Chapter 9

Nano, Log In

"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!/Love Me, Seriously!"

Warning:

Mungkin akan sangat OOC, EYD salah kaprah dan banyak typo dan cepat atau lambat bakal ada SongFic dan pastinya Kata-kata kasar yg frontal.

Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Highschool DxD: Ichie Ishibumi

Love Live School Idol Project: KLab (Reader: itu produser gamenya goblok *Yaoming face* Auth: biarin cuk daripada ada yg ngepermasalahin, orang di fandomnya aja gak ada yg make disclaimer *yaoming face*

~.~.~.~

Opening Song: Nano - Scarlet Story

9 April 20xx

10.00 AM Kuoh Gakuen

"Jadi bagaimana? Apa kalian sudah menyelesaikan tugas dari sensei?" Tanya Kurenai pada para muridnya.

"Iya sensei!" Jawab semua murid serentak.

"Kalau begitu sensei akan memilih siapa yg menyanyikannya terlebih dulu. Hm... bagaimana kalau kau menghentikan lamunanmu itu Nishikino-san lalu menunjukkan tugasmu."

"..." Tidak ada reaksi dari Maki, dia masih melamun.

"Psst... Maki! Sensei memanggilmu."

"Heh? Sensei?"

"Iya."

"Haaah... Nishikino-san, belakangan ini para guru mengatakan kau terlalu sering melamun. Apa kau sakit?"

"T-tidak kok sensei. Saya tidak sakit."

"Syukurlah kalau begitu, sekarang kita pergi ke Ruang Musik."

Mungkin ada yg bertanya-tanya bagaimana nasib Izaya. Izaya sudah bebas bersyarat dengan ketentuan lapor 2 kali seminggu ke kantor kepolisian Kuoh. Dia sekarang menikmati hidupnya sebagai sopir taksi sembari menunggi janji Naruto. Intinya dia telah lepas secara sepihak dari GoG.

Ruang Musik

"Naruto-kun, apa judul lagumu?"

"Gallows Bell. Kau sendiri Sona?"

"W-world is Mine."

"Hoo... terdengar imut."

Bluuush...

"I-imut?"

"Bagitulah."

Itulah percakapan Naruto dan Sona disaat yg nyeleneh. Saat para murid lain menyiapkan alat musiknya ataupun berlatih suara mereka malah ngobrol dengan tentramnya tanpa khawatir bagaimana penampilan mereka nanti.

"Sitri-san! Namikaze-san! Kalian terlihat santai sekali. Pasti kalian telah berlatih dengan sungguh-sungguh. Kalau begitu Sitri-san yg kedua setelah Nishikino-san lalu Namikaze-san akan jadi yg terakhir, kuharap kau tidak marah Namikaze-san."

"Ke-kedua?"

"Ya, tentu saja. Karena kau terlihat santai saat ini jadi kukira kau telah siap."

"Tapi..."

"Tidak ada tapi-tapian."

"Baik, Kurenai-sensei."

Sementara itu Maki yg melihat kedekatan Sona dengan Naruto menjadi sedikit heran.

"Sejak kapan Sona dekat dengan Naruto? Ah... jika dipikir-pikir sejak di kantin."

'Kau beruntung Sona bisa memilih pasangan sendiri. Jika saja Okaa-san ku mau mengerti maka tidak akan jadi seperti ini.'

"Sensei! Aku sudah siap." Teriak Maki kepada Kurenai-sensei.

"Kalau begitu mulai!"

Play: Nishikino Maki - Aishiteru Banzai! (Piano Ver)

Aishiter Banzaai!

Koko de yokatta Watashitachi no ima ga koko ni aru

Aishiteru banzaai!

Hajimatta bakari Ashita mo yoroshiku ne

Mada GOORU ja nai

Waratte yo Kanashii nara fukitobasou yo

Waraetara kawaru keshiki Harema ga nozoku

Fuan demo shiawase he to tsunagaru michi

ga

Miete kita yo na aozora

Tokidoki ame ga furu kedo mizu ga nakucha

taihen

Kawaicha dame da yo Minna no yume no ki yo

sodate

Saa!

Daisuki da banzaai!

Makenai yuuki Watashitachi wa ima wo

tanoshimou

Daisuki da banzaai!

Ganbareru kara Kinou ni te wo futte Hora mae

muite

Susunde yo Kurushikute mo tonari ni ite yo

Susundara moeru taiyou Higashi wo terasu

Mayotteta kotae ga nai saki he no michi wa

Dare mo shiranai ienai

Totsuzen arashi no naka he ochiru gin no

hikari

Obiecha dame da yo Minna no yume no ki wa

tsuyoi

Saa!

Aishiteru banzaai!

Koko de yokatta Watashitachi no ima ga koko

ni aru

Aishiteru banzaai!

Hajimatta bakari Ashita mo yoroshiku ne

Mada GOORU ja nai

Tokidoki ame ga furu n da Kaze de miki ga

yureru

Issho ni iku n da Minna no yume no ki yo

sodate

Saa!

Daisuki da banzaai!

Makenai yuuki Watashitachi wa ima wo

tanoshimou

Daisuki da banzaai!

Ganbareru kara Kinou ni te wo futte Hora mae

muite

Prok! Prok! Prok! Prok!

Suara tepuk tangan yg meeiah tadi mengakhiri penampilan Maki dengan lagunya yg beejudul Aishiteru Banzai!.

"Aishiteru Banzai? Dasar anak muda jaman sekarang." Komentar Kurenai pada lagu Maki.

"Selanjutnya Sona Sitri-san!" Lanjutnya setengah berteriak.

"B-baik sensei!" Setelah menjawab panggilan Kurenai, Sona langsung maju ke panggung dimana Maki tadi juga bernyanyi tapi dia tidak membawa alat musik.

"Sitri-san?"

"Saya tidak pandai memainkan alat musik jadi instrumennya saya buat di komputer. Tidak apa-apa kan sensei?"

"Yaa... itu diperbolehkan karena tidak ada kewajiban menggunakan alat musik. Kalau begitu mulai!"

Mendengar kata mulai, Naruto yg dimintai tolong oleh Sona untuk mengurus musiknya langsung menyetel instrumen buatan Sona untuk lagu... World Is Mine.

Play: Sona Sitri - World Is Mine (aslinya Hatsune Miku :v )

sekai de ichiban OHIME-SAMA

souyu atsukai KOKORO ete yone

sono ichi itsumo to chigau kamigata ni kiga

tsuku koto

sono ni chanto kutsu made mirukoto, ii ne?

sono san watashi no hito koto niwa mittsu

no kotoba de henji suru koto

wakattara migite ga orusu nanowo nantoka

site!

betsuni wagamama nante itte nain dakara

kimi ni KOKORO kara omotte

hoshii no KAWAII tte

sekai de ichiban OHIME-SAMA

kiga tsuite ne e ne e

mataseru nante rongai yo

watashi wo dare dato omotteruno?

mou! nandaka amai mono ga tabetai!

ima suguni yo?

Oh, check one two...Ahhhhhh!

ketten? KAWAII no machigai desho

monku wa yurushi masen no anone?

watashi no hanashi chanto kiiteru? chottoo...

a, soreto ne? shiroi Ouma-san kimatteru

desho?

mukae ni kite

wakattara kashizuite tewo totte

"OHIME-SAMA" tte betsu ni

wagamama nante itte nain dakara

demo ne sukoshi kurai shikatte kuretatte iino

yo?

sekai de watashi dakeno OUJI-SAMA

kiga tsuite hora hora otete ga aite masu

mukuchi de buaiso na OUJI-SAMA

mou, doushite? kiga tsuite yo hayaku

Oh!

zettai kimi wa wakatte nai! wakatte nai wa...

ichigo no notta Shortcake

kodawari tamago no torokeru pudding

minna, minna gaman shimasu

wagamama na ko dato omowanai de

watashi datte yareba dekiru mon

atode koukai suru wayo

touzen desu! datte watashi wa

sekai de ichi-ban OHIME-SAMA

chanto mitete yone dokoka ni icchau yo?

fui ni dakishime rareta kyuuni sonna eh?

"HIKARERU abunai yo"

sou itte soppo muku kimi

kocchi noga ABUNAI wayo

Prok! Prok! Prok! Prok!

Tak berbeda jauh dari Maki, setelah penampilan Sona pun juga diiringi suara tepuk tangan siswa kelas A.

"D-dia berbeda dari Sona yg aku kenal." Komentar Maki dengan ekspresi tak percaya.

"Oh... lagunya ternyata sangat berbeda dengan sifatnya." Komentar Kurenai disertai senyum canggung.

'Dia mengingatkanku pada masa remajaku!' Pikirnya.

"Sudah kuduga akan lebih bagus kalau dia memakai telinga kucing, pakaian kucing yg cukup terbuka lalu ekor kucing." Komentar Naruto pada penampilan Sona yg menurutnya sangat imut apalagi jika Sona mengenakan kostum yg disebutkannya tadi.

"Baiklah selanjutnya Hoshizuka Karin-san!" Kata Kurenai memanggil murid berikutnya.

Skip Time (setelah 27 siswi lagi mempraktekkan tugasnya)

"Baiklah yg terakhir adalah Namikaze Naruto-san." Kata Kurenai memanggil murid terakhir sekaligus satu-satunya siswa diantara 29 siswi kelas A.

"Baik!" Balas Naruto sembari naik keatas panggung dengan menenteng gitar akustik yg entah darimana dapatnya.

Play: Naruto- Gallows Bell (aslinya yg nyanyi utaite 'Nano')

darkness locks me into this room

the air I breathe has never felt so cold

and I'm losing hold of everything I had

so I'll rock myself to sleep

her beautiful smile was always just for him

every corner of her heart was filled with her

love for him

even when the time would come to say

goodbye

this is what she'd say:

"there's nothing to cry for, I want you to know

that

as long as it's you, this pain couldn't hurt me

no reason to regret, I'll always be waiting for

you

my love, oh

it'll be alright, I want you to know that

I'll always believe in the truth of your words

the only thing unreal was

my place in your heart"

she could feel his words wrap around her neck

her very last breath was swallowed into

silence

and everything they had together fell away

this is how their story ends

surrounded by an iron barricade

gazing at the light with eyes of lead

even after all the time gone by

this is what he'd say:

"I look at these hands that are stained with

blood and

they'll never bring back all the things that

they took

so I won't turn back, I'll find you again

someday

I know, oh

if only the tears would erase all the memories

then maybe I'd learn to fight all these fears

won't hesitate, won't run away

these are things I'm scared to say"

as he is standing in light that is fading

he's feeling the trembling beat of his heart

and he remembers the sound of her very last

words

again, again

"there's nothing to cry for, I want you to know

that

as long as it's you, this pain couldn't hurt me

no reason to regret, I'll always be waiting for

you

my love, my love

it'll be alright, I want you to know that

I'll always believe in the truth of your words"

with open arms, he looks to the sky

finally, I've found my way

my way back to you, my way back to you

...

Kali ini suasananya sedikit berbeda seperti sebelum-sebelumnya dimana di setiap penampilan akan ditutup dengan suara tepuk tangan. Tapi pada saat Naruto mereka semua hanya diam dengan wajah tak percaya baik Kurenai-sensei, Maki, Sona ataupun murid-murid lain.

"D-dia menciptakan lagu dengan bahasa inggris?"

"Belum lagi tadi itu artikulasinya sangat jelas untuk bahasa inggris orang jepang."

Suara-suara semacam itu kini mulai terdengar dari murid-murid perempuan kelas A. Tak terkecuali Maki dan Sona.

"He-hebat... dia menyanyikannya dengan sangat jelas." Komentar Sona dengan wajah tak percaya sedangkan Maki malah memasang wajah yg lain dari lainnya karena dia sedang menatap Naruto dengan penuh selidik.

"Lirik inggris dan artikulasi jelas belum lagi dia selalu menunduk seolah menyembunyikan wajahnya. Dia mengingatkanku pada Nano-san."

Nano yg dimaksud Maki adalah Nano yg selama ini merupakan rivalnya di dunia maya, lebih tepatnya di situs Nico Nico Douga sebagai sesama Utaite. Utaite adalah orang misterius (karena tidak pernah menunjukkan wajah dan identitasnya di depan umum) yg mengcover lagu-lagu baik itu OST Anime, Game maupun Vocaloid. Biasanya para utaite menggunakan sebuah karakter fiksi untuk melambangkan dirinya. Misalnya Maki menggunakan sebuah karakter fiksi berambut merah pendek hampir sama dengan penampilannya di dunia nyata sedangkan orang yg mempunyai julukan Nano itu menggunakan karakter fiksi seorang pemuda yg menggunakan jaket putih bertuliskan N di bagian depan berhoodie panjang dan memakai topeng berbentuk seperti hewan rubah yg terbuat dari porselen (topeng anbu). Ngomong-ngomong soal julukan, julukan Maki sebagai utaite adalah Scarlet Princess.

"Apa mungkin jika Naruto adalah Nano ya?" 'Apa yg kau pikirkan Maki! Kalaupun benar bukannya itu tidak berarti apa-apa? Benar, itu tidak berarti apapun.'

"Tapi kalau kita bisa bertemu dan berbicara satu sama lain bukannya menyenangkan mengingat saat ini tidak ada utaite yg membuat album seperti kita sekarang ini."

"Kita bisa berduet, membuat album duet, membuat PV bersama, membuat lagu bersama lalu saling mengomentari penampilan. Tapi itu tidak akan berarti bukan jika aku bertunangan dengan seseorang." Tiba-tiba nada suara Maki berubah menjadi sedih.

'Ya.. pertunangan berengsek itu.'

FLASHBACK

"Tadaima!" Kata Maki mengucapkan salam kepulangannya sembari memasuki rumah.

"Okaerinasai, Maki-sama." Balas seorang maid dari dalam rumah.

"Nonoha-san, dimana Okaa-sama?"

"Beliau ada di ruang tamu Maki-sama."

"Ruang tamu? Tidak biasanya." Mengetahui hal yg tak biasa Maki lalu pergi ke ruang tamu menemui Okaa-san nya.

"Okaa-sama?" Tanya Maki saat memasuki ruang tamu dan menemukan Ibunya tidak sendirian melainkan bersama Ayah dan 3 orang yg menurutnya asing.

Flashback End

"Haaaah..." Maki menghela nafas seolah membiarkan seluruh bebannya hilang bersama udara yg keluar lewat mulutnya. Entah kenapa dia berfikir jika bertemu Nano dalam keadaan dia yg sudah bertunangan menjadi tak berarti lagi.

Kriiing!

Suara bel pertanda bergantinya jam pelajaran membuyarkan paksa lamunan Maki. Dia bahkan tak sadar jika Kurenai-sensei telah meninggalkan ruang musik.

"Maki! Ada apa denganmu?" Tanya Sona yg khawatir dengan keadaan salah satu sahabatnya itu. Tak biasanya seorang Nishikino Maki melamun di mata Sona.

"Tidak apa-apa. Mungkin hanya kurang tidur."

"Oh... kalau hanya itu aku tidak akan khawatir. Ayo kembali ke kelas."

"Hm!" Dan mereka berdua kembali ke kelas tak menyadari bahwa sejak tadi Maki diawasi oleh Naruto.

'Nishikino Maki. Apakah kau salah satu dari kami?'

Time Loop (pulang sekolah)

Seperti sebelum-sebelumnya, setelah pulang sekolah Naruto mengikuti kegiatan klub basket. Dan kali ini kegiatan mereka juga masih sama yaitu latihan.

"Sirzech! Perhatikan kakimu saat kau mendarat! Aku tahu kau mencoba melakukan tembakan jarak jauh dengan awal lompatan tinggi tapi jika kau salah dalam pendaratan itu bisa fatal akibatnya."

"Baik sensei!"

Setelah menegur Sirzech lalu Guy-sensei kembali melihat-lihat latihan anak didiknya. Sekarang mereka menerapkan pola latihan yg sadis yaitu sehari latihan teknik dan sehari latihan fisik.

Memang benar jika dilihat sekilas itu bukanlah menu latihan yg mematikan tapi tentu saja latihan itu sangat berat. Bayangkan saja jika kalian harus berlatih teknik meski kenyataannya fisik kalian belum siap sama sekali.

Latihan fisiknya juga tidak main-main. Mereka semua harus mulai berlari mengelilingi lapangan setelah selesai pemanasan lalu melatih kaki dan tangan mereka agar tidak mudah lelah. Tentu saja mereka tidak melakukan ini semata-mata tanpa tujuan.

Tujuan mereka adalah memenangkan Inter High Cup yg diikuti oleh semua sekolah di jepang dan menjadi tim basket terkuat di jepang. Kenapa tidak terkuat di dunia? Itu adalah hal yg mustahil mengingat mereka adalah pewaris-pewaris utama keluarga. Meski saat ini mereka memakai pakaian latihan mereka tahu esok pasti akan memakai pakaian kantor, menjadi yg terkuat di dunia dengan waktu yg singkat itu mustahil.

"Issei! Apa yg kau lakukan bodoh! Kenapa kau membuang bolanya!"

"Aku mengopernya padamu bodoh! Kau saja yg tidak becus menangkapya!"

Dan seperti biasa pula latihan mereka diisi oleh cek cok antara Vali dan Issei. Meski kenyataannya mereka adalah partner yg cocok karena kemampuan mereka yg saling melengkapi. Issei dengan kekuatan lompatan yg membuatnya selalu menang dalam perebutan rebound dan Vali dengan Vanishing Drive yg sudah di sempurnakan.

Sementara Furihata dan Sairaorg yg melihat pertengkaran Vali dengan Issei dari ring timur hanya menghela nafas. 'Meski mereka seperti pasangan dansa saat bertanding tapi saat latihan mereka terlihat seperti kucing dan anjing.'

But Wait! Kayaknya ada yg belum dijelasin? Oh... tentu saja Grafiya dan Naruto. Untuk Grafiya saat ini dia sedang sakit jadi tidak masuk sekolah sedangkan Naruto masih tetap berdiri di bawah ring sebelah barat dengan tangan kiri yg masih memegang bola. Tampak jelas kerutan di dahinya membuat kita tahu bahwa dia sedang memikirkan sesuatu.

'Melempar bola itu memang akan memberikan akurasi yg bagus tapi powernya akan berkurang drastis. Memukul bola akan memberikan power yg besar tapi bisa jadi akurasinya berkurang. Meski kemungkinan melesetku adalah 0, 12 itu masih terlalu besar. Bisa jadi masalah saat aku memukul bola basket dan ternyata bisa ditangkap lawan. Pikirkan cara supaya bola itu tak bisa ditangkap Naruto...'

'Hm... mungkin dengan menambah kekuatan pukulan akan membuatnya jadi tak bisa dihentikan lawan. Tidak, itu percuma saja. Bola basket itu permukaannya cukup luas untuk menggunakan angin sebagai rem. Tapi bagaimana kalau...'

"Sairaorg-senpai! Tangkap ini!" Tanpa menunggu sahutan dari Sairaorg, Naruto langsung melempar bola keatas dengan tenaga kecil lalu saat bola itu telah sampai di lingkup pukulannya dia memukulkan bagian dalam tangan kanannya ke bola disertai putaran searah jarum jam sehingga membuatnya terlempar dengan cepat menuju Sairaorg.

Plaaak!

Bunyi mirip suara tamparan itu mengalihkan pandangan semua orang yg ada disana. Setelah dilihat ternyata bunyi itu berasal dari tabrakan antara bola basket dengan tangan Sairaorg. Tampaknya bola itu dilempar (lebih tepatnya dipukul) dengan keras sehingga mampu membuat tangan Sairaorg memerah disertai rasa panas yg menyengat kulit tangannya.

"Apa itu tadi?" Suara itu berasal dari Iseei yg terpaksa menghentikan acara cek cok nya dengan Vali.

"Hahahaha... maaf senpai! Akhirnya aku bisa menggunakan cara itu untuk mengumpan bola tanpa bisa dipotong" Kata Naruto dengan tampang watados.

"Apa maksudmu maaf haah! Kau memukul bola itu dengan keras kearahku, jika saja aku tidak bisa menangkapnya tadi, pasti aku sudah pingsan bodoh!"

"Makanya aku tadi bilang maaf senpai."

"Sudahlah kalian berdua ini sama saja." Kata Guy-sensei mencoba melerai pertengkaran kecil di depannya.

"Itu berbeda Sensei!"

"Berbeda katamu? Memangnya apa yg kau lakukan pada Kiyoshi-senpai saat kita masih kelas 1, Sairaorg?"

"Jangan ikut-ikutan Sirzech!"

Dan setelah permintaan maaf dari Naruto akhirnya Sairaorg bisa sedikit tenang dan kembali melanjutkan latihan.

Setelah selesai latihan (Loker Laki-laki)

"Tadi itu apa, Naruto?" Kata Sirzech memulai percakapan dengan Naruto.

"Yg mana?"

"Yg kau lempar pada Sairaorg tadi."

"Oh... hanya mencoba membuat passing yg tak bisa dihentikan."

"Passing yg tidak bisa dihentikan?"

"Tadi itu bukan cuma memukul bola tapi juga memutarnya sehingga gesekan bola dengan udara semakin kecil."

"Oh... begitu." Karena tidak ada topik yg meresa perlu mereka bahas lagi maka Sirzech memilih untuk diam.

"Naruto!" Sebuah suara yg familiar dengannya karena selalu saja bertengkar dengan Vali tertangkap indra pendengarannya.

"Ada apa Issei?"

"Jalan lelaki mana yg kau pilih!"

"Jalan lelaki?"

"Si Baka Issei ini bertaruh bahwa kau memilih jalan oppai sebagai dasar hidup."

"Lalu kau sendiri Vali?"

"Dilihat bagaimanapun oppai itu tidak lebih dari sekumpulan lemak yg terakumulasi di dada wanita. Pantat adalah yg terbaik."

'Meskipun dia mengatakannya dengan tenang tapi tetap saja terdengar menjijikkan.' Batin Naruto sweatdrop akut yg baru saja sadar bahwa mereka juga merupakan rival dalam hal kemesuman.

"Tidak keduanya. Semua itu sama saja. Tinggal bagaimana gayamu melakukannya." Setelah tahu bahwa mereka diam-diam adalah orang yg membanggakan kemesuman mereka di bidang tertentu membuat Naruto ingin menunjukkan kepada mereka berdua apa itu kemesuman sejati.

"Kalau kau masih belum memutuskan sampai sekarang maka... Namikaze Naruto! Kau akan aku rekrut ke dalam jalan oppai kehidupan!"

"Sayang sekali Issei, aku sudah merekrut Naruto ke dalam jalan pantat for better life."

Melihat situasi mereka yg mulai memanas, Naruto tahu bahwa ini adalah waktu yg tepat untuk melaksanakan rencana nya.

"Kalian berdua terlalu naif."

"Heh?" Respon Issei dan Vali bersamaan.

"Issei! Bagaimana kalau kau melihat oppai di depanmu?"

"Tentu saja aku akan meremasnya! Dengan seluruh kekuatan jiwa ragaku dan juga kekuatan tanganku, akan kuremas oppai itu!"

"Hoooh... dasar pemula. Lalu Vali apa yg kau lakukan jika melihat pantat perempuan di depanmu."

"Pantat adalah sebuah bagian tubuh istimewa dan memiliki kekenyalan yg sempurna, pastinya aku akan meremasnya selembut mungkin." Meski Vali mengatakannya dengan nada cool tapi tetap saja apa yg dikatakannya membuat semua orang disana tambah sweatdrop.

"Haaah... dasar para pemula. Kalian terlalu bergantung pada hal-hal mainstream dan monoton seperti meremas padahal apa yg kalian sukai itu bisa digunakan dengan gaya yg tak terbatas."

"Apa maksudmu?" Meski Issei sendiri adalah orang yg tergila-gila pada oppai tapi dia tidak tahu apa maksud perkataan Naruto tadi.

"Dengarkan Issei. Kalau kau meremas oppai maka apa yg akan dilakukan perempuan yg kau remas oppainya?"

"Kalau dia suka maka dia akan mendesah tapi kalau dia tidak suka maka dia akan berteriak atau memukuliku dsb."

"Itu jika kau meremasnya tapi bagaimana jika kau menekan putingnya?"

"Haaah? Me-menekan? maksudmu menekannnya kedalam?"

"Tentu saja. Sebenarnya daerah yg paling sensitif di dada perempuan adalah putingnya. Maka dari itu kesempatannya untuk mendesah akan lebih besar saat kau menekan putingnya daripada saat kau meremas dadanya."

"Ti-tidak mungkin." Tak terima dengan fakta yg baru saja di terimanya membuat Issei langsung drop karena cara yg dia yakini adalah yg paling benar ternyata kalah dengan cara Naruto.

"Selanjutnya kau Vali." Kata Naruto layaknya seorang guru yg sudah tua kepada muridnya.

"Hm? Kau tadi sudah bertanya apa yg aku lakukan jika ada pantat perempuan, bukan? Tentu saja aku akan meremas tidak, lebih tepatnya aku akan memijatnya."

"Naif! Pantat wanita itu dekat dengan prostat, anal dan juga vagina. Kalau hanya memijat maka implus yg akan disampaikan tanganmu tidak akan sampai kesana. Cara yg benar adalah mencubit atau kalau mungkin tampar."

"Cu-cubit? Ta-tampar?"

"Hanya itu caranya jika kau melakukannya diluar tapi ingin sampai ke dalam."

"Ti-tidak mungkin." Dan untuk pertama kali dalam seumur hidupnya Vali kalah dalam hal berbau pantat dari orang selain kakaknya, Rizevim.

"Kalian bertiga, jangan membicarakan hal seperti itu lagi. Terutama kau Naruto, levelmu berbeda jauh dari mereka." Peringat Sirzech.

"Baik. Sebenarnya aku tidak mau mendengar itu dari maniak leher sepertimu." Balas Naruto memelankan suaranya di kalimat kedua agar tidak diketahui Siezech.

"Kau bilang apa tadi?"

"Tidak apa-apa, Kapten."

Terlalu asyik dengan pembicaraan mereka sampai-sampai mereka melupakan sejenak 2 anggota lainnya.

"Hey, Furihata."

"Kenapa?"

"Apa hanya kita yg tidak mesum?"

"Sebenarnya hanya aku, Sairaorg. Tipemu itu berbahaya loh..."

"A-apa? Kau tahu tipeku?"

"Kau suka tipe perempuan yg tegas, kuat, tak kenal takut dsb. Dengan kata lain kau terobsesi dalam hal wanita militer."

"Me-memangnya itu salah? Seksi adalah saat seorang wanita berkeringat karena melakukan suatu pekerjaan. Manis adalah saat melihat wanita yg wajahnya ternoda tapi tetap tersenyum. Itulah yg kupercayai dalam hal memilih kekasih."

"Sairaorg-senpai, seleramu tidak buruk juga." Komentar Vali.

"Sairaorg, seleramu begitu sempurna." Komentar Sirzech.

"Sairaorg-senpai, pastikan bahwa dada nya bukan silikon." Komentar... ah sudahlah semua pasti tahu.

"Selera seperti itu cukup menarik juga, Sairaorg-senpai." Komentar Naruto.

"Jangan mengomentariku, komentari saja diri kalian sendiri."

04.20 PM Apartemen Naruto

Dreeet... Dreeet...

Mendengar handphone nya berbunyi, Naruto menghentikan aktivitas memasaknya sebentar untuk mengangkat sebuah telepon yg ternyata dari Iruka.

"Moshi-moshi."

"Ah, Naruto! Apa kau tidak ada rencana Sore ini?"

"Sore? Sepertinya tidak, kenapa?"

"Bolehkan aku minta bantuan?"

"Kasus seperti apa!"

"Orang hilang tanpa jejak, ini sulit seperti kesukaanmu."

"Baiklah, tunggu aku jam 5."

Tut...

Mengakhiri teleponnya dengan Iruka, Naruto langsung melanjutkan kegiatan memasaknya yg sempat terabaikan. Karena suasana terlalu hening dia mencoba berbicara sendiri, lebih tepatnya menyuarakan apa yg dia pikirkan.

"Hm... apa yg dilakukan Scarlet Princess, ya? Aku rasa dia sedang membuat sebuah lagu baru, Ai Kotoba ternyata masih belum bisa mengungguli Dive in Your Eyes. Walaupun begitu dia kelihatan sangat berbakat dalam bidang seni, sama seperti Nishikino Maki. Kalau Scarlet Princess adalah Nishikino Maki berarti dia adalah pemegang gelar Da Vinci." Oceh Naruto disela-sela aktivitas memasaknya.

"Ngomong-ngomong soal gelar, kurasa Akeno adalah Edison. Jarinya kelihatannya pernah terluka oleh benda seperti obeng dsb. Dan juga dia kurang merawat kukunya lalu soal kecepatannya menghitung kartu juga mengerikan. Tidak salah lagi bahwa mereka berdua adalah pemegang gelar tinggi Edison dan Da Vinci." Lanjutnya dengan tatapan yg mengerikan kepada panci di depannya.

"Cepatlah matang."

05.00 PM Kantor Polisi Kuoh

Ruangan Iruka

"Jadi, bantuan apa kali ini?" Tanya Naruto yg telah bertransformasi menjadi Kaneki.

"Ada beberapa pilihan, yg pertama hilangnya pekerja bank di Saitama. Tapi aku mendapat berita jam 5 sore kurang 5 menit kepolisian setempat menemukan sebuah mobil yg disewa korban dan didalamnya korban telah mati, tapi kelihatannya korban dibunuh diluar lalu mayatnya ditaruh di dalam mobil karena di dalam mobil hanya ada sedikit darah padahal terkena luka tusuk."

"Terpecahkan."

"Heh?"

"Aku bilang terpecahkan."

"Jelaskan padaku."

"Pekerja bank, mobil yg berisi mayat, mobil sewaan, darah yg terbatas. Sangat tidak masuk akal jika luka tusuk hanya menghasilkan darah yg sedikit. Itu adalah konspirasi yg dilakukan orang yg kau sebut korban dan pemilik jasa persewaan mobil."

"Aku tidak paham maksudmu, Kaneki."

"Sebenarnya aku sudah tahu kasus ini dari televisi. Pekerja bank yg hilang misterius. Di TV disebutkan bahwa korban punya riwayat menggunakan Narkoba dan disana juga dijelaskan betapa sulitnya hidup korban bersama istrinya. Punya asuransi dan juga hutang yg cukup besar. Terlebih lagi saat diwawancarai pemilik jasa persewaan mobil memakai pakaian oleh-oleh dari colombia bahkan di beberapa bagian ada warna kulitnya yg menghitam dan juga saat dia menunjukkan surat-surat yg digunakan korban untuk menyewa mobil di tempatnya aku melihat ada beberapa lembar mata uang colombia."

"Cara kerjanya adalah membunuh identitas lama korban untuk melunasi seluruh hutangnya dan juga untuk menjamin kehidupan istrinya dengan asuransi yg dimiliki korban. Korban sendiri masih hidup dan tinggal damai di colombia."

"Colombia? Jangan bercanda."

"Aku serius. Pemilik jasa persewaam mobil itu mengantar korban ke colombia dengan identitas baru. Itulah sebabnya dia harus membunuh identitas lama. Baju khas turis colombia, mata uang colombia, lalu kulit yg sedikit menghitam. Bukti apalagi yg aku butuhkan?"

"Aku mengerti sekarang. Tapi bagaimana caranya korban membayar si pemilik persewaan?"

"Mengambil alih sebuah akun bank."

"Pada akhirnya pasti juga kejahatan meski niatnya baik."

Diluar dugaan Iruka, kasus seperti ini biisa terpecahkan bahkan tanpa mereka harus keluar ruangannya.

"Ngomong-ngomong dimana Miku?" Tanya Iruka karena tidak biasanya Miku tidak kesini untuk sekedar meminta kasus.

"Dia akan vakum beberapa bulan ini. Dilarang oleh Okaa-san nya."

"Oh... kalau begitu pilihan yg kedua adalah salah satu anggota departemen pertahanan yg terlibat dalam proyek pembuatan rudal yg tak bisa terdeteksi oleh radar. Dia benar-benar menghilang tadi malam tanpa jejak apapun, cctv di rumahnya menunjukkan bahwa dia telah pulang ke rumah tapi jam 12 malam cctv itu mati dan sampai saat ini dia belum ditemukan. Menurutmu ini pembunuhan?"

"Kemungkinan yg paling besar adalah berani mengambil resiko untuk menganggap teroris ada di balik semua ini. Rudal yg tidak bisa terdeteksi, bagaimanapun hal itu sangat menggiurkan bagi para teroris. Cctv jam 12 mati berarti mereka telah melakukan hacking atau bahkan penyusupan. Cari nama dan informasi seluruh warga negara asing yg memasuki jepang hari ini. Carilah yg dari timur tengah lalu laporkan padaku. Ada 2 kemungkinan dalam kasus ini yaitu penculikan atau bahkan pengkhianatan, masing-masing memiliki kesempatan 50:50 tapi jika kita menambahkan logika bahwa 'pencuri hanya mengambil barang, bukan nyawa' maka perbandingannya menjadi 40:60 untuk pengkhianatan."

"Hm... kurasa itu sudah cukup, kami akan mengurusnya sendiri sisanya. Lalu yg ke tiga ada laporan dari sebuah Galeri yg menyatakan bahwa seorang karyawannya hilang."

Dreeet... Dreeet...

"Boleh aku membuka pesannya?"

"Oh, silahkan Kaneki." Kata Iruka mempersilahkan Kaneki.

From: Otou-sama

Sub: Important

Isi: ada sesuatu yg menarik di Sungai Tengu.

"Iruka-san?" Tanya Kaneki pada Iruka setelah membaca isi pesan dari Minato.

"Hm? Kenapa Kaneki?"

"Apa yg ditemukan anak buahmu di Sungai Tengu?"

"Sungai Tengu? Hm... mayat seseorang, diduga korban penganiayaan."

"Bisa kita kesana?"

05.45 PM Sungai Tengu

"Jadi... itu mayatnya?" Kata Naruto setelah sampai di sungai tengu, sebuah sungai yg tidak terlalu besar tapi juga bukanlah sungai kecil. Sungai itu yg biasanya sepi dan damai sore ini harus menjadi menegangkan karena penemuan sebuah mayat di sungai itu. Para polisi juga masih terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi penemuan mayat.

"Ya, ini sedikit jauh dari tempat Galeri itu. Apa kau mencoba menghubungkan keduanya sampai-sampai menyuruhku membawa identitasnya?"

"Begitulah. Bolehkah aku memeriksanya?"

"Tentu saja, lagi pula polisi telah selesai. Tapi jangan merusak mayatnya." Ingat Iruka pada Kaneki.

"Tentu saja, kau pikir aku ini siapa?" Setelah mengatakan itu Naruto langsung memulai pemeriksaannya kepada mayat tak dikenal yg ditemuinya di sungai tengu.

Hasil:

Wajah= luka lebam di sekitar wajah, terutama bibr dan hidung

·Kaki= Varises (ada yg baru dan lama)

·punggung= lembek

·paru-paru *?*= air sungai tengu di paru-paru sangat sedikit jadi mustahil kalau dia tenggelam (ada yg pengen tahu cara ngeceknya?)

·jam= alarm menunjukkan shift malam dan tombol sulit ditekan.

·pakaian= celana polyester dan bajunya juga murahan tapi cukup formal

·celana= ada kait di bagian pinggang celana

·baju= lencana di depan dirobek secara paksa

·saku celana= ada sebuah kertas yg jika diamati baik-baik adalah sobekan tiket

"Iruka-san, boleh aku melihat profilnya?"

"Ini!" Balas Iruka sambil menyodorkan kumpulan kertas yg dipegangnya sedari tadi.

"Kenji Matsumoto. Umur **, kelamin ****, hobi: melihat bintang. Seorang penjaga galeri yg ramah sehingga banyak anak menyukainya." Kata Naruto menggumankan profil singkat seseorang.

"Dia adalah Kenji-san, lebih tepatnya mayat Kenji-san."

"Menurutmu ini hanya pembunuhan biasa Kaneki?"

"Tidak, ini memang pembunuhan tapi pembunuhan ini akan mengantar kita ke kasus yg lebih menarik dan juga lebih besar."

"Kasus?"

"Beberapa hari lagi Galeri tempat Kenji-san bekerja akan mengadakan pameran untuk lukisan Vermeer yg ditemukan kembali setelah berabad-abad dikira hancur."

"Hoy! Hoy! Bagaimana kau bisa seyakin itu? Lagipula belum ada bukti."

"Tidak mungkin petugas galeri biasa dibunuh tanpa sebab dan sebab dibunuhnya Kenji-san adalah karena dia telah tahu sesuatu tentang lukisan itu."

"Bagaimana kalau ini hanya kebetulan? Maksudku banyak pembunuh diluar sana yg membunuh tanpa sebab."

"Kalau kebetulan maka pembunuhnya tidak akan sepintar ini. Lencana yg dirobek, tempat pembunuhan bahkan cara membunuhnya sangat bagus hingga dapat menipu seseorang jika hanya melihatnya. Kasus kali ini adalah pemalsuan lukisan bersejarah. Kuharap ini bisa jadi lebih menyenangkan." Kata Kaneki disertai seringai di balik topengnya.

~.~.~.~

CHAP 9: END!

A/N:

Yosh! Ganti jadwal UPDATE! -_- alasan? Karena setiap kamis kayaknya ane bakal sibuk terus jadi hari ini aja. Yg free wi-fi!

Kenapa Song fic? Karena aku sayang kamu :*

Jujur saya rada males kalo denger Leonardo Da Vinco selalu diidentikin sama yg namanya lukisan mulu :3 maka dari itu muncullah ide ini. Nano yg saya pake jadi Pen Name sebenarnya itu penyanyi dan judul lagunya. Nano itu penyanyinya (utaite) dan Rock on. Adalah single terbarunya.

Buat lemon/lime sekali lagi gwe bilang: NO!

Nano, Log Out!