Chapter 14

Nano, Log In

"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!/Love Me, Seriously!"

Warning:

Mungkin akan sangat OOC, EYD salah kaprah dan banyak typo dan cepat atau lambat bakal ada SongFic dan pastinya Kata-kata kasar yg frontal.

Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Highschool DxD: Ichie Ishibumi

Love Live School Idol Project: KLab (Reader: itu produser gamenya goblok *Yaoming face* Auth: biarin cuk daripada ada yg ngepermasalahin, orang di fandomnya aja gak ada yg make disclaimer *yaoming face*

~.~.~.~

Chapter 14: My World: Novelis (Accident in the Kindergarden)

Opening Song: Neko-Destiny

13 Mei 20xx

04.00 AM (Apartemen Naruto)

Seperti biasa jam segini Naruto telah bangun dari tidurnya dan mulai melakukan aktifitasnya, itu terjadi karena dia mengidap sebuah sindrom yg membuatnya tak bisa tidur lebih dari 5 jam setiap Harinya kecuali pada tanggal 3 juni dimana dirinya akan tidur selama 10 jam. Semalam dia tidur jam 11 malam karena terlibat pembicaraan tentang acara penandatanganan novel karyanya dengan pihak penerbit dan juga Jiraiya, mantan novelis senior 18++ sekaligus pamannya dari pihak ibu.

Flashback...

"Jadi Menma-kun, kita akan mengadakan acara penandatanganan novel Guilty Crown di Akiba. Bagaimana menurut anda?" Tanya seseorang yg memakai baju formal di depan Menma. Sementara itu Jiraiya masih sibuk sendiri dengan telpon dati istrinya, Tsunade yg marah karena dia belum pulang padahal sudah larut malam.

"Kalau menurut saya, sebenarnya bagus-bagus saja. Tapi kenapa Akiba?" Tanya balik sosok Menma yg memakai topeng hitam tapi hanya menutupi area mulutnya sehingga membuatnya mirip dengan masker. (Topeng Kirishima Ayato di Tokyo Ghoul)

"Haah... kami hanya ingin meramaikan Akiba yg saat ini penuh dengan souvenir-souvenir berbau anime dan juga novel-novel yg diangkat menjadi anime seperti karya anda."

"Oh... kalau begitu saya siap. Tapi tanggal berapa?"

"Mungkin ini mendadak tapi 2 hari lagi."

"Itu masih cukup lama. Tapi maaf jika saya hanya bisa melakukannya saat sore hari karena pagi dan siang saya harus sekolah."

"Kalau itu kami sudah mengatur semuanya. Ngomong-ngomong bagaimana soal Spin Off yg anda janjikan untuk menutup seri Guilty Crown?"

"Sudah hampir jadi, kira-kira sudah 85%."

"Kalai begitu apa anda bisa menyampaikan kabar itu ke penggemar anda besok pada waktu acara? Soalnya kami kewalahan karena mendapat pertanyaan seperti itu padahal kami sendiri juga belum tahu."

"Baik, akan saya katakan pada penggemar saya. Apakah sudah selesai? Jika iya, maka saya akan pamit pulang."

"Silahkan Menma-san. Saya minta maaf harus mengganggu waktu tidur anda."

"Tidak apa-apa." Dengan itu Menma pergi meninggalkan cafe 24jam tempat dia berbicara soal acara penandatanganan buku yg akan diadakan 2 hari kedepan dengan manajer tempatnya menerbitkan novelnya.

Baru saja keluar dari pintu dan memasuki area parkir Menma bertemu dengan Jiraiya.

"Kau sudah mau pulang, Menma?" Tanya Jiraiya yg baru saja menyelesaikan urusannya dengan Tsunade di telpon.

"Aku sudah selesai Jiraiya-ojiisan. Bagaimana caramu kali ini menenagkan Tsunade-obaachan?"

"Seperti biasanya. Mungkin besok malam aku dan dia akan minum."

"Kalau begitu aku pulang dulu."

"Baiklah, hati-hati dijalan!"

Dengan pamitan kecil itu, Menma memacu motornya dengan cepat tak memperdulikan dinginnya angin malam.

Flashback End...

Membuka laptop miliknya, Naruto tidak kaget karena langsung ada pop up yg menampilkan sebuah game yg ditempatkan oleh seseorang. Dan seseorang itu tak lain adalah ayahnya sendiri.

Game yg munculpun bukan game yg rumit dan menguras otak. Hanya dengan melihat bentuknya yg berupa deretan angka dan huruf lalu tersusun menurun, Naruto telah tahu apa yg harus dia lakukan untuk menyelesaikan game ini. (Gambar cek fb saya)

"Angka dan huruf ini adalah sistem bilangan Heksadesimal. Harusnya cukup mudah kalau hanya seperti ini."

Sistem bilangan Heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16 dimana yg ada di dalamnya hanya angka 0-9 lalu sisanya adalah huruf A-F yg berturut-turut bernilai 10, 11, 12, 13, 14, 15.

"(E+1):2-0,5+7= 14 jadi huruf N

(A3-1+2):3= 9 alias huruf I

(A+B):3= 7 atau huruf G

Cx2:3= 8, huruf H

Ax2= 20, huruf T

A:A= 1, huruf A

E= 14, huruf N

Ax70:100= 7, huruf G

C= 12, huruf L

FxFxAxExDxCxBxA:108,108,000= 5, huruf E."

"Jika kugabung dari awal maka akan membentuk kata NIGHT ANGLE. Apa yg dimaksud Otou-sama? Bukankah gelar Night Angle masih dipegang oleh Okaa-sama?" Naruto sedikit kebingungan dengan pemikiran Otou-sama nya kali ini. Dia tahu bahwa gelar Night Angle dimiliki oleh Okaa-sama nya, tapi ada seseorang di dunia ini bahkan di Kuoh Gakuen yg sangat mirip dengan Okaa-sama nya. Dan orang itu adalah...

"Rias Gremory. Aku lupa jika Okaa-sama telah melepas gelarnya seenaknya sendiri setelah menikah dengan Otou-sama. Tapi aku tidak menyangka jika dia adalah pemegang gelar Night Angle selanjutnya." Menyadari tak ada gunanya menyalakan laptopnya, Naruto langsung mematikannya lalu sedikit berolahraga di pagi hari untuk menjaga kebugarannya.

Di sisi lain...

"Kenapa kalian tidak mau bekerja sama denganku Antonionette, Enigma?" Di sebuah ruangan yg cukup luas dimana ada sebuah meja besar dan 3 kursi yg diduduki oleh 3 orang yaitu para pemegang gelar Enigma, Pythagoras dan Antonionette.

"Melawan Einstein bisa kau lakukan sendiri bukan? Tanpa gelar Orpheus apa yg bisa dilakukan Einstein jaman sekarang?" Tanya seseorang yg memakai pakaian gothic lolita berwarna hitam dan sedikit garis-garis ungu. Postur tubuhnya yg kecil dan wajahnya yg kelewat imut membuat semua orang tertipu dengan umurnya yg sebenarnya. Dialah sang pemegang gelar Antonionette, meski postur tubuhnya kecil tapi lenyataannya dia sudah berumur 16 tahun.

"Ketakutan terkuat kita bertiga bukanlah Galileo, Nightangle, Edison maupun Da Vinci, melainkan Einstein. Jika kita bertiga tidak bekerja sama maka sama saja mustahil untuk membunuhnya." Kata Toneri a.k.a Pythagoras mencoba meyakinkan kedua koleganya tersebut. Apa dia takut? Ya, pasalnya dia mendapat kabar bahwa di jepang, Einstein telah bertemu dengan Da Vinci, Galileo, Edison dan Newton.

"Kalau kau ingin sekali membunuhnya maka gunakan saja gelang Orpheus tiruan yg dibuat oleh GoG mu itu, Pythagoras. Meski tujuanku dan tujuanmu sama yaitu membebaskan belenggu yg dipasang dewa pada otak seluruh umat manusia tapi cara kita melakukannya sangat berbeda." Kali ini yg berkata adalah seorang wanita berambut Oranye kemerah-merahan. Tubuhnya yg kelewat sempurna akan menipu siapapun yg baru pertama kali melihatnya, usianya baru 16 tahun tapi dengan kekayaan dan bentuk tubuhnya maka bisa dipastikan yg baru pertama kali bertemu dengannya akan mengira bahwa dia adalah model terkenal.

"Aku setuju dengan pendapat Enigma, game hanya membuatku semakin bosan untuk hidup. Meski aku sudah membuat sebuah game mematikan tapi mungkin saja game itu hanya akan runtuh beberapa tahun lagi."

"Haah... kalian ini. Baiklah kalau itu sudah menjadi keputusan kalian maka aku tidak akan bisa menolaknya. Tapi maukah kau kuberi gelang Orpheus ciptaan GoG, Enigma? Mungkin kau akan membutuhkannya dalam usahamu yg kebetulan sama denganku."

"Tidak usah. Aku tidak perlu barang palsu." Balas pemegang gelar Enigma itu dengan senyum menyeringai dibalik topeng porselen bercorak rubah yg dipakainya untuk menutupi mukanya (topeng anbu di Naruto).

'Karena aku telah mendapatkan yg asli, gelang Prometheus.'

"Apakah aku boleh pulang, Pythagoras?"

"Aku juga ingin pulang."

"Terserah kalian saja. Tapi jangan salahkan aku jika Einstein menggagalkan rencanamu, Enigma."

"Jangan membicarakan hal bodoh. Laki-laki tidak akan pernah menang dengan perempuan, itu adalah fakta."

"Tapi kau melupakan bagian akhirnya. Perempuan akan selalu kalah pada perasaannya sendiri. Perasaan adalah cacat mental yg berada di pihak yg kalah dalam bermain game."

Lalu tanpa mengucapkan apapun, seorang wanita masih muda yg mewarisi gelar Enigma itu hanya berjalan ke arah pintu keluar mengikuti apa yg dilakukan oleh pemegang gelar Antionette yg mendahuluinya.

"Dalam game aku sudah pasti kalah, kalau begitu akan kubunuh kau dengan cara lain, Einstein." Kata Toneri setelah pemegang gelar Antonionette dan Enigma tadi keluar dari ruangannya.

SKIP TIME! (Back to Naruto)

10.00 AM

Rias PoV

Hari ini aku sangat senang sekali, bahkan Akeno yg duduk di sampingku sampai khawatir padaku karena aku terus-terusan tersenyum. Tapi aku tersenyum bukan tanpa alasan.

Sore nanti di Akiba, sebuah distrik yg lebih mirip seperti surga bagi para Otaku, Animelovers dsb akan ada acara penandatanganan Light Novel. Bukan sekedar Light Novel biasa melainkan sebuah Light Novel fenomenal karya dari Menma-san.

Oh iya! Ngomong-ngomong soal Menma-san, dia adalah orang yg misterius karena dalam beberapa acara Meet and Greet dia selalu memakai topeng. Entah kenapa aku sering merasa bahwa Kuoh adalah kota yg aneh karena ada orang-orang yg memakai topeng muncul belakangan ini.

Yg pertama mengaku bernama Kaneki, dengan rambut putih dan topeng hitam yg hanya menyisakan mata kirinya. Belum lagi gambar di bagian mulutnya adalah gambar mulut yg sedang menyeringai disertai gigi yg runcing membuatnya terlihat menakutkan.

Yg kedua adalah Menma-san. Dia adalah Novelis misterius yg aku katakan tadi. Novel pertamanya memang bergenre fantasy dan action tapi menurut kabar burung di dunia maya, setelah tamat Menma-san akan membuat spin off yg akan menceritakan tentang kisah cinta Haru dan Sora.

Dan yg terakhir adalah orang bertopeng yg muncul di acara pertunangan salah satu sahabatku, Nishikino Maki. Entah namanya siapa atau julukannya apa yg pasti aku pernah mendengar Raiser memanggilnya dengan nama N.

'Haah... ini menyusahkan saja, teori adalah hal yg paling kubenci! Aku lebih suka langsung turun di lapangan.' Batinku sembari menghela nafas. Aku memang tidak terlalu pandai dalam teori tapi dalam praktek tidak ada perempuan yg bisa mengalahkanku.

Aku tidak memperdulikan Akeno yg tertawa tertahan karena melihatku menghela nafas. Aku berdoa semoga saja siang cepat berlalu agar aku bisa ke Akiba dan mengantri di depan.

Rias PoV end

Melihat papan tulis yg berisi angka-angka beserta huruf tidak bisa membuat Naruto tertarik. Meski kenyataannya soal yg ada disana cukup sulit untuk anak seusianya tapi bagi dirinya, Sona dan Maki yg berada dalam satu kelas, soal seperti ini tidak akan mampu membuat mereka menghitungnya lebih dari 45 detik.

'Sistem bilangan Heksadesimal atau juga bisa disebut sistem bilangan berbasis 16. Angkanya 0-9 dan hurufnya A-F, sensei menyuruh kita mengkonversi bilangan itu ke bilangan desimal. Sekilas memang terlihat rumit tapi sebenarnya soal ini tak lebih dari soal anak kelas 4 sekolah dasar.' Komentar Natuto.

'Haah... aku harap hari ini aku bisa tenang.' Harap Naruto setelah mengingat rentetan kejadian yg menimpanya dari awal masuk Kuoh Gakuen.

Tapi bukankah jika ada harapan ada juga perusak harapan? Seperti halnya Ying Yang, api dan air belum lagi matahari dan v.y. canis majoris.

02.20 PM

"Haaah! Kau ingin pulang lebih cepat hari ini?" Teriakan itu menggema dari arah gedung olahraga Kuoh Gakuen. Lebih tepatnya dari seorang guru kepada muridnya.

"Itu benar Guy-sensei. Saya ada urusan yg tidak bisa ditinggalkan jadi maaf sekali jika saya hari ini tidak bisa mengikuti kegiatan ekskul basket." Balas sebuah suara lain dengan nada kalem.

"Sudahlah sensei, Naruto juga sudah berlatih keras belakangan ini kadi tidak apa-apa jika membiarkannya izin."

"Tapi Grafiya, turnamen akan dimulai beberapa bulan lagi itu artinya..." Belum sempat Guy-sensei menyelesaikan ucapannya telah dipotong oleh anghota ekskul lain dengan serempak.

"Sudahlah pergi sana, jangan hiraukan Guy-sensei." Kata anggota ekskul lain.

"Ka-kalian semua memberontak kepadaku?"

"Bukan memberontak tapi orang yg tidak mau memperdulikan temannya itu lebih rendah daripada sampah."

'Sialan kau Kakashi! Kau telah menanamkan kata-kata mutiara sesatmu itu pada anak didikku!'

"Baiklah, tapi ini yg pertama sekaligus terakhir kalinya untukmu Naruto. Lain kali aku tidak akan mengijinkannya kecuali walimu ada disini. Mengerti?"

"Saya mengerti, terima kasih sensei." Kata Naruto berterima kasih kepada Guy-sensei.

Setelah memperoleh izin tak mengikuti ekskul dari Guy-sensei, Naruto pergi menuju pintu keluar gedung olahraga. Tapi karena sudah dibuka dari luar terlebih dahulu Naruto harus mengurungkan niatnya untuk menyentuh gagang pintu dan malah bertatap muka dengan seseorang yg membukanya.

"Na-Naruto-kun?" Kata Rias terkejut pasalnya baru saja dia membuka pintu dan hendak masuk, dia telah bertatap muka dengan Naruto.

"Yo, Rias."

"A-apa yg kau lakukan disini?"

"Aku hanya meminta izin untuk absen dari latihan di ekskul basket."

"Kau ikut ekskul ini?"

"Ya. Mengejutkan bukan?"

"Tidak. Sebenarnya aku telah curiga saat mengetahui tinggi badanmu di auditorium saat itu."

"Hoy! Rias! Kenapa kau kemari?"

"Onii-sama? bisa kau tunggu sebentar Naruto-kun? Sebenarnya ada juga hal yg ingin kubicarakan denganmu."

"Baiklah."

setelah menunggu sekian lama di luar gedung olahraga, akhirnya orang yg ditunggu-tunggu Naruto keluar juga ditemani Sirzech.

"Naruto, aku perlu bantuanmu."

"Bantuan?"

"Hm... karena kau pulang duluan bagaimana kalau kau mengantarkan Rias sebentar ke Akiba?"

"Akiba? Tentu. Memangnya ada apa sampai pergi kesana?"

'Akiba... jangan katakan kalau dia...'

"Tanyakan saja pada Rias, aku akan lanjut latihan dulu. Oh ya! sebelum kalian pergi ingat kata-kataku ini Naruto." Tiba-tiba nada suara sirzech berubah menjadi dingin saat mengatakan kalimat terakhirnya.

"Hm?" Sementata itu Naruto yg mengetahui sifat siscon Sirzech kambuh hanya bereaksi seperti biasanya.

"Jika aku mendapati adikku celaka maka akan kupastikan besok di ujung tiang bendera akan tertancap kepalamu."

'Dasar siscon. Tiang yg ditancapi kepala? Rasanya aku pernah menonton adegan itu di anime dalam sebuah anime.'

"Kau bisa percaya padaku, Sirzech."

Saat perjalanan... (menuju cafe ichiraku)

"Naruto-kun!" Tanya Rias membuka percakapan diantara perjalanan mereka yg hening dan sangat khitmat.

"Hm?" Dan hanya jawaban yg berisi 2 huruf itulah yg didapat Rias dati Naruto.

"Dimana kau memarkirkan motormu? Kurasa kita sudah berjalan cukup lama."

"Kalau berjalan menurutmu lama kenapa kau tidak mengajakku berlari?"

"Heeh... jadi boleh ya? Tapi katakan dulu dimana kau memarkirkan motormu." Kata Rias dengan nada menuntut di akhir kalimat.

"Cafe Ichiraku. Silahkan perempuan duluan." Membuat pose layaknya seorang butler yg membiarkan majikannya lewat, Naruto menyuruh Rias untuk berlari duluan.

"Baiklah. Aku tidak akan sungkan."

Cafe Ichiraku...

Dari arah jalan menuju Kuoh Gakuen terlihat 2 orang berbeda gender dan warna rambut sedang berlari seperti dalam film action dimana sang tokoh utama dan temannya dikejar tank *?*.

Sayangnya aksi saling kejar bak aktor dan aktris hollywood itu harus berakhir saat mereka sampai di depan sebuah cafe yg bernama Ichiraku.

"Larimu cepat juga, Naruto-kun."

"Tentu saja. Ngomong-ngomong soal hal yg ingin kau bicarakan denganku saat di gedung olahraga,sebenarnya apa?"

"Ah, soal itu... kau kenal bukan dengan Sona, Akeno dan Maki?"

"Ya, aku mengenal mereka."

"Sebenarnya tadi malam aku ditelpon oleh Minato-Ojiisan."

'Kenapa Otou-sama menelpon Rias?'

"Lalu pamanmu itu bilang apa?"

"Dia menyuruhku untuk bertanya pada Sona, Akeno dan Maki tentang hubungannya dengamu. Lalu yg terakhir dia menyuruhku untuk bertanya padamu tentang hubunganmu dengan mereka bertiga."

"Lalu apa jawaban dari mereka bertiga?"

"Sona bilang bahwa dia adalah Galileo dan kau adalah Einstein. Akeno juga hampir sama tetapi dia adalah Edison lalu yg terakhir Maki juga berkata mirip seperti itu hanya saja dia Da Vinci. Apa maksudnya nama-nama ilmuwan itu?"

"Kau melupakan yg terakhir Rias. Kau adalahNightingale , si bidadari lampu."

"Haa? Apa maksudmu Naruto-kun? Kata Minato-Ojiisan gelarku adalah Nightangle."

"Dia salah mengerti. Nightingale dan Nightangle memang hampir sama, soal tadi kurasa pamanmu hanya salah membacanya atau mungkin sedikit lupa."

'Tidak kusangka Otou-sama bisa tertipu gara-gara typo yg dibuat GoG.' Batin Naruto yg saat ini sedang sweatdrop akut.

"Jadi Minato-Ojiisan salah menyebutkannya?"

"Ya kau benar, bukan Nightangle melainkan Nightingale. Si bidadari lampu dari inggris Florence Nightingale."

"Lalu apa maksudnya semua Nama-nama itu?"

"Ceritanya sangat panjang. Dulu Pythagoras meninggalkan pesan kepada manusia di jaman setelahnya menggunakan media angka dan rumus Teorema Pythagoras yg dia buat. Pesan itu berisi undangan untuk bertemu di suatu tempat entah dimana tapi yg pasti hanya ada 8 orang di seluruh dunia yg mampu menguraikan pesannay dan ke 8 orang yg berkumpul disana adalah bakal dari Newton, Da Vinci, Galileo, Einstein, Edison, Nightingale, Enigma, Antonionette dan ditambah si pengirim pesan Pythagoras lalu orang-orang seperti kita memang bukan keturunan mereka tapi kita adalah pewaris gelarnya."

"Tu-tunggu dulu! Apa yg mereka bicarakan saat mereka berkumpul?" Tanya Rias tak mengerti.

"Entahlah, tidak ada yg tahu secara pasti apa yg mereka bicarakan saat itu. Mungkin sebuah janji atau mungkin mereka memperebutkan sesuatu."

"Memperebutkan sesuatu? Apa itu adalah gelang yg bernama Orpheus?"

"Tidak, bukan gelang Orpheus. Gelang Orpheus hanyalah tiruan sedangkan gelang yg asli bernama Prometheus."

"Hm... rasanya aku tidak mengerti sama sekali." Ucap Rias dengan tampang watados.

'Sudah kuduga, Tipikal Nightingale si bidadari tomboy.'

"Kalaupun kau tidak mengerti tidak apa-apa. Yg menjadi pertanyaanku adalah apa kau jadi ke Akiba?"

"Huwaa! Aku lupa! Naruto no Baka! Kenapa kau mengajakku ngobrol disaat seperti ini!"

'Dilihat dari manapun rasa keingintahuanmu itu yg membuat obrolan ini panjang, Rias.'

"Kalau begitu naiklah, aku juga ada urusan di Akiba."

02.45 PM Akihabara

Seeampainya di Akiba Naruto memarkirkan motornya di tempat khusus parkir dan turun untuk membuat janji dengan Rias tentang kapan mereka bertemu lagi disini.

"Jadi jam berapa kau selesai dengan urusanmu, Rias?" Tanya Naruto kepada Rias.

"Hm... antriannya terlalu panjang, mungkin aku harus menunggu sampai 2 jam lebih untuk bisa mendapatkan tanda tangan Menma-san." Balas Rias dengan nada lesu.

"Hm... kau benar, antriannya terlalu panjang untuk acara penandatanganan novel. Merepotkan saja, padahal aku lebih suka memainkan bola dengan tanganku bukannya silinder seperti bolpoin."

"Yosh! Kali ini tanpa pengawalan Onii-sama akan kudapatkan tanda tangan Menma-san!" Setelah deklarasi yg penuh dengan semangat itu, Rias langsunh pergi meninggalkan Naruto dan ikut mengantri di barisan menuju toko buku yg cukup besar.

"Meskipun dia tidak seperti yg lain, tapi itulah hal yg membuatnya menarik. Sifat penyayang dan keibuan serta feminim meski terlihat tomboy diluar. Dengan itu semua sifat Rias Gremory sudah mirip 85% dengan Okaa-sama minus sifat M nya."

Setelah mengatakan itu Naruto mengambil topeng Menma dari tas nya lalu pergi ke toko buku yg sama dengan Rias tapi dia lewat pintu belakang karena bagaimanapun dialah bintangnya disini.

2 jam kemudian...

"Haah... menjadi pengantri terakhir sangat tidak menyenangkan." Kata Rias sebal saat mengetahui bahwa dialah yg terakhir dalam antrian. Meski saat ini dia sudah masuk toko buku dan berjarak 1 orang dari Menma tapi tetap saja menunggu selama 2 jam sangatlah menyebalkan bagi orang sepertinya.

"Arigatou Menma-san!" Mendengar suara orang di depannya meengucapkan terima kasih pertanda bahwa ini adalah gilirannya.

"Se-selamat sore Menma-san." Sapa Rias pada novelis di depannya.

"Selamat sore."

"Ano... Menma-san, apa benar bahwa anda akan mengeluatkan spin off dalam waktu dekat?"

"Itu benar. Mau bocoran plot nya?"

"Tentu saja." Balas Rias dengan antusias.

"Spin off ini menceritakan bagian yg hilang dari ending light novel nya. Sebuah cerita asmara hero dan heroine utama."

"Sepertinya menarik Menma-san. Ah! Aku hampir lupa, tolong terima ini." Kata Rias sembari menyodorkan sebuah surat kepada Menma.

"Dari siapa ini?" Karena telah selesai menandatangani novel Rias, Menma mengambil surat yg disodorkan Rias.

"Dari penggemar anda yg lain. Dia menitipkannya padaku karna tidak bisa mengantri terlalu lama."

"Oh... begitu." Lalu Menma membuka surat itu dan menemukan keanehan di dalamnya.

'Sepertinya aku benar-benar diawasi seketat ini sampai-sampai mereka menantangku game disaat seperti ini.'

Melihat isi nya secara sekilas saja sudah pasti akan membuat si pembaca kebingungan karena isi nya adalah sebuah pesan yg mirip seperti teka-teki dan undangan.

Tempat dimana benih-benih untuk masa depan ditaburkan. Pada jam 5.20 akan terjadi sebuah supernova jika kau tak berhasil menemukan jawabannya.

"Bom." Kata Naruto singkat setelah membaca isi surat itu.

"Bom? Dimana?" Tanya Rias tak mengerti.

"Taman Kanak-Kanak Kuoh. Bisa kau ikut denganku Rias?"

"Hm.. tentu Menma-san."

'Darimana dia tahu namaku?'

"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang." Lalu Menma menyeret Rias untuk pergi dengannya menuju TK Kuoh.

05.13 PM Taman Kanak-Kanak Kuoh

Waktu yg dibutuhkan dari Akiba menuju TK Kuoh ternyata tidak lebih dari 15 menit atau mungkin hal itu terjadi karena Menma yg ngebut di jalan raya tanpa memakai helm (karena helm nya dipakai Rias).

Dan bagi Rias hari ini adalah hari yg paling mengejutkan dalam fase remaja nya. Pasal nya orang yg berhasil mengalahkan dirinya dalam catur ternyata adalah idolanya sendiri dan yg lebih mengejutkan lagi adalah ternyata orang itu juga mempunyai gelar Einstein. Kini mereka terlihat seperti terhubung oleh rantai-rantai yg mengikat takdir mereka, Rias, Akeno, Sona, Maki dan Naruto.

"Jadi dimana bom itu? Naruto-kun?" Tanya Rias langsung setelah mereka turun dari motor Naruto.

"Entahlah. Yg pasti untuk menghentikannya kita harus menyelesaikan game di dalam laptop yg mereka taruh di taman bermain."

"Membunuh anak-anak tidak berdosa di sekolah ini. GoG itu tidak akan pernah kumaafkan."

"Tenangkan dirimu Nightingale. Lagipula kenapa anak-anak TK sampai sekarang masih disekolah dan memakai Neuro Linker?"

"Kalau masalah itu mungkin ada lomba atau event yg diadakan pihak sekolah. Aku juga sudah beberapa minggu tidak kesini gara-gara sibuk dengan tahun ajaran baru jadi aku tidak tahu apa-apa."

"Jadi kesimpulannya kita tidak bisa mengungsikan mereka semua karena mereka saat ini berada di server dan mematikan Neuro Linker secara paksa akan membuat anak-anak itu merasa kesakitan." Lalu mereka berdua pergi menuju taman bermain di TK Kuoh meninggalkan gedung utama yg dinding-dindingnua berwarna PELANGI.

Seperti kata Menma, sesampainya mereka di taman bermain mereka menemukan sebuah laptop yg terbuka di atas ayunan. Jika dilihat baik-baik maka kita akan bisa melihat kotak-kotak seperti di teka-teki silang tapi kali ini semuanya mendatar.

"Game yg aneh." Komentar Rias.

Ilustrasi singkat!

( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )

Clue: Warna-warna paling indah

Back to Story!

"Meski begitu, game ini bisa membunuh banyak orang jika tidak diselesaikan."

"Sudah tahu aturannya?"

"Cara mainnya sama seperti teka teki silang yg ada di soal sekolah dasar maupun menengah. Tapi ada kejanggalan."

"Kejanggalan?"

"Semua baris disini ada 7 tapi clue nya hanya 1 yaitu Warna-warna Paling Indah."

"Jadi kau tidak bisa menyelamatkan mereka Naruto-kun?" Sinar harapan di mata Rias kini kian meredup disertai volume suaranya yg melemah.

"Aku bilang kejanggalan bukan kemustahilan. Lagipula aku juga sudah tahu semua jawabannya."

"Semuanya? Apa kau selalu seperti ini dalam bermain game?" Tanya Rias penuh selidik kepada Naruto.

"Entahlah. Aku juga tidak tahu."

"Lalu apa jawabannya?"

"Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Indigo, Purple." Kata Naruto sembari mengetikkan jawabannya di kotak-kotak tadi.

"Bukannya itu warna pelangi?"

"Itulah yg mereka maksud, Pelangi adalah hasil pembiasan cahaya yg sangat indah."

[ENTER!]

Setelah menekan tombol Enter bukannya melihat sebuah tulisan selamat dsb, Naruto malah mendapatkan game lagi yg artinya mereka belum bisa bersantai.

"Kali ini apa lagi? Sekarang sudah jam 5 lebih 17 menit."

Warna yg paling membingungkan dan warna yg berada diambang batas diantara warna-warna yg paling indah.

"Warna yg paling membingungkan dan warna yg berada diambang batas diantara warna-warna yg paling indah. Itu artinya aku harus memilih sebuah warna diantara 7 warna yg baru saja kumasukan tadi. Tapi apa ciri-cirinya? Kalau kesukaanku adalah hitam, putih dan magenta." Tak memperdulikan Rias yg terlihat sangat marah setelah mereka mendapatkan game lagi, Naruto tengah sibuk memikirkan game ini.

"Cepatlah Naruto-kun! Waktunya tinggal 2 menit lagi."

"Warna yg paling membingungkan dan warna yg diambang batas diantara warna-warna yg paling indah. Warna... warna... pikirkan apapun tentang warna... jangan-jangan!"

"Waktunya tinggal 1 menit lagi Naruto-kun." Kata Rias saat jam tangannya menunjukkan jam 5 lebih 19 menit.

"Warna yg paling membingungkan, warna yg dimaksud adalah warna Indigo/Nila karena dalam spektrum cahaya nya sendiri masih menjadi perdebatan sampai sekarang. Pendapat pertama menyatakan bahwa spektrum cahaya Nila berada di antara 450 dan 420 nanometer, yg terletak pada sisi gelombang pendek dari warna biru ke arah warna spektrum ungu. Tapi ada juga pendapat yg menyatakan bahwa warna Nila di antara 446 dan 464 nanometer yg menempati segmen spektrum kurang lebih dari biru sampai ke sisi gelombang panjang, menuju warna azure/biru langit. Jadi jawabannya sudah pasti Indigo!"

"Lalu bagaimana dengan warna yg berada diambang batas?" Meski kagum dengan Naruto yg bisa menjawab pertanyaan seperti itu dengan tenang disaat seperti ini tapi Rias tidak punya waktu untuk mengekspresikan kekagumannya.

"Warna yg berada diambang batas maksudnya adalah warna Merah/Red. Warna merah adalah warna di frekuensi cahaya yang paling rendah yg dapat ditangkap pada mata manusia. Cahaya merah mempunyai panjang gelombang dengan jangkauan sekitar 630-760 nanometer. Itulah warna yg berada diambang batas penglihatan manusia, warna Merah."

[ENTER!]

Setelah menekan tombol Enter sepersekian detik sebelum jam menunjuk tepat pada 05.20 tiba-tiba layar laptop tadi menunjukkan sebuah gambar bom rakitan yg di detonatornya bertuliskan off.

"Ka-kau berhasil Naruto-kun." Tanpa basa-basi Rias pun langsung memeluk Naruto yg masih memakai topeng Menma.

"Bukan aku tapi kita." Masih dipeluk Rias, Naruto membenarkan perkataan Rias tadi.

"Heh? Memangnya aku membantu apa?" Tanya Rias tak mengerti. Menurutnya dia tadi bukan membantu tapi malah merepotkan Naruto.

"Jika kau tidak datang ke Akiba maka sudah pasti tidak ada yg mengantar surat itu, jadi bomnya akan meledak tanpa bisa kucegah. Lalu yg kedua warna rambutmu mengingatkanku dengan jawaban warna diambang batas tadi."

Teng! Teng! Teng!

Sayangnya momen yg terlihat Romantis itu tak berlangsung lama karena setelah bel TK kuoh berbunyi Rias langsung sadar dan melepaskan pelukannya pada Naruto.

"Ma-maaf, karena memelukmu tanpa minta izin." Dengam wajah menunduk dan sangat merah, Rias meminta maaf kepada Naruto.

"Tidak apa-apa. Ayo kuantarkan pulang sebelum besok Sirzech-senpai membunuhku karena salah paham."

"Tunggu sebentar! Aku akan menyapa anak-anak dulu, biasanya aku kesini untuk mengajak mereka bermain atau mengajari mereka olahraga."

"Baiklah, aku akan menyiapkan motorku dulu."

Sesampainya di halaman depan, Rias langsung diserbu oleh puluhan anak-anak yg sudah tahu akan kedatangannya.

"Rias-Oneechan!"

"Rias-Onesama!"

Begitulah kira-kira panggilan mereka kepada Rias. Sementara itu Rias yg diserbu oleh puluhan anak-anak langsung menyiapkan diri untuk tabrakan.

3...

2...

1...

Hap!

Dalam sekali rengkuhan tangan Rias dapat menangkap 5 anak sekaligus yg mencoba menabraknya dari depan sedangkan sisanya mengerumuni Rias sampai sudut 360 derajat.

"Rias-Oneechan kenapa beberapa minggu ini Rias-Oneechan tidak kemari?"

"Rias-Oneechan kemana saja beberapa minggu ini?"

Diberodong oleh pertanyaan yg sama tapi berbeda pengucapan membuat orang seperti Rias cukup kesusahan.

"Maaf... beberapa bulan ini Oneechan sibuk karena mendapat tugas yg cukup banyak dari sensei. Jadi baru bisa datang kesini."

"Lalu kenapa Rias-Oneechan datang dari arah taman bermain?"

"Hm.. kalau soal itu aku tadi baru saja membantu temanku menjinakkan sebuah bom untuk menyelamatkan kalian semua."

"Waah... Oneechan hebat!"

'Padahal aku hanya membantu.' Batin Rias sweatdrop akut.

"Hoy! Rias! Apa sudah selesai?"

"Tunggu sebentar Naruto-kun!"

"Oneechan! Siapa Niichan itu?"

"Oh... dia Naruto, dialah yg menjinakkan bom di sini untuk menyelamatkan kalian semua."

"Jadi Naruto-Oniichan itu pacarnya Rias-Oneechan?"

"Bu-bukan seperti itu, Naruto-kun itu teman Oneechan."

"Tapi kata Sirzech-Oniichan, cinta itu bisa tumbuh dari pertemanan seperti Sirzech-Oniichan dan temannya yg bernama Grafiya."

'Si-sialan kau Onii-sama! Apa yg kau ajarkan pada anak-anak suci ini hingga mereka tahu cintaaa!'

"Hoy! Rias, kenapa lama sekali?" Tak sabar dengan Rias yg menurutnya terlalu lama untuk sekedar menyapa, Naruto turun dari motornya dan pergi menghampiri Rias.

"Na- Naruto-kun! Bukan apa-apa, maaf membuatmu menunggu lama. Maaf ya semuanya! Rias-Oneechan harus pulang sebelum nanti Oneechan dimarahi oleh Sirzech-Oniisama."

"Baik!" Lalu anak-anak TK tadi membubarkan dirinya dan berlarian menuju gerbang keluar TK Kuoh untuk dan disambut oleh orangtua masing-masing yg menjemput anaknya. Semenatar itu Rias dan Naruto juga berjalan menuju motor Naruto untuk pulang.

"Kau ini memang pantas memegang gelar Nightigale. Kau juga pasti menjadi istri yg baik karena sifatmu yg seperti tadi." Kata Naruto disertai senyuman naturalnya yg kini bisa terekspos karena dia telah menanggalkan topeng Menma sejak mereka berdua terpisah.

"..." Sementara itu di pihak Rias yg mendapat pujian disertai bonus senyuman Naruto mau tak mau hanya menunduk disertai wajah yg memerah karena malu dan diam saja karena tak tahu harus meresponnya seperti apa.

"Sudah siap?" Tanya Naruto memastikan bahwa Rias telah naik.

"Sudah." Jawab Rias singkat.

Mendengar itu Naruto langsung menyelakan motornya tapi setelah mendengar suara sirine polisi dan ponselnya yg bergetar di sakunya.

"Haaah... sebenarnya ada apa dengan hari ini?"

~.~.~.~

Chap 14: END!

A/N: Huwa... beberapa hari sebelum Uji Nyali ternyata udah libur jadi dapet cukup waktu buat nulis chap 14. Sebenarnya rute Rias bisa saya ceritain dalam 1 chapter tapi nanti gak adil deh. Btw saya belakangan ini berpikir kira-kira gimana ya kalo saya masukin ARISTOTELES di cerita dan hasilnya masih belum jelas dan apakah gaya saya menulis seperti perempuan? Saya 100% laki-laki kvlt kok.

Quote dari auth:

UN is a Uji Nyali? Uji Nyontek? Uji Nyalin? No One know so be and dont worry.

Q: Kalo udah jenius kenapa Naruto musti sekolah?

A: Alasan terbesar Naruto sekolah adalah dia mau MOVE ON dan kembali bersosialisasi. Lebih jelasnya tunggu chap filler.

Q: Terinspirasi dari mana buat fic kaya gini?

A: Film "Sherlock bbc inggris" dan anime Kore wa Phi Brain desu ka? Of The Orpheus.

Q: Berapa umur author kok bisa bikin cerita kaya gini?

A: Umur author= angka yg paling banyak dipilih oleh 100 orang jika disuruh memilih antara angka 1-100 x 2

Nano, Log Out