Chapter 4

Nano, Log In

"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!/Love Me, Seriously!"

Warning:

Mungkin akan sangat OOC, EYD salah kaprah dan banyak typo dan cepat atau lambat bakal ada SongFic.

Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Highschool DxD: Ichie Ishibumi

Love Live School Idol Project: [gak tahu siapa disclaimernya]

~.~.~.~

Chapter 4: My First Rule: I'm Never Lose.

Opening Song: IA - Children Record

"Jadi kau memilih bermain catur dulu dengan Rias, Namikaze-san?" Tanya Kepala Sekolah.

"Tentu saja! Yg terbaik adalah yg terakhir." Jawab Naruto.

"Catur seperti apa yg akan kau mainkan Rias?" Tanya Kepala Sekolah yg kini memanggil Rias dengan nama kecilnya. Masalah? Tentu saja tidak, jangan lupa bahwa saat ini jam sekolah sudah berakhir.

"Apa maksudmu Otou-sama? Catur ya catur. Mau bagaimanapun tetap catur bukan?" Kata Rias yg tidak tahu menahu jalan pikiran ayahnya. Catur yg seperti apa? Bukannya semua catur itu sama?

"Intinya kau ingin main catur yg biasa bukan?" Simpul Naruto.

"Tentu saja." Balas Rias dengan cepat.

"Bisakah kami memulainya Kepala Sekolah?" Tanya Naruto meminta izin untuk memulai pertandingan ini dan hanya dibalas dengan anggukan oleh yg bersangkutan.

Ronde 1 (Catur biasa)

"Aku akan memakai bidak putih dan jalan terlebih dulu. Kuharap kau tidak keberatan Namikaze-san?" Tanya Rias kepada Naruto.

"Tidak, lakukan apa yg kau inginkan." Balas Naruto tak mau tahu.

"Kalau bagitu, aku akan mulai." Kata Rias sambil tangannya mencengkram bidak Pion lalu memindahkannya dari titik E2 menjadi E4.

"Pion, sebuah bidak yg wajib digerakkan lebih dulu, itu hal paling mendasar dalam catur." Komentar Naruto lalu menggerakkan Pionnya dari E7 ke E5.

"Heeh... kata Okaa-sama Pion harus digerakkan lebih dulu daripada yg lain, apa itu salah Namikaze-san?" Tanya Rias sembari tangannya memindahkan Bishopnya dari F1 ke C4.

"Tidak ada yg salah Gremony-san." Jawab Naruto tenang. Kali ini dia menggerakkan Knightnya dari G8 ke H6.

"Bolehkah aku mengalahkanmu di Ronde 1 ini, Namikaze-san?" Sebuah pertanyaan yg bisa dibilang bodoh diucapkan Rias. Kali ini dia menggerakkan Pion lagi tapi dari titik D2 menuju D3.

"Terserah, lagipula masih tersisa 2 ronde lagi." Kata Naruto sembari menggerakkan sebuah Knight lagi. Kali ini dari titik B8 menuju A6.

"Kalau begitu jangan berbasa-basi lagi." Kata Rias lalu jari lentiknya menggenggam bidak Queen dari titik D1 dan dipindahkannya ke F3.

Mengetahui trik macam apa yg dilakukan lawannya Naruto hanya bisa menghela nafas, sebenarnya dia bisa saja menggagalkannya tapi... entah kenapa dia sekarang merasa sedikit malas setelah bermain kartu dengan Akeno. Langkahnya kali ini adalah Pion dari titik C7 ke C5.

Merasa bahwa orang di depannya ini adalah orang bodoh *?* Rias hanya bisa tersenyum geli. Bagaimana tidak? Bukankah cara yg ia gunakan kali ini sudah sangat populer, tapi mengapa Namikaze di depannya ini tidak tahu? Entahlah dia terlalu malas untuk memikirkannya. Lalu dia menggerakkan Bishopnya dari C1 ke H6 sekaligus memakan satu Knight lawan.

Mengetahui Knightnya dimakan Naruto ganti memakan Bishop yg memakan Knightnya tadi menggunakan Pion. Dan seperti dugaannya dia akan kalah di Ronde 1 dengan 1 langkah kecil dari sang Rias.

"Sepertinya aku menang di Ronde pertama Namikaze-san." Kata Rias sambil memindahkan bidak Queen yg semula F3 menjadi F7 memakan Pion musuh sekaligus CHECKMATE.

"Pemenangnya adalah Rias di Ronde pertama. Sekarang Ronde ke 2, Rias catur yg seperti apa?" Pengumuman singkat itu diakhiri Kepala Sekolah dengan pertanyaan kepada Rias.

"Kali ini aku biarkan kau yg memilih Namikaze-kun." Kata Rias mempersilahkan Naruto untuk memilih Catur seperti apa yg akan mereka mainkan.

"Aku sudah diberi hak pilih tanpa meminta, itu artinya hak yg aku miliki adalah mutlak dan orang tidak bisa membantahnya. Untuk Ronde ke 2... ayo kita bermain Catur tanpa melihat Bidak dan Papan catur. Mata kita akan ditutup dan aku bidak putih kali ini." Kata Naruto memilih permainannya. Lagipula, siapa yg menyuruhnya untuk memilih? Kalau lawannya kesulitan itu salah lawannya karena telah memberikannya hak untuk memilih.

"Apa kau bisa memainkannya Gremony-san?" Tanya Naruto kepada Rias yg kini menatap tidak percaya dengan apa yg diinginkan lawannya. Bermain catur tanpa melihat? Itu mustahil. Tapi egonya terlalu tinggi untuk mengatakan TIDAK BISA jadi dia mengatakan TIDAK MASALAH. Dan Ronde kedua pun dimulai.

Ronde 2 (Catur tanpa melihat bidak dan papan)

"Kalau begitu aku akan mulai. E2 ke E4." Kata Naruto memulai pertandingan.

"Kelihatannya kau mau meniru strategiku yg pertama. E7 ke E5." Komentar Rias yg masih ingat langkah pertama dalam strategi yg dia pakai di ronde 1.

"F1 ke C4." Kata Naruto.

"C7 ke C6." Kata Rias.

"DI ke H5." Kata Naruto.

"B7 ke B5." Kata Rias.

"H5 ke F7. Checkmate!" Kata Naruto sembari mengumumkan kemenangannya.

"Haaah...? Checkmate? Itu bohong kan?" Tanya Rias tidak percaya.

"Kau belum sadar? Kalau begitu ayo kita buka penutup mata ini dan lihat hasilnya." Kata Naruto menyuruh Rias membuka penutup mata yg mereka pakai saat bertanding.

1... 2 ... 3...

"Tidak mungkin." Kata Rias tidak percaya saat melihat apa yg ada di depannya. Kenapa dia merasa seperti itu? Jawabannya mudah. Posisi CHECKMATE yg dia alami saat ini SAMA PERSIS dengan apa yg dia lakukan pada Naruto, meskipun sedikit berbeda karena Naruto hanya memakan sebuah Pion miliknya untuk bisa mengalahkannya sedangkan dia memakan Pion dan Knight untuk mengalahkan Naruto.

"Apa kau percaya sekarang?" Tanya Naruto sambil menikmati wajah tak percaya Rias sambil tersenyum geli.

"Meski kau mengalahkanku Namikaze-san. Masih ada 1 Ronde lagi dan catur yg akan kita mainkan kali ini adalah... Catur Fantasy." Pengakuan kekalahan dari Rias itu mengakhiri Ronde ke 2 sekaligus mengawali Ronde ke 3 bagi mereka.

"Catur Fantasy?" Tanya Naruto dengan kening yg mengkerut.

"Catur Fantasy adalah sebuah catur dimana kita akan menjadi raja bagi masing-masing warna. Seperti saat catur tanpa melihat bidak dan papan tadi, kita tidak perlu menjalankan bidak kita. Kita hanya akan mengucapkan ke titik berapa mereka pergi." Jelas Rias panjang lebar.

"Apakah ada peraturan seperti... jika dalam waktu 8 detik kau tidak bisa melakukan gerakan maka kau akan otomatis kalah?" Tanya Naruto penasaran.

"Tentu saja Namikaze-san. Tapi waktunya adalah 10 detik. Apa kau membawa Neuro Linker?" Jawab Rias dan balik bertanya kepada Naruto.

"Peraturan no 10 dalam buku petunjuk siswa baru: Setiap siswa akademi kuoh diwajibkan membawa Neuro Linker untuk membantu proses belajar dalam beberapa pelajaran tertentu. Tentu saja aku membawanya." Jawab Naruto sambil tangan kanannya mengeluarkan sesuatu seperti kacamata hitam dari saku bajunya.

Seperti apa Neuro Linker itu? Benda ajaib itu hanyalah berwujud seperti kacamata dengan warna hitam dan lensa hitam. Apa kegunaan benda itu? Singkat kata fungsinya adalah sama seperti pendahulunya yaitu Amusphere dimana benda itu juga membuat penggunanya seperti mempunyai tubuh ke 2, keunggulan Neuro Linker dibanding Amusphere adalah Neuro Linker mampu bekerja secara offline meski dengan jarak yg terbatas. Berbeda dengan pendahulunya yg 100% Online.

"Server apa yg akan digunakan?" Tanya Naruto yg kini telah memakai Neuro Linkernya.

Server, dalam hal ini server berfungsi seperti ARENA untuk bertanding. Setiap sekolah dan Negara mempunyai server untuk berbagai bidang. Misalnya:

·Di jepang ada server untuk para gamer bermain VRMMORPG (Log Horizon, Sword Art Online, Alfheim Online, Underworld Online dan Gun Gale Online).

·Server Koufuku Graffiti, sebuah server khusus untuk para remaja wanita maupun ibu rumah tangga untuk belajar resep baru maupun belajar memasak.

·Di Kuoh Gakuen terdapat server untuk para Klub Memasak sebagai percobaan bagi mereka yg benar-benar pemula sebelum memasak di dunia nyata.

Singkat kata SERVER bukanlah pusat dari jaringan seperti jaman dahulu tapi menjadi ARENA bagi mereka yg ingin melakukan Pertemuan Bisnis, Bermain Game VRMMORPG maupun belajar memasak bagi pemula dengan aman.

"Dishboard." Kata Rias singkat menjawab pertanyaan Naruto.

"Dishboard? Dunia Fantasy yg sama sekali tidak masuk akal. Bukannya disana ada beberapa ras yg harus kita pilih sebagai ras kita?" Tanya Naruto yg merasa bingung kenapa mereka harus masuk server ini.

Bukannya masih ada server lain yg lebih masuk akal daripada server ini? Entahlah, Naruto memang tidak tahu menahu tentang jalan pikiran wanita meski dirinya sendiri mampu melakukan Cold Reading.

"Benar, kita hanya perlu memilih ras, pilih saja sesukamu Namikaze-san." Jawab Rias sembari tersenyum geli kepada Naruto yg kini terlihat memikirkan berbagai alasan mengapa mereka harus memilih server DISHBOARD.

"Lalu, bagaimana dengan yg lainnya?" Tanya Naruto sebelum mengaktifkan Neuro Linkernya.

"Yg lainnya bisa melihat sebagai penonton, aku yakin mereka juga membawa Neuro Linker seperti kita." Jawab Rias dengan tenang.

"Kalau tidak ada pertanyaan lagi mari kita mulai Ronde ke 3 Namikaze-san." Tambah Rias sebelum akhirnya menyalakan Neuro Linkernya dan langsung masuk server Dishboard untuk memilih ras.

"Terburu-buru itu tidak baik." Komentar Naruto melihat Rias telah masuk ke dalam server terlebih dulu lalu menyusulnya.

ID: Izayoi

Real Name: ******* Naruto

Password: kanekinanomenmanarutoyasha (biar greget)

Setelah mengisi berbagai macam isian diatas Naruto lalu mengatakan "Log in!" Dengan suara kecil.

Dan sekarang bisa kita lihat ada 2 pilihan server di menunya. Jepang dan Kuoh Gakuen. Biar cepet paham ane gambarin kek gini deh cara Naruto masuk server Dishboard.

Kuoh Gakuen - Dishboard.

"Hohoho... ras apa yg aku pilih sekarang? Flugel? Itu terlalu girly, Elf? Sihir itu sangat tidak masuk akal, Warbeast? Aku nanti terlihat imut, Old Deus? Mereka terlalu kuno, Imanity? Ini baru normal." Setelah berbicara pada diri sendiri akhirnya Naruto memilih rasnya.

Imanity, sebuah ras yg tidak lebih adalah seorang manusia. Tidak mempunyai kelebihan seperti Flugel, Elf, Warbeast maupun Old Deus.

Dishboard (Chess Arena)

Kini terlihat Naruto sedang berada di tengah-tengah patung yg berbentuk seperti bidak-bidak catur, atau memang itu adalah bidaknya.

"Tidak terlalu buruk juga imanity." Komentar Naruto setelah melihat penampilannya sendiri.

"Apa sudah selesai Namikaze-san? Bisa kita mulai sekarang?" Tanya Rias yg kini tak terlihat berbeda jauh dari dirinya di dunia nyata. Rambut panjang warna merah, CHECK! Dua payudara besar, CHECK! Kulit putih mulus tanpa noda, CHECK! Body sensual, CHECK! Tidak ada yg berubah selain telinganya yg terlihat memanjang seperti kebanyakan elf dan pupil matanya yg berubah menjadi lebih indah.

"Dimana kepala sekolah dan yg lainnya?" Tanya Naruto.

"Mereka ada di belakangmu Namikaze-san." Jawab Rias.

Saat Naruto melihat ke belakang yg dia lihat ternyata lebih hebat dari perkiraannya. Seekor Warbeast rubah, Old Deus dan Flugel kini ada di belakangnya. Setelah melihat itu Naruto berinisiatif memulai sebuah permainan kecil untuk dirinya sendiri.

'Warbeast rubah itu adalah akeno. Aku mengenalinya dari cara dia berdiri dan ekspresinya. Old Deus itu adalah kepala sekolah, dia yg paling memungkinkan. Flugel itu adalah sona, apa mungkin dia tidak tertarik dengan warna rambut baru? Dia tidak merubah warna rambutnya meski ini di server.' Setelah melakukan analisa kecil di pikirannya Naruto hanya bisa tersenyum mengingat kebodohannya sendiri.

"Kau bisa memulainya Gremony-san." Kata Naruto mempersilahkan Rias memulai pertandingan mereka.

"Aku harap kau menikmatinya Namikaze-san. Kecurangan tidak diperbolehkan di server ini." Kata Rias sembari tersenyum.

Ronde 3 (Catur Fantasy)

"Pion ke D4, maju!" Perintah Rias kepada Pionnya untuk maju ke titik D4.

'Maju? Dia bilang bahwa kita adalah raja disini. Kalau dia memerintahkan rakyat secara paksa maka rakyat tidak bisa melawan kecuali ada sebuah provokasi. Kalau dia raja harusnya dia tidak memaksa dengan kata maju, itu artinya ini bukan catur. Ini adalah permainan strategi.' Analisa panjang dan lengkap itu hanya dipikirkan Naruto dalam waktu kurang dari sepuluh detik setelah langkah pertama dari Rias.

"Pion ke E5." Kata Naruto tapi sang Pion tidak mau menuruti perintah Naruto dan hanya diam di tempatnya membuat Naruto semakin yakin bahwa analisanya benar tapi bukannya mencoba sekali lagi bukan kesalahan kan?. "Pion ke C5." Dan kali ini pun dia sudah yakin 100% bahwa ini bukan catur. Waktu terus berjalan dan sekarang tinggal 3 detik sebelum waktu Naruto habis dan dia harus melakukan sesuatu sebelum dia kalah atau dia akan melakukan sesuatu setelah kalah?

3...

2...

1...

"PERHATIAN! SELURUH PASUKAN!" Sebuah teriakan yg amat kencang membuat waktu seolah berhenti. Secara spontan yg merasa dipanggil dalam teriakan itu langsung mengarahkan direksinya kepada Naruto yg baru saja berteriak.

"Wahai para prajuritku yg gagah berani! Bagi mereka yg ikut mengambil bagian dalam memenangkan perang ini, aku akan memberinya masing-masing 2 wanita cantik sebagai istrinya! Bukan hanya itu, kalian semua yg ikut memenangkan perang ini akan dibebaskan dari pajak dan akan menerima gaji yg berlipat ganda!" Kata Naruto berusaha membangkitkan mental para bidaknya.

"Aku ini raja, aku bisa saja mewujudkan perkataanku andai saja aku tidak terbunuh dalam perang ini. Sedangkan dalam peperangan harus ada pihak yg kalah. Jika kita kalah maka kalian tidak akan mendapatkan apa-apa. Sebaliknya jika kita menang kalian akan mendapatkan apa yg aku janjikan kepada kalian. Jadi, SEGERA ANGKAT SENJATA KALIAN DAN HANCURKAN PASUKAN MUSUSH." Tambahnya dengan suara yg sangat keras.

"Uwooooh!" Semua bidak catur Naruto tiba-tiba menjadi hidup dan bergerak liar. Pertama Pion, Bishop, Knight dan Rook. Mereka langsung saja menghancurkan bidak-bidak milik Rias.

"Tu..tunggu sebentar Naruto-kun! Bukankah ini giliranku? Kenapa semua pasukanmu maju disaat yg bersamaan?" Tanya Rias panik karena satu persatu bidaknya mulai dihancurkan sampai-sampai dia tanpa sadar telah memanggil Naruto dengan nama depannya.

"Secara teknis jika ini adalah catur maka iya, tapi ini bukanlah catur. Tidak ada orang bodoh yg menunggu gilirannya dalam perang, Rias-chan!" Jawab Naruto dengan seringainya.

Di Tempat Penonton

"Apa-apaan itu tadi, Rias-chan? Bahkan dia tadi hanya memanggilku dengan suffix san bukan chan." Kata seseorang yg mempunyai telinga rubah dan ekor rubah di karakternya dan berpakaian seperti pendeta perempuan (Versi miko rubah dari chara Shinonono Houki di anime Infinite Stratos 2). Dia adalah karakter milik Akeno yg bernama Houki.

"Tidak kusangka mereka bisa dekat hanya dengan bermain game." Komentar seseorang yg mempunyai tampilan chara seperti wajah KING dalam deck kartu. Dia adalah kepala sekolah/ayah Rias.

"Ini bukan catur, tapi permainan strategi. Rias sudah bisa dipastikan kalah karena lawannya sudah tahu penyebab mereka tidak bisa memerintahkan bidaknya untuk berjalan." Komentar seorang perempuan berambut hitam panjang dan tinggi, mempunyai kulit putih dan mata violet. (Chara milik sona adalah Matsunaga Tsubame dari anime Majikoi) character itu bernama Tsubame dan bisa dipastikan bahwa itu adalah karakter milik sona.

Kembali ke Arena

"Semua bidak yg tersisa formasi berlian! Lindungi Raja!" Perintah Rias kepada bidaknya yg tersisa.

"Tidak ada seorang raja yg rela menyuruh rakyatnya mengorbankan nyawa untuknya! Hancurkan mereka!" Kata Naruto memprovokasi bidaknya.

'Ini gawat! Bagaimana dia tahu kalau catur fantasy ini bukanlah catur? Apa mungkin dia tahu hanya dengan perintahku saat aku jalan pertama? Tidak mungkin!' Pikir Rias mengenai orang yg kini menjadi lawannya. Biasanya saat dia bermain catur fantasy orang yg menjadi lawannya sama sekali tidak tahu bahwa ini bukan catur tapi permainan strategi, yg mereka tahu hanyalah menganggap Rias curang karena mereka tidak bisa menggerakkan bidaknya sedangkan Rias bisa leluasa memerintahkan bidak yg dimilikinya.

Kraak! Rook Rias hampir hancur setelah dihajar oleh Pion Naruto.

Braak! Kali ini Bishop Rias yg benar-benar hancur setelah ditendang oleh Knight Naruto.

'Tidak kusangka aku akan melakukan cara ini, tapi jika tidak melakukannya aku akan kalah.' Pikir Rias apakah dia akan menggunakan celah di dalam peraturan untuk menang atau tidak.

Tiba-tiba keanehan terjadi. Semua bidak Naruto yg menyentuh bidak Rias telah berganti warna menjadi putih, bahkan dia tidak mempunyai bidak lagi kecuali sang Queen yg masih setia di sampingnya.

"Sihir? Bukannya peraturannya bilang... tunggu! Peraturan? Peraturannya hanyalah yg tidak bisa menjalankan bidak dalam 10 detik adalah yg kalah, jadi intinya ini bukan kecurangan. Cukup pintar dan menarik." Analisa dan sedikit komentar Naruto terhadap strategi Rias.

"Sekarang, bagaimana caramu untuk mengalahkanku Namikaze-kun?" Kata Rias kepada Naruto yg hanya memiliki sebuah Queen tanpa bidak lain.

Meanwhile Naruto...

"Wahai ratuku... ijinkanlah aku memegang pedangmu. Biarlah aku berperang seorang diri membela kerajaan kita. Jika aku mati dan mereka semua telah terbebas dari sihir musuh kita, pimpinlah kerajaan ini dengan seadil-adilnya. Serahkan semua disini padaku." Kata Naruto dengan nada puitis ditambah posenya yg kini berlutut di hadapan sang Queen. NPC? Siapa yg peduli. Siapapun akan sedih jika ditinggalkan oleh Raja mereka bukan?

Dengan wajah sedih dan air mata yg menggenangi mata, sang Queen kini menyerahkan pedangnya kepada sang Raja. Mau bagaimana lagi? Dia hanya mematuhi perintah Rajanya dan mungkin ini adalah perintah terakhir dari sang Raja, jadi dia tidak ingin menolak perintah ini.

"Lawan kalian semua adalah aku!" Kata Naruto lantang kepada Rias yg kini telah mempunyai bidak miliknya. "Jangan sombong meski kalian menang jumlah!" Tambahnya sembari menerjang maju dengan pedang milik Queennya.

"Pion dan Rook, Hentikan dia! Jangan biarkan dia lewat!" Perintah Rias kepada bidaknya dan seketika itu pula mereka maju menghadang Naruto.

Pion 1 yg mencoba menusuk Naruto dengan tombaknya hanya bisa terdiam setelah melihat Naruto menghindari serangannya dengan melompat kearah yg berlawanan dari serangannya lalu menebaskan pedangnya ke kepala sang Pion. #RIP Pion1

Pion 2 dan 3 yg melihat temannya telah mati langsung saja mencoba untuk menusuk Naruto. Tapi sayang Naruto menundukkan badannya lalu menebas kedua kaki mereka hingga hancur. #RIP Pion 2&3

"Siapa selanjutnya?" Tanya Naruto yg kini menampakkan senyuman psikopat.

Pion 4, 5, 6 Rest in Peace.

Rook 1-4 Rest in Peace.

Knight 1-4 Rest in Peace.

Bishop 1, 3, 4 Rest in Peace.

Kini Rias hanya mempunyai 6 bidak termasuk dirinya sebagai Raja. 'Bagaimana bisa? Dia hanya sendiri tapi kenapa malah bidakku yg kalah? Ini sangat aneh. Apakah dia curang? Tidak mungkin mengingat ketatnya proteksi yg diberikan Kuoh Gakuen kepada semua servernya.'

"Keempat Pion terakhir! Kepung raja itu dan hancurkan dia!" Perintah Rias keepada 4 Pion terakhirnya.

"Mengepungku? Apa itu berguna? Ini adalah kenyataan. Aku adalah Raja disini, perintahku adalah mutlak. Sadarilah posisimu." Setelah mengucapkan itu Naruto langsung menghancurkan tombak salah satu pion yg mengepungnya dengan satu tebasan sebelum akhirnya berlari melewati Pion itu, tapi saat dia hampir sejajar dengan Pion tak bertombak itu. Dia sempat memindahkan pedang dari tangan kanan ke tangan kirinya untuk memenggal kepala sang Pion. Pion lain yg ingin membunuh Naruto tanpa pikir panjang langsung menerjanganya.

Menunduk lalu menebas kaki musuh. Menghindari hunusan tombak lalu memotong tangan sang Pion dan terakhir adalah menghindari lemparan tombak dari Pion terakhir yg hampir saja mengenainya lalu menikam jantung Pion tersebut hingga dadanya yg terbuat dari batu itu berlubang. [Rest In Peace]

Queen dari Rias yg melihat tinggal dirinya yg masih bisa melindungi Raja langsung saja melesat kearah Naruto.

Traaaank! Traaank! Suara benturan logam *?* saling beradu menunjukkan kepada semua yg ada disana siapa yg lebih kuat diantara mereka. Sebuah hentakan dari Queen Rias berhasil memaksa Naruto mundur beberapa langkah.

"Ternyata dia cukup kuat." Komentar Naruto setelah merasakan hentakan kuat dari Queen Rias. "Tapi masih terlalu lemah!" Tambahnya sembari menerjang Queen Rias dan kali ini sang Queen lah yg terpaksa mundur karena menerima hentakan kuat dari Naruto.

"Masih belum berakhir!" Setelah mengatakan itu Naruto langsung mencoba beberapa kali menebas Queen yg menghindar dengan lihai darinya. 'Responnya sangat cepat, aku tidak akan bisa mengenainya.' Pikir Naruto menyimpulkan kekuatan sang Queen.

"Kalau tidak bisa ditebas maka..." Menggantungkan kalimatnya Naruto melakukan posisi melempar lalu dengan kecepatan yg gila dia melempar pedang di tangannya kearah Queen dari Rias yg mati langkah karena tidak mengira lawan yg selama ini bertarung jarak dekat kini melakukan hal yg gila dengan melemparkan senjatanya.

Pedang yg dilempar Naruto kini menancap dengan INDAHNYA di dada kiri sang Queen lebih tepatnya posisi jantung jika diibaratkan sama dengan manusia.

Melihat satu-satunya bidak lawan yg tersisa telah kalah Naruto langsung melesat menuju kearah Rias lalu... Menabraknya *?* Hingga posisi mereka kini Naruto diatas sedangkan Rias di bawah.

"Bagaimana? Apa aku menang?" Tanya Naruto tak kalah HOTnya menyaingi posisi mereka.

"A.. aku... kalah.." Jawab Rias dengan mata yg masih melotot tak percaya dengan pemuda di depannya. Dia sudah lupa posisi mereka, baru kali ini dia merasakan perasaan ini. Perasaan hancur dan putus asa yg melingkupi hatinya kini semakin besar tiap detiknya saat dia mengingat kembali kekalahan pertamanya.

"Heh!" Setelah beberapa saat Rias baru sadar bahwa dia tadi ditabrak oleh pemuda ini yg artinya saat ini dia sedang berada di posisi ditindih Naruto. "Menjauh dariku dasar mesum!" Tambahnya sembari tangannya mendorong dada Naruto ke belakang.

"Heeeh... kau manis sekali saat malu Rias-chan. tsundere kah?" Tanya Naruto

"Urusai! Naruto-kun." Kata Rias dengan nada cuek sambil membuang wajahnya kearah lain meski begitu wajahnya masih berwarna merah setelah tahu posisi mereka tadi.

"Hoy! Hoy! Kalian baru saja kenal dan bermain catur 3 ronde. Apa kalian sudah ingin jadian?" Goda Kepala Sekolah yg kini telah memasuki arena pertandingan bersama Akeno dan Sona. "2-1 pemenangnya adalah Natuto." Tambahnya.

"Baiklah, sekarang bisakah kita langsung ke pertandingan selanjutnya? Sona Sitri." Kata Naruto dengan nada menantang.

"Tentu saja. Akan kupastikan kau akan menemui kekalahan kali ini, Naruto Namikaze." Jawab Sona dengan nada yg tak terlalu beda dengan Naruto.

"Baiklah... kita bisa langsung ke pertandingan ketiga yaitu *Perwujudan Shiritori* mengingat bahwa kita sudah berada di servernya." Kata Kepala Sekolah menginterupsi percakapan Naruto dan Sona. "Kalian sudah tahu peraturannya bukan?" Tanyanya sebelum memulai pertandingan.

"Tentu Saja!" Jawab mereka berdua dengan semangat.

PERWUJUDAN SHIRITORI (Naruto vs Sona)

Peraturan:

·Tidak bisa menjawab dalam waktu 20 detik = kalah.

·Menyebutkan kata yg sudah disebutkan sebelumnya otomatis kalah.

·Jika kata yg disebutkan ada disini maka akan menghilang, sebaliknya jika kata yg disebutkan tidak ada disini maka akan muncul.

·Jika menyebutkan hal yg fiksi maka akan otomatis kalah.

·Batas waktu bermain tidak ditentukan.

"Kau sudah siap?" Tanya Sona pada Naruto. Posisi mereka saat ini adalah duduk saling berhadapan dan hanya dibatasi oleh sebuah meja yg diatasnya terdapat sebuah bola berwarna biru.

"Tentu saja." Balas Naruto singkat.

"Kalau begitu, kau duluan." kata Sona mempersilahkan Naruto untuk memulai permainan ini dengan giliran pertamanya.

"Kata pertama adalah... Bom Hidrogen." Kata Naruto memulai permainan ini dengan tenang meski yg dia datangkan kesini adalah sebuah bom.

Melihat sebuah bom besar yg ada diatas dirinya dan Naruto tak membuat nyali Sona menciut. Dia hanya menatap bom itu dengan ekspresi datarnya untuk menunggu waktu yg tepat.

3... 2... 1... boooom!

Sepersekian mili detik setelah bom itu meledak Sona mengatakan kata pertamanya. "Ledakan." Lalu tiba-tiba ledakan yg dihasilkan bom itu menghilang dari tempatnya.

"Apa kau berniat mengalah, Namikaze-kun?" Tanya Sona kepada Naruto yg masih memasang ekspresi tenangnya.

"Are... aku tidak akan mengalah sedikitpun kali ini. Aku mengatakan kata itu karena aku tahu kau akan menghilangkannya." Kata Naruto dengan nada yg bisa dibilang serius meski meski kenyataannya dia tersenyum kecil kearah Sona.

"Seharusnya aku tidak melakukannya, para flugel mempunyai ketahanan fisik yg kuat karena memiliki Sirkuit Roh dan itu juga yg membuat kami bisa terbang. Tapi karena aku sedikit bosan aku ingin bermain denganmu." Kata Sona sembari megembangkan sayapnya.

"Kalau begitu... Sirkuit Roh." Kata Naruto melanjutkan gilirannya dengan kata baru yg dipelajarinya.

"Membatasi kemampuanku dengan menghilangkan Sirkuit Roh ku? Tidak masalah bagiku." Komentar Sona mengenai kata kedua Naruto.

"Hiu Purba." Seketika itu juga disamping meja di depannya muncul seekor ikan hiu yg berukuran sangat besar dan jangan lupakan bahwa dia masih hidup.

"Buaya Laut." dan setelah Naruto mengucapkan kata itu di belakang hiu purba muncul sebuah buaya yg tidak diketahui asalnya dan berukuran sangat besar bahkan menyamai sang hiu lalu buaya itu kontan saja menggigit sang hiu lalu membawanya pergi.

"Suasana disini sangat aneh, bagaimana kalau kita berpindah tempat? Pantai." Setelah mengucapkan itu suasana di sekitar mereka berubah total. Yg semula gelap menjadi terang.

"Kalau kita ke pantai rasanya kurang kalau tidak ada... Bikini." Kata Naruto sembari mengarahkan telapak tangannya kearah sona. Lalu dalam hitungan kurang dari 2 detik baju berwarna putih yg semula dipakai Sona kini telah hilang dan digantikan oleh bikini berwarna hitam.

"A-apa yg kau lakukan Naruto-kun!" Kata Sona sembari kedua tangannya menyilang menutupi dadanya yg cukup berisi (inget kan karakter sona di dunia ini Tsubame Matsunaga).

"Habisnya kau membawa kita ke pantai dan rasanya kurang kalau ke pantai tapi tidak melihat perempuan memakai bikini." Kata Naruto dengan seringai mesum yg diwarisinya dari sang ayah.

Area Penonton

"A... apa-apaan itu tadi? Menghilangkan pakaian karakter lain. Bukannya itu pelecehen Otou-sama?" Tanya Rias yg kini wajahnya telah memerah melihat kelakuan kedua orang yg sedang adu kecerdasan itu.

"Secara teknis iya. Tapi ini adalah Perwujudan Shiritori, peraturannya bilang *apa yg ada akan menghilang dan apa yg tidak ada akan muncul*. Jadi itu bukan pelecehan Rias." Jawab Kepala Sekolah dengan tenang sembari mengelus janggutnya.

"Ara... ara... sepertinya Naruto-kun itu mesum ya. Kira-kira apa dia mau melihatku memakai bikini juga? Kalau mau mungkin aku bisa menggunakan G-String." Kata Akeno dengan tersenyum yg er... bisa kita kategorikan mesum?

"A-Akeno kau? Dasar tidak tahu malu!" Ejek Rias kepada Akeno yg terang-terangan mengatakan niatnya di depannya dan kepala sekolah.

"Biar saja, daripada kau Tsundere-chan." Ejek balik Akeno pada Rias.

"A-apa maksudmu tsundere, aku ini bukan tsundere."

"Tentu saja. Mana ada tsundere yg mengakui dirinnya tsundere."

Melihat pertengkaran remaja puber yg ada di dekatnya membuat Kepala Sekolah hanya bisa geleng-geleng kepala. 'Dasar, anak jaman sekarang.'

Back to Arena (server: still dishboard)

"Selimut!" Kata Sona mendatangkan sebuah selimut untuk menutupi tubuhnya.

"Padahal itu tadi cukup seksi loh... aku sedikit kecewa karena hanya bisa melihatnya sebentar." Kata Naruto dengan nada kecewa. "Mars." Tambahnya.

'Kenapa dia menghilangkan planet?' "Europa." Kata Sona singkat menghilangkan sebuah satelit planet Jupiter.

Time Skip! (Setelah Naruto dan Sona menggunakan 362 kata)

"Apa kau tidak kelelahan Namikaze-kun? Lampu." Langsung saja muncul lampu tak jauh dari mereka berdua.

"Tidak, ini masih terlalu awal untuk kelelahan. Lempeng Tektonik." Dengan kata itu Naruto menghapus lempeng tektonik dari dalam bumi.

"Benarkah? Padahal aku mulai bosan saat ini. Serangga." Kali ini Sona menghapus semua serangga.

"Tunggulah sebentar lagi, aku akan mengalahkanmu. Mantel." Dan kedua kalinya Naruto menghapus sesuatu yg ada di dalam bumi, kali ini dia menghapus mantel.

"Jangan sombong Namikaze-kun. Meskipun kau bisa bertahan sampai saat ini bukan berarti kau bisa mengalahkanku, aku bahkan bisa mengakhiri permainan ini jika aku mau. Piramida." Seperti kata yg sebelum-sebelumnya piramida itu muncul tak jauh dari Sona.

"Kaulah yg meremehkanku. Biar kuberitahu satu hal, bukan kau yg mengakhiri permainan ini tapi aku. Alat Tulis." Setelah mengucapkan itu di depan Naruto muncul bolpoin dan kertas dan langsug saja Naruto memakainya untuk menulis sebuah kata.

"Percaya diri sekali kau Namikaze-kun. Kuharap nanti kau tidak menangis saat kalah. Raflesia Arnoldi." Kali ini Sona mendatangkan sesuatu yg bisa dibilang... aneh *?* soalnya yg dia datangkan kali ini adalah bunga yg berbau busuk.

"Sitri-san, bolehkah aku mengajarimu satu hal? Houki." Lalu secara tidak terduga muncullah seekor warbeast dengan pakaian khas seorang miko berwarna putih dan memiliki telinga juga ekor seperti rubah dari ketidak adaan di samping Naruto.

"Ara... ara... apa kau kangen denganku Naruto-kun?" Akeno yg baru saja tersadar dari Keterkejutannya langsung saja menanyakan hal yg aneh itu pada Naruto.

"Tidak, tapi aku perlu bantuanmu Himejima-san." Balas Naruto tak terpengaruh pertanyaan aneh Akeno.

"Lama tidak bertemu, Akeno. Lonceng." Sapa Sona pada Akeno lalu melanjutkan gilirannya.

"Kita pergi dari sini!" Sesaat setelah Sona menggunakan gilirannya tiba-tiba Naruto yg dari tadi duduk diam segera menarik tangan Akeno untuk berlari menaiki piramida yg di panggil Sona tadi.

"Kenapa kita lari?" Akeno yg baru saja pulih dari keterkejutannya langsung menanyakan itu pada Naruto.

'Kalau begini takkan bisa.' "Akeno, aku minta maaf!" "Kyaaaah!" Naruto yg semula menarik tangan Akeno kini berganti menggendong Akeno dengan Bridal Style dan tentu saja dia mendapat teriakan kaget Akeno di dekat telinganya.

5 detik

Naruto baru mencapai 1/2 piramida.

1 detik

Tanpa basa-basi Naruto langsung melompat meski dia sekarang belum mencapai 3/4 piramida. "LITOSFER!" Teriaknya sembari melayang di udara dan masih menggendong Akeno.

Dan apa kalian tahu apa yg sedang terjadi sekarang? Permukaan bumi ini telah hilang dan tentu saja membuat para penghuninya yaitu Akeno, Naruto dan Sona tertarik menuju inti bumi yg sangat panas.

"Inti bumi memiliki suhu permukaan 3000 derajat celcius itu cukup untuk membunuhku. Jadi, kau ingin membunuhku Namikaze-kun? Tapi aku masih ingin bermain. Matahari." Dengan kata itu, matahari yg semula sangat terang telah hilang hingga penerang mereka saat ini hanya lava pijar yg sangat panas dan cahaya bintang-bintang yg jaraknya sangat jauh dari bumi.

Huuuup!

Setelah menghirup oksigen sebanyak-banyaknya Naruto langsung memakai gilirannya. "Oksigen." Dan seketika oksigen menghilang.

'Dia menghentikan pernafasan?' "Udara." Seharusnya Sona tidak mengatakan kata itu. Aturan mengatakan apa yg ada akan hilang dan yg tak ada akan datang tapi Naruto saat ini menghilangkan oksigen dan karena Sona berkata udara itu artinya semua oksigen kembali dan udara menghilang.

'A-apa? Aku panik! Aku telah membuat oksigen kembali dan jika menghirup oksigen terlalu banyak maka oksigen akan menjadi beracun.' Pikir Sona yg tengah panik pasalnya dia telah melakukan kesalahan besar saat ini. 'Setidaknya bukan hanya aku yg keracunan.' Tambahnya.

Tapi... apa kalian tahu apa yg dilihatnya saat melihat ke arah Naruto? Sona menyangka bahwa pemuda itu akan keracunan seperti dirinya tapi ternyata pemuda itu malah berciuman, benar... CIUMAN dengan Akeno sembari bertukar nafas agar tidak menghirup terlalu banyak oksigen.

'Inilah bantuan yg kuminta Himejima-san. Kuharap permasalahan ini tidak berlanjut dengan pengirimanku ke penjara atas tuduhan pelecehan.' Setelah dirasa cukup Naruto melepaskan ciumannya dari Akeno lalu dengan udara yg ada di pernafasannya dia mengucapkan sebuah kata dengan sejelas-jelasnya hingga kini udara di pernafasannya habis. "Atmosfir!'

'Lingkungan yg tercipta karena hilangnya atmosfir akan membuat udara meluas lalu meledak. Kau pikir kenapa aku menghamburkan udaraku saat mengucapkan kata terakhirku tadi?' Pikir Naruto seraya mendeklarasikan kemenangannya.

'Apa aku... akan kalah? Tidak. Aku tidak akan kalah.' Pikir Sona lalu dia teringat sebuah hal.

Sirkuit Roh, jika yg dihilangkan Naruto adalah Sirkuit Roh maka dia masih mempunyai roh di dalam tubuhnya.

'Sampai kapan kau berusaha, Namikaze-kun. Pemenangnya disini adalah aku dan tidak ada yg bisa mengalahkanku.' Lalu setelah deklarasi kemenangan yg di keluarkannya tadi, Sona menggerakkan jarinya seolah menulis di udara kosong lalu secara ajaib tulisan jarinya tercetak di udara karena dia menulis menggunakan Roh di dalam tubuhnya. Tulisan itu memang jelek dan tidak beraturan tapi masih bisa dibaca oleh sistem.

Kontan saja hal itu membuat Naruto sangat terkejut, dia sekarang tidak bisa memakai gilirannya karena dia telah menciptakan dunia tanpa udara dan ledakan ini yg artinya dia akan kalah, kecuali...

'Itu masih di dalam lingkup rencanaku.' Lalu dengan cepat Naruto mengambil sebuah kertas dan memperlihatkan isinya untuk memakai gilirannya. Bisa kita baca bahwa kertas itu bertuliskan Gaya Coulumb.

'Ga-gaya coulumb? Itu artinya..'

'Ya! Itu artinya yg ada disini adalah gaya nuklir yg menarik atom bersama-sama dan hal itu menyebabkan fenomena astronomi HYPERNOVA. HYPERNOVA mempunyai kekuatan lebih besar dari SUPERNOVA dan dapat menghancurkan bintang yg jaraknya puluhan juta tahun cahaya. Tentu saja, suhu disana sangat panas bahkan mencapai 50 milyar derajat celcius menyaingi matahari yg hanya 5 juta derajat kelvin. Bertahanlah kalau bisa flugel.'

'Akhirnya aku kalah. Tapi meski aku kalah tapi rasanya menyenangkan saat bermain game dengannya. Ada apa denganku? Bukannya seharusnya aku sedih karena ini adalah kekalahan pertamaku?' Renungan Sona itu harus berhenti karena karakternya telah mati sepersekian detik sebelum karakter Naruto dan Akeno.

Balik ke Real World

Suasana auditorium kini masih sepi meskipun 2 dari 5 orang disana telah log out dari server. 3... 2... 1... dengan waktu yg hampir bersamaan ketiga orang yg karakternya mati di server langsung log out secara otomatis.

"Permainan yg menyenangkan, Sona-san." Puji Naruto pada Sona.

"Kau juga Naruto-kun." Balas Sona dengan wajah malu-malu.

"Sepertinya aku yg memimpin kali ini Rias, Sona." Kata Akeno mengucapkan kalimat yg ambigu dimata Naruto.

"Baiklah karena sudah selesai kalian semua boleh pulang." Kata Kepala Sekolah menyuruh mereka semua pulang.

"Baik." Setelah membalasnya singkat Rias, Akeno, Sona dan Naruto langsung menuju ke depan gerbang kuoh karena dijemput sopir mereka minus Naruto yg berlari sore menuju Cafe Ichiraku untuk mengambil motornya.

"Bagaimana menurut kalian tentang ide minato ini, Barakiel, Venelana, Alex?" Tanya Kepala Sekolah yg mempunyai nama asli Lucius Gremony itu.

"Menurutku ada benarnya juga minato itu."

"Setidaknya kita tidak perlu khawatir dengan mereka saat mereka kalah."

Jawaban itu datang dari orang yg berjalan dari belakang layar auditorium ke depan layar. Pertama ada seorang pria paruh baya yg memakai kacamata dan berambut hitam, dialah yg menyerukan pendapat pertama sekaligus ayah dari Sona Sitri, Alexander Sitri. Dan kedua adalah seorang wanita yg terlihat awet muda dan berambut Merah Darah dialah yg menyerukan pendapat kedua sekaligus ibu dari Sirzech Gremony dan Rias Gremony, Venelana Kranjar (dibaca Krancar) atau kini telah berganti nama menjadi Gremony karena menikah dengan Lucius Gremony. Dan terakhir adalah seorang pria paruh baya berambut biru hitam yg masih saja diam, dialah ayah dari Himejima Akeno, Himejima Barakiel.

"Itu tadi anaknya Minato, kan?" Tanya Barakiel pada Kepala Sekolah Kuoh Gakuen yg kebetulan adalah teman sekelasnya semasa sekolah dulu.

"Iya, tentu saja." Kata Kepala Sekolah.

"Beraninya dia merebut kesucian Akeno... dia tidak akan kumaafkan."

"Sadarlah Barakiel, Akeno itu persis seperti Himi. Meskipun mereka terlihat seperti seorang Miko mereka itu sedikit... kau tahukan apa yg aku maksud?" Kali ini Alex angkat bicara menenangkan Barakiel.

"Maa... maa... kalian itu sangat ketinggalan jaman. Ini bukanlah zaman dulu saat hanya pria yg bisa menjadi mesum sekarang wanita juga bisa." Kata Venelana Gremony dengan bijak*?*

"Sudahlah anggap saja itu hadiah darimu kepada Naruto, lagipula dengan begini kita tidak perlu lagi khawatir dengam mental anak kita yg akan drop saat mereka menemui kekalahan mereka."

"Haaah..." dan Barakiel yg menjadi sasaran nasehat pun hanya bisa menghela nafas dengan berat.

04.00 PM Apartemen Naruto (masih diluar, belom masuk)

Saat ini Naruto sedang berada di depan pintu apartemennya. Kenapa dia tidak masuk? Jawabannya adalah karena gagang pintu yg dipegangnya kini sedikit hangat yg artinya ada yg masuk kedalam sebelum dirinya. Melihat ada sedikit bekas hitam di lantai Naruto bisa mengasumsikan bahwa itu adalah gesekan sepatu.

Sepatu Hitam + Bisa Menjebol masuk = seorang yg formal dan terlatih. Segera setelah Naruto membuka pintu apartemennya dia tahu bahwa orang yg sedang di dalam apartemennya membawa sesuatu yg tidak membosankan baginya, sebuah kasus yg tidak masuk akal sehingga membuat mereka kebingungan.

"Ada apa kau kesini, Iruka-san?" Tanya Naruto pada Umino Iruka. Kepala kepolisian kota Kuoh.

~.~.~.~

Chap 4: END!

Sekarang gamenya udah habis dan masuk ke rute pertama sekaligus yg menurut author paling seru. Untuk nick namenya Rias di server adalah SHANA. Untuk update sih sebenarnya ini termasuk cepet karena seminggu sekali.

STATUS: chapter 6 masih dalam proses

Nano, Log Out

Chap5: My World: Case (Two Childhood and The Case)