Chapter 18
Nano, Log In
"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!: Love Me, Seriously!"
Warning:
Mungkin akan sangat OOC, EYD salah kaprah dan banyak typo dan pastinya Kata-kata kasar yg frontal.
Disclaimer:
Naruto: Masashi Kishimoto
Highschool DxD: Ichie Ishibumi
Love Live School Idol Project: KLab (Reader: itu produser gamenya goblok *Yaoming face* Auth: biarin cuk daripada ada yg ngepermasalahin, orang di fandomnya aja gak ada yg make disclaimer *yaoming face*
~.~.~.~
Chapter 18: Kemunculan Sang Pemilik Baru Prometheus (Enigma).
Opening Song: Nano - Histery
27 Mei 20xx
02.00 PM (Kuoh Gakuen)
Tak terasa bahwa kini sudah tanggal 27 mei itu artinya besok adalah hari penentuan pemenang Inter High Cup antara Kuoh Gakuen dan Sainan Gakuen. Untuk Kuoh Gakuen jalan yg ditempuh lumayan sulit untuk sampai ke final karena harus berhadapan dengan tim dari sekolah lain yg memiliki pemain dengan tinggi yg bahkan melebihi Sairaorg.
Sedangkan Sainan Gakuen malah sebaliknya. Akibat dari bergabungnya Toneri disana membuat semua tim yg dilawannya terasa lebih mudah bahkan meski tim itu berisi seluruh pemain dengan postur yg tinggi dan tegap tapi tetap saja tidak mampu menghentikan laju Sainan Gakuen.
"Sepertinya lawan kita di final cukup sulit. Cacatan skor pertandingan di kualifikasi sangat berbeda dengan tim kita."
"Bagaimanapun ini adalag salahmu karena kau tidak ikut, Naruto."
"Mau bagaimana lagi, Sirzech-senpai? Sekarang aku hanyalah anggota pasif dan juga aku harus mengatur klub Puzzle yg baru saja dibuat."
"Ada apa dengan kalian semua? Tunjukkan semangat masa muda kalian! Kita akan mengalahkan Sainan Gakuen dan menjadi yg terbaik di jepang!"
"Yaaa!" Sahut mereka serentak.
'Lihat saja Naruto. Akan kutunjukkan teknik kombinasiku bersama Vali/Issei.' Batin Vali dan Issei kompak.
'Kau akan kaget dengan Dunk milikku karena kekuatannya semakin besar.'
'Akan kutunjukkan bahwa aku tidak hanya menirumu Naruto. Aku juga punya teknik sendiri.'
"Guy-sensei! Pertandingannya dimulai jam berapa?" Tanya Naruto.
"Hm... kalau tidak salah jam 10 pagi."
"Kalau tidak salah?"
"Bukan seperti itu! Maksudku pertandingannya dimulai jam 10 pagi."
"Kalau begitu mohon kerja samanya untuk besok. Aku menantikan pertandingan yg seru."
"Apa maksudmu Naruto no baka? Kata Guy-sensei besok kau akan menjadi pemain starter."
"Heh? Apa yg dikatakan Issei itu benar Guy-sensei?"
"Kau tahu sendiri bukan kalau Negi-kun di menit-menit terakhir semi final dilanggar oleh musuh dan jujur saja itu cukup keras. Jadi kuharap kau mau menjadi starter sebagai Point Guard."
"Baiklah. Kalau begitu aku pergi ke klub Puzzle dulu."
Ruang Klub Puzzle
Cekleek...
Saat Naruto membuka pintu dia tidak melihat Rias, Sona, Akeno, Maki maupun Naruko yg sibuk dengan kegiatannya masing-masing seperti biasanya, sebaliknya sekarang mereka terlihat sangat kompak.
Kompak? Ya, karena sekarang entah dengan usulan siapa mereka mencoba baju renang di ruangan klub. Berikut pembagiannya:
Rias, Akeno, Naruko: Bikini (with G-String)
Sona dan Maki: Bikini (Without G-String but Shima Pantsu alias ShimaPan)
Melihat jenis baju renang yg dipakai oleh anggota klub nya, Naruto hanya bisa menghembuskan nafas seperti orang kelelahan.
"Bikini semua? Padahal menurutku ada beberapa orang yg lebih cocok memakai Tankini." Tak mengindahkan pandangan kaget mereka semua minus Naruko dan Akeno yg malah tersenyum, Naruto segera masuk dan menutup pintu agar tidak ada orang yg mengintip.
"Ba-ba-baka! Kenapa kau malah masuk!" Baru saja duduk di kursi, Naruti sudah di protes oleh Rias.
"Ara... ara... Naruto-kun. Kalau Rias belum siap maka aku siap kapan saja."
"Hm! Akeno-nee benar. Naruko juga siap."
"Sayangnya aku tidak terlalu suka yg besar. Lebih tepatnya aku ini setengah flat lover."
"F-flat lover!" Setelah mendengar kata flat lover, Maki dan Sona langsung berlari ke belakang punggung Rias. Meski mereka sejujurnya cukup senang mendengar hal tadi tapi sepertinya mereka belum siap untuk tahap sejauh ini.
"Jadi kenapa kalian berhenti? Apa kalian akan berpakaian seperti itu sampai pulang."
"Kalau itu kata Onii-chan maka Naruko siap."
"Ara... ara... aku tidak akan kalah dengan Naruko."
"Bagaimana kami berganti pakaian menjadi seragam lagi kalau kau ada disana baka!"
"Tenang saja Rias. Bukankah kau sudah tahu aku sekarang duduk di kursi yg memunggungi kalian semua? Jangan khawatir, sepertinya hormon remajaku belum terlalu terpengaruh dengan hal seperti tadi. Aku masih bisa mengontrol diriku sendiri."
"Jangan menunggu sampai kau tidak bisa mengontrol dirimu! Cepatlah keluar sebentar baka!"
"Haaah... Baiklah. Sesuai perintah anda Ojou-sama." Sebelum pergi dari ruang klub, Naruto menyempatkan diri untuk menunduk 90 derajat ala pelayan profesional kepada Rias dan tentu saja membuat wajah Rias menjadi merah pada tatkala Naruto menunjukkan sifat gentle nya seperti tadi, apalagi ditujukan kepada dirinya seorang.
10 menit kemudian...
Naruto masih setia menunggu di depan ruang klub Puzzle meski kadang saat ada anggota klub lain bahkan Osis yg lewat dia disangka orang aneh karena berdiri di depan ruangan tanpa memasukinya.
'Pythagoras bilang dia akan membunuhku. Tapi bagaimana caranya? Jujur saja bagiku dia tidak seperti pemegang gelar. Meski tujuannya sudah jelas tapi jika kuteliti lagi apa yg dilakukannya selama ini sama dengan yg dilakukan Kaguya neneknya saat menjadi pimpinan GoG. Apa mungkin dia bukanlah pemegang gelar Pythagoras yg asli?'
'Jika kuteliti dari penampilannya maka caranya membunuhku yg paling mungkin adalah... Interpol, konspirasi, pencurian, Kaneki. Dia punya rambut putih jadi dia bisa saja menyamar menjadi Kaneki lalu mencuri sesuatu dari negara Inggris. Kenapa aku yakin sekali jika itu inggris? Tidak! Itu sudah jelas karena perdana menteri inggris pernah ke jepang. Jadi kau ingin membunuh Kaneki ya? Kalau begitu aku akan membawamu ke neraka bersamaku Pythagoras.'
Sfx: suara baling-baling helikopter.
Mendengar suara baling-baling helikopter yg sedang berputar dengan keras, Naruto langsung tahu bahwa ada sesuatu yg tidak beres sedang terjadi sekarang. Ditambah lagi suara helikopter itu seolah lenyap setelah berhenti sesaat diatas atap Kuoh Gakuen seperti tukang pos yg pergi setelah mengirimkan surat.
"Naruto-kun! Kau boleh masuk!" Mendengar namanya dipanggil oleh Maki, Naruto langsung masuk kuang klub dan mengatakan pada mereka semua untuk pergi ke atap.
"Semuanya! Pergi ke atap sekarang juga."
"Ada apa?"
Tak mengindahkan pertanyaan dari Sona, Naruto langsung meninggalkan mereka semua dan berlari menuju atap sekolah. Meski beberapa kali menabrak siswa lain bahkan ditegur oleh Osis, Naruto tetap melanjutkan larinya setelah meminta maaf.
Atap...
Sesampainya di atap, Naruto tidak terkejut saat melihat seorang perempuan yg memakai topeng rubah ada di depannya. Di pergelangan tangannya terdapat apa yg Naruto asumsikan adalah gelang Prometheus.
"Jadi inikah pemegang gelar Einstein? Menyedihkan."
"Aku tidak perlu pendapatmu, pemegang gelar Enigma."
"Jangan terlalu dingin pada wanita atau kau tidak akan pernah punya pacar selamanya."
"Jadi ada apa pemegang gelar yg sudah mendapat gelang Prometheus datang kepadaku? Aku bahkan tidak punya gelang Orpheus."
"Aku tidak perlu gelang Orpheus karena aku sudah punya yg gelang Prometheus seperti yg kau bilang tadi. Hanya saja aku ingin melihat apakah pemegang gelar Einstein saat ini baik-baik saja tanpa gelang Orpheus. Tidak, aku ingin melihat apakah kau pantas memiliki gelar itu."
"Gelarku ini kuperoleh dari Newton. Dengan perhitungannya yg seperti melihat masa depan, tidak ada yg meragukannya bukan?"
Naruto mendapat gelar Einstein dari Newton/Minato? Sebenarnya Rias, Akeno, Sona dan Maki juga mendapatkan gelarnya ini dari Minato. Proses pembagian bermacam-macam gelar itu sebenarnya tidak bisa dijelaskan secara ilmiah karena berhubungan dengan batin pemegang gelar lain. Jika ada anak kecil yg dianggap pantas menjadi pewaris gelar maka salah satu pemegang gelar secara acak akan mendapat mimpi tentang anak itu.
Dalam kasus Minato dia sedikit spesial karena kebetulan saat itu hanya dialah pemegang gelar yg masih hidup di generasinya, sebenarnya masih ada Kushina tapi Kushina telah seenaknya membuang gelarnya karena dianggap merepotkan. Sementara pemegang gelar lain di generasi Minato telah mati dalam insiden pengkhianatan GoG belasan tahun lalu.
Pengkhianatan GoG? Pengkhianatan itu dipimpin oleh Einstein (Hagoromo) dan diikuti oleh pemegang gelar Da Vinci, Edison, Galileo melawan Enigma, Antonionette dan Pythagoras (Kaguya). Pada saat Hagoromo memberi gelar Newton pada Minato dan pemegang gelar Galileo (sebelum Sona) memberi Gelar Nightingale untuk Kushina, umur Minato dan Kushina masih terbilang muda (17 tahun) dan bisa dibilang sangat terlambat untuk memberitahukan tentang gelar mereka saat itu. Jadi Hagoromo melarang mereka untuk membantu pengkhianatan GoG dengan alsan kurangnya pengalaman dan mereka berdua masih sangat muda. Lalu hasil dari pengkhianatan itu adalah hancurnya GoG dan matinya pemegang gelar Enigma karena berduel dengan Galileo, Antonionette karena berduel dengan Da Vinci juga Edison, Pythagoras karena beduel dengam Einstein. Itu membuktikan bahwa Minato bukanlah satu generasi dengan Natuto dkk melainkan satu generasi diatasnya.
"Kau benar. Perhitungan Newton seperti melihat masa depan tapi aku tetap meragukannya jika menempatkan gelar Einstein padamu. Uzumaki Naruto!"
"Biar kutebak Kyuubi-chan..."
"Kyuubi? Kau memanggilku siluman rubah?"
"Aku tidak tahu namamu jadi aku memanggilmu seperti itu. Lagipula kau memakai topeng rubah bukan?"
"Hmm... kau benar juga, Einstein."
"Gelarmu itu sebenarnya kau peroleh dari Einstein (Hagoromo) bukan?"
"..." Tidak ada jawaban dari pemegang gelar Enigma itu tapi jika dilihat dari sudut pandang Naruto kita dapat melihat jika sorot matanya menajam.
"Jadi itu benar ya... alasanmu sampai repot-repot memenangkan semua game di tempat gelang Prometheus disembunyikan dan memenangkan gelang itu adalah untuk mengujiku apakah aku berhak menjadi pemegang gelar Einstein bukan?"
"Itu tidak sepenuhnya benar dan tidak juga sepenuhnya salah. Tujuanku mengambil gelang Prometheus adalah untuk mewujudkan impianku yaitu membebaskan belenggu di otak manusia."
"Kenapa kau tidak bekerja sama dengan Pythagoras kalau impian kalian sama?"
"Yg menyebabkan Einstein (Hagoromo) mati adalah Pythagoras (Kaguya). Aku tidak mungkin sudi untuk bekerja sama dengannya."
'Lagipupa siapa yg sudi kalau harus bekerja sama dengan orang menjadi pemegang gelar kedua?'
Cekleek...
"Sepertinya kau harus segera pergi, Enigma." Kata Naruto pada perempuan bertopeng rubah di depannya ini setelah mendengar suara pintu yg dibuka.
"Mengusir perempuan itu tidak baik. Mana sopan santunmu sebagai laki-laki?"
"Siapa kau!" Teriak Sona pada orang asing bertopeng rubah yg sedang berbicara dengan Naruto.
"Jadi si kacamata itu adalah pemegang gelar Galileo? Generasi baru dan lama ternyata sangat berbeda."
"Apa maksudmu datang kesini orang asing." Kini giliran Rias yg maju bertanya.
"Aku kesini hanya untuk menyapa saja. Seperti kata Pythagoras palsu, ternyata Einstein cukup menarik meski tanpa Orpheus. Aku menunggumu sampai kau selesai ide gilamu itu, Einstein-kun." Selepas mengatakan itu Enigma melakukan postur mencium Naruto di pipi meski tahu dia tidak akan bisa karena mengenakan topeng, sementara itu Naruto tak ambil pusing dengan tindakan Kyuubi (panggilang Naruto buat Enigma).
'Sebelum kesini dia sudah berbicara dengan Otou-sama.' Batin Naruto.
Tak berselang lama setelah itu suara helikopter kembali terdengar.
"Aku meninggalkan sebuah..."
"Cepat pergilah. Kau tidak perlu menjelaskannya lagi."
Helikopter yg sudah ada di belakang pemilik gelar Enigma itu kemudian menurunkan tangga lipat.
"Buktikanlah bahwa kau benar-benar pantas menyandang gelar itu, Naruto!"
"Ya! Akan kubuktikan padamu!"
Menggapai tangga lipat yg di jatuhkan helikopter, lalu helikopter itu pun pergi sambil membawa Enigma yg bergelantungan di tangga.
"Onii-chan! Siapa perempuan bertopeng tadi?"
"kelihatannya kau masih menyimpan banyak rahasia dari kami, Naruto-kun."
"Sekarang hal seperti itu tidaklah penting Naruko, Maki. Ada hal yg lebih penting yg harus kulakukan sebelum sekolah ini hancur."
"Bom?" Celetuk Sona.
"Bom!"
"Tenanglah Rias. Sona benar, helikopter tadi meninggalkan sebuah bom."
"Ara... apakah tempat bom nya diletakkan adalah sebuah koper dengan enskripsi serumit ini, Naruto-kun." Lama tidak bersuara tiba-tiba Akeno mengalihkan perhatian semua orang disana dengan koper yg sedang dibawanya.
Melihat koper tanpa nomor kombinasi melainkan sebuah mikrofon kecil menyadarkan semua orang disana bahwa jawaban yg mereka cari untuk menghentikan bom ini bukanlah 1 dari 1000 kemungkinan seperti halnya nomor kombinasi koper biasanya.
Di bagian depan koper itu terdapat kertas yg ditempelkan oleh Enigma. Isi kertas Enigma:
0000 0000 : 0000 0000=... diperoleh dari apa yg dilihat orang lain adalah 8 tetapi yg kulihat bukanlah 8 melainkan 10 dibagi dengan apa yg dilihat orang lain adalah B tetapi yg kulihat adalah 13. Kata sandinya adalah jawaban untuk titik-titik awal tetapi tidak dibangun dengan 26 simbol melainkan dengan bilangan dari mesin turing yg jenisnya sama dengan pertanyaan di pertama.
Enigma-chan.
'Writing of God apanya? Harus kuakui bahwa game ini akan membingungkan banyak orang tapi bagiku ini tidak lebih dari game-game lainnya.' Batin Natuto setelah melihat isi kertas yg ditulis Enigma.
'Ara... ara... 0000 0000 : 0000 0000= 1. Lalu 8 dan 10 itu maksudnya adalah sistem bilangan desimal dan oktal dimana 8 dalam desimal berarti 10 dalam bilangan oktal alias sistem bilangan berbasis 8 (dimulai dari 0 lalu diakhiri 7) selanjutnya B dan 13 maksudnya adalah sistem bilangan heksadesimal dan oktal dimana B dalam heksadesimal adalah 11 dalam bilangan desimal sedangkan 11 dalam desimal berarti 13 dalam bilangan oktal. 26 simbol yg dimaksud adalah alfabet yg berjumlah 26 lalu mesin turing yg dimaksud adalah komputer yg ada di jaman sekarang sedangkan oktal, desimal, biner dan heksadesimal adalah sistem bilangan yg ada di dalam program komputer, kata-kata jenisnya sama dengan pertanyaan di pertama menunjukkan bahwa kata sandinya kembali ke hasil di pertanyaan pertama yaitu 1. Yg ada di pertanyaan pertama adalah sistem bilangan biner 8 bit, jika aku mengkonversi angka 1 ke sistem bilangan itu berarti kata sandinya adalah 0000 0001.'
"Ti-tidak bisa... aku tidak bisa menyelesaikannya." Guman Sona disertai peluh yg kini entah darimana ada di sekitar dahi nya.
"I-ini sangat membingungkan..." Tidak berbeda jauh dari Sona, Maki pun juga mengalami hal yg sama yaitu otak mereka secara paksa ingin memasuki Phi Brain karena rasa penasaran mereka berdua.
"Sona, Maki tutup mata kalian lalu berbaliklah." Perintah Naruto saat mengetahui mereka berdua mencoba memasuki dunia Phi Brain. Menutup mata dan berbalik alias tidak melihat game adalah cara yg paling ampuh untuk langsung memutus jaringan otak yg mulai bekerja lebih cepat dari biasanya.
Tanpa bertanya lagi Sona dan Maki langsung menutup mata mereka dan berbalik 180 derajat lalu beberapa detik kemudian tubuh mereka seolah ambruk ke belakang tapi masih untung dapat ditangkap oleh Naruko dan Rias.
"Naruto-kun! Kita harus segera mematikan bom itu. Kau sudah tahu kata sandinya bukan?" Tanya Akeno setelah melihat Sona dan Maki ambruk seperti dirinya dulu saat dia dan Naruto di bandara Tokyo.
"Meski sudah tahu tapi aku ingin mendengar pendapatmu Akeno."
"Aku senang jika kau tidak egois seperti ini Naruto-kun tapi bom nya bisa meledak kapan saja karena tidak ada detonator waktunya. Tidak ada waktu lagi."
"Masih ada 10 menit sebelum bom nuklir mini ini meledak. Aku tadi melihat timer nya di tangan Enigma, lebih tepatnya di jam tangan yg dipakainya."
"Kalau begitu syukurlah masih lama. Jawabannya sudah pasti..."
"Generalisasi dalam dunia Matematika itu tidak dibenarkan, Edison." Saat Akeno baru saja ingin mengatakan jawabannya, perkataannya sudah dipotong terlebih dulu oleh Naruto. Akeno yg mendengar perkataan Naruto tadi awalnya hanya bisa terbengong sebelum akhirnya sadar jika dia telah melakukan kesalahan.
Dia tanpa sadar telah menerapkan generalisasi dalam pemikirannya tadi. Dia menganggap 0000 0000 : 0000 0000= 1, meski tidak salah melainkan kurang tepat tapi tetap saja hal kecil semacam itu tidak boleh dibiarkan jika yg di mainkan adalah game hasil dari kemampuan Writing of God. Lebih baik kita lihat saja pemikiran Akeno soal ini (udah tercemar generalisasi):
·0/5 = 0, 0/13 = 0, 0/37 = 0 dsb.
-Kesimpulan : Nol dibagi berapapun hasilnya nol.
·7/0 = ~, 15/0 = ~, 42/0 = ~ dsb.
-Kesimpulan : Berapapun dibagi nol hasilnya tak terhingga.
·8/8 = 1, 49/49 = 1, 62/62 = 1 dan sebagainya.
-Kesimpulan : Setiap bilangan dibagi dengan dirinya sendiri hasilnya satu.
·0/0 = 0 ("Nol dibagi berapapun sama dengan nol") adalah BETUL sesuai dengan kesimpulan pertama.
·0/0 = ~ ("Berapapun dibagi nol sama dengan tak terhingga") juga BENAR sesuai dengan kesimpulan kedua.
·0/0 = 1 ("Nol dibagi dengan dirinya sendiri sama dengan satu") juga TIDAK SALAH (hanya kurang tepat) sesuai dengan kesimpulan ketiga.
Di bagian 0/0= 1 Akeno telah melakukan kesalahan yaitu melakukan generalisasi, meskipun tidak salah tetapi jika kurang tepat sedikit saja dalam game yg dibuat dengan kemampuan Writing of God tentu akan fatal akibatnya.
"Lalu apa jawabanmu Naruto-kun?" Setelah tahu akan kesalahan yg dibuatnya nada suara Akeno tiba-tiba berubah menjadi lesu disertai helaan nafas lelah di akhir kalimatnya.
"Jawabannya adalah
0001 0100 (= 20 = T)
0000 1000 (= 8 = I)
0000 0100 (= 4 = D)
0000 0001 (= 1 = A)
0000 1101 (= 13 = K)
0001 0100 (= 20 = T)
0000 0101 (= 5 = E)
0000 1110 (= 14 = N)
0001 0100 (= 20 = T)
0001 0101 (= 21 = U)
Jika dikonversikan ke bentuk desimal lalu alfabetis maka akan menjadi kalimat TIDAK TENTU. Hasil dari 0/0 = 1 sebenarnya tidak bisa disalahkan karena invers dari pembagiannya alias perkaliannya juga benar (1x0 = 0). Tapi jika saat ini kita mengikuti konsep itu maka sama saja kita telah melanggar konsep yg lain."
Contoh lain:
0/0= 5 juga benar karena invers nya yaitu 5x0= 0.
0/0= 222 juga tidak salah karena invers nya 222x0= 0. Itu artinya 0/0= TIDAK TENTU karena kita bisa mengisinya dengan bilangan berapapun.
Back to story...
"Waah... Onii-chan hebat!" Kagum Naruko pada Kakak nya. Sementara itu Naruto yg puji seperti itu menggaruk kepala belakangnya yg tidak gatal. Dia tidak terbiasa dipuji melainkan terbiasa dicaci oleh Minato yg mengatainya bodoh, lambat, kurang cepat dsb saat pelatihan.
"Naruto-kun memang hebat. Aku mungkin tidak akan bisa sejajar dengamu." Guman Akeno tetapi masih bisa didengar Naruto.
"Kau baru saja mulai sedangkan aku sudah lama memulai ini jadi jangan terlalu mengkhawatirkan hal semacam itu, Akeno. Aku bahkan percaya jika kalian semua bisa memasuki Phi Brain dan melampaui diriku sekarang." Kata Naruto mencoba menghibur Akeno disertai sedikit senyum pemanis.
Blush...
Ceklekk...
"Apa yg kalian lakukan disini? Bukankah harusnya kalian semua di ruang klub?" Kata seseorang yg membuka pintu atap.
"Otou-sama? Sebenarnya kami kesini karena..."
"Kami baru saja menjinakkan bom nuklir Thin Man (kebalikan dari FAT MAN - nama bom yg dijatuhkan di hiroshima dan nagasaki selama perang dunia) yg akan meledak. Benarkan Naruto-kun?" Akeno mengatakan semua itu dengan senyum seolah itu semua adalah hal yg lumrah terjadi.
"BOM NUKLIR?" Kata Kepala sekolah kaget.
"Aku belum bisa menyatakan perkataan Akeno itu benar tetapi aku akan mengambil bom ini. Tidak apa-apa kan?"
"Tidak apa-apa selama bom itu sudah non aktif. Lalu apa yg terjadi dengan Sona dan Maki, kenapa mereka harus di bantu Rias dan Naruko?"
"Mereka hanya kelelahan kepala sekolah."
"Kelelahan? Ya sudahlah, yg penting sekarang kalian harus pulang sekarang juga."
"Baiklah. Naruko kau nanti jangan ikut ke apartemenku, aku ada urusan penting hari ini."
"Baik Onii-chan." Balas Naruko dengan suara sebal. Pasalnya dia masih ingin bersama Onii-chan nya itu.
"Jawablah dengan benar. Kau membuatku terlihat seperti orang jahat tahu."
"Onii-chan memang jahat. Hmp!" Sifat tsundere yg dimiliki Kushina ternyata juga menurun ke Naruko. Bukti nya adalah Naruko saat ini tengah membuang muka.
'Tsundere.' Pikir semua orang disana.
05.10 PM (Apartemen Nafuto)
Sesampainya di apartemennya Naruto tidak langsung pergi ke dapur untuk memasak makan malam seperti biasanya. Dia memilih makan ramen instan saja karena malam ini dia akan sibuk mempereteli bom nuklir yg dijarahnya setelah memenangkan game dari Enigma.
Semua peralatan yg dibutuhkan telah tersedia di meja yg ada di ruang utama. Berbagai macam kunci, obeng, tang dll telah berjejer rapi disana untuk membedah versi mini dari bom yg menghancurkan kota Hiroshima dan Nagasaki pada tahun 1945 selama perang melawan sekutu.
Membuka koper dan menemukan versi kecil dari bom atom FAT MAN membuat seringai Naruto mengembang.
'Inilah yg kubutuhkan untuk meruntuhkannya. Tidak peduli jika kandungan karbon di dalam besinya dan pondasinya mencapai 30% tapi dengan ini pasti bisa.' Masih ingat percakapan Naruto tentang meruntuhkan gedung yg sangat kokoh dan rangkanya berasal dari besi yg memiliki kandungan karbon lebih dari 1%? Itulah yg dipikirkan Naruto saat ini.
Dengan mempunyai versi kecil dari bom atom sungguhan seperti ini maka dia bisa menciptakan termit yg suhunya puluhan kali lebih besar daripada termit biasa hasil dari Aluminium dan Oksida Besi yg dinyalakan.
"Baiklah sekarang waktunya memperetelinya." Baru saja Naruto memegang obeng untuk membuka baut yg tertempel disana, handphone nya berbunyi menandakan ada orang yg menelpon nya.
Berdiri dari duduknya, Naruto mengambil handphone nya yg berdering lalu dia mendesah saat membaca nama orang yg menelpon nya.
'Haaah... sebenarnya Otou-sama itu mau apa lagi? Tidakkah jika dia sadar telah membuat anaknya ini dewasa sebelum waktunya?' Batin Naruto miris meratapi nasibnya.
"Moshi-moshi! Naruto disini."
"Naruto, aku butuh bantuanmu malam ini juga."
"Bantuan? Untuk apa?"
"10000 orang."
"10000 orang? Apa maksudmu Otou-sama?"
"10000 orang hacker sedang mencoba menyerang jepang lewat internet!"
"Tu-tunggu sebentar! Kenapa kau bisa tahu itu?"
"GoG yg memfasilitasi mereka. GoG telah menyediakan jalur agar mereka tidak bisa terdeteksi oleh sistem keamanan internet nasional."
"Lalu bantuan apa yg kau butuhkan untuk membantumu?"
"Tentu saja aku membutuhkanmu untuk menghancurkan backdoor yg digunakan para para hacker itu lalu kita akan menyerang mereka balik. Ini adalah Cyber War jadi berjuanglah seperti halnya perang sungguhan. Tancapkan charger PC mu karena ini akan memakan waktu yg sangat lama. Setelah kuselidiki lagi GoG telah membagi backdoornya menjadi sejumlah para hackernya."
"Membagi backdoor? Setahuku itu mustahil. Lalu kapan sebenarnya serangan mereka dimulai? Aku akan membuat virus yg akan kita gunakan untuk serangan balik saat ini juga."
"Jam 7 malam. Aku serahkan virusnya padamu jadi sekarang aku akan membuat sistem keamanan di jalur yg akan dilalui setelah mereka (hacker) melewati backdoor nya."
Tut... tut... tut...
Telepon tadi diputuskan sepihak oleh Minato. Hal ini tidak biasanya terjadi karena biasanya yg memutuskan telpon secara sepihak maupun tidak adalah Naruto. Ini membuktikan jika sekarang Minato juga sedang kerepotan karena tidak hanya mengurus perusahaan, dia juga harus membuat sistem keamanan.
"Yare... yare... padahal besok adalah final dan aku harus bergadang? Yah... meski aku tidak bisa tidur lebih dari 5 jam bukan berarti aku tidak mengantuk jika bergadang."
Melakukan apa yg dikatannya pada Minato, Naruto mulai menancapkan charger untuk laptop nya lalu segera membuat virus, trojan dan worm di flashdisk kosong untuk berjaga-jaga, tentunya setelah dia membereskan Mini Man yg bahkan belum sempat dia lepas satu bautnya apalagi memisahkan uranium yg ada di dalamnya.
06.55 PM
Tepat 5 menit sebelum serangan dimulai, Naruto sudah selesai membuat sebuah paket virus, trojan dan worm dengan berbagai jenis dan kegunaan. Tapi masing-masing jenisnya memiliki kesamaan yaitu dapat menggandakan diri dengan kecepatan diatas rata-rata virus komputer biasa karena salah satu kemampuan virusnya adalah memotong sebagian besar kerja prosesor untuk menggandakan diri. Oh ya! Naruto juga membuat resiko PC nya dan komputer Minato tertular virus ini semakin kecil karena dia mendesain virus ini hanya bisa menular ke jaringan komputer dengap IP non jepang.
"Dengan begini aku tinggal membantu Otou-sama memasang pengamannya lalu mengirim salinan paket virus ini pada Otou-sama."
Dreet... dreet...
"Moshi-moshi! Naruto disini."
"Naruto kau sudah menyelesaikan virusnya bukan? Kirimkan padaku sekarang tapi sebelum itu kompres 2 kali dengan format rar."
"Baik. Tapi untuk apa?"
"Peraturan hacker no 1 buatan Minato: No System is Safe. Meski aku sudah membuat sistem keamanan sendiri pasti ada orang yg bisa melewatinya jadi aku akan menginstal virusmu di sistem keamanan yg aku buat jadi kalau ada yg bisa melewatinya setidaknya hacker itu akan kesulitan menyebarkan virus maupun merusak karena sudah terkena virus buatanmu."
"Heeh... dasar licik."
"Anak muda diam saja. Bukannya tidak mungkin ada hacker yg tiba-tiba meretas sistem perusahaan Uzumaki lalu mengambil data sebanyak-banyaknya untuk kemudian dijual ke lawan bisnis kita. Ini bukan hanya untuk jepang tapi juga seluruh orang di dalamnya."
"Butuh bantuan memasangnya?"
"Tidak usah. Kau bisa memulai seranganmu sendiri dan aku baru ingat jika tadi aku melakukan kesalahan."
"Kesalahan?"
"TyPo (Typester Error)."
"Yg mana?"
"Soal jumlah hacker yg menyerang. Harusnya 100.000 tapi aku hanya bilang 10000."
"Tu-tu-tunggu sebentar Otou-sama! 100.000? Kau ingin membuatku mati dengan duduk di depan PC semalaman sambil berperang melawan 100.000 hacker seorang diri?"
"Tentu saja aku akan membantu. Tapi setelah aku selesai dengan Kushina."
"Hentikan permaiman S&M mu dengan Okaa-sama! Ini tentang kesehatan anakmu yg besok akan menjadi starter di final Inter High Cup!"
"Oh... Kau jadi starter ya? Kalau begitu berjuanglah dengan keras! Aku akan pulang dulu lalu sedikit bermain dengan Kushina-chan. Mungkin kalau aku buru-buru aku bisa saja bergabung denganmu jam 10 malam."
"Jam 10 malam!"
"Berhentilah berteriak, kau ini bodoh ya? Kau ingin menulikan telingaku?"
"Dan kau ingin mencacatkan mataku Otou-sama?"
"Pakailah softlens hitam atau apalah, kacamata juga bisa. Lalu setiap 1 jam lihatlah tempat yg jauh dan dekat bergantian. Setidaknya dengan begitu kau tidak akan terlalu mengeluhkan matamu dan juga atur pencahayaan PC mu rendah."
"Sudahlah. Aku akan mengurus mereka jadi cepat pulang dan segera mainkan permainan bodohmu itu dengan Okaa-sama agar kau bisa segera membantuku disini. Jam 10 tepat kalau tidak maka aku akan menghapus seluruh video tentang permainanmu dan Okaa-sama yg ada di komputermu lalu aku akan kembali ke rumah untuk membuang seluruh alat-alatnya. Mengerti?"
"Siap! Tapi mungkin aku akan terlambat setengah jam karena harus membujuk Kushina-chan dulu. Aku serahkan padamu 3,5 jam dimulai dari sekarang, anakku."
Tut... tut... tut...
Sama seperti telepon pertama, Minato memutuskan teleponnya secara sepihak dan itu membuat Naruto sangat jengkel karena alasan Minato melakukannya adalah bermain dengan Kushina.
"Haah... bermain BDSM ya? Kurasa aku juga penasaran bagaimana rasanya menjadi sadis." Kata Naruto pada dirinya sendiri. Jujur dia sedikit bingung dengan apa yg disukai oleh Otou-sama nya dari permainan ikat-mengikat dan siksa-menyiksa itu tapi yg pasti baru-baru ini dia penasaran bagaimana rasanya menjadi sadis setelah melihat episode terakhir dari anime Tokyo Gouls yg menceritakan tentang tokoh utamanya yg sedang menyiksa sang musuh utama dengan berbagai macam alat tajam dan juga secara verbal.
Melihat jam dinding yg menunjukkan angka 07.00 PM, Naruto langsung kembali ke depan PC nya dan mulai menyebarkan sepaket virus, trojan dan worm yg dibuatnya sendiri ke 100.000 backdoor yg dipakai oleh para hacker. Lalu setelah serangan selesai maka dia akan menyerang balik dengan menyebarkam virusnya secara besar-besaran.
"Haaah... ini akan jadi malam yg panjang." Guman Naruto di sela-sela perang (perang cyber).
~.~.~.~
Chap 18: END!
A/N: Ok! Kita lupakan soal parody Hound of Baskerville kemarin dan Tokyo Gouls tadi. Sekarang Enigma udah keluar dari persembunyiannya dan tinggal Antonionette yg belum muncul.
Q: Bagaimana caranya membayangkan fic kaya gini?
A: Sebenarnya mau saya balas lewat PM tapi dia guest jadi disini aja. Yg pertama adalah cari apa yg menarik untukmu bisa jadi lagu atau film lalu kalo lagu coba bayangin video clipnya sesuai dengan nada nya dan pas mbayangin gunakan tokoh yg kita kehendaki. Contoh saya suka dengerin lagu dari Neko yg judulnya Destiny lalu saya bayangin opening impian saya untuk fic ini dimana menceritakan Naruto dan pemegang gelar lain atau bahkan Naruto vs Aristoteles.
Q: Kenapa game chapter kemarin kok mudah gak kaya biasanya?
A: Emang saya punya alasan untuk membuat game sulit? Chapter 17 lalu udah keluar dari rute harem dan mulai masuk masalah untuk Naruto asli jadi saya gak punya alasan ngebuat game sulit karena game sulit sebelum-sebelumnya muncul karena ketidak mampuan tokoh di sekitar Naruto. Sedangkan Naruto disini udah berbeda level dengan Rias, Akeno, Maki dam Sona.
Q: Naruto kok kaya OverSmart?
A: Hahahaha... kan udah dibilangin di chapter Lost Time Memory kalo Naruto itu sejak kecil udah dilatih oleh Minato bahkan saat sekolah dasar dan menengah dia gak punya teman (kecuali Hinata) karena terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
Nano, Log Out
