Chapter 7
Nano, Log In
"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!/Love Me, Seriously!"
Warning:
Mungkin akan sangat OOC, EYD salah kaprah dan banyak typo dan cepat atau lambat bakal ada SongFic.
Disclaimer:
Naruto: Masashi Kishimoto
Highschool DxD: Ichie Ishibumi
Love Live School Idol Project: KLab (Reader: itu produser gamenya goblok *Yaoming face* Auth: biarin cuk daripada ada yg ngepermasalahin,orang di fandomnya aja gak ada yg make disclaimer *yaoming face*
~.~.~.~
Chapter 7:My World: Case (No Imouto,No Life)
Opening Song: May'n - Brain Diver
Mendapat sebuah kecupan di bibirnya membuat Naruto berinisiatif membalas kecupan itu meski tahu yg menciumnya adalah adiknya. Tidak akan ada yg melarang mereka karena ini tradisi dari keluarga mereka meski telah hampir ditinggalkan. Seorang kakak harus menyayangi adiknya,menjaganya dengan sepenuh hati lalu kalau mereka menjadi saling mencintai mereka boleh menikah.
Ciuman itu berlangsung cukup lama karena Naruko mengalungkan kedua tangannya di leher Naruto yg menyebabkan Naruto tidak bisa langsung mengakhiri ciuman mereka.
Bibir yg saling bertemu dan lidah yg saling bertautan seolah mencoba bertukar saliva dan tak lupa kini keadaan semakin panas karena Naruko hanya memakai pakaian dalam dan Naruto hanya memakai celana pendek yg biasa dia gunakan untuk tidur sehingga dada bidang Naruto bertabrakan dengan dada Naruko yg berisi. Hal itu tak ayal membuat Naruko mendesah karena bagaimanapun yg dipeluknya saat ini adalah kakaknya. Seseorang yg bisa membuat dirinya tak berdaya hanya dengan ciuman saja.
Sayang bagi Naruko,karena dia mendesah untuk menikmasti implus yg datang karena tabrakan dadanya dan dada bidang Naruto membuatnya secara tidak sadar mengendorkan kalungan lengannya di leher Naruto yg langsung dimanfaatkan Naruto untuk melepaskan diri dari adiknya yg begitu agresif ini.
"Onii-cha..."
Belum sempat menyelesaikan teriakannya bibir Naruko kini telah dikunci lagi dengan sebuah kecupan lembut dari Naruto. Sebuah kecupan yg mencoba menggambarkan betapa sayangnya dia kepada adiknya itu.
Tapi sayang *lagi* bagi Naruko. Karena sebelum sempat dirinya meraih sesuatu yg ada dibalik celana Naruto,tangannya ditahan oleh tangan kakaknya itu dan secara bersamaan Naruto mengakhiri ciuman mereka.
"J-jangan menyiksaku seperti ini,Onii-chan."
"Ini bukan waktu yg tepat Naruko. Tahanlah beberapa tahun lagi maka aku akan membuatmu sekarat dan tidak bisa berdiri setiap harinya karena kelelahan."
Mendengar jawaban Naruto tak ayal langsung membuat wajah Naruko memerah menyaingi warna rambut Kushina.
"Dasar! Onii-chan yg tidak bertanggung jawab. Harusnya kau tadi meneruskannya." Kata Naruko dengan nada sebal dan wajah cemberut yg menurut Naruto sangatlah childish tapi imut.
"Ngomong-ngomong Naruko,bagaimana dengan sekolahmu?"
"Tidak masalah,nanti Okaa-sama akan menjemputku. Jadi Onii-chan! ayo kita bermain 5 ronde!" Kata Naruko dengan girang dan langsung memeluk Naruto.
06.00 AM
Diluar apartemen Naruto kini terlihat sebuah mobil mewah yg terparkir rapi. Lebih tepatnya sebuah porsche berwarna silver metalik. Dari mobil itu turunlah seorang wanita paruhbaya berambut merah yg masih memakai celemek menandakan dia tadi sedang memasak dan tanpa basa-basi langsung saja mendobrak pintu apartemen Naruto.
"Naruko! Kau bilang kau akan pulang sebelum jam 6!." Teriak Kushina saat baru memasuki apartemen Naruto melalui pintu yg telah dia dobrak.
"Okaa-sama? Mencari Naruko ya? Dia masih tidur saat ini. Tadi dia bilang kalau dia akan dijemput Okaa-sama." Sebuah suara dari kamar mandi mau tak mau membuat Kushina mengalihkan direksinya ke arah kamar mandi dan yg terlihat saat ini adalah seorang pemuda yg baru saja selesai mandi dengan hanya menggunakan handuk untuk menutupi bagian perut kebawah.
"Naruto? Iya,saat ini Okaa-san sedang mencari adikmu itu. Berani-beraninya dia berniat membolos sekolah hari ini." Setelah mendengar dimana Naruko,Kushina langsung menuju ke kamar Naruto.
"Naruko!" Teriak Kushina murka sembari tangannya menyibak selimut yg menutupi seonggok tubuh telanjang yg sedang terbaring kelelahan di tempat tidur tapi ada beberapa hal yg membuatnya sedikit bingung saat ini.
1. Saat dia memegang selimut,dia menemukan keanehan karena selimut itu sedikit lembab di bagian bawah.
2. Dia melihat bra dan CD Naruko berceceran di lantai.
3. Nafas Naruko saat ini tidak teratur dan tubuhnya berkeringat.
"Mu-mungkinkah mereka telah..."
"Ohayou Okaa-sama. Aku kelelahan hari ini,itu karena Onii-chan tidak membiarkanku tidur semenjak dia bangun." Naruko menjawab teriakan Okaa-san nya dengan malas.
"Jangan menuduh orang sembarangan Naruko. Memangnya siapa yg mengajakku bermain pertama kali?"
"R-Ruko hanya bilang 5 kali tapi Onii-chan melakukannya 15 kali." Jawab Naruko tidak terima.
"Salah sendiri mengajakku bermain. Aku tidak akan berhenti jika belum puas."
"Intinya kalian berdua telah melakukan 'itu' bukan?" Tuduh Kushina yg saat ini membayangkan cucu seperti apa yg akan dia dapat dari kedua anaknya ini. Jika dilihat dari Naruko dan Naruto maka pasti akan berambut pirang lalu bisa jadi dia pintar seperti Naruto dan suaminya tapi bisa juga dia manja seperti Naruko,semuanya masih mungkin terjadi.
"Tentu saja tidak Okaa-sama." Jawab Naruto mengkonfirmasi tuduhan ibunya.
"Heh?"
"Sebenarnya yg terjadi adalah..."
FLASHBACK
Mendengar ajakan bermain Naruko yg langsung memeluk tubuhnya membuat Naruto merasa jengkel dan ingin menunjukkan siapa yg lebih kuat sehingga berhak mendominasi.
Caranya untuk memenangkan permainan ini adalah membuat adiknya keluar 5 kali tapi tentu saja dia tidak ingin menjebol segel milik adiknya saat ini,jadi pilihannya untuk menang adalah menggunakan mainan.
Tanpa persetujuan Naruko,kedua tangan Naruto telah menanggalkan bra dan celana dalam Naruko membuat payudara dan vaginanya terekspos oleh Naruto. Tanpa basa-basi lagi Naruto langsung menstimulasi bagian payudara Naruko.
'Untuk pemanasan yg paling baik adalah payudara mungkin jika dengan putingnya aku bisa membuatnya keluar 2 kali. Membiarkan vaginanya basah lalu mainkan klitorisnya untuk membuatnya keluar 2 kali. Setelah itu aku akan mengikatnya lalu memakaikannya beberapa toys di putingnya dan mungkin di bagian lain. Yosh! Dengan ini aku menang.'
"I-ini sangat memalukan,Onii-chan. Kau tidak mau menyentuh bagian bawahku."
"Bahkan tanpa memasukkan milikku kesana aku bisa membuatmu gila Ruko-chan."
"Jangan menekannya terlalu keras! Itu sangat sensitif. Onii-chan~"
Dan benar saja saat Naruto sedang menstimulasi payudara Naruko dari belakang dengan cara menekan putingnya dengan keras sembari mulutnya mencumbui tengkuk Naruko dan sesekali menyedotnya bahkan menggigitnya. Tubuh Naruko berguncang dengan keras menandakan bahwa dia telah orgasme.
Tidak membiarkan Naruko beristirahat,Naruto kembali menstimulasi payudara Naruko. Kali ini dia menyedotnya sembari sesekali menggigit putingnya yg telah mengeras sejak tadi sedangkan tangannya kali ini bermain dengan pantat Naruko. Mencengkeramnya dengan keras bahkan sampai menamparnya dengan keras membuat Naruko semakin mendekati orgasmenya yg kedua,tak peduli meski dia baru saja mencapai orgasme yg pertama.
"A-apa Onii-chan s-sngat suka dengan p-payudara?" Tanya Naruko dengan susah payah mencoba berbicara dengan benar meski saat ini titik lemahnya sebagai perempuan dirangsang oleh kakaknya sendiri.
"Hemp!" Hanya itu jawaban yg diberikan Naruto karena saat ini mulutnya sedang menghisap puting Naruko. Dan dengan sekali gigitan yg keras pada puting Naruko dan tamparan yg keras di pantatnya telah mengantarkan Naruko menuju orgasmenya yg kedua.
"Haaah... haah... biarkan aku istirahat Nii-chan." Kata Naruko dengan nafas terengah-engah dan tubuh yg bersimbah keringat dan jangan lupakan vaginanya yg basah karena cairan orgasmenya sendiri yg juga membasahi selimut di bawah mereka.
"Tidak boleh,aku tidak akan membiarkanmu istirahat adikku yg manis." Balasan dari Naruto ini membuat tubuh Naruko merinding. Memang benar jika dia punya stamina yg lebih banyak daripada kebanyakan orang,tapi jika mengingat posisinya saat ini dia pasti tidak akan bisa bertahan.
"A-apa yg akan kau lakukan,Nii-chan?" Tanya Naruko dengan nada horor melihat Naruko turun ke bawah dari payudara kini sedang berada di depan vaginanya.
"A-apa yg akan kau lakukan,Nii-chan?"
Huuss~~ huuss~~
Setelah menemukan klitoris Naruko yg menegang membuat Naruto berinisiatif menjahili adiknya ini. Dia tidak memainkan klitorisnya tapi hanya menghembuskan nafasnya ke klitoris Naruko yg harus diakui Naruko itu sangat menyiksanya.
"Nii-chan! Be-berhenti bernafas disana!"
Tak mempedulikan larangan Naruko,Naruto malah tambah intensif menghembuskan nafasnya ke klitoris Naruko. Bukan nafas yg kasar tapi nafas yg lembut dan sangat lambat membuat Naruko seakan gila dengan siksaan yg diberikan oleh kakaknya itu.
Karena bosan hanya menghembuskan nafasnya ke klitoris Naruko membuat Naruto berinisiatif menggigit klitoris itu dengan sedikit kasar,tak peduli bahwa yg dilakukannya ini membuat Naruko mencapai orgasmenya yg ke tiga.
"Haaah... haaah... haaah..." Naruko kini benar-benar terlihat kelelahan setelah dilayani oleh Onii-chan tercintanya. Tubuh seksinya kini bersimbah dengan keringat yg masih saja mengucur dari pori-pori kulitnya dan vaginanya juga masih sedikit berkedut merasakan dahsyatnya orgasme yg ketiga.
"Onii-chan,biarkan aku istirahat dulu."
"Tidak boleh,kau tidak akan istirahat karena kau telah menantangku bermain,Uzumaki Naruko-chan." Kata Naruto yg langsung mengulum klitoris Naruko,tidak memperdulikan adiknya yg sedang kelelahan akibat ke tiga orgasme yg diterimanya berturut-turut.
"Aah~~ klitorisku menjadi sangat sensitif,Onii-chan~. Masukkan! Cepat masukkan!"
Bukannya mengabulkan permintaan Naruko,Naruto malah menggigit klitoris itu sekali lagi. Kali ini lebih keras dari sebelumnya yg tak ayal membuat Naruko mencapai orgasmenya yg ke empat.
"A-aku keluar! Onii-chan!"
Keadaan Naruko saat ini sangat kacau. Saat orgasme tadi pun dia mengeluarkan ekspresi yg menurutnya sangat menjijikkan. Sebuah ekspresi layaknya seorang wanita jalang yg sedang mencapai puncak kenikmatan,kepalanya mendongak dengan air liur yg menetes dari mulutnya disertai kedua matanya yg juga mendongak keatas seolah melihat burung-burung yg mengelilingi kepalanya.
Ngomong-ngomong ekspresinya tadi benar-benar mirip dengan Mind Break. Sebuah genre dalam manga hentai yg membuat si Heroine tak berdaya melawan tokoh laki-laki yg memperkosanya hingga menyebabkan pikirannya sebagai manusia hilang dan bisa membuat ekspresi sepertinya tadi.
Naruto hanya tersenyum melihat ekspresi adiknya yg menurutnya benar-benar mirip dengan Mind Break saat orgasme tadi dan kini menunjukkan ekspresi Aheago. Aheago adalah istilah untuk menunjukkan ekspresi kenikmatan yg dibuat oleh perempuan yg telah selesai orgasme.
"Kau tidak boleh istirahat sebelum aku puas bisa mengalahkanmu,Naruko." Naruto kini kembali naik mensejajarkan wajahnya dengan wajah Naruko.
"P-puas?"
"Ya,dan yg kulihat kini kau ini M? Atau Hypersex?"
"R-Ruko bukan M ataupun Hypersex." Bantahnya kepada Naruto.
"Kalau begitu kita akan masuk ronde ke lima,Ruko-chan."
Setelah mengatakan itu Naruto langsung pergi dari tempat tidurnya untuk mencari sesuatu yg bisa dia gunakan. Beberapa menit kemudian dia telah kembali ke kamarnya dengan membawa...
1. Tali (Author: "udah mainstream")
2. Jepitan baju (Author: "hyper mainstream")
3. Gagball (Author: "cari aman nih anak")
4. Vibrator (Author: "kamfret! kayaknya gwe tau apa yg bakal lo lakuin")
"Sudah siap untuk ronde ke lima,Ruko-chan? Heh... dia tertidur? Kalau begitu lebih baik aku mengikatnya sebelum dia bangun."
Tanpa basa-basi lagi Naruto langsung mengikat kedua tangan Naruko menjadi satu lalu dengan lembut memasangkan jepit baju di 3 tempat yaitu puting kanan,puting kiri dan klitoris Naruko. Tak lupa karena dia tidak ingin Naruko terlalu cerewet kali ini dia memasangkan Gagball di mulut Naruko.
"Yosh sekarang tinggal membangunkannya!"
Berbeda dengan sebelum-sebelumnya kalo ini Naruto sedikit kasar dalam memasukkan vibrator yg berbentuk bulat kecil itu untuk masuk ke dalam lubang anal Naruko.
"Hmp... hmp!"
Naruko yg merasakan sesuatu mencoba memasuki dirinya lewat lubang analnya langsung terbangun dari tidurnya dan hasilnya dia kini melihat kedua tangannya terikat menjadi satu dan di mulutnya terpasang Gagball yg membuatnya tidak bisa memprotes aksi Naruto.
"Ada apa Ruko-chan? Apa kau tidak menyukainya?" Pertanyaan bodoh itu dilontarkan Naruto kepada Naruko yg kini terlihat sedang kesakitan tapi selain itu Naruto juga melihat ekspresi lain selain kesakitan di wajah Naruko yaitu kepuasan tersendiri karena diperlakukan seperti ini. (Author: kakak goblok -_- punya adek dibuat jadi M,lah nanti harem lu gimana?. Naruto: lu kan yg nulis ni fanfic ya gwe berlaku kaya apa yg lu tulis goblok -_-!)
"Hmp! Hmp!"
Apalah daya Naruko yg kini tak bisa menjawab pertanyaan Naruto hanya bisa menggelengkan kepalanya ke kanan dan ke kiri mencoba memberi isyarat 'tidak' sembari menahan rasa sakit akibat dimasuki oleh vibrator,meski tidak terlalu besar tapi vibrator itu bergetar di dalam lubang analnya yg membuatnya seakan menjadi gila. Dengan air liur yg menetes di sela-sela Gagball yg menutupi mulutnya,Naruko masih menggelengkan kepalanya kali ini dengan sedikit keras memberi Naruto isyarat 'berhenti'.
"Kau ingin aku berhenti? Atau mungkin kau tidak puas dengan level ini? Kalau begitu aku akan meningkatkatkan levelnya ke level tertinggi,bersiaplah Ruko-chan."
"Hmp..!"
Hanya itu yg bisa diucapkan Naruko sebelum Naruto meningkatkan level getarannya dari level 2 ke level tertinggi. Sesaat setelah itu pikiran Naruko seolah meninggalkan akal sehatnya dengan intensitas cairan orgasme yg makin banyak dan juga air liurnya,Naruko hanya bisa mencoba menikmati ini semua. Tidak ada pikiran untuk menahan orgasme seperti tadi karena itu hanya akan membuatnya semakin gila.
Tanpa menunggu lama,vagina Naruko berkedut-kedut semakin cepat tiap detiknya menandakan pemiliknya akan mengalami orgasme yg ke lima kalinya.
"Hmp! Hmp! Hmp!"
Setelah mengalami 5 orgasme nonstop yg di dalangi oleh kakaknya sendiri tak ayal membuat Naruko sangat kelelahan. Karena itulah dia kini mencoba mengacuhkan rasa panas yg datang bersama rasa nikmat dari kedua putingnya dan klitorisnya untuk sekedar tidur.
"Ne~ Naruko-chan. Siapa yg bilang kau bisa istirahat sekarang?" Pernyataan Naruto itu membuat mata Naruko yg hendak tidur karena kelelahan langsung terbuka dan seluruh badannya menegang. Tapi untungnya kini Naruto melepaskan Gagball yg mengunci mulutnya menyebabkan dirinya bisa memprotes Naruto. Jika dia cukup cepat sih.
"Haaah... Hmp!"
Baru saja Gagball itu terlepas kini satu sex toys telah memasuki mulutnya kembali. Kali ini adalah dildo.
"Hisap saja Ruko-chan. Anggap dildo ini adalah milikku."
Mendengar perkataan Naruto tadi membuat Naruko langsung menuruti perintahnya,dia membayangkan dildo yg ia kulum ini adalah penis Naruto. Efeknya adalah vaginanya kini semakin basah karena lelehan cairan orgasmenya yg semakin deras.
Tak tega membuat Naruko tidak bisa sekedar memprotes dirinya membuat Naruto berinisiatif menyingkirkan dildo yg ada di mulut Naruko. Sebagai gantinya dia mendudukkan Naruko dengan vibrator yg masih tertanam di lubang analnya membuat vibrator itu masuk semakin dalam bahkan sampai menggetarkan prostat Naruko.
"Haaaah... haaaaah... me-menghantam prostatku! Aku akan gila Onii-chan!"
"Tidak,kau mungkin hanya akan kelelahan sedikit Ruko-chan." Kata Naruto sembari menarik jepitan baju yg ada di klitoris Naruko dan membuat Naruko mengalami orgasme yg ke enam sekaligus lebih dahsyat dari orgasme yg sebelumnya.
Jika orgasme sebelumnya hanya karena rasa nikmat maka yg ke enam ini menjadi lebih nikmat karena ketidakberdayaan Naruko dan getaran vibrator yg sampai ke prostatnya.
"Lihatlah kesana,Ruko-chan." Kata Naruto sembari menunjuk cermin yg berada di kamarnya.
"Disana ada seorang gadis mesum,lihatlah dia bahkan hanya pasrah meski kenyataannya dia sedang diperkosa oleh kakaknya sendiri."
"I-itu tidak benar. Ruko tidak mesum!"
"Benarkah? Kalau begitu kenapa kau bisa sampai orgasme 6 kali?"
"I-itu karena... ah...~ Nii-chan hentikan!"
Apa yg dilakukan Naruto hingga membuat Naruko mengeluarkan suara seperti itu? Jawabannya mudah. Karena saat berbicara untuk merangsang Naruko tadi,Naruto ternyata mengikatkan benang pada kedua jepitan baju yg ada di kedua puting Naruko lalu setelah selesai dia menariknya dengan perlahan untuk memastikan adiknya kini merasakan nikmat yg makin besar dibarengi rasa sakit yg juga semakin besar. Ditariknya benang itu oleh Naruto menuju ke depan cermin sehingga membuat Naruko mengikutinya meski dengan kedua kaki lemas karena masih dalam efek orgasme.
Setelah sampai di depan cermin Naruto mengarahkan pandangan Naruko menuju ke cermin untuk melihat pantulan dirinya sendiri yg sedang telanjang,putingnya yg terlihat kemerah-merahan karena dijepit oleh jepitan baju dan juga vaginanya yg basah kuyup. Melihat wajah malu Naruko membuat penis milik Naruto yg masih ditutupi oleh celananya semakin tegang.
Semakin tegang? Ya,tentu saja. Kebohongan besar jika Naruto bilang bahwa sejak tadi penisnya tidak ereksi. Bahkan dia sudah ereksi saat mereka memulai pemainan ini tapi Naruto menolak untuk mengambil keperawanan Naruko yg kini ada di bawah tangannya dan memilih untuk masturbasi nanti setelah dia puas akan hal ini.
"Lihatlah orang mesum di cermin itu Naruko. Dia bahkan sudah pasrah denganku sekarang."
"Tidaaak! Naruko tidak mesum!"
"Benar,seperti itu. Buatlah aku semakin ingin merasakan milikmu Naruko!"
LIME STOP! (nanti nie chapter isinya lime semua kalo saya tulis secara full. 15 kali orgasme -_- 10 kali orgasme biasa dan 5 kali orgasme kering rasanya nyiksa banget tuh)
Flashback END
"Jadi,kira-kira seperti itulah kejadian pagi tadi." Kata Naruto mengakhiri penjelasannya.
"10 kali orgasme dan 5 kali orgasme kering. Kau hebat juga Naruko,kau bisa bertahan dari hal semacam itu hanya dengan mengorbankan stamina milikmu." Kata Kushina bangga kepada Naruko *?* sementara yg dibanggakan hanya bisa tertawa garing 'Okaa-san macam apa yg memuji anaknya karena bisa bertahan bermain BDSM?'
"Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa melakukan itu,Naruto? Lebih tepatnya siapa yg mengajarimu?"
"Otou-sama." Jawab Naruto singkat.
"Mi-minato? Berani-beraninya dia mengajari Naruto hal semacam itu. Kalau begitu aku akan mengajari Naruko untuk bertahan dari hal semacam itu juga!"
Setelah Kushina mengatakan keinginannya untuk mengajari Naruko dalam hal bertahan dalam BDSM tiba-tiba postur tubuhnya menegang beberapa saat dan akhirnya Kushina memposisikan tangannya untuk menutupi bagian vagina dan pantatnya.
Melihat perubahan sikap Kushina yg begitu mendadak membuat Kedua kakak beradik itu bertanya dalam hati mereka. 'Kenapa Okaa-sama tiba-tiba berubah menjadi aneh?'
Sayangnya belum sempat Naruto membuat spekulasi sebab postur Kushina yg tiba-tiba berubah sebuah suara ringtone Smartphone miliknya berbunyi menandakan ada telepon masuk dan setelah membaca nama penelponnya Naruto langsung tahu penyebab Kushina tiba-tiba berubah.
'Jadi bisa kusimpulkan bahwa saat ini Otou-sama juga menanam vibrator di dalam vagina dan anal Okaa-sama. Tunggu dulu bukan itu masalahnya tapi kenapa sinyal remote nya sampai ke apartemen ini?'
"Moshi-moshi Otou-sama."
"Bisa kau mengaktifkan speaker pengeras Naruto?" Kata sebuah suara di telepon itu.
"Baik." Lalu Naruto mengaktifkan speaker pengerasnya.
"Yo! Kushina. Kudengar kau akan mengajari Naruko bertahan dari BDSM,apa itu benar?"
"Tentu saja! Kau pikir aku akan berbohong?"
"Kalau begitu kau harus menerima hukumanmu."
Kini sebuah suara yg tak asing tertangkap di indera pendengaran Naruko dan Naruto. Sebuah suara mesin yg bergetar dan jika diikuti sumber suaranya berada di dalam vagina dan juga pantat Kushina.
"Jangan-jangan,Okaa-sama adalah..." kata Naruko menggantungkan kalimatnya.
"Benar,Maso yg galak."
"Kyaaah! Hentikan Minato!"
30 Menit Kemudian!
Meninggalkan kamarnya sejak 30 menit yg lalu Naruto kini masih memakai handuknya karena bagaimanapun dia tidak mau mengintip Okaa-sama nya sedang menjalani hukuman dari Otou-sama untuk sekedar mengambil baju miliknya dan sekarang sudah jam 07.30 itu artinya dia dan Naruko telah terlambat untuk pergi ke sekolah. Tapi jangan khawatir karena tadi Otou-sama bilang akan mengurus segalanya karena bagaimanapun ini adalah salahnya.
"Onii-chan,apa Okaa-sama sudah selesai?"
"Kelihatannya begitu. Coba kau periksa Naruko."
"Baik." Kata Naruko lalu langsung menuju ke kamar Naruto untuk melihat keadaan Kushina.
Krieet... setelah Naruko membuka pintunya mau tidak mau dia harus takjub dengan pemandangan di depannya ini.
Saat ini Kushina sedang terbaring pingsan di lantai kamar Naruto dengan keadaan telanjang tapi bukan itu yg menyebabkan Naruko begitu takjub melainkan hal lain seperti: Di vagina dan pantat Kushina masih tertancap dildo padahal di kedua lubang itu sudah ada vibrator kecil seperti yg ditanamkan Naruto kepadanya tadi pagi,itu artinya Kushina saat ini telah mendorong kedua vibrator tadi semakin dalam.
Lain di bawah lain juga diatas. Di payudara Kushina,Naruko kembali melihat sesuatu yg membuatnya mau tak mau kembali basah. Ternyata puting Kushina telah diberi alat semacam anting tapi memiliki pusat kecil di atasnya yg Naruko yakini bisa mengalirkan listrik.
"Aku heran dengan keluarga ini. Jika kami termasuk kalangan elit kenapa kami semua malah mempunyai obsesi yg aneh?" Kata Naruko sweatdrop.
"Lebih baik aku membaringkan Okaa-sama di kasur dulu." Lanjutnya sembari membereskan kamar Naruto yg berantakan karena ulah Kushina lalu membaringkan Kushina yg tampak kelelahan seperti dirinya tadi pagi.
"Apa sudah selesai,Naruko?" Tanya seseorang yg baru saja datang dengan hanya memakai handuk yg membelit setengah tubuhnya.
"Iya,sudah selesai."
"Kalau begitu aku akan ganti baju lalu pergi keluar untuk jalan-jalan. Mau ikut?"
"Kemana?"
"Hm... mungkin ke taman saja."
"Kalau ke taman berarti traktir es krim!" Kata Naruko dengan nada childish nya.
"Baik-baik." Jawab Naruto sambil menghela nafasnya.
09.00 TAMAN
"Onii-chan! aku akan pergi ke toilet sebentar,mau ikut?" Kata Naruko yg sedang menjilati es krim miliknya.
"Tidak,terima kasih." Balas Naruto dengan kalem sambil meneruskan meminum kopi kalengnya.
"Hee... tidak mau? Baiklah tapi jangan salahkan aku jika aku nanti diculik oleh seseorang."
"Memangnya siapa yg mau menculik perempuan mesum sepertimu?"
Mendengar kata Perempuan Mesum keluar dari mulut kakaknya itu membuat wajah Naruko langsung merona. Dia masih mengingat kejadian tadi pagi di depan cermin.
"A-aku bukan perempuan mesum. Aku hanya lebih dewasa dari perempuan seumuranku."
Mendengar protes Naruko tadi membuat Naruto menyunggingkan senyuman rubahnya.
"Dewasa itu tidak hanya di bidang seks,tapi juga cara berpikir,sifat dan sikap terhadap suatu kejadian yg dia alami,penguasaan emosi dan lain sebagainya. Kalau kau hanya dewasa di bidang seks itu artinya kau tidak lebih dari orang mesum."
"P-pokoknya aku akan ke toilet sekarang."
Setelah gagal memprotes perkataan kakaknya,Naruko langsung mengalihkan pembicaraan ke topik semula yaitu pergi ke toilet.
Road to Toilet
Naruko kini sedang berjalan santai menuju toilet umum di taman yg mereka datangi. Perjalannya yg penuh dengan keheningan tiba berubah menjadi menegangkan saat dia merasakan ada benda tajam yg menusuk lengannya.
Saat dia melihat ke kanan dia melihat sekelompok orang bertopeng,yg satu sedang menyutiknya dengan obat yg dia simpulkan sebagai obat bius karena setiap detiknya kesadarannya mulai menurun dan sisanya mengangkat tubuhnya ke dalam mobil yg terparkir tak jauh dari sana.
'P-penculikan? O-onii-chan! Tolong!'
Itulah kata-kata terakhir yg dipikirkan Naruko sebelum dia benar-benar pingsan.
Back To Naruto
"Hn? Memangnya kau merindukanku ya?" Ucap Naruto yg kini membaca sebuah pesan singkat di Smartphone miliknya. Pesan itu berisi:
From: Miku/Sona
Subject: Important
Kenapa kau tidak masuk sekolah,Kaneki/Naruto? Hatake-sensei tadi bilang kau ada urusan,urusan apa? Apakah ada hubungannya dengan pembunuh itu? Atau GoG?
Tanpa menunggu lama pun Naruto membalas pesan itu.
Urusan kali ini tidak ada hubungannya dengan pembunuh berantai ataupun GoG.
Setelah menunggu beberapa menit dan tidak ada balasan,Naruto menyimpulkan bahwa percakapan mereka terhenti disini.
'Lama sekali Naruko di toilet. Aku tahu jika dia itu mesum dan punya peluang masturbasi yg cukup tinggi saat ini tapi bukannya terlalu lama kalau membiarkam seseorang menunggu setengah jam?'
"Lebih baik aku menyusulnya. Aku khawatir jika dia benar-benar diculik."
Lalu Naruto bangkit dari duduknya untuk menyusul Naruko di toilet.
Toilet Umum
"Tidak ada? Kalau begitu,terima kasih Obaa-san." Kata Naruto kepada bibi di depannya sambil membungkuk 90 derajat.
'Naruko tidak ada di toilet,bagaimana kalau dia benar-benar diculik?' Sayangnya lamunan Naruto kini harus terhenti karena suara ringtone Smartphone miliknya.
"Moshi-moshi!"
"Pergilah ke gedung yg tidak terpakai disamping taman." Kata Suara di seberang telepon.
"Kenapa aku harus menurutimu?" Naruto bukanlah orang yg bodoh. Mana mungkin dia menuruti perintah dari orang yg tidal dia kenal.
"Kau mencari adikmu bukan?"
"Dimana dia." Tanpa sadar suara Naruto kini telah menjadi dingin.
"Turutilah perintahku. Mainkan game yg kusiapkan dan jika kau menang maka kau akan mendapatkan harta yg tidak akan tergantikan oleh apapun tapi jika kau kalah maka kau akan mati."
"Kenja no Game. GoG kah?"
"Aku senang jika ada yg masih mengenali organisasi warisan kakekku ini. Benar,kami adalah GoG."
Tuuut...
Setelah perkataan itu telepon diputuskan oleh Naruto. Dia harus segera menuju gedung yg tak terpakai di samping taman tadi untuk menyelamatkan adiknya,Naruko.
Gedung Tak Terpakai (disamping taman)
Sesaat setelah Naruto memasuki gedung kecil itu dia melihat Naruko dalam keadaan terikat di sebuah tiang.
"Terima kasih telah datang kesini,Naruto." Kata sebuah suara tapi tidak menampakkan wujud orang yg berbicara. 'Speaker?' Pikir Naruto.
"Langsung saja,mana game nya?"
"Tujuh boneka Kelinci di depanmu adalah game nya. Mereka membawa Wortel yg beracun dan yg bagus,jika kau bisa menebak mana yg jujur dan mana yg bohong maka kau akan mendapatkan hartanya yg tak lain adalah adikmu sendiri."
"Game logika." Komentar Naruto tentang Game ini.
"Benar,ini hanya menyangkut logika. Kau hanya akan mendengarkan petunjuknya satu kali jadi perhatikan baik-baik."
GAME START
Kelinci Merah: "Hitam memegang Wortel yg bagus."
Kelinci Orange: "Aku menggali sebongkah emas."
Kelinci Kuning: "Orange satu kelompok denganku."
Kelinci Hijau: "Cuaca saat ini sangat sulit di prediksi."
Kelinci Biru: "Putih bukan kelompokku."
Kelinci Hitam: "Hijau bukan kelompokku."
Kelinci Putih: "Wortel si merah adalah yg bagus."
"Sekarang kau bisa memulai game nya Naruto. Kau hanya harus menebak mana yg membawa Wortel bagus alias yg jujur."
Tiba-tiba setelah perkataan itu,gedung yg di tempati Naruto mulai terbakar dari luar.
"Tentu saja kau harus menebaknya sebelum hangus terbakar. Hahahaha..."
Tawa layaknya psikopat itu mengakhiri suara orang yg memberi Naruto pengarahan cara membebaskan Naruko.
"Aku harus memulai memikirkannya dari awal untuk mengeliminasi Kelinci pembohong." Lalu Naruto mengarahkan direksinya ke Kelinci kuning dan orange.
'Kalau kuning berbohong maka Orange tidak satu kelompok dengannya. Itu artinya Orange adalah Kelinci jujur. Tapi jika Kuning berkata jujur maka mereka memang satu kelompok dan sama-sama berkata jujur. Yg manapun Orange adalah Kelinci jujur.' Setelah tahu bahwa Orange jujur dia mengganti direksinya ke Kelinci Biru.
'Metode yg sama. Kalu Biru berbohong maka Putih juga berbohong. Tapi kalau Biru berkata jujur Putih masih tetap berbohong. Yg mana saja Putih adalah pembohong.'
'Karena pembohong maka perkataannya juga pasti bohong dan itu berarti Merah memegang Wortel beracun. Merah adalah pembohong karena dia memegang Wortel beracun maka Hitam pasti pembohong begitu pula Hijau.'
'Itu artinya Kelinci pembohong adalah Putih,Merah,Hitam dan Hijau. Sedangkan yg jujur adalah...'
'Aku tidak tahu. Yg pasti Orange adalah Kelinci jujur. Kalau jawabannya 3 itu berarti Orange,Kuning dan Biru tapi masalahnya adalah jika jawabannya ada dua. Ada fakta yg hilang dari game ini yg menyebabkanku tidak bisa memenangkannya.'
Terlalu lama memikirkan game ini membuat Naruto tak sadar jika api telah semakin membesar. Api yg terlihat menyala-nyala di sekelilingnya tak membuat Naruto gentar,sebaliknya dia menjadi sangat bersemangat memainkan game ini.
Disaat seperti ini tanpa tahu keadaan ponsel Naruto berbunyi menandakan ada SMS masuk sekaligus membuat Naruto sweatdrop. 'Bahkan disaat seperti ini ada yg mengirimiku pesan.'
From: Otou-sama
Subject: Important
Kelinci yg berkata jujur ada tiga.
Tanpa berpikir panjang dengan fakta yg baru saja didapat dari sms sang ayah,sel-sel di dalam otak Naruto langsung bekerja dan akhirnya menghasilkan suatu jawaban yg akan menyelamatkan dia dan adiknya.
"Yosh! Terima kasih Otou-sama! Jawabannya adalah... Kelinci Kuning,Orange dan Biru.!"
Setelah meneriakkan jawabannya,tiba-tiba atap di atasnya kini menyemprotkan air dari sebuah alat yg memadamkan api di dalam gedung itu. Setelah semua api padam dan semprotan air sudah berhenti,Naruto langsung melepaskan Naruko dari tali yg mengikatnya lalu memakaikannya jaket miliknya.
"Dasar,adik merepotkan." Tak peduli dengan keadaannya yg masih basah kuyup,Naruto langsung menggendong Naruko dengan gaya Bridal Style. Untung saja dia memakai celana berwarna hitam,kaos dalaman yg berwarna hitam juga dan juga jaket hitam sehingga jika basahpun tidak akan nampak,berbeda dengan Naruko yg memakai kaos kasual berwarna putih sehingga menyebabkan tadi sebelum memakai jaket Naruto,Tali bra nya nampak dengan jelas.
"Sudah jam segini. Lebih baik aku mengantarmu pulang,terpaksa naik taksi kalau pengen cepat sampai. Ore no ecchi Imouto-chan." Lalu Naruto mencium kening adiknya untuk setidaknya menyalurkan sedikit kehangatannya pada tubuh adiknya yg masih tak sadarkan diri.
~.~.~.~
Chap 7: END!
A/N: hohoho... Lime BDSM serasa bikin lemon -_- apa keterlibatan Minato selama ini? Rahasia itu akan terungkap di chap akhir (paling sekitar belasan atau dua puluhan). Dan sedikit bocoran aja nih ending fanfic ini bakal BAD END jadi jangan salahkan saya soalnya cara itu lebih dramatis. Tentu saja saya gak mungkin mengorbankan para heroine yg cantik-cantik untuk itu hero lah yg akan jadi death chara. Alasan kenapa chapter kali ini saya update lebih cepat karena saya selalu kebawa pengen nambahin lime di chapter ini pas buka Kingsoft Office -_- dan akhirnya chapter 9 belum rampung. Hari kamis masih update kok tapi chapter 10 yg kemungkinan telat.
Nano: Log Out
Chap 8: My World: Case (Case Closed)
