Chapter 19

Nano, Log In

"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!: Love Me, Seriously!"

Warning:

Mungkin akan sangat OOC, EYD salah kaprah dan banyak typo dan pastinya Kata-kata kasar yg frontal.

Disclaimer:

Naruto: Masashi Kishimoto

Highschool DxD: Ichie Ishibumi

Love Live School Idol Project: KLab (Reader: itu produser gamenya goblok *Yaoming face* Auth: biarin cuk daripada ada yg ngepermasalahin, orang di fandomnya aja gak ada yg make disclaimer *yaoming face*

~.~.~.~

Chapter 19: Final Inter High Cup

Opening Song: Nano - Histery

28 Mei 20xx

09.30 AM (Arena Pertandingan Inter High Cup)

Saat ini kedua tim yg melaju ke babak final telah berkumpul di arena pertandingan final. Tim dari Sainan Gakuen terlihat santai seperti biasa karena pada pertandingan-pertandingan tidak ada yg bisa mengalahkan mereka. Bahkan saat melawan Josei Kouko mereka mampu mencetak skor 2,5x dari skor lawan.

Berbanding terbalik dengam keadaan lawannya, tim dari Kuoh Gakuen terlihat seperti kumpulan orang-orang yg putus asa. Pasalnya Naruto yg harusnya bermain sejak awal sampai saat ini belum kelihatan batang hidungnya. Saat Sirzech menelpon Rias pun katanya Naruto tidak ada disekolah dan akhirnya Sirzech terpaksa menyuruh adiknya untuk izin mencari Naruto di apartemennya.

Rias tahu alamat apartemen Naruto? Ya dia tahu. Lebih tepatnya dia tahu karena cerita Sona yg mengungkapkan jati dirinya sebagai Black Lotus saat mereka berganti baju di ruang klub Puzzle.

"Haaah... kenapa dia harus terlambat di saat seperti ini? Akan kuhajar dia saat kembali nanti." Kata Sairaorg sembari mengadu kedua kepalan tangannya kesal.

"Haah... jika Naruto tidak datang maka kita tidak bisa menunjukkan teknik kombinasi kita, benarkan Vali?"

"Kau benar Issei. Padahal kita sudah berlatih keras saat Training Camp untuk pamer di depannya saat final."

"Dia pasti datang. Aku sudah menyuruh Rias untuk memanggil Naruto kesini."

"Ano... kapten!" Panggil Negi pada Sirzech.

"Ada apa?"

"Jika sampai waktu pertandingan dimulai dan Naruto belum juga datang, izinkan aku menggantikannya."

"Tidak-tidak. Kami memasukkan Natuto untuk menggantikanmu yg sedang cedera, Negi."

"Tapi jika begini terus maka tim kita akan di diskualifikasi karena kekurangan pemain."

"Negi-kun benar. Kita harus memainkan Negi dan menunggu Naruto datang."

"Tapi Guy-sensei!"

"Kau khawatir? Kau hanyalah kapten mereka jadi yg harus kau lakukan tak lebih adalah memerintahkan mereka untuk menang."

"Baiklah... tapi setelah Naruto datang Negi harus segera diganti."

"Serahkan saja padaku. Sekarang kalian harus pemanasan dulu."

Sementara itu...

Di sisi lain Rias pun kelihatannya juga sedikit kesulitan untuk membangunkan Naruto. Jika dihitung waktunya maka Rias sudah berdiri di depan pintu apartemen Naruto selama 20 menit lebih.

Tok! Tok! Tok!

"Naruto-kun! Naruto-kun! Ada orang di dalam?"

...

Rias yg dasarnya memang tidak sabaran menendang pintu apartemen Naruto dengan sangat keras sampai engsel pintunya terlepas dan dia bisa masuk. Saat masuk alangkah terkejutnya Rias saat melihat Naruto tertidur di dekat laptop yg masih menyala dan menunjukkan program yg belum pernah dilihatnya sebelumnya.

"Naruto-kun! Naruto-kun!" Rias mencoba membangunkan Naruto kali ini dengan cara yg lebih halus yaitu dengan menggoyang-goyangkan bahu Naruto. Soalnya Rias tidak tega kalau membangunkan Naruto yg sedang tertidur dengan wajah kelelahan dengan cara kasar.

"Siapa ini? Itu tidak penting sekarang. Yg penting adalah sekarang jam berapa orang asing-san?" Kata Naruto disela-sela proses rebootnya. Matanya terlalu berat untuk sekedar membuka dan melihat siapa yg membangunkannya.

"Ini sudah jam 9 pagi lebih 55 menit." Kata Rias dengan penuh penekanan.

"Masih terlalu pagi. Aku tadi baru tidur jam 5 jadi biarkan aku istirahat sebentar lagi." Balas Naruto setengah sadar, meski sudah bangun tapi dia terlalu lelah untuk bergerak.

"Eto... Naruto-kun. Kau tahu sekarang tanggal berapa?" Tanya Rias mencoba memancing Naruto.

"Tanggal 28 mei. Harusnya sekarang aku berada di arena pertandingan basket kan? Kenapa aku disini?"

"Tanya saja pada dirimu sendiri baka!"

Membuka matanya dan menegakkan tubuhnya, mata Naruto dan Rias kini sejajar dan hidung mereka hanya berjarak beberapa senti saja. Tapi sepertinya Rias sudah kebal dengan hal seperti ini karena sifat tsundere nya tidak kambuh lagi.

"Ohayou! Maaf membuatmu kesini pagi-pagi untuk membangunkanku. Kemarin malam aku harus berurusan dengan banyak hacker."

"Hacker?" Beo Rias.

"Lebih baik jangan dibahas."

'Perang kemarin malam terlalu mengerikan untuk dibahas!'

Mengerikan? Tentu saja. Cyber War bukan hanya sekedar perang tentang meretas sistem maupun merusaknya. Jika lawanmu pintar maka bisa jadi dirimu sendirilah yg menjadi sasaran pertama mereka sebelum akhirnya meretas sistem yg kau lindungi.

Dalam kasus Naruto, dia diberondong oleh banyak hacker yg dia duga adalah satu kelompok. Mereka secara serempak mengirimi Naruto dengan E-mail dan file yg berisi virus komputer yg bersifat merusak *?*. Untung saja Naruto telah mengubah sedikit settingan laptop nya dengan membuat apapun yg masuk di laptop nya tidak langsung disimpan di hard disk melainkan flash disk yg telah dia pasang sebelumnya. Terhitung Naruto telah punya 3 flashdisk dengan kapasitas 16 GB yg terinfeksi oleh virus.

Tapi bagaimana dengan Minato? Kelihatannya dia tidak baik-baik saja jika kita melihat flashback ini.

Flashback...

04.55 AM

"Akhirnya selesai juga... ini sangat melelahkan haaah..." Kata Naruto disertai helaan nafas yg sangat berat seolah dia punya 1001 macam masalah.

Dreet... dreet... dreet...

Baru saja cyber war selesai tiba-tiba handphone Naruto langsung berbunyi menandakan dia punya pembicaraan yg harus diselesaikammya dahulu sebelum tidur.

"Moshi-mos..."

"Naruto!"

"Berhentilah berteriak di telepon baka Otou-san!"

"Ini gawat! PC ku terinfeksi virus dan sekarang data di dalamnya rusak semua."

"Lalu kau kehilangan data perusahaan?"

"Persetan dengan perusahaan, ini lebih penting dari apapun."

"Lebih penting dari apapun? Kenapa kau hisa kehilangan data seperti itu Otou-sama!"

"Yaah... soalnya aku setengah mengantuk jadi aku melupakan beberapa hal penting sebelum bergabung ke dalam perang."

"Data seperti apa? mungkin kita bisa menulis ulang datanya jika virus itu dihilangkan terlebih dulu."

"Benarkah? Kau mau membantuku kan?"

"Tapi data seperti apa dulu?"

"Video Kushi..."

Tut... tut... tut...

Tidak perlu menunggu Minato menyelesaikan ucapannya, Naruto sudah tahu apa yg akan diucapkan oleh ayahnya. Jujur saja dia sedikit bingung kenapa manusia dengan obsesi aneh seperti ayahnya ini bisa menjadi pemegang gelar, terlebih lagi gelar Newton yg terkenal sangat tangguh di balik layar sebagai back up dan support.

"Persetan dengan video bdsm. Aku ingin tidur. Oyasuminasai." Lalu Naruto mengistirahatkan kepalanya di meja yg sama dengan yg dipakainya untuk menaruh laptopnya.

Flashback END...

"Naruto-kun! Sampai kapan kau akan melamun seperti itu! Cepatlah sebelum kau kehilangan satu kuarter."

"Ah! Maaf. Tunggu aku diluar, kita akan kesana dengan segera menggunakan motorku."

"Dimengerti!"

Back to Arena...

10.00 AM

Kini kedua tim sudah berbaris di berhadap-hadapan di tengah lapangan. Kuoh Gakuen menurunkan skuad yg sama sampai final yaitu Sirzech, Sairaorg, Issei, Vali dan Negi sedangkan Sainan Gakuen langsung menurunkan skuad terbaiknya yaitu Toneri, Hanamiya, Art, Murasaki dan si raksasa Takeo.

"Heeh... kemana perginya temanmu yg berambut kuning itu?" Tanya Toneri yg saat ini bersalaman dengan Sirzech.

'Di-dia tahu tentang Naruto? Siapa dia sebenarnya? Mustahil jika dia tahu Naruto yg bahkan belum pernah bermain di turnamen ini.'

"Dia terlambat." Jawab Sirzech singkat. Dia tidak mau membocorkan informasi tentang Natuto lebih dari ini.

"Heeh... kuharap dia akan datang dan menghadapiku disini. Aku menantikannya."

"Ya, kuharap juga begitu."

Lalu setelah jabat tangan selesai mereka pergi ke ring masing-masing dan mulai membuat formasi, seperti biasa Sairaorg yg berada di depan sebagai Ace.

Priiit!

Bersama suara peluit itu bola dilempar ke udara oleh sang wasit dan langsung saja mencoba ditangkap oleh Takeo dan Sairaorg yg melompat hampir bersamaan.

Hap!

Bola dapat ditangkap oleh Takeo secara sempurna lalu Takeo langsung mengopernya kepada Toneri yg berlari dari belakangnya.

"Toneri!"

Tanpa banyak berkata-kata Toneri menangkap pass dari Takeo lalu mendribble nya seorang diri.

"Issei!"

"Aku mengerti!" Lalu Issei berlari ke hadapan Toneri untuk menghadangnya tapi sepertinya hal itu tidak berguna karena dengan Drive biasa saja dia sudah terlewati. Tapi itu memang kuncinya.

Vali yg sudah bersiap di belakang Issei mencoba menampar bola yg dibawa lari Toneri tapi entah kenapa dia tidak bisa menjangkau bolanya.

'Fake? Itu terlalu lembut sampai-sampai aku tidak menyadarinya.'

Lalu Toneri kembali mendribble bolanya tanpa hambatan dan juga tanpa kawan setelah melewati Issei dan Vali, di depannya ada Sirzech yg bersiap mencoba menghadangnya tepat di depan garis 3 point.

Mengangkat kedua tangannya, Toneri melakukan postur seolah dia mencoba akan melakukan Lay up. Sirzech yg melihat itu tentu saja tidak tinggal diam dan langsung maju sedikit lalu melompat untuk memblok lemparan Toneri tapi lagi-lagi keanehan terjadi saat tiba-tiba posisi kaki Toneri yg awalnya akan melompat sambil berlari malah berganti menjadi berhenti dengan posisi kaki kanan menyamping lalu melompat. Postur yg awalnya mengindikasikan akan melakukan Lay up tiba-tiba berubah menjadi Tear Drop.

'Te-tear Drop? Tidak mungkin. Gerakannya terlalu lembut sehingga perbedaan gerakan teknik satu dan lainnya sangat kecil atau bahkan mungkin tidak akan disadari musuh.' Batin Sirzech sembari mengamati bola basket yg tak terbendung lagi meluncur dengan mulus menuju ringnya.

"Woooow...! Itu tadi dari Shiroyasha (iblis putih). Seperti biasanya Shiroyasha tampil dengan sangat superior! Apakah tim Kuoh Gakuen berhasil menghentikan Shiroyasa yg belum pernah bisa dihentikan selama kualifikasi?" Kata sang komentator mengomentari aksi Toneri tadi.

"Sirzech gerakannya tadi..."

"Aku tahu Sairaorg. Semua gerakannya hampir sama sehingga membuat lawan membutuhkan waktu yg sedikit lebih lama untuk memutuskan gerakan mana yg akan kira-kira dia pilih."

'Sayangnya diantara semua pemain kami tidak ada yg bisa menebak masa depan. Ini akan sulit.'

"Restart!" Teriak Negi yg melempar bola pada Sairaorg lalu Sairaorg melakukan passing pada Issei yg berada di tengah lapangan meski tahu nanti Issei akan terjebak oleh 2 orang yaitu Art dan Murasaki.

'Aku terjebak! Apa yg senpai pikirkan!'

Melihat Sirzech yg tiba-tiba berlari dari arah belakangnya, Issei lalu melakukan pass kepada Sirzech. Tak menyia-nyiakan waktu lagi, Sirzech melompat untuk melakukan tembakan 3 poin dari tengah lapangan, Art dan Murasaki yg berusaha yg berada di depannya tak kuasa memblok tembakannya.

Bola itu meluncur dengan indah dari tangan Sirzech menuju ring dari tim Sainan tapi saat baru mencapai garis pembatas area luar dan dalam tim lawan, bola itu berhasil ditangkap olehTakeo.

'Dia melompat setinggi itu? Bahkan Sairaorg pun tidak akan bisa jika disuruh menghentikan tembakan 3 poin yg bolanya sudah dilepaskan.'

"Hanamiya!" Tanpa membuang-buang waktu lagi, Takeo melempar bola itu pada Hanamiya yg sudah ada di posisi yg sama dengan Sirzech hanya saja di wilayah tim Sainan Gakuen.

"Ini adalah pembalasan." Setelah menangkap passing dari Takeo, Hanamiya langsung melakukan tembakan 3 poin seperti yg dilakukan Sirzech tadi tapi bedanya hanya ada 1 pemain yg mencoba memblok tembakannya yaitu Vali.

Bola yg melayang dari tangan Hanamiya menuju ring dari tim Kuoh Gakuen kini tak lagi terbendung dan menyebabkannya masuk tanpa menyentuh ring sedikitpun.

"Ini baru saja dimulai!" Teriak Negi melakukan restart dengan melempar bola pada Sirzech yg ada di depannya.

"Sairaorg!" Sirzech lalu melakukan pass kepada Sairaorg setelah itu Sairaorg mendribble bolanya dengan mulus sebelum akhirnya harus berhenti sejenak karena dihadang oleh Toneri.

Vali yg diam-diam mengikuti Sairaorg pun mengalihkan perhatian Toneri menggunakan Dividing Drive nya yg dia sempurnakan saat training camp untuk membuka jalan Sairaorg. Setelah berhasil melewati Toneri, Sairaorg mendribble bola dengan semakin cepat. Art, Murasaki dan Hanamiya pun bisa dilewatinya seorang diri dan kini adalah puncaknya saat dia melompat untuk melakukan Dunk.

Tanpa disangka-sangka bola yg saat itu hanya berjarak puluhan senti dari ring itu bisa ditampar oleh Takeo dan membuat Kuoh Gakuen gagal mencetak angka pertama mereka untuk kedua kalinya.

"Aku memang tidak terlalu bisa dalam urusan menyerang tapi jika kau ingin melakukan Dunk di ring ku maka akan kupastikan kau tidak akan bisa melakukannya."

"Heh, kelihatannya kau cukup tangguh si raksasa Takeo."

"Dan kau terlihat mengecewakan si ace jenius Sairaorg."

Skip to persiapan menuju kuarter 3...

5:58, itulah skor yg tertera di papan skor saat akhir kuarter ke 2. Kuoh Gakuen benar-benar tak berdaya karena setiap serangan mereka bisa digagalkan oleh Takeo dan mereka malah semakin tertinggal jauh karena tak satupun dari mereka yg bisa menggagalkan Toneri dengan dribble nya, Art dan Murasaki dengan kombinasi mereka lalu Hanamiya dengan tembakan 3 poin nya. Alhasil kini mereka tertinggal telak.

Lalu darimana 5 poin tim Kuoh? 5 poin itu berasal dari tembakan 3 poin Sirzech yg tidak bisa dihentikan Takeo karena gerakan Takeo telah di blokir oleh Sairaorg sebelumnya dan kombinasi gila Issei dan Vali yg menggunakan Dividing Drive berkali-kali untuk membuka jalan bagi Issei untuk melakukan dribble sampai ke depan ring lawan lalu mencetak poin dengan mudahnya.

"Haah... ada apa dengan kalian semua? Apa kalian telah putus asa seteah semua yg kalian lewati berasama? Harus kuakui bahwa mereka itu kuat tapi bukan berarti kalian harus kalah dengan mereka bukan?" Kata Guy-sensei menceramahi semua pemainnya.

"Negi-kun, kau akan keluar digantikan Naruto. Dia sudah datang dan sekarang dia sedang berganti baju."

"Naruto? Kapan dia datang?"

"Dia datang di saat yg sangat menyedihkan. Jadi jangan terlalu berharap jika pemainannya dapat mengubah alur pertandingan ini. Yg bisa merubahnya adalah tim bukan seorang pemain, kalian mengerti!"

"Ya! Kami mengerti." Jawab mereka serentak.

"Kenapa kalian berteriak seperti itu? Apa itu lagu keputus asaan sebuah tim? Kalau iya kapan kalian membuatnya?" Baru saja datang, Naruto sudah harus merasakan sakit di kakinya yg diinjak oleh Grafiya karena perkataanmya tadi.

"Rias, kau tidak apa-apa kan? Naruto tidak melakukan yg aneh-aneh padamu?"

"Aku tidak apa-apa kok Onii-sama ."

'Harusnya Naruto-kun yg kau khawatirkan karena kakinya diinjak pacarmu itu Baka Onii-sama!'

"Sirzech-senpai! Harusnya yg mendapat pertanyaan seperti itu adalah aku bukannya Rias. Ittai..." Protes Naruto sembari memegang kakinya mencoba setidaknya mengurangi rasa sakit yg dirasakannya.

"Naruto kau tidak apa-apa kan? Apa aku tadi menginjakmu terlalu keras? Kelihatannya sangat menyakitkan."

"Hahaha... tidak apa-apa kok Grafiya-senpai. Oh ya! Bukankah sekarang kota harus segera masuk lapangan?" Kata Naruto dengan senyum mencurigakan dan mengalihkan pembicaraan. Meski begitu tapi kenyataannya memang benar, mereka harus segera menyusul tim dari Sainan Gakuen yg telah memasuki lapangan terlebih dulu.

"Yosh! The Match has Only Just Begin!" Kata Naruto dengan penuh semangat sembari turun ke lapangan untuk pertama kalinya. Darahnya seolah berdesir dengan cepat saat melihat papan skor dan juga Toneri yg menyeringai meremehkannya.

'Setidaknya aku harus membangkitkan semangat anggota lainnya dengan cara membuat mereka berhati-hati, aku harus melambatkan temponya.'

Bola dilempar oleh wasit ke udara menandakan dimulainya kuarter ke 3, yg menentukan apakah tim dari Kuoh Gakuen bisa merebut alur pertandingan atau malah terus mengikuti alur pertandingan dari tim Sainan Gakuen.

"Kau tidak akan bisa merebutnya dariku Sairaorg!"

"Jangan bercanda! Ini adalah titik balik kami!"

Bola yg awalnya sudah berada di depan telapak tangan Takeo berhasil direbut oleh Sairaorg lalu selagi masuh di udara Sairaorg melempar bola yg berhasil direbutnya ke belakang kemudian ditangkap dengan sempurna oleh Naruto.

"Run n Gun!" Perintah Sirzech yg langsung dimengerti oleh Sairaorg, Issei dan Vali dilihat dari mereka bertiga yg berlari ke area lawan. Sementara itu Naruto yg melihat hal itu tidak terlalu peduli, tangan kanannya masih sibuk memantulkan bola di lantai lalu dengan inisiatifnya sendiri dia berjalan ke area lawan.

Berjalan? Ya! Saat ini dia berjalan dan tidak menghiraukan jika teman-temannya telah sampai di posisi offen yg mereka rencanakan. Melihat itu Toneri memerintahkan anggota tim nya melakukan full cut One on One untuk menjaga gerakan masing-masing pemain musuh. Sirzech dijaga Hanamiya, Issei dijaga Art, Vali dijaga Murasaki, Sairaorg dijaga Takeo dan Toneri sendiri maju untuk mencoba merebut bola dari Natuto.

"Kau bukanlah pemegang Pythagoras asli tapi kau tetaplah orang yg berada di insiden pesawat terbang hawaii. Majulah aku akan mengalahkanmu!"

'Setelah itu aku pastikan kau mati.'

"..." Toneri tidak menanggapi perkataan Naruto tadi. Ekspresinya berubah dari yg semula meremehkan tiba-tiba menjadi suram.

'Jangan mengingatnya Toneri! Sekarang adalah waktunya mengalahkan Naruto.'

Sudah puluhan detik sejak Naruto menghentikan langkahnya karena dihadang Toneri namun dia tidak kelihatan ingin mengumpan ke temannya melainkan masih di dribble sendiri. Lalu tiba-tiba dribble yg dilakukan Naruto berubah kecepatannya dan tubuhnya semakin condong ke depan seolah akan melakukan Drive.

'Tidak akan kubiarkan!' Mengantisipasi jika Naruto akan melakukan Drive di sisi kanannya, Toneri memundurkan kakinya ke belakang tapi sebelum kaki kanan Toneri menginjak tanah tanpa diduga-duga Naruto melakukan Drive di sebelah kiri Toneri. Sebenarnya jika Toneri sudah dalam keadaan siap maka dia bisa saja mengikuti Naruto tapi saat ini kakinya belum menemukan pijakan yg kuat sehingga saat dia mencoba mengikuti Naruto ke sisi kirinya, Toneri terjatuh.

"Dia bisa melewati Toneri? Meski dia anak kelas satu, dia kelihatannya lebih baik dari yg kami kira sebelumnya." Kata Takeo tak percaya dengan apa yg dilihatnya, seorang Toneri yg mempunyai bakat dalam berbagai hal bisa dijatuhkan dalam bermain basket entah dengan cara apa.

"Jangan meremehkan anak kelas satu kami. Dia itu misterius dan juga menyebalkan." Kata Sairaorg menanggapi ocehan Takeo.

Setelah melewati Toneri dengan teknik yg dia namakan Angkle Break, Naruto kembali mendrible bola dengan santainya (berjalan) seolah tidak terjadi apa-apa. Inilah rencananya yaitu menurunkan tempo pertandingan ini sebelum kemudian merebut alur pertandingan dari tim Sainan.

"Ada apa ini? Temponya terasa sangat lambat. Dan juga kenapa Toneri tidak kunjung berdiri?" Kata Hanamiya mengutarakan apa yg ada di pikirannya.

"Aku mengerti maksudmu Naruto. Jadi maksudmu kami harus lebih berhati-hati dan tidak buru-buru kan? Semuanya! Defense!"

Menuruti perintah sang kapten, Issei dan Vali kemudian mundur menuju daerahnya sendiri membiarkan Naruto maju melanjutkan sisanya. Sairaorg yg sepertinya tahu apa yg akan dilakukan Naruto segera membatasi ruang gerak Takeo agar tidak bisa melompat.

"Tidak akan kami biasrkan!" Kata Art dan Murasaki berbarengan sembari menghadang Naruto yg telah sampai di depan garis penalti (garis pembatas 3 poin).

Tanpa disangka-sangka Naruto malah meloncat untuk melakukan shoot dari luar garis 3 poin lawan setelah sebelumnya mundur 1 langkah ke belakang. Takeo yg melihat bola menuju ke ring timnya tentu saja ingin menangkapnya untuk mempertahankan skor tetapi karena ruang geraknya yg sangat terbatas sampai-sampai tak mampu melompat, dia hanya bisa memandangi bola yg melayang sebelum akhirnya masuk ke dalam ring dan mengubah skor menjadi 9:58.

"Woow! Itu tadi pemain baru di tim Kuoh Gakuen! Dia bisa melewati Shiroyasha (Toneri) bahkan melakukan shoot dengan cara seperti itu. Apa dia itu manusia?" Celoteh sang komentator yg ditanggapi oleh gelak tawa penonton.

'Hoy! Hoy! Aku ini manusia, 100% manusia. Apa dia berpikir aku ini Leonardo Da Vinci dengan IQ yg mencapai 200? Jangan berpikiran bodoh.' Batin Naruto kesal dengan ucapan komentator yg mengomentari pertandingan ini.

"Restart!"

Mendengar suara itu, Naruto langsung mundur menuju ke area nya sendiri. Jujur saja, dia tadi kelewat santai saat mendribble bola tadi sehingga tanpa sadar dia telah menghabiskan waktu 3 menit hanya untuk mencetak 3 poin.

'Kelihatannya kita harus menaikkan temponya sedikit.'

Hanamiya yg mendapat bola dari Takeo langsung mengumpan bolanya ke Toneri yg sedang berlari sendiri.

"Issei! Vali!" Teriak Naruto memperingatkan mereka berdua.

"Kami tahu!" Jawab Issei dan Vali serentak.

Lalu Issei dan Vali menghadang Toneri dengan trik yg sama dengan yg dilakukan nya pada Sairaorg dulu tapi kali ini Vali di depan. Tanpa kesulitan Toneri mampu melewati Vali dari sisi kanan tapi dia harus menurunkan kecepatan Drive nya karena di belakang Vali ada Issei yg siap merebut bolanya.

'Aku mengerti, ini trik tipuan. Jika aku berhenti maka si rambut perak itu akan merebut bolaku.'

Tangan kanan Issei sudah siap untuk menampik bola yg dibawa Toneri tapi tanpa diduga-duga oleh Issei dan Vali sebelumnya, Toneri yg harusnya berhenti malah mengganti arah Drive nya dengan cepat dari sisi kanan ke sisi kirinya. Sehingga dia bisa melewati Issei dan sekarang tinggal...

"Yo!" Kata suara misterius yg membuat Toneri terkejut karena tiba-tiba bola yg awalnya masih ada di tangan kanan nya seperti didorong oleh tangan orang lain dan menyebabkan bola nya terlempar kebelakang.

"Offens!" Teriak suara misterius yg ternyata berasal dari Naruto.

'Kau pikir kau bisa melewati semua orang hanya karena kau bisa mendribble dan Drive dengan cepat?'

Bola muntahan dari serangan Toneri itu langsung diraup oleh Sairaorg kemudian dia melakukan passing kepada Sirzech.

"3 poin!" Selepas memberi bola kepada Sirzech, Sairaorg berlari menuju Takeo dan langsung melakukan hal yg sama dengan saat Naruto melakukan shoot yaitu membatasi pergerakannya sampai tidak bisa melompat.

"Tidak akan kami biarkan!" Suara itu berasal dari Murasaki, Art dan Hanamiya yg melompat mencoba memblok shoot dari Kuoh Gakuen. Tapi semua itu sia-sia karena...

'Akan kutunjukkan hasil dari latihanku!' Melompat ke belakang satu langkah, Sirzech lalu melompat seperto biasa untuk melakukan shoot biasa dari tengah lapangan dengan sempurna.

Bola yg dilempar Sirzech pun tak kuasa dihentikan oleh Takeo seperti biasanya karena dia sendiri sedang dalam penjagaan Sairaorg dan akhirnya bola itu masuk dengan sempurna ke dalam ring dari tim Sainan Gakuen sekaligus mengubah skor menjadi 11:58.

"Kitalah yg akan menang hari ini!" Teriak Sirzech setelah mencetak angka dan membungkam para penonton disana.

"Yaa! Kita yg akan menang!" Jawan Anggota yg lain tak kalah lantang.

Tanpa berkata apa-apa lagi tim Sainan Gakuen langsung melakukan restart diawali dari Takeo yg kemudian melakukan passing pada Art.

"Kali ini tidak akn lolos, benarkan Vali?"

"Kau benar. Kali ini tidak akan lolos."

Art yg mendengar pembicaraan mereka hanya diam saja tak mau menanggapinya. Sepertinya kedatangan Naruto dan beberapa aksi nyeleneh dari tim Kuoh Gakuen berhasil merebut alur pertandingan yg awalnya tim Sainan kuasai.

Mendribble bolanya seorang diri, Art berhasil melewati Issei tapi trik yg sama terjadi lagi yaitu Vali muncul secara tiba-tiba lalu merebut bola dari Art dan mendribblenya menuju area lawan tapi sayangnya aksinya itu harus terhenti karena Hanamiya.

"Aku tidak akan membiarkanmu lewat."

"Coba saja." Menjauhkan tangan kanannya yg memegang bola dari tubuhnya, Vali berusaha menggunakan teknik Dividing Drive disaat seperti ini. Saat mata Hanamiya mengikuti arah bola yg kini menjauh dari badannya, Vali melakukan Drive penuh ke sisi kirinya (sisi kanan Hanamiya) lalu bola yg ada di tangan kanannya ia pantulkan ke lantai melewati celah yg dibuat oleh kaki Hanamiya untuk selanjutnya ditangkap oleh tangan kirinya yg sudah sampai di belakang tubuh Hanamiya.

'Di-dia menghilang? Mustahil! Tidak mungkin seseorang menghilang bukan?' Batin Hanamiya tak lercaya dengan apa yg dilihatnya. Pasalnya Vali yg harusnya berada di depannya kini sudah berada di belakangnya dengan tangan kiri memegang bola.

"Issei!" Melakukan pass kepada Issei, Vali memberikan isyarat agar Issei yg mengakhiri ini sedangkan dia yg akan membuka jalan.

Mengerti isyarat dari Vali, Issei terus mendribble bola nya sampai akhirnya dia tidak bisa kemana-mana saat sudah sampai di depan Takeo. Vali yg melihat itu segera masuk ke area pandang Takeo dari sisi kanan Issei lalu tangan kirinya dia tempatkan seolah akan mengambil bolanya dari Issei, hal itu menyebabkan Takeo memfokuskan pandangannya kepada Vali selama beberapa detik dan saat dia mengembalikan pandangannya ke tempat semula, Issei telah berada di belakangnya dan tengah melompat untuk memasukkan bola ke ring.

Dari jarak sedekat itu tentu saja bola nya masuk sekaligus memberikan poin kepada tim dari Kuoh Gakuen. Naruto yg masih setia berada di tengah lapangan bersama Toneri yg dia jaga akhirnya memulai pembicaraan.

"Anak kelas 1 tidak seharusnya menjadi kapten dalam tim karena ada beberapa hal yg hanya bisa dipahami oleh anak kelas 2. Kau akan kalah Toneri, maksudku akhirnya kau akan mati."

"Full cut One on One. Bagaimana tim mu melewatinya jika kalian mengandalkan kerja sama disini?"

"Kenapa tidak coba saja?"

"Semuanya! Full cut One on One." Perintah Toneri pada anggota tim nya yg lain sekaligus anak kelas 2 dati Sainan Gakuen yg dia pimpin."

"Baik! Kapten!"

Melihat itu Sirzech mengintruksikan perubahan strategi kepada pemain lain dan langsung dipahami, berbeda dari yg tadi kelihatannya Sairaorg kini terlihat sangat semangat.

Restart telah dilakukan oleh tim Sainan Gakuen, seperti biasa bola yg mereka passing selalu tertuju kepada Hanamiya ataupun Toneri yg merupakan senjata pencetak poin mereka. Tapi jika pun mereka melakukan passing kepada Hanamiya maka Sirzech akan langsung memotongnya lalu bola muntahannya akan dipungut oleh Sairaorg dan jika mereka mengumpan kepada Toneri maka Naruto selalu dapat mencuri bolanya dari tangan Toneri meski sudah bisa ditangkap.

Toneri kali ini benar-benar dibuat frustasi oleh sikap bertahan dari Naruto yg menurutnya sangat aneh. Dia tidak merentangkan tangan maupun kaki secara berlebihan melainkan lebih seperti penjaga hawang saat penalti tapi jika Toneri gegabah sedikit saja maka bola di tangannya itu sudah terambil oleh tangan Naruto yg cukup lebar untuk dapat memegang bola dengan satu cengkraman tangan kanan.

Melihat tidak adanya celah Toneri berinisiatif meniru apa yg Sirzech lakukan yaitu melompat ke belakang sekali lalu melompat biasa untuk melakukan shoot dari jarak 3 poin. Naruto yg melihat trik itu langsung cepat-cepat maju beberapa langkah sebelum melompat dengan sekuat tenaganya lalu saat tangannya dan tangan Toneri yg memegang bola berhadapan kemudian tangannya menarik bola yg dibawa Toneri sehingga membuat bolanya jatuh dan Toneri tidak jadi melakukakan shoot.

Naruto yg sudah menantikan bola seperti ini tanpa peduli dengan area nya langsung maju mendribble bola nya dengan cepat, Toneri yg mengikutinya dari belakang tak kuasa menyusulnya karena stamina Toneri bisa dibilang telah terkuras di kuarter ke 1 dan 2 sementara itu pemain Sainan Gakuen yg lain juga tak kuasa menghentikan Naruto karena mereka telah terkena jeratan rencana mereka sendiri.

Full cut One on One harusnya membuat mereka bisa menekan pemain dari Kuoh Gakuen untuk tidak ikut campur dalam One on One antar pemain yg harusnya menguntungkan mereka karena secara individu skill mereka lebih menonjol. Tapi kenyataannya malah terbalik saat Toneri kehilangan bolanya dan Naruto mendribble bola yg berhasi dia rebut dari Toneri menuju ring mereka sedangkan mereka sendiri saat ini bisa dibilang tidak bisa bergerak sama sekali karena Issei, Vali, Sirzech dan Sairaorg melakukan penjagaan yg sangat ketat sampai-sampai bagi pecinta manga BL (Boys Love) mereka terlihat seperti pasangan Seme (pemain Kuoh) dan Uke (pemain Sainan) *?*.

Time Skip! (Setelah pertandingan selesai)

Dan kini pertandingan final Inter High Cup telah selesai diadakan. Pertandingan yg awalnya dikuasai oleh tim Sainan Gakuen itu berjalan secara sepihak sebelum akhirnya pemain baru muncul di tim Kuoh Gakuen. Pemain baru yg mengubah alur pertandingan dengan cara-cara nyeleneh tapi dapat membuat timnya kembali bersemangat.

Dimulai dari aksinya melambatkan tempo dengan cara mendribble bola dengan sangat santai lalu setelah itu langsung mempercepat tempo seperti semula bahkan saat kuarter ke 4, rasanya lapangan pertandingan seperti savana di Afrika yg dilalui oleh kawanan bison karena sejak kuarter 4 dimulai tak ada satupun pemain dari Kuoh Gakuen yg berhenti berlari. Strategi Gun n Run yg dikombinasikan dengan shoot jarak jauh Sirzech dan sesekali Naruto membuat tim Kuoh Gakuen bisa membalikkan keadaan.

60:58 itulah skor akhir pertandingan hari ini sekaligus skor kemenangan tim dari Kuoh Gakuen atas tim dari Sainan Gakuen. Saatnya para pemain dari kedua tim berjabat tangan dan posisi kali ini berubah dari posisi awal. Sirzech dengan Hanamiya, Issei dengan Murasaki, Vali dengan Art, Sairaorg dengan Takeo dan Naruto dengan Toneri.

"Sudah kubilang bukan? Tim mu akan kalah Toneri."

"Aku mungkin kalah hari ini. Tapi akhirnya akulah sang pemenangnya."

Tiba-tiba Naruto yg semula mampu berdiri dengan tegak terjatuh ke belakang. Kejadian ini tentu saja membuat pemain lainnya khawatir.

"Hoy! Naruto kenapa kau ini?"

"Maaf, Kelihatannya kakiku tidak bisa diajak kompromi lagi. Bisa bantu aku senpai?"

Tak tega melihat adik kelas yg telah meniadi pahlawan mereka terjatuh tidao bisa berdiri, Sirzech pun membantu Naruto berdiri dengan mengalungkan lengan Naruto pada bahunya.

""Arigatou Gozaimasu!"" Ucap kedua tim serempak.

Prok! Prok! Prok! Prok!

Suara tepuk tangan penonton kembali bergema untuk ke sekian kalinya dalam hari ini di lapangan yg sama. Menonton pertandingan basket yg seru di jaman seperti ini sudah jarang mereka rasakan karena kebanyakan dari anak muda jaman sekarang sibuk dengan gadget maupun dunia virtual.

Sekembalinya dari lapangan Naruto langsung ditatap oleh Guy-sensei dan juga Grafiya dengan tatapan yg menuntut penjelasan sementara itu Rias yg menjadi biang keladi permasalahan ini hanya tersenyum watados.

"Naruto, jelaskan padaku semuanya!" Perintah Guy-sensei yg jelas membuat pemain Kuoh Gakuen lain bertanya-tanya apa yg dimaksud dengan menjelaskan.

"Haaah... saat menuju kesini aku dan Rias terjebak dalam kemacetan padahal saat itu hanya kurang beberapa ratus meter lagi kesini. Karena aku punya kenalan baik di sana maka aku menitipkan motorku di rumahnya lalu aku dan Rias kesini dengan berlari. Saat itu kejadiannya berlangsung di pertigaan yg ada di depanku, ada anak kecil yg lolos dari penjagaan orang tuanya berlari menyeberang trotoar sedangkan di sisi lain lampu masih hijau dan dari arah lain ada sebuah truk yg melaju dengan kecepatan tinggi. Lalu aku berlari untuk menyelamatkan anak itu dan berhasil tapi pergelangan kakiku yg saat itu di belakang tertabrak bagian depan truk. Rias sudah menyuruhku untuk tidak usah memaksakan diri tapi aku bersikeras agar dia melakukan tapping di kakiku untuk mengurangi rasa sakitnya dan hasilnya seperti yg kalian tahu saat ini tadi pergelangan kakiku terasa sakit lagi dan aku terjatuh ke belakang."

"Haaah... untung saja besok itu sekolah libur kau beruntung Naruto"

"Tapi liburan dengan kaki yg sakit kurasa tidak masuk keberuntungan Guy-sensei."

"Liburan?" Tanya mereka kompak minus Rias yg saat ini facepalm.

"Besok sabtu dan minggu klub puzzle mengadakan liburan ke Okinawa."

"Okinawa? Jangan-jangan... hoy! Rias! Apa maksudnya ini?"

"Otou-sama dan Okaa-sama sudah mengijinkannya Onii-san. Kau tidak punya andil dalam hal ini."

"Sudahlah Sirzech kau tidak bisa terus mengurung adikmu. Dia juga remaja normal pada umumnya."

"Baiklah kalau Grafiya-chan bilang begitu tapi ingat kata-kata ini Naruto..."

"Baik-baik aku akan mengingatnya. Aku pulang dulu."

Belum sempat Sirzech menyelesaikan perkataannya Naruto sudah mengambil baju gantinya untuk kemudian berganti baju di ruang yg sudah disediakan lalu pergi menuju tempatnya menitipkan motornya lalu pulang sedangkan Rias akan ikut rombongan tim Kuoh Gakuen.

~.~.~.~

Chap 19: END!

A/N: ERROR 404~NOT FOUND!

Q: Kalo rencana Enigma dan Pythagoras adalah membebaskan manusia dari belenggu dewa kenapa mereka malah bertikai dengan manusia yg otaknya tidak terbelenggu (pemegang gelar)?

A: Itu karena pemegang gelar lain sadar jika melepaskan belenggu di otak manusia secara paksa maka akan membahayakan manusia itu sendiri sehingga mereka menentangnya.

Q: Art? Murasaki? Hanamiya? Kayaknya pernah denger tuh.

A: Art itu bukanlah Arthur tapi emang cuman Art doank :3 lalu Murasaki bukan Murasakibara mereka berdua dari anime Hamatora. Hanamiya itu dari anime KuroBas.

Nano, Log Out