannya bukan?
"Blackjack adalah permainan yg unik dimana sang agen akan menarik kartu yg berjumlah kurang dari 17,itu berarti agen mempunyai persentase bangkrut yg tinggi. Tapi sayang sekali kau belum tahu apa-apa. Keberuntungan yg jelek bukan?" Jawab Naruto tenang menanggapi deklarasi kemenangan Akeno. Kali ini dia mempertaruhkan seluruh koinnya di putaran terakhir.
Setelah menerima 2 kartu terakhir Naruto hanya mengangkatnya tapi tidak melihat kartunya. "Stand!" Kata Naruto sambil menutup matanya dan mengalihkan perhatian dari meja tempat mereka bertanding.
'Dia menyerah? Dia bahkan tidak melihat kartunya,ufufufu... kelihatannya aku akan menang dengan mudah.' Pikir Akeno melihat perubahan sikap Naruto. "Kalau begitu apakah ini berakhir?" Kata Akeno sembari membuka kartu di depannya dan bisa kita lihat ada Jack Keriting dan 10 Wajik disana.
"Ini memang berakhir bodoh." Kata Naruto acuh tak acuh sembari melepaskan kartunya sehingga jatuh ke meja dengan posisi telentang dan menampilkan isinya yg berupa As Sekop dan King Sekop. "Dalam Blackjack,pemain akan mendapat 2,5x dari apa yg telah dipertaruhkan,aku menang." Kali ini giliran Naruto yg mendeklarasikan kemenangannya.
"Tidak mungkin." Anak dari Barakiel dan Himi Himejima (OC) itu tidak mempercayai hasil yg ada di depannya. Bagaimana mungkin? Bukannya dia adalah yg unggul dalam permainan ini? Bagaimana dia bisa kalah? Lalu trik itu,siapa yg bisa mencari jalan keluar untuk membalikkan keadaan seperti sekarang?
Dan penyebab dari semua itu sang Main Chara kita hanya memasang seringai layaknya seekor singa yg masuk ke dalam gudang ikan *?*
"Ba... Bagaimana mungkin?" Tanya Akeno yg masih belum 'ngeh' dengan apa yg dilihatnya sekarang.
"Hanya trik sederhana. Mengubah kartu menjadi angka lalu menghitungnya. Membuat kemungkinan yg akurat tentang apa yg akan dimainkan selanjutnya." Jawab Naruto yg kelewat jujur *?* hell yeah! Tidak ada orang yg membocorkan trik yg dipakainya pada musuhnya sendiri.
"Baiklah skor sekarang adalah 1-..." Belum sempat sang Kepala Sekolah menyelesaikan ucapannya dia telah diinterupsi oleh protes Akeno."Tunggu sebentar,Kepala Sekolah! Bukankah dia tadi menggunakan trik untuk mengalahkanku? Bukankah itu curang?"
"Ada apa denganmu Akeno-san,bukankah kecurangan itu mengacu pada hal-hal seperti mengocok kartu dan membagi kartu?" Jawab Naruto dengan tenang menanggapi protes dari Akeno.
"..." Mendengar tuduhan atau fakta itu Akeno hanya bisa membalasnya dengan memandang sinis siswa yg baru saja mengalahkannya dalam salah satu permainan kartu Blackjack.
"Baiklah,Himejima-san. Untuk ronde ke 2 apa yg akan kalian berdua mainkan?" Tanya Kepala Sekolah kepada Akeno mengingat dialah yg sedang diuji.
"Poker 1 tangan! Aku pastikan akan mengalahkanmu kali ini Namikaze." Kata Akeno kepada Naruto.
"Seorang fake GM sepertimu tidak akan bisa mengalahkan GM yg sebenarnya." Kata Naruto menambah panas suasana sekarang.
Ronde 2 (Poker 1 Tangan)
"Namikaze-san,kau bisa memainkannya bukan,poker 1 tangan?" Tanya Akeno seolah mencoba membuat lawannya marah sembari mengocok kartu dengan kedua tangannya.
"Tentu saja." Jawab Naruto tenang seolah provokasi yg dilakukan Akeno tidak berdampak apa-apa untuknya.
"Kalau begitu sebaiknya segera kita mulai" Kata Akeno sembari membagikan 5 kartu untuk dirinya dan 5 kartu untuk Naruto sementara kartu lain di telungkupkan di tengah-tengah mereka.
Tanpa membuang waktu Akeno langsung membuka kartunya,melihatnya lalu menaruhnya salah satu kartunya telungkup di meja lalu dia mengambil sebuah kartu dari tumpukan banyak kartu tadi.
"Haaah..." Suara Naruto yg menggambarkan keputus asaan setelah melihat semua kartunya. Jelek? Tentu saja dia bahkan tidak mendapat sebuah kartu yg bisa dibilang baik.
"Ara... ara... silahkan ganti deck mu bila yg ada padamu saat ini jelek Naruto san." Kata Akeno mempersilahkan Naruto mengganti deck kartu yg ada di tangannya. Bukankah itu beresiko? Tenang saja,dia sudah mensabotase tumpukan kartu disana denga triknya.
Setelah melihat Naruto selesai menggantu deck kartunya Akeno bertanya "Apakah bisa kita akhiri sekarang Naruto san?" "Terserahmu,aku siap kapan saja." Jawab Naruto datar.
"Sayang sekali aku punya FULL HOUSE." Kata Akeno seraya membuka kartunya lalu bisa kita lihat disana ada As Hati,As Keriting,As Wajik,King Keriting dan King Wajik.
"Maaf,ah! Itu mungkin kata yg tepat,maaf." Kata Naruto dengan tenang sembari meletakkan kartunya di atas meja dalam kondisi terbuka. Dan apa kalian tahu apa yg membuatnya meminta maaf?
(gak tahu ini jadinya karena apa)
(Queen,Jack,King)
(semua kartunya sekop)
Semua itu ada dalam 1 deck kartu miliknya. Membuat gambaran reaksi lawannya saja dia sudah tidak kuat. Makanya dia meminta maaf.
Sedangkan Akeno? Saat ini dia melotot tidak percaya melihat deck kartu lawannya. Kenapa? Bagaimana mungkin lawannya punya semua itu di dalam 1 deck? Dan bukannya dia sudah mensabotase tumpukan kartu tadi,jadi bagaimana lawannya bisa mendapatkan semua itu?
"Baiklah kurasa sudah cukup. Skor akhir 2-0 pemenangnya adalah Namikaze Naruto." Pengumuman singkat itu mengakhiri permainan kartu Naruto.
Mendengar pengumuman itu membuat mata Akeno panas tak kuasa membendung air mata yg mengalir di matanya. Sesakit inikah kekalahan pertama? Saat akan terisak sebuah tangan yg lebih besar dari tangannya ia rasakan mengusap air matanya.
"Itu adalah kekalahan pertamamu bukan? Setidaknya seorang gamer yg kuat harus menjalani kekalahan untuk bisa menjadi seorang master." Hibur Naruto yg kini berada di depan Akeno sembari tangannya mengusap air mata Akeno dengan lemah lembut dan penuh perasaan.
1... 2... 3... blush...
Saat menyadari bagaimana posisi mereka tak ayal wajah Akeno langsung memerah. Bagaimana tidak? Saat ini dia sedang menatap seorang Namikaze Naruto (tanpa kacamata) yg sedang tersenyum kearahnya sembari tangannya mengusap lembut air mata di pipinya belum lagi saat ini dia dilihat oleh Rias,Sona dan Kepala Sekolah. Bukannya itu wajar?
"Na.. Namikaze-kun!" Panggil Akeno.
"Hm? Ada apa? Himejima-san?" Jawab Naruto yg kini memanggil Akeno dengan nama belakangnya. Kalau ditanya mengapa jawabannya adalah karena tadi Akeno juga memanggilnya dengan nama belakang.
"Maukah kau menjadi rajaku,Maksudku! menjadi King of Cards?" Tawar Akeno dengan wajah yg masih memerah.
"Tentu saja." Jawab Naruto sambil tersenyum sekali lagi. Sungguh dia ingin tertawa melihat sikap yg bisa dibilang ANEH dari siswi di depannya.
"Selanjutnya apa yg akan kau mainkan Namikaze-san? Maksudku mana yg akan kau uji? Rias dengan Catur atau Sona dengan Perwujudan Shiritori?" Tanya Kepala Sekolah menawarkan pilihan untuk Naruto.
"Simpan yg terbaik untuk yg terakhir. Aku pilih Catur." Kata Naruto dengan senyumannya.
~.~.~.~
Chap 3 END!
Hohoho... wordnya melar sampe 4k. Kalo ada yg nanya:
·kenapa tanding basketnya di skip? Karena belum waktunya. Rencananya author bakal bikin yg lebih panjang saat inter high cup (final)
·apa hubungan minato sama asal mula Naruto vs Akeno vs Rias vs Sona? Minato a.k.a Kiiroi Senkou yg nyaranin Naruto buat jadi lawan mereka tapi alasan kedua bakal terjawab di chap 4.
·Perwujudan shiritori? bukannya nanti ada sihir? Untuk pertanyaan ini Author punya cara buat ngakalin tuh supaya biar settingnya tetep di dunia tanpa fraksi akherat atau ninja alias bisa dibilang NORMAL (ini bisa berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya)
Dan Author punya pertanyaan nih. Gimana enaknya soal penulisan percakapan di fic ini soalnya fic ini bakal banyak bacotnya kaya di anime Monogatari series. Apa tiap orang ngomong harus di ENTER? Atau 1 baris dibiarin nampung beberapa dialog asalkan pas? Atau gimana gitu,soalnya disitu kadang saya merasa sedih. Buat yg mau mereview "MIRIP NGNL!" Ane saranin baca tuh genrenya.
Nano,Log Out.
Chap 4: My First Rule: I'm Never Lose.
