Chapter 20
Nano,Log In
"Maji de Watashi ni Koi Shinasai!: Love Me,Seriously!"
Warning:
Mungkin akan sangat OOC,EYD salah kaprah dan banyak typo dan pastinya Kata-kata kasar yg frontal,1/2 piece of bloody scene.
Disclaimer:
Naruto: Masashi Kishimoto
Highschool DxD: Ichie Ishibumi
Love Live School Idol Project: KLab (Reader: itu produser gamenya goblok *Yaoming face* Auth: biarin cuk daripada ada yg ngepermasalahin, orang di fandomnya aja gak ada yg make disclaimer *yaoming face*
~.~.~.~
Chapter 20: Liburan yg sibuk.
Opening Song: Nano - Histery
06.30 PM (Apartemen Naruto)
Jam setengah tujuh malam? Ya! Meski sudah pulang dari arena pertandingan jam setengah 12 kenyataannya Naruto baru sampai di apartemennya sekarang. Alasannya karena dia tadi terlibat pertemuan dengan seseorang yg tidak dia kenal tapi bisa dia pastikan orang itu adalah orang berbahaya.
Sebenarnya pertemuan itu bisa saja memakan waktu sehari semalam jika saja Naruto tidak mendapat pesan dari Naruko yg menyuruhnya pulang. Lalu apa yg membuat pertemuan itu menjadi sangat lama? Pertemuan itu menjadi lama karena seseorang yg ditemui Naruto sangat terobsesi pada hal yg bisa dibilangnya aneh yaitu MELIHAT DAN MERASAKAN MATAHARI PADAM.
Matahari padam? Ya! Sebenarnya massa matahari selalu berkurang setiap detiknya seiring dengan energi yg disebarkannya secara terus menerus tetapi meski begitu untuk memadamkan Matahari membutuhkan waktu sekitar 5 milyar tahun dan satu-satunya cara agar manusia pada tahun ini bisa mencapai masa dimana matahari padam adalah menggunakan mesin waktu.
Mesin waktu? Bukankah itu mustahil dibuat? Jika kita menganut teori Albert Einstein yg sangat sederhana yaitu "Semakin cepat benda bergerak maka waktu di sekitarnya akan melambat" jawabannya adalah Bisa. Namun untuk sampai 5 milyar tahun ke masa depan berarti membutuhkan biaya yg besar,waktu dan lintasan untuk bergerak. Soal lintasannya sudah tidak perlu lagi karena ada ruang angkasa yg sangat luas lalu untuk waktunya asalkan ada uang maka bisa dipercepat.
Sialnya lagi orang yg ditemui Naruto tadi kelihatannya tidak punya masalah dengan yg namanya uang jadi pasti dalam waktu dekat dia dan para anggota klub Puzzle yg juga merupakan pemegang gelar barus menghentikan rencana gila orang asing itu.
Tunggu dulu! Ada sebuah pertanyaan yg terus tengiang-ngiang di kepala Naruto yaitu "Dimana orang asing itu merasakan matahari padam?" Karena 4 milyar tahun lagi suhu kerak bumi akan naik 100 derajat celcius dari keadaan sekarang itu artinya mustahil untuk ditinggali manusia. Hipotesis Naruto sekarang adalah orang asing itu akan membangun pesawat luar angkasa yg mempunyai kecepatan cahaya (atau bahkan 3/2 kecepatan cahaya) lalu bergerak di luar angkasa untuk sampai ke masa depan kemudian merasakan dan melihat dari luar angkasa juga. Lalu bagaimana caranya mesin buatan manusia mencapai kecepatan cahaya? Entahlah,terlalu banyak cara yg mungkin digunakan sehingga terlalu bahaya jika menyimpulkannya sekarang.
"Haaah... apakah orang tadi pemegang gelar? Kalau iya maka apa gelarnya? Seluruh gelar telah terisi meskipun posisi Antonionette belum terlalu mencolok dan Pythagoras yg asli belum terlacak keberadaannya. Kurasa aku tidak bisa mati dahulu kalau begini ceritanya." Guman Naruto yg saat ini membuka pintu apartemennya tapi tidak menemukan apa-apa. Harusnya sekarang dia menemukan Naruko disini tapi kenyataannya dia tidak menemukan apa-apa kecuali tas Naruko yg tergeletak tak teratur di samping sofa.
Melihat hal itu dan menggabungkannya dengan fakta bahwa gagang pintu yg dia pegang tadi masih hangat membuat Naruto mencapai 1 kesimpulan yaitu telah ada orang yg masuk kesini setelah Naruko dan bisa dia pastikan orang itu bukanlah orang baik karena tas Naruko yg harusnya bisa berjejer rapi malah tergeletak begitu saja.
"Diculik. Lagi?" Sempat tidak percaya dengan nasib Naruko yg dia pikir terlalu sial karena sudah 2 kali diculik,Naruto langsung berlari menuju lemarinya dan mengambil beberapa pisau hadiah dari Minato. Pisau khusus dengan 2 sisi tajam di kiri dan kanan lalu sebuah sisi tajam di tengah-tengahnya dan merupakan yg paling panjang (Kunai Hiraishin). Minato bilang padanya bahwa pisau ini bisa digunakan untuk membunuh orang dengan mudah caranya yaitu menancapkannya atau mungkin melemparkannya tepat di pangkal atas hidung sehingga mampu menusuk tengkorak dan menghancurkan mata.
Meski sebenarnya tidak mau membunuh orang tapi jika menyangkut soal keselamatan Naruko maka hal sepele seperti tadi hanya akan dianggap sebagai angin sepoi-sepoi bagi Naruto,justru jika dia tidak bisa menyelamatkan Naruko maka bisa dipastikan dia tidak akan bisa sembuh dari kehancuran mentalnya seperti saat Hinata mati. Masalahnya kini adalah kemana dia harus mencari Naruko?
Dreet... dreet... dreeet...
"Moshi-moshi..."
"Oh,Naruto. Kebetulan sekali aku ingin meminta bantuan padamu."
"Bantuan?"
"Naruko saat ini sedang diculik dan dia dibawa ke gudang bekas di kota Kuoh. Kau tahu tempatnya bukan?"
"Tunggu sebentar! Jika kau tahu seperti itu kenapa kau harus menungguku Otou-sama?"
"Kau pikir yg terjadi saat ini hanya penculikan Naruko saja? Sebenarnya aku ingin ke tempat Naruko saat mendengar kabar itu tapi di sisi lain kantor perusahaan juga telah dikepung sehingga aku harus memerintahkan para karyawan pulang sebelum waktunya lalu setelah itu aku malah terkepung disini. Kau dengar suara tembakan tadi bukan?"
Ya! Naruto mendengarnya. Naruto mendengar suara tembakan yg dimaksud Minato,itu artinya saat ini Minato terkepung oleh sekelompok orang bersenjata yg harus ia hadapi seorang diri. Mengingat perkataannya tadi membuat Naruto malu pada dirinya sendiri,bagaimana bisa dia mengeluh jika tugasnya bahkan lebih ringan?
"Baik. Akan kupastikan Naruko selamat."
"Ya! Karena kau adalah kakaknya maka jadilah kakak yg baik."
Tut... tut... tut...
Setelah telepon diputuskan Minato,Naruto segera berlari menaiki motornya lalu menggebernya dengan kecepatan tinggi menuju satu-satunya gudang bekas yg ada di kota Kuoh,gudang yg dulunya merupakan gudang dari pabrik gula.
Hanya perlu waktu kurang lebih 15 menit Naruto telah sampai di lokasi tempat orang yg membobol apartemennya lalu menculik Naruko. Tapi dia tidak langsung memarkirkan motornya di depan gudang bekas layaknya orang bodoh melainkan dia menaruh motornya di jarak aman sekitar 15 meter dari gudang bekas itu lalu mengamati penjagaan yg ada. Tidak heran jika penjaga yg mondar mandir itu tidak dicurigai oleh orang karena menurut kabar gudang itu sudah dibeli jadi para penduduk mengira orang-orang yg mondar-mandir di keempat sisi gudang itu hanya memastikan keamanan saja sebelum gudang itu dirobohkan dan dibuat bangunan.
'Ada 1 orang di setiap sisinya itu artinya ada 4 orang yg berjaga diluar. Jika aku ingin menyelamatkan Naruko maka aku harus membunuh mereka secara diam-diam lalu masuk ke dalam gudang. Yg berjaga di depan pintu sudah pasti yg terakhir karena dekat dengan pintu masuk sedangkan yg pertama adalah sisi kanan lalu yg di belakang.'
Mengendap-ngendap di balik rumah dan pohon,Naruto akhirnya sampai 5 meter di depan penjaga di sisi kanan gudang. Mengapa dia memilih sisi kanan dahulu? Karena penjaga itu sedang tertidur di kursi jadi lebih mudah membunuhnya. Mengikatkan tali pada pisau yg dibawanya,Naruto kemudian mengambil ancang-angcang untuk melempar pisau itu tepat di tengkorak penjaga yg sedang tertidur.
Bingo! Pisau itu menghancurkan tengkorak sang penjaga bahkan mengenai otaknya,melihat hal itu Naruto segera menarik benang dengan keras dalam sekali hentakan sehingga pisaunya tidak menyipratkan darah ke tanah terlalu banyak dan akan menipu orang lain yg melihat mayat itu.
Mendengar suara tubuh seseorang yg jatuh tersungkur si penjaga yg berjaga di belakang gudang segera memeriksa ke asal suara dan alangkah terkejutnya dia saat melihat temannya jatuh tersungkur dari kursi dengan kepala yg bersimbah darah.
'Dia ditembak dikepala oleh sniper. Aku harus segera mencari penembaknya.'
Karena dia pikir yg menembak adalah seorang sniper terlatih dari jarak ratusan meter maka penjaga itu mengeluarkan sebuah scoop yg biasa digunakan sniper untuk membidik sasaran dari jarak yg sangat jauh tapi siapa sangka jika apa yg dilakukannya itu malah mengantarkannya menuju ajalnya.
Keluar dari pepohonan,Naruto mengendap-ngendap tanpa suara ke samping penjaga yg masih sibuk mencari si penembak. Dengan sangat cepat,ia kemudian menancapkan pisau pemberian Minato ke leher penjaga itu sehingga menghancurkan tenggorokannya dan memuncratkan darah di sepanjang pisau dan telapak tangan Naruto. Melihat tubuh orang itu akan jatuh,Naruto segera menangkapnya lalu membaringkannya untuk meminimalisir suara yg menyebabkannya ketahuan dan tak lupa dia menjarah sebuah pistol + peredam suara yg akan dia gunakan untuk membunuh penjaga di sisi kiri dan pintu masuk.
Mengendap-ngendap dari sisi belakang,Naruto melihat penjaga di sisi kiri dan setelah mengetahui posisi penjaga itu sekarang membelakanginya maka tanpa ragu dia menembaknya tepat di tengkorak bagian belakang kepala (headshot!).
Mendengar suara orang jatuh tersungkur dari arah kiri,si penjaga pintu depan segara memeriksanya sendiri dan alangkah terkejutnya saat ia melihat penjaga yg bertugas disana tertembak tepat di kepalanya,tapi tak lama kemudian dia merasakan sakit di dada sebelah kiri tepatnya di sebuah tempat dimana jantungnya berada. Saat memeriksanya ternyata dia telah berdarah dan saat ia akan berteriak rasa sakit yg hampir sama juga menghampiri tenggorokannya menandakan lehernya telah tertembak.
Merasa semua penjaga telah mati,Naruto kemudian menuju pintu masuk gudang itu dan langsung membukanya.
Dor!
Untung saja Naruto tepat waktu untuk menghindari tembakan itu meski tidak sempurna jika terlambat sedikit saja maka bisa dipastikan paru-parunya akan pecah tertembus timah panas yg menuju ke dadanya sementara itu sang penembak mendecih tidak suka saat tembakannya berhasil dihindari meski tidak terlalu sempurna karena tembakan itu mengenai bahu kanan targetnya.
"Jadi kau adalah pemegang gelar Einstein? Seperti yg dikatakan Aristoteles-sama,kau tidak lebih dari seorang bocah bermasalah." Kata sang penembak sekaligus pemimpin para penculik yg menculik Naruko. Sementara itu Naruko sedang pingsan dan dalam keadaan terikat tergeletak di samping orang itu.
"Dan siapa kau? Bukankah kau Kokabiel? Buronan yg paling dicari di seluruh negara bagian Amerika bahkan juga Rusia. Aristoteles? Jadi itu tuanmu ya. Yg ingin kutahu sekarang adalah kenapa tuanmu melibatkan adikku dan ayahku dalam cerita yg coba dibuatnya?" Jawab dan tanya Naruto balik.
"Hanya dengan cara itu Aristoteles-sama bisa mengusikmu dan membuatmu menantangnya untuk duel. Obsesinya luar biasa bukan? Melihat dan merasakan sebuah bintang selevel matahati padam dengan mata kepala sendiri merupakan impian yg luar biasa bukan?"
"Daripada luar biasa lebih seperti impian seorang masokis. Asal kau tahu saja,satu milyar tahun sebelum matahari padam 3 planet di dekatnya telah musnah dahulu karena ukuran matahari akan membesar berkali-kali lipat dari ukuran sekarnlang."
"Aristoteles-sama sudah memperkirakan hal itu hanya dengan mengamati helium yg terkubur di matahari dan cadangan energinya. Itulah sebabnya dia akan membangun stasiun luar angkasa yg akan mengorbit di planet Mars."
"Lalu setelah dia melihat matahari membengkak maka 1 milyar tahun kemudian matahari akan meledak. Dengan pesawat luar angkasa berkecepatan cahaya atau mungkin lebih,apa yg akan tuanmu lakukan setelahnya?"
"Kalau itu aku tidak tahu. Yg pasti setelah dia melakukan perjalanan menuju masa depan maka semua orang yg membantunya akan mewarisi seluruh kekayaannya."
"Jadi kalian melakukan ini karena uang? Motif yg sangat klasik." Komentar Naruto.
"Ada kata-kata terakhir?" Menodongkan pistol yg dibawanya ke kepala Naruto,Kokabiel mengakhiri acara saling bocor informasi tuannya.
"Padahal aku masih ingin mendengar serangkaian rencana gilanya itu. Tapi bagaimanapun sekarang aku harus menyelamatkan adikku dan untuk kata-kata terakhir kurasa aku tidak perlu."
Dor! Dor! Dor!
Suara tembakan menggema dibalik pintu gudang bekas. Naruto menghindari serangkaian tembakan Kokabiel dengan susah payah bahkan ada beberapa yg menggores tubuhnya tapi belum mengenainya telak seperti yg pertama tadi saat masuk.
'Dia terlalu dekat dengan Naruko,aku bisa saja melempar pisau ini tapi jika meleset sedikit saja maka Naruko akan terkena.' Batin Naruto menganalisa kesempatannya menyerang balik.
Ceklek!
Melihat Kokabiel yg kehabisan peluru,Naruto langsung berhenti dari acara berlarinya lalu dengan konsentrasi luar biasa yg terbangun dalam waktu singkat,dia melempar pisau pemberian Minato untuk membuat Kokabiel menjatuhkan senjata apinya. Dan benar saja lemparan itu tepat mengenai senjata Kokabiel sehingga pegangan Kokabiel terlepas,tidak membuang waktu lagi Naruto langsung berlari ke arah Kokabiel dengan menghunuskan pisau Minato sejajar dengan dada Kokabiel.
"Terlalu diri bagimu untuk membunuhku anak muda. Kau perlu berlatih lagi." Menangkap pergelangan tangan Naruto,Kokabiel kemudian menyarangkan lututnya ke perut Naruto dengan sangat keras sampai-sampai mulut Naruto mengeluarkan air.
"Heh? Dia pingsang hanya dengan satu tendangan? Kurasa dia memang masih terlalu le..."
Craash!
Sejalan dengan suara itu rasa sakit yg teramat sakit dirasakan Kokabiel di perutnya. Awalnya hanya sebuah hunusan pisau yg dalam tapi kemudian Naruto menyeret pisaunya ke kanan dan kiri sehingga menyobek perutnya dan membuat organ yg tersembunyi disana keluar melewati celah yg dibuat pisau pemberian Minato.
Kenapa Kokallbiel tidak berteriak? Sebelum dia sempat berteriak tangan Naruto yg menganggur telah menyarangkan sebuah pisau di lehernya dan menghancurkan tenggorokannya,tidak puas dengan semua itu karena adiknya telah 2 kali diculik,Naruto mencabut pisau di leher Kokabiel kemudian menancapkannya di antara kedua mata Kokabiel sehingga kedua sisi tajam yg ada di pisau Minato menghancurkan bola mata Kokabiel sedangkan sisi tajam yg paling panjang meretakkan tengkoraknya bahkan sampai menembus otak Kokabiel.
"Aku memang benci jika dibilang lemah tapi aku tidak bisa memaafkan orang yg menculik Naruko. Penculikan pertama saja membuatku ingin mencincang orang yg melakukannya jadi karena tidak bisa melakukannya aku melampiaskannya di penculikan kedua. Jangan menganggap dunia ini tidak adil karena nasibmu Kokabiel,hanya saja kau tidak beruntung kali ini." Kata Naruto dengan nada yg sedingin es kepada Kokabiel yg kini sudah tak bernyawa. Bau anyir darah yg dicium hidungnya tidak dia hiraukan bahkan tangannya yg berlumuran darah pun tidak segera dia bersihkan.
Dengan handuk yg selalu ia bawa di dalam tas olahraganya,Naruto menyeka darah di tangannya dan membersihkan pisau Minato yg juga berlumuran darah. Setelah yakin tangannya telah bebas dari noda darah dan telah terbalut dengan jaket panjangnya,Naruto melepaskan ikatan Naruko lalu menggendongnya dengan gaya bridal style menuju ke tempatnya memarkirkan motor untuk segera membawa Naruko pulang ke apartemennya.
Apartemen Naruto...
Apartemen minimalis Naruto kini terlihat lebih ramai dari biasanya. Pasalnya bukan hanya dia dan Naruko yg ada disini tetapi ada Minato,Rias,Sona,Akeno dan Maki. Kelihatannya mereka sedang membicarakan sesuatu. Soal luka tembakan Naruto,pelurunya telah dikeluarkan dan saat ini bahunya dibalut dengan perban tapi tertutup kaosnya.
"Jadi kau punya sebuah petunjuk tentang penculikan adikmu,Naruto?" Tanya Minato dari sofa kepada Naruto yg juga dududk di sofa. Hanya saja saat ini Naruto diapit Rias dan Akeno di sisi kanan lalu Sona dan Maki di sisi kiri.
"Mereka tidak mau mengaku. Ngomong-ngomong siapa yg memberitahumu tentang penculikan Naruko,Otou-sama?" Jawab dan tanya Naruto balik.
"Enigma yg mengabariku."
"Enigma?" Tanya para perempuan disana minus Naruko yg tertidur pulas di tempat tidur Naruto.
'Enigma,apa hubungannya dengan semua ini? Apa Aristoteles juga menginginkan gelang Prometheus?'
"Benar,nama aslinya aku tidak tahu tetapi yg pasti dia berasal dari Jerman. Hagoromo-san atau pemegang gelar Einstein sebelum Naruto yg memberikannya gelar itu saat dia berada di jerman mencari gelang Orpheus."
"Hagoromo-san? Jadi Minato-Ojiisan mengenalnya?" Tanya Maki penasaran.
"Tentu saja aku mengenalnya. Dialah orang yg memberikanku gelar Newton saat aku berumur 16 tahun."
"Tapi jika menurut cerita Naruto-kun,Minato-ojiisan diberitahu tentang pengkhianatan GoG dan gelar Newton disaat yg berbarengan. Tapi kenapa Minato-ojiisan tahu tentang Enigma yg notabenenya telah ditemui Hagoromo-san sebelum menemui Minato-ojiisan?" Kali ini Akeno yg bertanya.
"Itu hanya tebakanku saja. Kemampuan spesial pemegang gelar Newton,prediksi yg seperti melihat masa depan."
"Kenapa Jerman?" Tanya Sona sambil membetulkan letak kacamatanya yg melorot karena pernyataan Minato tadi.
"Kode Enigma dibuat oleh Nazi,dan Nazi berasal dari Jerman."
"Apa benar semudah itu memprediksi apa yg terjadi di masa lalu dan masa depan?" Tanya Rias tak yakin dengan pemikiran singkat Minato tadi mengenai caranya mampu menyinpulkan apa yg terjadi di masa lalu.
"Itu hanya cara termudahnya yaitu dengan menganalisis nama atau julukan untuk menentukan beberapa hal dalam profil seseorang. Cara yg lebih sulit lagi yaitu memprediksi apa yg terjadi di suatu daerah pada masa lalu membutuhkan profil masyarakat setempat,informasi daerah yg akan di prediksi,segala macam budaya yg masuk ke daerah itu lalu imajinasi. Naruto! Kenapa kau tidur disaat seperti ini!" Penjelasan Minato itu diakhiri dengan bentakannya pada Naruto yg malah tertidur pulas karena kelelahan dengan peristiwa yg terjadi pada hari ini.
"Kelihatannya Naruto-kun sedang butuh istirahat begitu pula kami untuk pergi berlibur besok pagi. Kalau begitu kami juga pamit Minato-ojiisan." Kata Sona mewakili Rias,Akeno dan Maki untuk pamit.
"Silahkan saja. Sampaikan salamku pada orangtua kalian semua."
"Baik." Jawab Rias,Sona,Akeno dan Maki serentak.
"Berlibur? Besok pagi? Mungkinkah..." Kata Minato dengan senyum misterius yg terpatri di wajahnya setelah Sona cs keluar dari apartemen Naruto.
29 Mei 20xx
06.15 AM
Naruto PoV
Saat ini aku sedang memacu motorku dengan kecepatan tinggi. Ransel besar yg berada di punggungku tidak membuatku memperlambat laju kotorku. Mumpung hari ini hari libut dan jalanan lengang maka ini adalah waktu yg tepat untuk mengebut. Hahaha... sebenarnya alasanku terburu-buru adalah karena aku sudah terlambat 15 menit dari jadwal yg ditentukan,semoga saja aku tidak ditinggal.
Oh ya! Soal Naruko kemarin dia dibawa pulang oleh Otou-sama setelah Rias,Akeno,Sona dan Maki pulang tapi dia tidak membangunkanku yg saat itu tertidur dengan posisi duduk di sofa. Dan ngomong-ngomong soal Otou-sama maka aku punya firasat tidak enak padanya hari ini.
Sesampainya di pelabuhan aku langsung memarkirkan motorku di tempat yg sudah disediakan lalu segera berlari menuju dermaga yg kebetulan sama dengan dermaga tempatku mengamati kapal Queen Mary palsu. Tapi dilihat dari jauh saja aku telah menemukan hal ganjal di sana yaitu barang bawaan yg sangat banyak. Jika mengingat bahwa temanku berangkat adalah perempuan maka bisa sedikit ditolelir tapi kali ini yg aneh adalah aku seperti melihat kepala sekolah (Lucius),Tomohisa-ojiisan,Barakiel-ojiisan dan Otou-sama sedangkan Rias,Akeno,Sona,Maki malah tidak kelihatan batang hidungnya.
'Ada apa ini? Mungkinkah mereka...'
Naruto PoV END!
"Yo! Naruto! Tidak biasanya kau terlambat seperti ini." Sapa Otou-sama yg pertama kali menyadari keberadaanku.
"Ada apa ramai-ramai seperti ini?" Tanya Naruto meminta penjelasan.
"Kau pikir aku dan Himi-chan akan mempercayakan Akeno pada orang yg baru saja dia kenal? Tidak akan."
"Setelah pertunangan yg gagal itu kupikir saat ini belum waktunya bagi Maki untuk menjalin hubungan baru. Untungnya Akasha (Ibu Maki) dan aku juga membutuhkan istirahat dari pekerjaan."
"Kalau aku hanya ingin menemani Rias saja. Dia itu ceroboh dan ini adalah kali pertamanya ke vila keluarga kami di Okinawa jadi aku dan Venelana mengkhawatirkannya."
"Lalu bagaimana dengan Sirzech-senpai?"
"Hahaha... Sirzech masih tidur saat ini. Kupikir dia terlalu kelelahan karena pertandingan kemarin jadi aku biarkan saja dia tidur."
Entah kenapa setelah mengetahui jika kebanyakan orangtua murid mengikuti liburan karena ingin mengawasi anaknya membuat Naruto merasa dirinya adalah orang jahat yg patut dicurigai.
"Kalau aku ingin mencari suasana baru. Lagipula aku ingin melihat persiapan rencanamu Naruto."
"Hoy! Minato! Cepat bawa masuk semua barangnya! Oh.. Naruto! Cepatlah masuk dan biarkan saja mereka yg mengangkati semua itu."
"Baik,Okaa-sama."
'Kushina! Kau tidak berubah sama sekali dari saat sekolah!' Batin kesal para bapak-bapak disana minus Minato yg tersenyum memaklumi sifat seenaknya khas keluarga Uzumaki yg diwarisi istrinya itu. Mungkin dia harus bersyukur karena Naruto tidak mewarisi sifat itu.
Memasuki kapal yg dapat ia kategorikan kapal pesiar mini *?* Naruto segera masuk ke ruangan yg paling ramai karena sudah pasti hanya disanalah ada makhluk hidup. Alangkah terkejutnya Naruto saat baru saja membuka knop pintu,di ruangan itu terlihat anggota klub puzzle dengan masing-masing orangtuanya duduk di kursi yg melingkari meja bulat dan setiap keluarga memiliki 1 meja bulat dan beberapa kursi.
Menjadi pusat perhatian semua pasang mata yg ada di satu ruangan membuat Naruto sedikit gugup tapi untuk menutupinya tanpa bicara banyak dia segera duduk di kursi kosong di samping Naruko dan Kushina.
"Ara... jadi dia anakmu Kushina-chan?"
"Benar sekali Himi-chan. Memangnya kenapa?"
"Etto... Kushina,apa kau pernah merasa aneh di suatu malam dengan teman tidurmu?"
"Apa maksudmu Venelana-chan? Aku tidak mengerti."
'Kenapa para ibu-ibu jaman sekarang suka membicarakan masalah seperti ini!' Batin Naruto yg tahu kemana arah pembicaraan ini.
"Mungkin maksud Venelana adalah apa kau pernah merasa orang yg tidur di sebelahmu itu bukan Minato. Benar begitu bukan,Venelana?"
"Kau benar Akasha. Jadi seperti di suatu hari Minato dan anakmu berganti peran saat akan tidur dsb."
"TENTU SAJA TIDAK TTEBANE!" Teriak Kushina sambil menggebrak meja di depannya dengan sangat keras,membuat Naruto dan Naruko hampir jantungan.
"Tenanglah Kushina. Wajar saja Himi,Venelana dan Akasha menanyakan hal itu karena aku sendiri juga bingung membedakan anakmu dengan Minato."
"Tapi Ellie! Aku ini ibunya,aku sudah pasti bisa membedakan mereka berdua bahkan hanya dari..."
"Dari...?" Beo ibu-ibu disana.
"Bukan apa-apa! Yg pasti aku bisa membedakan Naruto dan Minato sehingga tak mungkin mereka tertukar!"
Cekleeek...
Suara pintu ruangan itu dibuka oleh seseorang dari luar dan menampilkan orang yg akan masuk ke dalam. Disana telihat rupa bapak-bapak yg telah lewat masa jayanya dengan nafas terengah-engah dan keringat bercucuran di sepanjang kening mereka.
"Haaah... hah... Akasha-chan,sebenarnya apa bawaanmu?" Kata Tomohisa. Ayah dari Nishikino Maki.
"Ellie-chan,kopermu terlalu banyak. Hah... hah..." Kata Alex. Ayah dari Sona Sitri.
"Haah... haaah... Venelana-chan,kopermu terlalu berat." Kata Lucius. Ayah dari Rias Gremory.
"Kushina-chan,apa saja yg kau bawa? Kuharap kau membawa sesuatu yg bagus untuk bermain karena aku hanya membawa satu jenis kali ini."
""""Kalau kalian lelah istirahat saja."""" Kata semua istri-istri di ruangan itu berbarengan disertai senyuman yg terpatri di wajah mereka.
'Yah... kurasa perjalanan kali ini tidak akan terlalu sepi.' Batin Naruto melihat bagaimana Otou-samanya yg dia hormati karena seluruh hal yg ada dalam dirinyabdiperlakukan seperti itu.
'Ara... Okaa-sama yg mencuri perhatian Naruto-kun.' Batin Akeno dengan nada sedih.
'Kurasa aku benar-benar dilupakan kali ini.' Batin Rias melihat Naruto yg sedang tersenyum.
'''Kita dilupakan. Benar-benar dilupakan.''' Batin Maki,Sona dan Naruko bersamaan.
Okinawa (Vila keluarga Nishikino,Gremory dan Himejima)
Tak terasa beberapa jam mereka semua berada di ruangan di kapal pesiar dimana atmosfir yg berat sangat terasa karena di dalam ruangan itu Naruto diajukan berbagai macam pertanyaan oleh Venelana,Himi,Ellie dan Akasha. Bagi Naruto yg sudah biasa dengan hal seperti itu maka dia tidak merasakan apa-apa kecuali sedikit canggung karena bisa dikatakan rupa ibu dan anak tak beda jauh. Berbeda lagi dengan Rias,Akeno,Sona dan Maki yg sepanjang perjalanan mencoba untuk tidak pingsan karena atmosfir yg tercipta dari sifat posesif seorang ibu.
Setelah melewati semua itu akhirnya anggota klub puzzle + orangtua tiba di vila yg berada di pulau Okinawa. Suasana yg serba alami dan juga pantai yg berada di depan vila mewah berukuran besar cocok bagi pasangan muda baru menikah untuk menghabiskan bulan madu mereka. Seperti yg dilakukan oleh Lucius-Venelana,Alex-Ellie,Tomohisa-Akasha sebelumnya.
Turun dari kapal,anggota klub puzzle langsung berlomba lari menuju ke vila meninggalkan orangtua mereka yg masih harus berurusan dengan barang bawaan mereka.
"Aku duluan!" Kata Rias setelah sampai di depan pintu vila paling dulu baru disusul oleh yg lain. Karena sampai lebih dulu maka Rias berinisiatif membuka pintu berukiran menyerupai bentuk tambah/plus (+) dengan cara menariknya.
"Kenapa tidak bisa dibuka?" Tanya Rias pada dirinya sendiri.
"Ara... kau salah,Rias. Kau lihat bahwa pintu ini berukiran bentuk plus (+) bukan? Dalam matematika jika kita menggunakan tanda plus (+) untuk operasi hitung dengan bilangan asli maka hasilnya akan lebih besar dari yg sebelumnya. Itu artinya maju,dengan kata lain cara membuka pintu ini adalah didorong." Setelah menjelaskan teorinya,Akeno mendorong pintu itu tapi sama seperti Rias tadi. Pintunya tidak mau terbuka.
"Haaah... kau salah,Akeno. Ukiran plus (+) di pintu merupakan notasi dari Proton dan kebalikan dari tanda minus (-) yg merupakan notasi dari Elektron. Dalam rangkaiam listrik,banyak orang yg mengira Protonlah yg bergerak tetapi itu salah,bagaimanapun yg bergerak adalah Elektron dan berhubung ukiram di pintu adalah notasi dari Proton yg tidak bergerak maka cara membuka pintu ini sudah pasti yaitu..." Menggantungkan kalimatnya,Sona kemudian maju sampai di depan pintu dan berdiri di sana agak lama.
"Mu-mustahil! Pintunya tidak mau terbuka. Game ini tidak bisa dipecahkan." Kata Sona dengan nada putus asa lalu diiyakan oleh Akeno. Melihat hal itu,Naruto berniat mencoba membantu mereka.
"Terpecahkan." Kalimat itu adalah kalimat yg sama di dengar Sona saat bersama Naruto. Tapi kali ini dia mendengar suara yg mengatakannya berbeda dengan suara Naruto.
Cekleek...
"Ara... Pintunya terbuka."
"Hebat! Pintunya bisa terbuka."
"Game sulitnya terpecahkan."
"Eheem... game apa yg kalian maksud?" Kata orang yg memunggungi Rias,Akeno dan Sona sekaligus orang yg membuka pintunya. Di tangannya terdapat kunci klasik yg biasa digunakan untuk mengunci pintu di awal abad 21.
"Ara... kalian bersemangat sekali."
"Kerja bagus,Ellie."
"Ja-jadi Okaa-san yg membuka pintunya?" Kata Sona tak percaya. Kelihatannya dia perlu minum air yg banyak untuk menghindari terjadinya hal seperti ini lagi.
"Hm.. ada apa?"
"Ti-tidak apa-apa."
'Tidak ada game di pulau ini Sona! Kenapa tadi aku harus memikirkannya sampai seperti itu?' Batin Sona kesal pada dirinya sendiri.
"Hahahaha... kelihatannya kalian semua mulai menyukai game seperti pemegang gelar. Yah... aku sarankan berhati-hati saja karena akan ada banyak bahaya dalam game yg akan kalian mainkan nantinya." Melihat para pemegang gelar muda yg tak sengaja membuat benda di sekitarnya menjadi game tentu saja membuat Minati tertawa. Semua pemegang gelar pernah merasakan hal seperti itu sebelumnya,mereka merasakan jika mereka telah dikepung oleh game yg tiada batasnya.
"Ngomong-ngomong vila ini lumayan kotor. Benarkan Naruko,Maki."
"Onii-chan benar. Sangat kotor,berbeda dengan bagian luarnya."
"Kau benar Naruto-kun. Kelihatannya sudah tidak dibersihkan bertahun-tahun."
Mendengar pembicaraan Naruto,Naruko dan Maki yg membicarakan tentang betapa kotornya bagian dalam vila membuat Akasha,selaku orang yg mempunyai ide untuk membangun vila ini tertawa canggung.
"Hahahaha... vila ini memang jarang dibersihkan karena kami semua sibuk. Jadi saat tahu kalian akan kemari aku sarankan saja ke Venelana,Himi dan Kushina agar kalian bisa membantu.
'Jadi kami diperbolehkan menggunakan vila ini karena agar kalian mendapat bantuan membersihkannya!' Batin semua anggota klub puzzle marah.
"Yosh! Acara full pada hari pertama yaitu membersihkan seluruh vila!" Teriak Minato menyerukan kegiatan yg akan dilakukan mereka semua.
Time Skip...
05.45 PM
Membersihkan vila ternyata membutuhkan waktu yg lama. Tentu saja vila itu tidak sekedar kotor melainkan sudah bisa dikatakan tidak terurus karena selama ini hanya digunakan oleh keluarga Sitri,Gremory,Himejima dan Nishikino 1 kali yaitu saat mereka bulan madu.
"Akhirnya selesai juga... yosh! Saatnya memasak untuk makan malam!"
"Eh! Kushina,kau mau memasak? Akan kubantu. Rias juga sebaiknya kau membantu di dapur."
"Baik! Okaa-sama."
"Naruto! Sebaiknya kau pakai celemek deep pink mu lalu bantu Okaa-san di dapur."
"Baik,Okaa-sama. Sekedar informasi Okaa-sama,celemek itu berwarna Magenta."
"Heeeeh!" Kaget semua orang disana saat tahu Naruto yg notabenenya adalah laki-laki disuruh membantu memasak.
"Kenapa ttebane? Naruto itu bisa memasak tidak seperti kalian laki-laki manja yg selalu menyuruh perempuan untuk memasak. Oh... kami-sama,kuharap aku punya menantu yg bisa memasak agar anakku tidak perlu repot-repot memasak untuk dirinya dan istrinya." Kushina berdoa di akhir ucapannya.
Jleeeb... jleeeeb... jleeeeb... jleeeeb...
Mendengar doa Kushina,dada Sona,Maki,Akeno dan Naruko terasa seperti ditusuk oleh ribuan senbon. Dalam hal ini mereka semua kalah dengan Rias yg sudah memenuhi kriteria calon menantu Kushina meski hanya 1 yaitu bisa memasak.
Time Skip!
Setelah membersihkan vila,memasak dan makan malam akhirnya kini Naruto dapat beristirahat dengan tenang di kamar. Tapi bukannya tidur,Naruto malah kelihatan mengotak-atik sebuah alat yg terlihat seperti Transmitter.
Tok... tok... tok...
"Ini bukan kamar gadis jadi masuk saja." Kata Naruto mempersilahkan orang yg mengetuk pintu kamarnya masuk.
Setelah masuk terlihat orang yg mengetuk pintunya yaitu Minato. Entah apa yg dilakukannya sampai-sampai Minato menemuinya.
"Ada apa Otou-sama?"
"Tidak apa-apa. Hanya saja kau akan terlihat seperti orang yg meninggalkan IP transmitter yg menyala di pulau ini."
"Hanya ini satu-satunya cara agar para Interpol itu tertipu. Aku telah mencuri IP yg digunakan Pythagoras palsu untuk menghack sistem keamanan mahkota raja/ratu inggris."
"Rencanamu itu akan membuat orang-orang di sekitarmu sedih,Naruto."
"Tapi aku kehabisan pilihan. Hanya itu caranya agar Kaneki bisa bebas dari tuduhan bersalah skala internasional yaitu dengan mati."
"Pikirkanlah lagi. Pasti ada jalan lain selain kau harus mati."
"Tidak ada. Aku sudah memeriksa seluruh kemungkinan dan hanya cara inilah yg mempunyai persentase keberhasilan 100% sedangkan lainnya dibawah 60%."
"Kalau itu keputusanmu maka aku akan mengujimu dan pemegeng gelar lain besok. 1 on 1,masing-masing pemegang gelar akan diberi game oleh orangtuanya. Sebaiknya kau bersiap karena ini mungkin akan masuk ke dalam klasifikasi Game Pandir."
~.~.~.~
Chap 20: END!
A/N: Gaje kan? Lemon? no!. Aristoteles udah pasti masuk ke cerita ini lalu untuk obsesi Aristoteles yg dikatakan Kokabiel itu salah. Yg sebenarnya akan diungkapkan oleh main chara nantinya. Udah tahu alasan gwe ngotot sama rated M?
Q: Kapan Toneri mati?
A: Chap depan,tapi Naruto juga ikutan mati.
Next chap = Final chap: The Last,Sorry ( ) ( ) ( ) ( ) ( ) ( )
